Peekmybook | CREAMENO

Pages

Peekmybook

Sudah empat kali gue beli buku Addicted to Cafe dari Peekmybook ---- yang menurut gue bagus bangat πŸ˜† Kebetulan gue suka pergi makan di luar sama si kesayangan, jadi kalau ada resto / cafe enak, gue ingin simpan infonya agar next time bisa lihat ulang. That's why, saat tau Peekmybook jual buku Addicted to Cafe, gue pun nggak mau melewatkan 😍 Naaah, buat teman-teman yang belum tau, buku ini adalah buku jurnal yang bisa kita isi info resto / cafe yang pernah kita coba 😁

Yay, it's coming, my new Addicted to Cafe's journal 😍

Amboxing, genks πŸ˜‚

By the way, beberapa hari lalu finally gue beli Addicted to Cafe 4-6 setelah tiga buku sebelumnya penuh dengan berbagai macam info resto / cafe yang gue dan si kesayangan datangi di Indonesia, Korea maupun negara lainnya -- Buat kami, mengisi buku Addicted to Cafe ini jadi highlight ketika kami berdua kulineran, genks. Karena entah kenapa rasanya excited syekaliiiiii setiap kami isi buku jurnal ini dengan something yang kami suka diwaktu kami icip makanan atau minuman πŸ˜† Bahkan si kesayangan ikut excited menulis review super duper singkat versi dia 🀣

Greeting card dalam bentuk sticker, cute! πŸ˜†

Journal yang gue nanti-nantikan πŸ™ˆ

Ohya, dalam buku Addicted to Cafe, ada part di mana kita diminta isi 'drink(s) that you ordered + price' -- yang nggak hanya gue isi dengan menu minuman namun juga beberapa menu makanan favorit gue di sana 😍 Too bad, pada bagian 'collect your drink here & collect the stain' -- nggak gue isi karena gue nggak mau bukunya bernoda hahahahahahaa πŸ˜‚ Terus pada bagian 'collect & paste something from this place: (it could be a receipt, napkin, anything!)' gue isi dengan foto polaroid salah satu menu yang gue suka 😁 So yeah, feel free untuk teman-teman mau isi dengan apa, nggak perlu stick to the rules, yang penting kita happy ketika mengisinya πŸ₯³

Bebas mau diisi bagaimana 🀣

Fyi, buku Addicted to Cafe ini ukurannya kecil, mirip pocket book A6 dan nggak begitu tebal, jadi gampang jika mau dimasukkan ke dalam tas plus sangat cocok untuk dibawa yalan-yalaan πŸ₯³ Gue pribadi stock 3 buku tambahan pada pembelian ini karena mau gue bawa ke Korea. Hehehehehe. Rencananya, saat balik Jeju, gue mau hunting banyak cafe sama si kesayangan πŸ™ˆ Sebab semakin ke sini, semakin banyak cafe lucuk dan cantik di Jeju Island, aduuaduuu nggak sabarrrrr 😍

🐰🐰🐰

Back to Peekmybook, pada edisi bulan penuh cinta, ternyata kita dapat COKELAT TOBLERONE, genks πŸ˜† Gue nggak tau apa ada minimum pembelian tertentu agar bisa dapat cokelat, yang pasti cokelat ini menyelamatkan gue karena di Korea - setiap tanggal 14 Februari - biasanya para wanita memberi cokelat untuk pria kesayangannya (termasuk si kesayangan dan Appa), hahahahaha, tapi berhubung gue lupa, gue nggak siapkan cokelat di rumah πŸ€ͺ Untung saat unboxing Peekmybook ternyata dapat COKEEELAAAAAT. Langsung gue ambil dan kasih si kesayangan, "This chocolate for you, Honey." *sok sok inisiatif padahal cokelatnya dari Peekmybook* hahahahaha πŸ™ˆ

Cokelat hadiah dari Peekmybook yang gue kasih si kesayangan πŸ˜‚

Nggak lama kemudian, mba gue datang bawa beberapa tangkai mawar, sambil bilang, "Mbaa, ada bunga." dan gue syok hahaha, "Lho kok ada? Dari siapa?" πŸ˜‚ Aduh ada-ada sajaaa. Jadi begitu~lah cerita gue pada hari penuh cinta yang kalau bisa, setiap hari penuh cintaaaa 😁 Dari mulai kejutan cokelat from Peekmybook yang sukses selamatkan muka gue dari kelupaan beli cokelat untuk si kesayangan, sampai kehadiran beberapa tangkai bunga mawar. Hehehe. I'm beyond blessed πŸ’•

I love you πŸ’•

Though, gue sebenarnya nggak hobi rayakan hari-hari seperti ini --- tapi karena di Korea, orangnya pada hobi buat perayaan, bahkan hari ke 22, ke 100, ke 300, ke 333, ke 500, ke 1000 entah sampai ke berapa dirayakan semua kalau niat hahaha πŸ˜‚ Jadi, gue berusaha respect kultur si kesayangan dan menikmatinya *yaiyalaaah, siapa yang nggak menikmati kalau dilimpahkan hadiah (?)* 😍 Wk. Eniho, teman-teman, ada yang suka kulineran, kah? Kalau ada, gue mau kasih 3 buku Addicted to Cafe untuk 3 temans yang menginginkannya 😁 Seperti biasa, pengumuman akhir bulan, ya πŸ₯³

Selamat hari kasih sayang, teman-teman πŸ’•

68 comments:

  1. Selamat hari kasih sayang juga Kak Eno! Orang Korea memang seperti itu ya Kak Eno, banyak banget perayaannya 🀣

    Eh aku baru tahu loh Kak Eno, kalau hari kasih sayang di Korea biasanya cewek dulu yang ngasih cokelat ke cowok. Selain kasih cokelat di sana kasih apalagi Kak Eno? Atau cuma cokelat saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat hari kasih sayang, mba Syifana 😍

      Iya, perayaannya ada banyak, bangkrut lama-lama hahaha 🀣 Kalau di Korea itu setiap tanggal 14 Februari kasih cokelat ke cowok mau itu pasangan, Appa, kakak, atau gebetan misalnya πŸ˜† Nanti tanggal 14 Maret yang disebut White Day, nah itu bagian cowoknya kasih cokelat balasan ke cewek. Hehe. Kalau gebetan balas kasih, tandanya sama-sama suka. Begitu katanya. Unik ya, ada-ada saja perayaan mereka 😁

      Biasanya cokelat, kurang tau kalau lainnya *nggak memperhatikan* πŸ™ˆ Nah, saat White Day bisa kasih candy, yang penting sweet. Wk. Saya nggak begitu doyan candy kecuali Fisherman jadi sama si kesayangan dikasih cokelat 🀣

      Delete
    2. Ntr klo pas whiteday dikasinya fishermen malah pedes ya Mba Eno, bukan sweet 🀣🀣

      Btw, bukunya cantik banget yaa. Jd semacam jurnal yg kita isi tntng makanan yg kita coba gt ya Mba Eno? Menariiik bangeet 😍 Walaupun aku suka icip2 macem2, tp kayaknya ga telaten nih ngisi2 gini. Mudah2an bermanfaat buat temen2 yg lain, apalagi yg suka bujo. Pasti seneng bgd..
      Makasi review manisnya ya Mba Eno 😁😁

      Delete
    3. Hahaha, tapi saya doyan Fisherman mba, yang mint apalagi 🀣 Setiap abroad pasti saya bawa minimal 2 pack, biar nggak kekurangan saat perjalanan πŸ˜†

      Iyes mba Thessa, jurnal berisi informasi resto / cafe yang kita suka. Jadi saya isi memang khusus untuk yang saya suka saja, kalau so so nggak saya tuliskan πŸ€ͺ Niatnya buat kenangan, sama dibaca ulang, siapa tau ada yang ingin dikunjungi balik suatu hari nanti, atau diwariskan ke anak (kalau ada), mana tau mereka mau datang ke suatu negara, terus ternyata resto / cafenya masih buka 🀣 Wk.

      Sama-sama mba Thessa, terima kasih sudah baca 😍

      Delete
  2. Ih ih bukunya gemes bangettt! 😍. Aku suka lihat-lihat produk peekmybook juga karena gemes-gemesss. Sempat lihat produk buku ini juga tapi karena nggak ngeh isinya apa, jadi skip 🀣.
    Kalau disuruh collect stain, apa nanti bukunya nggak di-semutin ya, Kak 🀣

    Anyway, saat lihat buku ini, aku langsung kepikir Ci Jane, Kak Ainun dan Kak Mega yang nampaknya lebih suka ke Cafe dan nulis-nulis dibanding diriku 🀣. Mungkin salah satu dari mereka atau ketiganya bisa jadi kandidat pemenang 🀭

    Happy valentine's day Kakak Enoo 😍😍😍. Si Kesayangan so suit amat kirim bunga segala hiyaa hiyaaa. Semoga kalian langgeng selaluuu 😍.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gumash parah Lia, kakak suka buku Addicted to Cafe ini, simple soalnya. And yes, produk Peekmybook banyak yang oke, kakak pun pakai yang keuangan, untuk tracking uang, jadi dari app di hape, setiap minggu kakak pindah ke buku, agar lebih mudah di-check setiap akhir bulan 😁 Nah itu, yang kakak kawatirkan saat collect stain takut bukunya jadi banyak semut, terus nodanya tembus ke belakang πŸ€ͺ

      Amiiin amiiin, siapapun yang berminat adopsi, feel free untuk komentar, yang penting bisa dimanfaatkan. Hihihi. Selamat hari kasih sayang Lia, mwah! πŸ˜πŸ’• Langgeng ugha untuk Lia dan prikitiuuuwww, bahagia berdua selamanya 😘

      Delete
    2. yuyurrr baru tahu nih ada peekmybook, kurang gahul akuu 🀣🀣🀣 siapa pun yang mengadopsi bukunya, semoga bisa memanfaatkan dengan baik. Kalau aku bukannya kepikiran buat adopsi, tapi malah pengen bikin yang gini-gini sendiri karena idenya gumush banget 😍😍 (entah kapan...) liat barang2 yang dibikin "khusus" dan pakai hati gini bikin senang πŸ˜†

      Delete
    3. Mba Mega kayaknya jago buat beginian, secara designs di blog mba bagus-bagus dan cute semua 😍 hahahaha, semoga nanti bisa kesampaian mbaaa ~ dan setuju sama mba, barang yang dibuat dari hati, hasilnya buat senang, ya πŸ˜†

      Delete
  3. Kak aku cuman mau bilang itu buku lucu banget!!!!!! Taglinenya juga lucu PeekmybookπŸ˜†

    Hm kalo aku lebih sering kuliner minuman sih kak hehe, karena kayaknya tiap kali ke Mall atau wisata yang dicari itu ya jajanan minuman hoho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucuuuk bingits mba Reka, hehehe. By the way, buku ini aslinya untuk minuman memang mba, makanya disitu yang ditulis 'drink(s) that you ordered' 🀣

      Delete
  4. ah ??? cuma mahu kasih saran , bukunya lucu banget ya??? imut saya suka. kulineran saya suka itu tapi cuma diseputaran kota blitar saja dan itupun cuma beli jus buah kalau kulineran di luar kota itu cuma setahun sekali dan memang kalau ada acara penting saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Tari hehehe, lucuk bangets ya bukunya 😍 Hehehe, nggak apa-apa, kulineran bisa di mana saja, even di dekat rumah pun bisa 😁

      Delete
  5. Kalo saya ada di Korea, kayaknya bingung sama perayaannya deh mbak. itungnya hari ke 100, 200, 300 gitu ya... trus di sana juga katanya "couple culture"nya tinggi ya mbak, makanya couple items juga lakuuu.

    saya ni tanggal berapa aja sering lupa apalagi hari ke 100. apalagi pasangan yang tipenya lebih lupa lagi (hahahahah)

    aku baru tahu ada jurnal kayak gitu! gemes banget. sebagai orang yang kerja di ranah per desainan juga, takjub sama ide orang yaa, bisa bikin yang gitu berdasarkan interest masing-masing (dalam hal ini cafe hopping). its cute dan selalu gemez.... hal yang dibikin dengan passion pasti kelihatan. *___*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari 22 hari pun sudah ada perayaannya mba, cute aneth kaaan 🀣 hehehe, iya couple culture cukup tinggi that's why barang couple laris manis di Korea 😁

      Betul, Peekmybook ini bukunya bagus-bagus, ada yang temanya cafe hopping seperti di atas, ada pula yang keuangan, bahkan buku resep pun ada 😍 Design-nya juga cute dengan warna-warni cantik, cocok untuk koleksi, mba πŸ˜†

      Delete
  6. Ihhh kok lucu dan bagus ide bukunya... jadi ini bisa kaya album mini kenangan gtu yah, tempat makan mana aja yg udh pernah dikunjungi paling spesial breng si Doi atau keluarga... btw itu tulisan tangan Mba Eno bagus beud.. astetik2 gimana gtu.. hahaha.

    Wahh,, iyahh jadi ingat kemarin waduhhh, berhubung emnk sesuka itu sama cokelat dan bulan ini banyak banget yg ngediskon cokelat... kemarin dpet cadburry harga spesial..... wkwkwk 🀣 beli sendri, makan sendirian dipojokan gelap2an.. *biar nggk diminta.. hehe πŸ˜‚πŸ˜…

    Oh ya, Mba Eno saya mau info aja sih.. kalau tadi abis ngirim sesuatu ke Emailnya Mba Eno... dibuka yah Mba.. haha *maksa.. 😝πŸ€ͺπŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucuuuk bingits mas, bagi yang suka merangkum kenangan, journal ini oke menurut saya 😁 hehehe, one day bisa dibaca ulang, terus sedang ada waktu mungkin bisa dikunjungi balik tempatnya siapa tau masih buka 😍 hehehe.

      Ah mas Bayu, tulisan saya biasa sajaaaaa 🀣 hahaha, by the way, kenapa makannya di pojokan gelap-gelap, mas? Memang siapa yang mau mintaaa. Wk. By the way, emailnya nanti saya check, mas. Jadi penasaran isinya apa πŸ˜†

      Delete
  7. Ya ampun gemes banget ya idenya bikin jurnal buat kulineran. Apalagi pake kenang2an stain segala πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku juga suka makan2 jajan2, tapi seringnya lupa mah pepotoan πŸ˜…πŸ˜… trus nyesel pas pulang. Besoknya gt lagi πŸ€ͺπŸ€ͺ Duh, kurang bakat ni jadi food journalist πŸ™ˆπŸ™ˆ

    Aku lebih suka ngisi jurnal yang random. Kertasnya gak bergaris, jadi bisa bebas mau digambarin atau ditulisin. Tergantung hari itu moodnya begimane πŸ˜‹ kayak jurnal dr mba Eno tuh 😘😘😘

    Sewru kali yaaa klo yg dapat 3 orang ntar sharing di blog tentang isinya. Jadi kayak punya geng jurnal cafe 🀠🀠

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idenya out of the box, mba 🀣

      Lumayan buat yang hobi kulineran, bisa kumpul kenang-kenangan hehehe. Saya awalnya juga jarang pepotoan mba Kartika, karena merasa foto makanan saya nggak pernah beres πŸ˜‚ Wk. Terus itu aslinya yang ditempel bisa nota, endebla bla, cuma saya pasang foto sebab saya nggak koleksi nota habis makan πŸ™ˆ

      Asiiiik, jadi senang saya karena journal hadiah saya dipakai oleh mba Kartika. Thank you so much mba, sudah mengapresiasinya 😍 Eniho, lucuk juga kalau rutin sharing cafe lewat journal, tapi sekarang lagi Corona jadi susah yalan-yalan 🀣

      Delete
    2. Setuju nihh mbaa.,saling tukar informasi tentang per-kafe-an juga

      Delete
    3. Seperti reviews cafe ya, saya jarang banget sebab nggak jago foto makanan 🀣

      Delete
    4. bukan ga jago foto, tapi ga bisa sabaran kalau udah lihat makanan, eehhh
      hahahhahaa

      Delete
    5. Hahaha, itu salah satunya, mas πŸ€ͺ

      Kalau isi journal Addicted to Cafe untuk personal (dibaca sendiri) sih gampang, karena isinya nggak banyak. Tapi jika disuruh post reviews di blog, nah saya jarang lakukan itu sebab nggak jago foto makanan agar terlihat enak πŸ™ˆ

      *masih perlu belajar* πŸ˜‚

      Delete
  8. Di hari kasih sayang ini, mama aku ulang tahun btw.. hehhe

    Aku mau dong bukunyaa ,πŸ₯ΊπŸ₯Ί
    Pengen bikin list cafe yang pernah aku datengin, karena biasanya cafe2 yang jarang dikunjungi kayak lupa gitu, pernah atau enggak kunjungan di cafe tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy birthday untuk mamanya mba Tara πŸ₯³πŸŽ‰ Semoga dilimpahkan rizki sehat, umur panjang, sejahtera dan bahagia bersama keluarga tercinta 😍

      Nah, salah satu fungsi bukunya bisa untuk pengingat tempat yang pernah dikunjungi oleh mba Tara, apalagi kalau tempatnya memorable, kaaan πŸ˜†

      Delete
  9. bukunya bagus banget mbak eno. beneran cocok kalau suka kulineran. Bisa jadi buku dokumentasi dan akhirnya jadi harta karun..hahhaha

    ehm, selain bagian tempat dan menu, yang meanrik dari buku yang mbak eno publish adalah................... "who you are with: "
    hahhahaa..emang yaa, entah mau dimana dan makan apa, yang penting sama siapanya. Soalnya "with" bisa mengubah rasa makanan....hahhahahaa

    hari ini aku juga kasih cokelat sih, bukan karena valentine. karena ada yang minta beng-beng yang aku bawa...hahahhaa

    Semangat untuk terus nulis di buku jurnalnya yaa mbak eno :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas, bisa jadi buku dokumentasi slash harta karun, hehe, seru lhooo baca ulang reviews cafe yang pernah kita kunjungi, terus gara-gara punya buku Addicted to Cafe ini, saya jadi semangat untuk foto dan lebih enjoy apa yang saya makan 🀣 Terus lebih niat pilih menu, lebih berani explore meski masih sikit-sikit hahaha πŸ€ͺ

      Dan setuju, 'with' itu penting sih hahahaha, mungkin karena alasan itu, sampai ditulis di bukunya πŸ˜† Kalau saya mostly diisi dengan 'miluv' aka si kesayangan 😍 Wk. Eniho, siapa yang minta Beng-Beng tuuuuh? Jangan bilang, mas Rivai sudah merencanakan bawa Beng-Beng saat kerja karena tau ada yang akan mintaaaaa *uhuk* 😜

      Delete
    2. apalagi mbak eno biasa cetak dalam kertas polaroid. Jadi bisa langsung ditempel di bukunya. Sungguh menarik sih mbak eno. Apalagi mbak eno orangnya telaten, bukunya malah bisa jadi jurnal yang unik dan bisa sering dibaca-baca.

      aku suka makan dan jajan, tapi jarang pindah-pindah tempat. kalau udah cocok biasanya bakal ke sana lagi. Anaknya susah pindah ke lain hati..hahhahaha

      aku scroll komentar yang lain, belum ada yang bahas "with". Yaudah aku bahas aja...*jeli amat kalau liat gituan..hahhahaa

      Perangkat desa mbak eno..cewe,..hahhaha
      Sebelumnya pernah aku kasih beng-beng, terus tadi minta lagi..hahhaha

      Delete
    3. Itu saya cetak pakai print FujiFilm mas, jadi fotonya tetap pakai hape hahaha. Kadang saat kertasnya habis, di-print-nya belakangan, tulis dulu infonya 🀣 Nah, kalau soal isi buku jurnal seperti Addicted to Cafe ini saya cukup telaten mungkin karena suka, jadi ada rasa excited di sana 😍 Terus tambah semangat coba cafenya πŸ˜†

      Wuih sama dong kita, saya pun kalau sudah suka, bakal sering balik, cuma saya sometimes masih oke diajak coba tempat lain especially waktu abroad, karena kesempatan jarang-jarang meski ujungnya menu yang dipesan nggak jauh-jauh dari ayam hahahaha. Alhasil si kesayangan yang lebih berani explore menu lainnya 😍

      Eheeemmm, jangan-jangan ada udang di balik Beng-beng, mas 😜

      Delete
  10. eh ada juga toh buku semacam buat itu toh, aku baru tahu...

    aku juga sebetulnya selalu kepikiran bikin jurnal yang isinya sedikit tulisan dan banyak tempelin foto yg di print, tapi karena entah apa (kayaknya kurang niat sih,hehe) jadinya ya ga jadi jadi...


    dan seperti biasa, kalo kak Eno menawaran sesuatu secara free, otak gratisanku muncul dan aku mauuuu...hehehe

    tapi sejujurnya, seperti yang kutulis di blogku, kalo aku setelah diet gluten, jadi jarang banget pergi ke kafe, jadi kayaknya bakal jarang terisi, tapi tetep mau karena gratis.. tapi, ahahaha... kidding kak,

    it's up to you kak, you know who deserve more.
    aku mah yang penting bilang aja mau karena ditanyanya begitu... πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adaaaa Dy, bagus banget bukunya, sampai koleksi saya 🀣

      Saya setipe sama Ady, lebih suka journal yang tulisannya sedikit dan penuh dengan tempelan foto endeblabla. Makanya waktu lihat journal Addicted to Cafe ini langsung jatuh cinta. Pas banget buat dokumentasi saat kulineran 😍 Terus kadang isinya nggak selalu cafe luar, bahkan ada satu dua page yang isinya tuh makanan dan minuman buatan saya πŸ˜‚ Wk. Si kesayangan iseng tuliskan πŸ™ˆ

      Mungkin bisa diisi dengan bubur-bubur yang enak di Bandung, atau minuman yang biasa Ady minum saat meeting sama teman. Bisa ugha, diisi masakan Panda yang Ady suka. Nggak selalu harus stick to rules kooook 😁 Bebas ~

      O'rait, tunggu pengumuman, yaaa 😍

      Delete
    2. owh ga harus stick to rules ya... menyenangkan sepertinya kak!

      okay kak Eno, ditunggu pengumumannya :)

      Delete
    3. SIAAAAAP, Ady! 🀣

      Delete
  11. Waaah Peekmybook! Tau ga Mba Eno, sebelum Mba Eno ngirimin jurnal dari Empa Handmade itu, aku udah ngincer salah satu jurnal 2021 di Peekmybook wkwk tapi karena kemudian dapat jurnal dari Mba Eno, aku tunda dulu belinya, nanti aja deh kalau jurnalnya udah habis 😁 Lucu-lucu emaaang produknya Peekmybook tuuh me likey! 🧑

    Sebelum coronces datang, bisa dibilang aku hobi kulineran, tapi biasanya lebih sering ke icip-icip kedai kopi baru siih karena di Bandung tuh sempat tiba-tiba jreeeng banyak kedai kopi baru berdatangan, mana menu dan interior kafenya cakep-cakeeep πŸ˜† Di kantor sebelumnya bahkan punya geng kulineran, yang suka dadakan kulineran ke sana kemari pulang kantor wkwk sampai udah pada resign pun masih suka janjian kadang-kadang πŸ˜† Kulineran sendiri pun aku suka karena anaknya emang lebih suka ke sana-kemari sendirian πŸ˜†

    Makanya aku rindu masa-masa sebelum pandemi, kangen nongkrong berjam-jam di kafe sambil baca buku atau melamun dengerin musik πŸ˜†

    Btw itu bunganya dari siapa Mba Eno? Dari Kesayangan apa dari para Mba? Happy Valentine's Day Mba Eno πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. AGREE MBAAA, produknya lucuk-lucuuuuk πŸ˜† Tapi yang lain masih saya lihat, belum saya coba, baru yang Addicted to Cafe dan buku keuangannya saja 🀣

      Waaaah berarti buku Addicted to Cafe ini cocok untuk mba Eya, karena mba Eya hobi hunting kedai kopi baru di Bandung, terus bagian yang saya isi polaroid itu bisa diisi yang lain, kayak receipt pembayaran atau kesan pesan dari manteman jika perginya bareng manteman πŸ™ˆ *sok ngide ceritanya* hahahahaha 🀣

      Semoga Corona cepat hilang mba, biar bisa nongki lagi 😍

      Delete
  12. Selamat hari kasih sayang juga ya, Mbak Eno πŸ₯°. Walaupun aku ngucapinnya telat sehari. Hehehe.

    Entah kenapa aku malah salah fokus ke tulisan tangan Mbak Eno. Tulisan tangannya bagus, Mbaaaaak. Jauh kalau sama tulisanku yang mirip-mirip tulisan dokter.πŸ˜‚

    Ngomong-ngomong buku ini konsepnya unik banget 😍. Baru kali ini lho, aku tau kalau ada jurnal yang khusus dibuat untuk mencatat riwayat berkuliner ria. Mana didesain dengan menggemaskan lagi. Kan aku jadi pengen.🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat hari kasih sayang, mba Roem 😍

      Hahaha, tulisan dokter menurut saya artsy lhoooo, kadang ingin punya tulisan belibet dan hanya saya yang tau πŸ˜† Eniho, bukunya memang unik mba Roem, jika mba Roem hobi kulineran, mungkin nanti setelah Corona hilang dan mba Roem mau lebih rajin kulineran sama pasangan tercinta, bisa pakai buku jurnal ini untuk catat kenangan 😁

      Okay noted mba, tunggu pengumuman akhir bulan, ya πŸ₯³

      Delete
  13. waaah, buku nya keren dan lucu lagi menggemushkan yaa mba hiiihi
    aku td jg udah kunjungi webnya dan emang produknya keren keren sih. Awalnya aku kira itu produk Korea atau produk luar negeri (sebab isi web nya bahasa Inggris semua), tapi ternyata harganya pake Rupiah, berarti dari Indonesia yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaadongs πŸ˜†

      Website-nya memang terlihat seperti website luar, bagus banget design-nya, nggak sangka ternyata produk lokal 😍 Hehehe, iya made in Indonesia, mas 😁

      Delete
  14. OMG KAK ENO!!!! *Capslock jebol. Aku suka banget kulineraaan!!! Terus aku sampe cari apps yang bisa bikin jurnal kulineranku gituuuu. Nemu sih tapi berbayar... Jadi karena aku tim gratisan, jadinya aku ga pakai deehhh. Alhasil aku pake Instagram buat naro foto-foto makananku hehehehe
    Tapi kan ya itu yaa, cuma bisa naro foto jadinyaaa hahaha
    Eh ternyata ada yang bikin jurnal beginiii yaaakk
    Kalo bisa dapet gratisan..tentu saja aku mau kak Eno!!! *jiwa gratisan bergejolak πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ

    Tapi sejak pandemi giniii, jadinya aku ga pernah pergi-pergi kulineran...Yang ada jadinya coba-coba pesen makanan online supaya bisa tetep kulineran di rumah ahahahha
    Cuma emang feelnya jadi laiiin karena kalo bisa makan di tempat kan lebih enak yaak huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waooooowwww, seperti menemukan harta karun nih mba, hahahaha, saya pun senang banget waktu pertama kali tau ada jurnal Addicted to Cafe ini karena bisa merangkum kenangan saya pada cafe-cafe yang pernah saya dan si kesayangan sambangi, plus kami suka menu-menunya πŸ˜† That's why sampai koleksi banyak ~

      Iyes mba, beda rasanya makan di rumah sama langsung di tempat. Semoga Corona cepat hilang, jadi kita bisa makan di luar 😍 And noted mba, tunggu pengumuman akhir bulan ya, siapa tau satu buku bisa untuk mba Frisca πŸ₯³

      Delete
    2. Iyaa itu idenya kreatip uga bisa nyiptaiin beginiaaan... Kalo punya jurnal cem gini jadi seru yaaa. Bisa cek-cek juga makanan enak di tempat yang uda pernah disambangi... Kan pernah tu ya orang nanya rekomendasi makanan di suatu tempat.. Nah tinggal kasih liat jurnal ini deeh buat referensinyaa
      ato kalo kita lagi di suatu tempat, kita bisa liat lagi di jurnal terus ke sono deh yaaa
      aaahh seruuu

      Betuuull lebih enak kalo makan langsung di tempat... Jadi ada kesan dan memori tersendiri yaaakk
      Aku pernah tuh pergi ke cafe di bandung, tempatnya jauuuh di Dago atas. Ke sana karena rekomendasi temen yang katanya enak banget pastanyaa.. pas nyampe ke sana kecewa doong karena rasanya biasa aja dan dapet cream soup penuh semut hahaha
      Kan jadi ada kenangan yang bisa dibicarain gitu sama pasangan hihihi Dia pun pas aku tanya soal ini masih ingatt wkwkwk

      Ok kak Eno...Semoga bisa menang.. Amin hahaha 😍

      Delete
    3. Iyaaaa mba, apalagi kalau kita niat isinya, lumayan banget, bisa jadi guide untuk teman-teman yang butuh rekomendasi makanan 🀣 Terus waktu kita iseng buka-buka pun rasanya fun untuk dibaca, karena itu yang saya rasakan pula 😍

      OMG, itu seriusan ada semutnya? Diganti nggak sama pihak mereka? Kok seraaaaam, semisal nggak sadar, nggak kebayang kita makan semut dong ya 😱 Well, kadang, banyak resto jual view tapi rasa makanan biasa sajaaa πŸ˜…

      Delete
    4. Iyaaa lumayan bisa jadi guide gituu kalo bingung mao makan apa. Betul-betul pasti fun banget pas lagi baca ulaang...

      Serius kak Eno!! Terus aku uda makan setengah hahaha baru sadar ada banyak semutnya karena emang cafenya agak remang gitu kaan Diganti compliment berupa kripik gitu tapi ga enaak huhuhu trus creap soupnya juga diganti yang baru tapi tetap ga aku makan karena sudah kenyang dan rasanya pun ya gitu dah hahahaha Sebel bangett jadinya dan ga pernah aku mao ke situ lagii πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Delete
    5. Mbaaa, saya merinding bacanya, sambil membayangkan kalau saya yang nggak sengaja makan semut, mungkin saya sudah menangis di pojokan hahahaha πŸ˜‚

      Betul-betul deeeh, kita harus selektif kalau mau cari makan, jangan hanya terpikat view, tapi perlu research sedikit biar bisa dapat makanan enak πŸ™ˆ Wk.

      Delete
    6. Huhuhu iyaa itu aku uda bersugesti aja, anggap semutnya itu lada :")

      Iyaa bener kak Eno! Musti bener-bener perhatiin juga review dari orang-orang yang makan situ sebelom pergi yaak huhuhu

      Delete
    7. Iya, dari dulu sering begitu soalnya. Banyak tempat jual view tapi makanannya so so, padahal kalau ditingkatkan justru bisa membuat banyak tamu senang πŸ™ˆ

      Delete
  15. Wooooww aku baruuu tau ada buku jurnal macem beginiii. Aku termasuk seneng kuliner tapi pasti cari tempat dengan menu yg kira2 ada yg disuka. Karena kadang aku ngeri coba2 makanan hhha.

    Cuma kuliner bikin suasana lebih seruuu aja apalagi ke tempat unik yg cukup hits. Kaya weekend kemarin kami ke tempat seafood yg baru buka dekat apartment. Tempatnya luas dan desainnya semi modern. Jadi penasaran mau tau interiornya. Aku suka amati interior cafe ato resto gitu. Entah kenapaaa ngerasa suka aja ngeliatin gimana mereka atur posisi meja dan kursi, posisi cermin, bahkan gimana toiletnya.

    Bukan fokus ke kuliner nyaa tapi ke interior tempatnya hhha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mba Devina, kita sama, haha, cari tempat yang kemungkinan jual menu yang saya suka, sebab saya kinda picky, tapi tetap mau sesekali coba πŸ˜†

      And yes, menurut saya, interior sebuah cafe, salah satu poin penting yang nggak bisa lewatkan, bahkan kadang saya interest visit cafe setelah lihat foto tempatnya seperti apa hahaha 🀣 Akan beda dengan resto yang jual makanan berat. Kalau cafe mostly cari vibe soalnya, jadi sebisa mungkin nyaman πŸ™ˆ *banyak maunya* Wk.

      Delete
  16. Hahahaha aku lah si cafe Hunter #pedeAmat
    Tiap ada tempat baru, yang rame, yang lagi banyak jadi omongan orang saat itu, biasanya diagendain buat kesana juga, atur atur jadwal sama sohib
    Soal rasa untuk yang baru pertama kali Dateng, kita ga pasang expetasi terlalu tinggi dulu. Nahh kalau enyakk dan sip, widihh besok besoknya balik lagi kesana. Sering banget kejadian kayak gini

    Awalnya aku kira peekmybook ini, toko sticker journal yang aku incer mbak, karena aku ngewishlist sticker tapi g ke-check out hhaaha
    Ehhh ternyata namanya samaan

    Baru tau juga ada buku notes mini begini buat nyatetin tempat cafe lucu lucu. Asik juga, apalagi buat aku yang suka blank lalu ditanyai tempat makan mana aja di kota ini itu. Banyak lupanya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. I knoooow, hehehe, mba Ainun termasuk yang sering hunting cafe 🀣

      Bahkan saya berpikir, jangan-jangan mba Ainun setiap minggu ke cafe, karena ada banyak banget rekomendasi cafe keren dan lucuk di blog mba. Atau mba merangkap jadi mimin akun kulineran wilayah Jember? Sudah cocok soalnya 😍

      Betuuul, Peekmybook jualan stickers jugaaa, mungkin mba Ainun memang sempat wishlist stickers di sana. Mereka punya banyak jenis stickers cute yang sayang untuk dilewatkan πŸ˜† hehehe. Saya yakin notes ini berguna untuk mba πŸ₯³

      Delete
    2. ehhh ternyata beneran di peekmybook yang sama dengan yang aku maksud ya mba
      iyaaa lucu anetttt sticker disana, sampe mikir kreatip banget bikin gambar gambar selucu itu. nah kan jadi kepikiran keranjang belanjaan hahaha

      Delete
    3. Iya mba Ainun, sama hahaha. Saya sering beli stickers di sana soalnya 🀣

      Delete
  17. Kaaaak aku dulu tahun 2012 itu shock karena orang Korea suka ngerayain hari-hari yang angkanya cantik🀣 soalnya kalau di sini kan enggak pakai hari-hari angka cantik gitu ya, pakainya angka tahunan. Terus aku puyeng pas itu gimana cara ngitungnya coba, dulu nggak kepikiran kalau ngitungnya bisa pakai internet atau aplikasi kayak sekarang🀣

    Btw ide buku kulineran itu ngasih aku ide deh Kak, biasanya aku cuma koleksi sampah traveling aja, kayak bungkus permen, tiket masuk, atau struk receipt. Ternyata bisa juga dikasih noda minuman yang pernah dicoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kalkulator dan aplikasinya mba, hahahaha, jadi gampang mau hitung, sampai hari ke ribuan pun ada 🀣 Dan memang hari-harinya buanyaaaak bingits sampai kadang lucuk sendiri, baca arti-artinya πŸ˜† Kayak Happy 22 itu, cute kan, macam abege, baru mulai pacaran jadi celebrate bisa lancar sampai 22 harian 😍

      Iya, unik idenya bisa simpan noda minuman, tapi saya nggak ikutan karena takut nodanya tembus ke halaman belakang. Terus takut ada semut ugha πŸ˜‚

      Delete
    2. Iya Kak Enooo ya ampun aku tau two-two day itu pas nonton We Got Married Yonghwa-Seohyun🀣🀣🀣 terus kayak...oh boleh juga ditiru, tapi lupa terus ujung-ujungnyaπŸ˜…

      Oh iya bener juga nanti kalau didatangi semut ogah jugaπŸ€”

      Delete
    3. Ingatnya pas sudah hari ke-100 ya, mba? Atau hari ke 365 alias setahunan? 🀣 Hahahaha. Tapi perayaan seperti itu penting nggak penting sebenarnya, karena di Indonesia pun kita nggak pernah hitung harian, meski bulanan ada πŸ˜†

      Paling kalau yang ditetes itu kopi pahit, semut nggak akan suka πŸ˜‚

      Delete
  18. Selamat hari kasih sayang, Mbak Eno.
    Wadohhhh salfok sama tulisannya, beneran yang waktu itu Mbak Lia bilang. Tulisan Mbak Eno rapi jali euyyyy, nulisnya kayak pake penggaris. Warbiyasak Mbak Eno, terkesima aku tuh, secara saya kalau nulis udah kayak cakar ayam mana miring-miring kayak abis turun dari bukit. hahahaha

    Coklatnya datang disaat yang tepat ya, Mbak Eno.:))

    Lucu banget bukunya, Mbak Eno. Jadi ingat Mbak Jane yang suka nulis bujo. Saya mah anaknya ga ada jiwa seninya sama sekali dah, suka kagum sama yang pada kreatif-kreatif. Nulis di buku resep pun udah kayak nulis CV jadul, plain, hambar, nggak ada dihias apa-apa, ga ada seninya sama sekali. hahahaha.
    Saya hobinya makan aja abis itu difoto buat masukin di Instagram biar ada kenang-kenangannya. Tapi gak pake caption soalnya saya bingung mendeskripsikannya gimana, makanya ga jadi blogger cukup silent reader aja. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat hari kasih sayang, mba Wulaaaan 🀣 Hahaha, padahal saya merasa biasa banget, dan itu masih miring koook tulisannya, nggak exactly lurus πŸ˜†

      Iyes mba, saya beruntung ternyata Peekmybook kasih cokelat, mana size-nya lumayan dan ada tulisan I Love You pulaaa hahahaha 😍 Eniho, saya pun bisa dibilang nggak begitu jago urusan bujo-bujoan mba, dan journal saya termasuk flat, cuma untuk Addicted to Cafe ini sudah ada design dari sananya jadi lebih gampang πŸ˜‚

      Padahal kalau mba Wulan jadi blogger, saya rasa akan banyak pembacanya. Sebab cara mba Wulan tulis komentar sudah seperti jagooo susun tulisan πŸ˜†

      Delete
    2. Mbak Eno kalau lihat tulisan ku pasti bakal bilang kalau tulisan Mbak Eno pakai penggaris. hahahahaha

      Coklatnya tiba disaat yang tepat ya, Mbak judulnya. hahahaha

      Wah Mbak yang ada blog saya ditimpuk massa ntar. :))

      Delete
    3. That's okay mba, yang penting bisa dibaca πŸ˜† Harus PD! Wk.

      Saya rasa nggak akan ada yang timpuk kooook mba, yang ada justru teman-teman pada berkunjung ke sana dan ingin kenalan dengan mba Wulan 😍

      Delete
  19. Mba Enooo, lucu banget sihh ada kegiatan isi review bareng pasangan seperti ini 😍

    Tau nggak Mba, setelah tulisan ini naik tayang aku baru saja mengisi notebook addicted to cafe ini πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ karena selama pandemi ini aku memang nggak terlalu banyak ngafe, selalu takeaway. Terus keingat beberapa minggu lalu baru nyobain kopi baru, langsung deh diisi ke notebook. Dan gemesss banget sih kita bisa "menodai" si notebook dengan minuman kita wkwkwk kayaknya aku malah pengen coba deh, rembes nggak yaa 🀣

    Peekmybook memang racunnn sekali koleksi notebook-nya! Dulu aku sempat punya baby journal untuk Josh dan jurnal pribadi untuk diriku sendiri. Terus warnanya cantik pastel-pastel gitu hihi ❤️

    Eniwei, meskipun telatt happy valentine's day to my favorite lovebirds! πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mba, seruuuu, meski si kesayangan bagian bawahnya doang 🀣

      Sama mba, gara-gara pandemi, jadi nggak ada kegiatan makan di luar. Namun ini kami rencananya seminggu sekali takeaway random di Gofood untuk review di buku semisal enak πŸ˜† Lumayan sebagai hiburan, hahaha, by the way, saya rasa akan rembes mba, sebab saya coba pakai pulpen yang kayak spidol itu pun tembus ke belakang πŸ™ˆ

      Agree, produk Peekmybook bagus-bagus, even stickersnya menggemaskan semua ingin dimasukkan keranjang 😍 Supaaadupa laavvv ~ hihi, selamat hari kasih sayang mba Jane, one of my favorite bloggerrrrrs πŸ’• Mwaaah!

      Delete
  20. Eh menarik juga ya bukunya. Selama di Bandung, aku suka ke cafe sih, terutama sebelum pandemi dan beberapa bulan terakhir (karena udah bosen di kamar aja). Buatku, ngafe itu adalah me-time hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik mas, kalau mas Nugie suka mendokumentasikan dalam bentuk jurnal, then buku ini cocok untuk mas hahaha. Lumayan buat isi waktu luang 🀣

      Delete
  21. Saya juga punya buku jurnal semacam Addicted to Cafe. Tapi bukan tentang jalan-jalan kulineran mencoba kuliner cafe gitu mbak. Lebih kepada buku resep pribadi yang isinya adalah, resep-resep yang akan saya coba masak dan sudah approved saya coba masakkan untuk dinikmati sendiri maupun keluarga.

    Dulu punya buku itu karena sekolah masak. Lalu setelah bekerja di Learning Center yang banyak kedatangan tamu relawan asing, saya diberilah buku baru berupa "International Recipe Book". Buku jurnal biasa, kok yang isinya kertas bergaris. Diberi sama relawan baik hati yang ternyata mengamati bahwa saya suka belajar bikin masakan-masakan Internasional sederhana, langsung minta masak baren sama relawan asing dari berbagai negara yang singgah ke yayasan sosial tempat saya ngajar bahasa Inggris. Jadi selain tukeran ilmu dalam mengajarkan bahasa asing ke anak-anak saya ingin nih, kedatangan mereka membekas di hati saya dengan cara saya belajar budaya mereka dan makanan khas negara mereka yang bikin perut jadi cinta :D LOL!

    Kalau buku Addicted to Cafe menurut saya lebih kayak Scrapbook, ya...? Saya sih, jarang bingits jajan/makan ke Cafe jadi buku itu ngga cocok-cocok amat buat saya hahaha... Kecuali uang jajan saya ntar berlebih sehingga saya makin serin makan di Cafe bareng keluarga, ehmm enak banget ituuuh. Bagaimanapun akan seringnya jajan makanan di luar, masakan mama saya tetap ngangenin hihihihi.... :D Saya suka banget masakan buatan rumah, buatan mama saya apalagi karena dimasak dengan cinta <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti buku resep yaaa mba, saya sempat belikan mba saya buku serupa untuk catat-catat resep soalnya, which is ternyata sangat membantu untuk inspirasi saat bingung besok mau makan apa, yaaa. Tinggal buka bukunya 😍

      GREAT! Mba Intan jago banget masak internasional sepertinya hihihi, apalagi diajarkan langsung oleh para relawan yang datang dari luar. Jadi resep-nya lebih otentik dan khas πŸ˜† hehehe. Saya jadi belajar dari komentar mba bahwa akan selalu ada hal baik yang bisa kita syukuri dari setiap pekerjaan yang kita lakukan 😁

      Buku Addicted to Cafe mirip scrapbook tapi in simple way, alias nggak ribet harus tempel banyak hal, makanya saya suka sebab saya paling malas kalau harus ribet dekorasi jurnal this and that, ujungnya jadi nggak dikerjakan 🀣 Nah di buku ini, saya cuma tempel foto polaroid saja, sisanya ditulis tangan. No ribet-ribet jadinya πŸ™ˆ

      Yes, nggak ada yang bisa mengalahkan masakan rumahan, mba 😍

      Delete
  22. Waaah unik yaaa, yg cewe yg ngasih :D.

    Jujur aku ga ngerayain ini , even dari zaman sekolah hahahah. Sampe skr juga ga. Walopun nth kenapa Raka pas val day kmrn ngajakin makan berdua walopun temanya bukan utk celebrate val day nya :D. Dia bilang pengen berduaan aja hahaha

    Eh kok seru itu bukunyaaa :D. Coba ah ntr aku mau cek2 juga mba. Secara aku doyan banget kulineran, walopun slama ini kan nulisnya di blog, itu jg hanya yg aku suka. Jd kalo rasanya B doang, ya ga aku tulis. Tapi memang aku jrg nulis ttg cafe, Krn blm nemu aja yg bener2 menarik dan unik. Mungkin Krn aku tipe yg suka makanan berat, bukan cafe kali yaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, nanti cowoknya balas bulan Maret-nya 🀣

      Saya pribadi pun nggak hobi merayakan, tapi karena di Korea, cukup spesial, jadi saya tetap mau buat hari itu spesial untuk si kesayangan πŸ˜† Wk. Perkara bulan Maret dibalas atau nggak, well, itu nggak jadi soal *eaaakh* hahahaha.

      Nah, bukunya cocok sepertinya untuk mba Fanny karena mba suka kulineran. Jadi bisa dirangkum dalam buku, hihihi, lumayan untuk kenangan 😍 Eh iya ya, kalau dipikir-pikir, mba Fanny memang lebih sering bahas restoran πŸ˜πŸ’•

      Delete