Cuan For Lyfe | CREAMENO

Pages

Cuan For Lyfe

Gue tuh percaya, kita bisa saling meracuni satu sama lain, dalam arti menginfluence each other even pada circle terkecil, makanya, in real life, gue sangat amat pemilih untuk urusan supporting system karena kawatir, kalau salah pilih, nanti jadi keracunan sesuatu yang aneh, bisa berabe kan, sis? 😂 By the way, racun yang gue bahas di sini, lebih ke life style and life choices 🙈

Jadi, ceritanya, gue punya circle sohibul yang hobinya bahas cuan cuan cuaaan terooos. Pokoknya bagaimana cara cari cuan ðŸĪĢ Kami saling support dalam hal cuan sampai titik darah penghabisan. Bahkan motto kami nggak jauh dari.. hidup kaya raya, mati masuk surga! Wk *annoying banget, kan?* 😅 Lucunya, kami punya hobi bahas hal lain yang cukup bertentangan yaitu cara habiskan uang dengan alibi bantu ekonomi negara 😂 -- Mana bahasannya nggak jauh dari hura-hura ðŸĪŠ

Untungnya, dari awal, gue sudah punya rem dalam bentuk value dan prinsip personal. Jadi, mau dikasih racun liburan ke Antartika juga gue nggak goyah *mahal soalnya* *jiaaakh* hahahahahaa 😂 Eniweis, jujur, meski life style mereka bertolak belakang dengan gue, tapi gue akui, gue belajar banyak dari mereka soal cuan. Mungkin karena beberapa dari mereka punya darah bisnis turunan orang tua atau bahkan kakek neneknya, jadi secara nggak langsung, mereka punya privilege yang gue nggak punya sebab orang tua gue pekerja kantoran alias kerja sama orang 😁

Dulu, salah satu sohibul gue pernah kasih saran ke gue untuk hire profesional ketika gue berniat running business yang gue punya sekarang. Dia bilang, "Lu kalau nggak punya skill dalam urusan finansial dan leading project, hire profesional. Biar lu fokus kembangkan business, while mereka fokus urus dalamnya." -- which is, itu salah satu keputusan terbaik yang gue buat. Nggak kebayang jika saat itu gue urus business sendirian, mungkin gue sudah collapse ~ That's why, gue berusaha cari staff profesional yang punya jam terbang termasuk untuk jobdesc 'berat' 🙈

Orang tua sohibul gue pun sempat menasehati gue (~serta sohibul lain yang doing business) agar pasangan kami tetap pegang career profesional mereka -- Maksudnya, jangan sampai mereka stop dari pekerjaan hanya karena melihat income business lebih besar dari gaji mereka (kecuali omset sudah sebesar Indofood atau Unilever group) hahahahaha. Menurut orang tua sohibul gue, salah satu sebisa mungkin harus stable dalam income (artinya gajian rutin, nggak seperti business yang kadang besar kadang kecil), jadi ada back up 😁 Thankfully, si kesayangan nggak ada niat berhenti dari dunia kerja profesionalnya (sayang ugha kalau ke luar), hehehehehe 😂

🐰🐰🐰

Enihoo, beberapa waktu lalu, gue sempat tulis di blog kalau gue sedang rintis usaha baru, jadi gue sebenarnya buat usaha kecil-kecilan untuk kegiatan mba-mba gue, genks ~ 😁 Ada dua mba yang gue buatkan usaha, karena mereka skillful dan memang berniat mencoba. Gue pikir usaha ini bisa memberi kegiatan tambahan untuk mereka, plus mereka bisa belajar banyak dari sana 🙈

Fyi, gue belum pernah punya pengalaman dalam usaha yang baru ini, jadi gue masih meraba-raba dan belajar ulang. Apa yang perlu gue siapkan, bagaimana sistem bekerja, all from scratch hahaha. Luckily, gue dibantu advisor agar berada dalam jalur yang benar, and so far, semua berjalan lancar 😆 Satu yang gue pelajari dari business baru ini... yaitu sekecil apapun skala usahanya, persiapan yang diperlukan harus matang. Sematang ketika garap usaha berskala besar ðŸĪŠ

Kira-kira, kalau gue bahas lebih jauh soal business skala kecil ada yang minat baca? 😁

42 comments:

  1. Yihaa, minat bangett dong Mba.
    Atuhlah share cerita gimana 'mbabat alas' bikin bisnis UMKM ini ya.
    Bakal bermanfaat banget untuk banyak pembaca, terutama buibuk yg juga pengin nambah income meski di rumah aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbabat alas itu artinya apa, mba? 🙈

      Baik mba, hehehe, tapi saya hanya berbagi based on pengalaman saya ya, mba. Soalnya saya bukan business advisor yang punya skill untuk guide 😂

      Delete
  2. Hadirr mba... Minatt banget mba... 😆
    Kebetulan saya juga ngejalanin bisnis kecil2an, cuma yah gitu musiman.. Hahahah... kadang muncul di permukaan, kadang hilang bagaikan di telan bumi.. wkwkwkw

    Rencananya pengen mulai tak seriusin di awal tahun 2021.. hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mas Bayu 😆

      Baik mas, akan saya siapkan materinya. But, ini based on my personal experience mas, yang tentu nggak seprofesional business advisor dalam memberi guide ðŸĪĢ

      Semoga rencana 2021 berjalan lancar, ya 😍

      Delete
  3. Pake nanya.... hahahaha... emang kalau dijawab tidak, Eno bakalan nggak nulis? Nggak yakin dah..

    Hahahahah.. lanjottt... Saya terpukau dengan kecepatan posting hari ini. Luar biasa banget dah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha kalau dijawab nggak, mungkin nggak jadi tulis, mas 😜 By the way, post saya pendek-pendek makanya cepat, kalau mas Anton kan panjaaang ðŸĪĢ

      Delete
  4. Tentu saja sangat sangat berminattttt (t-nya banyak tu mba.. 😝).

    Sejujurnya, saya penasaran, bagaimana mba eno bisa memiliki beberapa usaha sekaligus, bagaimana persiapan dan apa saja yg harus dipersiapkan pas awal banget, bagaimana management source (modal maupun karyawan), bagaimana melihat peluang pasar, wow... bisa ga habis2 kalau saya tulis semuaa 😂

    Memang sih, pada akhirnya mau mba eno menjelaskan smp berbusa-busa juga, kalau ga dimulai ya ga akan ada hasil. Tapi setidaknya dari membaca pengalaman mba eno, siapa tau ada orang2 (termasuk saya di antaranya) yg akhirnya mulai untuk memulai 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha tttt-nya banyak, artinya sangat amatttt berminattt ya, mba ðŸĪĢ

      Okay mba, akan saya coba siapkan materinya, tapi semua tulisan ini based on my personal experience mba, jadi mungkin akan banyak kekurangan di sana sini, maklum saya bukan profesional advisor jadi susah untuk guide apalagi dalam bentuk tulisan 🙈

      Iya mba, saya pun sering baca banyak info meski nggak semua saya lakukan, for the sake of tambah-tambah knowledge dan insight saja 😆

      Delete
  5. Please kak Eno, bahaslah.. tulislah sedetil mungkin karena ini kebetulan banget sama aku yang memang lagi mau bikin, tapi masih berproses di persiapan dan konsep yg inginnya tuh matang, jadi setelah barang diproduksi, ,udah tau bener target market dan cara digital marketingnya kayak gimana.

    Tapi aku butuh suara-suara lain yg lahir dari pengalaman. jadi aku butuh banget.

    Please do so.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini, nggak yakin bisa detail, tau sendiri kelemahan saya dalam urusan menulis, kadang suka gantung hahahaha, tapi saya akan coba, ya 😁 On a side note, tulisannya akan based on my personal experience, can be not that good, however I'll try to share as much as possible 🙈 Please tunggu dengan sabar hahahaha.

      Siap, Ady! 😍

      Delete
    2. Aku kan sabar menunggu sampai... sampai kapanpun kak Eno butuh waktunya. hehe...
      kirim-kirim email nanya-nanya masih boleh gak kak?

      Delete
    3. Masih boleeeeh Dy hehehe, kalau senggang akan dibalas 😍

      Delete
  6. AKOOOOHHHH MAUUUU BANGEEETTTTT!!!!

    Capslock jebol! hahaha

    Btw perasaan kemaren saya intip blog ini. baru nyampe di rasis, eh kok intip lagi udah nambah banyak, rajin banget dirimu saayy hahaha.

    Btw, saya udah sering nulis deh kayaknya, kalau salah satu topik yang saya nunggu itu adalah, topik bisnis, terlebih bisnis sedari awal.

    Itu saya sukaaa banget.
    Secara, ada banyak ilmu bisnis di luar sana, tapi belum ada yang bahas secara real, dengan bahasa ringan dan mudah dimengerti kayak tulisan Eno.

    Saya selajar banyak dari beberapa post Eno terdahulu dalam mengelola bisnisnya.
    Apalagi kalau ditambah, kutaksabarrrrr menantinya 💖💖💖

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha omg tiati rusak nanti capslock-nya, mba ðŸĪĢ

      Berhubung sudah nggak pakai menu bahasa Inggris dan Korea, sekarang jadi rajin menulis mba, karena nggak beban harus alih bahasa 😂 Wk. Dulu beban banget, setiap tulis post langsung kepikiran, haduh nanti translate-nya susah hahahahahaha. Thankfully, sekarang saya lebih leluasa 😍

      Aha, iya mba Rey pernah bilang, salah satu topik yang disuka adalah topik business 😁 Terima kasih banyak mba sudah baca, namun harap maklum jika tulisannya nggak seberkelas tulisan para pakar, karena saya hanya berbagi based on pengalaman personal saya 🙈

      Delete
  7. Tentu sangat berminaaaaatttt!!
    Hajar bleh ðŸĪŠ

    Betul kata Kak Rey, Kak Eno ini rajin banget menulisnyaaa 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dihajar dong nanti bonyok hahahaha ðŸĪĢ

      Thank you Lia, kakak terlihat rajin padahal nggak 🙈 Mungkin karena tulisan kakak pendek-pendek jadi terkesan banyak. Wk. Ayo Lia semangat 😜

      Delete
  8. saya berminat baca tentang business skala kecilnya! lalu, sohibul itu artinya apa? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okay Young, hahahaha, sohibul diambil dari kata sohib, dan sohib adalah kata lain dari sahabat (bestfriend) 😁 Young bahasa Indonesianya bagus, belajar di mana? 😍

      Delete

    2. oh haha saya cari di Google sohibul keluarnya nama orang sohibul, *ngakak*
      Bisa dong. kan di sekolah ada pelajaran Indonesia haha

      Delete
    3. Hahahaha, lho ada ya nama orang sohibul, baru tau saya 😂 Wah keren deh, Young sudah seperti Indonesian native speaker tata bahasanya 😁👍

      Delete
  9. Maau bangeeet!! Hehehhe..
    Apalagi aku ga kaya sohibul2 Mba eno yg punya privilage udah punya darah bisnis dr orang tua, krna aku dan suami dibesarkan oleh orang tua karyawan, skrng pun kita kerja sbgai karyawan. Jd masih buta bgd tntng bisnis. Ga sabar nunggu update Mba Eno tntng bisnis 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kita mba, nggak punya privilege darah bisnis dari orang tua ðŸĪĢ Makanya saya belajar dari bawah bangettt, betul-betul from zero hehehe 😆 Eniho, tulisannya kelak based on my personal experience, mba. Jadi harap maklum jika banyak bolongnya dan kurangnya. But I'll try my best to share 💕

      Ditunggu dengan sabar, mba Thessa 🙈

      Delete
  10. Seperti yang lain, tentu saja aku juga berminat banget mbak eno 😆😆

    Eeh, aku juga merasa kalau anak pengusaha itu pnya privelege sendiri. Selalu saja kepikiran ini bisa jadi duit. Kamu lahir langsung bisa jualan....wkwkwkkwk ðŸĪĢðŸĪĢ

    Di keluarga jga pekerja semua, tapi mulai berjualan kecil2an...belum sebesar indofood..wkwkwkk
    Sedangkan aku sedang pelajari teman-teman yang mulai jualan barang dan jasa 😆😅

    Ditunggu cerita bisnisnya mbak eno...eehh ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ashiaaaap hahahaha 😂 Eh tapi nggak semua anak pengusaha bisa memanfaatkan privilege yang dipunya, mas ~ ada yang meski orang tuanya sangat mahir business, anaknya prefer jadi akademisi atau ambil pekerjaan lain 😁 Bahkan ada yang nggak bisa business sama sekali 😆

      Duuuuh kalau sampai bisa sebesar Indofood, keren banget mas 😍 Semua dimulai dari langkah kecil dan langkah pertama, mana tau nanti bisa overcome Indofood, kan? 😜 Semangat, ya ðŸ”Ĩ

      Delete
  11. Ck ck..

    Semuanya ada blog ini hahaha..dari fun ke cuan.

    Bagian marketing dan promosi bisnisnya msh dipegang sendiri atau hire profesional juga mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi cuannya cuma based on personal experience mba, bukan based on professional ðŸĪĢ By the way, untuk usaha yang ini, marketing masih dipegang sendiri, soalnya masih skala kecil, mba Phebie 😁

      Delete
  12. Yg diajarin Ama temen mba, itu sama kayak ajaran papaku. Papa ku kan pengusaha bakery dan percetakan ya mba. Tapi sebenrnya papa itu samasekali ga bisa bikin roti :p. Dia cuma punya insting bisnis yg kuat. Jadinya utk toko2 bakery nya, papa selalu cari chef yg handal utk kelola toko2 bakery nya dia. Papa pernah bilang, kalo kamu ga bisa sesuatu, kamu belajar, tapi kalo kamu tetep ga bisa, ya kamu cari orang yang ngerti dan bisa mengerjakan itu utk kamu.

    Makanya aku slalu pegang kata2 itu. Kalo ga ngerti juga, mnding aku cari orang yg bisa, tp dia ga punya dana utk melakukan :D.

    Cm yg harus diinget, kadang orang2 begini hrs diksh benefit bagus, supaya ga lari ke toko lain :D. Kalo dalam hal papa, chef2 nya diikat utk punya saham di toko, ato setidaknya gaji yg LBH bgs dr toko serupa :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kata papa mba Fanny seriously mirip sama kata sohibul saya mba, kalau nggak bisa, better fokus hire profesional, apalagi untuk usaha skala besar. Tapi kalau masih kecil banget, nggak apa-apa coba bangun pelan-pelan. Meski berjalan dengan waktu sebisa mungkin tetap hire orang yang lebih punya skill untuk urusan operasional, etc 😆

      Hahahaha iya mba, benefitnya harus kencang, biar nggak pindah ke toko sebelah. Tapi selain itu, leadership juga perlu memang. Saya yakin, staff papa mba Fanny tetap setia sama papa mba Fanny karena papa mba Fanny leader yang baik untuk mereka 😍

      Delete
  13. Aih sama banget kita gak punya orangtua yang punya darah bisnis, Mbaa. Kebalikan dari keluarga suamiku yang emang orang dagang, semua harus cuan wkwkwk 😂

    Aku sebetulnya nggak menjalani bisnis apa-apa, tapi kalau dikasih ilmunya aku tertarik aja untuk mempelajarinya. Soalnya kadang setelah itu aku aplikasikan ke bisnis orangtua, karena sampai hari ini mereka nggak hire profesional untuk ngejalanin bisnis risoles 🙈

    Terus aku setuju sekali soal wejangan dari orangtua sohibulnya Mba Eno, jangan lepasin sumber income yg utama di saat menjalani bisnis yg lain. Suamiku juga suka ngomong gitu kalau suatu hari kami dikasih kesempatan jalanin bisnis kedua, sumber pendapatan utama nggak boleh dilepas gitu aja. Kadang aku suka dengar cerita teman yang ngelepas job 8 to 5 nya dan berujung ngos-ngosan saat jalanin bisnis sampingan ðŸ˜Ģ

    Btw, lancarrrr yaa Mba Eno bisnis bareng si Mbak kesayangan 😚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau usaha orang tua mba Jane mungkin karena masih usaha rumahan, dihandle sendiri nggak masalah 😁 Usaha kecil saya sama para mba ini pun handle sendiri tanpa professional workers mba ðŸĪĢ

      Setuju sama pasangan mba Jane, sebisa mungkin sumber utama jangan dilepas, apalagi merasa di atas awan hanya karena pemasukan usaha meningkat. Kecuali betul-betul sudah stable selama beberapa tahun, itu pun pertimbangannya harus panjang 🙈

      Terima kasih mba Janeeee doanya 😍

      Delete
  14. Pengen dengar perspektif kak Eno dalam memandang uang, sih. Saya mulai interest topik ini baru-baru saja. Pas tau susahnya nyari uang dan gampangnya dikeluarkan. Sebagai orang yang gampang nabung saja, saya sangat sulit untuk mengontrol pengeluaran. Jadi saya lahap segala obrolan tentang keuangan. Menarik untuk dengar perspektif kak Eno tentang ini 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam memandang uang yang seperti apa maksudnya, mas? Mungkin nanti saya bisa bahas lebih detail jika mas Rahul ada pertanyaan 😁

      Bagus lho sudah mulai interest pada usia semuda mas Rahul, semakin muda memahami finansial, semakin dimudahkan jalannya ðŸĪĢ Nah itu dia yang jarang diajarkan dulu, taunya hanya harus rajin menabung, tapi nggak ada ilmu bagaimana spend uang dengan baik dan benar. Thankfully, sekarang diera sosial media, informasi semakin mudah kita dapat 😍

      Delete
    2. Mungkin saya kasih konteks saja yah biar gampang 😁 Harusnya ini bisa jadi pertanyaan pertama saya dimini forum 😅

      Kalo misalnya kak Eno punya uang 100 juta, apakah kak Eno akan pake untuk liburan sama kesayangan atau ditabung saja? Terus alasannya apa?

      --

      Iya, kak Eno, harusnya di era sekarang kita malah lebih melek dengan hal ini. Sudah banyak orang yang bahas topik serupa dengan cara yang seru dan menarik 😁

      Delete
    3. Hahahaha, okay noted mas Rahul, nanti saya bahas di mini forum, biar bisa baca pendapat dari teman-teman lainnya 😁 --- well, semoga dengan semakin meleknya generasi muda pada literasi keuangan, tingkat kemiskinan bisa semakin menurun ya, karena rakyatnya semakin makmur 😍

      Delete
  15. mau bingittt mbakkkk
    untuk jadi besar dimulai dari yang kecil dulu hehehe
    aku mau kalau jadi mbak-mbak nya mbak eno itu, bisa belajar banyak hal, sapa juga yang mau nolak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yayyy, siap mba 😍

      Betul, untuk menjadi sesuatu yang besar, perlu dimulai dari hal-hal kecil dulu 🙈 Hihihihi, thankfully, mba-mba saya pada semangat belajar. Soal gagal atau sukses belakangan, yang penting mau mencoba hehehehehe 😂

      Delete
  16. hahahaha, itu motto semua orang kayaknya Mbak Eno. :D

    Mau dong Mbak Eno, postingan-postingan Mbak Eno selalu ditunggu.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOSSS mba ðŸĪĢ hahahaha, siap mba Wulan, coming soon 🙈

      Delete
  17. Kalo saya mah gak usah ditanya Mba Eno 😂 bukan cuma mau tapi lebih dari itu, BUTUH 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah, mba Rini ðŸĪĢ Ditunggu, yaaaa ~ 💕

      Delete
  18. Bebarapa kali post ini saya buka, kayaknya komentator bertambah banyak ajah nih. :)

    Jika Mbak bertanya " Apakah ada yang minat baca jika Mbak menulis tentang bisnis skala kecil " ?

    Maka, jangankan skala kecil dan skala besarpun saya bersedia dan mau membacanya.

    Apa sih yang ngak buat blog Creameno.hahahah#Gblz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha kenapa dibuka berkali-kali, mas? ðŸĪĢ
      Eniho, thank you ya, mas hahahahaha 😆

      Delete