Capture Moments | CREAMENO

Pages

Capture Moments

Waaah, sudah weekend lagi, perasaan baru kemarin ucapkan happy weekend ke teman-teman πŸ˜† Hehehehe, by the way, hari ini gue mau cerita soal hobi gue capture moments πŸ™ˆ Kebetulan gue dan si kesayangan, setiap hari pasti ada satu dua moments yang kami capture dalam bentuk foto dan video, meski kegiatan yang kami lakukan random, kami tetap senang mendokumentasikannya 🀣 Mungkin karena itu, gue hobi share dokumentasi foto di blog sebagai pengingat 😍

My moonlight 😍

Bicara tentang alasan, especially video (yang tentunya nggak akan gue share di blog) -- kenapa gue sangat suka simpan video si kesayangan, karena gue merasa kadang foto nggak cukup mengobati rasa rindu gue ketika kami berjauhan 🀣 Dulu saat gue masih sering abroad, dan dia di Korea, ada moments dimana gue dan dia berjauhan selama beberapa bulan, which is agak berat untuk kami yang biasa setiap bulan ketemu meski harus curi-curi weekend ditengah tumpukan pekerjaan πŸ˜‚

🐰🐰🐰

Kemudian, gue ingat cerita salah satu teman sohibuls gue yang suaminya meninggal diusia muda. Kata teman sohibul gue, dia beruntung suaminya simpan banyak video saat mereka bersama, dan video itu salah satu warisan paling berharga yang suaminya tinggalkan, sebab melalui video itu, dia bisa dengar suara suaminya dan lihat wajah suaminya dengan jelas. Bahkan cerita serupa juga gue lihat pada salah satu episode The House Detox, kalau nggak salah episode aktor yang tinggal bersama keluarganya dan Ibunya karena Ayahnya sudah meninggal dua puluh tahun silam 🀧

Di episode tersebut, team House Detox kasih hadiah recovered video (karena dua puluh tahun lalu, mereka masih pakai handycam untuk capture moments jadi nggak semudah sekarang). Nah, recovered video ini diambil dari tumpukan kaset handycam yang Ibunya simpan sejak muda, dan saat videonya kembali diputar, itu kali pertama sang Ibu lihat suaminya setelah dua puluh tahun lewaaaat! Kebayang nggak genks sedihnya, selama dua puluh tahun hanya bisa lihat foto, til finally bisa dengar suara suaminya bahkan lihat video suaminya yang sedang tersenyum lebar 😭

Fixed gue banjir air mata. Menurut gue, menahan rasa rindu akan kepergiaan seseorang yang kita cinta karena dipisahkan oleh kematian itu nggak mudah. That's why selagi masih ada kesempatan, gue ingin capture moments gue bersama si kesayangan πŸ™„ Gue ingin rekam semua. Senyumnya, suaranya, tawanya, bahagianya, emosinya, apapun ituu, agar bisa gue simpan sampai akhir hayat 😍 Because he is just too precious for me, and I wish I can grow old with him πŸ’•

Teman-teman ada yang hobi capture moments juga, kaaah? 😁

68 comments:

  1. 😭😭😭😭😭 siapa yang potong bawang di sini?!!! Pedih ini mata sampai jadi mau mewek 😭😭😭😭

    Aku juga suka capture foto atau video random si Prikitiew, karena alasan yang sama seperti Kakak πŸ™ˆ untuk mengobati rasa rindu kalau sedang berjauhan. Banyak video yang kejadian kocak gitu dan setiap aku putar kembali, jadi membuat ngakak sendiri 🀣. Walaupun nggak setiap hari aku capture, tapi kebetulan setiap aku capture, dapatnya yang kocak-kocak terus 🀣. Biasanya yang seperti ini hasil capture diam-diam karena kalau dia sadar, tiba-tiba langsung jadi alim 🀣.

    Btw, aku penasaran, Kak Eno sering capture momen Oppa cuma setengah aja kayak foto di atas atau karena diupload di blog jadi bagian mukanya dicrop? πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa, kakak sedih ugha waktu dengar cerita temannya sohibuls kakak, terus waktu lihat episode The House Detox yang itu langsung sesenggukan πŸ™„

      Kakak pun videonya aneh-aneh Li, karena random jadi bukan tipe video vlog ala ala Youtuber hahahaha. Lebih banyak kocak atau candid dan sejenisnya 🀣 Setiap diputar ulang suka ngakak, kayak barusan, kakak lihat video beberapa tahun silam, ada video si kesayangan panjat pohon kelapa macam monkey tingkahnya πŸ™ˆ Kalau prikitiuw Lia, paling sering bertingkah kocak seperti apa? 😍

      Biasanya kakak foto si kesayangan always full cuma saat diupload ke blog kakak crop. Karena kalau nggak dicrop, bisa marah yang punya muka. Wk πŸ˜‚

      Delete
    2. Pasti sedih bangets 😭😭. Aku suka nggak kuat juga lihat yang begitu-begitu, bisa sesunggukan sendiri 😭

      🀣🀣🀣 Kocak banget! Diam-diam si Kesayangan juga suka koplak ya tingkahnya 🀣. Kalau Prikitiew paling sering joget-joget dengan gaya menggeliat bagaikan ulat, Kak 🀣🀣 hedehhh, dia mungkin terobsesi jadi anggota boyband tapi nggak kesampaian 🀣🀣🀣🀣

      Wkwkwkwk aku kira kebanyakan fotonya setengah gitu biar terkesan estetik 🀣🀣🀣. Tapi bagus sih dicrop gitu, soalnya nanti kalau kelihatan mukanya, khawatir cewek-cewek pada mimisan karena Oppa terlalu tampan 🀣🀣🀣🀣

      Delete
    3. Jadi kebayang-bayang kalau itu kejadian di kita, yah πŸ™„

      Dia baru pertama kali lihat pohon kelapa soalnya, hahaha, jadi penasaran. Lihatnya waktu jalan-jalan di Bali, kami pergi ke secret garden, senang bangets dia. Wk. By the way, si prikitiuw kenapa nggak ikut audisi boyband saja? Siapa tau bisa jadi the next yang menyanyi lagu You Know Me So Well itu, siapa namanya, kakak lupa πŸ˜‚

      Hahahaha, nggak Li, kakak nggak terlalu mementingkan aestetik, justru yang penting bisa capture wajahnya dan gerak-geriknya yang kocak 🀣 Deuuh padahal tampannya hanya di mata kakak doang, belum tentu di mata orang πŸ€ͺ

      Delete
  2. Nggak.. wakakak.. saya hobi fotografi, tetapi tidak suma meng-capture moments diri sendiri.

    Bagi saya, moment-moment itu ada di dalam kepala dimana saya bisa melihat kembali momen-momen terindah saya. Jadi, kalau saya mau memutar kenangan itu kembali, cukup merebahkan diri dan kemudian membiarkan pikiran saya memutar kembali semua kenangan itu.

    Hahaha.. irit...

    Kebetulan juga punya istri dan anak yang punya cara yang kurang lebih mirip, jadi yah saya termasuk yang tidak suka melakukannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha, iya mas, memang nggak semua hobi capture moments apalagi diri sendiri, saya pribadi pun kalau yang pegang kamera saya, lebih sering saya capture dia. Paling suara saya doang yang muncul sebagai latar videonya 🀣 Nanti dia pun lakukan hal yang sama, kalau kamera di tangan dia, maka wajah saya yang always kelihatan πŸ€ͺ

      By the way, orang tua saya sama kayak mas Anton, nggak hobi capture moments makanya saya nggak punya foto album waktu bocah πŸ˜‚ Tapi saya beruntung, sempat ambil video dan foto Ayah saya dimasa-masa hidupnya meski saat saya sudah dewasa, karena bisa saya lihat kembali sekarang saat merindukannya πŸ™ˆ

      Well, yang terpenting bisa selalu mengenang ya mas apapun caranya 😍 Entah itu dengan lihat video dan foto, atau seperti cara mas Anton, dengan rebahan kemudian membiarkan pikiran memutar kembali semua kenangan πŸ’•

      Terima kasih sudah berbagi cerita, mas πŸ₯³

      Delete
  3. Kalo mau jujur, ga mba. Aku justru ga suka capture moment via video. Bersih memory hp ku dari video. Hanya foto. Mungkin aku tipe yg ga suka mengingat masa lalu, kalo hanya membuat sedih. Bukan pgn dilupain kalo suatu saat keluargaku meninggal, aku hanya ga mau semakin sedih saat mendengar suara mereka dr video :(.

    Mama mertua pas meninggal, itu aku ngerasa sakit banget, Krn justru aku LBH Deket Ama mama mertua drpd mama sendiri. Suamiku bikin kompilasi video dari moments yg pernah dia ambil bareng mama. Dan itu aku hanya liat sekali, saking ga kuat. Aku ga prnh mau liat lagi. Aku LBH seneng mengingat mama ato papa mertua dr cerita foto. Ga ush denger suaranya lagi, Krn aku yg ga kuat.

    Kalo foto aku banyak, bahkan aku bikin photobook. Itu utk kenang2an :). Beberapa orang ada cara sendiri sih utk mengenang orang2 tersayangnya. Aku termasuk yg hanya mau mengingat dr memory pikiran ato foto. Itu aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa-apa mba, saya senang mba berbagi cerita dan pengalaman mba 😁 Karena seperti yang mba Fanny bilang, setiap dari kita pasti punya cara sendiri untuk mengenang orang-orang terkasih dalam hidup kita, dan mba Fanny caranya adalah dengan menyimpan foto plus mengingat dari memory pikiran πŸ˜πŸ’•

      For some people, ada yang seperti mba Fanny, justru nggak kuat kalau harus lihat video, yang ada justru tambah sediiiih 🀧 Mungkin karena saya sangat menikmati video, dan video salah satu media saya untuk mengenang si kesayangan, jadi~lah saya menyimpan semua kenangan saya dan dia dalam versi video juga πŸ™ˆ

      In the end, apapun cara kita, semoga bisa membuat kita bahagia saat mengenang hal-hal baik dari orang-orang terkasih di sekeliling kita, mba 😍 Terima kasih mba Fanny sudah berbagi cerita dan pengalaman, mba πŸ₯³ Lavvv ~

      Delete
  4. Aku termasuk yang jarang capture moments seperti itu Mba. Dari awal pacaran sampai sekarang menikah, masih dikit banget foto2 kami. Kalo video belom pernah aku bikin paling buat insta story instagram ajaa.

    Bahkan saat hamil Alm. Baby E, aku ga ada foto pas kondisi perut buncit gituu. Ada sih tapi itu kaya foto rame2 temen ato saudara. Ga ada foto khusus sendiri atau bareng koko. Jadi kaya ga punya kenang-kenangan momen hamil Alm😭😭 padahal awal hamil uda kepikiran mau foto bentuk perut tiap bulan. Ehhh kok mager dan tunda2 terus sampai ga jadi.

    Sekarang sih aku lagi coba untuk capture moments. Biar ada kenang2annya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dulu pun jarang capture moments mba, bahkan waktu bocah, ortu saya nggak pernah capture moments anak-anaknya hahaha, jadi saya dan adik nggak punya foto bayi maupun anak-anak kecuali saat kumpul keluarga besar 🀣

      However, sejak saya besar, saya mulai biasakan diri untuk capture hal-hal yang ingin saya kenang, termasuk video dan foto Ayah Ibu saya, terus perjalanan hidup saya bersama si kesayangan. Rasanya semua-mua ingin saya simpan πŸ™ˆ Nggak apa-apa banget kita terlambat, yang penting ada kenang-kenangan ya, mba πŸ˜†

      Semangat mba Devina, yang penting baby E selalu di hati mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  5. Aku akuuu!! Aku termasuk yg suka bgd capture moment. Ga hanya sama suami, jg perkembangan anak2. Klo liat video mereka pas baru lahir, trus liat sekarng dg semua kebawelan mereka, rasanya magical bgd 😍 Itu salah satu family time kita, muterin video2 lama di laptop trus ditonton bareng2. Sampe ktawa2 bareng liatnya..

    Masalah kenangan itu, aku jg punya bbrapa temen yg kehilangan suami. Yg terakhir suaminya meninggal krna covid. Dan video terakhir yg diupload temenku di ig ny adalah video gabungan2 kenangan merrka buat anniversary. Siapa sangka itu jd anniv mrka terakhir 😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama kita mba, hobi banget putar video lama untuk ditonton bareng, saya pun kadang melakukannya. Meski saya nggak jago edit video seperti vloggers, tapi ada banyak video saya dan si kesayangan yang sengaja saya edit biar bisa ditonton di layar besar, jadi kayak ada ceritanya hahaha. And it's fun 😍 Saya bisa bayangkan bagaimana happy-nya anak-anak mba lihat video mereka dari jaman bayiiik πŸ˜†

      Duh iya mba, sedih banget pasti, jadi ingat BCL waktu buat video kompilasi sama suami dan anaknya. Nggak ada yang sangka umur seseorang, jadi selagi ada kesempatan, sebisa mungkin ingin capture semua moments yang ada 😭

      Delete
  6. Capture moment dengan orang terkasih itu saya bukan lewat Vidio saya tidak suka itu, saya biasanya capture moment dengan terkasih itu dengan cara menyimpan foto orang terkasih di hidup saya mulai dari capture moment orang terkasih yang sudah meninggal maupun yang masih hidup.


    Atau khusus untuk capture moment dengan orang terkasih yang sudah meninggal misalnya selain dengan menyimpan fotonya saya biasanya selalu hitung tanggal kelahirannya dan disitulah letak dimana saya harus bikin suprise kecil - kecilan 1 Minggu sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun caranya, yang terpenting bisa capture moments bersama orang yang kita sayang ya, mba ~ that's okay apabila lebih suka via foto 😁 hehehehe.

      By the way maksudnya surprise kecil-kecilan satu minggu sekali itu jadinya mba Tari siapkan surprise berkali-kali? πŸ™ˆ Eh saya nggak paham maksudnya πŸ˜†

      Delete

    2. Iya mbak suprisenya berkali - kali, sebenarnya sih yang tepat itu pas jatuh di netonnya misalnya netonnya Senin pahing Selasa Kliwon berarti tiap bulan itu suprise harus dilaksanakan.

      Delete
    3. Oh begitu, baru tau saya, hehe, terima kasih sudah berbagi cerita mba 😁

      Delete
  7. Aku mirip pak Anton, lebih suka capturing moments yang justru diluar kehidupanku sendiri, bahkan akupun jarang banget in frame. aku jarang punya foto sendiri.

    aku sih baik-baik aja dengan hal itu, sampai akhirnya pada satu momen dimana aku lagi iseng buka-buka semua file foto, melihat perjalanan fotografiku sejak awal, disitu aku sadar ketika ada fotoku sama panda, rasanya begitu berharga (karena saking jarangnya punya foto berdua dalam satu frame)

    Jadi, sejak itu aku mulai ngambil momen-momen kecil panda dan berusaha akunya juga in frame walau kuakui masih suka lupa, haha..

    dan soal video, yes.. itu adalah media yang terlengkap, semuanya ada pada satu file (suara dan gambar bergerak) jadi akan sangat lebih dinikmati daripada sekedar suara atau sekedar foto aja.

    tapi menurutku, suara, gambar, ataupun video memiliki rasanya sendiri-sendiri ke kepala dan pikiran kita.

    Btw, aku jg suka ambil video dan sama, buat file pribadi juga hehehehe....

    pokoknya, dokumentasi itu pentiiiing beuuuuddssss...maybe not for now, tapi akan terasa berharganya di masa depan, terlebih jika orang-orang yang kita dokumentasikan sudah ga ada di tengah-tengah kita lagi.

    aku doakan semoga kak Eno dan hyung selalu bersama, menua bersama.

    toss dulu sebagai sesama pehobi capturing moments... πŸ€œπŸ»πŸ€›πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kita Dy, sayapun awalnya begitu, jarang inframe, paling suara saya saja yang masuk ke video karena saya yang pegang kamera. Alhasil, saya baru inframe saat kameranya dipegang si kesayangan hahahaha 🀣 Dan setuju sama Ady, betulan deh, berharga banget bisa capture moments orang yang kita cinta 🀧

      Saat lihat foto-foto yang Ady capture, especially foto Panda, hati saya ikut hangat lihatnya, sesederhana Panda jalan kaki, atau Panda menunggu di ujung gang, menurut saya, itu sangat sweet 😍 Well, kalau soal video, memang feels-nya agak beda, sebab ada suara dan gerakan di sana, huhu, jadi semangat terasa REAL πŸ™„

      Amiiin Ady thank you doanya, semoga Ady dan Panda bisa selalu bersama, berbagi kebahagiaan hingga akhir hayat πŸ₯³πŸŽ‰ Terima kasih sudah cerita, ditambah Ady seorang fotografer, jadi punya POV menarik untuk dibaca 😁

      Delete
  8. saya dan istri malah jarang banget punya foto berdua.. bukan style kami saja.. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's okay mas, pasti mas Zam punya style lain yang sama asiknya 😍

      Delete
  9. Saya pribadi sebenarnya seneng meng-capture moment, entah itu dalam bentuk foto atau video. Kalau sama orang-orang tersayang, lebih prefer video sebenarnya. Tapi seringnya lupa buat mengabadikannya, karena terlalu asik menikmatinya ^^"

    Makanya, saya pernah mupeng pas nonton The Return of Superman. Kayaknya asik ya jadi si bapak, walaupun pusing harus ngurus anak tanpa istri selama dua hari, tapi didokumentasikan tanpa dia harus ribet ngurusin kamera dan perlengkapannya. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun sering lupa mba Hicha, hihihi, jadi capture saat ingat, meski hanya satu dua video, nggak masalah. Namun juga nggak memaksakan, kadang ada moments yang nggak perlu di-capture, yaaaa kami let it go saja 🀣 Wk.

      Iya mba, asik banget mereka, nggak pusing harus dokumentasikan anak, semua sudah terekam jelas, especially yang bertahun-tahun jadi member superman 😍

      Delete
  10. ini sabtu malam (rivai ga kenal malam minggu..hahhaha) masih ramai aja di sini. Apa ga pada pergi menikmati sabtu malamnya..? huufft :'(

    Kalau baca cerita mbak eno, aku jadi ingat film "hari sabtu bersama bapak". Ceritanya hampir mirip. Jadi tiap sabtu anak+ibunya nonton video yang direkam bapaknya sebelum meninggal. isinya berbagai macam nasihat dan petuah dari bapaknya.
    coba mbak eno tonton aja...banyak irisan bawangnya...hehehheehe

    aku cuma capture momen dalam bentuk foto mbak. Jarang bikin video. Padahal bakal sangat menarik kalau punya footage videonya banyak dan kemudian diedit menjadi sebuah video yang bagus. Tapi rivainya susah konsisten dan sabar bikin video...huuufftt :'(

    happy weekend dari pesisir sungai kapuas...hiihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha baru nyadar sudah dibahas mas Rivai..wkwkwk....iya bagus ceritanya itu.

      Delete
    2. Lha, mas Rivai sabtu malam kemarin nggak pergi, mas? 🀣

      Siap mas, nanti akan saya tonton filmnya, karena sudah direkomendasikan oleh mas Rivai, mba Phebie dan mba Nurul, saya jadi penasaran ingin lihat ~ pernah sekilas tau bukunya tapi lupa sudah lihat filmnya apa belum hahaha πŸ™ˆ

      Mas Rivai, videonya nggak usah diedit, mentahan saja, kayak saya 😁 Banyak video saya itu video mentah, paling hanya semenit dua menit, namun seru untuk kembali dilihat. Perkara nanti diedit atau nggak urusan belakangan πŸ€ͺ

      Happy Monday, mas πŸ₯³

      Delete
  11. aku hobi capture moment tapi lebih banyak ke foto
    fix, setelah baca ini aku mau selingin dengan video. Apalagi setelah bapak meninggal, aku merasa kenangan aku dengan beliau kurang.
    besok besok aku mau bikin momen video macam vlog dengan orang orang kesayangan aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk yuuuk coba capture moments lewat video mba, nggak kalah seru, meski untuk kenangan pribadi, dan nggak di-edit namun tetap asik untuk dilihat 😍

      Semisal mba Ainun buat vlog, share yaaaa πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  12. Menyenangkan memang bisa mengabadikan momen2 apapun dlm hidup kita, terlebih dalam bentuk video, tapi meskipun suka tapi saya blm pernah melakukannya, hihi.. entahlah.

    Selain buat kenang2an, kalau di film2 biasanya video2 atau foto itu digunakan juga untuk mengembalikan ingatan orang amnesia, hihi, iya sepertinya banyak manfaatnya πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, for some people, hal itu sangat menyenangkan 😍 Namun nggak masalah jika mas Jaey nggak terbiasa melakukannya. Mungkin mas Jaey punya cara tersendiri untuk capture moments seperti beberapa teman lainnya πŸ₯³

      Setuju soal kembalikan ingatan amnesia, mungkin itu salah satu alasan saya ingin koleksi video si kesayangan, biar jika suatu hari nanti saya hilang ingatan, si kesayangan bisa bantu saya mengingat kenangan lewat video yang ada πŸ™ˆ

      Delete
  13. aku akuuuu! aku suka capture moments, meski nggak setiap hari, tapi cukup sering dilakukan. dan biasanya video itu kurekam saat lagi hang out atau jalan-jalan pergi ke suatu tempat, kak Eno😍 Jadi kalau suatu waktu lagi jauh, aku bisa flashback dengan nontonin video-video yang ada. Karena aku orang yg pelupa, dan aku tau nggak semua memori yg tersimpan di kepala bisa aku ingat (especially semua momen bahagia), jadi capture moments itu sesuatu yg harus dilakukan, meski sedikit nggak apa-apa, yg penting ada kenangan😁 Bukan untuk dijadikan konten di medsos, tapi justru untuk disimpan sendiri. Duh, lama-lama jadi terharu juga diriku, kak🀧

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu ya Awl, hihihi, apalagi saat hang out dan jalan-jalan dengan orang-orang terdekat, baik itu pasangan, teman maupun keluarga 😍 hehehehe.

      Kakak juga hobi kumpulkan video liburan kakak. Asik untuk dilihat ulang, apalagi sekarang saat pandemi Corona dan nggak bisa ke mana-mana πŸ™ˆ Meski ujungnya jadi membuat kakak rindu ke luar rumah dengan leluasa 🀣

      Nah iyaaa, nggak selalu untuk konten di medsos, kadang cukup kita simpan sendiri untuk jadi salah satu kenangan berharga dalam hidup kita πŸ˜πŸ’•

      Delete
  14. Mbak coba deh baca novel atau nonton film Sabtu Bersama Bapak. Ceritanya baguus banget dan edukatif (percaya deh karena saya tipe yg tdk terlalu into cerita drama sebetulnya). Ceritanya tentang Bapak yang divonis hidupnya nggak lama, lalu dia buat banyak rekaman yang harus diputar ke kedua anak laki-lakinya setiap sabtu. Isinya tentang pelajaran hidup. Jadi walau sudah tiada, mereka tidak kehilangan sosok ayah.

    Itu benar-benar menggunakan teknologi demi sesuatu yang sangat indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru scroll up, dan ternyata komenku sama kayak mb Phebie qkqkqkqkπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
    2. Dan saya scroll up juga ternyata sdh di bahas mas Rivai wkwk....

      Delete
    3. Iya mba Phebie, jadi mau menonton hihihi, selalu percaya rekomendasi mba Phebie soalnya mba Phebie kalau kasih rekomendasi always good 😍

      Terus mas Rivai dan mba Nurul ternyata merekomendasikan film ini juga πŸ˜†

      Delete
    4. Mba Phebie, mba Nurul dan mas Rivai memang sehatiiiii 🀣

      Delete
  15. aku juga suka bangeeetttt capture moments hehe. sampai-sampai gallery hp, laptop, harddisk, dan cloud semuanya kebanyakan foto dan video πŸ˜† dari foto kocak sampai haru biru aku simpan semuanyaaaa hehe. sampai-sampai tiap kali ada teman ulang tahun mereka pasti minta foto salah satu teman yang kocak untuk di upload karena aku ada semua πŸ˜† (rada merasa berdosa karena simpan foto aib teman)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru bingits kan mbaaaa, hihihi 🀣 Mau itu candid, random, nggak jelas isinya, entah kenapa senang saja saat dilihat ulang. Ada memory manis di sana 😍

      That's okay disimpan asal nggak disebarkan atau jadi bahan bully-an πŸ™ˆ

      Delete
  16. Ya Ampun.. sedih banget Mba. Mewek aku.. 😒 sungguh berat pasti di posisi sohibul Mba yg harus kehilangan suami apalagi saat usia muda.
    Jadi ingat dulu sewaktu Ibu kami meninggal, Itu pukulan terbesar buat kami sekeluarga termasuk Bapak...

    Saya cukup menyesal, karena capture moment ini sebenarnya penting. Cuma dulu sayangnya belum jadi kebiasaan saya.. tapi yasudah.. yang terpenting selalu ingat dan terus mendoakannya.

    Sekarang semenjak suka gambar, saya sering ngambil referensi dri foto.. cuma lebih seringnya jeprat-jepret aja pke kamera HP semisal ada moment bagus kaya Bapak2 yg lagi ngajarin anaknya jalan atau main sepeda.. atau ada orang2 yg lagi pada uwu2an alias romantis2an.. heheh 😊 jadi hp saya selalu penuh dengan gambar orang lain yg nggk saya kenal Mba Eno.. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya sangat berat mas, by the way itu temannya sohibuls saya, bukan sohibuls saya yang kehilangan suaminya. Well, apa yang teman sohibuls saya alami, juga dialami oleh banyak orang di luar sana termasuk Bapak mas Bayu 🀧

      Iya mas, yang penting didoakan dan dikenang πŸ’• Eniho, cara mas Bayu capture moments sangat unik hehehehe, mirip seniman yang pernah saya lihat di internet, dia hobi capture moments saat perjalanan. Keren sih menurut saya orang-orang yang jago gambar seperti mas Bayu, mana hasilnya cakep cakep pulaaaa 😍

      Delete
  17. Jadi keinget film 'Sabtu Bersama Bapak"

    Baguuss bgt itu mbaaπŸ‘ si Bapak udah ngeh kalo umurnya ga akan panjangkarena kena kanker parah. Jadi, dia bikin video2 pendek, dan minta sang Ibu untuk nonton bareng kedua putra mereka, ketika sang Bapak udah berpulang

    Mengandung bawang bgt dah pilemnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Nurul, terima kasih rekomendasinya. Soon akan saya lihat πŸ˜†

      Memang film-film tema keluarga, nggak afdol sepertinya kalau nggak menguras air mata para pemirsa. Entah kenapa saya paling lemah sama film keluarga πŸ™ˆ

      Delete
  18. Kalo saya musim-musiman mbak. kadang suka banget, kadang males banget. Giliran males biasanya nyesel, kalau pas foto2 kebanyakan suka mikir "apaan sih..." Udah cukup lama juga sih nggak foto-foto bareng.

    Ayah sama Ibu saya termasuk jarang foto bareng. Ibu saya kayak mbak Eno, doyanannya moto (fotografer yang lumayan serius juga). Tapi dia jarang banget mau difoto begitu sakit, karena merasa dirinya jelek.

    Karena Ayah juga nggak suka foto atau difoto, jadilah di tahun-tahun terakhir, jarang ada foto Ibu apalagi berdua.

    Satu kenangan yang paling saya ingat, begitu Ibu meninggal, Ayah frantic. Nyari semua foto yang bisa dicetak, diperbesar. Bahkan ada foto yang dimanipulasi supaya tampak terlihat foto berdua, padahal sendiri-sendiri.

    Itu ayah bela-belain belajar photoshop sendiri. kalau ingat, sedih sekali... tapi juga kagum sama tenaga (cintanya) Ayah.

    Kalau ingat itu, baru deh saya rajin lagi foto-foto dan ambil video, karena ya, ingin punya kenangan kalau amit-amit suatu saat nanti nggak bisa ketemu lagi... Pengennya sih bikin vlog ala-ala, tapi ternyata ribet banget ngeditnya, jadi baru kejadian satu biji aja πŸ˜… πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahuahaha, serba salah ya mba, tapi better menyesal karena punya banyak foto daripada menyesal nggak punya 🀣 *eakh* By the way, baca cerita mba Mega soal Ibu Ayah, membuat saya jadi sedih, membayangkan Ayah mba Mega sampai cari semua foto untuk dicetak dan diperbesar, bahkan dimanipulasi agar terlihat berdua 🀧

      Jujur cerita ini jadi reminder saya untuk rajin capture moments dengan si kesayangan. Hehehehe, eniho, saya punya banyak video tapi nggak saya edit mba, mentahan semua, dan itu tetap asik dilihat πŸ˜‚ Jadi capture saja dulu, diedit saat ada waktu senggang, mbaaa 😍 Selamat kembali merekam kenangan, mba Mega πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  19. Mbaaaa,... aku sangat suka capture momen2 manis bersama org2 yg aku kasihi. Sampai gak sadar, memori hapeku hampir sesak dgn video2 manis keluarga besar, suami, anak. Juga sahabat2 dekat. Daaan, aku selalu simpan di laptop.

    Aku lebih baik kehilangan duit, daripada kehilangan video2 manis itu. Bagiku momen2 itu sangat berharga, dan gak bisa diulang...

    Benar saja, beberapa wkt yg lalu adik meninggal, dan, semua kenangan manis bersama masih tersimpan divideo2 itu....oh mein Got...

    Terima kasih mba, post yg manis
    Slm sehat n bahagia selalu mba Eno n kesayangannya..πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOSSSS mba, memory saya pun always penuh, biasanya saya pindah untuk simpan di harddisk dan Icloud biar galeri hape aman 🀣 Takut mati mendadak ~

      Dan setuju sama mba Ike, moment berharga itu nggak bisa diulang, apalagi jika salah satunya sudah nggak ada. Hiks. That's why saya pun sangat menjaga videos yang saya punya. Harapannya bisa kembali dilihat saat kami menua πŸ™ˆ

      Sama-sama mba Ike, terima kasih sudah baca 😍 Salam sehat dan bahagia untuk mba, ohya apakah keponakan mba sudah terima paketnya? 😁

      Delete
    2. Udah mbaaa,... ponaan udah terima paketnya hari jumat soreh. Langsung ponaan WA aku.
      Dan, aku udah kabarin mba Eno melalui contact....

      Mungkin mba blm baca, atau kelewatπŸ₯°

      Terima kasihπŸ’•

      Delete
    3. Wah maaf mba, hihi, terima kasih mba Ike konfirmasinya 😍

      Delete
  20. this!! menginspirasiku bgt mbak.. harus perbanyak momen video bareng istri dan anak sekarang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Bara, selagi ada kesempatan 😍

      Delete
  21. Kalo definisinya seperti itu, kayaknya saya cuku tergolong manusia capture moment. Kalo ada kesempatan, saya foto. Kadang saya liat foto-foto masa SMP-SMA di google photos. Saya kadang berasa jadi sangat tua, padahal baru beberapa tahun saja lulus SMA.

    Capture moment juga ngebuat saya gampang ngingat sesuatu. Kalo misalnya cerita perjalanan, saya kadang suka foto dan video untuk dokumentasi. Sekalian membantu saya ingat detil cerita untuk diceritakan kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal baru lulus tiga tahunan ya, mas? 🀣 Tapi saya lihat-lihat mas Rahul memang salah satu yang hobi capture moments, sesederhana main bersama teman pun banyak foto yang tersimpan dan dibagikan. Which is sweet 😍

      Ah, agree, ada fungsi lain sebagai pengingat, ya πŸ˜†

      Delete
    2. Iya, baru lulus tiga tahunan tapi kayak ninggalin SMA udah bertahun-tahun. Kalo foto dan video, saya memang terbilang cukup sering. Apalagi paparazzi. Ha ha ha. Kalo liat videonya, Jipyeong dan Dosan kemarin, itu sebagian besar hasil paparazzi πŸ˜†

      Selain buat lucu-lucuan, fungsi lainnya juga memang untuk pengingat. Saya kalo lagi sibuk kayak kemarin, sering liatin foto-foto lama bareng teman biar semangat lagi ngerjain tugas. Abis itu main bareng lagi, liburan bareng lagi

      Delete
    3. Iseng jadi paparazi yang membuahkan hasil, ya 🀣 By the way, menurut saya, tiga tahun pun terhitung lama, especially jika jarang kontak dengan teman πŸ˜†

      Oh habis lihat foto sama teman jadi semangat kerjakan tugas? Kalau saya yang ada jadi ingin buru-buru main, lupa sama tugasnya hahahaha *gubrak* πŸ˜‚

      Delete
  22. Pada masanya senang sekali menyimpan momen. Tiap di beberapa titik lokasi pasti mengambil 3-5 foto. Terus semakin ke sini, enggak tahu kenapa jarang memotret. Paling cuma 1-2 foto yang menurut saya benar-benar perlu diabadikan pakai kamera.

    Bicara soal mengenang seseorang yang wafat itu dengan menyimpan momen-momen dalam bentuk digital mungkin kurang cocok buat saya. Sewaktu adik bungsu saya meninggal dalam kandungan karena telat operasi sesar, dan Nyokap yang habis pendarahan banyak itu baru siuman sempat bertanya apakah saya memotret wajah si adik, saya jawab: enggak, memang untuk apa? Nyokap bilang buat mengenang.

    Tapi di pikiran saya pada hari itu, biarlah saya dan keluarga lupa sama wajahnya. Saya yakin dia cantik dan lucu (toh muka bayi kan menggemaskan). Daripada melihatnya bakal bikin sedih terus-terusan dan saya malas suatu hari ketika sudah membaik bakal terpicu kesedihan mendalam, mungkin mengambil tindakan buat enggak menangkap momen adalah pilihan tepat.

    Tapi ini balik lagi ke orang-orang, sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, semakin ke sini, saya pun kalau mau foto-foto, in this case, foto perjalanan, paling hanya foto setitik dua titik saja, hehehe, kalau blur yasudah. Dan foto si kesayangan pun lebih banyak foto candid-nya hahahahaha 🀣

      Well, benar yang mas Yoga bilang, semua akan balik ke masing-masing personal. Ada yang seperti mas Yoga, yang nggak cocok menyimpan momen dalam bentuk digital, which is okay, sebab mungkin mas Yoga lebih nyaman menyimpan kenangan dalam bentuk lainnya. Seperti tulisan, atau memori otak 😍

      Apapun itu caranya, yang penting buat kita senang πŸ₯³ Terima kasih sudah berbagi cerita mas, dan adik bungsu mas, pasti sedang tersenyum di surga πŸ’•

      Delete
  23. Aku suka capture moments-nya ponakan-ponakan Kak wkwkwkw. Terus pas yang ponakan pertama udah gede sekarang dan aku replay video dia masa kecilnya gitu aku malah nangis karena pas dia masih kecil aku kadang suka nggak ngeladenin maunya dia dibacain buku. T_____T

    Malah mewek lah pokoknya wkwkwkwk, habis gitu jadi sadar kalau misal dia sekarang ini sebelum menginjak remaja aku harus jadi teman ngobrol yang ada buat dia. Nggak mau menyia-siakan momen lagi. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penyesalan memang datangnya seringkali belakangan mba, tapi keponakan mba pasti mengerti kalau mba Endah mungkin lagi sibuk atau malas 🀣

      Semangat mba, nggak ada kata terlambat untuk jadi BF keponakan 😍

      Delete
  24. Aduhhh ngebayangin tim House Detox memberikan recovered video itu pasti aku ikutan nangis bombay deh 😭😭😭

    Eniweiii, ngomong soal handycam aku jadi teringat papaku selalu merekam momen anak-anaknya sejak bayi sampai tumbuh besar. Akhirnya aku pun terinspirasi untuk mengumpulkan momen sebanyaaak mungkin entah itu foto atau video. Terkadang muncul rasa malas, Mbaa. Tapi menyesal kemudian karena nggak ada 'bukti' yang bisa dilihat πŸ˜‚ untung suami suka yang bawelin suruh foto-foto kalau pergi ke mana-mana biar nanti aku nggak ngoceh karena nggak ada memori wkwkwk

    Plusnya koleksi momen dalam bentuk dokumentasi foto maupun video gini, kapan pun bisa ditonton ulang bersama yaa, Mbaa. Bisa jadi bahan quality time bareng ❤️ Belakangan Josh lagi suka liat video2nya waktu bayi, sekalian sounding nanti dedeknya lahir bentukannya kayak gini πŸ˜† ehh anaknya malah gemes sama diri sendiri katanya "Josh so cute ya ma" iyain aja deh biar cepet 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli deeeh, saya ikutan menangis waktu itu, mba 🀣

      Beruntung mba Jane pasangannya justru dukung untuk dokumentasikan setiap momen yang ada. Kan kadang ada pula pasangan yang rewel, "Apa sih foto terus." hehehehehe. Saya pun karena takut menyesal, jadi setiap ada momen menyenangkan, saya capture meski hanya satu dua, minimal ada yang bisa dilihat πŸ˜†

      Iya mbaaa, bisa ditonton ulang. Apalagi seperti Josh hahahahaha, itu pasti menurun dari mamanya deeeh, bisa bilang, "Josh so cute ya, Ma." πŸ˜‚ Good Josh, kita harus percaya diri kalau kita memang cute, tampan dan cantik 🀣

      Delete
  25. Kalo aku sejujurnya kurang suka capture momen lewat video tapi tapi sukanya lewat foto saja mbak. Makanya memori hape penuhnya dengan foto, kalo video ada satu dua tiga yang penting sih.

    Kadang aku sedih kalo lihat foto seseorang yang sudah meninggal seperti misalnya kakek saya soalnya sayang sama aku, Untung zaman dahulu belum ada foto hape jadi fotonya cuma ada satu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Capture moments dengan Foto nggak kalah menyenangkan ya mas, yang penting ada dokumentasinya walau hanya satu dua dan nggak banyak πŸ˜†

      Sama mas, saya suka sedih ingat orang-orang terkasih yang sudah meninggal. Thankfully, masih bisa sesekali lihat foto dan mengenang memori silam πŸ’•

      Delete
  26. Saya suka capture moments tapi banyakan foto aja sih, Mbak. Dan karena saya kurang suka inframe jadi kebanyakan moments nya hanya orang-orang terkasih aja gak barengan. Sepertinya harus sedikit diubah nih, karena sepertinya kalau moments nya semua inframe kalau dilihat lagi vibenya lebih berasa.
    Minusnya satu sih, Mbak Eno kalau saya mah ambil foto banyak-banyak terus gak disortir, pas mau sortir udah menggunung keburu males duluan. hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba, saya pun dulunya jarang inframe, sampai sekarang tetap jarang hahahaha, tapi kalau sama si kesayangan, dia lumayan rajin capture moments kami berdua dan memang vibe-nya terasa beda. Jadi lebih warm *jiakh* 🀣

      Sebetulnya, itu kelemahan saya juga mba Wulan, that's why ketika ada kesempatan pindah data dari phone atau kamera ke harddisk, saya langsung sortir sekalian biar nggak menumpuk hahaha. Jadi menumpuknya di phone saja πŸ˜†

      Delete
    2. Iya lebih warm, berasa lagi minum teh hangat sambil memandangi kabut tipis, Mbak. *eaaaaa

      Nah kalau saya pas dipindahin mau sortir lihat datanya begitu banyak langsung malas, Mbak. hahahahha

      Delete
    3. Butuh mood memang mba, kalau mood nggak ada, buka folder pun malas. Kayak saya sekarang, mau buka folder untuk editi foto perjalanan, rasanya ogah-ogahan hahahaha, selain karena nggak mood, takut jadi rindu yalan-yalan πŸ€ͺ

      Delete
  27. Ini Ara banget. Dia suka capture moment, terutama aku. Dan foto-foto candid dia bagus-bagus, karena modelnya juga udah bagus sih (ditoyor Ara). Makanya dia kesel karena hasil jepretanku ke dia jelek-jelek xD
    Aku memang belum biasa foto cewek, biasa foto benda mati atau diri sendiri hahaha.

    Sebaliknya, Ara malah nggak bisa foto kalo aku berpose atau sengaja minta difoto. Jadi sekarang klo dia nawarin, aku bilang aja, "Terserah kamu aja mau foto aku kapan."

    Ini mungkin juga didukung dengan background dia sebagai mantan jurnalis.

    Terkadang, dia kurasa terlalu sering capture moment entah itu foto atau video. Kesannya jadi dia pemburu konten banget dan jadi nggak bisa enjoying the moment itself (aku lebih ke tipe ini saat traveling). Alasannya kurang lebih sama dengan cerita di atas, mengabadikan sebanyak mungkin momen karena siapa tau nanti mau ditulis, dia perlu dokumentasi buat mengingat-ingat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha *ketawa bengek baca bagian modelnya* 🀣 Berarti mba Ara punya keinginan untuk capture every moments bersama mas Nugie, especially karena mas Nugie dan mba Ara LDR-an, semangat capture akan semakin besar 😍

      Jadi penasaran foto-fotonya mas Nugie yang dijepret mba Ara, mungkin mas Nugie bisa buat post khusus, Nugie from Ara's eyes hhehehe, cuteee! πŸ˜†

      Eniho, kalau capture-nya sudah too much, mungkin bisa distop mas, kadang karena sudah terbiasa, mba Ara lupa kalau moments tetap perlu dirasakan in real bersama pasangan tercinta 😁 Longlasting yaaa mas sama mba Ara πŸ₯³

      Delete