Banana Tree | CREAMENO

Pages

Banana Tree

"Hon, do you wanna go to Hallim Park? I wanna show you something really amazing." -- tanya si kesayangan, pada satu hari yang cukup dingin, di bulan Februari. Gue pun mengangguk semangat, "Boleh. Memang ada apa?" yang dijawab dia dengan, "Pokoknya amazing!" πŸ€ͺ Well eniweis, tanpa pikir panjang, kami berangkat ke Hallim Park --- nggak lupa mampir Starbucks sebentar demi Ice Shaken Lemon Tea 😍 Ohya, awalnya gue kira Hallim Park seperti taman pada umumnya, berisi pepohonan dan aneka rupa tumbuhan, yang mana jujur, gue nggak begitu berminat hahaha. Tapi berhubung si kesayangan bersemangat ajak gue lihat yang amazing itu, alhasil gue iyakan 🀣

On the way to Hallim Park, berhenti sebentar di jalan buat lihat pemandangan 😍

Kami beli tiket around KRW 10.000, sekitar IDR 120.000 / orang, dan mulai berkeliling area Hallim Park. Ternyata tamannya besar, meski as I mentioned before, isinya tumbuhan semua hahaha πŸ˜† By the way, si kesayangan gue ini mungkin karena tinggal di kota besar, jadi dia jarang lihat jenis tumbuhan dalam jumlah banyak (literally super banyak) 🀣 Makanya dia semangat ke sana.

Epic-nya waktu kami masuk area middle garden, yang isinya tumbuhan tropis, dia dengan excited bilang, "WOW, Hon! Look, there is BANANA TREE ~! (ada POHON PISANGG ~) Amazing, rite? I told you, there is something amazing." yang membuat gue langsung pasang tampang melongo macam emoticon ini 😨😨 hahaha. Jadi maksud ngana ajak gue ke Hallim Park buat kasih tunjuk POHON PISANG?! Seriously? Omegad. Ditambah, di belakang kami ada beberapa turis lokal (Korean family) bereaksi serupa, "Look, look, there is banana tree." yang sukses membuat gue menahan tawa πŸ˜‚

Gue pun baru sadar kalau di Korea nggak ada kebun pisang, jadi mungkin buat si kesayangan, lihat bentuk pohon pisang adalah hal amazing, dan ingin dia pamerkan 🀣 Aduuuuh sayangggg, kalau gue tau lu mau lihat pohon pisang, gue ajak deh lu ke kebun simbah πŸ™ˆ Nggak perlu pakai ke luar uang segala hahahahahahaha. Gumash! πŸ˜† Dia pun bilang kalau selama ini dia nggak pernah lihat bentuk pohon pisang, padahal pisang salah satu buah yang dia suka πŸ˜‚ Dan in general, dia hanya tau bentuk beberapa tumbuhan, seperti Jeruk, Peach, Strawberry dan sejenisnya.

So yeah, hari itu, gue sadar bahwa hal yang kita rasa adalah ilmu pengetahuan basic, mungkin bagi sebagian orang, itu bukan sesuatu yang basic -- Jadi jangan sampai ada kalimat respon seperti, "Ke mana saja lu, kok baru tau?" ketika seseorang kasih info ke kita. Karena setiap dari kita, punya ilmu pengetahuan basic yang berbeda 😍 Dan menjadi yang tercepat tau plus dapat sebuah info nggak membuat kita terlihat keren ketika kita merendahkan orang lain yang taunya belakangan πŸ˜†

Teman-teman bagaimana? Sudah pernah lihat pohon pisang? 😁

60 comments:

  1. mungkin aku bisa lebih lebay lagi pas lihat tumpukan salju atau hujan salju.

    "look babe... it's snow! it can't be reaaall... omagaahhhh..."
    hehe..

    atau pas lihat tanaman blueberry yg tumbuh liar... ah itu pengen banget tuh petik blueberry dari pohonnya.
    pokoknya pengen banget ke daerah 4 musimmmm :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajar bangettt kalau lebay, apalagi jika pertama kali lihat 😁

      Nanti semisal tercapai impian Ady menapak kaki di negara 4 musim, jangan lupa berbagi cerita sampai ke detail-detailnya πŸ˜† Pembaca bucin mau baca 🀣

      Delete
  2. Kak Eno, mungkin aku bisa buka wisata kebun pisang karena depan rumahku itu kebun pisang yang luasnya bbeeuhh jangan ditanya. 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ide yang menarik, mbaaaa. Siapa tau ada peminatnya πŸ˜‚

      Delete
  3. Diawal ikutan ngakak waktu kesayangan Mba Eno kagum banget lihat pohon pisang, padahal bagi kita orang Indonesia itu pohon gampang banget ditemuin bahkan di kebun rumah 😁

    Terus pas baca paragraf akhir, ah iya bener juga kata Mba Eno. Apa yang biasa buat kita belom tentu buat orang lain dan gitu juga sebaliknya. Dan gak sepantasnya kita harus ngerendahin orang karena itu. Wow, dari cerita singkat ini tetep ada hikmahnya dan penting banget nih buat dipahamin banyak orang πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya mba Tika, dia kagum lihat banyak tumbuhan tropis (pisang, etc) di Indonesia. Sesuatu yang nggak pernah dia lihat sendiri sebelumnya πŸ™ˆ

      Betul mba, begitu maksud saya πŸ˜† Kadang kita merasa keren karena kita paham trend lebih awal, atau tau sesuatu yang orang lain nggak tau, padahal dengan kita merendahkan orang, justru kita kelihatan nggak oke meski kita tau banyak πŸ˜…

      Delete
  4. Ahahahaha lucuk banget excited karena lihat pohon pisang πŸ˜† nggak kebayang ekspresinya Mba Eno sendiri seperti apa saat si kesayangan heboh seperti itu 🀭

    Message terakhirnya perlu diingat banget nih πŸ‘πŸΌ Sometimes memang kita cenderung 'sombong' karena tau sebuah ilmu lebih dulu dan merendahkan orang lain yang tahu belakangan, padahal dipikir-pikir aku juga suka norak ketika berpergian ke kota/negara lain, Mbaa. Padahal buat masyarakat di sana tentu itu adalah hal biasa πŸ™ˆ terima kasih untuk pengingatnya, Mba Eno! πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya kaget mba tapi hanya sebentar habis itu ketawa dan memaklumi, mungkin seperti itu pula wajah saya ketika lihat sesuatu hal yang baru 🀣

      Iya mba Jane, kadang kita tanpa sadar sombong karena merasa tau duluan compare to orang-orang di sekitar kita, sampai tanpa sadar berucap kata yang menyakitkan atau merendahkan. Padahal, kitanya mungkin pernah ada di posisi yang tau belakangan, cuma nggak sadar hahaha πŸ˜‚ Sama-sama mba, terima kasih sudah baca πŸ™ˆ

      Delete
  5. Pohon pisang disana kalo malem ada penunggunya juga ga ya mba? Hehehe.

    Saya kebayang sih gimana rasanya jadi mba Eno yang nahan tawa liat tingkah kesayangan segitu takjubnya akan pohon pisang. Tapi sumpah itu pesan terahirnya ngena banget sih mba, relate banget dan semoga aja kita jadi lebih sadar untuk saling menghargai aja kalo emang apa yang kita anggap sepele justru bisa membuat takjub orang lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pohon pisangnya cuma ada di kebun tropis mas, hahaha, mungkin ada penunggunya, karena isinya tumbuhan semua, which is rimbuuun sangat 🀣

      Amin, semoga kita bisa lebih pintar dalam kontrol apa yang kita ucap. Especially jika menghadapi teman-teman yang mungkin baru tau akan satu hal yang telah kita ketahui sebelumnya hehehe. Jangan anggap sepele rasa takjub yang dirasakan seseorang πŸ˜†

      Delete
  6. Bener yaa namanya perbedaan budaya/tempat tinggal tuuh... Di kita mungkin biasa banget lihat pohon pisang, tapi buat orang negara lain bisa sangat excited yaa ngelihat pohon pisang yang biasa kita lihat di depan rumah. Mungkin kayak kita kalau pertama kali lihat salju, pasti bakal excited banget juga karena di Indonesia ga ada salju πŸ˜†

    Kalimat penutupnya Mba Eno ini bikin aku senyum-senyum, baruuu banget beres nulis hal yang sejenis ini juga nih akuuu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Eya, apa yang menurut kita biasa, belum tentu buat orang lain biasa. Hehehehe. Kitanya mungkin karena hidup di negara tropis, lihat pohon pisang adalah hal yang normal πŸ˜† Tapi buat mereka yang hidup di negara empat musim, lihat pohon pisang bukan sesuatu yang bisa dilakukan setiap saat πŸ™ˆ

      Nah mungkin sama perbandingannya dengan salju, secara di Indonesia nggak ada salju hahahahaha. By the way, saya baru baca tulisan mba Eya soal Gatekeeping. Keren banget mbaaa, thanks for the insights 😍 Lavvv ~

      Delete
  7. Ngomongin pohon pisang jadi kepengen makan pisang goreng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, pisang goreng enak 😁

      Delete
  8. Dibanding pohon lain, pohon pisang memang luar biasa, agak lembut tidak keras seperti pohon pada umumnya dan berlapis sekitar 5 lapisan, seperti orang mengenakan baju 5 lapis 🀣🀣 lapisan terdalam mungkin disebut umbut yang bisa dimakan layaknya sayuran, saya pernah makan sayur pohon pisang sekali, agak rasa pekat2 bergetah 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya, dan pohonnya punya banyak manfaat bahkan sampai ke daunnya pun bisa digunakan untuk simpan sayur, ikan, plus balut lemper 🀣

      Saya baru tau bisa dimakan layaknya sayuran, mas 😁

      Delete
  9. Mba Enooo, lucu ngebayangin kesayangan yg orang Korea gt excited liat pohon pisang. Mungkin sama aja kaya orang Indonesia pertama liat pohon sakura di Jepang yaa. Hehehe.. Trus aku penasaran, kesayangan Mba Eno pernah liat pohon pisang kipas ga ya? Penasaran gimana ekspresinya pas liat..

    As always, selalu ada hikmah yg bisa dipetik Mba Eno dan kita semua dari kejadian yang dialami. Sukaaa.. Makasi Mba Eno udah mengingatkan jangan sampai kata2 kita merendahkan orang lain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, mirip sama kita yang excited lihat sakura atau daun maple musim gugur hahahahaha. Kayaknya belum pernah lihat pisang kipas, yang ada di Hallim Park hanya pohon pisang modelan biasa yang sering ada di kebun, mba 😁

      Hehehe, terima kasih mba Thessa, sudah mengambil hikmahnya πŸ™ˆ

      Delete
  10. aku sudah liat pohon pisang mbak, malah dulu pohonnya aku buat main timbang-timbangan waktu kecil hehehe
    jeng jeng jeng daku udah diingatkan juga nih jika someday ada temen yang baru tau hal hal asing atau unik belakangan, jangan disahut begitu ya, baiklah

    ngeliat view dari ketinggian gitu aja udah cukup bagus ya, apalagi pohon pohonya terlihat menguning gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuat kah mba dibuat main timbang-timbangan? 😍

      Iya mba Ainun, kalau bisa, kita jaga ucapan kita agar nggak membuat orang yang mendengar salah paham. Kecuali teman yang sangat dekat dan tau luar dalamnya alias tau hanya becanda πŸ™ˆ Eniho, view dari atas bagus mba, dan lumayan terkenal πŸ˜†

      Delete
  11. Hahaha...menunjukkan pohon pisang ke orang tropis..gimana gitu ya.

    Pernah saya di negara 4 musim pergi ke supermarket Cina. Disana jual duren dong. Terus ada kakek2 bule yang lagi bawa dorongan infus ngeliat duren itu dengan wajah excited. Kyknya tertarik beli.

    Bingung antara mau jelasin duren itu bisa tensi naik atau malah promosi sebagai warga urban The Big DurianπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya epic dan lucuuuk, mba Phebie 🀣

      Aaaah, saya bisa bayangkan bagaimana wajah excited kakek itu yang mau beli durian hahahaha. Apalagi jarang ada di sana πŸ˜† Kalau saya jadi mba Phebie, tentunya akan promosi tapi sekalian kasih info bahwa Durian bisa buat darah tinggi πŸ˜‚

      Delete
  12. Mas kesayangannya Kak Eno main-main ke rumah Nenek saya aja gimana? Mau ndak? Nenek saya punya sepetak kebun pisang sendiri lo, boleh ikutan bantuin panen juga kalau lagi musimnya :D Bisa makan pisang sepuasnya juga lo, gratis tis tis tis!

    Tapi ya Kak Eno, memang terkadang kita sering begitu nggak sih? Apa ya namanya? "Take things for granted"? Jadinya ya begitu deh, padahal bagi orang lain itu sesuatu yang beneran emeijing, tapi karena kita udah kebiasaan malah hampir nggak peduli justru nganggepnya itu hal yang sepele.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huehehehe, pasti dia tertarik tuuuh kalau diajak ke kebun 🀣 Apalagi ada pisang gratis, soalnya salah satu buah yang dia suka itu memang pisang πŸ˜†

      Iya mba Eva, kadang kita tanpa sadar begitu, mungkin karena kita sudah biasa melihat sesuatu, jadi menganggap itu bukan hal yang wah. Padahal bisa jadi untuk sebagian orang, hal yang kita anggap biasa belum tentu biasa bagi mereka πŸ™ˆ

      Delete
  13. Thats point! Sebagai orang yang senang nonton film, dilingkar pertemanan, saya cukup diandalkan untuk milih tontonan nonton bareng. Barometer saya bukan yang paling bagus nenurut saya, tapi paling bisa menghibur untuk kami semua. Karena yang kami cari itu hiburan. Selain saya, ada juga seorang teman yang cukup punya referensi film untuk dimintai rekomendasi.

    Antara saya dengan dia itu cukup berbeda. Ada film yang saya tonton dan suka, ada film yang dia tonton dan saya ngga suka padahal kami sama-sama orang yang dimintai rekomendasi film untuk nobar. Poinnya adalah, film apa yang saya tau belum tentu ia tahu dan nonton. Film apa yang dia nonton, belum tentu saya tau dan nonton. Saat saya nonton, tidak ada kata,"kamu baru nonton The Avengers?". Kalo sudah mengarah ke sini, ini sudah masuk "gatekeeping", istilah yang dibahas keren oleh kak Eya pada pos terbarunya.

    Tulisan teman-teman minggu ini seru semua 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaa, jangan sampai ada kata-kata seperti itu keluar dari mulut kita, meski saya akui, kadang saya kelepasan dulunya hahaha. Tapi saya belajar dari pengalaman saya bersama si kesayangan, bahwa ternyata hal itu salah πŸ™ˆ

      Semoga kita bisa belajar untuk nggak gatekeeping seperti tulisan mba Eya 😍 By the way, tulisan mas Rahul minggu ini pun nggak kalah keren. SUKAAA!

      Delete

  14. Wahahaha, orang Korea ternyata sangat eksaitid terhadap pohon pisang yaa mbak. Padahal, kita bisa tiap hari jumpa pohon pisang. Mungkin sama seperti kita, yang ketika melihat salju, pasti akan sangat heboh yaaak.

    Oh yaa, namanya Halim Park. Kenapa begitu, mbak? Sangat Indonesia sekali, tidak terdengar seperti di Korea. Aku awalnya mengira ini adalah Bandara Halim yang ada di Jakarta, ternyata bukan :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Dodo, si kesayangan sangat excited lihat pohon pisang karena di sana nggak ada mas πŸ˜† Beda dengan kita yang bisa lihat pohon pisang dengan mudah hahaha. Dan iyaa, perbandingannya seperti kita lihat salju atau lihat bunga sakura, daun maple musim gugur, aurora, dan sejenisnya yang nggak ada di Indonesia 😍

      Kalau soal nama kurang tau, memang sekilas mirip bahasa Indonesia, tapi itu salah satu bahasa biasa di Korea. Tertulisnya HARIM tapi dibaca HALLIM sebab orang Korea jarang menggunakan huruf R dalam bacaannya πŸ˜†

      Delete
  15. Wajar sih kalo kesayangan mbak Eno senang sekali lihat pohon pisang karena belum pernah atau jarang lihat pohonnya, sama seperti saya mungkin juga takjub kalo lihat salju, mungkin bagi orang Korea biasa ya mbak.πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lihat Satria Salju takjub juga gak mas 🀣

      Delete
    2. Buat orang Korea, salju itu biasa karena setiap tahun ada, mas 😁 Jadi begitulaaah~ hehehehe, akan lain soal jika kita ketemu mas Satria Salju, ya 🀣

      Delete
    3. Mungkin mas Agus akan takjub, mas Jaey 😁

      Delete
  16. Wihh, sekarang tab Replynya jadi berwarnaπŸ™ˆ Makin ketje aja blog Kak Eno nih hahahha #salfok

    Kalau si Kesayangan dibawa ke rumah simbah, mungkin bisa guling-gulingan di tanah karena saking senangnya bisa melihat kebun pohon pisang 🀣. Seperti kata Kak Agus, sama kayak orang Indonesia saat lihat salju, bawaannya ingin guling-guling di jalan 🀣

    Aku setiap hari lihat pohon pisang, Kak 🀣. Karena dekat tempat tinggalku masih banyak yang menanam pohon pisang. Kalau lagi berbuah, gemes banget lihatnya, lucu hahaha. Tapi aku nggak pernah lihat pisang yang matang di pohon πŸ˜‚. Biasanya kalau hari ini lihat udah berbuah dan warnanya udah hijau, 2-3 hari kemudian udah hilang itu pisang dari pohon wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, iya Lia, biar nggak terlalu monoton hitam putih, jadi tab-nya dikasih warna agar lebih cerah blognya hahaha. Thank you Lia sudah dibilang ketje πŸ™ˆ

      Sebetulnya, kakak pernah bawa si kesayangan main ke kebun kelapa, dan dia sempat panjat pohonnya hahahaha. Videonya masih kakak simpan, kocak banget soalnya 🀣 Secara di Korea, nggak ada pohon kelapa setau kakak πŸ˜†

      Baaah, ke mana itu pisangnya? Wk. Pasti diambil sama yang punya buat dijual ke pasar kali yaaaa. Atau buat dimakan di rumah. Soalnya saat pohon simbah kakak berbuah pun, pasti langsung dipetik untuk dimakan sama-sama 😍

      Delete
  17. Saya gak tau sih kapan pertama kali lihat pohon pisang. Dari pertama kali bisa melihat kayaknya udah lihat pohon pisang. Soalnya di deket rumah banyak pohon pisang. Kalo gak salah ada juga foto ku waktu kecil deket pohon pisang hehe.

    Mungkin aku juga bakal takjub saat pertama kali melihat salju. Di indo kan emang gak ada. Begitu juga mungkin yg dialami sebaliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, kayaknya mayoritas dari kita, sejak kecil sudah lihat pohon pisang ya, mas Dede. Sebab pohon pisang bisa ditemukan di mana saja 😁 Tuh mas Dede sampai ada foto dekat pohon pisang, berarti sudah lama kenalnyaaa πŸ˜†

      Iya mas, betul, takjubnya sama seperti saat kita lihat salju 😍

      Delete

  18. Saya tahu pohon pisang itu awal masuk SMP dimana saat itu paman tercintakulah yang nanam pohonya di kebun milik ibunya yang kebetulan juga rumahnya juga tak jauh dari rumahku , oh ya ??? Untuk salju saya juga pasti takjub jika melihatnya makhlum saja kan di desa tidak ada salju adanya persawahan . Dan ?? Itu, tombol reply ya mantab saya suka , suka banget. πŸ€«πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah lama sekali berarti mba Tari kenal pohon pisangnya 😁

      Pastinya mba, rata-rata orang Indonesia akan takjub lihat salju, sebab salju nggak ada di negara kita. Hehe. Terima kasih banyak mba Tari apresiasinya πŸ˜†

      Delete
  19. Wkwkwkwkwkwk ini bener2 ingetin aku Ama cerita mba trinity di salah satu buku NakedTravelernya. Ttg pohon pisang.

    Jd dia sdg ikutan tur sambil ngisi waktu pas sdg ke negara manaaa gitu. Yg pasti bukan Asia. Trus si guide ngajakin ke kebun, bilang nya akan nunjkin pohon yg past bikin peserta kagum. Daaaaaaan dia nunjukin pohon pisang, tapi semua peserta bule2 itu lgs kagum, tinggal mba T yg cengok sendiri hahahahahha. Dia lgs males turun dr bis.

    Ditanya dong Ama salah satu bule, kenapa ga ikutan turun. Jawaban mba T "ga perlu. Di kebun rumahku itu banyak" wkwkwkwkwk.

    Eh btw, berarti pisang itu buah mahal ya mba di Korea? Aku inget Ama adegan di drakor reply 1988, di mana si anak kecil suka banget Ama pisang. Dan ibunya beliin pisang itu sesekali doang. Itupun utk si anak kecil, semnetara abangnya kdg cuma ngerelain itu pisang buat si adek aja :D. Aku sampe kebawa perasaan pas nonton. Duuuh kalo ke Indonesia aku beliin banyak itu hihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah mba Fanny fans Trinity sejati, hahahaha πŸ˜‚

      Saya belum pernah baca cerita yang ini, jadi penasaran detailnya πŸ˜† Tapi kalau dari penjabaran mba Fanny, agak mirip pengalaman saya sama si kesayangan yang kasih kode sesuatu amazing, ternyata yang amazing itu pohon pisang πŸ™ˆ

      Dan responnya Trinity itu saya bangettttt, tapi untungnya masih saya tahan untuk nggak saya ucap, soalnya bisa merusak mood si kesayangan 🀣 Wk. Iya mba pisang lumayan lebih mahal daripada di Indonesia. In general, buah-buah seperti semangka, melon, pisang, begitu agak mahal harganya πŸ˜†

      However, mungkin terasa mahal kalau di-convert ke IDR, hehehe, jadi semisal belanja buah, baiknya jangan di-convert biar nggak gondok saat bayar πŸ€ͺ

      Delete
  20. Rumahku di Jogja di samping kebon pisang 😁😁😁

    Memang begitu. Yang amazing buat satu orang, belum tentu buat orang lainnya. Yeobo-mu amazed dengan pohon pisang, aku akan amazed sama stasiun subway Korea yang bakal kufoto tiap bagian dan sudutnya. Rangorang pasti bakal heran atau malah curiga ada cowok fotoin sudut-sudut "biasa" stasiun 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiiik banget mas punya kebun pisang πŸ˜†

      Hahahahaha, pasti mas Nugie akan amazed lihat stasiun subway di Korea, secara mas Nugie suka segala sesuatu yang berhubungan dengan transportasi modern di negara maju lainnya 😍 Semoga soon, mas bisa ke Koreaaaa πŸ₯³

      Delete
    2. Aku udh kebayang kalo mas Nugie eksplor subway Korea, pasti super komplit. Trus terang , baca peta subway Korea itu aku masih binguuuung luar biasa, apalagi banyak yg bertingkat jalurnya hahahhaa. Aku LBH ngerti baca jalur kereta Jepang drpd Korsel ini :D. Berkali2 nyasar pas di Seoul. Ayo coba bikin panduannya yg jelas kalo udh kesana mas :D

      Delete
    3. Sama mbaaa, jaman mas Nugie bahas transportasi Hong Kong dan Hainan saja komplit banget panduannya hehehehe. Wah menurut saya justru yang Jepang lebih susah πŸ˜‚ Apa mungkin karena saya lebih familiar dengan bahasa Korea, atau sudah sering pakai yang di Korea, ya? πŸ˜† Semoga mas Nugie nanti bisa buat panduannya 😍

      Delete
  21. kadang yang terlihat sederhana bagi kita, ternyata malah terlihat waw bagi orang lain. Begitu juga sebaliknya..hehehhehe

    bisa dibilang kita lebih beruntung sebgai negara tropis. Karena kondisi ini membuat kita memiliki lebih banyak aneka buah yang bisa tumbuh di negara ini. bahkan kita ga perlu repot-repot menanam segala. Tinggal lempar nanti tumbuh sendiri...
    aku pernah ketemu orang yang punya kebun pisang, Yang dipanen itu daunnya. untuk dijual sebagai bungkus makanan. Buahnya ga pernah ambil. dibiarkan aja biar dimakan hewan. katanya buahnya kurang enak dibandingkan jenis pisang yang lain.

    beberapa hari yang lalu aku susah komentar di postingan mbak eno. mungkin karena sinyal yang sulit...hahhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Rivai, begitulah hidup *mantap* 🀣 Wk.

      Betul, salah satu keberuntungan kita adalah kekayaan buah tropical yang nggak ada di negara empat musim hehehehe, dan seperti yang mas Rivai bilang, tanah kita itu salah satu tanah magic, tinggal lempar bisa tumbuh sendiri πŸ™ˆ

      Hewan apa yang makan pisang selain monyet, mas? 😍 By the way, mas Rivai di pedalaman? Mas sampai kapan di sana? Hehe, semangat kerjanya πŸ₯³

      Delete
  22. Kak Enoooo wkwkwkwk aku jadi inget sama cerita sodaraku tentang orang yurop yang kalau mau lihat pohon pisang harus ke green house botanical garden dulu. Sama keinget cerita Trinity Traveler yang nggak keluar bus karena ternyata trip yang dia ikuti di salah satu negara Amerika Selatan (isinya bule-bule yurop) tujuannya lihat pohon pisangπŸ˜…

    Awalnya kalau denger atau baca cerita kayak gini pingin nyeletuk "oalaah alah" gitu, tapi kemudian sadar diri mungkin aku akan heboh kayak gitu juga kalau suatu hari di luar negeri lihat pohon buah yang nggak pernah aku lihat di negeri sendiriπŸ˜‚ contoh: pohon ginkoπŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, sama kayak di Jeju mba, kalau mau lihat pohon pisang harus ke Hallim Park, sejenis botanical garden. Dan iya, saya baru tau soal cerita Trinity dari mba Thessa, terus mba Endah cerita juga, saya tambah penasaran mau baca bukunya. Padahal saya sering ikuti blognya, tapi ketinggalan cerita yang pohon pisang kayaknya 🀣

      Mungkin nanti ketika mba Endah lihat pohon ginko akan amazed sama seperti si kesayangan lihat pohon pisang. Kalau sudah lihat, cerita ya mba 😍

      Delete
  23. jadi ingat saat di Singapura, mengiktui tur di Fort Canning Park.. si tour guide dengan bangga menunjukkan koleksi di Spice Garden.. yang ternyata adalah... taman berisi pohon cabe... πŸ˜…

    terus dengan bangga, beliau mengajak melihat pohon beringin di salah satu bagian taman.. terus dibilang, "ini pohon beringin terbesar di taman ini".. yaealah.. di SMA saya dulu pohonnya lebih gede dan sering dipanjatin anak ekskul pecinta alam... πŸ˜†

    tapi kalo dilihat dari sisi lainnya, saya juga norak sih kalo liat tanaman yang selama ini gak pernah dilihat di Indonesia tapi jadi tanaman endemi di sini.. orang sini juga paling mikir, "ya elah.. segala daon dan bunga aja dipotretin..".. gitu kali yaa πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha, seru bangats mas, pasti mas Zam kaget ya awalnya 😁 Jujur pengalaman sederhana seperti yang mas Zam bagikan, membuat saya belajar untuk nggak asal ketawa. Karena seperti yang mas Zam bilang, bisa jadi, disisi lain, kita pun nggak kalah noraknya ketika melihat sesuatu yang baru yang belum pernah kita lihat 🀣

      Dan iyaaaa, foto bunga atau daun itu, saya pun suka melakukannya πŸ˜† Seperti bunga matahari, bunga sakura, daun maple etc, yang bagi sebagian orang di negara bunga / daun itu berada, hanyalah bunga / daun biasa πŸ™ˆ

      Delete
  24. omegoodddd wakakakakak.
    Ya ampuuunnn Enooo, tengkiu sudah berbagi cerita ini, saya ngakak ga berhenti bacanya, lumayan bikin hati membaik.
    Padahal barusan saya sambi dengan cari info tentang pasien OTG, lah kok baca gejalanya saya malah jadi sesak nafas dong, jadi parno sendiri, sampai sibuk cari minyak kayu putih, dan sedikit lega masih bisa nyium baunya, parah emang ya saya ini.

    Dan baca ini, langsung lupa barusan sesak nafas, ngakak ga karuan ya ampuuunnn wakakakakak.

    Saya teringat paksu soalnya Eno.
    You know, kapan hari tuh dia bebersih sepetak tanah di depan saluran, trus kan di situ ada tanaman rambat, which is itu ubi jalar makanya saya biarin aja tanaman itu hidup.

    Pas dia bebersih, setelah bersih, dia datang ke saya dengan berseri-seri, dan bilang.
    "Mi, tau nggak? papi udah tahu tanaman apa yang merambat di depan pagar itu, ternyata itu ubi jalar Mi, tadi papi coba tarik kan, ada ubinya dong, tapi masih kecil"

    Terus dia pamerin ubinya.
    Dan saya cuman melongo sejenak, kemudian saya ngakak guling-guling.

    Astagaaaaa, jadi selama ini, sampai usianya udah berpuluh-puluh tahun hidup di dunia, dia baru tahu kek gimana tanaman ubi? wakakakakakakakakakak

    Dasar anak kota!!! wakakakaka.

    Trus dia balas,"Dasar Ndeso!"
    wakakakakaka.

    Kadang lucu ya, apa yang sebenarnya biasa banget oleh kita, justru terlihat luar biasa oleh orang lain.

    Dulu tuh, waktu saya nikah, ibu bapaknya kan datang, trus pas di rumah mama, halamannya kan luas, sama bapak tuh suka bertanam apa aja, mulai pisang, kelor, pepaya, bayam, cabe, tomat dll.

    Jadi mama tuh jaraaangg banget beli sayur, kalau mau sayur tinggal petik. dan betapa histerisnya ibu mertua saya pas liat hal itu, udah deh blio petikin semuanya mau dimasak, katanya kapan lagi bisa makan sayuran segar hahaha.

    Kami dan keluarga lainnya cuman menganga liatnya hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba Rey, semoga mba baik-baik saja, yaaa. Please jangan sakit huhuhu, semoga mba dan anak-anak negatif dan dijauhkan dari virus Corona 🀧

      By the way, saya bisa membayangkan polosnya wajah pasangan mba waktu bercerita soal ubi jalar hahahaha. Karena wajah si kesayangan waktu itu pun demikian mba 🀣 Eh tapiiiiii, saya pribadi belum pernah lihat tanaman ubi jalar. Seperti apa yaaa? Hahahaha *brb Googling* *takut diledek mba Rey* πŸ˜…

      Iya mbaaa, kadang apa yang biasa untuk kita, ternyata luar biasa untuk orang lain di luar sana. Dan begitupun sebaliknya hehe. Seperti keluarga pasangan mba yang kaget di kampung halaman mba bisa masak dari sayuran fresh πŸ˜†

      Delete
  25. Aduhh, setuju banget sama statement Kak Eno yang karena nggak semua orang punya ilmu yang sama dengan kita, jadi nggak boleh meremehkan. Memang dalam hati akan ngakak yaaa karena ternyata hal-hal sesederhana itu aja kok bisa jadi membahagiakan, tapi mau gimana lagi memang itu kenyataannya hahaha

    Aku punya teman dari luar Jawa, dan saat aku ajak jalan-jalan keliling Jakarta naik MRT dan Transjakarta, dia amazed banget dan sepanjang perjalanan itu bertanya tentang pertanyaan dasar seperti "kenapa orang-orang lari di peron?" atau "itu pintunya otomatis?", untung aku bisa maklum karena harus membuat orang itu nyaman di dekat kita wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Jez, seseorang nggak punya basic ilmu sama dengan kita, bukan berarti bodoh, mungkin bisa jadi, mereka paham basic ilmu lainnya. Hehehe. Sesederhana saya yang nggak punya basic ilmu coding, while si kesayangan nggak punya basic ilmu business. Jadi kita nggak perlu menjatuhkan orang yang beda jalur dari kita 😁

      Wahaha, saya pun pernah mengalami sesi seperti teman mba Jez waktu pertama kaliiiiii coba MRT di Singapura. Wk. Dan si kesayangan pun, awal-awal coba naik subway di Korea, pernah ada sesi noraknya 🀣 Yaa, namapun pengalaman pertama, pasti bertanya-tanya, kenapa begini dan begitu kan, ya πŸ™ˆ

      Delete
  26. Ngomongin ttg pohon pisang yg jarang banget di Korea..
    Iyah mba, saya juga pernah nnton channel youtube Hari Jisun.. Beliau kan sering banget main ke Indo.. nah kemarin sebelum Covid. Dia ngajak mamanya ke Indo.. Wahhh ngeliat expresi mamanya yg mungutin buah mangga di pinggir jalan itu mood banget sih ngeliatnya.. lucu dan seru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa, di Korea nggak ada pohon Manggaaaa, massss πŸ™ˆ Ini salah satu yang paling membuat rindu Indonesia, secara saya suka bangettt sama Mangga πŸ˜‚

      Si kesayangan mungkin sama happy-nya dengan mamanya Hari Jisun jika dia berkesempatan lihat pohon Mangga dan memetik buahnya yang berjatuhan 😁

      Delete
  27. Mba, saya penasaran gimana respon mba eno saat itu. Pasti ada hasrat buat ngerespon "hah? yang bener aja lo, pohon pisang doang di mana amazing-nya?", tapi kan seperti kata2 mba eno, sesuatu yang menurut orang menarik belum tentu menarik buat kita dan begitu pula sebaiknya.

    Jadi kalau lagi menghadapi hal begini, bingung juga mesti merespon gimana, selain bengong dulu beberapa saat.

    Masih mending sih kalau cuma bengong, takutnya malah spontan ngomong terus jatuhnya nyepelein, euy... heuheu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat kejadian si kesayangan amazed lihat pohon pisang, saya cuma melongo tapi habis itu senyum mba hahahahahaha. Nggak tega saya kalau sampai responses yang kesannya seperti menjatuhkan rasa amazed / excited dia πŸ™ˆ

      Jadi saya ikutan senyum dan bilang, "Wuaah, majaa (correct) it's banana tree. Cute, isn't it?" 🀣 Atau sejenisnya. Setiap dia excited, saya biasanya ikutan excited mba, meski yang saya lihat hal biasa 😁 Sebab apabila saya behave so so (not interest), saya kawatir dia jadi nggak tertarik berbagi sama saya πŸ˜†

      Tapi saya nggak tau cara saya ini benar apa nggak mba, soalnya hanya based on pengalaman. So far, dia masih sering tunjukkan rasa excited dan amazed-nya akan sesuatu ke saya, hahahaha. Kayaknya itu yang paling utama πŸ™ˆ

      Delete
  28. Sudah pernah lihat posong pisang dan bawaannya mah horror kalau buat ku, Mbak Eno. Efek kebanyakan asupan horror nih kayaknya. hahahaha

    Saya dulu pernah kerja di perusahaan Korea, bos Koreanya juga pada demen bener buah pisang. Sekali beli dan makan bisa heboh banget.:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, identik sama yang horor memang, makanya saya justru malas lihat pohon pisang apalagi malam-malam, yang ada lari tunggang langgang 🀣

      Pisang soalnya agak mahal di Korea, mba Wulan. Hikz πŸ˜‚ Beda sama Indonesia yang mostly harga buah-buahannya murah meriah dan enaaaak semua 🀀

      Delete