Never Underestimate | CREAMENO

Pages

Never Underestimate

Beberapa hari ini, gue sama si kesayangan lagi sering main Othello, genks πŸ˜†✌ Sebelumnya, kami main pakai real board yang ada di rumah, tapi sejak kami kenal Othello PC yang bisa main sama real player di luar sana, kami pun mulai beralih ke Othello online hahahaha. By the way, awalnya gue payah banget setiap main Othello board sama si kesayangan, kalau pakai skala perbandingan menang kalah, mungkin gue kalah 9 kali dari 10 putaran πŸ€ͺ Yaaa, karena gue nggak serius belajar Othello dan Othello ini bukan permainan yang sering gue mainkan jaman bocah *alasan* πŸ™ˆ

Berhubung gue anaknya kompetitif dan capek kalah teruuus, jadi gue serius belajar main Othello online dan berhadapan dengan real player luar (gue main di Korean server games jadi lawannya oran Korea). Dan ternyata, GUE TETAP KALAAAH. Wk. Si kesayangan sampai gumash lihatnya. Kata dia, lihat gue main Othello buat dia sakit kepala, sebab gue kayak nggak berusaha dan asal-asalan πŸ˜’ Weeew, saat dia bicara seperti itu, gue jadi panas dan semakin berusaha keras untuk menang. Salah satu cara yang gue lakukan adalah dengan belajar Othello lewat handphone saat senggang. Lawannya pun sistem AI, yang mana as expected, nggak semudah itu jadi juara πŸ˜…

Menang lawan real player πŸ₯³

Gue bilang sama si kesayangan, kalau gue punya tujuan, gue akan usaha untuk meraihnya -- mau itu dengan belajar, atau praktek berkala. Jadi setiap malam, gue cari strategi permainan Othello, dan mempraktekannya, baik itu lawan AI di handphone atau lawan real player di Korean server games 🀣 Mungkin teman-teman akan berpikir gue kerajinan --- but to be honest, gue penasaran, gue bisa apa nggak membalik keadaan dari yang tadinya 9 kali kalah jadi 9 kali menang πŸ˜†

Sampai akhirnya, dua hari lalu, gue BERHASIIIIIL menaikkan level kemenangan gue, hahahahaha. Si kesayangan sampai kaget, dia berkali-kali bilang, "Wooow, you are fast, Hon." πŸ˜‚ Karena saat awal-awal gue sering kalah itu, gue bisa pakai waktu sejam untuk selesaikan 10 putaran, while kemarin, gue bisa selesaikan 10 putaran dalam 15 menitan. I'm so proud of myself, geeeenks~! Wk. Hanya empat hari setelah era kekalahan, dimana sering diledek si kesayangan, gue finally menang telak. Empat hari yang gue dedikasikan untuk belajar dan upgrade skill terbayar sudah πŸ₯³

🐰🐰🐰

Setelah gue selesaikan putaran ke 10 --- gue balik ngomong ke si kesayangan, "Hon, jangan pernah lu bilang ke seseorang kalau dia asal-asalan, nggak berusaha, dan lain sebagainya. Karena lu nggak tau, sejauh apa deep down inside dia berusaha untuk memenangkan pertandingan. Orang yang di mata lu nggak melakukan apa-apa, bisa jadi sedang mati-matian berjuang untuk hidupnya. Lu pikir kemarin gue kalah terus karena gue asal dan nggak usaha? Lu salah kalau berpikir begitu, karena faktanya meski gue kalah, gue sudah memberikan efforts terbaik gue dalam pertandingan yang ada." So yeah, ini salah satu life learning yang gue dan si kesayangan pelajari dari Othello 🀣

Seperti series From Game to Life gue sebelumnya (buat yang belum baca bisa klik Is That Okay to Quit? bersama Bubble Witch Saga dan So Called Power bersama Plants VS Zombie) --- dari Othello kali ini gue belajar bahwa kita nggak boleh merendahkan efforts yang dikeluarkan oleh siapapun orang-orang yang ada di sekitar kita --- Mau orang itu kesannya di belakang kita dari segi pencapaian, power dan sebagainya, kita tetap perlu respect mereka dan jangan sekalipun berkata ke mereka bahwa mereka nggak cukup berusaha dalam menjalani hidup mereka. Just like quote dari anonymous yang pernah gue baca πŸ‘‰ "Sometimes the strongest among us are the ones who smile through silent pain, cry behind closed doors, and fight battles nobody knows about." πŸ˜‰

🐰🐰🐰

Teman-teman punya pengalaman serupa? Berusaha keras membalik keadaan namun diremehkan orang? Jika pernah, atau sedang melewatinya, semoga teman-teman bisa overcome the situation dengan hati lapang πŸ’• Dan jika teman-teman bertemu dengan orang yang meremehkan teman-teman, jangan pedulikan mereka, just keep going until the end dan berusaha keras. Karena semua efforts teman-teman akan terbayar pada waktunya, semangat teman-teman! πŸ₯³πŸŽ‰

54 comments:

  1. Hahahahahaha..... seru pastinya yah diremehkan si Kesayangan dan kemudian memutarbalikkan situasi.

    Hemm.. perjalanan blogging saya begitu Eno. Pasti Eno pernah baca bahwa bapak-bapak teman nongkrong memandang apa saya lakukan sebagai sesuatu yang tidak ada artinya. Mereka lebih suka membahas tentang "bisnis" milyaran dan bukan cuap-cuap tidak ada artinya.

    Blogging seperti dipandang sebagai mainan remeh anak kecil saja.

    Sekarang, saya sudah "melewatinya". Bukan karena saya sudah menjadi kaya, tetapi saya sudah berhasil merubahnya menjadi sebuah bisnis kecil-kecilan, sebaliknya "bisnis" milyaran mereka tidak menghasilkan apa-apa. Juga saya sudah berhasil menginfluence banyak orang tentang bisnis online dan banyak hal terkait website dan seterusnya.

    Tidak persis sama dengan Eno, tetapi polanya sama. Semakin saya diremehkan, semakin kepala batu saya untuk membalikkan semua itu.

    Cool.

    Nice writing as usual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget mas, hahahaha, berhubung mainnya hanya berdua, jadi harus heboh dan kompetitif, kalau terlalu santai, jadi malas-malasan biasanya 🀣

      Iya saya pernah baca cerita mas Anton ketika diremehkan soal blogging, thank God, mas Anton tetap keep going hingga akhirnya bisa sesukses sekarang. Memang benar, seperti kata mba Phebie, yang utama itu adalah rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri kita yang perlu dijaga agar tetap besar 😍 hehehehehe.

      Terima kasih sudah berbagi mas, meski beda background cerita, namun pattern-nya sama. Yang penting kita nggak menyerah memperjuangkan apa yang ingin kita perjuangkan, terlepas apapun kata dan penilaian orang sekitar pada kita 😁

      Delete
  2. Blog post ala creameno banget,
    awalnya sungguh lucu, key takeaway di endingnya so true dan memberikan optimisme.
    love it!

    karena tukang foto dokumentasi ini orangnya melankolis, kalo ada orang yang remehin, aku biasanya diem aja karena entah kenapa, biasanya kalo emosi kita tersulut dan terekspresikan dgn raut muka bete, mereka malah tambah seneng, sejak saat itu, aku cuma pasang muka lempeng aja.

    dan ketika aku menangpun, aku tetap akan pasang muka lempeng karena aku tahu ga enaknya diketawain ketika kalah.

    Eh ternyata muka ga ekspresif pun bikin mereka bete, padahal aku kan ga bereaksi apa-apa, ga ngetawain.

    hmm..

    btw, aku jadi penasaran, apasih othello?kok jadi penasaran gini
    ah donlod ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khas Creameno itu maksudnya yang bagaimana? 🀣

      Saya justru nggak tau khas-nya saya. Well eniweis, thank you sudah baca Ady. Tukang foto dokumentasi kenapa melankolis? Apa ada alasan yang melatarbelakanginya? 😍 By the way, maju mundur kena dong, menang lempeng, kalah lempeng, namun yang lihat tetap bete, pusinggg deh Ady harus bersikap bagaimana πŸ˜‚

      Othello itu game board, yang klasik warna pinnya hitam putih mirip kancing. Biasa background board-nya hijau hehehe, cara mainnya banyak-banyakan membalik pin, semakin banyak chance untuk menang semakin besar πŸ˜†

      Delete
    2. khas creameno: cerita awalnya lucu bikin senyum sendiri kayak nonton FTV pas adegan cowonya gombalin dan nembak cewenya.
      trus diakhiri dengan hikmah dibalik ceritanya, kyk gitu-gitu... hehehe

      kyknya kepanjangan ya tukang foto dokumentasi?hahaha *mulai nerapin ilmu pak Anton

      Mungkin karena emang dari dulu terbiasa semuanya dipendam dan buat diri sendiri aja, jadi ya gitu deh...sedih, marah, itu semua terjadi di dalam kepala aja dan diselesaikan didalam kepala jg, tapi karena terlalu sering jadi pemikir, ya gitu deh...

      udah ah, aku mau belajar jadi optimis dan positif.

      oke deh, aku suka permainan mikir, mau cobaaa....

      Delete
    3. Ahaaa, I see πŸ˜‚ Thank you Ady, sudah menjabarkan, meski saya nggak pernah berencana demikian, hahahaha, ternyata saya punya ciri khas ugha 😍

      Dan saya baru sadar, nama Ady berubah jadi ada tambahan si tukang foto dokumentasi hahahaha, kreatif Dy, mungkin lama-lama, pembaca jadi hapal sama branding Ady tersebut dan semoga semakin banyak pula klien yang Ady dapatkan πŸ˜†

      Saya sebenarnya tipe yang memendam sama seperti Ady, tapi semenjak sama si kesayangan, sudah mulai terbuka, meski terbukanya sama dia doang, tapi rasanya jadi lebih plong dan nyaman 😁 Semoga Ady bisa lebih optimis dan positif yaaa, dan semoga nggak ada yang menyakiti Ady ke depannya πŸ₯³

      Delete
    4. aahaha... ngikutin tipsnya pak ronin, kak!
      masih aneh sih rasanya, kyk maksa gitu.... tapi yasud lah, mungkin krn belum biasa aja, hahahaha...

      Delete
    5. Lama-lama jadi terbiasa Dy, apalagi jika sering kelihatan 🀣

      Delete
  3. mata sakit liatin gambar kerjaan, kemudian iseng mampir di sini. Eh ternyata ada postingan baru.

    Dari yang awalnya cuma bercanda tentang ledekan pas main game, kemudian berlanjut ke dalam petuah serius...hahhahaa
    mungkin aku juga bakal ikutan ngledek kalau lihat langsung, kayak si kesayangan...hahhahaha *kemudian digeplak mbak eno
    kalau main game kayak gini, lihat pola permainannya mbak eno. Yaa yang pasti bakal kalah dulu. Ga bisa langsung menang. Setiap permainan pasti ada polanya, tinggal dicari aja, kemudian dikembangkan. Aku biasanya begitu. kemudian jadi bosan jika sudah menang terus-terusan. AKhirnya uninstall dan cari game lain..hahhahaha

    ngomongin tentang usaha untuk bangkit, aku sudah pernah mengalaminya. sekitar akhir tahun 2016. tiga bulan pertama benar-benar habis-habisan. Gada semangat, dan kemudian menginjak bulan ke-5 semua membaik dan sedikit waras. Sekarang, malah sering menertawakan apa yang terjadi dahulu dan sekarang....wkwkkwkwk

    aku juga pernah ngobrolin hal ini ke sahabatku. setuju sekali, Dibalik orang yang suka ngatain, dia ga akan tahu seberapa besar usaha yang sudah dilakukan orang tersebut. Makanya sering melihat dan bertanya ke dalam diri sendiri kalau ketemu orang. mulai apa yang sudah dia lakukan hingga sampai bisa berada di posisi sekarang. Hingga apa sih yang menjadi alasan orang tersebut melakukan hal-hal seperti ini..

    aah mbak eno, kenapa malah membawaku ke cerita masa lalu sih...untung aja siang hari, bukan malam hari di waktu perenungan...wkwkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa sakit mas, banyak ya pekerjaannya? Semangat! πŸ₯³

      Hahahaha, no worries, saya nggak akan geplak orang, paling saya geplak pakai kemenangan saya 😎 Wk. Tapi saya justru senang main game kompetitif, entah kenapa lebih rame dan berisik, apa mungkin karena mainnya hanya berdua, ya 🀣

      Nah iya mas, saya kan newbie untuk Othello, bukan pro seperti si kesayangan yang sudah main dari jaman bocah. Jadi saya harus paham polanya dulu bagaimana agar bisa menang πŸ˜† Dia tuh banyak gaya, padahal main congklak saja masih sering kalah *ahem* *dijitak si kesayangan* hahahaha πŸ˜‚

      Wah apa yang terjadi pada tahun 2016, mas? Sepertinya berat 😨 Thank God jika mas Rivai bisa melewatinya dan bahkan menertawakannya sekarang. It means, you getting stronger, mas 😍 Dan betul kata mas, setiap dari kita pasti berproses, cuma nggak kelihatan. Kadang karena nggak kelihatan, jadi dianggap nggak melakukan apa-apa. Itu yang paling menyedihkan ~ jadi semoga kita bisa terus berusaha respect orang-orang yang ada di sekitar kita apapun background-nya 😁

      Delete
  4. Karena diremehkan akhirnya mbak eno berusaha keras dan berhasil membalik keadaan.

    Namun memang sebaiknya jgn pernah meremehkan siapapun, terlebih meremehkan cabe rawit, karena wlw kecil tapi pedas, hihi.. mungkin banyak juga yg down, menangis dan bunuh diri ketika diremehkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Jaey, tapi itu cuma becanda saja kok meremehkannya. Sambil ketawa-ketawa 🀣 However, setelah saya menang, baru saya ngomong panjang lebar ke pasangan, biar jangan sampai terulang apalagi jika ditujukan ke orang lain, kawatir jadi masalah.

      Agree sama yang mas Jaey bilang, jangan pernah remehkan siapapun, cabe rawit yang kecil saja bisa sangat pedas mengigit hihihihi. Dan setiap orang punya kekuatan mental berbeda saat menerima kata-kata negatif yang ditujukan padanya. Jadi better kita belajar untuk pelan-pelan kontrol ucapan kita, dan saya pun masih belajar soal ini sebab kadang masih suka becanda kelewatan sama pasangan dan lainnya πŸ™ˆ

      Delete
  5. Mba'e mohon maaf othello itu bukannya item putih kancing-kancing itu ya? Kadang main soalnya. Kalau yang tanding dan harus latihan pakai game kayak mbak Eno saya biasanya catur. Main sama AI catur itu ajegile, deh. Tau-tau kalah aja. Pantesan dulu selepel Kasparov misuh-misuh..apalagi yg jelata...

    Tapi memang ada orang yang kalau main itu ya santai...mau menang sukur kalah gapapa..sementara yang dikalahin dibawanya sampai ke ati. Dan ketika suatu hari dia menang, reaksi yang dikalahin cuma "Wah gue kalah" terus ya udah...biasa-biasa saja. Paling enak itu main sama orang yg seperti itu...nggak ada tekanan hahaha...

    Diremehkan orang ya pasti pernahlah, tapi cukup saya tunjukkan dengan hasil dan usaha. Orang-orang seperti itu pasti selalu ada. Tapi menurut saya yang selalu jadi masalah sebetulnya bukan karena mereka meremehkan kita, tapi karena rasa penghargaan yang kita beri terhadap diri kita sendiri saja dari sononya kurang.

    So first, harus membuktikan pada diri sendiri saja bahwa kita sebetulnya mampu. Soal dihargai orang, percayalah, itu sifatnya cuma 5 menit puasnya..setelah itu lenyap nggak bersisa...




    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Phebie, Othello classic yang hitam putih background hijau biasanya. Kalau yang di foto atas itu saya main Othello online di server Korea, memang pakai emoticon dan warna warni tapi sistem permainannya sama 😁 hehehe.

      By the way, saya nggak bisa main catur, dari dulu kalah terus 🀣 Mau itu lawan AI atau lawan si kesayangan, tetap kalah. Entah kenapa, saya nggak minat mempelajarinya, mungkin karena susah πŸ™ˆ Kalau Othello lebih gampang sistemnya, dan pergerakannya sama. Nggak kayak catur, ada yang L, lurus, miring, susah diingat πŸ˜†

      Hahahaha iya mba, paling enak main sama yang selow. Tapi berhubung saya dan si kesayangan tipe kompetitif soal games, jadi bawaannya saat kalah langsung panas dan berusaha biar menang 😁 Kalau nggak begitu, nanti jadi nggak seru permainannya πŸ˜‚

      Setuju sama mba Phebie, kalau kita punya penghargaan tinggi terhadap diri kita, mungkin kita nggak akan memusingkan apa kata orang especially yang meremehkan kita. Hehehe, thanks for the insight mba, semoga jadi pengingat untuk saya dan teman-teman lain yang membaca agar selalu percaya pada kualitas personal 😍

      Delete
  6. wow wow wow
    memang ya dari game itu kita bisa belajar banyak hal! Jadi emang bukan cuma buat main2 aja...ada lesson learn di sana hihihi

    Aku pernah kak Eno!!! Saat main moba battle 5vs5 aku dikatain g*bl*k sama teman setimku. Aku sih santuy aja ga respon balik makian dia. Tapi di akhir game, aku jadi MVP dan membawa kemenangan tim yang sebelumnya nyaris kalah... Terus yang nilainya paling jelek justru dia yang maki2 aku πŸ˜’ End gamenya, auto aku report player tersebut karena verbal abuse hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas kebetulan ada hal menarik yang bisa dipelajari dari games mba 🀣 Dan ternyata main games nggak selalu buruk, asal tau waktu dan nggak bablas πŸ˜†

      OMG, tega banget teman setim mba Frisca, ucapannya terlalu berlebihan πŸ™ˆ Untung nggak mba balas, dan endingnya justru mba yang membawakan kemenangan hahahaha. Kocak banget twist ceritanya, mba. Dan saya setuju, better report atau block, nggak seru main sama player yang kasar ucapannya 😁

      Delete
    2. iya bener asal tau waktu dan ga bablas ihihi

      Biasa kak Eno! Kalau di game MOBA tuh gituu...banyak yang jempolnya kasar eh maksdnya ngetik kata2 kasar hahaa
      makanya sampe dibikin sistem sensor gituuu skrg... klo ngetik kata2 kasar langsung disensor hihihi

      Delete
    3. Padahal nggak usah pakai kata kasar pun tetap bisa main, ya 🀣 heran ~

      Delete
  7. Kejadiannya baru saja terjadi. Tapi kayaknya dicocok-cocokkan saja πŸ˜†

    Jadi saya ada mata kuliah bahasa asing, kebetulan sekelas kami ambil bahasa Jepang. Selama pembelajaran, saya tidak begitu tertarik dengan materinya. Sekalilun benar-benar menyimak, yang saya ngerti cuma "arigato" dan "sayonara".

    Kemarin ada tugas UAS, tapi lada video perintah tugasnya ada peringatan yang isinya kurang lebih " jangan memberi jawaban kepadaa teman Anda" dengan embel-embel ada Tuhan yang maha tau.

    Karena biasanya tugas bahasa Jepang saya minta bantuan ke teman, kali ini teman-teman saya serentak menolak. Saya tidak memaksa mereka dan menghargai keputusan mereka.

    Saya berusaha untuk belajar agar paham karena batas waktunya hanya menghitung jam. Saya hubungi teman yang lain untuk membantu saya. Alhamdulillah mereka mau dan sabar menghadapi saya.

    Kurang-lebih sejam sebelum batas waktu berakhir saya selesai. Saya ngga begitu ngerti dengan mata kuliah ini sekalipun mencoba menyimak. Memang, saya tidak dalam keadaan diremehkan. Saya mencoba untuk selalu melihat dari sudut pandang mereka untuk mencegah saya dari sikap egois. Ternyata, saya cuma butuh sedikit dorongan itu, dorongan untuk merasa bahwa saya tidak harusnya bergantung pada orang lain. Makanya, saat teman saya menawarkan jawaban saat mungkin sudah geram mengajari saya, saya menolak. Itu lebih kepada agar saya bisa mengerjakan tugas itu secara individu, bukan karena peringatan atas nama Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you sudah berbagi pengalaman mas Rahul, hehehe. Saya rasa teman-teman mas Rahul yang membantu nggak ada niatan meremehkan, karena dengan sudah mau membantu saja, itu artinya mereka care dengan mas and thankfully mas Rahul nggak take 'em for granted dengan menerima begitu saja penawaran dari mereka 😁

      Pada satu sisi, saya salut, sebab mas Rahul tetap mau berusaha meski mas Rahul nggak sepenuhnya paham akan mata kuliah yang diajarkan terlepas apapun hasilnya kelak πŸ˜† Menurut saya itu keren, semoga ke depannya, pelan-pelan bisa paham ya mas, apalagi bahasa Jepang memang susah πŸ˜‚

      Delete
    2. Iya kak Eno, saya berusaha untuk melihat dari sisi mereka juga. Alasan saya tidak mau menerima begitu saja tugas dari mereka itu juga karena saya merasa terpukul. Ha ha ha. Saya merasa harus bisa berdikari pada mata kuliah ini. Setidaknya berusaha untuk menyelesaikan semester ini.

      Terimakasih doanya kak Eno. Tugas pertama yang saya ceritakan alhamdulillah sudah selesai. Tinggal soal kedua dengan perintah merekam bahasa Jepang. Dari kecil nonton Ninja Hatori dan Doraemon tidak nambah kemudahan untuk saya :(

      Delete
    3. SEMANGAT MAS RAHUL, YOU CAN DO IT! πŸ₯³

      By the way, mas Rahul dulu menonton Ninja Hatori sama Doraemonnya pakai bahasa Jepang? 😍 Cool! Hahaha, saya selalu pakai bahasa Indonesia. Nggak paham bahasa Jepang sama sekali soalnya, baru tau arigatou saja setelah besar πŸ˜‚

      Delete
  8. Eh aku dulu sering main othello ini, tapi zaman SD hahahahaha. Jujur udh lupaaa mba. Kayaknya aku hrs baca ulang dulu deh aturan mainnya, supaya bisa main lagi :D. Yg aku inget, seru kok permainan ini.

    Meremehkan usaha orang lain, aku ga mau jugalaah. Takut kualat :p. Buatku, stiap usaha itu perlu diappreciate. Jgn diremehkan, Krn aku ga tau seperti apa dia mengusahakan caranya supaya bisa mencapai target.

    Aku prnh ngalamin ini juga. Pas msh ngantor :D. Waktu itu awal2 kantor nerapin aturan baru yg mana target error' rate dalam pembukaan rekening hrs kurang dari 3%. Yg mana ini berat, kecuali pembukaan rekening sebulan bisa lebih dari 30 buah. Mungkin kalo aku kerja di BCA itu gampang aja. Tapi bank asing tempat aku kerja , di mata orang2 msh dianggab 'bank mahal' yg mana mereka takut utk menjadi nasabah. So, aku hrs berusaha keras supaya pembukaan rekening yg ada di bulan itu jgn sampe error'. Soalnya yg memeriksa final itu deptartmen lain mba. Jd kalo sampe salah, ga ada ampun hahahaha

    Awal2 aku msh blm bisa penuhin target. Kyknya adaaa aja kesalahan, yg TTD nasabah dianggab ga mirip KTP lah Ama itu dept checker :p. Fotocopy ktp nya dibilang Burem, itu juga msk ke penilaian.

    Sampe bosku marah, dan ksh ultimatum, kalo bulan depan msh merah rate-nya, aku bakal didepak ke cabang LBH jauh wkwkwkwk .

    Lgs laah aku minta training kilat Ama dept yg jd checker, utk ngajarin caranya meriksa pembukaan rekening seteliti mungkin, apa aja poin yg hrs diperhatikan supaya error' rate ga terjadi. Aku minta semua teamku hrs ikutan trainingnya, jd kami ngerti di mana kesalahan yg slama ini terjadi.

    Bulan berikutnya, sampe aku resign, aku bisa maintain error' rate di bawah 3%, malah seringnya zero :D. Aku bisa senyum bangga ke bos ku, nunjukin hasilnya :D. At least, aku resign dari kantor dengan ninggalin impresi bagus :) , bukan yg jelek :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu bingits mba, apalagi jika kita sudah tau cara agar menang 🀣

      Agree sama kalimat awal mba Fanny, kita nggak tau sejauh mana seseorang mengusahakan dirinya untuk mencapai target yang dibuat. Dan setiap orang pastinya punya target berbeda. Jadi, jika jalannya lambat dari sudut pandang kita, jangan kita remehkan, dan seharusnya kita justru appreciate / supports mereka 😍

      Duh kebayang bangettt bagaimana deg-degannya saya kalau ada di posisi mba Fanny, apalagi dengar bos bilang mau didepak ke kantor cabang yang lebih jauh hahaha. Bisa amsyong saya πŸ˜† Thankfully, kejadian itu justru jadi turning point untuk mba Fanny dan team membalikkan keadaan. Bahkan bisa meraih rate 0% ya, mbaaa. It's cool! πŸ™ˆ

      Thank you sudah berbagi pengalaman as usual, mbaaaa 😍

      Delete
  9. Saya lupa pernah main atau enggak, tapi yang saya tahu ini mirip catur bedanya tuh nyerang lawan dengan membalik bidaknya dan berubah warna gitu kan, ya? Banyak-banyakan jumlah sampai enggak bisa jalan lagi. Saya tahunya dari anime gitu. Tapi masih cukup bingung cara mainnya. Haha.

    Saya jarang meremehkan orang sih. Khususnya akhir-akhir ini sudah enggak pernah lagi. Kalau enggak salah, zaman SMK dan kuliah semester awal palingan banyak lagak dan seolah arogan karena merasa pintar. Apanya coba yang pandai, begitu ingat pernah ada kejadian teman yang nyontek tugas saya malah mengoreksi bahwa yang saya kerjakan ada salahnya. Kocak. Berarti secara enggak langsung dia orangnya lebih teliti. Mungkin juga lebih pintar.

    Sumpah, gara-gara itu saya enggak akan menganggap orang lain lebih bodoh lagi. Tiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Itu kan buktinya dia sebenarnya paham, cuma saya tebak malas mengerjakan sendiri ketika bisa menyalin kerjaan orang. Dengan kata lain: dia enggak mau ribet mikir sendiri.

    Yang kadang saya remehkan tuh pekerjaan sepele dengan menunda-nunda, lalu lama-lama numpuk. Contoh paling gampang ya mencuci pakaian. Mengusahakan seminggu sekali biar rutin, tapi sering kepala ini berpikir: Ah, besok ajalah tunggu banyak.

    Enggak terasa besok dan besok dan besok hingga banyaknya kebangetan. Saat melihat pakaian kotornya menggunung keburu malas duluan. Tapi kalau enggak dikerja-kerjain ya kapan beresnya. Haha. Semoga sih hal-hal remeh enggak diremehkan lagi, sebab sekecil apa pun suatu hal kan lama-lama besar. Sedikit lama-lama banyak. Begitulah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. BETUUUUL mas Yoga, begitu mainnya, gampang bangettt kan, tapi ya nggak gampang ugha sih sebenarnya hahahaha. Kalau gampang nggak mungkin saya kalah terus di awal, eeeh ini mungkin memang sayanya yang payah 🀣

      Duh penyakit merasa pintar jaman sekolah ini pernah saya alami hihihi *jadi malu* tapi kalau saya dulu pengalamannya hingga bisa sadar kalau saya itu bukan satu-satunya adalah ketika rank saya di-takeover oleh teman baik saya, yang jadi rank pertama πŸ™ˆ Langsung kena tampar realita dan sadar sesadar-sadarnya, saya nggak boleh banyak gaya hahahaha. Pengalaman berharga jaman sekolah ya, mas πŸ˜†

      Dan setuju sama mas Yoga, justru hal semacam bersihkan barang yang kita gunakan, atau cuci baju *seperti pengalaman mas* kadang lebih sering kita remehkan. Padahal kalau langsung dikerjakan, bisa mengurangi beban 🀣 *suka cari gara-gara*

      Delete
  10. Seru banget Mba Enooo dari kalah terus jadi menaaaang yeaaayy πŸ˜‚

    Cerita Mba Eno ini bikin aku bertanya-tanya, aku masih suka gitu ga yaaa? Kadang kalimat underestimate ini ga dimaksudkan keluar tapi tanpa sadar keluar dan nyinggung orang lain πŸ™ˆ Semoga udah semakin berkurang huhuhu...

    Tapi kadang aku juga masih mengunderestimate diri sendiri siih, kayak belum apa-apa udah duluan mikir ga bisa atau gagal, atau minder duluan ngeliat orang lain ngerjain hal yang sama hahaha, jelek banget yaaa pikirannya πŸ™ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu mba Eya, saya lagi beruntung sepertinya πŸ˜‚

      Nah iya, kadang kita nggak maksud underestimate tapi ternyata tanpa sadar kita meremehkan orang yang bersinggungan dengan kita. Semoga kita bisa terus belajar untuk lebih berhati-hati ya, mba. Saya pun masih berusaha jaga lisan dan tulisan πŸ™ˆ

      Dan persoalan underestimate diri sendiri ini nggak kalah penting untuk mulai kita cari solusinya. Jangan sampai kita selalu minder padahal kita punya kualitas yang bagus dan value yang oke serta skill yang mumpuni as personal. Semangat, mba Eya 😍

      Delete
  11. Yah... kemarin saya komen, ternyata ga masuk, ya mba? :(((

    Saya ga tau pernah diremehin orang atau ga, born to be sebodo teuing kayaknya :)))
    Tapi saya suka ke-triggered kalau lagi main game terus disalip gitu, mba... yang nyalip ga ngeremehin sih (kenal aja ga... :)) ), ga tau deh, keluar aja gitu kompetitifnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada komen masuk dari mba Hicha πŸ˜†

      I wish, I have that kind of sabodo teuing karakter mba especially jaman muda, jaman dimana setiap kata orang rasanya langsung masuk ke perasaan 🀣 Untungnya berjalan dengan waktu dan bertambahnya usia, sudah mulai bisa memilah hahahaha. By the way, triggered dalam hal games itu memang bisa buat kita jadi lebih kompetitip, ya πŸ™ˆ

      Delete
  12. Aku anaknya gak kompetitif banget di departemen strategi, ga heran ga pernah suka dengan board games tipe begini. Catur nggak suka, ludo nggak suka. Senengnya monopoli atau ular tangga aja =))

    Game othello ini saya sampai sekarang nggak ngerti cara mainnya mbakkk wkwkwk. gegara baca post ini saya jadi buka wikipedia soal othello, ternyata dulu pernah main di hp namanya reversi ya. Waktu main di HP juga selalu kalah karena bingung gimana cara mainnya, mendadak semua bidak saya udah diambil πŸ˜‚πŸ˜‚

    karena sifat gak kompetitif ini juga barangkali ya, saya cenderung nggak suka kalau diremehkan duluan, dan malah milih genre atau hal lain. :) Doyan main aman, jadi nyari game yang emang kira-kira bisa saya kuasai. Suka kehilangan kesempatan untuk menikmati hal baru jadinya, karena toh, dalam berbagai kesempatan, saya juga dapat asiknya meskipun nggak bisa jadi yang paling jago πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monopoli butuh strategi juga mba, biar nggak bangkruuuut hahaha. Justru menurut saya, bisa menang main Monopoli adalah salah satu hal keren πŸ˜†

      Yes, nama lainnya REVERSI (REVERSE) huehehe, dan apa yang mba Mega alami pun pernah saya alami, bahkan pernah tuuuh bidak saya 100% diambil haha. Sampai si kesayangan ketawa ngakak, kok bisa-bisanya saya kalah telak πŸ€ͺ

      That's okay mba, yang penting kita comfortable saat memainkannya. Ada yang memang tipenya seperti mba Mega, lebih enjoy being moderate saat bermain games, namun ada pula yang seperti saya, hobinya kompetitif dan menang 🀣 Apapun itu, asal nggak sampai gontok-gontokan hanya karena games dan tetap asik, ya mba πŸ₯³

      Delete
  13. Saya entah kenapa, selalu senang bila ada orang yang meremehkan saya. Sebab saat dia meremehkan saya, dibalik setiap kata-katanya tersirat kata, "saya jauh lebih baik darimu, agung" dan itu sebenarnya membebani dirinya sendiri untuk mempertahankan ucapannya.

    Sebab kalau sampai yang diremehkan bisa membalikkan keadaan, pasti akan menjadi sesuatu hal yang memalukan buat dia.

    Saya sudah sangat sering diremehkan, sejak masa sekolah dulu. Beberapa kali saya bisa membalikkan situasi, tapi ada juga yang saya memang harus akui orang lain lebih baik daripada saya. Jelas tidak mungkin ya mbak, kita unggul di semua bidang dari orang lain. Jadi, sadar dengan kemampuan sendiri juga penting alih-alih menjadi ambisius. Busa stres sendiri.

    Tapi kalau ledek-ledekan dengan si kesayangan, pastinya tidak seserius itu beban moralnya ya, mbak. Hehe.
    Saya juga sering meledek istri saya kalau dia ketinggalan atau kalah main game. Seperti kemarin kami main domino, dia kalah, lalu saya nyeplos saja, "main domino kok ga dipikir mau banting kartu apa, ya pasti kalah"

    Tapi itu buat seru-seruan saja sih mbak dan respon istri saya cuma nyubitin pipi saya saja, tidak sampai ngambek. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaah, pemikiran yang cool, mas Agung. Saya nggak berpikir jauh ke sana, tapi apa yang mas Agung bilang ada benarnya 😍 Memang kalau dipikir-pikir, ketika kita let say berkata, kita lebih baik dari seseorang, deep down inside, kita jadi terbebani dengan kata-kata kita dan berusaha membuktikannya πŸ˜…

      Dan betul, kadang kita perlu mengakui jika seseorang memang lebih baik dari kita. That's totally fine, karena seperti yang mas Agung bilang, kita nggak bisa menguasai semua hal, takutnya kalau terlalu ambisius jadi stres kitanya πŸ˜† Suka banget sama insight mas, thank you so much mas Agung, sangat mencerahkan 😍

      Well, kalau sama pasangan, pastinya kita pure hanya untuk seru-seruan, becandaan saja saling meledek hahaha. Cuma saya tetap bicara panjang lebar seperti saat main itu agar si kesayangan ingat bahwa kata-kata itu nggak bisa sembarang kita ucap. Takutnya menyinggung orang πŸ™ˆ hehehe. Other than that, we just had fun, rite? 🀣

      Delete
  14. Aku belum pernah main Othello kayaknya. T.T

    Wkwkwk itu pas Kak Eno habis ngomong panjang gitu, si kesayangannya Kak Eno bereaksi gimana? xD Aku bayanginnya si kesayangannya Kak Eno langsung sungkem minta maaf. xD

    Aku kayaknya sering diremehin orang, tapi yang paling aku inget itu waktu SMP. Mungkin karena aku kecil dan kelihatan ndeso kali ya Kak, kalau aku dapat peringkat tinggi di kelas itu pernah ada yang bilang "wah nggak nyangka ya Endah dapat peringkat". xD

    Terus pernah pas satu temen bilang gini "kamu nggak akan bisa ngalahin anak itu di kelas, dia pinter banget". Eh dua tahun sekelas sama anak itu, nilaiku selalu di atasnya. Nggak nyangka sih kalau ini wkwkwk.

    Sama apa ya Kak, kayaknya sering diremehin bikin aku kebal aja gitu kalau dipandang rendah atau nggak dipeduliin sama orang. xD Udah kayak bodo amat, tapi kalau ngerendahinnya kebangetan ya aku samber omongannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak sampai sungkem mba Endah hahaha, dia hanya cengengesan dan bilang, "I know. Sorry." 🀣 Lagipula saya nggak marah meski bicara panjang lebar. Hanya mengingatkan jangan sampai dia keceplosan begitu saat bicara dengan orang sebab kita nggak tau bagaimana reaksi orang tersebut ketika mendengarnya πŸ™ˆ

      Aduuuh jahat banget itu yang meremehkan, masa sampai berpikir demikian. Memangnya apa yang salah dengan kelihatan ndeso, huhu. Thankfully mba Endah maju terus membuktikan bahwa mba Endah smart 😍 And that's cool!

      Semangat selalu, mba πŸ₯³

      Delete
  15. Kenapa saya baca ini malah jadinya pengen main Line Get Rich yah πŸ€” padahal nggk ada hubungannya sama sekali...wkwk

    Saya belum pernah main ini mba Eno... malah baru dnger yah dari mba Eno ini.. tapi kalau Witch saga sama plant vs zombie smpe yg series ke dua.. udah pernah.. hehe. Malah yg PvZ 2 udh tamat..

    heheh.. lucu banget mba.. ngebayangin mukanya kesayangan yg abis kena ceramah Mba Eno seperti apa mba?

    Tapi emnk bener sih.. kadang omongan orang yg underestimate ke kita itu bisa jadi cambuk buat kepengen belajar jadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Line Get Rich itu nama game, mas? 🀣

      Saya pun dulu jarang main ini mas, meski tauuu tapi nggak minat πŸ˜† Well, kalau Witch Saga sama PvZ sih itu fave saya, apalagi PvZ 1/2, sampai saya restart dari awal karena sudah tamat hahahaha. Seru bingits yaaa 😍 Jadi rindu memainkannya ~

      Muka dia habis saya ceramah hanya mesam mesem cengengesan mas, sambil bilang, "I know. Sorry." hahahaha. Tapi ya saya nggak marah kok, hanya mengingatkan agar si kesayangan hati-hati jangan sampai keceplosan πŸ˜… Dan iya, ketika ada seseorang underestimate kita, bisa jadi cambuk untuk kita be better. Hehehe. Semangat! 😍

      Delete
  16. Kak Eno dabbesstt banget sih, dari game aja bisa loh ngambil life learning. Hahahah πŸ˜‚ Sayangnya, aku nggak pernah main game. Selama idupku, game yang aku mainin itu game PS pas masih SD. Itu pun mainnya sama temen, pas itu masih jamannya GTA. Hahaha, kayaknya KaK Eno ga tau wkwkw πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Kalau direndahin? Ya diem aja, hahaha. Nggak aku tanggepin, karena maunya fokus sama diri sendiri aja. Kasian otakku buang-buang energi. Ya walau kadang masih suka kepikiran juga. πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas kebetulan saja mba Syifana πŸ™ˆ Saya pernah dengar GTA, tapi nggak pernah memainkannya. Sepertinya ada generation gap di antara kita mba, hahahaha *yaiyalah, mba Syifana masih sangat muda compare to saya yang sudah tuak* πŸ˜†

      Hihihi menurut saya itu salah satu cara tepat, fokuskan energi yang kita punya untuk pengembangan diri kita 😍 Well, kalau kepikiran, itu normal, kan? 🀣

      Delete
  17. Kak Eno, apa nggak mau main bareng denganku? 😝 Tapi aku belum ngerti cara main Othello sih, cuma sering dengar aja *plakk*

    Anyway, aku setuju banget sama Kakak! Never underestimate orang lain. Paling sedih kalau belum juga mulaai, baru persiapan tapi udah di underestimate, itu bikin mental jadi down banget padahal mulai aja belum 🀧

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, ayooook, tapi masuk ke Korean server games Li 🀣 Kalau yang di hape kakak nggak tau bagaimana main sama online player, nggak bisa-bisa πŸ˜…

      I know, pastinya akan down, apalagi belum ambil langkah, sudah langsung dianggap kitanya nggak bisa, nggak mungkin sukses endeblabla. However, semoga apapun kata orang, nggak membuat kita stop berjalan, semangat Lia 😍

      Delete
  18. wakakakakaka, ya ampun eno, saya tuh selalu speechlees ama kalian, karena kadang random banget, kalau nggak main game, melakukan hal-hal yang receh hahahaha.
    Btw kalau saya main game, kalau belom menang, saya nggak bakal mau sudahan, pokoknya saya harus menang, dan harus juara 1.

    Dan untuk semua game, saya selalu menang dibanding paksu, selain game bola sih.

    Oh ya, saya udah pernah cerita nggak ya?
    Dulu tuh sewaktu masih kuliah, di rumah paksu ortunya usaha persewaan PS, eh PS ya namanya? :D

    Nah sampai akhirnya seiring zaman, udah ga laku lagi, jadi teronggok begitu saja.
    Saya dong jadi rajin ke sana, cuman buat main game.

    Coba cari di mana ya, ada pacarnya anak, perempuan pula, datang ke rumah camer, camernya sibuk masak, dia malah sibuk main game hahahahaha.

    Nggak heran dulu bapak mertua kurang suka sama saya, ternyata setelah nikah, barulah blio kenal kalau anak mantunya ini bukan gamers sejati, hanya saja nggak mau kalah hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, pas kebetulan hobinya sama mba, senang main game, jadi salah satu bentuk quality time berdua, mostly diisi kalau nggak untuk game ya untuk yalan-yalan. Too bad, gara-gara Corona nggak bisa ke luar. Alhasil rajin main game sekarang πŸ˜†

      Wuiiih, mba Rey kompetitif bangetttt, me likey hahahaha. Sama, saya pun maunya main terus sampai menang. Kecuali bertahun-tahun kalah, well, mungkin itu saatnya saya menyerah πŸ€ͺ Eh tapiii saya juga nggak bisa main game bola macam FIFA, mba πŸ™ˆ

      Sepertinya mba Rey belum cerita, hihihi kocak bangetttt 🀣 Untung camer mba nggak marah, maybe hanya menggerutu, "Ini anak bukannya bantu masak, justru main game terus-terusan." hahahahaha πŸ˜‚ Thank God, bapak mertua tau hal sebenarnya πŸ˜†

      Delete
  19. Ternyata mainan pun bisa membawa pelajaran yaaa kalau kita mau ambil positifnya😊 aku pernah punya cerita sih, dulu pas SMA suka diremehkan karena nilaiku rendah terus, tapi ternyata aku lulus dengan nilai di atas rata-rata dan keterima lewat jalur undangan untuk kuliah. Waktu aku lulus kuliah pun aku lebih dulu lulus dibanding teman-temanku dan beberapa bulan kemudian langsung dapat kerja. Rasanya membalikkan omongan-omongan itu tuh... Luar biasa. Nggak perlu balas omongan, tapi cukup dengan aksi.

    Tapi memang begitulah dunia, orang selalu judging first, menjatuhkan, padahal orang itu bisa berubah jika memang ia memiliki tekad. By the way, rasanya pasti bersyukur banget ya Kak Eno, karena memiliki kesayangan yang bisa membantu Kak Eno melihat hal-hal kecil yang positif even dari game aja 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Jez, setiap hal yang kita lakukan, kalau mau diambil sisi positifnya pasti ada saja πŸ˜‚ huehehe. Dan betul yang mba Jez bilang, kita nggak perlu membalik dengan omongan, tapi better beraksi sambil terus berusaha menjadi lebih baik ke depannya 😁 Selama masih dijalur positif, bukan untuk revenge, menurut saya it's okay πŸ˜†

      Semoga kita bisa terus bertumbuh, dan belajar dari pengalaman ya, mba 😍 Saya pun belum sepenuhnya baik, tapi ingin berusaha. Hehehehe. Semangat untuk kita mba Jez πŸ₯³ And yes, saya beruntung, punya pasangan yang bisa memberikan saya banyak pelajaran berharga, dan menjadi partners untuk belajar sama-sama πŸ™ˆ

      Delete
  20. paragraf terakhirnya, hiks
    aku sedang berusaha melewatinya mbak, dalam hatiku nun jauh disana, aku sendiri akan berusaha untuk mencapai tujuan atau kemenangan dalam suatu hal kalau "dianggap enteng" sama orang lain
    majuu terusssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mba Ainun, siapapun yang menganggap enteng mba, dengan alasan apapun, jangan sampai itu jadi hambatan untuk mba terus melangkah 😍

      Keep going mba, maju terus pantang mundur πŸ₯³

      Delete
  21. Waktu lihat penampakan othello online di atas, pikiranku sama kayak Mba Phebie, lah Othello bukannya yg black n white itu yaa, oh ternyata memang versi online masa kini agak berbeda yaa πŸ˜‚

    Seruuu baca komentar teman-teman ahahaha kebetulan aku anaknya nggak terlalu kompetitif, Mbaa. Tapi kalo udah kena 'senggol' orang yang underestimate gini, beuhhh bisa panas seketika 😀

    Aku pernah mengalaminya saat awal-awal bantu Mama mengembangkan Jesrisoles, ada aja komentar kerabat seperti "Ngapain kamu jauh-jauh kuliah ngurusin risoles?" atau ada juga yang ngomong ke Mama langsung (ini bikin sedih huhuhu) kayak ngapain sih bikin risoles, memang bisa apa nantinya. Untungnya aku dan Mama nggak menghiraukan komentar tersebut dan tetap berusaha sebaik mungkin untuk Jesrisoles. Meski usaha rumahan ini nggak yang gimana banget, tapi aku tetap bangga sama Mama yang nggak pernah menyerah (:

    Yang Mba Eno bilang itu benar banget. Terkadang orang harus melihat hasil nyata yang WAW baru bisa menghargai usaha orang lain. Padahal mau result seperti apapun, effort tetaplah effort yang harus dihargai.

    As always, insight yang sangat berfaedah dari permainan games yaa, Mbaa 😝 maacih sudah berbagi! ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, iya mba Jane, versi online beda, dan kebetulan main di game server Korea yang warna-warni game-nya kayak di atas, so colorful and fun 🀣

      Mba Jane yang nggak kompetitif saja bisa panas, apalagi kompetitif betulan, bisa meleduk pasti kepala mba kayak saya sampai ke luar asap πŸ˜† Wk. Tambah panas jika yang meledek pasangan, rasa kompetitif entah kenapa semakin membara πŸ€ͺ

      Duuuh itu tega bangettt yang ngomong begitu, apalagi kerabat sendiri yang mana sebisa mungkin memberi support πŸ™ˆ Thankfully, mba Jane dan mama tetap keep going sampai sekarang ~ kalau nggak begitu, pasti saya nggak bisa makan Jesrisolesss hahaha. Baru beberapa hari lalu saya order, pas kebetulan open di Gofood πŸ˜‚

      Dan saya setuju sama mba Jane, kadang kita harus lihat sesuatu yang wah dulu untuk menghargai orang lain huhu, padahal sekecil apapun itu efforts harus tetap dihargai, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik 🀧 Semangat untuk kita 😍

      Delete
  22. Pertama, saya ngga tahu game othello wkwkwkw. Kedua, ini tuh cerita sederhana tapi mba Eno bisa nyelipin pelajaran yang ngena banget di kehidupan sehari-hari. Intinya ya mata kita hanya bisa liat apa yang emang terlihat, kita ga pernah tahu akan apa aja perjuangan dibalik kisah hidup seseorang dan jangan sekali-kali ambil kesimpulan pendek soal itu.

    Makasih mba Eno atas postingan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kira mas Ilham pernah memainkannya 😁

      Hehehehe, terima kasih mas Ilham untuk apresiasinya. Benar kata mas, apa yang kita lihat itu mungkin hanya sekian persen dari apa yang mereka perjuangkan. Jadi kita jangan sampai ambil sembarang kesimpulan dan menyakiti tanpa sengaja πŸ™ˆ

      Sama-sama mas, terima kasih sudah baca πŸ˜†

      Delete
  23. Mbak Eno semangat banget usahanya euy sampai memutarbalikkan situasi dalam waktu singkat. Mbak Eno 짱~~

    Aku untungnya tipe yang lumayan cuek sih, Mbak Eno. Jadi aku gamau ambil pusing orang mau ngomongin kek, ngeremehin kek. Prinsip aku selagi aku gak mengganggu dan merugikan orang lain aku bodo amat deh, kecuali kalau nyenggol keluarga ku, nah itu aku bisa murka. hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat dong mba, panas diledek si kesayangan soalnya 🀣

      Hahahaha, well, memang sebaiknya kita nggak perlu terlalu memusingkan kata-kata orang, kalau itu membangun, bisa kita ambil positifnya, tapi apabila pure kritik dan cenderung negatif, baiknya jangan terlalu dipikirkan. Hehe. Semangat untuk kita 😍

      Delete