Opportunity | CREAMENO

Pages

Opportunity

Beberapa bulan lalu, gue dapat request dari Mba Pipit Widya untuk membahas sudut pandang gue soal drama Korea (maaf baru gue tulis sekarang). Dan bagi yang bersiap-siap mau cabut dari post ini, tenang, gue bukan mau menulis review drama tapi pada post kali ini, gue mau membahas soal bagaimana dan apa yang dilakukan oleh Korea untuk memperkenalkan negara melalui K-pop culture hingga sekarang Korea menjadi salah satu TOP LIST country di dunia 😁

TOP LIST dalam hal apa? Banyak. Beberapa di antaranya, Korea menjadi salah satu negara dengan penerbangan paling padat dan salah satu negara transit yang digemari turis mancanegara 😁 Yep, menjadi negara transit itu menguntungkan negara karena yang tadinya hanya transit mungkin jadi ingin kembali setelah jatuh hati, belum lagi kalau turisnya berlibur dalam jangka waktu lama, tentu pemasukan negara meningkat drastis. Nggak heran, pariwisata Korea diperhatikan dengan baik.

Dan Korea memegang status best airport in the world selain Hong Kong dan Singapura 😬 Yang mana, secara nggak langsung memberi pengaruh pada ekonomi negara. Kenapa? Karena semakin nyaman sebuah airport, banyak orang akan pilih transit di sana (back to point pertama -- kita bisa transit di Korea saat ke Amerika). Apalagi kualitas, kenyamanan dan kemajuan sarana transportasi publik menjadi salah satu aspek negara tersebut berstatus maju atau masih berkembang. Padahal tiga puluh tahun lalu, hanya segelintir orang pernah dengar nama Korea, tapi sekarang, gue rasa siapapun paling nggak, pernah satu kali dalam hidupnya mendengar nama Korea πŸ˜„

Nah, itu semua, salah satunya berkat Halyu Wave yang menyebar dengan cepat ~ meanwhile kita akan bertanya-tanya, apakah ada andil pemerintah Korea disana? Well, tentu saja ada. Pemerintah Korea tau bahwa entertainment mereka memiliki kekuatan besar untuk menggerakan masyarakat dunia. Dan mereka tau, apa yang perlu dilakukan untuk perkenalkan Korea dengan kartu AS yang mereka punya, yang mana, salah satu kartu AS mereka adalah dunia entertainment mereka.

Albeit, teman-teman pernah lihat drama rumah sakit, disitu teman-teman akan belajar banyak soal istilah medis, dan secara nggak langsung teman-teman akan sadar Korea punya team medis bagus dengan harga affordable untuk turis mancanegara (seenggaknya, biaya rumah sakit di Korea jauh lebih murah daripada US atau Eropa). Lalu apa yang terjadi setelahnya, banyak turis mancanegara khususnya dari US dan Eropa dan Asia pada umumnya, datang ke Korea untuk medical check up atau mengobati sakitnya? Tentu pemasukan negara semakin meningkat πŸ˜„

Melalui K-Culture, mereka ingin memberikan info semacam, "Lu kalau mau belajar sejarah Korea dengan mudah, bolehlah menonton drama atau show-nya." karena rata-rata drama Korea dibuat nggak asal-alasan, yang artinya melalui proses riset panjang, dan bukan cuma sekedar tayang 😁 Dengan kata lain, producing team mereka betul-betul memastikan kalau setelah menonton drama tersebut, ada ilmu yang bisa kita bawah 'pulang' πŸ˜‚ Dan semenjak kebangkitan Kpop Culture di Korea pada awal 1990-an, nggak bisa dipungkiri, banyak brands Korea yang tadinya nggak dikenal masyarakat mancanegara, pelan namun pasti mendapat tempat di hati kita.

🐰🐰🐰

Apa yang membuat mereka bisa berkembang pesat? Dari buku yang pernah gue baca, salah satu hal yang membuat mereka bisa berkembang pesat adalah keahlian mereka dalam NUNCHI alias membaca pikiran dan perasaan orang ~ NUNCHI ini kalau dalam bahasa Inggris mungkin similiar dengan eye measure, jadi mereka punya keahlian untuk peka pada keadaan which is membuat mereka tau bagaimana harus bersikap, baik itu as personal, as perusahaan dan as negara dalam skala besar. Dan hal ini tentu membantu mereka dalam melihat market global plus tau apa yang market butuhkan. Apalagi Korea salah satu negara yang bergantung pada kegiatan export-nya 😁

Eniho, sejak Corona menyebar luas, dan setiap dari kita dipaksa untuk stay di rumah, penggunaan Netflix jadi meningkat dan itu berdampak pada kenaikan jumlah penonton secara signifikan salah satunya drama Korea (di luar series Hollywood dan lainnya). Dari mulai drama Crash Landing On You, Itaewon Class, Hospital Playlist, It's Okay to not be Okay, Record of Youth sampai yang terbaru Start Up, semua dapat penonton extra yang bahkan tadinya nggak pernah lihat drama πŸ˜‚ Contoh paling sederhana, sohibul gue, mereka jadi hobi lihat drama gara-gara Corona hahahaha, dan tau nggak efek paling dasyat apa yang didapat oleh Korea?

Yep, jawabannya adalah calon turis mancanegara, yang akan datang setelah Corona hilang, entah untuk kilas balik lokasi drama --- ini salah satu alasan paling banyak sepertinya, even sohibul gue bilang, "Duuuuh, gue mau ke lokasi Sand Box (lokasi drama Start Up), lu tau nggak itu di mana?" sampai ada pula yang alasannya sesederhana mau makan Corn Dog langsung di Korea ~ 🀣 Wk. Gue pribadi jelas mau ke Korea meski alasannya bukan karena drama, ditambah lately gue sering lihat video dengan latar musim gugur yang membuat gue gigit jari karena nggak bisa pulang πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

By the way, selain Korea, negara Thailand juga sedang gencar memperkenalkan pariwisata mereka melalui serial 😍 Honestly, gue nggak pernah lihat serial Thailand, tapi beberapa kenalan gue yang suka, mereka bilang kalau mereka ingin liburan ke Thailand setelah Corona hilang dan alasannya sebelas dua belas sama yang mau pergi ke Korea πŸ˜‚ Jadi konsep meningkatkan awareness lewat serial menurut gue punya kemungkinan berhasil yang besar dan bisa dilakukan oleh para sineas Indonesia, while di-support dengan power para penonton Indonesia 😁

Coba bayangkan jika warga Indonesia berbondong-bondong membahas serial Cek Toko Sebelah (like seriously as much as bahasan Crash Landing On You or The World of Marriage misalnya~), bukan nggak mungkin Cek Toko Sebelah bisa naik ke permukaan dan ditonton oleh warga global, apalagi sekarang ada saluran streaming Netflix yang membuat serial Indonesia bisa jadi ditonton mereka (can be, rite? Gue belum pernah check pakai akun luar soalnya) πŸ˜†

Nonetheless, tinggal bagaimana kita manfaatkan opportunity yang ada, kalau kata Bobby Unser, "Success is where preparation and opportunity meet." hehehehehee. Fyi, semakin ke sini, semakin banyak serial Indonesia bagus, walau gue hanya menonton yang ada di Netflix atau VIU, tapi gue akui kualitasnya sangattt meningkat pesat. All in all, semoga dunia production house kita semakin berkembang 😍 Kalau menurut pendapat teman-teman bagaimana? 😁

42 comments:

  1. Dari paragraf pertama sampai akhir, rasanya ga bisa ga setuju karena memang kenyataannya begitu.
    Dan kalo pertanyaannya apakah Indonesia bisa?sebetulnya banyak SDM kita yang sangat bertalenta dan bisa jadi world class. sempet denger beberapa kali animator dan ahli CGI kita dipake di film marvel. Jadi harusnya bisa, kan?

    Trus (ini lahir dari opini dangkal) kalo ngelihat film-film kita, kayaknya pasar kita atau penonton kita kebanyakan masih belum 'naik level' ke film-film berbobot, masih sebatas sesuatu yg menghibur seperti komedi slapstick, atau yg horor tp banyakan yg seksinya, dan sekalinya ada film-film yg bagus, punya message bagus, cinematografinya keren tp jumlah penonton ga sebanyak kalo bikin film yg tadi kusebut.
    Jadi mungkin orang-orang film masih cenderung ngikutin pasar agar filmnya bisa menguntungkan dan mengesampingkan 'idealisme'
    but again, ini cuma opini dangkalku, bisa benar bisa juga salah :D

    Tapi, arahnya kayaknya menjadi lebih baik sih.Dan semoga kita juga bisa mengenalkan keindahan Indonesia melalui film atau musik atau mungkin Indonesia punya cara berbeda dalam mengenalkan diri ke mata mata dunia. ga melulu Bali aja yang dikenal dunia, tapi Indonesianya secara keseluruhan, hehe..

    tp btw, apakah benar kalo mudamudi korea mulai tertarik dengan Indonesia? terutama dari makanannya? soalnya suka lihat video youtube orang korea yg terkesima dengan makanan-makanan indonesia yg enak-enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kalau bicara soal skill, sebetulnya banyak sekali anak muda Indonesia yang bertalenta, hanya mungkin perlu semakin diasah kemampuannya, dan tentu perlu support besar dalam segi alat dan lain sebagainya 😁

      Sebetulnya, semakin ke sini, semakin banyak film bagus dari segi cerita, cinematography, dan directing dengan penonton berjumlah besar. Cuma memang angkanya masih kalah jauh dari Korea, padahal jumlah penduduk Korea hanya 50 juta orang, tapi hampir 25%-nya movie goers makanya ada beberapa film Box Office Korea yang tembus belasan juta penonton.

      While kita dengan jumlah penduduk hampir 300 juta (6x lipatnya), tentunya bisa punya chance untuk dapat penonton 50 juta dong secara matematika sederhana (meski susah untuk digapai hehehe). Too bad, perlu diakui, penikmat film di Indonesia nggak sebanyak di Korea. Semoga dengan adanya Netflix, dan semakin banyak sineas muda berkarya, kita jadi punya lebih banyak pilihan tontonan berkualitas, dan dari situ, minat untuk menonton akan lebih besar 😁 Siapa tau dari minat menonton, lahirlah reviewers yang secara sukarela membahas film dan serial kita πŸ˜†

      Amiiiin, semoga Dy, saya optimis, sineas di negara kita bisa 😍 Berharap ke depannya, ada yang submit reviews film bahasa Indonesia ke saya waktu open lapak 😁 Ohya mengenai mudamudi yang tertarik, mungkin some of them memang tertarik dengan Indonesia, but, kita jangan lupa, kalau beberapa lainnya tau dan paham jumlah massa di Indonesia itu besar. Dan mereka jadikan massa Indonesia sebagai market untuk content mereka. Hehehehe, jadi sebisa mungkin tetap jangan ditelan mentah-mentah, ambil dan tonton yang sekiranya berkualitas saja πŸ˜‰

      Delete
    2. ooooh..... iya ya, pasti ada juga yg karena kepentingan views doang. heuheu..

      Belum berfikir sampe situ, karena terlalu suka lihat orang luar yg bahas-bahas keindonesiaan. tapi kalo banyak creator luar yg ngelihat peluang seperti itu, bukannya justru bisa jadi salah satu cara menyebarluaskan yg bagus-bagus dari Indonesia semacam Kulinernya ke mata dunia?

      apapun itu, semoga lebih banyak positifnya yg dikenal dunia daripada negatifnya, karena sekali lagi kecewa dengan berita menteri sosial yg korup bansos untuk covid. ckckck... kok bisa gitu ya? :((

      Delete
    3. Pasti ada, dan banyaaaaak, Dy πŸ˜‚ Kalau mau dibahas lebih jauh, bakal menyerempet ke mana-mana, even ada tuh yang sampai bawa agama karena tau market Indonesia bagaimana. Sedih tapi itu fakta, that's why jangan kita tonton hal demikian, apalagi sampai cinta buta ke mereka dan dibela sekuat tenaga πŸ˜…

      Nah, itu akan balik lagi konten apa yang mereka (para foreigners itu) angkat, selama kontennya bagus, tujuannya untuk memperkenalkan, of course ada kemungkinan bisa perkenalkan Indonesia secara nggak langsung ke mata dunia. Tapi sebelum merasa senang, coba kita perhatikan dulu, siapa penontonnya, kalau ternyata orang Indonesia semua, ya berarti nggak bisa dibilang perkenalkan Indonesia ke mata dunia, mungkin lebih tepat, 'perkenalkan Indonesia ke mata Indonesian (?) 😁

      Amiiiin Dy, iya... semoga semakin banyak hal positif yang bisa kita perkenalkan ke dunia, sedih sebetulnya kalau yang dikenal buruknya saja, padahal ada banyak hal menarik di negara kita, mungkin bisa dimulai dari kita, tentu sesuai porsi yang kita bisa πŸ˜† Mau itu via tulisan, via video, atau keep doing our best pada pekerjaan kita, secara nggak langsung tentu akan berefek ke yang lainnya (nobody knows, kan?) πŸ™ˆ

      Delete
    4. Nyaut jangan, nyaut jangan.. ntar ada yang kabur dan brenti komentar kalau disahutin.. wakakakaka..

      #nggak jadi komentar ahh... hahahaha..

      Delete
    5. Hahahahaha, mas Anton ini hobinya jahil ke Ady 😁

      Delete
    6. Sebenernya sih bukan jahil Eno.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tangan sih udah gatel membaca komentar ini πŸ˜‰πŸ˜‰

      Ada "kesombongan " sekaligus keminderan tersirat dari komentar Ady di atas.

      Saya cuma inget saja bahwa Ady tidak ingin dikomentari dan cuma ingin komentarnya dibaca. Jadi yasud saya batalkan komentar balasan saya.

      🀣🀣🀣 Si Ronin nya disuruh bobok dan dikerangkeng lagi. 🀣🀣

      Delete
    7. Kesombongan dan keminderan yang seperti apa, mas? Jadi penasaran mau tau insight mas Anton hehehehehe. Siapa tau bisa jadi masukan untuk saya dan teman-teman lain yang membacanya 😁 By the way, mas Anton bisa komentar di bawah πŸ™ˆ

      Ayo si Ronin disuruh bangun, masih siang ini 🀣

      Delete
    8. silakan aja pak kalo mau komen mah, feel free to speak up. ini lapaknya kak Eno kok, dan ya itu dia, ga kan bales lagi :D

      Dan aku baru sadar kalo komentar jg bisa dikomentarin, haha..
      *mundur teratur

      Delete
    9. Hahahahahaha, iya Dy dibaca saja komentarnya πŸ˜‚

      Delete
    10. Komentar di blog adalah ruang publik Ady.... :-D karena itulah dalam sistem blog kolom komentar dibuat bisa menjadi berbagai tingkat.

      Itu juga alasan dalam menu di Wordpress atau beberapa CMS lainnya komentar diberi label discussion alias diskusi karena fungsinya adalah ruang diskusi.

      Jadi, yah komentar memang boleh dikomentari... :-D

      Saya masih mempertimbangkan baik buruknya kok Ady... sambil ngasah golok.. wakakakakakaka... Kalau memang saya rasa efeknya buruk, maka komentar saya akan disimpan saja, tetapi kalau saya rasa baik, saya akan posting..

      Tapi seriously, komentar Ady tadi membangunkan si Ronin, cuma sementara ini dikasih obat tidur dan mungkin bangunnya besok atau lusa.. wakakakak

      #nakut-nakutin

      Delete
    11. 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Delete
  2. Jaman aku suka kdrama dan kpop, tahun 2007 kayaknya, pas jaman masih SMP, nggak banyak yang tahu Korea. Cuman segelintir aja tuh yang mantengin. Bahkan pas masuk kuliah juga gitu, pas drakor mulai gencar-gencarnya. Belum banyak yang ngikutin.

    Sampai di masa pensiunku 😁
    Udah nggak update sama kdrama dan kpop. Wow.. semua orang udah tahu soal perkoreaan ini. Dan aku setuju banget sama pernyataannya Kakak. Korea ini udah menyiap diri dari jauh-jauh hari untuk memperkenalkan negara mereka ke dunia. Yang lebih dasyatnya lagi, ada sinergi dari pemerintah dan masyarakatnya. Jadi bisa dilihat gimana Korea membawa dirinya di mata dunia.

    Aku pun berharap negara kita seperti itu, sineas-sineasnya diberikan bantuan dan regulasi yang jelas dari pemerintah. Jadi tidak ada ketimpangan nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka melihat ada opportunity di depan mata mereka, dan mereka mempersiapkannya dengan matang. Jadilah hasilnya seperti yang om Bobby Unser katanya, ketika opportunity bertemu dengan persiapan yang matang, kemungkinan besar sukses ada di depan mata 😁

      Dan iya, itu semua nggak lepas dari peran masyarakatnya ~ semua bersinergi, dari production housenya, masyarakatnya, regulasinya, semua. Which is, hal itu bisa kita terapkan di negara kita. Kalau semua memang ingin mencapai tujuan yang sama. Buktinya, Thailand sekarang mulai gearing up, dan jadi salah satu negara yang hampir mengejar Korea dalam segi serial, film, dan entertainmentnya. Means, Indonesia pun bisa *kalau mau optimis cencunya* wehehehehehe. Berkhayal itu gratis, kan? 🀣

      Amiiiin, mari kita berdoa dan lakukan bagian terkecil kita 😍

      Delete
  3. Yes True, saya juga mulai nonton K Drama, dan so far my two most favorites drama adalah Hot Stove League dan Reply 1988. Sempat menonton beberapa serial tapi gak kelar kelar hahahah.

    Kalau serial Thailand memang ada beberapa yang cukup bagus. Hormones mungkin adalah salah satu serial yang banyak digemari selain serial Bad Genius. Selebihnya, beberapa film Thailand aku suka, tapi paling bikin ngakak adalah I fine thank you love you.

    Saya baru saja menonton Cek Toko Sebelah dan asli terpingkal-pingkal di setiap episodenya. Berhubung memang saya suka mengikuti Stand Up Comedy dan cukup kenal para pemainnya, CTS membuat saya mampu menyelesaikan serialnya dalam 2 hari. Malah menunggu-nunggu semoga season terbarunya ada dan segera tayang. We need more down to earth series like that.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah ada mas Cipu, apa kabar, mas? Sehat? 😁

      Saya belum pernah menonton Hot Stove League, seru, ya? πŸ˜† hehehe, saya belum pernah seingat saya menamatkan serial Thailand. Sempat dengar soal Bad Genius tapi nggak begitu memperhatikan. Mungkin nanti sedikit-sedikit coba saya intip ulang. Lately saya sedang hobi cari tontonan Indonesia atau Korea saja soalnya, mas πŸ˜‚

      Nah iya, CTS lucu bangettt, yaaa. Bagus pula hahahaha, makanya saya semakin optimis, akan ada banyak karya sineas Indonesia yang bisa dilirik penonton luar. Terus baru kemarin saya menonton Dilan karena mas Rahul bilang sudah ada di Netflix, dan si kesayangan ikutan menontonnya 🀣 Kami kemudian menonton Petualangan Sherina, dan beberapa film lainnya. He said, produksi kita bagus dan dia menikmatinya πŸ™ˆ

      Delete
  4. Sebagai pengikut Korea dari jaman baheula sadar banget emang Korea niat banget dalam segala hal. Aku yang awalnya demen Kpop doang lama2 ngelirik drama dan shownya terus malah jadi pengennn banget bisa kesana. Kapan yaaa hiks πŸ˜₯

    Mereka memang keren banget sih tapi untuk memperkenalkan wisatanya. Rata2 variety show mereka ke lokasi-lokasi bagus di Korea belom lagi makanannya bikin ngiler banget. Apa makin ga pengen ya kesana.

    Berharap banget apa yang Mba Eno bilang bisa jadi nyata. Perlahan2 cinema Indonesia kualitasnya gak kalah sama Hollywood kok dan berharap juga banyak acara yang eksplore indahnya Indonesia tapi merata gak itu lagi itu lagi, supaya kita juga bisa bangkita ya πŸ₯²

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soon mba Tika, semoga mba Tika bisa ke Korea segera, hehehehe, rencananya kalau bisa ke Korea, mba Tika mau main ke tempat wisata apa? 😁

      Iya mba, itu salah satu cara mereka memperkenalkan pariwisata mereka, apalagi jika salah satu sponsornya ada Korean Tourism πŸ™ˆ hehehe, tapi memang simbiosis mutualisme sih ya, dengan mereka perkenalkan dan turis berdatangan, yang untung tentu mereka. Di sini mereka tau power yang mereka punya, jadi mereka persiapkan itu dengan matang πŸ˜†

      Amiiiin, semoga bisa mba Tika πŸ˜πŸ’•

      Delete
  5. Salut sih sama bagaimana mereka kemas drakor atau varshownya, Mbak Eno.
    Selain digarap dengan detail bukan asal cepat tayang aja, mereka juga ngangkat tempat-tempat pariwisata dan kuliner disana. Kayak di drakor aja, mau genrenya apa aja mesti ada adegan kuliner mereka jadinya orang yang mau travelling bisa kesana, yang gak bisa kesana nyari kulinernya disini. Restoran Korea aja udah banyak banget disini, di supermarket juga bisa ketemu cemilan-cemilan maupun ramen-ramennya.:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, saya pun salut dibuatnya, karena terlihat jelas bagaimana mereka sangat serius dalam pengemasannya. Dan cara mereka terbukti sukses membuat turis mancanegara ingin pergi ke sana 😁

      Jadi keingat racun corn dog, sohibul saya sampai bawel banget tanya soal corn dog, di mana ada yang jual, bla bla bla hahahaha gubrak 🀣 Dan iya, semakin ke sini semakin banyak produk Korea masuk market Indonesia 😍

      Delete
  6. Akhirnyaaa bisa dalam keadaan tenang untuk berkomentar tulisan ini 😝

    Sebagai pengikut Kpop sejak belasan tahun yang lalu, aku sadar perkembangan hallyu wave ini berkembang pesat yaa. Tokopedia aja sampai menggaet BTS sebagai BA mereka dan belakangan ini pun mereka rutin mengundang idol group Korea sebagai bintang tamu di acara musik mereka sendiri.

    Aku sempat dengar komentar netijen Indo seperti, "Tokopedia kan perusahaan lokal, kok mereka malah ngundang artis Korea terus?". Menurutku, justru dengan cara seperti itu Tokopedia secara gak langsung mengenalkan budaya Indonesia pada idol Korea. Soalnya tuh yaa tiap ada sesi games, suka aja ada perkenalan dengan budaya kita misalnya makanan tradisional Indonesia, bahkan mereka dikasih icip-icip langsung. Menurutku, itu lumayan mengundang calon turis dari Korea juga untuk datang ke Indonesia. Malah kayak grup NCT aja udah bucin banget deh sama Indonesia. Mereka bahkan punya konten khusus di channel Youtube mereka yang khusus membahas pelajaran bahasa Indonesia, lengkap dengan memakai seragam SMA πŸ˜‚ yang lucu salah satu membernya kalau ditanya makanan favorit dari Indonesia, jawabnya salak wkwkwk 🀣

    Sebagai sesama bucin, aku paham banget fans itu bakal cepat teracuni apa yang idol mereka lakukan. Jadi dengan cara seperti itu, bisa aja fans dari Korea bisa tertarik dengan Indonesia 😝

    Kalau soal sineas Indonesia, jujur makin ke sini kualitas perfilman kita kece sekali 😍 semuanya digarap dengan serius dan nggak kaleng-kaleng. Kayak filmnya Ernest yang Susah Sinyal syuting di Sumba aja itu juga udah menjual negara kita ke masyarakat luar yaa. Mudah-mudahan ke depannya industri sineas dan entertainment Indonesia lainnya bisa terus berkembang dan bisa bersaing di pasar internasional 😚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lho, banyak yang pakai Korean actor atau idol untuk BA. Mie Sedaaap pun pakai Choi Siwon hahahaha, dan saya setuju dengan statement mba Jane, secara nggak langsung Indonesia pun diperkenalkan ke masyarakat mereka. Jadi mutualisme, saling menguntungkan dua belah pihak. Dan untuk Korea sendiri, market Indonesia terbilang besar. Mereka tau itu, nggak heran kalau dikejar 😁

      Lha saya baru tau soal NCT itu mba, nanti pankapan mau lihat ah, lucu juga sampai pakai seragam SMA hahahaha kayak apa itu bentukannya 🀣 Semoga semakin banyak yang tertarik dengan Indonesia 😍 Apalagi sekarang ada idol yang asalnya dari Indonesia kalau nggak salah (nggak ingat namanya). Meski belum seterkenal Blackpink, tapi semoga bisa angkat kultur Indonesia pelan-pelan hehehehe 😁

      Betuuuul mba, karya Ernest ini bagus-bagus, nggak sangka kualitasnya tuh di atas rata-rata πŸ˜‚ Takjub sekaligus bangga dan optimis, semoga semakin banyak sineas muda yang karyanya bisa sampai ke internasional, dan semoga pemerintah bisa support secara total 😍

      Delete
  7. Setuju banget bahwa kualitas perfilm-an Indonesia sekarang udah jauh lebih bagusss. Aku bahkan nggak segan untuk nonton film Indonesia di bioskop, padahal dulu termasuk malas karena kualitasnya kurang nyaman di mata πŸ˜‚
    Aku bahkan bangga banget saat per-film-an Indonesia membuat dan menayangkan Gundala di bioskop. Kualitas filmnya nggak main-main, bahkan alur ceritanya juga bagus. Sampai-sampai aku nggak sabar untuk nunggu pahlawan lainnya dari jagat Gundala itu πŸ™ˆ
    Semoga Indonesia juga bisa lebih dikenal di masyarakat luar, jadi ketika disebut negara Indonesia, banyak yang tahu, bukannya malah kaget kalau Bali itu di Indonesia wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, sama Lia, dulu hanya sedikit film Indonesia yang kakak tonton dan membekas di benak kakak, meski kakak termasuk yang menonton film kebangkitan awal seperti Sherina, AADC, dan Eiffel I'm in Love 😍

      Iya Liiii, salut yaa, karyanya semakin ke sini semakin bagus, nggak kaleng-kaleng dan ceritanya terlihat digarap serius, kita sebagai penonton pun bisa pulang dengan senyum puas πŸ˜† hehehehe. Amiiiiin, Indonesia BISA! πŸ’•

      Delete
  8. Masyarakat Korea tuh enggak ragu mendukung apa yang dihasilkan dari negara mereka yaa? Entertainment kayak Kdrama maupun Kpop yaa didukung banget, kuliner, wisata, kosmetik segala juga ga nanggung-nanggung promosinya dan didukung banget oleh masyarakatnya.

    Kayak yang Mba Eno bilang 25% masyarakat Korea itu movie goers. Mungkin di Indonesia pun banyak masyarakatnya yang movie goers tapi sepemahamanku, masih cukup banyak juga masyarakat Indonesia yang enggan nonton film Indonesia. Aku kenal beberapa orang yang ogah banget nonton film Indonesia hahaha... Padahal kan film-film Indonesia udah jauh lebih berkembang. Ide cerita sampai cinematography-nya dikerjakan dengan sangat profesional. Ini sih, yang masih jadi PR kayaknya buat kita hahaha.

    Aku juga berharap sama kayak Mba Eno. Semoga dengan banyaknya film dan serial Indonesia yang ditayangkan di Netflix, bisa menggaet penonton dari luar juga. Perfilman Indonesia bisa kok maju juga kayak perfilman Korea hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, mereka dari dulu sangat cinta produk buatan mereka, pernah baca disalah satu buku, kalau alasan kenapa Korea bisa bangkit itu one of the reasonnya karena support dari warga lokal 😁

      Hahahahaha, I know rite, saya pun dulunya nggak begitu hobi lihat film Indonesia, though in general, jarang lihat film Hollywood ugha 🀣 Tapi semakin ke sini, justru jarang lihat Hollywood dan lebih sering lihat karya Indonesia. Bahkan dulu sempat terkagum-kagum lihat Ainun dan Habibie sampai sesenggukan πŸ™ˆ Wk.

      Amiiin mba, kita bantu doa, semoga bisa semakin berkembang πŸ˜πŸ’•

      Delete
  9. Setelah baca ini, saya sadar bahwa Surgeon Bong Dal Hee adalah bagian dari gerakan itu. Saya terkesima dengan riset yang dilakukan, banyak sekali bahasan medis yang baru saya tahu saat menonton SBDH. Meski dengan riset yang super komplit, saya kagum bagaimana Korea bisa meramu cerita yang fresh dengan drama yang bikin penonton mau nungguin episod setiap minggu.

    Selain CTS, kita juga sudah memulai hal itu lewat serial Saiyo Sakato. Meski lingkup platformnya nasih masih Indonesia, sebagai orang yang bukan orang Padang, setelah nonton itu saya langsung ingin makan masakan Padang 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drama tema hospital di Korea memang bagus rata-rata, dari SBDH, sampai ke Dr. Romantic, Doctor John, Hospital Ship, dan masih banyak lagi ~ πŸ˜‚ Saya suka drama hospital, karena sedikit banyak, saya dapat ilmu di sana 😁 Jadi tau istilah medis, dan lain-lain, seru sih πŸ™ˆ

      Wah baru tau ada Saiyo Sakato, coba nanti pankapan saya tonton, terima kasih rekomendasinya, mas ~ semoga sineas Indonesia semakin mendunia 😍

      Delete
  10. Aku agak nyesel sebenrnya baru mulai menyukai drakor dan lagu2 Korea awal tahun 2020 ini :D. Kemana ajaaaa selama ini. Malah sempet2nya underestimate dan ledekin temen2 yg ngefans berat Ama drakor dan KPop :D. Itulah yg namanya jilat ludah sendiri hahahaha.

    Yg aku suka dari drakor Krn risetnya kliatan bgt ga asal dilakuin. Ga lebay. Even cerita ttg selingkuh yg banyak dilihat sehari2, bisa jd drama epic dan bikin masyarakat di luar negara mereka sampe kebawa panas wkwkwkwkwkwk. Padahal kurang apa coba drama tema selingkuh di Indonesia. Tema pelakor di serial azab kan banyak bgt. Tapi ga sampe bikin ledakan kayak drakor mereka :D.

    Aku penikmat film Indonesia juga. Kalo memang bagus, aku ga bakal nolak kok untuk nonton. Film kayak the raid , cek toko sebelah juga lucu banget. Surprise juga banyak nemuin film2 keren Indonesia di aplikasi Netflix dan viu.

    Semoga aja lama2 kita bisa ngejar ato menyaingi seperti Korea. Lumayan bgt kalo dari film bisa bikin para penontonnya utk datang ke Indonesia. Mengingat tempat2 wisata yg ga main2 mah kita udh punya dari dulu :D. Cuma kurang dikenal aja. Kayak film Marlina si pembunuh dalam 4 babak, sukses bikin aku pgn bgt bisa ke Sumba :). Nanti, pasti aku datangin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, nggak jilat ludah sendiri kok mba, namapun manusia, wajar selalu berubah tergantung keadaan, sudut pandang dan banyak hal lainnya 🀣 Yang penting berubah ke arah lebih baik, why not, kan 😜 hehehehehe ~

      Nah iya, drama mereka memang diriset dengan baik, jadi feelnya real. Karena real itu, semakin banyak pula yang relate. That's why engagementnya tinggi, mba πŸ˜‚ Saya akui, soal develop story, mereka juaraaaak, dan ada ilmunya 😍

      Benar mba, banyak film dan serial Indonesia yang nggak kalah bagus, dan bisa membuat kita sebagai penontonnya enjoy, terus jadi ikut belajar dari cerita yang dibagikan. Semoga ke depannya, semakin banyak film-film berkualitas lahir dari negara kita 😁 Optimis akan semakin maju ke depannya.

      Itu dia harapan saya, semoga semakin bisa memperkenalkan tempat wisata indah yang ada di Indonesia. By the way, saya sudah baca beberapa cerita perjalanan bloggers yang ke Sumba karena film Marlina. Nggak kebayang jika semakin banyak turis ingin ke sana ya, mbaaaa πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  11. Setuju banget, Mbak Enoooooo. Ngomong-ngomong aku dulu tau Korea awalnya dari drama. Kalau gak salah dulu waktu masih SD, Indosiar sering banget memutar drama Korea. Acaranya main sore, jadi aku bisa nonton pas pulang ngaji πŸ˜†. Ya Allah, bahkan aku sudah jadi korban drama Korea sejak SD lho, Mbaaaak.πŸ™ˆ

    Terus pas MTs juga gitu. Ada temen yang jadi fangirl nya Super Junior. Akhirnya dari situ aku tau kalau di Korea musiknya bagus-bagus. Jadilah aku penikmat musik K-POP, walaupun gak sampai jadi fangirl juga sih. 🀭

    Jujur, aku salut banget sama Korea. Merdeka hampir berbarengan sama Indonesia, tapi kemajuannya kerasa jauh lebih pesat banget kalau dibandingkan Indonesia. Pinter banget pemerintah dan para masyarakatnya membuka mata dunia akan negara mereka.😍

    Ngomong-ngomong sekarang kualitas film Indonesia juga banyak banget yang bagus-bagus. Aku sebenarnya pengen juga Indonesia go internasional karena karya-karyanya, dan budaya juga pariwisatanya juga tentunya. Toh, Indonesia pada dasarnya punya budaya yang kaya dan juga wisata yang indah-indah. Sayang banget kalau gak dirawat dan dikelola dengan baik. Pendapatannya gak cuma buat negara doang, lho, penduduk sekitar tempat wisata juga pemasukannya bisa bertambah. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaaw lama banget mba Roem πŸ˜‚ Sudah puluhan tahun berarti kenalnya hehehehehe, iya mba, mereka sebagai masyarakat, pemerintah, dan tentunya yang para pengusaha, saling bersatu padu bangun negara. Nggak heran kalau akhirnya berhasil maju seperti sekarang 😁

      Sebetulnya negara kita punya chance yang sama, tapi mungkin butuh waktu lebih panjang, selain karena jumlah masyarakat yang perlu diatur lebih banyak, juga karena wilayah kita ini kepulauan πŸ˜† Jadi for now, yang bisa kita lakukan adalah fokus ke tugas kita untuk living well and doing our best 😁

      Agree mba Roem, semoga negara kita bisa maju dengan karya-karya positifnya yaaaa, biar yang dikenal bukan hanya persoalan yang buruknya saja, tapi bisa dilihat dari kualitas masyarakatnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
  12. Ada yg film Korea yg ingin sekali saya tonton tp blm kesampaian yaitu Parasite.��

    Korea memang serius ya menggodok market internasional. Kunci sukses mereka dari karya2 yg ada spt musik adalah banyak berkiblat ke Western. Sehingga orang lebih familiar.

    Sayang, saya merasa idol Korea itu beberapa kurang natural kemunculannya. Mgkn karena mereka digojlok dan dicetak oleh manajemen sebelum debut agar menjadi "sempurna".

    Berbeda dgn di negara lain yg justru trainingnya sebentar, membiarkan idol belajar menemukan karakter mrk dlm praktek lapangan. Tdk hrs sempurna dan lebih jadi diri sendiri.

    Mungkin itu sebab tingkat stress idol Korea tinggi? Krn tuntutan untuk tampil paripurna tanpa cela?�� Menurut mbak bagaimana?

    Tapi memang ekspansi kultur Korea bisa habis-habisan demi promosi ya. Mereka bahkan tdk ketat soal hak cipta karyanya bhkan menganggapnya sbg kesempatan untuk dikenal. ��



    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Phebie, proses mereka jadi idol melalui proses 'pembentukan' dulu, jadi kadang image yang ke luar akhirnya bukan karakter asli idolnya itu sendiri, kadang ada kan tuh yang sebenarnya hobi ketawa dan lucuk, tapi imagenya cool plus jarang senyum hanya karena kata manajemennya, dia kalau senyum jelek hahahaha. Ada-ada saja, beritanya suka buat geleng kepala πŸ˜‚

      Tapi mungkin, karena sistem itu pula, sistem yang terlihat nggak biasa di mata kita, justru yang berhasil membuat mereka sukses dan terkenal seperti sekarang. Kadang, ada masa dimana kita dipaksa ke luar dari comfort zone, buat jadi sukses, dan mereka pilih itu karena itu yang terbaik versi mereka 😁

      Kalau stres idol tinggi, menurut saya, iya, in general, hidup di Korea bukan hanya untuk idol, tapi seluruh lapisan masyarakatnya memang buat stres mba πŸ™ˆ Karena dituntut sempurna tanpa cela. Dari lahir ke dunia, sudah dihadapkan oleh kompetisi, jadi akhirnya banyak yang stres jika nggak bisa mencapai standar mereka sendiri 😢

      Dan iya, betul banget mbaaa, sepertinya mereka nggak masalah film / drama mereka ada di web free streaming, bisa jadi karena mereka dapat keuntungan lebih banyak dari sana, sebab semakin banyak yang menonton, maka semakin terkenal pula mereka πŸ˜‚

      Delete
  13. sejak corona muncul, awal awal dulu yang aku baca baca, banyak production house yang mati suri, apalagi Jakarta waktu itu diberlakukan PSBB, syuting program acara tv aja kayak kucing-kucingan takut tiba tiba dibubarin.
    tapi kalau ga ada program yang tayang di tv, masyarakatnya bingung juga hiburannya dari mana terutama untuk masyarakat tertentu yang doyan nonton tv
    kalau yang melek teknologi, hiburan bisa dari mana aja

    aku sendiri sampe heran, segitu powernya korean wave di dunia ini. aku aja sampe sekarang masih nyimpen wish list datang ke lokasi syuting nya princess hours, full house, demi apah ini ? demi oppa oppa :D
    bukannya aku "menjelekkan" kualitas sinema negara sendiri terutama untuk sekelas sinetron atau drama, tapi emang banyak mustajabnya bin mustahil.
    yang azab-azab, yang ceritanya isinya benciii aja,tapi masyarakatnya doyan cerita ginian hehehe, plus episode bisa ribuan, alamakkkk betah banget
    sedangkan drama korea sana aja cukup 16 episode udah klepek klepek bin baper, nilai nilai yang disampaikan dari inti cerita nya masih bisa diterima di akal. terasa real life aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mba, pasti sama-sama serba salah, satu sisi tetap perlu produksi dan butuh memutar uang, namun di sisi lain, kesehatan perlu dijaga. Apalagi masih banyak masyarakat yang butuh hiburan dari TV di rumah, especially saat nggak bisa ke mana-mana. Dan nggak semua punya layanan streaming, kan πŸ™„

      Huaaaa, tempat shooting Full House sudah nggak ada mba 🀣 Sudah dibongkar dari tahun 2013 kalau nggak salah. Biasanya tempat shooting begitu hanya bertahan 10 tahun, kecuali seperti Nami Island dan sejenis tempat wisata alam masih dibuka 😁 hehehe, iya yang nggak enaknya dari sinetron itu never ending, bisa ribuan episode.

      Thankfully, semakin ke sini, sineas mudanya banyak yang buat mini series mba, seperti Cek Toko Sebelah itu, seru banget untuk ditonton 😍

      Delete
    2. iya betul tuh mba yang lokasi syuting full house udah dibongkar udah lama, nyesel juga kok ga dari duluuu ke korean ahahaha
      kalau gitu ganti lokasi syutingnya start up aja deh :D

      Delete
    3. Nah iyaaaaa, ke lokasi shooting Start Up saja, mba 🀣 Kemungkinan nggak dibongkar karena itu area umum, seperti Nami Island 😁 Nanti cerita, ya 😍

      Delete
  14. Mba Eno, saya kaget baca ini. Lagi iseng buka2 blog mba Eno karena kangen. Eh, ada tulisan ini. Terima kasih, Mba Eno untuk tulisannya yang sangat mencerahkan.

    Iya, saya suka drakor tapi nggak terlalu banyak yg ditonton karena kecanduan hahaha. Bisa2 ambyar ngurus si kecil, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Pipit, terima kasih untuk pertanyaannya, mohon maaf baru ditulis setelah sekian bulan berlalu dari sejak ditanyakan 🀣 hehehehehe. Tulisan ini sudah lama mendekam di-draft, dan baru sempat saya selesaikan, mba πŸ™ˆ

      Memang drakor bisa buat candu dan ambyar kalau nggak dikontrol, ya πŸ˜†

      Delete
  15. Cakep banget ulasannya, Eno. Setuju banget sama ini. Kerennya lagi, Korea memang se-niat itu bikin entertainment mereka bener-bener bagus dan bikin takjub orang-orang yang lihat. Aku sebelumnya memang sudah lama nonton drama korea, nah yang k-pop malah baru banget pas pandemi ini. Yang aku tonton pertama adalah Blackpink (itu juga disuruh lihat sama Mas Gepeng wkwkwk).

    Pas nonton MV-nya di Youtube, aku ternganga. Bukan gegara betapa ramping dan mulus kaki mereka (*sirik alert*), tapi karena MV-nya bagus banget! Bagus. Banget. Musiknya juga wow gak menye-menye, asyik, unik, keren, wah asli, kualitasnya jempolan banget! Terus nonton BTS, yhaaa naksir kan hahaha. Rasanya pengin balik gitu ke Korea terus happy happy di sana, se-happy pas dengar musik Blackpink sama BTS.

    Btw Eno, apa yang paling paling kamu kangenin di Korea?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Justin, mereka niat bangetttt, karena mereka tau, itu salah satu arus uang mereka. Dan salah satu cara mereka mempromosikan negara mereka beserta produk-produk berkualitas yang mereka kembangkan 😁 Kalau diperhatikan, pada setiap drama famous, pasti ada Samsung soalnya 🀣

      Waduuuh mba Justin sekarang jadi fan Blackpink dan BTS rupanya πŸ™ˆ Wk. Mungkin bisa bergabung dengan mba Jane plus Lia πŸ˜‚ Semoga nanti mba Justin bisa kembali ke Korea, yaaa. Secepatnya. Setelah pandemi hilang 😍

      Kalau saya, yang paling saya rindu itu sudah pasti keluarga di sana, dan beberapa resto langganan dekat rumah, plus keliling Jeju Island naik mobil tanpa pusing sama macet, dan jalan tepi lautnya, mba 😁

      Delete