Run, Hon! Run! | CREAMENO

Pages

Run, Hon! Run!

Kata salah satu mates gue, kalau mau cari makanan enak di negara orang yang cocok dengan lidah kita as Indonesian, jawaban paling mudah adalah Chinatown, which is menurut gue ada benarnya πŸ˜‚ Meski gue jarang ke sana, selain karena ruamaiii puool macam cendol, gue pun lebih merasa nyaman makan di restoran (in general makanan di sana enak-enak). Well, alasan gue prefer makan di resto karena nggak ribet saat pesan, tinggal tunjuk menu plus bayar pakai card, while makan di Chinatown harus bawa cash πŸ˜† Yaiyalah jauh-jauh ke Chinatown rasanya sayang jika ended up makan di resto, jadi ketika ada kesempatan, gue akan gunakan itu untuk coba kaki lima 😍

So, kelanjutan cerita dari kunjungan singkat si kesayangan ketika gue di Thailand adalah dia ajak gue ke Chinatown untuk makan kaki lima keesokan harinya 😁 Bermodal GRAB, kami tiba di Chinatown dalam keadaan bingung mau makan apa hahahahaa. Pengetahuan gue soal makanan lokal nggak banyak, taunya Chicken Rice, Pad Thai, Morning Glory, Mango Sticky Rice, Chicken Wings dan sejenisnya doang πŸ˜‚✌ Eniho, si kesayangan bergegas gandeng tangan gue dan tanpa ragu ajak gue masuk ke salah satu gang penuh pengunjung sampai mau jalan susah πŸ€ͺ

Night at Chinatown, Bangkok, Thailand πŸ’•

Antriannya panjangggg πŸ™ˆ

Lihat kanan kiri sebentar, dia pun berhenti di depan counter jus dan berbisik, "How about we drink juice first? Nanti bisa lihat ada apa saja di area sini, baru kita pilih makanannya." 🀣 Gue anggukan kepala tanda setujuuuu, dan kami langsung melipir ke counter jus kecil yang ada di sebelah kanan gang. Seorang Ibu datang menghampiri kami dan memberikan selembar menu yang sudah koyak. "What do you want?" --- tanya si kesayangan sambil check satu persatu menu yang ada, "Jus Jeruk bagaimana?" lanjutnya, yang gue jawab dengan, "Call~! Okay." 😁 *malas berpikir, wak*

Counter jus. Gue dan si kesayangan duduk di meja itu 😍

Beberapa pilih lainnya 😁

Waktu berlalu, jus pesanan kami datang -- Kami meminumnya dengan perlahan sambil perhatikan kiri kanan. Pada sisi kiri counter jus ada warung kaki lima menjual aneka rupa seafood berukuran besar. Di seberangnya ada warung kaki lima jual Pad Thai dan aneka tumisan. Dan sini kanan ada sepasang suami istri jual Omelet Telur dengan tambahan toping seperti Otak-otak πŸ˜† Hmmm, sebenarnya ada banyak menu lain tapi gue nggak hapal. Gue berpaling lihat si kesayangan yang sibuk pantau keadaan. "Hon, gue kayaknya mau Omelet sama Pad Thai." ucap gue asal 🀣

Tumpukan seafood πŸ˜†

Yang suka bakar-bakaran 😁

Gue lupa ini jual apa 🀣

Warung bubur, ada yang mirip Es Loder πŸ˜†

Kenapa asal? Karena yang jual Pad Thai sama Omelet itu dua warung beda --- Dasar gue, hobinya cari kerjaan, ada yang mudah, lebih suka buat susah *eaaakh* πŸ€ͺ Berhubung si kesayangan anak baik, huehe, dia pun mengiyakan request gue, "Yasudah kita pertama makan Omelet dulu, setelah selesai baru kita ke warung Pad Thai." 😁 --- Belum selesai sampai disitu, gue lanjut iseng dengan bilang, "Tapi gue mau makan Pad Thai dulu baru Omelet." hahahahaha *dilempar sendal* 🀣

🐰🐰🐰

Selesai menyesap jus yang habis nggak bersisa ---- kami pindah ke warung Pad Thai dan memesan Pad Thai plus Morning Glory favorit si kesayangan. Morning Glory itu apa, koook si kesayangan sampai sebegitu suka? 😁 Jadi Morning Glory itu TUMIS KANGKUNG, geeenks. Wk. Si kesayangan suka banget tumis kangkung, makanya ketika dia tau di Indonesia ada menu serupa, dia happyyy sangat. Sampai mba gue mabok kangkung karena si kesayangan always request menu sama πŸ˜‚

Back to story, setelah kenyang makan Pad Thai dan Morning Glory --- kami buru-buru ke warung Omelet karena bangku yang available tinggal duaaaa πŸ€ͺ Tap.... tapiiiiiii, berhubung ini open space, dengan satu meja besar memanjang bisa diisi 12 orang, plus bangku-bangku plastik berjejer, gue dan si kesayangan dapat posisi dua bangku tengah dengan sistem duduk samping-sampingan πŸ™ˆ Alamak. Bagaimana cara kami duduk di tengah strangers, ya (?) -- awkward 🀣

Berjalan di dalam salah satu gang 😍

Warung mirip warteg, nggak tau namanya, nggak bisa baca πŸ˜‚

Warung Noodle 😍

Gue menarik kursi, sambil bilang permisi ke sisi kiri gue, seorang cowok dengan kaos putih yang sibuk makan Omelet sambil kipasan pakai electric fan berbentuk bundar. Kemudian, di sisi kanan gue ada si kesayangan --- dan di sisi kanan si kesayangan, ada seorang bapak kemeja kotak sedang makan menu entah apa sambil menyuapi anaknya yang mungkin berusia around empat atau lima. Lastly, di depan kami, ada another couple sedang makan, while sibuk scroll ponsel personal. Ehhh, gue nggak yakin couple atau bukan, tapi mereka makan sepiring Omelet berdua πŸ˜†

"One Omelet." teriakan sang Ibu penjual memecah pikiran --- sepiring Omelet tiba di depan mata. Iya, gue sama si kesayangan makan sepiring berdua, sudah agak kenyang soalnya πŸ˜‚ Dan Omelet itu habis dengan cepat, seriously super cepat, mungkin hanya tiga menitan. Karena gue mau buru-buru kabur dari sana hahahahaha. Gilak, di kolong mejanya banyak nyamuuuk coy, kaki gue habis digigit sampai super duper gatal, mau garuk pun susah πŸ˜… hhhhhhh. Si kesayangan sampai sibuk kibas-kibas area kolong pakai kertas menu laminating saat tangan kanannya sibuk makan πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Kelar makan, kami berjalan menyusuri Chinatown, cari tempat yang nggak begitu crowded untuk pesan GRAB dan berhenti di pertigaan, 200 meter dari gang tempat kami makan sebelumnya. Gue pun membuka aplikasi GRAB, mulai proses titik penjemputan ---- sedangkan si kesayangan masih sibuk kibas-kibas gue yang agak berkeringat πŸ˜† Til suddenly, gue menoleh, menatap dia, lalu mata gue bergerak melihat tangan kanannya dan kertas menu laminating yang dia pegang. "HOOOON, THAT'S OMELET AJUMMA MENUUUUUU. Kenapa lu bawaaaa, Maliiiih?" 🀣🀣🀣🀣

Lha, si kesayangan bisa-bisanya dia nggak sadar bawa menu warung orang πŸ™ˆ Mana seingat gue di meja tadi cuma ada satu menu, jangan-jangan Ibu warung lagi kebingungan cari menunya yang mendadak hilang πŸ˜‚ Si kesayangan dengan syoooook langsung lari tunggang langgang ke warung Omelet disaat gue sibuk menertawakan dia dari kejauhan πŸ˜† Nggak lama setelahnya, dia sudah kembali dengan memasang wajah innocent serasa nggak punya salah 🀣 Wk.

Tuk-tuuuuk πŸ₯³

Foto-foto sambil tunggu si kesayangan kembalikan menu 🀣

Lovely night πŸ’•

Yeah, begitu~lah kami akhirnya tutup hari dengan tertawa sampai puas. Lebih tepatnya gue yang menertawakan tingkah dia hahahahahahaha πŸ™ˆ But deep down inside, gue bersyukur, bisa punya seribu satu momen receh sama si ganteng tercinta 😁 Dan walaupun kami berada di negara lain, rasanya gue tetap aman dan nyaman selama ada dia. Hueeeee... negara yang tadinya gue anggap asing ketika harus pergi tanpa dia, namun jadi terasa seperti rumah saat dia datang 😍

Teman-teman, ada yang suka main ke Chinatown, nggak? πŸ˜†

52 comments:

  1. uwuuuuu kalimat penutupnya kenapa uwu sekaliiiiii, aku tak tahan dengan ke-uwu-an ini 🀣🀣🀣🀣

    Aku ngakak pas baca bagian si kesayangan kebawa menunya ibu omelette 🀣🀣🀣 astagaaa, saking asik kipas-kipas sampai lupa kalau itu menu oranh ya WKWKWKWKW ngakakk bangetttt! Koplak banget dahh, apalagi sok pasang muka innocent setelah mengembalikan menu 🀣 astagaaaaa, bikin aku tambah ngakak bayanginnya 🀣.

    Aku baru ngeh kenapa kangkung disebut morning glory, mungkin karena kangkung terlihat segarnya hanya di pagi hari makanya dibilang morning glory(?) Wkwkwkw ngakak juga, nama kangkung kenapa elegan banget 🀣 awalnya aku kira ini sebutan untuk sejenis teh 🀣

    Thank you untuk post yang sungguh menghibur ini, Kak Eno 🀣🀣🀣

    Btw, setuju dengan pernyataan teman Kakak. Di Chinatown memang rata-rata rasa makanannya cocok dengan lidah kita, walaupun aku baru pernah berkunjung ke 1 chinatown aja sih yaitu yang di Glodok 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Epic banget waktu lihat dia kibas-kibas pakai menu orang, dan itu kami jalan 200m dengan santai, jadi mungkin butuh waktu beberapa menitan hahaha. Makanya kakak kawatir Ibu warung di sana panik cari menunya 🀣 Kocak setiap kali ingat wajah kaget si kesayangan, terus dia langsung wuuus lari tunggang langgang πŸ˜†

      Sama, kakak pun takjub, dari kangkung jadi morning glory namanya 😍 Cakep amat. Tapi mungkin karena alasan yang Lia bilang, segar hanya dipagi hari, that's why, dapat nama demikian. Kalau Lia tipe apa? Segar pagi siang atau malam? 🀣

      Sama-sama Lia, thank you sudah baca πŸ™ˆ hehehe, Chinatown tuh penyelamat banget memang saat kita bingung mau makan apa di negara orang πŸ˜‚

      Delete
  2. Apa bedanya morning glory sama tumis kangkung? Apakah morning glory bercahaya seperti cahaya pagi? Kenapa mas kesayangan bawa menunya keliling? Apakah dia kira itu pamflet trus kalian lagi keliling pameran? 😭 😭

    Anyway. Saya selaluuu seneng liat Chinatown di mana pun mereka berada, meskipun belom kesampaian liat Chinatown di berbagai negara, baru ngintip di negara tetangga doang. Tapi tampilan mereka khas banget ya. Meskipun ada huruf-huruf mlungker yang sungguh tak dapat dipahami, tapi sekali lihat langsung tahu: chinatown.

    Impian saya adalah bisa main ke Shanghai dan nyobain langsung street food dari chinatownnya cina. Tapi kayaknya bakal bingung kali ya, karena kabarnya banyak makanan nggak halal. Kalau di chinatown ini, apakah mayoritas menunya begitu juga mbak? Kira2 apa aja ya yang safe dipesan selain seafood/pad thai/omelet? Saya nggak akan bawa kabur menunya kok πŸ€ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, nggak ada bedanya mba 🀣 Si kesayangan lupa kalau yang dia pegang itu menu warung, mungkin dia terlalu fokus kibas-kibas πŸ™ˆ Wk.

      Agree, Chinatown tampilannya khas, dengan warna-warna cerah, salah satu yang ceria vibe-nya, mungkin itu salah satu alasan kenapa banyak orang pergi ke sana. Hehehehe. Oh dan warna dominan merahnya itu lhoooo, khas bangat 😍

      Kalau di China mungkin akan banyak menu yang nggak halal mba ~ Tapi kalau di Chinatown Thailand, ada menu pilihan halal dan lebih mudah didapatkan, dan di Thailand pun ada banyak penjual pakai jilbab meski jualannya di Chinatown hehehe. Untuk menu halal bisa cari yang materialnya sapi, seafood dan ayam, mba Mega 😁

      Delete
  3. Jadi kangen kantor di Bangkok.
    Dulu setahun sekali pasti ke kantor di Bangkok buat laporan ke ibu bos entah year report atau bikin year plan.
    Memang kalo jajanan Bangkok sih gak habis-habisnya pasti, untung skrg Jakarta punya MRT jadi sedikit seimbang wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mas Didut, saya pun rindu ke Bangkok, hehehe, apalagi jajanannya, salah satu yang terpaliiiiing sering saya inginkan dan bayangkan 🀣 Nah iya, thankfully sekarang di Jakarta sudah ada MRT, jadi mulai terlihat balance 😍

      Delete
  4. Bagian terakhirnya dimana si kesayangannya mba Eno ngebawa daftar menu sya jadi inget sama temen saya yang ga sengaja bawa kunci kamar villa pas kami perpisahan SMP di puncak dulu.

    Temen saya itu pun baru sadar pas udah pulang, pas udah sampe sekolah lagi. Dia panik dong dan ga kebayang yang punya villa nyariin kunci salah satu kamar yg hilang.

    Yahh namanya juga manusia, suka lupa dan itu lucu banget si wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Omaygad, teman mas Ilham lebih parah hahahaha, baru sadarnya pas sudah sampai sekolah lagi, nggak kebayang bagaimana paniknya yang punya villa πŸ™ˆ

      Tapi biasanya pasti ada kunci cadangan mas, semoga teman mas Ilham nggak sampai kepikiran dan kebawa mimpi soal kunci villa. Hahaha, lucuk bangat 🀣

      Delete
    2. Iya sepertinya ada sih mba. Ngga ko malah pada ketawa tawa ngeliat kunci kamar villa yg masih kebawa.

      Hehehe.

      Delete
    3. Hahahaha, what a memory mas, good to remember πŸ˜†

      Delete
  5. Chinatown kayaknya cocok untuk saya yang doyan seafood 😁 Apalagi makannya pake sayur tumis kangkung itu. Saya jadi lapar sendiri πŸ˜†

    Kalo ada satu hal baru yang saya sadari, itu adalah gaya storytelling kak Eno yang mulai bergeser seperti menulis cerita pendek dan semacamnya. Misalnya pada dialog,"one omelet" teriak sang Ibu penjual memecah pikiran. Saya jadi ingat tulisan-tuliaan mas Agus πŸ˜† Jangan-jangan, kak Eno juga lagi latihan mau buat cerpen?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seafood dan tumis kangkung itu perpaduan paling mantap, mas 😍

      Lho, iyakah? Hahaha saya nggak sadar 🀣 Kayaknya dari lama saya sudah sering sisipkan kalimat percakapan, ehiya nggak yaa πŸ™ˆ Wk. By the way, saya nggak latihan buat cerpen, sebab saya nggak jago tulis cerita yang seperti mas Agus, mas πŸ˜†

      However saya takjub kalau mas Rahul merasa demikian, disandingkan dengan mas Agus sang master cerpen soalnya huehehehe. Thank you, mas πŸ₯³

      Delete
    2. Bukan masalah kalimat percakapannya kak Eno, tapi kalimat setelah percakapan. Kayak "kata sang Ibu penjual", "Pikir Nenek yang masih kebingungan". Kayak gitu-gitu.

      Saya baru nyadar pas baca kemarin. Eksperimental dimata saya, tapi lucu πŸ˜†

      Iya, Mas Agus memang keren. Tapi kalo belajar, mungkin beberapa bulan kak Eno sudah bisa bersanding dengan Mas Agus. Kan, kak Eno orangnya ngga bisa ditantang? πŸ˜…

      Delete
    3. I see, hahaha, maaf mas, baru paham saya πŸ™ˆ Berarti menurut mas, saya sudah skill up buat tulis cerpen, kah? Jadi bangga dikomentar sama anak Sastra πŸ˜†

      Sayanya nggak sadar soalnya, mengalir saja saat menulis hahaha. Amiiin amiin meski saya nggak ada bayangan akan mengejar mas Agus karena mas Agus sudah terlalu tinggi skill-nya untuk urusan cerpen ~ tapi not bad untuk dicoba 😁

      Delete
    4. Saya mah anak sastra magang πŸ˜† Tapi menurut saya, itu langkah yang cukup keren. Selain mencoba gaya baru, itu juga buat kak Eno dan pembaca ngga bosan. Tapi sejauh ini saya nyaman-nyaman saja πŸ˜„

      Iya tuh, Mas Agus mah keren. Yakult aja bisa dijadiin cerpen πŸ˜…

      Delete
    5. Aziiiiik, hihihi, nanti saya akan belajar lebih giat lagi agar semakin pintar menulisnya πŸ˜† hahaha, kalau mas Agus, sudah beda dunia skill-nya 🀣

      Delete
  6. Wkwwkwkwk aku ngakak banget bagian si kesayangan bawa menu orang dengan santainya 🀣🀣🀣 untung masih sempat dibalikin, kalau sampai hotel baru sadar epic juga bahahaha

    Waktu Mba Eno nyebut omelette, aku kira Mba sempet nyobain omelette fenomenal di Bangkok, yang jualan nenek-nenek gitu katanya sampai dapet Michelin stars 😱 cuma sayangnya makan di sana kudu reservasi, kalau datang langsung katanya nggak dikasih masuk πŸ˜‚ Aku tau resto ini dari docuseries street food asia di Netflix, Mbaa. Penasaran banget sejak saat itu πŸ˜†

    Eniweii, Chinatown di Bangkok ini sedikit mengingatkan aku dengan Pasar Semawis di Semarang dan Sudirman Street di Bandung, Mba Enoo. Ramainya mirippp bangett hihi jalan-jalan di Chinatown memang suka bikin kalappp, kalau nggak ingat timbangan bisa bablas 😝 terus ngomong-ngomong soal Morning Glory, kalau nggak salah di China sebutannya juga berbeda, Mbaa. Kalau diartikan harafiah, kangkung di China artinya "sayur sehati", so sweet kan 🀣

    Btw, thank youuu for sharing this heartwarming yet so funny story to us, Mba Eno! πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kebayang kalau dia bawa sampai hotel, bisa amsyong Ibu warungnya entar mba hahahaha 🀣 Eniho, ada yaaa omelet fenomenal? Saya baru tauuu. Saya nggak menonton acara itu soalnya πŸ™ˆ Jadi penasaran seperti apa, secara saya suka telur-teluran 😍 Kalau sampai dapat Michelin Stars berarti enak banget, mba 🀀

      Agree, Chinatown bisa buat kalap, kalau nggak ingat angka timbangan yang bisa bergerak ke kanan kapan saja, mungkin rasanya mau makan semua πŸ˜‚ Dan itu nama yang di China ternyata lebih sweet lagi dari Morning Glory hahaha, kenapa di kita namanya jadi Kangkung, yaaa? Penasaran πŸ˜†

      Sama-sama mba Jane, thank you sudah bacaaa πŸ₯³

      Delete
  7. Kenapa ya saya selalu gagal fokus antara mengomentari tulisan bila lebih banyakan foto bagusnya ya...#akut

    Mbak Eno, edit fotonya pakai aplikasi apa, kalau boleh tahu....suka dengan tonenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kenapa kira-kira, mba πŸ˜‚ hehehe, saya edit foto pakai aplikasi handphone mba Phebie, namanya Lightroom, Snapseed dan VSCO πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  8. Ngakak banget kenapa menu orang dibawa-bawa WKWKWKWK saking asiknya ngipasin Mba Eno tuuh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aduh aku lihat seafood langsung ngiler Mba Enooo wkwkwk udah lama ga makan seafood yang segar gituu 😭 Sependapat sama Jane, Chinatown di Bangkok mirip-mirip Sudirman Street-nya Bandung dan Glodok juga, sampai kadang pusing sendiri kalau ke sana saking banyaknya orang πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu fokus dia mba, sampai nggak sadar hahaha 🀣

      Wah, kapan terakhir mba Eya makan seafood? Pasti sudah rindu sangat, ya 😍 Apalagi jika mba Eya pecinta seafood segar, macam lobster besar-besar πŸ˜† hehe. Saya jadi penasaran seperti apa Sudirman Street, dan barusan Googling ternyata ramai dan bagus tempatnya 😁 Kayaknya fun, jadi mau ke sana πŸ₯³

      Delete
  9. Si kesayangan multitasking banget yaa mbak eno. Bisa makan sambil ngipasi, apalagi yg buat ngipasi ternyata punya orang 🀣🀣

    Di semarang juga ada pecinan mbak eno. Tiap jumat-minggu malam juga ada pasar kuliner. Tempatnya juga open space. Selama pandemi sudah gada lagi pasar kulinernya...kangen suasana pasar kuliner pecinan :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk, iya mas, multitasking dia, tangan kiri kibas-kibas, tangan kanan pegang sendok untuk makan. Tapi memang nyamuknya ajegileeee parah banyaknya 🀣

      Pecinannya sama dengan yang mba Jane bilang kah, mas? 😍 Soalnya mba Jane bilang, mengingatkan akan Pasar Semawis hehehe, penasaran saya semakin ingin pergi ke Semarang. Kayaknya banyak tempat keren di sana πŸ˜†

      Delete
    2. Bener mbak eno, namanya pasar semawis. Suasana mirip sekali. Bentuk gang panjang yang dipenuhi dengan gerobak pedagang. Setiap jumat-sabtu malam lebih ramai. Susah jalan dan cari meja kosong. Apalagi kalau udah makan, biasanya lama ngobrolnya. Jadi semakin lama dapat mejanya 🀣🀣

      Delete
    3. Wuaah itu yang saya alami di Chinatown atas mas, susah banget cari meja kosong hahahaha, makanya sampai harus duduk di tengah strangers 🀣 Seru yaaa, semoga one day saya bisa mampir Pasar Semawis, Semarang 😍

      Delete
  10. "Tapi gue mau makan Pad Thai dulu baru omelet..." hahahaahaha *dilempar sendal.. Ya Ampun mba.. 😁😁😁 sereceh itu saya ketawa pagi2 buta kaya gini.

    Wah seperti kata Lia.. Ini sih cerita uwu banget... 😍🀩Beneran Uwu sih. Apalagi scene ngibasin nyamuk.. mengingatkan pada adegan film thailand yg judulnya "I Fine... Thank You, Love You" pernah nnton nggak mba?? Lucu filmnya.. romantis juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, terima kasih sudah ikut menertawakan si kesayangan, mas 🀣

      Saya nggak pernah menonton film I Fine Thank You Love You itu mas, saya rasanya nggak pernah lihat film Thailand πŸ™ˆ Hihihi, apakah ada adegan kibas-kibas nyamuk dari kolong meja juga? Jadi penasaran kayak apa ceritanya πŸ˜†

      Delete
    2. Iyah mba di kolong meja juga.. Cuma adegan ceritanya di situ si Pria belum terlalu kenal sama si Wanitanya.. hubungan mereka hanya antara Guru Les dan muridnya.. hehe

      Monggo mba ditonton. tapi di Netflix belum ada sih.. itu pun film lawas tahun 2015 kalau nggk salah.

      Delete
    3. Wahahaha itu bagaimana ceritanya guru les sama muridnya, aah mungkin guru lesnya masih muda, yaaa? Terus mereka jatuh cinta? Begitu bukan? πŸ˜†

      Delete
  11. Menghibur banget ceritanya Mba Eno πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tau2 kebawa kertas menunya sambil kipas2. Mungkin kapan2 k sana mending bawa kipas listrik kecil kaya orng yg dsebelah itu aja mbaa.. πŸ˜†πŸ˜‚

    Mba, aku penasaran, emang di Korea ga ada kangkung ya? Sampe si kesayangan seru bgd kayanya makan morning glory n sayur kangkung buatan mba-nya Mba eno. Hehehe..

    Oiya, foto2nya bagus2 bangeeet. Bikin aku ikut merasakan padet n ramenya tempat ini. Sering2 upload tntng foto2 perjalanan lg ya Mba Eno πŸ’–πŸ’– hehehe.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, saya bawa kipas elektrik tapi baterainya habiz, makanya si kesayangan pakai menu kibas-kibas di kolong meja karena nyamuknya kejam 🀣 Wk.

      Di Korea nggak ada kangkung yang dijual di pasar mba Thessa, jadi kalau mau beli kangkung biasanya di onlen Asia mart atau sejenis itu, dan harganya mehong, sepack kadang bisa 40.000 - 50.000'an deh seingat saya πŸ˜‚ Dan si kesayangan itu pertama kali makan kangkung di Indonesia, langsung jatuh cinta dia, mba hahahaha 🀣

      Terima kasih untuk apresiasi pada foto-foto saya mba πŸ™ˆ Jadi maluuu ~

      Delete
  12. Ya ampun aku ngakak perkara menunya kebawa xD untung Kak Eno sadar pas masih belum naik GRAB xD

    Kak Eno sama kesayanganya ini sama-sama bucin ya kelihatannya uhuy wqwq >.<

    Pas ke Bangkok dulu aku nggak sempat ke Chinatown, sempatnya main ke Chinatown pas di Kuala Lumpur sama Singapura. Dan bener selalu rame banget Chinatown sama orang-orang. Mungkin juga karena yang dijual lebih beragam dan harganya relatif lebih murah dari tempat lain kali ya Kak jadinya orang tumplek blek di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Endah, untung banget sadar sebelum naik GRAB. Bisa berabe kalau baru sadar saat sudah di GRAB, masa harus putar balik mana macet parah 🀣

      Kayaknya kami sama-sama bucin to each other, mungkin karena nggak ada pilihan lain, hahahaha πŸ€ͺ By the way, Chinatown di Singapore salah satu fave saya juga mba Endah, banyak tempat makan enak di sana. Aduuh jadi lapar πŸ™ˆ

      Semoga one day kita bisa kembali liburan ke sana, ya 😍

      Delete
  13. Wkwkwkwkw, untung masih inget yaa lokasinya ... Aku tipe yg susah inget cari tempat kalo belum familier.

    Ya ampuuun aku kangeeeen kulineran di Bangkok, di pasar malam nya juga Chinatown pastinyaaaaaa :D.

    Walopun lebih sering aku cuma liat2 aja sih, Krn mostly ga bisa aku makan kalo ada porkynya πŸ˜…. Tapi ngeliat suasananya aja udh bikin seneng kok mba.. kalopun aku akhirnya makan, biasa milih yg aman, seafood :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ingat mba, soalnya gampang bangettt tempatnya 🀣 Samaaa niiih huhu, kangen kulineran di Bangkok, makanannya enak-enak ya mba. Jadi lapar πŸ€ͺ

      Di Chinatown Bangkok, banyak menu yang nonpork sepenglihatan saya, justru yang pork lebih sedikit compare to nonpork hahahaha, padahal itu Chinatown. Dan yes, seafoodnya enak mba, saya pernah coba sekali, not bad at all 😍

      Delete
  14. hahahahhaa, saya tuh lagi terpesona ama seafoodnya, lalu ngakak membayangkan menu orang dibawa-bawa, saking enak dipegangnya kali ya, bisa buat kipas hahahaha

    Btw ya, sesungguhnya, yang paling keingat dari jalan-jalan itu, justru momen-momen kek gini ya.
    Apalagi yang ada rempong-rempongnya, ada ngambek-ngambeknya, tertawa-tertawanya.

    Rasanya momen itu melengkapi banget setiap perjalanan sama pasangan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba malam itu panas banget soalnya, jadi dia nggak sadar 🀣

      Justru yang keingat momen recehannya ya, mba hahahahaha. Dan setuju, momen rempong, ngambek dan ketawa-ketawa justru always stay di ingatan kita. Bahkan kadang kita lupa tempatnya, tapi bisa tau kejadiannya πŸ˜†

      Delete
  15. Mbak Eno uwuuu bangeeettt kalimat penutupnya. Ini pagi-pagi di hari Jumat bacaan ku disuguhi ke uwuuaaannn. hahahahha

    Ngakak pooolll Mbak Eno, si kesayangan sibuk ngipas-ngipasin nyamuk pake menu sampe kebawa ya.:))

    Makanan di Chinatown emang ga pernah salah, Mbak Eno. Walaupun aku Chinatownnya masih yang dengan kearifan lokal alias di kota-kota di Indonesia saja. hahahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, uwu aneth nih jadinya, mba? 🀣 Wk.

      Si dia dudul memang, bisa-bisanya nggak sadar bawa menu orang πŸ˜† Nggak kebayang hectic-nya si Ibu warung harus masak sambil pusing cari menu πŸ˜‚ Eniho, menurut saya, hampir semua Chinatown enak-enak makanannya mba 🀀

      Delete
    2. Iyaaaa, uwuuuu aneethhh Mbak Eno. Berasa ketiban gula sekarung nih. hahahahaha

      Udah mana menu si Ibu hanya satu lagi ya, Mbak. hahahaha
      Iya karena udah familiar di lidah orang Indonesia kali ya, Mbak.:D

      Delete
    3. Itu masalahnya, menu Ibunya cuma ada satu, mba 🀣

      Delete
  16. Gue pernah mau ke sini tapi malah nyasar ke pasar kembang karena sok-sokan naik bus kota lokal hahaha. Saat beberapa tahun terakhir traveling, gue terbantu dengan Foursquare buat rekomendasi makanan lokal yang enak dan murah.
    Karena keterbatasan budget, gue jarang banget sih ke resto saat di luar negeri, terus merasa lebih aman dengan bayar cash. Kartu kredit cuma buat transaksi online.

    Kocak banget sampe nggak nyadar ngambil buku menu warungnya wkwk. Nice shot as always, No.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesasarnya sampai ke pasar kembang, mas? 🀣

      Wah saya nggak pernah check Foursquare, coba deh nanti pankapan saya check, selama ini kalau cari makanan lokal hanya modal G-maps saja πŸ™ˆ hehehe, eniho, saya sebetulnya mau banget kayak mas Nugie yang blusukan cari tempat makan, tapi beraninya cuma saat sama si kesayangan πŸ˜‚ Wk.

      Thank you mas Nugie apresiasinya πŸ₯³

      Delete
  17. yaampunn Mbak En 🀣🀣🀣🀣 super ngakak. bisa-bisanya nggak sadar sama apa yang dipegang. untung aja sadarnya pas masih di lokasi ya belom sampe di hotel. ga bayangin gimana balikinnya hahaha ada-ada aja

    aku setuju bangeet sama mates Mbak Eno yang bilang Chinatown jadi solusi makan enak. sepertinya di kota-kota indonesia pun begitu kalau kita nggak begitu cocok sama makanannya daerahnya. jadi inget dulu pas ada kegiatan di Semarang karena nggak ngerti mau makan apa (setelah coba dan nggak cocok) larinya ke Chinatown 🀣 dengan membawa beragam tentenagan makanan + minuman haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manusia tempatnya lupa mba Dea, hahahahaha, mungkin efek kenyang dan panas, jadi si kesayangan nggak sadar sudah bawa-bawa menu orang 🀣

      Agree, semua makanan enak ada di Chinatown, dan kayaknya hampir semua Chinatown pasti ada makanan enak yang cocok sama lidah Indonesian πŸ˜† Jadi semisal mba Dea sedang abroad dan bingung makan apa, cus ke Chinatown saja πŸ˜‚

      Delete
  18. Emang kalau bingung mau makan apa, mampir ke Chinatown karena banyak makanan disana dan cocok dengan lidah. Cuma kalau uda sampai sana, ujung-ujungnya juga bingung mau makan apa saking banyaknya yang jualan 🀣 Sejujurnya saat ke Thailand, aku sama koko juga bingung mau makan apa. Saat itu pertama kali aku kesana, sedangkan koko udah pernah sebelumnya. Jadi menu yang dia tau seputar mango sticky rice dan pad thai. Karena dia tau aku kurang suka Tom Yam, soalnya asam begitu. Ooo sama aku suka banget buah-buahan disana. Entah kenapaaa buah potong di sana segeeer segeer dan muaniiisss. Rasanya mau bawa pulang ke Indonesia hhha. Semangka disana bisa manis banget, kok aku beli semangka di sini suka ga manis 🀣

    Btw, kocaaak Si Kesayangan dan untungnya Mba Eno sadar saat Grab nya belum tiba. Ga kebayang kalau menu tersebut kebawa sampai pulang hhha. Mungkin jadi kenang-kenangan untuk di bawa dan membuat Ibu penjual kebingungan karena kehilangan menu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia mba, sampai sana jadi bingung, rasanya mau makan semua karena rata-rata looks delicious, ya 🀣 Lho kita sama mba, bukan penggemar Tom Yam, meski bisa makan, tapi not my favorite ~ dan iyaa setuju, kenapa ya, buah potong di Thailand tuh enak-enak? πŸ˜† Nggak heran kalau sampai di export ke negara lainnya 🀀

      Mungkin jika menunya kebawa sampai hotel, saya harus buru-buru balik ke warung dan siapkan diri disemprot sama Ibu warungnya hahahahaha πŸ™ˆ

      Delete
  19. hahahaha si kesayangan mayan ya olahraganya malem malem, lari larian cuman mau ngembaliin buku menu. aku ngebayangin wajahnya pasti flat gitu habis ngembaliin buku :D
    kalau isinya area banyak makanan kayak begini, dijamin bingung mau pilih apaan. Mana yang makan,, mana yang tergoda printilan printilan macam souvenir, biasanya ada kan ya, kayak yang di chinatown singapore. bingung bingung bingung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Olahraga malam yang melelahkan mba, hahahaha, wajahnya flat bin innocent seperti merasa nggak bersalah, yang tentunya ditambah cengengesan 🀣

      Kalau yang di tempat saya makan itu jarang ada penjual printilan mba, mungkin di gang lainnya ada. Soalnya gangnya ada buanyaaaaak πŸ˜† Nah yang saya pilih pas kebetulan isinya warung makan semua, menunya aneka rupa. Enak-enak 😍

      Delete
  20. di Berlin kayanya malah ngga nemu ada Chinatown.. tapi kalo Vietnam dan Thailand malah ada!

    entah kenapa di Berlin ini lebih banyak tempat makan Korea, Vietnam, dan Thailand.. kalo yang Chinese ada tapi menunya udah fusion bukan total Chinese, karena biasanya menunya udah nyampur jual sushi dan pho juga.. wkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di negara Asia ada banyak Chinatown mas, kalau di Europe mungkin beberapa saja, dan justru lebih banyak Korean Town-nya hahaha. Mungkin itu tergantung dari para imigran, semakin banyak, semakin ada kemungkinan buka 😁

      Nah iya, di pernah lihat resto Chinese tapi menunya mixed πŸ˜†

      Delete