Burger 307 | CREAMENO

Pages

Burger 307

Kalau mau cari gue, paling gampang cari di Burger 307 kata si kesayangan ðŸĪĢ Wk. Ini menurut gue salah satu statement dia yang masuk akal genks. Jadi di Jeju Island, ada satu cafe burger berlokasi tepat di depan Hamdeok Beach, pantainya pasir putih dan super indaaaaah 😍 Gue pribadi, dari awal sudah suka sama Burger 307 sampai rajin bolak balik ke sana macam setrikaan ðŸĪŠ

Padahal kalau dipikir, jaraknya lumayan jauh dari tempat gue -- secara gue di selatan while Burger 307 ada di utara 😆 Thank God, jarak selatan ke utara hanya 45 menit sampai 1 jam melewati jalur gunung dan hutan dengan pemandangan sangat sayang untuk dilewatkan, hehehee. Eniho, bicara soal Burger 307, kenapa gue suka produk mereka, selain karena homemade dan rasanya enaaak, juga karena vibe tempatnya yang nyaman. Entah kenapa gue suka duduk lama-lama di sana 🙈




Ohyaaa, selain jual burger, mereka punya mini shop, di mana teman-teman bisa belanja souvenir lucu untuk oleh-oleh keluarga di rumah 😍 Terus lokasi Burger 307 ini berdekatan dengan banyak cafe dan hotel, jadi semisal teman-teman suka menginap di area pantai, mungkin bisa jadikan area Hamdeok Beach sebagai pilihan. However, jangan ekspektasi banyak karena air laut di Hamdeok sering pasang, especially, saat teman-teman berkunjung di-musim gugur dan dingin hahahaha. So, apabila teman-teman mau lihat pantai cantik, bisa coba datang saat musim panas ðŸĨģ

🐰🐰🐰

Gue mau cerita sikit yaaah, pertama kali tau Burger 307 itu karena iseng ajak si kesayangan yalan-yalan sebelum pulang ke selatan ðŸĪĢ✌ Jadi waktu itu si kesayangan habis jemput gue dari bandara, dan karena lapar, gue ajak dia cari makan. Cap cip cup belalang kuncup, kami pilih~laah Hamdeok Beach area yang nggak jauh dari bandara, biar nggak terlalu lama tunggu saat perut keroncongan ðŸĪŠ Sesampainya di Hamdeok, kami sempat putar-putar cari cafe or resto mana yang enak. Hingga pilihan tertuju pada, "Yasudah kita makan burger saja Hon, capek keliling." hahahahaha 🙈





Si kesayangan kemudian parkir di sisi kiri bangunan, dan kami berdua masuk ke dalam ---- memilih beberapa menu yang tertera tanpa pikir panjang ðŸĨģ Buat gue yang pasti menu bulgogi doooongs, gue suka bingits menu-menu bulgogi di banyak brand burger Korea. Tunggu punya tunggu, finally makanan gue datang, dan tanpa ekspektasi besar, gue pun memakannya 😆 "Woow, so delicious!" ucap gue melirik si kesayangan yang sibuk mengunyah. Gue dan si kesayangan bingung, ini burger enak karena kami lapar, atau betulan enak (?) Alhasil kami sepakat next week kembali datang 😂

Long story short, seminggu berlalu, kami visit Burger 307 untuk coba kali ini dalam keadaan nggak begitu lapar karena perut sudah disumpal beberapa Pie Orange favorit kami berdua 😍 Dan kami segera memesan menu yang sama, which surprisingly memang enak hahahahaa. Fixed setelah itu, kami jadi rutin mampir ke Burger 307 dalam berbagi kesempatan, even ketika kami bingung mau makan apa, tiba-tiba kepikiran, "Yuk, Burger 307, yuk." ðŸĪŠ And that's how the story began ~

Teman-teman ada yang suka burger, kah? 😋

Burger 307
504, Johamhaean-ro, Jocheon-eup,
Jeju-si, Jeju-do, South Korea

66 comments:

  1. Suka juga burger cuma jarang beli, kalapun beli paling yg harga 5 ribuan, isinya daging cornet plus tomat, atau kdg bikin burger sendiri, roti tawar ditengahnya kasi telur mata sapi sama saos ðŸĪĢ

    Itu yg digambar, melihat burger tebal begitu cara makannya gimana ya, pasti sulit kalau langsung di gigit ðŸĪĢ

    Digambar ada sepeda dan mobil, itu mobilnya mbak bukan? Atau mbak kesana naik sepeda ya? ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pakai roti tawar dikasih telur mata sapi dan saos, namanya sandwich mas Jaey, dan itu enaaaak. Apalagi kalau ditambah sayuran, so yuuuuums 😍

      Di foto terlihat tebal bingits yaaa, padahal aslinya nggak begitu tebal, meski saat makan tetap saya pisah pakai garpu dan pisau hahahahaha. Saya kalau makan burger selalu dipotong dan dipisah, nggak bisa langsung gigit soalnya 😆 Wk.

      Bukan mas, mobil kami parkir di samping bangunan 😁

      Delete
  2. Woooo seperti biasa kalo liat update-an Mba Eno tentang makanan tuh langsung ngiler ðŸĪĪ Foto-fotonya itu loh kok ya menggugah selera banget, emang Mba Eno terbaik banget kalo udah urusan foto 😍

    Ngomongin burger sih aku juga suka, cuma belom pernah tuh nemuin burger yang beneran tebel gitu (apalagi kayak yang di foto Mba Eno wkwkwk). Kadang agak menyedihkan malah kalo beli burger, pengennya gimana datangnya gimana. Tapi, pengen deh cobain burger dengan rasa makanan Korea, aku belom pernah coba dan gatau di Indo ada gak ya... dulu si M pernah sih ngeluarin rasa2 yang ke-Koreaan gitu, cuma gak beli karena takut kecewa duluan hahaha ðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal foto makanannya cuma dua dan nggak begitu bisa menggambarkan betapa enaknya burger tersebut mba, hahaha, aslinya super lezaaatoooos ðŸĪĢ

      Cari burger enak agak tricky memang, tapi gampangnya cari artisan burger atau homemade burger, biasanya beef patty mereka tebal. Nah, kayaknya Lia pernah bahas beberapa brand burger enak di Jakarta 😍 Ohya McDonald burger seasons ada yang enak ugha, salah satunya Jepang, dan yang Bulgogi pun mantap, mba Tika ðŸĪĪ

      Delete
  3. Beberapa jam yg lalu, ketika aku ke sini, post ini blm ada? Apalah aku pertamax? Komen dulu ah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan pertamax sayangnya, mas Dodo ðŸĪĢ

      Delete
  4. Hiya hiyaaa untung kemarin aku habis makan burger, jadi nggak terlalu ngiler lihat postingan ini 😝 cuma 40% aja ngilernya *teteup aja ngiler namanya* itu kejunya bikin ngiler deh, Kak 🙈 ku nggak tahan kalau lihat keju di burger, bikin jadi mudah tergiur wkwk. Dan nggak heran kalau tempat ini jadi tempat faves Kakak soalnya kan Kakak suka burgerrr, kalau nemu burger enak, pasti tempatnya akan jadi tempat faves yang bikin mondar-mandir kayak setrikaan ðŸĪĢ

    Selain ngiler karena burger, onion ring dan kentangnya ðŸĪĪ, aku juga ngiler lihat tempatnya yang cakep 😍 terus salfok sama baju pegawainya karena serasa lagi di Hawaii ðŸĪĢ.
    Btw, Kak Eno lebih suka Onion ring atau french fries?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin habis makan burger apa, Li? Kalau kakak meski sudah makan burger, semisal Lia post burger, kakak akan ileran lagi lihatnya ðŸĪŠ Bahay hay ~

      By the way, keju di burger yang meleleh itu rasanya juaraaaak. Dan iya, Lia tau saja, kakak suka bingits burger, menurut kakak, burger itu gampang dimakan especially saat sedang sibuk dan kalau abroad, menu ini tuh cukup aman ðŸĪĢ Makanya, jika ketemu burger enak, langsung di-tag brand-nya biar next time bisa kembali datang 🙈

      Sebetulnya, tempatnya bukan tipe instagramable, tapi suasananya okay, sekedar duduk makan burger sambil lihat pantai dan langit, sudah cukup rasanya untuk obati stres dan kelelahan hahahahaha 😂 Eniho, kalau disuruh pilih, kakak prefer onion ring compare to french fries, karena sebenarnya kakak lebih suka potato wedges cuma mereka nggak jual, jadi~lah pesan yang ada. Lia bagaimana? 😍

      Delete
  5. Hi mbak, kalo aku ga terlalu suka burger. Menurutku, harganya terkadang tidak masuk akal. Dengan harga yg sama aku bisa mndapatkan semangkok bakso yg tentu kualitas dan kuantitas cukup baik. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha jangan dibandingkan dengan bakso mas Dodo, kalau sama harga bakso tentu bisa dapat dua mangkok semisal yang dibeli burger homemade 😍

      Delete
  6. Oke fix, aku cateeeeeet tempatnya dan masukin ke itin Jeju hahahahah. Pokoknya ada 2 tempat yg aku mau prioritaskan dulu after pandemic mba, Jepang, dan Jeju :D. Kalo Jeju tapi pengennya berdua aja Ama suami.

    Aku suka burger, apalagi kalo pattynya mantep gitu. Walopun ga doyan kalo dalamnya diisi sayur Krn menurutku jd layu. Jd kalo pesen burger aku slalu skip sayurnya. Aku suka sayuran tp dlm kondisi fresh. Bukan dlm kondisi belepotan tomat dan mayo hahaha.

    Issh, burger ini ngingetin aku Ama burger2 yg dijual di Berlin :D. Tebel, mantep hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih, semisal mba Fanny suka Burger, mungkin bisa mampir mba, hihihi, ini nggak jauh dari bandara, jadi menginap di area Jeju City pun cukup gampang ~

      Membayangkan mba Fanny yalan-yalan ke Jeju dan membahasnya di blog, I feel good, dan penasaran, bagaimana pendapat mba Fanny mengenai 'rumah ke dua' saya 😆 Wk. Semoga rencana mba bisa segera terealisasikan, ya 💕

      Lho kita samaaa, hahaha, saya sebenarnya suka burger tanpa sayuran. Tapi semisal dikasih yaaa nggak saya tolak, berhubung saya makan lebih sering pakai garpu dan pisau, biasanya saya pisah manual sayurannya dan dimakan sama si kesayangan ðŸĪĢ Baca ulang post dan komentar ini, saya jadi lapar mau makan burger besok 🙈

      Delete
    2. Mba fanny kalau ke Jepang... dan ke Tokyo.. kata sensei saya wajib nyobain menu daging di restoran namanya RedRock yang katanya rasanya endolita bambang.. 😅😅ðŸĪĢ dia ada di daerah Jingumae, Shibuya-ku.. cuma emnk tempatnya yg super duper ruammeeeee tapi katanya se-Worth itu buat di cobain..

      Btw, hhmm pagi2 gini yg diliat burger... Hahaha.. enak mba.. tebel gitu..
      Apa cuma perasaan saya kalau burger di LN itu tampak tebal2. Kan beda kalau di sini kaya K*C dan M*D. Entah kenapa saya mikirnya kalau burger mereka bentuknya nggk kaya di foto.. hahah ðŸĪĢ *canda yah M*D ame K*C.. wk

      Oke tak lanjut sepedahan dlu... 😄

      Delete
    3. Wih, dapat rekomendasi dari senseinya mas Bayu 😍

      Burger untuk fast food memang rata-rata patty-nya kecil, beda sama beef patty burger homemade yang besar. Sebenarnya di Indonesia ada yang jual beef patty besar, masuk kategori artisan homemade, kalau di Bali yang saya suka itu Bo$$man, ini ada di Seminyak Village, mungkin saat mas Bayu ke Bali bisa coba 😆

      Selamat sepedaan, mas ðŸĨģ

      Delete
  7. Dari fotonya kelihatan so yummyyyy mbaaaa
    aku sekarang lagi tergila2 burgerax. Ini brand asli Jogja (kalo ga kliru) Harganya mursida bambaangg alias murahhh buanget. STARTS FROM 15 ribu ajaaaa
    dan mereka tuh, memasak burgernya setelah kita order. Jadii, pas dagingnya digoreng, aduhaiii aromanyaaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indeed, it's really yum mba Nurul 😍

      Wah, saya baru dengar brand-nya, apakah mereka punya cabang di Bali juga? Jadi penasaran mau coba, nanti saya searching informasinya huehehehe ~ apalagi dengan harga cukup affordable, jarang-jarang burger homemade start from 15.000-an 😆 Terima kasih untuk rekomendasi new brand of burger, mba Nurul. Super lav ðŸĨģ

      Delete
  8. Burgerrr? sukaa tapi gak sampai maiak bangettt.tetap maniak ama nasi wkwkwk.btw kenapa namanya 307 ya.apakah ada 307 menu kah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha, jangan maniak dong, kalau too much jadi nggak bagus untuk badan kita, ya kan? ðŸĪĢ By the way, saya kurang tau kenapa pakai nama 307, mba 🙈

      Delete
  9. Saya suka.. cuma kalau harus ke Korea beli Burger 307 mah namanya burger berat di ongkos.. wakakakaka

    Cuma foto burger di atas mengikis image tentang Eno nih. Kupikir kecil, kayak marmut.. eh kelinci, cuma kalau sanggup makan burger segitu harus direvisi kayaknya..ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ Belon ditambah kentangnya..hebaattt...

    Seperti biasa, nice photos Eno

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngapain kamu ke jeju?
      mau makan burger di burger 307
      hheeuuheeuu

      belum lagi itu onion rings-nya juga sangat menggiurkan..wkwkwkwk

      Delete
    2. Jiaaaakh mas Anton bisa sajaaaa, yakeles jauh-jauh ke Korea buat burger ðŸĪĢ

      Memangnya burgernya kelihatan buesaaar yaaa (?) Padahal aslinya nggak begitu besar ahuahahaha, tapi itu porsi dimakan berdua mas, nggak mungkin habis kalau sendirian 😆 Kan kelihatan tuuuh coke-nya pun duaaaaa ðŸĪŠ

      Eniweis, thanks mas untuk apresiasiya ðŸĨģ🎉

      Delete
    3. Terniat memang mas Anton, jauh-jauh ke Jeju demi burger 307 ðŸĪĢ Wk. By the way, onion ringnya lumayan enak, tapi buatan mba saya lebih enak *eakh*

      Delete
  10. Aku ndak suka burger mbak. Berhubung orang Endonesa asli, jadi makan itu kudu nasi. Engga bisa ganjel2 perut cuma sama roti2an apalagi burger2an begini. Ndeso tenan yo mbak perutku wahahaha.... Btw senang ya punya resto favorit begini. Jadi kalau berkunjung lagi ke Korea, ga bingung2 cari makanan yang pas di lidah lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoho nggak apa-apa mba, nggak 'ndeso' kok karena beberapa orang memang ada yang baru kenyang kalau makan nasi, dan lebih suka nasi daripada burger 😆

      Iya mba Imelda, senang setiap pulang ke Jeju, biasanya dari bandara langsung mampir ke sana. Tapi nggak boleh sering-sering hahaha, tetap harus masak ðŸĪĢ

      Delete
  11. itu foto pertama berasa iklan mobil dengan background tempat makan...hahhahaa
    mirip bulgogi, nyari yang pasti-pasti aja yaa mbak eno..hahhaha

    lihat gambarnya di jam segini. Duh, jadi pengen makan ginian. Sayangnya di sini gada gituan. Mau nyari martabak aja mesti ke kecamatan sebelah yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Belum lagi kalau malam jalannya sepi...hahhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah cocok kah saya jadi photographer untuk iklan? ðŸĪŠ

      Kalau saya, dari dulu memang suka beef burger mas, apalagi kalau bulgogi, aduh enaaaak enak biasanya. Bahkan bulgogi burger-nya McD saja enaks ðŸĪĢ

      OMG, cari martabak harus menghabiskan waktu 30 menit, lama ugha, eh tapi lebih sebentar dari saya, setiap mau makan burger 307 harus setir mobil 45 - 1 jam ahuahahahaha. Di sana jadinya kebanyakan pada jualan apa, mas? 😍

      Delete
    2. jadi bertanya-bertanya..itu mobilnya kebetulan ada di sana pas mbak eno datang, atau mbak eno nungguin biar ada mobil parkir di sana dulu?
      *terniat banget kalau mbak eno nungguin ada mobil parkir di sana..wkwkkwk

      iyaa deh iyaa, tahu yang jadi pelanggan mcd garis keras...wkwkwkk
      waktunya memang lebih lama mbak, tapi suasananya bisa mengubah segalanya. apalagi perginya bareng si kesayangan...wkwkwkk

      di sini banyak yang jual kerupuk basah mbak eno? pempek-nya kalimantan. googling aja yaa...hahhahaa
      oyaa mbak, jangan lupa googling tempoyak juga. Kemarin aku baru dimasakin tempoyak ikan patin..hihihiihi

      Delete
    3. Mana mungkeeen hahaha, saya nggak serajin dan seniat itu sampai tunggu ada mobil parkir di sana mas 😂 Itu pure kebetulan memang ada mobil jadi jepret saja, tau sendiri saya suka random orangnya 😆 Eh ternyata bagus ugha. Wk.

      Ih mas Rivai tau saja saya McD garis keras, eh apa saya pernah cerita, ya? ðŸĪŠ Nah itu dia yang membedakan, buat saya sejam sebentar karena sama si kesayangan, dan buat mas Rivai 30 menit lama karena sendirian 🙈 Semoga nanti ada pujaan hati yang temani mas Rivai beli martabak y, bahkan jarak 60 km pun terasa dekat 😍

      Barusan saya Googling kerupuk basah Kalimantan, bentuknya mirip Pempek lenjer, tapi sausnya warna merah bukan pakai cuko kayaknya 😆 Apakah rasa sama atau beda, mas? Hehehe. Kalau tempoyak saya tau tapi nggak pernah makan, sebab ada material durian seingat saya, itu dari Palembang kaaan? 😁 I knoooow ~

      Delete
    4. Ada yang bagus sedikit langsung jepret. Eh ternyata malah bagus...hahhahaa
      sungguh beruntung sekali anda...hahhaa

      pernah cerita mbak eno. mbak eno tim mcd, aku kaefci...walaupun kaefci gada burger. kalau mau burger emang mesti berkhianat ke sebelah dulu..hahaha

      iyaa, pakai sambel kacang. Enaknya kalau pas panas. Aroma ikannya masih terasa kuat. Kalau sudah dingin agak keras. Versi digoreng juga enak mbak...hahahaha


      duh, ternyata bukan barisan pencinta durian. kita ga dalam barisan yang sama mbak eno..hahhaa
      tempoyak rasanya segar mbak, enak kok. kayaknya dari melayu sumatera. Karena aku pernah makan tempoyak di bengkulu, dan jambi. Sedangkan di tempatku sekarang mayoritas orang melayu..hehehhee

      Delete
    5. Sepertinya dewi fortuna menyayangi saya 😂

      Nah iya, KFC kan jagonya ayam, tapi bukannya KFC jual burger ya? Meski burgernya hanya isian ayam kalau nggak salah 😁 Pernah coba soalnya.

      Lho itu dikukus berarti yaaa bukan digoreng? Saya kira hasil Googling tadi sudah digoreng, hahahaha. Saya pribadi makan pempek lebih suka yang digoreng, entah kenapa rasanya lebih chewy ~ terus jadi penasaran, bagaimana rasa pempek dikasih bumbu kacang seperti kerupuk basah Kalimantan 🙈

      Kalau mau cari anggota barisan durian mungkin bisa ajak mas Rahul, tapi mas Rahul nggak suka buah yang diolah ahahaha 😆 Saya memang nggak makan durian mas, nggak bisa menerima baunya sampai sekarang. Huhu, maafkan ðŸĪĢ However saya suka sup ikan patin, ini setau saya makanan Sumatera juga, kaaan? 😍

      Delete
  12. kalo aku yang komen, kak Eno pasti udah nyangka jawabanku apa...hehehe

    aku ga makan burger sejak..... wah lupa lagi.

    Kalo aku sukanya makan potongan ayam trus dicampur nasi merah lalu dibungkus sama daun selada bokor, lalu haap...aammm... enyak enyaaak...

    kalo ga salah, aku meniru cara makan orang korea di KDrama, soalnya kyknya enak banget... jadi aja niiru, dan beneran enak sih :D

    oh iya, ,emang bener ya kalo orang korea demen makan bawang putih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. I know, huhuhu, too bad jadi nggak bisa traktir burger *eh* 😆

      Wah, saya pun suka makan dengan selada, tapi lebih seringnya dipisah, daging dulu masuk mulut, kemudian nasi, dan selada ðŸĪĢ Kalau digabung nggak muat mulutnya hahahahaha. Entah kenapa size selada pada nggak santai besarnya ðŸĪŠ

      Iya, orang Korea kalau BBQ suka di-wrap makanannya Dy, dan memang enak. Tapi si kesayangan sendiri, dia tipe yang jarang wrap, alias dipisah-pisah kayak saya. Kata dia, kalau harus wrap dulu, keburu habis dagingnya. Wk. Maklum biasa BBQ sama banyak orang, entah teman, rekan kerja, endeblabla, jadi sering rebutan daging di meja ðŸĪĢ

      And yes, orang Korea suka bawang putih, namun mereka nggak kenal bawang merah, dan saya saat mau beli bawang merah harus cari di Asia Mart 😆 Padahal makanan pakai bawang merah or bawang goreng rasanya super nikmat. Too bad mereka nggak punya. Dan mereka tuuuh makan bawang putihnya bukan slice, jadi satu siung kadang dimakan langsung habis dibakar. Rasanya lezat 😍

      Delete
    2. Aslinya selezat itu bawang putih dimana sesiung gitu? hmmm... jadi penasaran, tapi, enak ga ya?hahahaha

      btw, bawang putih korea sama indonesia itu sama kan?

      Delete
    3. Kalau dipanggang/bakar bareng sama daging BBQ, rasanya enak Dy, hehehe, coba deh pankapan, biasanya di resto Korean BBQ akan disediakan 😆

      Saya pribadi pun awalnya berpikir nggak enak, ternyata sangat enak. Eh tapi ini akan kembali pada selera ahahahaha ðŸĪĢ Iya, sama persiiiiis kok bawangnya 😍

      Delete
  13. aku banget mbak nih burger, kalau lagi males makan nasi, pergi ke burger king, itu udah cukup kenyang. masalah lapar lagi urusan belakang, yang penting ngidam burgernya udah kesampaian :D

    terus temen buka usaha rumahan, menu burger, kentang, hot dog, yang semacam ini, langsunggg ga pake mikir, order siang siang buat cemilan di meja kerja.
    kebetulan ada menu burger hitam, jadi penasaran juga.

    ini tempatnya kiyutt bener, foto di luar bangunannya aja terlihat cakep sepertinya. apalagi foto foto indoornya.
    dan pas liat foto yang outdoor tadi, tiba tiba di kepalaku ada bayangan mau pake baju ini itu buat foto disana, padahal belum tau kapan ke Jeju nya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ainun #teamburgerking, yaaa? 😍

      By the way, burger hitam pakai material apa, mba? Menariiik, hihihi, di Bali seingat saya dulu ada yang jual burger hitam, tapi lupa di mana ðŸĪĢ Rata-rata yang saya tau, warna buns-nya masih normal semua, kuning ke cokelatan 😁

      Sebetulnya tempat Burger 307 ini tepat di bawah hotel, dan sampingnya ada banyak cafe, kalau mba klik post Hamdeok Beach, nanti kelihatan jalannya yang berisi deretan cafe-cafe tepat di depan pantai hehehehe ~ eniho, nggak apa-apa dibayangkan dulu bajunya, siapa tau nanti dapat kesempatan main ke Jeju, kaaaan? 😍

      Delete
    2. yess aku #teamburgerking mbak, seringnya kesono hahaha
      nahh tuh dia mbak, aku ga kepikiran nanya roti hitamnya dari material apa, padahal dari dulu penasaran pengen tau.
      besok besok aku pengen interview yang punya ah, biar ga penasaran terus :D

      Delete
    3. Nah, menarik tuh mba, interview yang punya terus jadi bahan post, pasti pembaca ikutan penasaran, burgernya bisa berwarna karena apa 😍

      Delete
  14. Sebagai penggemar burger dan gorengan, sungguh lah melihat foto-foto di atas bikin ngiler... hahaha.

    Setelah diinget-inget lagi, aku baru nyadar kok bisa ga punya foto pantai di Jeju, yak... perasaan sempat mampir ke pantai *tapi lupa nama pantainya*. 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ingin makan burger ya, mba? ðŸĪĢ

      Apa mungkin mba Hicha ke Hamdeok, karena lokasinya dekat dari Jeju City plus bandara? Tapi di Jeju ada banyak pantai, bisa jadi mba Hicha ke pantai lainnya 😍

      Delete
  15. Semalem aku baca ini terus ngiler hahahahaa... Aduh Mba Eno, burger dan onion rings-nya sungguh menggugah selera 😋 aku yang udah lama ga jajan burger langsung keidean hari minggu pengin beli burger aja aaah 😁

    Terus aku salfok sama foto Mango Ray itu.. Outlet jus gitu ya Mba? Kayak segar gitu liatnya, mana ada botol jus mangga raksana di depannya 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikkkk, selamat menikmati burger hari minggu, mbaaa 😆
      It's a good choice untuk dinikmati pada minggu yang cerah ~

      Bukan outlet juice mba, melainkan coffee shop dan jual desserts 😍 Tapi ada menu jus mango-nya kalau nggak salah. Saya lupa, hanya pernah 1x ke sana, waktu itu pun yang saya beli bukan mango, melainkan jus jeruk Hallabong ðŸĪĢ

      Delete
  16. Bagaimanapun fotonya, looksnya tetap estetik kalo masuk blog Creameno. Ha ha ha. Saya jarang makan burger, lebih senang ngemilin kentang gorengnya. Kalo lapar, sekalian pesan paket ayam dan nasi. Burger terlalu Eropa untuk perutku yang Indonesiawi. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiahahaha, bisa saja mas Rahul, tapi memang tempatnya estetik kok ðŸĪĢ

      Dilema kalau beli makan ya, pilihannya antara burger atau nasi ayam 😆 Biasanya saat lapar banget, burger akan kalah telak 🙈 hahahahahaha.

      Delete
  17. Karena omnivora, aku sih yes aja kalau makan burger. Hahaha 😂 Aku salfok sama tulisan 감ė„ąė†Œí’ˆ, artinya apa ya Kak Eno?

    Btw Kak Eno, harga burger di sana berapa won biasanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 감ė„ąė†Œí’ˆ artinya emotional stuff, itu nama toko souvenir mereka. Hehehe, jual perintilan seperti stationery, merchandise, this and that, untuk oleh-oleh, mba 😁

      Untuk harga kisaran KRW 6500 - 9000, kalau dalam rupiah IDR 80.000 ++ hehe nggak jauh beda dengan harga homemade artisan burger di Indonesia 😍

      Delete
    2. Oh gitu ya Kak Eno? Toko souvenir sama Burger 307 nya satu tempat atau terpisah Kak?

      Delete
    3. Iya satu tempat mba Syifana, owner-nya sama 😁

      Delete
  18. Saya suka burger tapi fotonya doang, klo aslinya belum mampu menerima lidah saya ini. wkwkkw...

    Herannya anak saya doyan semua, sayurnya juga nggak mereka skip. klo mamaknya masih lidah nasi pecel nomor satu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, nasi pecel tetap juarak ya, mba Pipit 😁 Well no problemo, nggak semua orang suka burger memang, ada yang bagi mereka rasanya biasa sajaaa 😆

      Delete
  19. KAK ENO AKU SUKA BANGET SAMA BURGER T_____T baca postingan ini jadi pingin pesen burger tapi aku udah bawa bekal dari rumah T_____T *ya masalah lo wkwk*

    Oh iya Kak Eno aku pernah denger dari orang-orang yang pernah ke Korea, banyakan bilangnya kalau musim panas ke sana rasanya kayak chocolate melting on the ground, kalau menurut Kak Eno sendiri gimana? Apa beda panasnya antara Jeju dengan Seoul?

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSS, mba! Wk. Mungkin burgernya bisa untuk next time ðŸĪĢ

      Menurut saya benar, makanya saya malas di Korea saat musim panas tengah tahun, hehe, biasanya saya pulang ke Indonesia tengah tahun mba, sebab di Bali kalau tengah tahun suhu udaranya dingin, dapat angin winter Australia 😁

      Di Korea, summer-nya selain panas, kadang 'nyelekit' seperti terbakar 🙈

      Delete
  20. Suka nggak yaa sama burger *malah nanya diri sendiri* 😆

    Kalau burger fast food gitu aku memang nggak gitu suka, Mbaa. Soalnya terlalu apa yaa.. burger bunnya terlalu tebal dan benar kata Mba Fanny, sayurannya tuh suka layu dan udah nggak fresh 😅

    Tapiii, kalau burger biasa kayak Burger Blenger yang pernah kucoba duluuu banget, itu enaaa! 😍 Dagingnya tebel, sausnya melimpah, bunnya juga nggak terlalu tebal, makannya juga puwasss hahahaha

    Tapi kalau liat penampakan burger favoritnya Mba Eno di atas, aku jadi keingat dulu di Guangzhou sempat sukaaa makan MOS Burger. Aduh itu burgernya so yum! Bunnya lembut parah dan dagingnya nggak berminyak. Makan burger berasa clean sekali 😆

    Btw, Mba Eno pernah cobak burgernya Cosmic Diner nggak? Soalnya burger best menunya mereka gitu, tapi aku sendiri malah nggak pernah makan karena lebih suka menu pastanya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh Burger Blenger, dengarnya saja sudah terasa lezat, mba 😍 Wk.

      Saya pun nggak suka burger yang sayurnya layu, prefer tanpa sayur hahaha, dan sausnya melimpaaah. Mungkin karena itu sangat suka homemade burger, meski fastfood kadang makan kalau malas pergi kejauhan tapi sedang 'ngidam' ðŸĪĢ

      Woaah noted, nanti kalau ke Guangzhou jadi mau coba MOS burger, sebagai pecinta burger, rekomendasi mba Jane nggak boleh dilewatkan hahahaha 😆 Ohya saya pernah coba burger Cosmic Diner mbaaa, dan enaaak. Tapi belum sampai mengalahkan BO$$MAN yang di Seminyak Village, atau Captain Jack 😂 Terus saya jadi ingat mau coba menu Cosmic Diner yang pernah mba rekomendasikan 😍

      Delete
  21. Kebalikan mbak Jane di atas, aku suka burger fastfood. Tapi syaratnya ketika fast food hour, dengan kata lain emang lagi cravinggg banget.

    Pas emang lagi pengen-pengennya, trus makan burger, asal ada label fastfoodnya, berasa enak banget rasanya hahhaha,,, membawa masuk segala lemak dan kalori ke dalam tubuh sambil meresapi rasanya yang super micin ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

    tapi dari foto di atas, aku malah ngiler liat onion ringnya. kayaknya enak banget. jadi pengen bikin tapi gas abis, jadi mari kita beli gas dulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dongggs, saya pun baru makan burger kalau craving banget, mba ðŸĪĢ

      By the way, beberapa burger fastfood yang saya suka di Korea, selain McD, ada Mom's Touch, ini lumayan enak. Jadi semisal malas ke Burger 307 yang jauh, saya mampir ke Mom's Touch, which is mereka punya Cajun Fries enak 😍

      Selamat beli gas dan masak onion ring, mba Mega 😆

      Delete
  22. Wuaaa tempatnyaaa keceee. Pantes Mba Eno betah lama-lama disana 😂 aku bukan pecinta burger, tapi yaa sesekali makan. Cuma karena Si Koko bukan pecinta burger juga, jadi yaa kami jarang nyari menu tsb.

    Btw masuk list tempat ini jika suatu saat bisa ke Jeju. Banyaak rekomendasi dari Mba Eno yaa rasanya mau aku cobaaa 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betah bingits, mbaaa ðŸĪĢ

      Aha, kalau nggak suka Burger, bisa coba cafe di sekitarnya, ada banyak cafe dan resto enak di sana, mba. Mau BBQ, seafood, this and that, lengkap kap kap 😍

      Delete
  23. Auto lapaar. Saya suka banget burger dan favorit burger McD. Bikin sendiri enak juga.

    BTW di sana bersih banget ya tempatnya, jadi nyaman berlama-lama nongkrong. Selain burger, onon ringnya juga terlihat lezat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, lihat post ini auto lapar jadinya ðŸĪĢ

      Iya, di sana bersih tempatnya, sehingga membuat siapapun yang datang merasa nyaman untuk berlama-lama, selain karena alasan makanannya enak, mba 😍

      Delete
  24. Eating burger by the Hamdeok sea... I like eating burger by the sea too :) Moreover if the burger buns are homemade and freshly made everyday. Must be so fluffy and soft buns you'll get!
    Any idea behind 307 of the burger restaurant name?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bali, ada homemade burger yang enak mba Intan, namanya BO$$MAN, berlokasi tepat di depan Seminyak Village. Siapa tau next time mau coba 😆

      Saya kurang tau kenapa dikasih nama 307 hahahaha 😂

      Delete
    2. Thank you for homemade burger resto recommendation :)

      Delete
    3. Sama-sama, mba Intan ðŸĨģ

      Delete
  25. Suka banget sih nggak, tapi doyan. Dalam kondisi tertentu aku akan beli burger. Soalnya makannya nggak bisa anggun gitu kan #NugiPrettyBoy

    Seneng ya saat nggak sengaja nemu tempat makan enak kayak gini. Jadi pengen recommend ke seisi dunia. Soal harga gimana nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, saya kalau makan burger pasti minta sendok / garpu dan pisau, atau semisal nggak ada, saya makannya satu satu, nggak bisa langsung 😅

      Senang bangettt, soal harga, similiar dengan burger homemade di Indonesia. Around KRW 6.500 - 9.000-an. Hehe, nggak terlalu expensive untuk ukuran di Korea 😁

      Delete