From Hobby | CREAMENO

Pages

From Hobby

Berawal dari hobi capture momen ketika liburan, kemudian merasa beberapa foto yang gue jepret hasilnya bagus untuk dipandang, which ended up membuat gue iseng print foto-foto tersebut dan membingkainya, lantas gue pajang di semua sudut villa maupun rumah. Kini, tiga tahun berselang, gue sudah memproduksi banyak frame dengan foto karya gue (yang nggak bagus-bagus amat) πŸ˜‚ hahaha. Gara-garanya, beberapa sohibul gue yang main ke rumah suka sama frame dan fotonya, terus satu persatu pesan (sekali pesan dalam jumlah banyak, kadang bisa isi 3 atau 6), berlanjut ke tamu-tamu yang menginap di villa, dari mulut ke mulut, akhirnya gue dapat banyak orderan πŸ™ˆ

Gue pribadi, nggak pernah berniat jualan frame dan foto hasil jepretan gue, karena gue print foto-foto gue memang tujuannya untuk kepuasan personal. Gue pun pernah cerita soal hobi gue ini di post lama ----- hobi koleksi banyak frame foto di rumah, yang isinya kalau nggak quote, pasti foto liburan πŸ˜† Cuma gue akui, gue niat, jadi meski untuk kepuasan personal, gue sangat totalitas dan selalu berusaha memilih kualitas terbaik dari mulai material frame, sampai kertas yang digunakan 😍 Dan rata-rata, frame foto gue ukurannya besar, jadi perfect untuk interior rumah 😁

Bahkan sampai sekarang, gue nggak buat akun khusus jualan, jadi 100% bermodal mulut ke mulut para kerabat. Sebab gue nggak berencana jadikan ini sebagai business yang digarap profesional. Even, gue masih pakai pihak ketiga as vendor frame jadi gue hanya siapkan fotonya hahahaha 🀣 However, dari sini gue belajar kalau sebenarnya ada banyak kesempatan di depan mata, andaikata kita mau melihat dan berusaha mempelajari serta mengenal diri kita lebih dalam πŸ˜‰ Siapa nyana, gue yang tadinya melakukan hobi personal, ujungnya jadi pedagang selingan πŸ™ˆ


Eniho, foto di atas, adalah salah satu foto yang gue suka. Foto itu gue ambil saat di Ho Chi Minh City, Vietnam. Alasan sukanya karena terkesan sederhana, plus cocok sama interior dapur area hahahahahaha. Lucunya, di area tangga, ada satu sisi berisi foto tangan gue sama si kesayangan sedang bergandengan, foto yang sama dengan yang ada di post What's Up (versi portrait), dan ada foto berisi cuplikan surat yang pernah kami exchange dimasa muda πŸ˜‚ Surat yang paling kami suka, kami ketik ulang dan print dalam size besar, ada yang bahasa Korea, Inggris dan Indonesia. Tujuannya tentu selain sebagai hiasan, juga sebagai pengingat, kalau kami pernah sebegitu bucin jadi manusia. Wk. Makanya ditaruh di tangga, agar setiap ke kamar pasti kelihatan πŸ™ˆ

Ohyaaa, gue berbagi salah satu pengalaman gue, karena gue ingin encourage teman yang sempat email gue dan bertanya soal making money from hobby, hehehehe. Gue pikir, itu bukan hal yang mustahil jika kita bersungguh-sungguh mengembangkan hobi yang kita suka --- Tapi satu yang gue pelajari selama doing business, suka saja, nggak akan bisa membawa kita ke mana-mana πŸ˜† Perlu ada usaha, kerja keras dan faktor luck di sana 😁 While faktor luck adalah sesuatu yang nggak bisa kita rencanakan, tetap ada dua hal yang bisa kita lakukan yaitu berusaha dan bekerja keras πŸ˜‰

On top of that, be realistic! πŸ™ˆ Kadang secara idealis, kita suka karya kita, namun bukan itu yang market inginkan. Kalau kita ingin making money then we should learn what market wants. Mau idealis boleh, tapi akan lebih asik jadi idealis saat kita nggak perlu kawatir soal uang -- Selama kita masih butuh uang dari business kita, lebih baik fokus develop and explore products berdasarkan kebutuhan yang paling dicari masyarakat -- sebab dengan begitu, kemungkinan kita 'hilang uang' akan rendah. Ini akan lain cerita jika kita punya back up uang teramat banyak 😁 Or, teman-teman bisa coba realistis dan idealis bersamaan dengan produksi beberapa macam karya 😍

Apapun itu pilihan teman-teman, semoga memberi hasil maksimal. By the way, sudahkah teman-teman mengenal diri teman-teman lebih dalam? Kira-kira, hobi apa yang teman-teman suka dan menurut teman-teman bisa menghasilkan? πŸ˜† Jangan lupa share pengalaman teman-teman, baik itu hobi menulis novel, hobi blogging, hobi menyanyi, dan lain sebagainya. Semua bisa diseriuskan asal ada usaha dan kerja keras. So, jangan ragu untuk mencoba, and good luck! πŸ’•

38 comments:

  1. Kalau aku suka nulis kak mulai dari puisi, cerita pendek, sampai ke novel (yang ini masih berusaha untuk nerbittin) semoga di acc ya sama penerbit :) Karena kalau self publishing aku masih belum ada cuan :( Kalau dari hobi nulisku itu sih sejauh ini dapet duit pas kalo lagi menang kompetisi nulis aja. Tapi meski nggak seberapa hasilnya tetep seneng sih, jadi bener kata kakak kalau dari hobi ternyata juga bisa menghasilkan. Dan yang pasti usaha juga dan faktor keberuntungan. Hehe

    Nice Post kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin mba Syifana, semoga novelnya bisa di-acc oleh penerbit sesuai harapan. Semisal pun belum di-acc, semoga mba Syifana tetap mau terus mencoba upgrade ~ mungkin bisa coba baca blog mba Thessa, beliau salah satu yang novelnya sudah diterbitkan publisher dan beliau sering share tips and trick dunia kepenulisan novel 😍

      Sedikit sedikit, lama-lama jadi bukit mbaaa. Dari yang nggak seberapa itu, siapa tau bisa jadi sangat banyak hasilnya πŸ˜† Tetap semangat, mba πŸ’•

      Delete
    2. Waah aku masih baru banget sih di sini kak, jadi butuh kenalan sama semuanya. Boleh drop link blognya Kak Thessa nggak, Kak...? Heheheh. Thank you Kak Eno

      Delete
    3. Yuk kenalan sama teman-teman lainnya 😁

      Untuk akun mba Thessa, mba Syifana bisa scroll komentar ini, ada komentar atas nama Thessa R, nah itu akunnya mba Thessa. Silakan mampir πŸ˜πŸ’•

      Delete
    4. Okaayy kaakk, sudah ketemu! Makkkasssiihh banyak ya kak :)

      Delete
    5. Sama-sama mba 😍

      Delete
  2. Bagus banget fotonya....kak Eno.

    Aku sering kepikiran bikin kayak gitu tapi selalu tertahan di angan.

    kepikiran juga buat jualan foto dalam bentuk seperti itu tapi ya itu dia, ga pede, kyknya ga ada yg bakal sesuka itu sama foto-fotoku hingga mau ngeluarin sejumlah uang.

    hehehe.... pesimis gini ya aku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Ady, sebetulnya dibilang bagus banget sih menurut saya nggak terlalu hahahahaha. Makanya yang beli pun mostly kenal sama saya, atau pernah jadi clients, partners, sohibul, saudara, rekan dan sejawat 🀣

      Tapi dari awal saya bilang, kalau beli cuma karena mau buat saya senang better jangan. Kawatir jadi sampah di rumah mereka πŸ™ˆ Eh karena saya bilang begitu, akhirnya dikasih tunjuk kalau betulan dipajang hahahaha πŸ˜† Begitchu ceritanya.

      Saya bisa mengerti kenapa Ady merasa nggak pede, saya pribadi pun berpikir semisal saya menseriuskan business ini, saya nggak yakin ada strangers yang mau rogoh kocek untuk membelinya. Tapi entah mungkin saya cukup beruntung, beberapa tamu saya di villa waktu itu beli hahahaha. Memang saya taruh banyak stock di villa, tapi saat itu yang saya pikir hanya nothing to lose saja πŸ˜‚

      So, yeah, semoga if one day, Ady mulai optimis, apapun itu pilihan yang Ady lakukan, saya doakan bisa berhasil dan mendapatkan hasil maksimal 😍 Semangat!

      Delete
  3. Hi mbak Enoooo! Aku SUKA BANGET sama tulisan mbak ini 😍menginspirasiku disaat yang tepat haha-- terima kasih mbak encouragementnya...making money from hobby dari persepsi realistis atau idealis itu berasa kaya di jalan yang bercabang πŸ˜‚Aku belajar tentang diriku sendiri, dan aku itu orangnya dreamer banget mbak haha. I'm in love with the concept of ideas. Nah, setelah baca artikel ini, aku kaya diingetin untuk take a step back (berasa diingetin haha)

    Another story mbak, aku seneng bgt bisa berani mencoba untuk berbisnis jualan pot terakota bersama temanku dari hobi kita berdua menyukai tanaman dan pot-pot yang unyuuu.. and it's true ternyata emang banyak kesempatan didepan mata ya mbak

    Terima kasih mbak sudah berbagi cerita yang menginspirasi. Can't wait to make my dreams come true (with the hint of being realistic too haha) πŸ’—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba Aqma, terima kasih sudah baca 😍 Sama-sama mba, senang jika tulisan ini berguna, dan encourage mba Aqma untuk do your best 😁 hehehe.

      Betul mba, semacam jalan bercabang. Dulu saat awal doing business, ketika masih cukup muda, saya termasuk orang yang idealis, tapi kata-kata mentor dan ibu saya, berhasil membuat saya berpijak. Intinya "Mau idealis boleh, tapi nanti jika uangmu sudah banyak dan kamu nggak perlu lagi kawatir akan uang. Sekarang realistis dulu agar usaha bisa berjalan." hahahahahahaha πŸ˜‚

      Sebab, dulu idealis saya membuat saya ingin melakukan sesuatu yang bukan selera pasar. Cuma saya tahan. Thankfully, saya bisa melewatinya πŸ˜†πŸ’• So I hope, mba Aqma pun bisa. Semangat jualannya mbaaa. Semoga laris manis produknya, dan semakin banyak peminatnya. Apalagi dimomen sekarang, ketika banyak kolektor tanaman. Jualan pot bisa menghasilkan jika direncanakan dan dijalankan dengan benar 😍

      GOODLUCK mba Aqmaaaaa πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  4. Mbak eno ga tertarik buat bikin label bisnis...?ilmu bisnisnya sangat menarik dan disampaikan dengan cara yang enak 🀣

    Kepikiran buat cetak foto untuk dipajang. Tapi kemudian ingat kalau gada ruang untuk dipajang πŸ˜‚

    Pengen suatu saat aku punya bisnis sendiri mbak..walaupun belum tahu apa. Bisa dibilang masih belajar dan mengamati dari teman2 yg sudah mulai berbisnis..hehehehee

    Setuju mbak eno, bisnis yang dimulai dari mulut ke mulut biasanya bakal lebih bertahan lama. Dibandingkan yang ramai di awal aja. Karena dari mulut ke mulut menciptakan sebuah kepercayaan..hehehe

    Makasih mbak eno 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Label business itu maksudnya seperti apa, mas? πŸ˜†

      Huahahaha, saya sampai taruh di lantai bahkan 🀣 Eniho, beberapa business yang cocok kalau dilihat dari hobi mas Rivai, salah satunya mungkin penjual spare part sepeda kali yaaaaa πŸ™ˆ *mengarang bebas* soalnya mas hobinya bersepeda 😍

      Nah, iya mas, saya jualan frame dan foto based on order ini sudah masuk tiga tahun hahahaha, nggak sangka sih karena saya kira awalnya akan musiman. Koleksi foto-fotonya juga saya tambah, lumayan untuk uang jajan πŸ˜†

      Delete
  5. Fotonya bagus.
    Print di percetakan atau memang ada printer sendiri mbak? πŸ™‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Print di percetakan mba Phebie 🀣

      Soalnya nggak berencana diseriuskan, jadi produksi kalau ada yang order saja, atau kalau saya sedang ingin pajang gambar baru di rumah πŸ˜† huehehehe.

      Delete
  6. Mba Eno kalau nanti bikin buku soal bisnis atau financial tolong aku dikabarin yaa, pengin beli yang bertandatangan... Ilmunya Mba Eno ini kece sekaliii πŸ‘€

    Cakep fotonya Mba Enoo... kalau lihat dari foto-foto yang sering Mba Eno share di sini sih, menurutku sangat wajar orang yang lihat langsung dalam bentuk udah diprint dan di frame pasti langsung pengin memiliki. Foto-foto Mba Eno tuh tone warnanya cakep-cakep dan kayak ada khasnya sendiri gitu menurutku.

    Kalau dapet uang dari hobi kayaknya belum pernah. Tapi pernahnya beberapa bulan lalu pas lagi giat-giatnya belajar Adobe Illustrator terus tau-tau ada temen nawarin bikin menu buat catering gitu, lumayan abis dibikinin satu versi digital, orangnya pesan lagi buat dibikin spanduk huhuhu sempat mikir mau dikembangin bisnis gini tapi takut keteteran πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadow nggak mungkin bisa saya buat buku, mba 🀣 Ilmunya nggak sampai ke sana, masih jauh kalau itu ahuahaha πŸ™ˆ However terima kasih apresiasinya. Mwah 😍

      Foto yang di atas itu saya sukaaaa bangetttt, mba. Hihihi, semacam bercerita, makanya sampai saya print πŸ˜† Aduuuh jadi malu dipuji mba Eya, tapi saya harus banyak belajar soalnya saya nggak punya skill fotografi, pure hanya hobi mba. Kebetulan hobi saya diapresiasi lingkungan saya πŸ˜πŸ’• hahahahaha.

      Makanya saya nggak jual di akun khusus, cukup tau diri kalau strangers mungkin nggak akan mau beli 🀣 Eniho, saya rasa mba Eya punya skill di illustrator deh, soalnya kelihatan dari blog mba Eya 😍 Tapi iya, bisa keteteran apalagi mba Eya ada pekerjaan utama. So, dijadikan hobi selingan saja, untuk isi waktu luang mba πŸ™ˆ

      Laris manis, yaaaa πŸ₯³

      Delete
  7. Mba Eno, bagus bgd fotonya 😍😍 Kalau boleh tau, buat foto yg nanti bakal dicetak gede, itu diambil pake kamera hp, SLR, mirrorless atau kamera apa Mba Eno?
    Kalau aku tiap jalan2, yg ada malah muka aku semua 🀣🀣 Pas udah balik baru suka keinget, kok ga moto tempat n pemandangannya juga yaa. Gitu. Hehehhe..

    Ngomong2 tntng hobi, Mba Eno udah tau pasti klo hobi aku nulis n baca πŸ˜† Cuan dr sana ga seberapa, paling banyaknya dpt buku gratis dr yg meminta bukunya buat direview. Tp krna aku memang ga menjadikan itu sumber pemasukan, jd dibawa happy aja.
    Kalau nulis novel, lbh buat diri sendiri. Krna saat beresin sebuah cerita, aku kaya punya semangat tersendiri yg bikin hidup kerasa lbh menyenangkan. Kalau ada pemasukan dr royalti, itu bonus πŸ˜†

    Aku setuju sama mba eno, kalau mau memonetasi hobi, ga cukup dr faktor luck aja. Ada usaha di sana dan ada kerja keras yg hrs diperjuangkan πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya pakai Mirrorless mba, saya nggak jago foto soalnya, jadi nggak punya gear yang macam-macam 🀣 Ini pun setiap foto selalu pakai auto, nggak pernah bisa setting manual hahahahaha. Wah mba Thessa kebalikan saya. Jarang banget saya foto diri sendiri, paling sesekali candid, tapi lebih banyak pemandangan πŸ™ˆ

      Iya mbaaa, tau bangetttt hobi mba Thessa, bahkan sampai menelurkan novel, which is keren lho πŸ˜πŸ’• hehehehe, dan saya yakin ketika mba menjalankan hobi mba tersebut, nggak hanya bergantung pada luck, namun ada usaha mba di sana πŸ˜†

      Terima kasih sudah menjadi inspirasi para pemilik hobi, mba πŸ₯³

      Delete
  8. Tapi itu fotonya emnk bagus mba.. astetik2 gimana gitu..😁

    Iyah kerja yg menghasilkan uang karena hobi itu yg lebih mantep. Mau secapek apapun, tapi karena hobi nggak tau kenapa kaya lebih senang aja ngejalaninnya meskipun repot.

    Pengen banget punya kerjaan yg kaya gitu.. heheh karena kerjaan yg skrang berasa seperti dipaksakan.. wkwkwk

    Saya suka ngajar. Itu pekerjaan yg saat ini saya sukai.. mau secapek apapun, tapi ngeliat anak2 bikin moodbooster banget...

    dulu, membagi waktu ngajar sama pekerjaan utama terasa sangat mudah.. tapi skrang semenjak perusahaan punya target dan mulai memberlakukan peraturan jam kerja baru. Jadi susah buat ngebagi jadwal ngajar sama kerjaan utama.

    Banyak yg bilang buat udahan ngajarnya. Tapi saya nggak mau sebelum para Ibu anak2 yg bilang stop. Well, kalau berhenti dari pekerjaan utama rasanya malah terlalu egois karena saya mencoba realistis. Heheh πŸ˜„

    Akhir tahun ini lagi mulai bisnis baru.. harapannya sih semoga bisa makin berkembang dan lebih baik..
    Thanks to Mba Eno yg ngasih saran luar biasa kemarin. Jualan itu soal tentang apa yg mereka butuhkan bukan tentang apa yg kita mau.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak begitu kelihatan jelas mas foto di dalam framenya, saya fotonya kemarin saat sudah agak gelap jadi cahaya dari jendelanya kurang πŸ˜‚ hahahaha.

      Mungkin pekerjaan yang sekarang adalah bagian dari mas Bayu mencoba realistis akan kehidupan, saya pun dulu begitu mas, pernah melewati proses harus kerjakan sesuatu demi bisa survive hehehehe. Semoga, ke depannya, mas Bayu bisa meraih apapun yang mas Bayu inginkan πŸ˜πŸ’•

      Dan jangan kepikiran untuk berhenti dari pekerjaan utama, apalagi jika hobinya belum benar-benar memberi penghidupan, kawatir nanti mas Bayu jadi 'pincang' 😁 Jalani dulu apa yang ada, sambil kumpulkan uang.

      Semangat ya mas, semoga rencana mas berjalan lancar πŸ₯³

      Delete
  9. Komentar dan pertanyaanku udah diwakilkan oleh Kak Eya, Kak Thessa dan Bayu nih 🀣
    Tinggal 1 lagi pertanyaanku :
    Kak Eno kalau edit foto pakai app apa? Atau itu memang udah tone bawaan dari kamera yang dipakai?

    Benar kata Bayu, foto-foto Kak Eno memang bagus-bagus dan estetik gitu 😍 tone warnanya dan pengambilan gambarnya bikin kelihatan 'wah' 😍. Semoga semakin laris manis foto-foto Kak Eno ya 😘

    Perihal hobby yang menghasilkan selain dari ngeblog, belum ada 😬 karena belum ada hobi yang aku dalami banget, rata-rata sekedar bisa πŸ˜‚. But thank you for this post, Kak! Aku jadi punya semangat untuk memperjuangkan hobi-hobiku πŸ₯Ί.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau foto-foto yang di blog kebanyakan edit pakai Adobe Lightroom, VSCO dan Snapseed Liiiii, semua editnya pakai handphone makanya mager πŸ˜‚ While foto yang dijual, mostly nggak begitu banyak editingnya karena prefer cerah 😁

      Amiiiin, thank you Liaaaa doanya, iseng-iseng berhadiah ini, lumayan untuk tambahan uang jajan ahahahahaha πŸ˜† Tapi kakak pun masih perlu banyak belajar, soalnya selama ini jepret memang hanya ikuti taste personal πŸ™ˆ

      Ayo semangat, meski belum menghasilkan, dengan punya hobi, jadi ada passion lebih ke depannya. Sepertinya hobi review buku bisa dikembangkan Lia 😍

      Delete
  10. Duhhh suka banget dengan tulisan ini. Vibe-nya sangat sangat positif dan juga hangat πŸ₯°

    Aku punya kenalan yang punya cerita serupa dengan Mba Eno, cerita mamanya temanku yang hobi masak. Dari cuma hobi masak dan kirim-kirim ke kerabat, sekarang malah jualan beneran karena di-encourge sama anak-anaknya πŸ˜† hangat banget deh lihat mereka sekeluarga saling membantu dalam bisnis keluarga kecil-kecilan ini hihi

    Kebetulan salah satu resolusi 2021 aku ingin menemukan hobi baru, Mbaa. Baca ini serasa dapet motivasi untuk bisa memulai sesuatu yang baru. Semoga bisa tercapai nantinya, lepas bisa menghasilkan atau nggak yang penting enjoy dulu dengan hobi baru ini *aminnn* πŸ˜†

    Btw, aku salfok sama surat yang kalian tulis kemudian diperbesar dan dipajang di rumah. You guys really one of a kind huahahaha uwuuuu sekaliii 😝πŸ₯°

    Terima kasih sudah berbagi pengalaman Mba Enooo. Semoga laris manisss yaa jualan frame+fotonya, mayannn buat jajan gorengan atau bakso wkwkwk πŸ˜™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan senang bacanya, mba 😍 Yang tadinya iseng, ternyata bisa diseriuskan, dan mendapat penghasilan, of course jadi lebih semangat dalam menjalankan πŸ˜†

      Yaaaay, semoga resolusi 2021-nya tercapai, hobi baru yang mba Jane dapat bisa membuat hati senang, dan terlepas akan menghasilkan atau nggak, yang penting ada ilmu dan siapa tau bisa untuk back up dimasa depan πŸ™ˆ

      Huahahahaa, alay bangettt memang mba, harap maklum πŸ˜‚ Tapi surat itu cukup ampuh setiap kesal terus lihat surat, kesalnya mendadak hilang 🀣 Wk. Amiiin mba terima kasih doanya, iya lumayan bangettt untuk selingan πŸ˜†

      Delete
  11. aku termasuk yang ngga sepakat dengan "hobi jadi pekerjaan".. hobi kan salah aatu cara refreshing dari pekerjaan.. kalo hobi dah jadi pekerjaan, kalo suntuk ngapain? kerja? 🀣🀣🀣

    hobi itu bukan untuk mendapatkan uang, tapi membuang uang.. 🀣🀣

    mungkin maksudnya lebih ke "kerja sesuai passion" kali, ya? jadi senang melakukan apa yang dikerjakan.. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha, mungkin mas sama kayak saya, hobi nggak diseriuskan agar dapat penghasilan, karena kita punya pekerjaan utama πŸ˜† But for some people, yang nggak punya pekerjaan, dan ingin usaha namun bingung usaha apa, lantas bertanya apakah doing hobby bisa menghasilkan, then menurut saya bisa 😍

      Soalnya pertanyaan yang email kurang lebih demikian, mas 😁

      Delete
  12. Fotonya jujur bagus. Ngga mudah buat foto yang bagus biarpun pemandangan nya bagus, aku udah pernah nyoba. Jadi ceritanya aku sama anak jalan jalan gitu, terus ada pemandangan yang menurut ku sangat bagus lalu aku foto, tapi hasilnya kok menurutku biasa saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaay terima kasih sudah dibilang bagus, mas πŸ˜† Senang! Hahaha.

      Tapi itu pula yang saya rasakan kadang mas, menurut saya foto saya biasa, tapi menurut beberapa sohibul, foto saya bagus. Nah bisa jadi foto yang menurut mas Agus biasa, untuk teman yang melihat, itu bagus fotonya 😍

      Delete
  13. Selain dijual, saya kepikiran dari awal hobi foto kak Eno itu dijadikan pameran foto kecil-kecilan. Kalau tidak mau repot, dibikin kayak kak Jane diblog saja. Tinggal upload beberapa foto tanpa keterangan tulisan, biarkan teman-teman yang menikmati hasil jepretan kak Eno.

    Lagian, saya juga senang dengan hasil foto kak Eno. Meski objeknya tidak begitu menonjol, tapi angle selalu segar dimata saya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha kalau pameran kayaknya nggak ada niat sampai sana mas, saya cukup tau diri dengan kualitas foto saya yang menurut saya biasa πŸ˜‚ Eniho, saya pernah beberapa post foto di blog tanpa banyak tulisan 😁✌

      Terima kasih mas Rahul apresiasinya, means a lot! 😍

      Delete
  14. aku suka foto foto yang bertema human interest kayak yang foto mba eno diatas itu, simple dan background sederhana, sudah bisa memberikan makna sendiri buat yang melihatnya.
    kalau aku pergi ke pameran foto, dan melihat karya-karya yang dipajang, suka heran sendiri, kok dapet gitu ide yang nggak biasa saat ngambil obyek foto, atau dari angle yang berbeda, feel nya dapet.
    dan aku sendiri mungkin kalau disuruh foto dengan obyek dan momen yang sama, belum tentu hasilnya akan lebih "hidup dan berbicara".
    temen main atau nongki aku ada juga anak club fotografi profesional, wahhh emang top fotonya, menurut dia foto biasa, tapi menurut aku itu luar biasa saat mengabadikannya, dari segi warna, komposisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Ainun apresiasinya, saya masih perlu belajar πŸ˜†

      Nah sama, saya pun kadang kagum sama hasil karya banyak profesional fotografer di luar sana, yang paraaaah bagusnya, dan feelnya dapat 😍

      Menurut saya, foto-foto mba Ainun bagus lhoooo, menyenangkan untuk dilihat apalagi kebanyakan foto-foto alam, jadi fresh di mata hehehe 😁 Semangat, mba!

      Delete
  15. Huwaaaaa honestly aku pun suka banget sama jepretan Mbak Eno yang di post di blog ini πŸ˜†

    Mbak Eno nggak kepikiran bikin buku jejalan gtu? Nanti di bukunya juga dikasih foto huehue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Dea, jadi malu saya πŸ™ˆ

      Nggak ada niat mbaaa, saya nggak sampai situ skillnya hahahaha. Jadi hanya share di blog atau dipajang di rumah untuk kepuasan personal πŸ€£πŸ’•

      Delete
  16. Dulu aku sempet kepikiran untuk cetak bbrp foto traveling, ksh frame bagus, trus pajang di rumah :D. Gara2 liat rumah temen, yg juga hobi traveling, bikin begitu.

    Tapi apa daya, sampe skr ga kesampaian hahahahhaa. Semuanya msh aja kesimpen di memory laptop. Palingan yg aku udh realisasiin , aku cetak dlm bntuk album mba. Per album, per negara. Lebih murah begini, drpd cetak trus ksh frame hahahahah.

    Enak sih yaaa kalo bisa kerja yg sesuai hobi. Aku sampe skr blm prnh ngelakuin hobi sampe menghasilkan uang sih. Kebanyakan mikirnya :D. Akhirnya cari uang malah lwt kerjaan yg sbnrnya bukan hobi :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kok kita sama mba punya album perjalanan πŸ˜‚ Seru ya bisa simpan foto-foto di album, kalau saya waktu itu dibuat ala-ala photobook ~ sangat menyenangkan untuk dibuka kembali dan melihat foto perjalanan yang ada 😍

      Berhubung ini hanya untuk selingan, jadi masih cukup menyenangkan. Namun kalau sudah diseriuskan, mungkin rasa menyenangkan akan berubah jadi rasa tanggung jawab untuk cari cuan sebanyak-banyaknya mba hahahahaha 🀣

      That's why, saya masih stick to pekerjaan utama πŸ™ˆ Nah mba Fanny bisa jadi tipe yang.... pekerjaan utama ya pekerjaan utama, while hobi fokus untuk hobi saja 😁 Kalau menghasilkan bagus, nggak ya nggak apa-apa πŸ˜†

      Delete
  17. Syukaaaak sekali yang be realisticnya Eno!

    Betol sekali, be realistic!
    Idealis boleh, tapi liat sikon.
    Kalau sikon ga memungkinkan, plis liat-liat di sekitar kita, cos hidup bukan semata untuk kita *ini aura-auranya mau curcol nih hahahahaha.

    Kita suka apa yang kita lakukan, tapi market nggak suka.
    Ini ibarat sinetron yang selalu dibenci banyak orang, tapi tetep tayang selalu di TV.

    Mengapa nggak abis-abis tuh sinetron?
    Ya karena marketnya suka.
    Ingat kata Raffi Ahmad, sejujurnya dia ada rasa nggak nyaman melakukan hal-hal yang di luar idealismenya, tapi balik lagi, dia melihat market di Indonesia kayak gitu ya, mau nggak mau dia ngikutin, dengan mengorbankan idealismenya, dia bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

    Sementara orang lain yang idealis dengan gigih, ya bagus sih, tapi gitu-gitu aja akhirnya.

    Btw, salut banget ama hobi yang menghasilkan, bahkan awalnya sama sekali nggak berpikir bisa menghasilkan ya, lama-lama malah jadi salah satu sumber income, kereeenn..

    Kalau saya masih di seputar blog dan medsos sih, meski sejujurnya, untuk medsos itu sama sekali bertolak belakang dengan saya banget, di mana aslinya saya malu melakukan hal itu, tapi balik lagi, be realistic, saya butuh uang, dan ternyata lama-lama jadi ada hal positif lainnya yang saya dapatkan, salah satunya saya jadi bisa branding dan orang-orang tau tentang blog saya dari situ juga :)

    Dan kalau blog memang itu murni dari hobi nulis, Alhamdulillah bisa mengerjakan sesuatu yang saya suka dan dibayar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, kurang lebih begitu mba, nggak ada salahnya kejar market karena that's how we survive, kalau nanti sudah kaya raya dan nggak begitu pusing soal uang, baru deh mulai idealis dengan apa yang ingin kita karyakan. Soalnya, acapkali, saat kita mau idealis, ada harga yang perlu kita bayar which is kadang nggak murah harganya πŸ™ˆ

      Sama seperti mba Rey, kerennn bisa menghasilkan dari blog, for some people itu nggak mudah soalnya, tapi mba Rey bisa melakukannya 😍 COOL! Hehehe. Dan setuju dengan yang mba Rey ceritakan soal sosial media. Thanks for sharing, mba 😘

      Delete