Clubhouse | CREAMENO

Pages

Clubhouse

Ceritanya, beberapa waktu lalu, si kesayangan dapat invitation aplikasi Clubhouse dari sohibul dia, sebab aplikasi Clubhouse sedang booming di Korea sebelum akhirnya kata sohibul gue sekarang booming di Indonesia ~ berhubung si kesayangan nggak hobi main aplikasi, ditambah aplikasinya tipe audio *bukan dia bangats*, jadi dia tanya, "Mau coba?" yang gue jawab, "Terserah." 🀣


Jujur, gue setipe sama si kesayangan genks, bukan tipe listener yang oke -- apalagi harus multitask between dengarkan orang bicara sambil kitanya bekerja. That's why, kami jarang dengar podcast, sebab kalau mau dengar podcast, kami harus duduk fokus dengar, nggak bisa sambil lewat. Naah, kata sohibuls si kesayangan, "Lu harus coba, banyak speakers keren di sana." seakan meyakinkan kami berdua kalau kami nggak akan menyiakan waktu yang kami punya *eaaakh!* πŸ˜†

Dengan niat nggak niat, si kesayangan pun coba dan mulai cek ada apa di dalamnya 😁 Ternyata, aplikasi Clubhouse ini perlu invitation untuk jadi bagian daripadanya, dan hanya ada di IOS, terus gue jadi ingat era awal Instagram, which is waktu itu yang bisa pakai hanya pengguna IOS saja πŸ€ͺ Plus uniknya, kita nggak bisa invite sebanyak-banyak orang yang kita inginkan hahahahahaa. Yeah, it's sound exclusive, tapi gue dan si kesayangan tetap nggak berminat menggunakannya πŸ˜…

Alasan si kesayangan nggak minat, selain karena dia bukan listener sejati, menurut dia, Clubhouse ini hanya untuk orang-orang yang sudah punya massa --- while yang nggak punya, buat room pun mungkin nggak banyak yang ikutan --- jadi kelihatan timpang di sana, seakan ada big wall. Entah maksud jelasnya bagaimana, dia malas bahas πŸ˜‚ Hahahahahahahaha.

Gue pribadi nggak minat karena gue sudah capek Google Meet, nggak bisa kalau harus ditambah dengar banyak speakers berbicara, tambah runyam susunan otak gue entar -- Mungkin itu alasan kenapa gue prefer membaca, sebab nggak ada suara yang perlu gue dengar kecuali suara hati gue doang πŸ€ͺ Perhaps, semua akan kembali pada preferensi kita 😁

Kebetulan preferensi kami bukan audio apps. However, gue akui, bagi pecinta audio apps seperti Clubhouse, pasti akan betah dengar banyak speakers bicara dengan berbagai macam topik yang ditawarkan 😍 Hehe. Semoga apapun pilihan kita, bisa memberikan kita banyak manfaat, and for me, pilihan gue tetap blogging dan membaca karena itu yang memberikan gue rasa nyaman πŸ₯³

🐰🐰🐰

Eniho, beberapa hari lalu, gue dapat kiriman kue kering (Kastengel) dari mba Imelda. Yaay! Kaget ugha tiba-tiba mba Imelda kasih kabar sudah kirim kue kering ke PO BOX gue, padahal gue nggak pernah kasih alamat. Ternyata mba Imelda tanya Peri Kecil Lia hahahahahahaa 🀣 Ini Lia sudah semacam jubir, setelah sebelumnya mas Anton waktu itu (--dapat info dari Lia) sukses membuat gue terkezuuut akan kiriman hadiah cantik khas Kota Hujannya 😍 Wk. Well eniweis, thank you so much mba Imelda, for the gift. We love it, to the moon and back! πŸ’•

Thank you mba Imelda 😍

Sweet letter πŸ’•

So yuummmmmyyyy πŸ˜‹

Sstt, ternyata Kastengel dicocol ke Nutella UENAAAAAKKK genks rasanyaaaa 🀣 Gue iseng cocol, jadi ada rasa gurih asin dan manis hihi ~ me likey! Si kesayangan beda, dia lebih suka versi original tanpa cocolan cokelaaats πŸ˜† Fyi, Kastengel ini produk kue kering buatan kakaknya mba Imelda, nama brand-nya Mikkookies, dan gue berminat kirim produk kue kering ini ke satu orang teman agar bisa coba, as a support untuk kakaknya mba Imelda (surprise varian) 😍

So, teman-teman ada yang sudah coba aplikasi Clubhouse?
Bagaimana pendapat teman-teman? Yuk, share di bawah πŸ₯³

68 comments:

  1. sebagai pengguna android, rasanya aku ga relate ngomong clubhouse..wkwkwk
    teman-temanku yang pengguna ios mulai install, sedangkan aku hanya mengamatinya saja. Bakal seberapa lama aplikasi ini ramai dan riuh. Kalau ada di android pun kayaknya aku belum kepikiran untuk install...hehheehe

    Rasanya aku juga ga bisa fokus kalau mesti dengerin orang ngomong sambil mengerjakan hal lain. Bahkan aku nonton video obrolan di yutub mesti benar-benar senggang, biar tidak terdistraksi dan lebih menikmati apa yang dibicarakan. Bahkan aku sangat jarang mendengarkan podcast di spotify..hahahhaa

    mbak imelda, aku suka nastar.
    *cuma kasih tahu aja sih..hahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas, cepat amat komennya, baru tayang inih hahahaha 🀣

      Saya pun kalau nggak dikasih tau si kesayangan, dan si kesayangan nggak di-invite sama sohibulnya, mungkin nggak terpikir untuk install soalnya saya jarang dengar Podcast dan sejenisnya. Even ketika dengar radio, prefer yang banyak lagu biar nggak ke-distract πŸ™ˆ Wk. Berdoa saja nggak akan muncul di Android, mas πŸ˜‚

      By the way kita samaan, kalau lihat video di Youtube (yang bincang-bincang) harus saat senggang dan ditonton tanpa melakukan hal lainnya. Entah kenapa nggak bisa sambil lewat, karena itu saat menonton drama / movie jadi sering saya pause kalau saya harus melakukan sesuatu sesederhana betulkan bantal misalnya πŸ€ͺ Payah ya ~

      Beuh kode beraaaats πŸ˜‚ Bagooos, lanjutkan!

      Delete
    2. Waaah mbak Eno, akhirnya si kaastengels mendarat dengan selamat. Terima kasih untuk promosinya untuk usaha kakak saya mbak :) Semoga kebaikan mbak Eno dibalas Allah SWT (soalnya kalau saya yang mbales gak cukup cukup mbak). Mas Rivai, kode keras super banget itu mas hehehehe

      Delete
    3. Iya mba Imelda, mendarat dengan manis di perut kami dan orang rumah lainnya hahahaha. Thank you so much mba Imelda dan kakaknya mba Imelda atas kebaikannya sudah mau buatkan kami kastengel enaaaak 😍 Super lavvvv ~

      Delete
  2. Selingan kalau pas bikin laporan mbak eno, eh ternyata ada update baru. Temanya juga yang lagi ramai di medsos..hahaha
    aku tahu juga dari twitter mbak. Banyak yang ngshare atau invite ke room di clubhouse. Yaa sambil "bilang" kalau mereka adalah pengguna ios..wkwkwkwk

    Nah, aku mendingan dengerin musik. bisa buat santai sambil menemani kerja. Kalau di semarang lebih sering dengerin radio. Kadang radionya buat menemani tidur sampai pagi..hahhahaa

    Ada beberapa video yang belum aku tonton, ada yang durasinya 2jam. Tapi emang menarik sih, dan pengen bener-bener fokus dengerin obrolannya. Jadi aku bisa sampai menunda menonton sebelum mendapatkan waktu yang tepat...ahahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik, jadi senang, selingan buat laporannya ternyata buka blog hahaha 🀣

      Well, iya secara nggak langsung, betul-betul mirip era awal Instagram. Yang share akun seakan-akan bilang, "I am an Apple user." Wk. Nggak bisa ditampik, begitu~lah adanya. Tapi bagaimana dengan sekarang? Masih heboh, kah? 😍

      OMG 2 jam, itu menonton video apa? Film? Lama amat durasinya πŸ˜†

      Delete
  3. Sama kayak Mas Rivai, sebagai Android user I can't relate tentang kehebohan Clubhouse πŸ˜‚ aku sempat bingung gitu Mbaa pas buka Instagram beberapa waktu lalu, kenapa timeline semua bahas Clubhouse. Aku kira ini lagi pada ngebahas tempat nongkrong baru hits, ternyata aplikasi wkwkwk

    Jujur aku nggak interest, dengar podcast di Spotify aja udah cukupp hihi dan memang makin ke sini aku udah agak mager coba aplikasi baru ini itu. Satu-satunya sosmed yang masih kupake yaa IG aja, FB dan Twitter aja udah di-uninstall πŸ™ˆ

    Btw, waaah dapet cemilan dari Mba Imelda! ❤️ Wkwkwk Nutella kayaknya nggak pernah salah yaa, Mbaa untuk teman makan apa pun πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun dikasih tau sohibul, lagi ramai bangettt, oalah, sama seperti di Korea berarti, hype ugha di sana beberapa waktu lalu though sekarang sudah biasa 🀣

      TOSS mba, mager banget mau coba apps baru, bahkan TikTok pun belum ada keinginan install. Jadi saya tau ada video TikTok kalau di-share orang sekitar πŸ™ˆ Wk.

      Iyes, Nutella rasanya enak dimakan dengan apa saja, mba 🀣

      Delete
  4. Wah sungguh sedang booming Kak? Aku kudet amat πŸ˜‚ Ini mirip-mirip kayak podcast di spotify atau apple podcast gitu nggak kak? Bisa dengerin musik nggak, atau pure orang ngomong doang Kak Eno?

    Sayang banget aku nggak bisa install dan coba hahaha πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bisa dengar musik, kecuali ada yang menyanyi dalam room-nya hehehe, jadi pure dengar para speakers berbincang dengan topik yang beragam 😁

      That's okay mba Syifana, mungkin next time jika ada kesempatan bisa coba πŸ˜†

      Delete
  5. Aku tau tentang clubhouse gara-gara temen kosan heboh tentang itu di twitter dan di instagram. Awalnya acuh sih karena itukan cuma untuk iOS, sebagai pengguna sejati android aku sangat tidak paham dan acuh aja. Tiba2 itu trending di twitter dan akhirnya kepo. Ternyata isinya semacam room yang akan ada orang2 hebat ngobrol dan di dengerin ataupun ada juga sih cuma seperkumpulan temen2 doang.

    Makin lama makin rame banget, semua temenku mulai install clubhouse dan update di story masing2. Waw aku merasa langsung berada di dunia yang berbeda πŸ™ˆ apalagi denger2 untuk bisa pake harus diundang dan limited banget, langsung kerasa eksklusif banget!

    Sempet liat update-an juga Mba jadi ada yang jual jasa gitu buat bisa dpt invitation ke clubhouse. Gak tanggung2 bisa 250k keatas! Wah aku kaget, apakah orang2 se-desperate itu harus kekinian banget sampe mau beli itu jasa. Gatau sih ada yang beli apa enggak tapi tetep aja gak masuk akal buat aku. Takutnya udah bayar mahal eh cuma jadi pendengar doang dan ga menyampaikan apa2... apa bedanya sama podcast yak? wkwkwk Padahal sih aku denger2 nanti itu clubhouse bakal open dan bisa untuk segala pengguna cuma ya gatau kapan.

    Terlepas dari itu emang bagus sih katanya, temenku yang join bilang banyak room yang berbobot. Tapi, sama kayak Mba Eno aku ga bisa denger2in orang ngomong gitu makanya podcast aku juga gak doyan dengerin hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius mba tika sampe ada yg jokiin invitationnya seharga segitu? Memang hype bgd yaaa brartii..

      Aku sendiri blm tau apakah bakal install atau ga nantinya. Tp krna skrng yg punya invitation, plus ga nyari2 jg, jd ya blm bs buka πŸ˜† Kalau ada yg invite, paling klo pun buka jg cma buat tau2 doang, blm tentu bakal aktif jg.
      Kurleb sama kaya Mba eno, aku hampir ga pernh dengerin podcast. Orang nonton youtube aja kadang ga bersuara, hanya mengandalkan subtitle krna baru bebas nonton pas anak2 udah pd tdr πŸ˜†πŸ˜…

      Delete
    2. Wah sama mba Tika, di Korea pun invitationnya dijual seharga KRW 20.000 hahahaha. I guess, ada pembelinya, that's why banyak yang berani jual 😞

      Well, menurut saya, kalau kita bisa menemukan room yang okay, sebetulnya apps ini bagus, dan banyak topik menarik untuk didengar. Hehehe, cuma yaitu, kitanya mostly akan jadi pendengar. Semisal buka room, nggak yakin ada yang ikutan πŸ™ˆ

      Jadi tinggal pintar-pintarnya pendengar mau dengar speakers yang mana 😁 Kalau saya, sampai sekarang lebih mudah menyerap tulisan daripada lisan πŸ˜†

      Delete
    3. Hype bingits mba Thessa, nanti kalau ada yang invite mungkin bisa coba 😁 Hehehehehe. Tapi memang apps ini nggak untuk semua orang sepertinya πŸ˜†

      Delete
  6. Sebagai pengguna android, aku juga can't relate tapi karena aku anaknya kepo-an, aku cukup penasaran gimana isinya. Nanti kalau udah tahu, ya yauda gitu 🀣. Jadi Kakak sempat lihat-lihat isinya atau sama sekali nggak?

    Anyway, aku tadinya mau bilang Kak Eno soal ini tapi keduluan Kakak tulis di blog 🀣. Aku udah mirip jubir Kak Eno banget karena beberapa teman suka nanya ke aku cara kirim ke Kak Eno gimana yang berujung selalu aku kasih PO BOX Kakak. Semoga Kak Eno nggak masalah ya πŸ˜‚ soalnya kalau izin dulu ke Kakak, nanti jadi nggak surprise dong(?) Maafkeun ya Kak kalau Kakak nggak berkenan πŸ˜‚πŸ™πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakak sempat lihat-lihat Li, dan dengarkan beberapa room yang ada, tapi waktu itu mostly foreigners or Korea, baru selang beberapa hari, di Indonesia mulai hips kata sohibuls kakak. Hehehe. Ohya, speakers-nya ini bicara live, nggak kayak Podcast yang di-record, jadi kalau ketinggalan bahasan yasudah bye nggak bisa playback πŸ˜‚

      Nggak apa-apa sayaaang, kakak nggak masalah hahaha, cuma lucuk saja karena teman-teman pada tanya ke Lia, jadi nggak enak kakak ke Lia takut merepotkan πŸ™ˆ Wk.

      Thank you so much sayangnya kakaaaak πŸ˜πŸ’•

      Delete
  7. Oh, jadi ini toh Clubhouse itu. Saya awalnya ngira semacam tempat dugem. Ha ha ha. Pas banyak yang Instastory, saya liatnya biasa aja, sama dengan kak Jane, padahal saya bisa dibilang cukup senang dengar podcast. Sekalipun nanti masuk ke andro dan punya inovasi lain, saya mungkin akan berpikir untuk menggunakannya. Seperti kata kak Eno, google meet saja sudah bikin ruwet. Ha ha ha.

    Aduh, kastangel, jadi ngiler euy. Kalo mama beli atau bikin kue lebaran biasanya saya sudah pesan dan mengamankan satu toples kastangel itu untuk dimakan sendiri. Biasanya dipake pas nulis ato nonton. Suatu kali, saya naroh toplesnya di lemari dan teman-teman saya nemu toplesnya. Rela ngga rela, saya ijinin mereka makan. Setoples habis dong. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang salfok pasti awalnya berpikir tempat dugem atau Mickey Mouse, mas πŸ˜‚

      Nanti kalau masuk Android mungkin bisa coba, siapa tau ada tokoh-tokoh yang mas Rahul idolakan di sana. Setau saya ada Ernest, Pandji dan teman-temannya 😁 Tapi kalau siang Google Meet malamnya Clubhouse bisa capek, ya πŸ€ͺ

      Itu maksudnya disimpan di dalam lemari ataud di atas lemari, mas? πŸ˜‚ Kalau di dalam lemari, apa nggak banyak semut nanti, ahahahaha, teman-teman mas Rahul jeli matanya, bisa menemukan kastengel dan menghabiskannya 🀣

      Delete
  8. Clubhouse itu harus berbasis iOS ya kak, hmmm... Sejenis podcast kah?

    Kalo gak salah saya pernah cobain kue itu kak yg atas nya keju ya kak.
    Kalo gak salah Komposisinya terbuat dari gandum, kacang, keju,
    Dan kalo gak salah tekstur nya renyah.
    Kebanyakan kalo gak salah biasanya bener ya kak Eno. Hmm...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Andy, sekarang hanya bisa digunakan pada IOS 😁

      Agak mirip Podcast, sama-sama audio apps hehehe, tapi kalau Clubhouse, live bukan record, jadi kalau ketinggalan bahasan, kita nggak bisa playback πŸ˜†

      Oh beda sepertinya dengan yang mas Andy makan, kalau kastengel setau saya nggak pakai kacang, tapi lupa lupa ingat saya 🀣 hehehe, mungkin next time mas Andy bisa coba kastengel jika ada kesempatan 😍 Enaaaak bingits rasanyaaa ~

      Delete
  9. Ini nih yg awal2 malah tak kira aplikasi skema ponzi.. Astagadragon 🀣🀣 kok bisa mikir smpe kesitu yah saya.. wk

    Kita samaan berarti nggk bisa nyambi kalau lagi dngerin podcast. Kudu serius... kalau dngerin lagu baru bisa sambil multitask.. dngerin lagu, sambil rebahan, sambil makan, dan nonton film.. tangan, mata, kaki, otak, mulut jalan semua πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜…wk

    Ehh kebetulan dirumah juga ada kastangel.. dan keluarga kurang suka nyemilin makanan satu ini.... malah kalah pamor sama stik balado yg sehari aja langsung ludes. Hhhmm πŸ€” nnti tak mampir ke indomaret ahh beli nuttelaa.. hehe... mehh nyoba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh amat pikirannya, mas 🀣 Wk.

      Toss, susah banget dengar orang bicara sambil multitask. Makanya saya nggak hobi Podcast kecuali topiknya memang saya incar, itupun jarangggg πŸ˜†

      Wah mas, saya jadi ingat punya stick bawang habis baca komentar mas Bayu hahaha. Coba makan Kastengel pakai Nutella mas, menurut saya so gewd 😍

      Delete
  10. Clubhouse... aku langsung tahu karena cukup aware dengan perkembangan sosial media, apalagi untuk sesuatu yang baru seperti clubhouse ini, bisa jadi the next big thing in social media, mungkin saja...

    Menurutku, clubhouse ini menjadi booming karena orang-orang di Indonesia sudah mulai terbiasa dengan platform podcast, orang sudah nyaman dengan mendengarkan sesuatu, konten audio. ditambah dengan sisi eksklusifnya dimana ada sistem invitation dan lain-lain yang ga kuketahui karena aku user android.

    Orang Indonesia itu demen banget sama komunitas, apalagi kalo komunitas terbatas, yang ga semua bisa masuk disitu, dan sekalinya masuk, terasa banget achievement-nya. ada pride-nya.

    juga, clubhouse ini kayaknya jadi semacam satu cara pelampiasan ketika orang-orang tidak bisa bersosialisasi ketemu dan berkerumun karena pandemi.

    Tapi ga tau nih, ketika nanti udah open ke android, arah permainan clubhouse akan seperti apa... kyknya bisa nih dibeli sama ruangGuru dan jadi semacam live online class yang berbasis audio :D atau ruangGuru bikin fitur baru yang mirip clubhouse, haha...

    Apapun itu, selama bisa memberi kebaikan, why not... tapi aku sih kyknya cukup podcast saja kalo audio mah. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeps, pride bermain di sana sepertinya, Dy hehehe. Dan saya setuju sama penjabaran Ady, mungkin karena sudah semakin banyak orang terbiasa dengan audio apps, that's why mereka bisa menerima Clubhouse dengan terbuka 😍

      Bisa jadi Ruangguru buat live online class seperti Clubhouse, tapi menurut saya, bakal susah jika hanya audio hahahaha, lebih asik video kalau belajar *eh apa ini saya doang, yaaa?* *especially jika pelajarannya Matematika* πŸ€ͺ

      Delete
  11. Clubhouse = club rumah, club anak rumahan mungkin ya artinya, hihi

    Kuenya kliatannya enak tuh πŸ€€πŸ˜‹

    ReplyDelete
  12. rame banget klebhos ini mbak di twitter dari kapan hari
    sampe aku mute word ini karena saking bosannya hahaha
    tapi menurutku ini kayak aplikasi yang menonjolkan sisi eksklusif
    sama kayak path dulu pas awal booming
    lama lama bakal banyak yg donlot klebhos dan akhire biasa aja hehe

    aku gak pake mbak karena aku sobat misqueen (halah anak twitter banget) HPKu android
    mungkin kalau udah migrasi ke android bakal coba dulu deh sehari dua hari
    kalau asyik bisa dilanjutkan...

    wa....kiriman kue kering enak banget mbak
    apalagi habis ini puasa dan lebaran
    duh aku jadu bau bau kue juga dari sini
    beruntung sekali mbak eno :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohiya, Path dulu serupa, ya? Hehehe, saya nggak main Path jadi nggak punya memories di sana 🀣 Memang dulu Path eksklusif, kah? Baru tau saya πŸ™ˆ

      Saya beruntung bingits dapat kiriman kue kering dari mba Imelda, mas 😍

      Delete
  13. Oh clubhouse itu sejenis aplikasi podcast buat pengguna ios berarti pengguna android cuma bisa bengong nih..hihihi..tapi kalaupun ada di android rasa saya malas buat memasangnya nonton video YouTube aja butuh konsentrasi apalagi ini yang cuma mendengarkan saja seperti malas banget buat masangnya.

    Kue keringnya sepertinya enak tuh mau juga dong dikirimi satu kontainer..hihihi.. semoga yang mengirim kuenya membaca komentar ini..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi banjir kan di Jakarta, gak bisa antar satu konteiner, kasi sebiji dia mbak 🀣

      Delete
    2. mbaca kok aku mas hihihihi :)

      Delete
    3. Biarpun banjir tapikan tetap bisa dikirim pakai perahu kang jaey.😁

      Delete
    4. Mungkin pengguna Android masih nanti, perlu bersabar entah sampai kapan 🀣 hehehe, iya mas, berarti mas Kal bukan tipe pendengar, mirip seperti saya 😁

      No worries, mba Imelda baca komentarnyaaa 😍

      Delete
  14. Kupikir clubhouse itu semacam aplikasi musik untuk joget joget, eh ternyata beda jauh ya mbak. Aplikasi ini untuk dengar orang ngobrol kayak di podcast.

    Sayangnya aku ngga dapat invite dari teman, padahal aku pakai iPhone 12 pro max, tapi sayangnya pakai nya dalam cerpen. Pantesan ngga ada yang invite.πŸ˜†

    Menurutku salah satu sebab aplikasi clubhouse booming di Indonesia itu karena orang Indonesia gumunan. Ada pokemon go, orang orang langsung instal, sepeda brompton tenar orang orang langsung beli, video Gisel tenar orang orang langsung nyari link nya eh.😁

    Yah, kita lihat saja ke depannya sih apakah akan tetap tenar terus seperti IG ataukah merosot pamornya seperti Pokemon Go.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dalam cerpen mah gampang mas, tinggal tulis aja sejuta invite πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
    2. Iya mas Agus, aplikasi untuk dengar orang mengobrol huehehe, begitu gampangnya 😁 Waaah, semoga nanti Iphone 12 Pro Max-nya bisa betulan punya, nggak hanya dicerpen doang. Saya pun ingin punya ugha, mas πŸ™ˆ

      Nah setuju, jadi ingat Pokemon Go, ramai sekali yang main, saya sampai bingung itu mainan apa. Terus yang terakhir, kapan hari, teman saya share game Among Us, itu pun saya bingung mainan apa. Katanya ramai banget hahaha 🀣

      Delete
  15. Setelah hampir sebulan puasa sosmed, aslinyaaa aku katro banget sama Clubhouse... hah apa sih apa tuh? Sampe suami nyeletuk. Dia emang suka denger podcast. Laa, saya sama kayak mbak Eno dan mas Kesayangan, bukan listener yang baik apalagi format podcast. Kalau denger orang ngomong pengen liat orangnya sekalian dan berinteraksi.

    Daripada podcast lebih suka baca. Makanya emang format blog ya yang paling cocok buat kita kita hihihihi. Sempet FOMO liat temen2 yang pada bikin podcast, tapi kalo saya aja ga enjoy dengerinnya, gimana cara enjoy bikinnya? πŸ˜„

    Tapi akhirnya dicoba nggak, mbak Eno? Iseng masuk ke room dan kasih first impression. Apa rasanya kayak dengerin radio, atau berasa masuk endless google meeting part kesekian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha kok kita sama, saat dengar orang bicara, maunya lihat orangnya langsung, dan interaksi sekalian. That's why agak susah dengar Podcast, apalagi jika harus multitask sambil kerja, endeblabla. Susyaaaah, mba πŸ™ˆ

      Saya pribadi sampai sekarang belum buat Podcast, dan tetap stick to blog, karena blog yang membuat saya paling nyaman. Pada akhirnya setiap dari kita, akan menemukan kenyamanan personal. Nggak apa jika stay di blog, dan nggak apa pula jika ada yang berpindah ke Youtube, Podcast, Clubhouse endeblabla 😍

      Dicoba mba, cuma dua kali, roomnya Korea sama foreigners waktu itu, belum terlalu boom di Indonesia. Rasanya nggak bisa fokus hahaha, capek dengar orang bicara, jadi nggak bertahan lama. Hanya beberapa menit awal πŸ˜…

      Delete
  16. Aku sebagai pengguna android hanya diam saja melihat kawan-kawan beripun update tentang Clubhouse ini. Tbh, aku menemukan kesenjangan makin lama aku menyaksikannya. Tapi nggak mau kubahas, toh sebenernya juga ngga terlalu penting ke keseharianku...

    Anyway, dulu aku juga sama kayak kak Eno, yaitu ngga terlalu into audio apps, which means dengar podcast gitu juga kali ya, karena nggak bisa multitasking. Tapi sekarang kalau aku ngga mau mendengarkan musik, aku pasti lari ke audio apps karena sudah semakin beragam, dengan syarat aktivitas lain yang kulakukan itu nggak perlu pakai mikir xD seperti lagi cuci-cuci, menyetir, dan ngerjain laporan yang cuma men-generate angka. Kalau mendengar podcast sambil baca buku, tetep ngga bisa xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jangan merasa senjang mba Jez, karena memang itu nggak terlalu penting untuk keseharian mba. Hehehe, nggak apa-apa banget jika nggak menggunakan karena saya pribadi pun hanya dua kali seingat saya ujicoba dan give up πŸ™ˆ

      Saya so far, hanya hobi dengarkan musik, sebab nggak bisa kalau dengar Podcast while multitask kayak kerja endeblabla. Nah, saat di mobil, lumayan suka dengar radio, tapi prefer yang banyak lagunya hahahaha 🀣 Apalagi baca buku, nggak akan bisa sambil dengar Podcast atau Clubhouse, yang ada mental semua, mba πŸ˜†

      Delete
  17. Masih penasaran dengan Clubhouse, karena ada teman yang cerita, dia dapat banyak ide setelah main di sana. Tapi sayangnya gak pakai Iphone, hehehe.

    BTW kastengelnya terlihat lezat, nanti beli selai cokelat ah buat dicocolin ke kastengel. Makasih idenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, buat yang hobi mendengarkan, ada banyak topik menarik di sana, yang mungkin bisa memberikan ide untuk mba dalam berkarya hehehehe 😁

      Sama-sama, mba. Terima kasih sudah baca πŸ’•

      Delete
  18. Aku masih ga pake Clubhouse itu ngapain. Aku pengguna android jadi ga bisa ikutaan. Karena ga begitu suka denger Podcast, jadi merasa ga gitu ngerti Clubhouse ini apa dan untuk apa. Cuma emang di medsos lagi heboh banget karena mau join harus ada undangan dari teman gitu. Jadi kesannya eksklusif 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Clubhouse itu isinya ada banyak room mba, dan di dalam room tersebut, ada speakers saling berbincang topik secara live, jadi agak beda sama podcast yang di-record duluan baru di-publish hehe ~ Masalahnya, kalau ketinggalan topik di Clubhouse, yasudah nggak bisa diplayback πŸ˜‚ Karena itu, ada yang merasa lelah saat harus keep up 😁

      However, bagi pecinta audio apps, ini apps bagus menurut saya πŸ’•

      Delete
  19. clubhouse, saya baru dengar, atau hanya saya saja yang kudet ??? entahlah ??? Podcast, saya pernah pakai cuma 2 hari saja setelah itu tidak tapi apapun itu balik lagi ke penggunanya soalnya semua aplikasi kan ada sisi positifnya ada sisi negatifnya.



    dan ??? berbicara akan aplikasi, saya jadi ingat bahwa bulan lalu saya pernah gunakan aplikasi karaoke gratis saya pikir itu aman nyatanya akun saya disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab bahkan saat saya melapor ke pihak perusahaan aplikasi , pihak aplikasi tidak merespon sama sekali.



    namun, semenjak saya menggenal mbak creameno dan juga rekan - rekan saya pun bisa melupakan masa lalu yang kelam dan saya pun bisa semangat awali hari dan semangat awali kehidupan saya. terima kasih creameno dan rekan - rekan semua blogger?? semoga kebaikannya dilipat gandakan tuhan. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kembali pada kenyamanan masing-masing pengguna, tinggal pilih mana yang paling menyenangkan untuk digunakan. For some people, blog mungkin nggak nyaman, jadi bisa pilih Podcast, Clubhouse atau Youtube dan Instagram 😁

      Syukurlah, semangat selalu, mba πŸ˜‰

      Delete
  20. Ini niih lagi rame banget emang Clubhouse ini. Pas pertama denger aku kira lagi pada ngomongin Mickey Mouse Clubhouse wkwkwk makanya aku sempat heran "kenapaa ujug-ujug pada ngomongin Mickey Mouse dah?" πŸ˜‚πŸ˜‚

    Seperti komen beberapa teman-teman di sini, sebagai pengguna android juga aku cant relate ahaha. Masih sangat eksklusif yaa karena baru sebagian orang saja yang bisa pakai, apalagi untuk join harus ada invite dari pengguna sebelumnya dulu. Cuma kalau baca-baca ini kayak semacam podcast tapi another level yaa karena kayaknya listeners bisa ikut komentar (cmiiw).

    Di Twitter ada yang bercandain, Clubhouse masih eksklusif, speakers-nya mungkin masih bagus-bagus dan bahasannya masih berfaedah. Nanti kalau semua orang udah bisa install, isinya ga jauh-jauh dari orang jualan sama bahas politik lagi wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yang salfok sama Mickey Mouse kayaknya, mba 🀣

      Mungkin nanti jika Clubhouse sudah buka di Android, mba Eya bisa coba, siapa tau mba Eya suka sama aplikasinya 😍 Eniho, saya kok ketawa baca komentar terakhir mba, tapi bisa membayangkan, mungkin ada benarnya yang warga Twitter bilang, one day jika Clubhouse sudah open untuk semua, mungkin ada banyak yang jualan di sana, plus bahasan politik this and that. Semoga nggak too much πŸ™ˆ

      Delete
  21. sedih sekali.. sudah lama tidak makan kaastengel.. meski katanya kue ini berasal dari Belanda, buktinya aku ngga nemu penjual Kaastengel di (toko online) di Belanda.. 😒 terakhir kali makan malah dibawain teman yang saat itu berkunjung ke sini dan pas mendekati Lebaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah sayang sekaliiii, nanti pankapan kalau saya ke Jerman, saya bawakan, mas πŸ˜‚ Atau mungkin mas Zam bisa berkreasi buat sendiri di rumah πŸ˜†

      Delete
  22. Sebagai tim Android tentu aku belum coba aplikasi Clubhouse Kak EnoπŸ˜‚ cuma mantau orang-orang yang lagi ngomongin Clubhouse di Twitter, dan konon ada yang spill the tea sebuah brand tapi brand-nya waktu itu ada di Clubhouse-nya😬 auk deh.

    Oh iya tentang membaca dan suara hati, Kak Eno termasuk orang yang punya inner monologue nggak? Kalau baca cerita atau blog gitu, yang "kedengeran" di dalam kepala, suara Kak Eno sendiri atau suara orang yang Kak Eno anggap suara orang itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whats? Seriusan, mba Endah? πŸ˜†

      Jadi penasaran bagaimana reaksi orang brand-nya. Semoga nggak justru jadi masalah ~ saya setiap baca tulisan atau cerita, ada suara yang saya anggap suara orang itu, hahaha, jadi setiap orang, beda-beda bayangan suaranya 🀣

      Mba Endah bagaimana? 😍

      Delete
    2. Iya Kak Eno, kemarin sempet banyak yang ritwit soal spal spil spal spil itu xD gatau kelanjutannya gimana, semoga kayak harapan Kak Eno: nggak justru jadi masalah.

      Sama Kak wkwkwkwk berarti kita orang-orang yang punya inner monologue, bisa ada suara orang lain di dalam kepala kita, karena ada yang nggak punya (contoh: Jae Day6, dia ngomong di podcastnya dia nggak punya inner monologue dan kagum sama orang-orang yang punya xD)

      Delete
    3. Amiiin, tapi ya sebisa mungkin jangan cari keributan ugha πŸ™ˆ

      Apa mungkin dia nggak punya inner monologue karena jarang baca? πŸ˜‚ Biasanya even saat saya baca text dari sohibuls, suara sohibuls saya akan ke luar dari dalam kepala saya 🀣 Wk. Tapi mungkin hal itu bisa terjadi pada beberapa orang, which is kinda unique yaaaa kalau dipikir-pikir karena jarang ada hahahaha πŸ˜†

      Delete
  23. Mba Eno, kita satu frekuensi, ga cocok Ama segala yg berbau listening gini hahahahhaa. Podcast aku ga tertarik, YouTube cm sesekali aja ngeliat, itupun kebanyakan cari info ttg cara masak ato kuliner, supaya bisa tau bentuk makanannya kayak apa. Jadi pas clubhouse ini heboh, aku malah ogah ikutan hahahaha.

    Aku bukan tipe org yg suka bicara juga, makanya ga pernah tertarik utk bikin YouTube ttg traveling sekalipun. Msh LBH nyaman mendeskripsikan ttg itu semua lewat kata2 :D. Satu2nya kegiatan yg berbau listening yg aku suka, cm dengerin musik.

    Kalo seandainya clubhouse ini makin meluas utk Android user juga, dipastikan aku ga bakal join hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mba, hahahaha, saya pun buka Youtube mostly dengar lagu, jarang lihat vlog kecuali vlognya yang estetik alias nggak banyak bicara πŸ™ˆ Paling sesekali kalau ada topik bagus, baru saya fokus dengarkan, itupun harus luang πŸ˜†

      Soal Youtube, saya bisa memahami mba Fanny, karena itu pula yang saya rasakan 🀣 Entah kenapa, seandainya pun saya buat Youtube travelling, pasti saya nggak akan bicara di sana, bahkan lebih sering di belakang kamera πŸ€ͺ

      Mungkin kita memang cocoknya di blog, mba 😍

      Delete
  24. kata kata clubhouse ini wara wiri di timeline, tapi aku nggak ngeh, karena ngga sempet aku klik klik waktu itu
    malah yang ada dipikiranku, clubhouse ini semacam nama tempat dugem baru wkwkwkwkwk
    ampun deje, otakku kemana mana kalo denger ada kata house house dan club club :D

    dan ternyata ini semacam podcast toh, kalau podcast macam Inspigo waktu awal awal booming dulu masih cukup sering di dengerin disambi sambil kerja, tapi malah kadang nggak konsen dengerinnya, jadi ga fokus si pemateri ngomong apa. padahal tema yang aku pilih udah yang ringan ringan

    suka heran sama diri sendiri, dulu waktu seneng senengnya denger radio, dengerin penyiar ngomong aja betah berhari hari berjam jam, sekarang dengerin podcast cuman kalau lagi pengen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Club memang identik dengan tempat dugem kan, mba 🀣

      Saya nggak bisa kerja sambil dengar Podcast atau orang bicara, dijamin masuk telinga kiri ke luar telinga kanan πŸ˜† Susah bingits, sudah cobaaa ~ Wk.

      That's okay mba, setiap dari kita akan terus berubah, yang penting kita lakukan apa yang membuat kita nyaman meski kita nggak ikut yang hits sekarang 😁

      Delete
  25. Saya nggak ada coba-coba Clubhouse karena nggak pakai iphone hehe. Tapi kadang suka dengerin Podcast di Spotify. Selebihnya masih suka dengerin musik aja.

    Btw, saya juga kenal mbak Imelda dari The Urban Mama dan akhirnya temenan sesama pemilik blog di Wordpress. :)
    Asyiknya dapat kue kering Kastengel Mikkookies yang gurih. Dicocol Nutella emang tambah memperkaya rasa gurih Kastengel jadi lebih rich dengan manis dan creamy! Yummmm :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mba Intan suka Podcast, nanti mungkin bisa coba Clubhouse saat aplikasi Clubhouse available di Android mba 😍 Siapa tau cocok sama mba ~

      Aha, iya mba Imelda pakai WP juga, sama kayak mba Intan πŸ˜† hehehe. Asik doong, enak bangats Kastengelnyaaa πŸ₯³ Nah, mungkin kakaknya mba Imelda bisa buat versi Katengel mixed Nutella, dengan rasa lebih rich nantinya 🀀

      Delete
  26. Sebagai pengguna android cuma bisa ngelihat seliweran di IG stories orang, Mbak Eno. hahahaha
    Nanti saatnya tiba bisa diandroid, hypenya udah hilang ga ada speaker lagi ntar.:))

    Saya suka membaca tapi ga suka menulis, nah kalo mendengarkan paling hobi Mbak Eno. Biasa kalau lagi agak ngantuk tapi kerjaan masih numpuk sambil dengerin podcast horror. hahahaha
    Nah kalau podcast genre lain biasa didengerin biar bisa tidur, alhasil kadang gak selesai dengernya karena ketiduran.:))

    Wah bisa bikin kastengel varian baru kalau gitu, Mbak Eno. Setengahnya celupin ke nutella, jadi kastengella dong. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh bisa jadi tuh mba, tapi ada kemungkinan justru lebih rame, terus seperti yang mba Eya bilang, jadi tempat jualan online dan diskusi politik πŸ˜†

      OMG, berani bangets dengar cerita horror, kalau saya justru nggak bisa tidur setelahnya hahaha. Kemarin mau lihat series monster Sweet Home saja maju mundur kawatir kepikiran 🀣 Wk. Nah, ide menarik mba, siapa tau bisa diadopsi kakaknya mba Imelda, nanti dikasih nama Kastengella. Enak bingoooo rasanya πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Hahahaha, nanti jadi tempat pertubiran ya, Mbak Eno.:D

      Saya mah orangnya suka cari-cari penyakit, Mbak Eno. Aslinya mah penakut, tapi demen nonton film horror atau dengar cerita horror. Efek samping yang dirasakan setelahnya dong, jadi kepikiran terus takut sendiri. wkwkwkwkw
      Sweet home gak serem kok, Mbak Eno.:D

      Karena keisengan Mbak Eno jadi tercipta varian baru ya nanti.:)

      Delete
    3. Kawatirnya begitu, mba πŸ˜†

      Iyaaa saya sudah menonton Sweet Home, nggak terlalu seram tapi tetap ada beberapa yang looks menyebalkan πŸ™ˆ Jadi harus rajin tutup mata hahaha ~ over all suka, terus jadi kepikiran, kalau saya berubah sebagai monster, kira-kira saya monster apa. Kata si kesayangan, monster laptop karena obsesi saya sama pekerjaan 🀣

      Kira-kira mba Wulan akan jadi monster apa? 😍

      Delete
  27. Whatt,, kastangel dicocol sama nutella. Sounds good, la sama-sama enak. Eh kok aku jadi ngebayangin martabak keju coklat yaaaa. Kastangel for keju dan nutella for coklat. Ntar sore main ke abang martabak ah.

    Btw, aku juga denger soal Clubhouse tapi belum install. Masih sekedar denger cerita temen-temen. Kalo clubhouse mirip sama podcast, aku kok malah pengen nyoba. Aku termasuk orang yang lambat menerima tren, termasuk soal podcast. Aku baru coba belakangan dan ternyata asik juga dengerin podcast. Tentu saja ini tergantung topiknya juga ya.

    Hmmm,, karena postingan mbak Eno ini sepertinya aku mau coba join the clubhouse deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha, jadi kebayang martabak keju cokelat, mba? 🀣

      Well, jika mba Dinilint termasuk yang suka dengar Podcast, seems mba akan suka Clubhouse, because sama-sama audio apps, jadi bisa dengarkan banyak speakers keren dengan pembahasan beragam 😁 Coba join mbaaaaaa ~

      Delete
  28. Gue suka dengerin podcast, No. Dan selalu dengerin sambil bekerja atau kegiatan lainnya. Podcast favorit gue itu podcast horor Do You See What I See wakakakaka.

    Kayaknya sih gue cocok sama Clubhouse, suka ngoceh juga gue. Sayangnya gue bukan iphone user :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huuuu seram amat padahal baru baca judulnya doang πŸ˜‚ Wk.

      Menurut saya, mas Nugie akan cocok sama Clubhouse apalagi jika mas Nugie suka bicara. Mana tau bisa buka room sama speakers lainnya 😍 Tunggu kehadiran Clubhouse di Android mas, semoga soon mereka buka di sana πŸ˜†

      Delete