Middle Night | CREAMENO

Pages

Middle Night

Buat yang kawatir blog gue akan dikomersialkan, jawabannya nggak, geenks. Sampai detik ini, blog gue masih masuk kategori personal dan 98% isi blog ini adalah tulisan gue kecuali beberapa dari Paid Writers dan si kesayangan 😁✌ Gue paham, beberapa teman kawatir jika blog ini kehilangan warna khas karena kehadiran orang lain (Paid Writers) di dalamnya, however, gue mau makesure bahwa blog ini tetap blog gue, yang penulis utamanya adalah gue si cantik jelita, hahahahahaa ðŸĪŠ Jadi, meski ada satu dua Paid Writers, itu nggak akan membuat blog gue berubah.

Gue pribadi masih mempelajari setiap masukan yang gue terima dari teman-teman ---- dan belum buat keputusan final 😆 Yang pasti, alasan kenapa gue buka Paid Writers dalam bentuk PGP atau submit bebas seperti sebelumnya, itu karena gue mau sohibuls gue, teammates gue, keluarga gue, orang-orang in real life circle gue bisa baca tulisan teman-teman lainnya. Mengingat mereka bukan bloggers, jadi informasi mereka mengenai bloggers sangat terbatas. Plus I knoow, mereka bukan tipe yang akan berseluncur klak klik blog padahal link blog sudah jelas tertera di kolom komentar, that's why, gue terima beberapa Paid Writers atau buat events PGP for the sake of them 😍

🐰🐰🐰

Gue mau sedikit cerita, ini agak deep. Jika teman-teman ingat, mas Agus pernah tulis cerpen untuk blog gue --- dan cerpen itu dapat dua comments anonim yang nggak gue publish karena menurut gue nggak layak untuk dibaca teman-teman lainnya. Sang komentator berkata bahwa cerpen mas Agus terlalu biasa, nggak ada lucu-lucunya, dan yang bersangkutan (panggilnya apa ya untuk akun anonim?) menambahkan bahwasanya ada banyak cerpen more good di luaran. While at the same time, beberapa sohibuls gue kasih emote seperti ini -- ðŸĪĢ pada cerpen yang mas Agus tuliskan.

Gue sempat berpikir, apa gue salah karena ajak mas Agus sebagai Paid Writer ~? Maybe for some people, cerpen mas Agus bukan sebuah cerpen yang 'wah' ~ tapi penilaian itu bukan sesuatu hal yang mutlak, karena bisa jadi bagi orang lain, cerpen mas Agus sangat easy untuk dibacaa 😁 Dan gue, berusaha ingat kembali, tujuan awal gue kenapa ajak mas Agus tulis cerpen, yang tentu saja, salah satunya untuk jadi hiburan orang-orang terdekat ~ dan gue nggak mau balas komen panjang ketika ada yang bilang, gue accept cerpen mas Agus hanya karena ingin bantu doang ðŸ˜ķ

Iyaaa, ada yang komen panjang lebar ke gue setelah baca tulisan di blog mas Agus, di mana mas Agus cerita kalau mas Agus beli alat panggang sosis warna kuning setelah dapat uang dari gue 🙈 Disitu sang komentator bilang, gue ajak mas Agus buat tulis cerpen karena ingin bantu mas Agus, bukan karena cerpen mas Agus bagus 🙄 Ehyuuuuuu. Jujur, gue ini bukan ahli cerpen, dan orang-orang terdekat gue, semua buta cerpen, geenks. Jadi, cerpen bagus versi kami mungkin bagi para ahli cerpen masih di bawah rata-rata. Tapi apa kami salah bila menikmatinya? Nggak, kaaan? ðŸĪĢ

Lagipula kalau gue mau bantu mas Agus kenapa? 😆 I mean, gue salut sama mas Agus yang mau usaha, beliau email gue untuk tanya apa gue mau terima cerpen beliau setelah beliau tolak offer gue mentah-mentah. Beliau cerita apa adanya, teman beliau punya alat panggang, nggak terpakai, jadi beliau mau beli biar beliau bisa jualan sosis, karena ciloknya sepi --- dan saat itu beliau sudah jelaskan, sebenarnya beliau nggak yakin dengan tulisan cerpen beliau, akhirnya beliau kirim ke gue beberapa cerpen. Yeps, nggak cuma satu tapi beberapa, agar gue punya banyak pilihan 😁

Menurut gue dan satu sohibul gue yang bantu baca cerpen mas Agus, kami justru senang karena mas Agus mau berusaha terlepas mas Agus belum tau tulisannya akan diterima atau nggak. Soo, gue anggap itu sebagai win-win solution, gue punya uang yang mas Agus butuh, mas Agus punya something to offer, dan cerpen yang gue pilih adalah cerpen yang gue dan sohibuls gue sukaa 😆 As simple as that. Perkara nanti teman-teman pembaca lain suka atau nggak, gue anggap bonus, yang terpenting gue dan sohibuls puas 😍 Wk. Even si kesayangan baca versi English-nya dan kata dia kocak, mungkin selera humor kami memang terlalu biasa 😂

🐰🐰🐰

Gue tuh to be honest, sangat grateful dengan atensi yang diberikan teman-teman, dan gue bisa mengerti kenapa teman-teman kawatir blog gue hilang warna. Dan gue sadar, jika ada teman yang bilang kalau tujuan teman-teman main ke blog gue untuk baca tulisan gueeeh, bukan baca tulisan bloggers lainnya (yang mana bisa langsung dikunjungi ke blog yang bersangkutan jika ingin baca) hehehee. Namun gue berharap, teman-teman bisa beri sedikit ruang untuk circle gue 'berkenalan' dengan para penulis tamu (teman-teman bloggers) di blog gue dan membaca tulisan mereka 😁

Gue nggak ada niat membuat blog gue sebagai sebuah media massa, dengan ribuan penulis yang ada. Gue hanya ingin blog gue bisa jadi tempat yang nyaman bukan hanya untuk teman bloggers yang always meramaikan kolom komentar, namun juga nyaman bagi silent readers yang maybe hanya buka blog gue dan nggak pernah tau ada blog kece, keren, bagus, di luar sana. So yeah, gue ingin blog gue bisa kasih sneak peek tulisan-tulisan indah dari bloggers lainnya, siapa tau dengan begitu, mereka jadi berminat baca dan berkunjung langsung ke blog teman-teman 🙈

Dan gue jadi ingat, niat sederhana itu membuahkan hasil ketika sohibuls gue mendadak ingin baca buku yang direkomendasikan Lia pada salah satu Paid Post yang Lia tuliskan. Bahkan dua sohibul gue rutin buka blog Lia dan mba Jane (setelah baca review film Christmas) sebab mereka bilang tulisannya asik untuk dibaca ðŸĪĢ Atau Adynura yang terang-terangan cerita di blognya habis lihat film GREENLAND setelah baca review film tersebut, yang dituliskan oleh mba Reyne Raea di blog gue beberapa waktu silam 😆 Iya kaaan, Dy? Hahahahahahaha *dijitak*

🐰🐰🐰

Nonetheless, semoga post ini bisa jawab 'pertanyaan' teman-teman, tentang kenapa gue seniat itu dari tahun lalu buat events menulis this and that, atau iseng undang beberapa Paid Writers untuk menulis di blog gue walau beberapa pembaca mungkin merasa tulisan tersebut kurang berkesan. That's okay. Namanya selera nggak bisa dipaksakan, ada yang suka ada yang nggak 😁

Perhaps, dari sini gue akan kembali susun rencana gue ke depannya. All in all, terima kasih banyak teman-teman untuk masukan yang diberikan ðŸĨģ Gue senang baca pesan teman-teman, and within this post, gue sekalian info kalau kolom komentar pada post sebelumnya gue tutup karena cukup ramai ternyata *padahal sudah malam* ðŸĪĢ Dan masukan teman-teman akan gue pertimbangkan.

Selamat menjalani hari Senin teman-teman, semangat~! 😍💕