It's Your Day, Mom! | CREAMENO

Pages

It's Your Day, Mom!

Beberapa hari lalu Hari Ibu di Indonesia. Gue langsung diajak flashback ke masa anak-anak. Jadi, Ibu dan Ayah gue menikah saat usia terbilang muda, dan nggak lama kemudian, gue hadir dalam hidup Ibu Ayah sebagai anak pertama. Gue tumbuh sehat dan penuh kasih sayang, tapi gue tipe anak yang keras kepala. Pada usia Ibu yang sama dengan gue sekarang, Ibu gue melewati hari-hari mengurus gue yang ketika itu masuk usia remaja. Kebayang dong yaaaaaaa, susahnya seperti apa, menghadapi remaja puber dan banyak maunya πŸ™„ Yang pasti, gue mulai merasa kalau gue nggak butuh nasehat orang tua, dan gue yakin, gue tau apa yang gue inginkan πŸ˜…

Gue jadi sering pulang sore karena lebih banyak habiskan waktu untuk ikut ekskul di sekolah atau main sama teman. Dan di rumah, gue semakin jarang interaksi dengan orang tua ~ Pokoknya gue seperti membangun dunia gue sendiri di kamar. Which is, setiap kali Ibu berusaha mendekat, gue akan ambil jarak dan 'mendorong' Ibu menjauh dari dunia yang gue punya. Nggak terhitung sudah berapa banyak hembusan napas Ibu yang ke luar karena tingkah gue yang mungkin membuat Ibu sakit kepala. Entah kenapa, pada waktu itu gue anggap, begitulah tugas Ibu, harus bersabar πŸ˜“

🐰🐰🐰

Di usia gue sekarang, jujur gue sering berpikir, gue nggak akan bisa sekuat Ibu kalau punya anak (dengan karakter seperti gue) yang kerasnya mengalahkan batu dan mungkin, gue nggak akan bisa sesabar Ibu yang masih terus memberi gue 200% cintanya. Yang masih mau menyiapkan makanan gue, memanggil gue dengan panggilan sayang, menanyakan apakah hari gue menyenangkan, dan mencium pipi gue setiap kali gue berangkat sekolah meski selalu gue lap setelahnya karena nggak suka. Di usia gue sekarang, gue sadar, kalau pada waktu itu, Ibu yang usianya sama dengan gue, pasti berusaha keras memastikan anak-anaknya (gue dan adik gue) sehat dan bahagia 😭

Gue yang sampai saat ini masih sering lelah dengan urusan gue, nggak bisa bayangkan jika harus urus keperluan anak --- bahkan gue nggak yakin kalau gue bisa bertanggung jawab akan kehadiran seorang anak dalam hidup gue ke depannya, tapi Ibu...... beliau tanpa pamrih, mau merawat dan membesarkan gue, hingga gue bisa sukses berdiri di atas kaki gue sendiri dan akhirnya gue sadar, Ibu bukan manusia biasa, dan menjadi seorang Ibu, bukan tugas yang mudah. Bahkan disaat gue masih mementingkan karir, diusia yang sama, Ibu justru mementingkan gue more than anything.

Thank God, berjalan dengan waktu, gue berubah --- dan gue bisa lewati masa-masa tersulit berkat Ibu yang nggak henti menyemangati gue pagi siang malam dan mencurahkan segala bentuk cinta kasihnya untuk gue agar gue bisa melangkah dengan tegap. Terima kasih banyak Ibu, malaikat tak bersayap yang Tuhan kirim, yang selalu menemani anak-anaknya dengan doa. Selamat hari Ibu πŸŽ‰ Dan selamat hari Ibu untuk teman-teman semuaaa. Baik Ibu untuk anak-anak kandung, anak-anak asuh, anak-anak bulu, bahkan Ibu untuk siapapun yang membutuhkan sosok Ibu, dan para Bapak yang mengambil peran Ibu bagi anak-anaknya. Cheers, untuk semua 'Ibu' di dunia πŸ˜πŸ’•

42 comments:

  1. halo kak eno,
    apa kabar? semoga sehat selalu ya. aku lagi sedih nih ibuku sakit sebulan ini. karena aku anak perempuan satu - satunya, aku yang ngurus ibu. baru sebulan aja agak cape rasanya, apalagi ibu kita ya seumur hidupnya ngurus kita! hiks. kadang terbesit perasaan takut kenapa - napa dengan beliau.

    terlepas kita sering bikin konflik apa sama ibu, ibu itu lautan maafnya luas banget. aku setuju sama kak eno, ibu itu malaikat tak bersayap.

    mau kita kasih ibaratnya uang banyak juga gak akan bisa nandingin semua pengorbanan ibu. dan bagi saya ini makin terasa setelah menjadi ibu. jadi lebih bisa memaklumi dulu kenapa ibu begini dan begitu.

    semoga para ibu kita sehat selalu dan bahagia ya,
    with love,

    eka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Eka, kabar baik mba 😁

      Oh, I'm sorry to hear that, semoga ibu mba Eka bisa segera pulih dari sakitnya dan kembali beraktivitas seperti semula. It must be hard ya mba, please stay strong, jangan sampai mba Eka ikut sakit karena kelelahan 🀧

      Iya mbaaa, Ibu itu lautan maafnya seluas samudra, nggak ada yang bisa menandingi pengorbanan Ibu dalam membesarkan kita puluhan tahun lamanya. Dan semakin kita bertambah usia, kita semakin paham, kenapa dulu Ibu begini dan begitu pada kita, huhu, sehat selalu untuk Ibu dan mba Eka πŸ’•

      Delete
  2. Kak Eno, I miss you! Bolak-balik ke sini mencari tulisan baru tapi tak kunjung muncul 🀣 aku pikir Kak Eno sedang liburan akhir tahun hahaha. Kak Eno nggak liburan?

    Jika mengingat kasih ibu, benar-benar tiada duanya 😭. Duh, aku suka sedih sendiri kalau bahas orangtua karena mengingat mereka yang semakin menua 😭. Aku bersyukur mempunyai ibu dan ayah yang aku miliki sekarang. Aku paling senang kalau disuapin pakai tangan ibu. Entah kenapa, setiap makanan yang disuapin langsung oleh tangan ibu rasanya jadi 100x lipat lebih enak dan nikmat dibanding makan sendiri pakai sendok 🀣. Sampai sekarang, kadang aku masih suka sesekali minta 1-2 suap disuapin ibu kalau ibu lagi makan 🀣. Thank you for bring back the memories, Kak Eno πŸ₯°

    Happy Holiday, yaaaa! 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liaaaa, I miss you too 😍

      Kakak baru selesai urusan tutup tahun tanggal 22 kemarin hahahaha, dan hari Rabu Kamis diisi dengan tidurrrr sepuas-puasnya. Like seriously, tidur all day long, bangun dari kasur hanya untuk ke kamar mandi dan makan 🀣 That's why baru bisa kembali blogging sekarang hehehehe πŸ˜†πŸ’•

      Eniho, kakak liburan di rumah saja sayang. Nggak ada rencana ke luar. Paling nanti minta sate sama mba hahahahaha 🀣 Lia liburan rencananya ke mana? 😁

      Iya Liaaaa, kasih Ibu sepanjang masa. Bertambah usia kita, bertambah pula usia orang tua. Semoga orang tua Lia bisa terus menemani Lia dalam tahapan penting di kehidupan Lia, dan semoga orang tua Lia sehat plus bahagia. Mungkin next time gantian Lia yang suapi Ibu Lia πŸ˜† Selamat hari Ibu untuk Ibu Lia, dan untuk Lia ibunya anabuls hehehe 😍

      Delete
    2. Huahahaha langsung balas dendam ya, Kak 😝. Aku senang dengarnya karena you deserve it, Kak 😁. Akhirnya sekarang udah lebih bebas ya? Selamat bersantai ria, Kak Eno 😚

      Hiahahaa sama dong. Aku juga nggak kemana-mana sih, mungkin ke mall aja? Mall lagi mall lagi 🀣.

      Aminnnnnnn. Semoga Ibu Kakak dan eomoni juga sehat selalu dan diberi umur yang panjang πŸ₯°. Selamat hari ibu juga untuk Kak Eno, ibu dari ananang(?) Anak perenang(?) 🀣🀣🀣 Dan ibu asuh dari anak-anak asuh Kakak 😚

      Delete
    3. Iya Lia, kalau nggak begitu, bisa sakit nanti yang ada πŸ˜‚ Hahahaha, makanya langsung dibawa tidur badannya, memang tidur itu healing paling sempurna πŸ€ͺ

      Anak Jabodetabek memang mainnya nggak jauh dari mall, jadi ingat masa lalu kakak, hahahahaha. However mall di sana banyak pilihannya, jadi semoga tetap menyenangkan ya Liiiii meski endingnya mall lagi, mall lagi 😍

      Amiiiin Liaaa, ananang tuh maksudnya si Inseong? Wk 🀣 Bisaan saja~

      Delete
  3. Mba Eno apa kabaarr? What a warm story Mbaa πŸ’•

    Jadi inget dulu pas SMP aku sering banget berantem sama Ibu, kayak segala hal tuh ga cocok gitu, isi kepala kami terlalu beda πŸ˜‚ Tapi dipikir2 walaupun lagi berantem, perhatian Ibu ke kita tuh ga pernah berkurang. Makanan tetap disiapin, tetap dipanggil disuruh makan walaupun kalau ketemu di meja makan mukanya jutek banget πŸ˜‚πŸ˜‚ Setelah dewasa aku malah baru sadar kalau sifatku sama Ibu justru terlalu mirip, makanya kami gampang banget clash πŸ˜‚πŸ˜‚

    Happy holiday yaa Mba Enoo selamat menyambut tahun yang baru dengan masakan-masakan enak dari para Mba πŸ’•πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Eya, kabar baik mba. Mba Eya semoga baik juga, ya 😍

      Hahahahaha, sama ya kita, selalu merasa nggak cocok sama Ibu waktu masih bocah. Kenapa kita sotoy bangetttt sih pada masanya? πŸ˜‚ Padahal pas tuak, baru sadar kalau apa yang Ibu katakan makesense, bahkan sifat kita jadi nggak jauh beda hehehehehe. Semoga Ibu mba Eya selalu dilimpahkan rizki sehat, mba πŸ’•

      Amiiiiin, happy holiday untuk mba Eyaaa, selamat sambut tahun baru πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  4. Hola hola holaaa kak Eno,
    layaknya Lia, akupun bulak balik kesini ngecekin tulisan baru tapi ga kunjung ada

    Barusan iseng cek, eh ada.. temanya sesuai yg kuperkirakan, yes tebakanku benar :D

    Kalo bicara ibu, aku ingetnya sama mamah...
    manusia pertama yang memelukku dengan penuh kehangatan,
    manusia pertama yang memberiku makan dan minum
    manusia pertama yang dengan tangannya menyuapiku agar aku kenyang
    dan merupakan salah satu dari 2 sosok yang menyiapkanku agar siap menghadapi dunia ini dengan segala permasalahannya.

    dan setiap aku pulang, berapapun banyaknya masalahku, mamah selalu berkata "semua akan baik-baik saja...mamah selalu ada disini"

    dan kalo aku lapar, mamah tahu pasti harus memasak apa untukku.
    hehehe...

    Kak Eno!
    sampaikan salamku untuk ibunya, dan sampaikan ucapan terimakasihku karena udah membesarkan anak sebaik kak Eno.

    Terimakasih kak Eno untuk tulisannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola Ady hihihi terima kasih sudah bolak balik ke sini πŸ™ˆ

      Iya Dy, perjuangan dan pengorbanan Ibu dalam membesarkan kita nggak ternilai harganya. Bahkan ketika kita sudah tua, kita akan tetap butuh sosok Ibu dalam hidup kita, yang memberikan kita rasa aman berbeda dari apa yang pasangan kita berikan 😍 Ibu akan selalu punya tempat spesial di hati kita. Semoga ibu Ady diberikan rizki sehat dan bahagia, yaaaa πŸ’•

      Selamat hari Ibu untuk Ibunya Adyyyy dan untuk Panda πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  5. esensi hari ibu sebenarnya adalah perjuangan untuk kesetaraan perempuan. bahwa akhirnya disebut hari ibu, ya karena peran ibu bisa dibilang setara, bahkan lebih dari peran ayah dalam keluarga..

    dengan semangat hari ibu, maju terus perempuan-perempuan Indonesia!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih infonya mas Zaaaam 😍
      Semangat hari Ibu untuk pasangan mas, ya πŸ₯³

      Delete
  6. Saya pernah berada difase yang kaj Eno ceritakan. Membangun dunia sendiri di kamar, seakan itu tempat ternyaman untuk ngapa-ngapain. Mau baca buku, ada. Mau nonton, bisa. Jadi keluar cuma untuk mandi sama makan.

    Saya tipe orang yang jarang bicara sama Mama dan Bapak soal hal yang benar-benar personal. Saya rasa, hampir sebagian orangtua akan menjadi konservatif dan itu tidak masalah. Sebagai anak yang cenderung liberal, kadang ada hal yang sulit untuk dijelaskan sehingga lebih baik untuk menyimpannya sendiri. Mereka punya hal yang lebih penting untuk diurus ketimbang masalah pada fase yang saya alami. Mungkin ini bukan contoh yang baik, tapi alhamdulillah saya masih bisa berdiri diatas kaki sendiri meski dengan sedikit kompromi.

    Terimakasih untuk semua Ibu dan calon Ibu di dunia ini. Ratu Elizabeth mungkin hebat, tapi yang membawaku ke Posyandu adalah Ibuku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe thankfully mas Rahul tumbuh menjadi anak yang baik, dan bisa mandiri jadi meskipun melewati sebuah fase, mas Rahul mampu menghadapinya seorang diri 😁 hehehehe.

      By the way, suka kalimat penutupnya. Kepikiran saja, mas 🀣

      Delete
    2. Siap kak Eno. Setiap orang, punya fase dan jalannya masing-masing. Kebetulan fase dan jalan saya begini ☺️

      Sebenarnya itu juga bukan dari saya, karena lupa, makanya saya tidak cantumkan namanya. Tapi memang keren analoginya πŸ˜ƒ

      Delete
    3. Agree, yang penting berusaha jadi lebih baik, sikit sikit 🀣 Oalah, salut sama yang kepikiran menuliskannya. Bagus dan terasa maknanya πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  7. Hari ibu, tanggal 22 Desember.. Well, di tanggal itu adalah hari pernikahan orang tua ku. Pada tahun 1996, dan aku lahir sekira satu tahun setelah itu.
    Jadi, untuk beberapa teman2 yang penasaran dengan usiaku, kalian bisa menebaknya setelah membaca komentarku di blog mba eno hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi mas Dodo lahir bulan Desember 1997? Hehehe. Usianya baru masuk 23 dong mas, so youuuung πŸ˜† Selamat hari pernikahan untuk orang tua mas Dodo, semoga langgeng hingga mau memisahkan πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Yaaak, betul. Desember 1997 mba, hahaha..
      Cc, mba Lia yang kmren sempat pensaran πŸ˜…πŸ˜…

      Delete
    3. πŸ˜… saya juga penasaran, waktu Dodo bilang Ortunya seusia dengan saya, hmm.. dan sepertinya waktu Ortunya Dodo merit ternyata saya baru masuk SMP πŸ˜‚, mudah sekali usia Ortunya Dodo yah? ato emang saya yg lebih muda usianya. Mungkin 😁

      Delete
    4. Setelah dipikir-pikir, itu kayaknya salah. Ortu saya emang nikah di usia relatif muda, tapi ga pas masih smp jg wowkwkw

      Delete
    5. Oh mas Dodo lahir Desember 1997 ya, kirain aku Desember 1979.🀣

      Delete
  8. selamat hari ibu untuk calon ibu dan para ibu di luar sana
    semangat ibu-ibu yang nggak pernah lelah urus anak-anaknya
    aku juga gitu mbak, waktu kecil dulu kalau diciumin cuek aja, udah makin gede makin nggak seneng kalau dicium cium hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat hari ibu dan hari peranan wanita untuk mba Ainuuuun 😁

      Hahahahaha, iya mba saya dari kecil agak susah diajak skinship, jadi meski sering dicium ortu, ujungnya saya lap πŸ™ˆ Tapi sekarang sudah mulai terbiasa karena si kesayangan anggota skinship club garis keras 🀣 hahahahaha.

      Delete
  9. Kalo saya dulu, membangun dunia sendiri itu kayaknya pas udah mulai kerja. Justru waktu remaja, saya jadi anak yang paling dekat dengan Ibu. Karena dirumah gak ada anak laki-lakinya, jadi anak yang badannya paling besarlah yang menawarkan diri πŸ˜‚.

    Saya menjauh dari Ibu sebenernya dulu merupakan sebuah tanda protes πŸ˜‚, karena bayanginlah di umur segitu saya masih punya adik bayi dua orang, dan dipastikan kakak-kakaknya juga ikut lelah karena diwajibkan ikut mengurus adik-adik, sementara, kami juga harus sekolah, kadang-kadang bantu orangtua nyari nafkah dan mengurus rumah (bener-bener supersibuk saat itu) πŸ˜…

    Tapi dari situ jadi tau, gimana beratnya kerjaan seorang Ibu. Hingga dulu sempet memutuskan gak mau menikah, kalopun iya gak mau punya anak. soalnyo udah tau rasanya bangun tengah malem bikin susu, nyebokin, gendong bayi seharian padahal lagi ada ujian semester, masak buat orang banyak, ngurusin pakaian anak anak, sampe ngurusin anter jemput sekolah, belum lagi harus bantu nyari duit dan selalu cemas kalo mikirin tingkah pola adik2 yang udah mulai abegeh πŸ˜‚πŸ˜… gila dah.

    Tapi sekarang, akhirnya punya anak juga. Dan syukurnya keadaan masih lebih baik dari saat itu, dan emang sudah di jaman yang berbeda, udah punya ilmunya meskipun masih sedikit tapi setidaknya dari situ masih bisa belajar hal-hal yang baik dan juga kesalahan dari Orangtua saya dulu.

    Jika Mba Eno menjadi seorang Ibu, saya ngerasa Mba Eno akan menjadi seorang Ibu yang baik (more than you think) dan sepertinya jauh lebih baik. Selamat Hari Ibu buat kita semua ya Mbaa 😊😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh mbak Rini sampai pernah kepikiran enggak menikah karena takut repot dengan pengalaman mengurus adiknya ya, kalaupun menikah juga ngga mau punya anak. Padahal punya anak seru lho mbak.πŸ˜ƒ

      Iya, bapaknya enak main hape, ibunya yang repot ngurus anak.πŸ˜‚

      Delete
    2. Dibagian seneng senengnya emang seru, Mas Agus πŸ˜‚ tapi kalo udah kebagian yang susahnya, aduh pusing palaknya itu ampe tua Mas πŸ˜…

      Nah udah pengalaman jg kayaknya Mas Agus, tau bener kelakuan bpk2 jaman skrg πŸ˜‚πŸ˜

      Delete
    3. Mba Rini justru kebalikannya, yaaaa πŸ˜† Mungkin karena mba Rini sudah menghabiskan banyak waktu bersama orang tua dan keluarga besar ketika muda, jadi saat kerja, akhirnya lebih menarik diri dari peredaran 😁

      Tapi saya rasa itu wajar, ditambah saat mba sudah besar, masih ketambahan adik bayi dua orang, which is untuk anak seusia itu pasti ingin fokus main sama teman dan sekolah. Tentunya berat banget, harus bantu urus adik di rumah ditambah perlu bantu orang tua cari nafkah. But, mba Rini keren bisa melaluinya 😍

      Kalau saya, dulunya justru mau punya anak banyak mba. Bahkan pernah bercita-cita punya anak lima. Tapi itu ketika masih muda bangettt. Sekarang lebih realistis dan tau kapasitas diri sendiri, akhirnya berpuas diri dengan fokus ke anak asuh hihihihi. Mungkin one day jika sudah siap, baru berpikir untuk punya anak kandung atau bisa jadi adopsi πŸ₯³ hehehe.

      Sama-sama mbaaa, selamat hari Ibu untuk mba 😍

      Delete
  10. Eh apa ya pengalaman paling berkesan aku sama ibu. Sepertinya dulu waktu kecil aku nakal banget. Ceritanya aku pengin jajan waktu itu, tapi ibu ngga punya duit, akhirnya aku yang marah lemparin kerikil ke genteng. Ibuku keluar sambil bawa sapu, aku langsung kabur.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Durhaka banget ya mbak.😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampuuuun nakal banget mas Agus, untuk gentengnya nggak bocor 🀣 Kenapa nggak gigi saja yang dilempar mas? Katanya kalau kita lempar gigi ke genteng, permintaan kita bisa terkabul hahahahahaha πŸ˜‚

      Delete
  11. Oh my, lama nggak nengok sini. Miss you mba eno.. Sehat sehat kan?

    Di hari ibu kemarin, di grup keluarga tiba-tiba ketika kegirangan kami mengucapkan selamat hari ibu, tiba2 ibu membalas dgn ucapan maaf dan cerita ttg masa lalu yg bahkan utk kerupuk aja kadang disembunyiin biar bisa ada sisa buat makan selanjutnya.

    Alhamdulillah perjalanan berubah, namun keprihatinan yg diajarkan ibu pada saat kecil memberi arti yg kuat utk bertahan hidup dlm keterbatasan. Sungguh, dgn lika likunya, mengagumi sosok orgtua terutama ibu selalu nggak pernh henti.

    Aku kadang suka heran sendiri, kok bisa yaa ortu dlu kuat2, pdhl aku sendiri merasanya menjalani hidup sbg orangtua itu berat yaa meski menantang.

    semoga sehat selalu utk org tuanya mba eno..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Miss you too mba Ghina, saya baik, mba apa kabar? 😍

      Wah, ibu mba Ghina sangat thoughtful sekali, dan pastinya meski beliau terpaksa harus sembunyikan makanan, tapi itu semua untuk kebutuhan anaknya. Bahkan kadang ibu rela nggak makan asal anaknya bisa makan 🀧

      Salah satu yang paling saya suka dari ilmu yang diberikan orang tua itu adalah ilmu prihatin, jadi kita berusaha untuk selalu merasa cukup meski terbatas. Jadi ikut kagum sama ibunya mba Ghina 😍 hehehehe.

      Semoga ortu mba Ghina selalu dilimpahkan rizki sehat, yaaaa πŸ’•

      Delete
  12. Aku jujurnya ga pernah mba ngucapin selamat hari ibu ini ke mama. Dan aku tau pasti, mama kalo diucapin ini pasti sama risihnya kayak aku yg mengucapkan :D. Kami sama2 ga biasa inget apalagi ngucapin hari ibu, hari ayah, hari anak. Cm selamat lebaran aja yg kami ingetb:D

    Mungkin Krn sejak kecil aku LBH Deket ke pengasuhku, sampe awal SMU. Mama dulu LBH aktif Ama kegiatan dharma wanita. Hubungan kami agak membaik setelah aku jauh dari rumah :D. Mungkin Krn sama2 kangen, jd ributnya jarang , ga kayak pas msh serumah hahahaha.

    Tapi aku sendiri juga salut Ama semua ibu yg mampu merawat anaknya dengan sabar dan telaten. Atopun para pengasuh yg menganggab anak2 asuhannya seperti anak sendiri. Aku mungkin blm bisa seperti itu. Ama anak sendiri aja sering emosian.

    Masih perlu belajar banyaaak lagi untuk bisa sabar dan telaten terhadap anak kalo aku -_- .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun dulunya nggak pernah ucapkan, mba πŸ˜‚ Baru semenjak agak dewasa, dan mulai sadar akan pentingnya keberadaan orang tua, disitu saya mulai mengucapkan dan lebih berani mengeskpresikan perasaan saya dengan kata-kata seperti I LOVE YOU dan sebagainya πŸ™ˆ hahahahahaaha.

      Dan iya, saya tuh karena jauh dari rumah semenjak lulus SMA, jadi dari situ baru terasa kalau hidup bareng orang tua ternyata lebih mudah. Dan merasa betul banyak regret terjadi karena dulu saat bocah suka soktau anaknya 🀣

      Well, saya yakin, mba Fanny selalu jadi ibu terbaik untuk anak-anak mba 😍 Selamat hari Ibu untuk mba Fannyyyy, semoga bisa semakin sabar πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  13. Sama banget ama Mba Fanny, bedanya kalau saya jauh dari mama bukan hanya karena mama sibuk, tapi mama semacam sibuk dengan dunianya sendiri, bahkan nggak sadar kalau saya ini seorang anak yang tumbuh, butuh ini dan itu.

    Tapi dulu, saya tak pernah membenci mama, malah benci bapak.
    Setelah punya anak deh baru saya mengerti, kalau bagaimanapun orang tua mengasuh anaknya, mereka selalu ingin anaknya lebih baik.
    Yang terjadi di mama saya, hanya karena dia memang bukan sosoj ibu yang ekspresif dan pandai mempedulikan kebutuhan anaknya.

    Dan beliau seperti itu juga karena ada alasannya.
    Apapun itu, ibu memang seseorang yang selalu menjadi pahlawan bagi kita semua.
    Dan semua ibu adalah yang terbaik.

    Btw, sosok ibunya Eno benar-benar membuat saya berpikir keras, gimana cara saya menghadapi anak yang makin bertumbuh, sekarang aja si kakak udah sering membantah, rasanya sedih kehilangan anak manis yang dulu suka mencium pipi saya, sambil bilang 'mai epiting' alias 'my everything' huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, bertambah usia kita, apalagi mba Rey sudah mengalami langsung bagaimana membesarkan anak, jadi tersadar kalau semua ibu, bagaimana pun caranya, tetap ingin yang terbaik untuk anak-anak. Mungkin dulu ibu mba Rey hanya nggak bisa mengekspresikan perasaan dan pemikirannya 🀧

      Dulu ibu saya tetap sabar menghadapi saya yang masuk masa puber mba, mana adik saya beda umur nggak jauh dari saya. Jadi lumayan berat untuk ibu, ditambah ibu sebagai istri perlu urus ayah. By the way, meski saya selalu lap setiap kali ibu cium, namun ibu nggak pernah bosan cium saya hahaha.

      Alwayyyyys setiap hari jika ketemu, saya pasti dicium pipinya 🀣 Itu terjadi hingga sebelum saya merantau mba, coba bayangkaaan πŸ™ˆ

      Delete
  14. Mbaa Enook, aku kok terharuh yaa bacanyaaa 😭😭 Aku aja di rumah udah banyak bala2 bantuan, kadang suka merasa lelah klo anak2 kelewat aktif. Giliran Mama dulu, bisa sesabar itu sama anak2nya..
    Baca cerita Mba Eno yg menutup diri, aku juga smpt di fase 'males ditanya Mama' krna mnrt aku dulu, apasih ribet bgd hrs cerita ini itu πŸ˜‚πŸ˜‚ Apalagi klo lg santai2 denger musik misalnya. Klo diinget kok yaa nyebelin bgd aku jd anak. Hahahaha..

    Terima kasih buat inspirasinya Mba eno. sebagai pengingat aku, dan seluruh wanita hebat yg membaca postingan inii πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu kita memang ibu-ibu strong sepertinya mba, saya pun pasti akan seperti mba Thessa, bisa mengeluh panjang lebar meski sudah ada bala bantuan πŸ™„

      Huahahaha, sama banget kita, dulu berpikir begitu ugha setiap ditanya. Semacam, "Apasih, mau tau bangetttt." πŸ˜… Sepertinya kita memang sangat menyebalkan pada masanya. Thankfully, orang tua kita begitu penyabar πŸ™ˆ

      Sama-sama mba, terima kasih dan selamat hari ibu untuk mba Thessa πŸŽ‰

      Delete
  15. Mbak Eno, akupun anak pertama dan termasuk anak yang keras kepala, sekeras batu kayaknya. hahahaha

    Jadi inget kalimat gini Mbak Eno, "Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah". :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, batu pun kalah keras kalau kata ibu saya 🀣
      Benar mba, kasih anak sepanjang galah, cuma 2 meteran πŸ™ˆ

      Delete
  16. Duh, jadi pengin nangis karena teringat mamaku yang udah ga ada beberapa tahun lalu, Mbak Eno. Mama orang paling baik, mendampingi susah senang terutama pas aku hadapi salah satu masalah paling pelik dalam hidup. Sekarang aku pindah ke kota tempat asal suami biar dekat sama ibu mertua, satu-satunya orangtua yang masih kami miliki. Setuju sama, Mbak Eno. Aku aja yang punya dua bocil SD kadang-kadang merasa kewalahan, apalagi ibuku yang mengasuh 4 anak tanpa pembantu. Super luar biasa! Terima kasih sudah diingatkan dengan sosok ibu, siapa pun yang punya peran sebagai 'ibu'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu, I'm sorry to hear that, mba 🀧

      Semoga ibu mba tenang di sisi-Nya πŸ’• Memang pada akhirnya, ibu akan selalu ada meski anaknya sudah punya anak sekalipun yaaa. Thankfully mertua mba masih ada, semoga beliau selalu dilimpahkan rizki sehat dan panjang umurnya 😍

      Sama-sama mba Selma, selamat hari ibu untuk mba πŸŽ‰

      Delete