Unconditional Love | CREAMENO

Pages

Unconditional Love

Barusan lihat video About Time yang di-share si kesayangan, terus gue menangis keingat ayah 😭 Jadi About Time ini salah satu variety show Korea dimana para peserta bisa membeli waktu dari guest yang ada. Naaah, di video yang gue tonton, guest-nya adalah FAKER, pemain e-sport dengan gaji termahal di Korea (setahun dia dapat puluhan milyar~) which is merupakan idola banyak anak muda yang memang suka online game dan ingin karir di bidang yang sama. Terus, saat penawaran mulai dibuka, setiap orang bisa kasih penawaran tertinggi -- hingga seorang ayah berhasil menang dengan penawaran untuk membeli waktu FAKER selama 50 menitan.

Ayah tersebut kasih penawaran KRW 6.000.000 (IDR 77.000.000) untuk anaknya yang punya mimpi jadi e-sport gamer seperti FAKER, dan ingin FAKER main one to one dengan anaknya. Alasan ayah tersebut karena ayah tersebut kena kanker stadium 4 dan waktu dia sudah tinggal sebentar --- jadi dia ingin kabulkan keinginan dan mimpi anaknya selagi bisa. Disitu, FAKER langsung menangis dan gue jadi ikutan menangis dibuatnya huhuhuhuhuhu *sedih wak!* 🀧 Kebayang seorang ayah yang disaat terakhirnya pun masih terus berusaha membahagiakan anaknya ~

Gue jadi ingat Ayah gue, dan salah satu momen yang pernah terjadi dalam hidup gue --- ketika gue SD, yang mana kala itu, gue sedang dalam persiapan Olimpiade akademik (all subjects) dan pada salah satu subject (seni) yang akan diperlombakan, gue dan para peserta dari banyak sekolah lain diberi pilihan, apakah mau main musik, atau menulis cerita. Jujur, pada awalnya, pilihan gue main musik (piano), entah kenapa gue mendadak ingin coba padahal sebelumnya nggak ada bakat, dan gue bilang sama Ayah kalau gue mau dibelikan piano (gue nggak tau harga piano mahal) 😢

Malam itu juga, Ayah Ibu ajak gue ke toko musik, dan disitu gue baru tau harganya nggak semurah yang gue bayangkan πŸ™„ Gue pun bilang ke Ayah Ibu, gue akan tulis cerita saja, jadi Ayah Ibu nggak perlu belikan gue piano, sebab gue pikir semisal tulis cerita, modalnya hanya kertas πŸ˜†✌ Ayah Ibu sampai tanya berulang kali, meyakinkan, apa gue betul ingin tulis cerita, dan gue menganggukkan kepala dengan tegas. Long story short, gue jadi juara dua untuk Olimpiade akademik (all subjects), kalah beberapa poin dari si juara pertama yang memilih bermain musik piano, hahahahahahahaa (positifnya, kalau gue nekat main piano mungkin gue nggak akan jadi juara dua) πŸ˜‚

Keesokan harinya, Ayah pulang ke rumah, dan membawakan gue PIANIKAAA! πŸ˜‚ Memang bukan piano seperti yang ada di toko musik, tapi gue bersyukur dan senang karena Ayah tau deep down inside, sebenarnya gue sangat menginginkannya --- namun Ayah gue pun paham kalau gue nggak ada bakat musik dan kemungkinan besar nggak akan serius dalam bidang musik πŸ€ͺ Yang terbukti sampai sekarang gue jarang sentuh alat musik apapun kecuali gitar (itupun gue beli karena butuh untuk fasilitas villa) 😁 Wk -- Dan inti dari cerita ini, membuat gue mengerti bahwa orang tua, akan selalu berusaha memberikan apapun yang terbaik untuk anak-anaknya πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Dan pesan ini pula yang ingin gue sampaikan pada little kiddos, yang sudah ikut event gambar gue kemarin, hehehehe. Sebetulnya, bingkisan gue biasa banget, tapi ada surat kecil yang gue selipkan untuk adik-adik tersayang, dengan harapan, suatu hari nanti, ketika mereka mengerti sebesar apa peran orang tua dalam mendidik dan menjaga mereka --- mereka akan tau bahwa mereka adalah segalanya. Seperti Ayah Ibu yang selalu panggil gue intan permata berlian, endeblabla, gue yakin adik-adik tersayang ini pun merupakan intan permata berlian untuk kedua orang tua mereka 😁

Love letter πŸ₯³

Eniho, sedikit cerita, gue nggak ada afiliasi dengan pihak (brands) mana pun untuk hadiah-hadiah yang gue siapkan. Semua adalah pilihan gue, dibantu asisten gue yang belanja -- (while gue tinggal pilih dari foto yang dikirimkan) πŸ˜‚ huehehee. Jadi kemarin itu gue siapkan beberapa barang untuk bingkisan para peserta event gambar 😍 Ada kaos Uniqlo Kids, crayon Greebel, buku cerita Lima Sekawan, Puzzle Miniso (cowok), dompet Miniso (cewek), dan ada pula cookies homemade fresh from CREAMENO's kitchen (buatan mba di rumah) hahahahahahahahahaha 😁

Kaos Uniqlo Kids πŸ’•

Buku Lima Sekawan πŸ˜†

Crayon Greebel 😁

Cookies homemade fresh from CREAMENO's kitchen 😍

Untuk dompet, sebenarnya ini bring back my another childhood memories, sebab dulu jaman gue SD, kayaknya kelas dua apa tiga (lupaaaaak!), gue pernah dikasih dompet sama tante gue sebagai hadiah juara kelas 😍 Gue ingat, dompetnya warna pink, bisa dilipat, persis dompet orang dewasa, bukan macam pouch anak-anak dan gue senanggggggg bangettt sampai gue peluk tante gue erat-erat πŸ˜‚ I dunno why, but, gue merasa jadi a bit mature setelahnya (cencu itu perasaan gue doang), dan dari situ, gue mulai belajar untuk caring barang personal yang literally really personal ~

Puzzle Miniso πŸ’•

Dompet Miniso 😁

Gue jadi rajin simpan uang gue ke dalam dompet, senang kalau uang gue bertambah pelan-pelan, dan satu pesan dari tante yang gue kenang sampai sekarang --- "Kita harus rajin menabung, pintar pakai uang, biar kita nggak hidup susah." hehehehe. Sederhana, yaaah? Namun, meski sederhana, maknanya dalam dan melekat di benak. So yeah, semoga dua gadis cilik (Aisyah dan Talitha) suka dengan dompet kuningnya, dan semoga in the future, Aisyah dan Talitha bisa jadi ahli keuangan 😍 Dan untuk Bumi, Rumi, Kayika serta Putrama, semoga suka dengan semua hadiah yang telah disiapkan. Ps: yang cowok dapat puzzle karena susah cari dompet anak cowok rupanya πŸ˜‚

Teman-teman, cerita masa kecil apa yang masih dikenang sampai sekarang? 😁

60 comments:

  1. Jadi inget waktu pertama kali ngerantau dan perdana ngekos di jakarta, dulu saya dapet kontrakan yang cukup murah (sekitar 400an), tapi ga 'manusiawi' banget. Ruangannya panas banget kalo malem, banyak banget nyamuk, dan kurang bersih (saya kebangun terus malem-malem gara-gara ada kecoa).

    Pas kedua ortu mampir ke kosan, Ibu saya langsung sedih mau nangis gitu liat kondisi saya yang merana. Tadinya sempet mikir, "Ah, yaudahlah mungkin belum adaptasi aja"

    Ternyata 3 hari kemudian Bapak balik lagi, ngajak saya nyari kosan yang lebih proper. Sampe akhirnya ngiter2 dan ketemu kosan yang lebih proper dan lebih murah (300an), yah walaupun rada sempit sih.

    Tapi intinya, ortu mah pasti selalu ngusahain yang terbaik buat anaknya. PASTI.

    - Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gosh, ada kecoa? 😱😱😱😱 Seram banget mas Fajar huhuhu. Thankfully, orang tua mas Fajar langsung ambil langkah untuk ajak mas Fajar cari kosan baru yang lebih proper, pastinya orang tua mas Fajar kepikiran mungkin ya ~

      Betul mas, orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya 😁

      Delete
  2. Very touching letter Eno.. Very kind of you..

    Semoga Aisyah dan Talitha menjadi anak yang baik di masa datang.

    Kalau ditanya, cerita masa kecil apa yang dikenang sampai sekarang? Banyak banget Eno.. hahaha.. tidak terhitung. Saya tidak bisa menghitungnya. Apalagi sekarang ketika bapak dan ibu sudah tidak ada, dan saya sudah tua, setiap detil kenangan sering melintas di kepala.

    "Unconditional Love", a very very good title...:-D

    Nice post as usual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you doanya mas Anton, semoga didengar Tuhan YME, agar Aisyah dan Talitha, serta yang lainnya bisa menjadi anak-anak baik di masa depan 😍

      Hehehehehe, terlalu banyak ya, mas 😁 Apalagi kebaikan orang tua memang nggak bisa kita hitung karena terlalu banyak πŸ˜† Dan saya pun mengalami apa yang mas Anton rasakan, kenangan tiba-tiba melintas apalagi saat rindu Ayah 🀧

      Delete
    2. Amiiiin.. terimakasih Do'anya Mas Anton 😊😁

      Delete
    3. πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

      Delete
  3. Jadi kangen Ibu.. soalnya dlu deket banget, sering ngusel2 istilahnya kalau dalam bahasa jawa.. ngusel2 itu bahasa indonya apa yah mba?? Hehe πŸ˜„

    Kenangan masa kecil yg paling berkesan.. banyak sih. Tapi yg paling inget waktu dulu, pas itu..
    Pas tempat kerja bapak keadaannya lagi sulit, terus ada PHK besar2an dan bapak termasuk didalam daftarnya.

    Saat itu saya masih SD kelas 6. Di suatu malam pernah secara nggk sengaja ngednger obrolan Bapak sama Ibu yg khawatir sama keadaan ekonomi keluarga. Sampe saya ikutan sedih soalnya bapak keliatan kaya banyak pikiran gtu. Yaiyah Orang tua mana yg nggk kepikiran ketika kehilangan sumber penghasilan.

    Tapi Alhamdulillah bruntung banget. Kalau nggk salah kisaran 4 atau 5 bulan setelahnya, Bapak ditelpon sama pabrik yg sama buat kerja lagi. Dan bersyukur banget bisa lancar sampai skrang udh pensiun.
    Itu sih yg keinget2 smpe skrang... yg ngebekas banget pelajarannya.. hehe 😁

    Nggak kerasa waktu berjalan begitu cepat. Berharap tetap bisa berbagi kebahagiaan sama orang tua walau rasanya nggak akan pernah cukup mengingat jasa mereka ke kita anak2nya luar biasa besarnya...

    Btw mba.. mau resep cookiesnya donk mba.. hahah πŸ˜„


    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngusel itu mungkin semacam cuddling, mas? Bahasa Indonesianya peluk? πŸ˜‚

      Wah, saya pernah merasakan hal serupa mas, tapi waktu itu bukan di-PHK melainkan dipulangkan ke pusat. Awalnya ayah saya dinas di daerah, biasanya kalau dinas daerah gajinya lebih besar. Tapi karena krisis, harus ditarik ke pusat jadi hanya dapat gaji basic kalau nggak salah. Dan itu cukup berat ~

      Thank God, orang tua saya bisa melewatinya, sama seperti orang tua mas Bayu, mungkin deep down inside, mereka sangat kawatir akan masa depan anak-anak mereka, that's why mereka berusaha keras untuk survive 🀧

      Resep cookiesnya saya nggak tau mas, nanti saya tanyakan 😁

      Delete
  4. suratnya manis banget mbak eno :')
    Jadi inget sama bapak juga. Jaman kelas 1 sma pernah kecelakaan motor, lumayan parah. Mengetahui kejadian itu, bapak memilih untuk ijin masuk kerja demi memastikan anaknya baik-baik saja. Masih banyak kenangan bareng orang tua :D

    Kalau pas di semarang, sering antar ibu aja kalau ke pasar. kadang ajak makan di luar. Terakhir antar beli kacamata agar lebih jelas ketika ngaji..hahahaa

    Keponakanku yang perempuan (masih kelas 1) juga sudah punya dompet sendiri mbak eno. Sering pamer duit segala ke aku..duit dari pakde dan omnya disimpan dompet semua. kadang disebutin duit itu dari siapa aja..hahaaha
    "Om vai, duitku banyak" hahahahha

    Sepertinya cookiesnya enak..hahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semanis saya, ya? πŸ˜‚

      Orang tua itu anaknya sakit sedikit, kawatirnya bisa lamaaaa sekali mas, apalagi kalau sampai anaknya kecelakaan motor parah seperti mas Rivai πŸ™„ Pasti~lah mas Rivai jadi yang utama, sampai bapak harus ambil ijin kerja.

      Ibu pasti senang dapat hadiah kacamata dari mas Rivai, jadi ingat kado terakhir yang saya kasih ke ibu saya itu handcream biar kulit nggak kering 🀣

      By the way, keponakan mas Rivai tingkahnya persis saya dulu hahahaha. Semenjak punya dompet, hobi banget simpan semua uang terus habis itu pamer entah ke tante, sepupu atau siapapun yang datang ke rumah πŸ€ͺ

      Cookiesnya enak doooong, kalau mas Rivai sudah pulang ke Jakarta / Semarang, kabari nanti saya minta mba saya buatkan dan kirimkan 😁

      Delete
    2. Iyalah mbak eno. Kalau terlalu manis miliknya slank 🀣🀣

      Trus om-nya godain. "Ayo kak, beli es krim pakai duitmu."..hahhahaa πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hihihi...okee siaap mbak eno...makasih mbak eno πŸ™ˆ

      Delete
    3. Duh apa kabar SLANK? πŸ˜‚

      Terus dibelikan nggak es krimnya? Atau justru dijawab balik, "Pakai uang om dongggg." hahahahaha πŸ˜† Sama-sama mas, kabari yaaa jangan lupa ~

      Delete
  5. Pengalaman masa kecil yang paling diingat, paling epic dan bikin saya malu kalau ingat adalah ketika saya TK saya ngamuk nangis minta dibelikan CD lagu Meggy Z pas di toserba 🀣🀣🀣 Saya tahu lagu Meggy Z soalnya dulu kalau weekend sering karoekean bareng ayah dan sering nyanyi lagu itu πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Aneh banget kan, anak TK harusnya ngamuk minta mainan atau paling enggak CD kartun/lagu anak ini malah pengen CD lagu Meggy Z πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ Kak Eno tahu kah Meggy Z dan lagu-lagunya? πŸ˜†πŸ˜…πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Anne 😍

      Lucuuuk bangettt sih mba sampai menangis karena CD Meggy Z, hahaha. Saya tau Meggy Z tapi nggak tau dan nggak hapal lagu-lagunya πŸ˜‚ Mungkin kalau dengar bisa ingat. Wk. Dulu kayaknya lebih sering dengar lagu Titik Sandora πŸ™ˆ

      Delete
  6. Wuaaa, Titha yg mau dpt notes, kok malah emaknya yg terharuu yaa bacanyaa. huhuhu.. Makasii Mbaa Enoo.. Pasti dia suka bgd deh ^^

    Trus kenangan bareng orang tua, itu ga ada habisnya kalau diceritain. Trus aku jd sedih sejak pandemi ini ga berani mudik, jd udah berbulan2 ga ketemu orang tua. Semoga pandemi segera berakhir...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Titha sukaaaa ya mbaaaa 😍 huhehehehe.

      Sama mba, saya pun sudah lama nggak ketemu keluarga besar, simbah semua pun nggak ketemu, rindu serindu rindunyaaaaa *jadi menyanyi, kan* 🀣

      Delete
  7. Memang setiap orang tua ingin membahagiakan anak, begitu juga aku ingin anak ku bahagia. Kalo bisa sih kasih yang terbaik buat anak.

    Tapi namanya anak kecil kadang keinginan nya banyak, jadi kadang aku pilih yang sesuai kebutuhan, jangan keinginan. Misalnya belikan buku tulis buat sekolah dari pada minta mainan. Soalnya harga buku lebih terjangkau dari pada mainan.🀣

    Cerita masa kecil yang berkesan tentu banyak, apalagi zaman dahulu kan mainan masih tradisional, bukan sekarang mainan kalo ngga hape ya dari plastik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, setiap orang tua, keinginannya sama 😍 Anak bahagia ~

      Nah benar ituuuu, contohnya saya, waktu kecil banyak maunya hahahaha. Jadi sering di-reject orang tua, dan hanya diberikan yang sekiranya menurut orang tua itu saya butuhkan πŸ™ˆ Wk. Karena itu saya nggak punya banyak mainan πŸ˜‚

      Ada keuntungan tersendiri lahir dijaman mainan masih banyak yang tradisional ya mas, kira-kira anak sekarang masih main Congklak nggak, ya?

      Delete
  8. Kak Eno terbaik.

    *bingung mau nulis kayak gimana lagi

    Pokoknya aku beruntung menemukan blog ini dan bisa kenal sama Kak Eno walaupun masih sebatas di dunia maya. but it's more than enough.

    i wish you all the best in the world.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja Ady, hihihi, Ady juga terbaiiiikz 😍

      Sama dong, saya pun beruntung bisa kenal Ady, dan membaca pemahaman Ady akan sesuatu, semoga kita bisa saling memberi energi positif satu sama lain πŸ˜†

      You too Dy, I wish you all the greatest things in world.

      Delete
    2. why you have to give back with a better one?

      Yang lebih great dari greatest apa sih ya?

      owh i know..
      i wish you all the awesome things in the universe.

      There you go.
      you can't beat that.

      Delete
    3. I wish you all the..

      Awesome
      Greatest
      Amazing
      Great
      Wonderful

      things in universe, world and heaven.

      Hahahahahahaha. Sudah, menyerah saja, Dy πŸ˜‚

      Delete
    4. nooo.. itu curaaang! you use every word -_-

      pokoknya... gitu deh.

      Delete
    5. Itu namanya kreatif Dy, hahahahaha 😜

      Delete
  9. Kak Eno ya ampun baca ini aku jadi inget dua tahun lalu aku jadi panitia lomba menggambar buat anak-anak kecil, di kantor wkwkwk. Belanja hadiahnya ribet banget sampe stres sendiri karena temen satu tim nggak masuk karena sakit untung dibantu sama temen lainnya. Terus waktu bungkus-bungkus hadiahnya itu jadi gemes sendiri karena dikemas pakai kemasan yang gambarnya lucu-lucu wkwkwkwk. Pas hari H lomba seneng banget lihat wajah anak-anak kecilnya nerima paket berisi krayon sama snack T__________T

    Kenangan masa kecil banyak sih yang berkesan, aku jadi pingin nangis karena merasa berdosa banget dan belum bisa bales jasa ortu HUHUHUHUHU ya emang nggak pernah bisa bales setimpal sih. Kalau lihat wajah ortu yang makin banyak keriputnya aku jadi cengeng seketika T__________T *lah kok jadi oot*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Endaaaah holaaa 😁 Seru banget kan mba, dari mulai proses hunting hadiah sampai proses bungkus-bungkusnya terasa gumash πŸ˜‚ hehehe. Salah satu yang paling saya suka dari anak-anak adalah wajah gembira mereka 😍

      It's okay mba Endah, pelan-pelan bisa mulai dari sekarang, meski orang tua kita nggak berharap kita membalas jasa mereka, tapi selagi bisa, why not kaan πŸ˜† Kata ibu saya, "Nggak usah pikir mau kasih ini itu, ibu dipijat saja sudah senang." hehehe, yukuk semangattt, semoga ibu diberi umur panjang πŸ’•

      Delete
  10. Aku baca suratnya terharu dong Mba Enooo 😭😭 so sweet Mba Eno terbaik deh emang dalam hal berbagi hadiah huhuhu..

    Ini bukan pengalaman waktu kecil banget siih, udah SMA.. Pas menjelang kelulusan Bapak pernah ngambek sama aku hahaha akupun bingung karena ga biasanya Bapak marah dan bener2 ngediemin gitu 😭 sama Ibu didorong2 terus buat minta maaf sama ajak ngomong tapi takuuut πŸ™ˆ Akhirnya 2 hari sebelum wisudaan aku deketin bapak, ga ngomong apa2 cuma duduk berdua di teras eeh ga lama bapak sendiri yang mulai ngajak ngomong duluan dan itu kayak legaaa banget. Dari situ ga mau lagi bikin Bapak marah/kecewa soalnya didiemin tuh jauh lebih ga enak daripada dimarahin langsung 😭😭

    Ini kenapa jadi mellow wkwkwkw btw hadiah buat anak-anak gemesin semua Mba Enoo, dompetnya lucu banget pasti pada seneng deeh mereka pas nerimanya πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mba Eyaaa sayang 😍

      Wah iya mbaaa, saya paling nggak bisa didiamkan orang tua, better diceramahi pagi siang malam, tapi tetap diajak bicara daripada didiamkan. Soalnya jadi serba salah kalau ketemu atau pas-pasan di rumah, mana statusnya masih anak yang menumpang ke orang tua πŸ™ˆ hehehehe. Jadi dulu kalau ibu saya diam, biasanya langsung saya dekati dan peluk-peluk sampai ibu luluh atau merasa gerah πŸ˜‚

      Dompetnya unyuk banget mba, pas dikasih foto pertama kali langsung suka dan keingat waktu kecil dikasih dompet mirip seperti itu sama tante saya 😍

      Delete
  11. Abis baca ini, saya langsung search tentang variety show itu. Sepertinya aksesnya sulit di Indonesia. Saya cari, malah yang keluar drakor Korea "About Time" πŸ˜…

    Kak Eno sangat concern ke anak-anak. Saya jadi senang. Anak-anak yang ikutan dan dapat hadian juga pasti merasakan hal yang sama. Secara tidak langsung, kak Eno sudah memancing apa yang anak-anak itu suka. Mungkin satu-dua orang akan ada yang fokus menggambar karena hadiah dari kak Eno, merasa bahwa mereka punya soft skill yang kalau diasa bisa jadi sesuatu.

    Ohya, saya tergolong anak yang cukup bandel dimasa kecil. Sejak SD, saya senang main sepak bola. Tapi sama tante, bapak, dan mama tidak diijinkan. Beberapa kali tante saya datang ke sekolah pas SD karena saya tidak langsung pulang, tapi main sepak bola dulu jam 1 siang πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, kayaknya nggak ada yang bahas di Indonesia, kurang hype compare beberapa variety show lainnya yang memang punya fans internasional πŸ˜†

      Saya dan si kesayangan sangat concern dengan anak-anak, sebab mereka generasi penerus bangsa. Ketika one day saya dan si kesayangan tua, anak-anak ini yang kelak jadi pembangun negara 😍 Saya berharap mereka semua bisa sukses dalam bidang yang mereka suka, mungkin seperti yang mas bilang, salah satu dua dari mereka bisa sukses di dunia menggambar. Who knows, kaaan? Jadi the next great painter πŸ˜†

      Jangan-jangan kalau mas Rahul diijinkan main bola, sekarang sudah sangat skillful dan bisa jadi penerus Bambang Pamungkas? Hehehehehe πŸ₯³

      Delete
    2. Saya banyak nanya belum tentu nonton πŸ˜„ Kemarin saja belum sempat nonton Running Man. Baru nonton cuplikan yang di Mall besar itu πŸ˜… Lihat acara itu, saya jadi ingat acara Mission X di Trans TV.

      Mungkin bisa berguru juga ke Kesayangan jika ada potensi adik-adiknya senang surealisme πŸ˜…

      Saya tidak tahu, tapi saya sadar skill saya bukan di sana. Saya hanya bermain atas dasar kesenangan. Bisa ikut lomba dan jadi bagian tim saja saya senang bukan main 😁

      Delete
    3. Hahahaha nggak apa-apa, banyak tanya biar nggak sesat di jalan kan πŸ˜‚ Iya, Mission X memang copy Running Man, dulu sempat dibahas sama fans RM 😁

      Aduuuh kalau bergurunya sama si kesayangan, yang ada nanti gagal jadi painter mas, hahahahaha, kasihan adik-adiknya 🀣 -- eniho, menurut saya, mas Rahul sudah cocok sama jurusan yang mas sekarang (though bukan bola), semoga nanti bisa berkarir di bidang kepenulisan dan jadi salah satu profesional yaaaa 😍

      Delete
    4. Ini saya asal nebak saja padahal. Pas research, ternyata benar lho. Pandangan awam saya saja dapat mengamini itu sebagai hal yang mirip. Ngga heran kalo dibahas.

      Kesayangan mungkin lahir dijaman yang salah. Kalau lahirnya tepat, karyanya bisa diapresiasi orang banyak. Ha ha ha.

      Aamiin kak Eno. Tapi sejujurnya, saya tidak ingin terlalu berharap bisa hidup dari kepenulisan. Takutnya apa yang saya kerjakan, bukan atas dorongan hal yang saya senangi. Ini masih jadi ketakutan saya. Kalau pendapat kak Eno bagaimana?

      Delete
    5. Mas Rahul ada bakat jadi Rahul Holmes sepertinya 😁

      Waduh kalau si kesayangan lahir dijaman Picasso, nanti nggak ketemu saya dong, apa jangan-jangan saya berjodoh dengan yang lebih ganteng darinya 🀣

      Pendapat saya soal apa nih, mas? Kalau soal apakah mas Rahul cocok masuk bidang kepenulisan, menurut saya cocok banget, mas Rahul punya skill dan punya base knowledge akan itu, disupport dengan pendidikan (mas ambil jurusan sastra Indonesia kan kalau nggak salah?) hehehehehe 😁

      Nah kalau soal takut apa yang dikerjakan bukan atas dorongan hal yang disenangi, memang kadang di dunia kerja seperti itu mas, nggak semua yang kita kerjakan adalah yang kita senangi, jadi nggak masalah kalau sometimes kita nggak senang, asal kita bisa menyelesaikannya dengan baik πŸ™ˆ *eh betul nggak, ya?*

      Delete
  12. Aku terharu baca seluruh postingan ini 😭. Pada akhirnya, Kak Eno bisa main pianika nggak? Wkwkwk

    Ada 1 cerita masa kecil yang paling aku ingat. Kayaknya aku sekitar umur 3 atau 4 tahun, saat itu pagi Natal dan waktu aku bangun tidur, mama bilang Santa Claus datang bawa hadiah, mama sambil nunjuk pohon mangga di halaman rumah dan di dahan yang terpendek tergantung hadiah natal untukku πŸ₯Ί dan pas aku buka, isi hadiahnya jam tangan Winnie The Pooh wkwkwk
    Itu memori pertamaku tentang Santa Claus yang aku percayai keberadaannya sampai aku umur 10 tahunan. Kemudian aku baru tahu Santa Claus nggak ada dan ternyata selama ini tuh papa sama mamaku yang sediakan hadiah natal untukku yang setiap pagi natal selalu tersedia di atas meja terbungkus rapih πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί
    Memori yang sangat aku ingat sampai sekarang dan selalu terharu kalau diingat 😭

    Btw, semoga anak-anak penerima hadiah lomba CRLand kemarin bisa senang dengan hadiahnya dan semua hadiahnya bisa terpakai dengan baik πŸ™πŸ». Kak Eno perhatian sekali dengan anak-anak 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dongggg, lagu Ibu Kita Kartini hihihi, kakak jaman sekolah ada kelas seni, terus disuruh bawa Pianika, Suling, gitu gitu, selalu mainnya Ibu Kita Kartini πŸ˜†

      Huhuhu Santa Claus versi lokal ya Liiii, taruh hadiahnya di pohon mangga 😍 Kreatif banget mama papa Liaaa ~ dan jam tangan Winnie the Pooh-nya apakah yang bisa dibuka tutup? Hahaha, soalnya dulu kakak dikasih hadiah serupa 🀣

      Mungkin next time gantian Lia yang taruh hadiah di pohon natal buat mama papa Liaaaa, sekalian mengenang masa-masa kecil dulu, Li, hehehehe πŸ₯³

      Amiiin amiiin, semoga yaa, kakak pun berharap demikian πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Aku juga samaaa! Waktu kecil disuruh bawa suling ke sekolah dan lagu andalanku Mengheningkan Cipta karena sering 1 kelas disuruh iringi pakai suling waktu upacara 🀣

      Huhuhu memang kreatif sekali πŸ₯Ί. IYAAAA YANG ITU! WKWKWK yg kepala winnienya bisa dibuka 🀣 astagaaa masa itu jam seperti itu lagi hits ya, Kak wkwkwk
      Aminnn. Semoga next aku bisa hadiahin papa mamaku πŸ₯Ί

      Delete
    3. Wah Lia lebih jago dari kakaaak, hahaha Mengheningkan Cipta lumayan susah tuuuuh, kalau Ibu Kita Kartini kan note awalnya gampang πŸ˜‚ Terus nggak lupa lagu Twinkle-Twinkle Little Star, kayaknya ini semua anak bisa 😍

      Pada jaman dulu, jam itu sangat hits Lia, selama bertahun-tahun hahahaha. Sekarang yang hits smart watch, even anak TK pun maunya jam begituan πŸ˜…

      Amiiin amiiiin, you can do it, sayang πŸ’•

      Delete
  13. Baca surat untuk Thalita di atas malah aku yang berkaca-kaca, Mbaa 🀧🀧 dan cerita tentang almarhum Ayah Mba Eno itu juga menyentuh hati sekali. Yang namanya orangtua pasti ingin lihat anak-anaknya bahagia, ya 😒

    Aku kira About Time yang dimaksudkan itu awalnya film barat, yang mana ceritanya juga tentang waktu, seorang ayah yang punya "bakat" time travel kemudian diwariskan ke putranya. Salah satu film favoritku karena temanya keluarga. Pengen rekomendasi ke Mba Eno (udah nonton kah, Mba?), tapi kayaknya bakal banjir lagi deh πŸ˜‚

    Eniwei, kalau ngomongin masa kecil aku juga punya banyak memori dengan orangtua, Mbaa. Tapi yang berkesan justru saat beranjak remaja, karena itu momen di mana aku mulai bisa ngebantah orangtua, yang mana tentunya aku nyesal setengah mati πŸ˜‚ Cuma aku jadi belajar banyak dari pengalaman tersebut. Karena saat aku marah sama mereka, yang paling sedih adalah papa dan mama huhuhu

    After all, aku juga berdoa semoga hadiah dari Tante Eno untuk anak-anak yang mengikuti lomba gambar kemarin bisa dipakai dengan baik, yaaa. Semoga kalian juga tumbuh jadi anak yang pintar dan dengar-dengaran dengan orangtua selalu hihi πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, seperti mba Jane yang selalu ingin membuat Josh bahagia 😍

      Kayaknya saya pernah dengar film yang Hollywoodnya tapi nggak ingat pernah menonton atau nggak, hahahaha, coba nanti saya baca review-nya, siapa tau teringat 🀣 Duuuh saya lemah banget kalau film soal keluarga, pasti banjir mba πŸ˜‚

      Saya pun ingat beberapa kejadian waktu marah sama orang tua 😭 Pernah sampai tutup pintu, nggak mau ke luar kamar padahal dipanggil-panggil dari luar. Heran kenapa dulu sebegitunya. Yang dipikirkan cuma kitanya sakit hati, padahal kita nggak sadar, orang tua kita pun sedih lihat kelakuan kita ya, mba 🀧

      Amiiin, terima kasih doanya tante Janeee (kata anak-anak) πŸ˜πŸ’•

      Delete
  14. Baca tulisan ini bikin mata langsung berkaca-kaca, begitu sampai dibagian surat yang Mba Eno kirimkan untuk anak-anak, udah gak terbendung lagi langsung banjir airmata πŸ˜₯πŸ˜…

    Juara dua Olimpiade Akademik? all subject pula (sudah kuduga) πŸ˜… saya tau dari awal kenal, Mbak Eno bukan Orang biasa. 😁

    Mba Eno tau banget favoritnya anak-anak yah πŸ˜‚ Apalagi Si Kakak lagi suka cerita Detective Conan dan sejenisnya, dia pasti suka bukunya Lima Sekawan (atau sebenernya emaknya yang suka) soalnya itu buku favorit saya jaman baheula hihihi.. dan dompet ini salah satu benda yang masuk wishlist selain beli majalah bobo lama, yang akan dibeli dari hasil nabung duit jatah jajan sekolahnya, alhamdulillaah.. soalnya kalo harus nungguin tabungannya, kayaknya tahun depan baru bisa terkumpul itu dah πŸ˜‚.

    Dulu waktu kecil dompet seperti ini juga jadi inceran favorit saya Mba, tapi berhubung gak punya duit, jadi dulu suka bikin sendiri dari kertas tebal trus di lem, trus pinggirannya dijahit pake benang biar lebih kuat. πŸ˜‚πŸ˜…

    Anak-anak yang ikutan event ini beruntung banget yak, bisa mencicipi kue yang langsung dikirim dari dapurnya Mba Eno, special banget! Kayaknya kuenya ini enak banget, apalagi kalo udah di rekomendasiin Mba Eno. Btw, mbanya Mba Eno gak mau buka bisnis kue juga kah? atau sudah?

    Terimakasih bingkisan dan Do'anya ya Mba. Do'a yang terbaik buat Mba Eno dari Saya dan Si Kakak, Always. πŸ₯°πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. *puk puk mba Rini* πŸ˜†

      Hehehehe, jaman SD, olimpiadenya masih all subjects mba soalnya πŸ˜‚ Kalau SMP dan SMA baru mulai masuk single subject seperti matematika, fisika, etc. Tapiiiii, saya orang biasa kok mbaaa, masih kalah pun sama yang juara pertama πŸ™ˆ

      Woooooww toss mbaaa, Lima Sekawan salah satu buku yang saya suka jaman baheula, terus ada Malory Towers juga, yang bercerita soal sekolah anak perempuan. Seru banget dulu baca buku-buku ini, ikut deg-degan πŸ˜†

      Yaaaay ikut senang jika dompet salah satu yang Aisyah inginkan ~ saya waktu pertama kali dikasih lihat foto dompet kuning ini sama asisten, saya langsung suka mba. Keingat jaman dulu, sebelum dikasih dompet sama tante, saya pun pernah buat dompet tapi pakai kardus bekas susu hahahaha. Saya bungkus kertas kado, sehabis itu sisi pinggirnya saya jahit pakai pita after dibuat bolongan biar pitanya bisa masuk 🀣

      Kue buatan mba saya sebenarnya mungkin nggak seenak kue toko, tapi menurut saya sudah sangat lezat, hihihihi πŸ™ˆ Ini hanya iseng saja mba, nggak dibuat business, jadi hanya sebagai pengisi waktu luang saat saya ingin makan πŸ˜† Semoga mba Rini, Aisyah dan adik lainnya suka, ya 😍

      Sama-sama mbaaa, sehat selalu mbaaa πŸ₯³

      Delete
    2. Malory Towers, kisah kehidupan anak anak wanita di asrama dengan permainan lacrosse yah..saya juga baca, selain Lima Sekawan, Trio Detektif...

      Buku buku yang menarik banget tuh ☺️☺️☺️

      Delete
    3. IYAAAA MAS BETUUUL, wow mas Anton tau Malory Towers? 😍 Hihihi, kebanyakan sohibul saya hanya tau Lima Sekawan, jadi surprise semisal ada yang baca Malory Towers juga. Duuuuh seru banget buku itu, mas πŸ™ˆ

      Delete
  15. Siang mbak Eno.. 😊 Msh ada bbrapa ortu yg emng merhatiin anak"nya banget, sayang banget.. apalgi kayk di desa" msh ada ortu yg nyiapin sgla kebutuhan anak"nya meskipun si anak udh berkeluarga, kyk nyiapin tanah buat masing"anaknya,sampe segitunya...termasuk mertua sy, syukur suami usaha sendiri .Entah lah itu cara mereka manjain ato enggak mau anak"nya jadi susah, tpi di lain sisi anak" jadi manja alias ngerasa.. Tuh ortu sy aja udh menuhin segalanya tanpa perlu susah payah... Moga" sih apa yg dilakukan ortu ga bikin anak"nya jdi manja, justru sbg anak sebisa mungkin ga minta macem",ga ush nyusahin aja udh bagus bangett.. Apalgi bs bantuin ortu... Walopun ortu ga ngarepin apapun dr anak"nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Henny, holaaaa 😁

      Iya mba, memang semua kembali ke anak itu masing-masing ya, mau jadi mandiri atau manja. Semoga, dengan arahan yang positif, anak-anak bisa tumbuh jadi anak mandiri meski orang tuanya adalah tipe orang tua yang selalu mengusahakan hal-hal terbaik untuk hidup anaknya 😍 Amiiiin, amiiiiin ~

      Delete
  16. Aku yg suka dapet hadiah dari Mba Eno aja seneng banget, pasti anak-anak tersebut akan lebih senaanggg. Mba Eno seperti malaikaaat..

    Waah kalo flashback ke masa kecil tentu banyak banget kenangannya. Aku ingat pertama kali dapet celengan dan modelnya ayam. Entah kenapa celengan itu harus model ayam 🀣 trus mulai nabung uang recehan dan seneng banget pas angkat celengan lama2 mulai berat. Langsung mikir kalo duitnya uda banyak hhha..

    Betul banget orangtua pasti mau yg terbaik untuk anaknya. Sampai kadang kalo ada makanan, inget buat anak dulu di banding dirinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga anak-anak senang ya, mbaaaa *harap harap cemas* πŸ˜‚

      OMG, celengan model ayam, itu dulu hits bangetttt, saya pun pernah dikasih celengan model itu sama ibu saya πŸ™ˆ Wk. Paling seru waktu celengan penuh terus bersiap-siap mau kita lempar, suara "praaaaanggg."-nya mantap πŸ˜†

      Iya mbaa, bahkan kadang orang tua nggak makan asal anaknya makan πŸ™„

      Delete
  17. Kok aku jd pgn nonton about time nya yaaaa. Tapi yakin sih bakal mewek jugaaa :(. Udh kebayang aja sedihnya kalo liat ada ayah yg sampe segitunya demi menyenangkan anaknya :(

    Dan itu bikin aku kangen Ama papa mama. Udh 2 thn lebih aku ga balik ke Medan. Harusnya 2020 kmrn, apa daya pandemi menghadang. Kdg kalo dikirimin foto ortu Ama adekku, trus lgs sedih aja ngeliat rambut papa udh makin putih. Jujurnya hubungan kami pas zaman sekolah ga terlalu Deket. Krn papa streng orangnya, disiplinnya luar biasa :D. Dan buat anak2 itu nyebelin. Adek2ku sih Patuh, tapi aku tipe pembangkang :p. Jd yg paliiiiing sering bentrok ya aku. 2018 kemarin kami bahkan berantem soal pilihan politik, yg bikin aku percepat balik ke Medan :(. Waktu itu papa maksa utk aku ikutin pilihannya hahahaha.

    Tapi sbnrnya tiap kali jauh, aku kangen kok.biar gimana, sekeras apapun kami 'perang' , tapi papa juga org pertama yg slalu bantuin masalah2ku :(.

    Paling sedih lagi kalo papa udh mulai bilang pgn ketemu cucu2nya , Krn aku sendiri blm tau kpn bisa ke Medan dgn kondisi pandemi blm jelas :(

    Btw, itu lumayan kocak pas papa mba beliin pianika sebagai ganti piano :D. Tapi bener juga mba, drpd beli, trus malah ga dimainin kaaan :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih banget mba, kalau saya jadi anaknya, saya akan lebih pilih ayah saya kembali sehat instead of ayah saya keluar uang banyak untuk saya. Huhuhu.

      Iya ya mba, kalau dekat rasanya berdebat terus, kena marah dan ceramah terus, padahal ortu biasa saja, tapi kitanya yang sensitif hahahaha, tapi giliran jauh, ada rasa rindu menghadang. Ingin pulang, ingin lihat wajahnya 🀧 Mba you are so lucky still punya Ayah, semoga Ayah mba Fanny sehat selalu, yaaaa πŸ’•

      Hahahahaa, Ayah saya tau saya nggak akan serius main musik, makanya dibelikan Pianika, katanya belajar pakai itu dulu, semisal betulan suka dan niat baru dibelikan piano sungguhannya. Ternyata saya cuma pakai pianika saat pelajaran kesenian di sekolah. Untung Ayah belum keluar uang banyak πŸ˜‚

      Delete
    2. Seru baca soal pilihan politik Fanny.. hahahahahaha...

      Bapak biasanya punya satu tugas yang sebenarnya tidak menyenangkan dan mengenakkan sama sekali. Sering ia harus "ditakuti" oleh anaknya sendiri.

      Kok begitu? Yah, karena dengan begitu anak-anak biasanya akan memiliki dan tahu "batas". Anak-anak harus tahu kalau mereka sudah tidak mau mendengar ibunya, mereka harus berhadapan dengan seseorang yang "menakutkan".. wakakakaka Dengan begitu akan selalu ada "rem".

      Hahahaha.. bukan berarti benci atau tidak sayang. Cuma, memang peran bad cop good cop itu perlu sekali saat menjadi orangtua. Ibu biasanya menjadi angel-nya dan bapak menjadi "devil".

      Si Kribo sendiri tahu, kalau dia tidak nurut sama ibunya, berarti berhadapan dengan bapaknya yang bisa sangat menyebalkan untuk dihadapi.

      Kalau ada masalah, ya nggak mungkin juga bapaknya diem saja dan tega membiarkan anaknya dalam kesulitan.

      Makanya kadang seorang bapak kudu jaim.. biar keliatan serem. Biarpun kadang ngiri melihat kedekatan ibu dan anak-anaknya. Cuma, sometimes, pengorbanan itu perlu dilakukan, untuk orang-orang kesayangannya.

      Papanya Fanny kangen ingin ketemu cucunya.. hikss.. saya rasa, suatu saat nanti, saya juga akan begitu. hahaha

      Ikutan curcol di sini ajah ah

      Delete
    3. Kalau saya kebalik mas, Ayah saya angelnya, Ibu saya evilnya hahaha. Ibu saya hobi banget tegur saya, dan saya pun hobi banget kena marah Ibu 🀣 Kalau sudah begitu, larinya ke Ayah, minta di-puk-puk πŸ™ˆ Apa karena saya anak perempuan, yaaah? Hahahaha. Tapi Ibu saya meski hobi ceramah, saya sayang soalnya pas sudah besar, baru sadar kalau semua yang Ibu bilang itu benar 😁 Telat banget memang πŸ˜‚

      *ikut curcol juga*

      Delete
  18. buku lima sekawan apa kabar ya, lama nggak liat hehehe, bikin kangen jaman bahula nih
    kenangan saat kecil cukup banyak juga, waktu TK masih sok malu malu nari di depan orang banyak, malu takut gitu, inget banget ini, ngeliat ke arah penonton, tapi yg dicari sosok ibuknya hahaha
    kalau kayak gini dan liat anak kecil sekarang, dan saat mereka perform, mungkin yang ada dipikirannya sama kayak yang ada dipikiranku dulu. taunya nurut aja sama guru dan ortu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabarnya baik, mba 🀣 Covernya sudah berganti-ganti hahahaha.

      Biasanya jaman TK pasti begitu, yang dicari dan dilihat orang tua sendiri, kalau orang tua nggak kelihatan, bawaannya seperti kena panic attack πŸ˜‚

      Tapi sepertinya anak sekarang tingkat PD-nya lebih tinggi, mba 😍

      Delete
  19. Jadi inget banget waktu SD itu kelas 3 atau kelas 4 gitu deh, aku mainin sepatu roda punya papi sampe aku jatuh yang kebanting kepala duluan gitu karena emang sepatu roda yang jadul kayak olga sepatu roda itu. Akhirnya aku ngomong ke papi buat beliin sepatu roda yang modelnya 4 rodanya sejajar, terus langsung diajakin ke toko dong buat beli. Setelah itu akhirnya jadi pintar naik sepatu roda, tiap ada yang ke rumah pasti pada minjem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuuh mba Icha sampai kebanting, untung nggak apa-apa, pasti keluarga kawatir banget yaaa saat kejadian πŸ™ˆ hehehe. Thankfully, langsung diganti dengan sepatu roda empat. Jadi ingat, saya pun dulu memiliki sepatu roda tersebut, hadiah dari ayah namun saya nggak bisa memakainya, mba πŸ˜‚

      Delete
  20. Wah jadi pengen cari variety shownya juga, Mbak Eno.:D
    Ya memang begitulah cinta orangtua ke anaknya ya, Mbak Eno.
    Meskipun anak-anak gak mungkin bisa punya cinta yang sama besarnya ke orangtua seperti orangtua ke anak. Setidaknya tidak mengabaikan orangtua, suka sedih kadang kalau dengar cerita anak yang tidak memperlakukan orangtuanya dengan baik tapi malah berbuat "baik" ke orang lain.:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ceki-ceki mba, mungkin ada yang versi subtitle-nya. Kemarin saya lihatnya versi tanpa subtitle, itu ada di Youtube, namun pakai hangeul semua judulnya πŸ˜‚

      Iya mba Wulan, sebisa mungkin, kita jangan abaikan orang tua kita, meski kita nggak bisa memberikan hal-hal terbaik, sebaik yang orang tua kita berikan πŸ’•

      Delete
  21. Buku dan puzzle itu brings back my memories.

    Pas masih sekolah, aku suka baca buku-buku Enid Blyton sama Alfred Hitchcock yang ada di perpustakaan gereja 😁😁😁
    Kalo puzzle karena suka main aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa kecil yang menyenangkan dengan Enid Blyton ya, mas 😍

      Saya pun bahkan sampai sekarang masih suka baca ulang buku-buku Lima Sekawan, sambil membayangkan betapa serunya dulu ketika saya membaca πŸ˜†

      Delete