Bo & Bun | CREAMENO

Pages

Bo & Bun

Gue pernah dapat satu pertanyaan menarik dari teman yang intinya, "Kok, sudah punya mba jago masak, masih suka makan di luar?" ---- dan pertanyaan ini membuat gue tergelitik untuk mengira-ngira, apa alasan mendasar gue tetap hobi hunting makan di luar padahal mba gue punya tangan dewa ๐Ÿ˜‚✌ Well, sebetulnya, jawaban gue sederhana, gue senang ajak mba-mba gue makan di luar agar mereka bisa coba tipe makanan yang nggak pernah mereka makan sebelumnya ๐Ÿ˜

Dengan mereka explore makanan, mereka jadi punya knowledge tambahan, dan cencunyah, mba chef gue (especially~) bisa membuat menu serupa untuk gue di rumah ๐Ÿคช Sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui, kaan? Hahaha. Nggak jarang lho, gue terinspirasi sebuah menu after makan di cafe or restoran. Kadang saat makan, gue akan bilang, "Ini enak, pankapan tolong buatkan, ya." dan mba gue yang expert itu bisa tau material apa saja dari makanan yang gue pesan ๐Ÿ™ˆ

Contoh paling gampang waktu gue ajak mba gue makan di 9/11, Teuku Umar --- Di sana ada menu roasted chicken dengan saus blackpepper yang rasanya pass di lidah ๐Ÿ˜ Sepulangnya dari sana, mba gue sempat trial error beberapa kali sampai akhirnya sukses membuat gue ketagihaan. Selain itu, dengan sesekali ajak makan di luar, mereka jadi nggak suntuk di rumah, dan bisa bicara sama gue panjang lebar sambil menikmati makanan yang terhidang ๐Ÿฅณ

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

Enihooo, di Bali, selain Lantern, ada resto lain yang menjual menu Thailand, kebetulan salah satu mba gue pecinta Tom Yum, jadi sebisa mungkin saat ada kesempatan, gue ajak mba gue hunting makanan Thailand. Nah, nama restonya adalah Bo & Bun, berlokasi di Jl. Kayu Aya, Seminyak ๐Ÿ˜ Di Bo & Bun ini ada banyaaaak pilihan menu makanan Thailand, dan salah satu menu favorit gue selain Spring Roll adalah Ayam Pandan yang dikukus dengan rasa soooo yummmm ๐Ÿคค

Kuah untuk Spring roll-nya segar ๐Ÿ˜

Thai Tea dan Spring Roll ๐Ÿ’•

Ayam Pandan ๐Ÿฅณ

Tom Yum ๐Ÿคค

Ohyaaa, khusus resto Thailand, gue pasti pesan minuman Thai Tea selagi ada kesempatan. Meski rasa Thai Tea kata si kesayangan di mana-mana sama, tapi buat gue, tetap harus pesan daripada menyesal saat pulang ke rumah ๐Ÿ˜œ By the way, Bo & Bun ini semi outdoor, dengan sirkulasi udara oke, plus saat gue datang ternyata tempatnya sepi huhuhuhu mereka bahkan kasih diskon 50% untuk semua menu demi gaet pelanggan. Huuff, mungkin karena marketnya wisatawan jadi susah dan terasa betul impact Corona di sana, thankfully, mereka bisa survive sampai sekarang ๐Ÿคง

Mba itu bawa pesanan gue kayaknya ๐Ÿคฃ

Salah satu sudut favorit untuk dilihat ๐Ÿ˜œ

Di luar mendung, hawanya sejuk ๐Ÿ˜

Apakah yang hijau itu alat serut es batu? ๐Ÿ˜†

Lonely chair karena sepi pelanggan ๐Ÿ˜ž

Gue sama mba gue berbincang this and that ---- dari mulai problemnya, sampai rencana hidupnya dan anaknya ke depan -- Gue pribadi selalu suka moment face to face seperti ini (makan berdua), untuk tau apa yang sedang household staff gue pikirkan atau rasakan. Jujur, seperti yang pernah gue bahas di post lama, ada beberapa mba gue (~termasuk mba villa) yang single fighter karena berbagai alasan ๐Ÿ˜ž Jadi sebisa mungkin gue coba untuk paham kehidupan mereka, dan memberi masukan kepada mereka agar mereka bisa stay strong for the sake of anak-anak mereka.

Gue ingat pesan mentor gue, kalau rasa bahagia dan nyaman itu bisa mempengaruhi kinerja kita. Semisal household staff gue hidupnya tenang, nggak punya masalah besar, otomatis mereka akan kerja dengan hati riang. Bisa jadi beda apabila hidup mereka penuh masalah, yang ada masak pun keasinan, bersih-bersih rumah ujungnya pecahkan barangg, sebab pikiran mereka nggak menyatu dengan badan. Dan mentor gue bilang, "For some people, privilege bukan sesuatu yang mereka punya, means, jadi~lah privilege untuk mereka." dan itu memacu gue untuk ingin berguna ๐Ÿ˜†

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

So yes, makan siang kali itu ditutup dengan kabar dari mba gue yang anaknya soon masuk sekolah dasar. Ada rasa bahagia tersendiri untuk mba gue karena akhirnya bisa lihat anaknya pakai putih merah. Bahkan mba gue begitu excited bercerita kalau mba gue sudah belikan seragam. Time flies so fast, bayiiiiik mungil yang dulu nggak berdaya, sekarang tumbuh jadi seorang anak mandiri, dan hidup jauh dari Ibunya. Maybe, dalam sekali kedipan, dia sudah masuk universitas ๐Ÿคฃ Wk.

Though harapan mba gue sebatas, "Semoga anak saya bisa lulus SMA, biar nggak kayak saya yang mau SMA saja harus gagal karena nggak ada biaya." --- However, gue percaya, dengan betapa gigih mba gue kerja, bukan nggak mungkin anak semata wayangnyaa kelak akan sukses di masa depan ๐Ÿ˜ Bantu amin yaaa teman-teman, hehehe. Demikian review singkat resto Thailand yang ternyata diselingi curcolan, semoga jika ada kesempatan, teman-teman bisa coba makan di sana ๐Ÿฅณ๐ŸŽ‰

70 comments:

  1. Makan di luar itu bisa melepas lenat dan suntuk. Tentu saja alasan utamanya makan. Tapi serius sih, menikmati suasana sebuah tempat itu sangat penting..makanya suka ngopi kalau pas gada ide...bberapa tmpat ngopi dicoba, kalau ga cocok yaa ga datang lagi..hehehe

    Aamiin, semoga jadi anak yang selalu berbakti kepada orang tua. :')

    Oyaa, ada anime bagus mbak eno. Anime lama sih, tapi berkaita dengan masak-memasak. Coba cari anime
    shokugeki no souma...hehehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, meski sekedar makan, tapi efeknya bagus untuk mental ๐Ÿ˜† Mungkin benar kata simbah, rasa bahagia itu datang dari perut salah satunya hahaha ๐Ÿคฃ Meski saya agak picky dan makannya itu-itu saja, tapi saya mau banget coba resto-resto baru demi punya quality time dengan orang-orang yang saya sayang ๐Ÿ˜

      Amiiin amiiin, thank you mas Rivai untuk doanya ๐Ÿฅณ hehe, baik nanti akan saya coba ceki-ceki, sekarang masih on going Midnight Diner rekomendasi mba Jane yang selalu sukses membuat perut saya jerit-jerit tengah malam ๐Ÿคช

      Delete
    2. Baca postingan kayak gini selalu berhasil bikin kangen orang rumah dan suasananya...hiiks

      Yang penting stok camilan aman mbak eno. Kalau ada yang jerit-jerit bisa langsung berburu camilan...wkwkwkwk

      Delete
    3. Tahaaaaan mas, sebulan lagi pulang ๐Ÿ˜†

      Sebetulnya stock camilan ada, tapi nggak akan makan tengah malam, kawatir besok bangun tidur menyesal ahuahahahaha, jadi harus ditahan-tahan ๐Ÿ˜‚

      Delete
  2. Sama kek istriku, udah tiap hari masak dan (hampir) bisa masak apa aja, tetap dia minta sesekali makan di luar.
    Bukan apa-apa, tapi makan enak tanpa mengeluarkan kerinagt katanya sesekali perlu biar jiwa dan raga jadi relax hahaha.

    Ah Thailand, jadi kangan bubos baik hati yang di Bangkok ituh. (^^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu, menurut saya sesekali makan di luar sangat bermanfaat untuk jiwa raga yang memasak lho mas ~ ๐Ÿ™ˆ Kalau di Korea, berhubung saya masak sendiri, alhasil setiap weekend, saya selalu menanti-nantikan jadwal makan di luar sama si kesayangan hahaha. Langsung rajin browsing, cari-cari cafe atau resto untuk dicoba ๐Ÿ˜

      Semoga soon mas Didut bisa balik Thailand, saya pun rindu Thailand, dengar-dengar bulan Juli mereka akan buka khusus turis yang sudah vaksin Corona ๐Ÿฅณ

      Delete
    2. Hahaha mirip sekali, setiap Jumat datang pertanyaannya "weekend ini kita mau keluar gak?"

      *retorika sekali (karena ybs sudah browsing banyak lokasi buat ngopi dan ngebrunch) ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Delete
    3. Itu sebuah kode jebakan Batman kalau kata si kesayangan, mas ๐Ÿ˜‚

      Sebuah pertanyaan yang.... jawabannya sudah ada di sana, dan nggak bisa bilang 'nggak' ๐Ÿคช Wk. Biasanya nanti setelah itu akan ada momen, "Okay, aku sudah ada list-nya niiih, kamu mau ke A atau B?" -- dan ini another pertanyaan menjebak lainnya, sebab yang bertanya sebetulnya sudah tau mau ke mana ๐Ÿคฃ hahahaha ~

      Delete
  3. Sekilas lihat ayam pandan, mirip kayak Bakcang, Kak ๐Ÿคฃ. Isinya apakah mirip Bakcang? Ada nasi + ayam gitu?

    Aku juga suka Tom Yum dan nemuin rasa Tom Yum yang enak serta cocok di lidah tuh susah banget ๐Ÿคง aku nggak tahu sih rasa Tom Yum yang di Thailand gimana, tapi Tom Yum terenak yang pernah aku makan di Jakarta ada di resto Thai Village. Sepertinya resto ini banyak ada di mall-mall, tapi kurang tahu apakah ada di Bali atau nggak ๐Ÿ˜‚

    Enaknya resto di Bali tuh suasana semi-outdoornya ya, Kak ๐Ÿ˜ soalnya udara di sana tuh enakkk, kayaknya jauh lebih bersih dibanding Jakarta sih ๐Ÿคฃ

    Aminnnn! Aminnn! Semoga anaknya Mba bisa sukses kedepannya. Bukan hanya lulus SMA, tapi bisa kuliah dan kerja di tempat yang mumpuni ๐Ÿ˜. Aku turut senang mendengar cerita tentang Mba dan perjuangannya yang membuahkan hasil ๐Ÿฅบ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda Lia, isinya hanya ayam saja, nggak ada nasinya ๐Ÿ˜

      Di Bali nggak ada Thai Village, yang terkenal enaknya itu Thai Street, berlokasi di Mall Galeria. Menurut mba-nya kakak, Tom Yum di sana nomor satu, kalau di Bo & Bun nomor dua, however Ayam Pandan dan Spring Roll-nya Bo & Bun juaraaak ๐Ÿ˜†

      Iyaaa Li, banyak resto semi outdoor di Bali, jadi sirkulasi udaranya pun lancarrr, dan mostly bersih plus cerah. Hehehehe, apalagi area Canggu & Seminyak ๐Ÿ˜ Suka bingits hunting cafe and resto di sana. Banyak yang cute plus enak-enak ๐Ÿ™ˆ

      Amiiiin Lia, thank you so much doanya sayaaang, semoga bisa kuliah dan sukses dapat pekerjaan lebih baik dari orang tuanya, yaaaa ๐Ÿ˜ Kakak pun ikut senang melihat mba-mba yang nggak kenal lelah berjuang untuk anaknya ๐Ÿฅณ

      Delete
  4. Aku sukaaa tom yum! Suka banget ih. Salah satu makanan favoritku. ๐Ÿคค

    Btw, amin amin buat Mbak dan anaknya. Semoga anak si Mbak lancar sekolahnya sampai kuliah nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti mba Kimi suka makanan yang asam-asam, ya ๐Ÿ˜
      Terima kasih banyak mba Kimi untuk doanyaaa ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
  5. Mbak Eno, itu mending mbaknya didukung ikut MasterChef aja biar lebih keren lagi teknik masaknya ๐Ÿ˜

    Keren banget soalnya, baru ngerasain aja udah tau bahan dan bumbunya terus dipraktekin di rumah... ๐Ÿ˜๐Ÿ‘

    Coba kalo kepala sekolah disini kayak Mbak Eno ya, ngerti banget sama personal orang2 di sekitarnya, selalu support juga ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Eh tapi, nanti kalau saya nggak ada keresahan, saya jadi nggak tau mau nulis apa di blog ๐Ÿ˜

    Sehat selalu buat keluarga Mbak Eno dan Mbaknya ๐Ÿ‘๐Ÿผ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuuuw kalau mba saya ikut masterchef, nanti yang masak di rumah siapa dong, mas? ๐Ÿ˜‚ Wk. Iya mas, kadang saya heran, kok mba saya bisa tebak-tebak resep dan material masakan hanya dari icip sekali dua kali saja, lumayan jadinya saya bisa makan menu-menu resto di rumah ๐Ÿ™ˆ hehehe, hati senang, perut kenyang ๐Ÿ˜†✌

      Saya sebetulnya nggak 100% mengerti, hanya berusaha untuk lebih mengerti, karena bagaimana pun juga, saya nggak ada di posisi beliau, huhu, jadi yang bisa saya lakukan sebatas jadi pendengar yang baik dan pemberi support moril ๐Ÿ˜

      Nah, kalau case-nya seperti mas Edot, better tulis di blog mas, hahahaha. Biar saya si pembaca bucin bisa ikut ketawa meski kadang harus ketawa di atas keresahan yang mas Edot rasakan *maaf* ๐Ÿ˜‚ Eniho, sehat dan bahagia selalu, mas ๐Ÿ˜

      Delete
  6. Ayam pandan memang menu yang ga boleh dilewatkan untuk dipesan di resto Thailand ya hehe. Kayanya hampir semua resto thailand yang pernah kucoba, ayam pandannya enak-enak ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Tapi untuk tom yum, malah ada rasa yang kurang pas.
    ๐Ÿ˜•

    Itu yang hijau kayanya bener deh kak alat untuk serut es yang jadul gituuu.

    Restonya cakep yaak. ๐Ÿ˜

    Amiiin untuk doanya kak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYAAAAAA MBAAAA, asli deh, Ayam Pandan tuuuh kenapa enak banget, ya ๐Ÿ˜‚ Kalau Tom Yam memang susah susah gampang deh mba cari yang pas, kata mba saya pun begitu soalnya, kami sudah visit beberapa resto Thailand di Bali, namun yang Tom Yum-nya juarak endolita bambang baru Thai Street dan Bo & Bun ๐Ÿ™ˆ

      Nah berarti betul dugaan saya, kayak pernah lihat, tapi lupa di mana. Wk. Unik bangetttt alat serutnya, dengan warna khas ๐Ÿ˜ And yes, restonya cakep, betah duduk lama-lama di sana. Hihihi, kalau ke Bali, mungkin mba bisa mampir ๐Ÿ˜

      Terima kasih mba Frisca untuk aminnya ๐Ÿ’•

      Delete
    2. Iya enak, wangi, gurih, pas lah rasanya ya. Dan semua resto Thai yang pernah aku coba rasanya enak semua hehehe

      Kalo di jakarta, menurutkuu tom yum yang oke itu Thai Alley ato ga di LARB. Endolita. ๐Ÿ‘

      Iya itu alat es serut jadul, resto temenku pakai itu soalnya. Hehe jadi aku pun pernah liat hehe

      sama-sama kak Eno ๐Ÿ’•

      Delete
    3. Balas komentar mba Frisca today, jadi kepikiran sama Ayam Pandan ๐Ÿ˜‚

      Waaah, terima kasih rekomendasinya mba, siapa tau ada teman di Jakarta baca, bisa coba mampir ke sana ๐Ÿ˜ By the way, teman mba Frisca pakai alat serup manual seperti itu di restonya? Klasiiiik yaaa, penasaran rasanyaaaa. Di resto Bo & Bun ini kayaknya cuma jadi pajangan, sebab nggak ada menu es serutnya seingat saya ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  7. Halo Mba Creameno. Salam kenal sebelumnya. Saya Andrew biasa dipanggil Andre. Nggak ada bedanya juga. Hehe

    Saya tahu Blog mba karena si gendut selalu mention nama mba setiap kita lagi ngobrol.. jadi, saya agak sedikit kepo.

    Tulisannya bagus mba. Banyak energi positif didalamnya. Bikin Saya jadi teringat sama Mba saya yg dirumah. Yg sudah kerja sama keluarga saya sejak saya masih SMP kalau nggk salah. Saya jadi teringat kalau saya jarang kasih reward ke dia. Padahal saya tumbuh besar juga ada andil dari beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, sorry Mba. Maksud saya si Bayu. Udah kebiasaan soalnya kita punya panggilan khusus buat dia. Agak bodyshaming si, tapi saya rasa nggak masalah karena nggak ada niatan apa-apa.

      Delete
    2. Woooo beneran ini anak.. sini Ndre. Pulang-pulang *jewer telinga.. ๐Ÿ™„

      Maaf mba Eno. Anak saya satu ini emnk suka bikin rusuh.. wkwk

      Delete
    3. Hola mas Andre, salam kenal ๐Ÿ˜

      Saya tadi bingung si gendut siapa maksudnya hahahahaha. Terus saya klik profil mas Andre ternyata baru dibuat akunnya. Thank you so much lho sudah mau kepo dan mampir ke blog saya yang isinya kebanyakan curcolan ๐Ÿ™ˆ Wk.

      Wah, mba-nya sehat? Masih kerja dengan keluarga mas Andre, kah? ๐Ÿ˜ Boleh dong dikasih reward, belikan makanan kesukaannya atau apa gituuuu, hihihi. Pasti mbanya mas Andre akan senang ๐Ÿ˜ Semoga betah main di blog saya ya, mas ~

      Delete
    4. Mas Andre teman kuliah mas Bayu yang kemarin panjat pohon? ๐Ÿ˜‚

      Delete
    5. Iya nggak apa-apa mas Bayu, seru kok bacanya ๐Ÿคฃ

      Delete
    6. Iya baru buat tadi banget. Nggak pernah kenal sama blog soalnya. Tapi sejak beberapa hari kemarin pas baca tulisannya SI GENDUUUUT ternyata seru juga.

      Puji Tuhan, sekarang beliau masih sehat... pasti ntar saya bawa beliau jalan2..

      Oh bukan. Yg manjat pohon itu si Toni. Saya mah lebih setuju buat ngedobrak rumahnya si gendut kemarin. Haha

      Delete
    7. Tulisannya mas Bayu seru-seru lho mas Andre, sering buat saya ngakak setiap kali baca, apalagi yang belum lama ini dituliskan, waktu naik motor bertiga hahahahaha. Jangan-jangan itu naik motor bertiganya sama mas Andre juga? ๐Ÿคฃ

      Oalah mas Toni, saya nggak ingat nama, bacanya sudah kemarin soalnya hahaha, cuma ingat ada adegan panjat pohon segala, totalitas ya teman-teman mas Bayu, pikir saya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Padahal itu cerita sedih, tapi saya nggak tahan untuk ketawa sambil membayangkan temannya mas Bayu panjat pohon terus melotot di depan pintu *zoom in zoom out* ahahaha. Untung nggak sampai dobrak ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    8. Iya, kita motoran bertiga ya sama saya juga. Hahahaha. Ya Tuhan kalau ingat hari itu rasanya. hmm malu tapi seru.

      Ya gimana mba Eno, namanya juga teman kadang khawatir kalau tiba-tiba kemarinnya nggak papa, terus besoknya udah sama sekali nggak ada kabar. Di hubungin sama sekali nggak respon.

      Kita ya maunya semisal ada apa-apa atau butuh bantuan itu langsung kasih kabar. Kan kita bukan cenayang. Tapi yasudah.

      Makanya kemarin kita langsung kesana begitu dapat kabar. Terus ditambah mendengar ceritanya dari tetangganya. Yaudah kita inisiatif buat masuk lewat pintu atas. Mana buat manjat pohonnya butuh naik ke pundak saya dulu. Udah berasa kaya lomba panjat pinang.

      Giliran pas berhasil naik. Si gendut malah lagi asik2an tidur. Haha. Tapi kita lega Mba. I mean he's broken, but he will recover soon..

      Loh saya malah keasikan cerita. Ini bisa2 teraktiran saya besok pas puasa gagal ni.. haha

      Delete
    9. Hahah. Ya sorry Ndre. Kemarin kan gue udah bilang.

      Kemarin lu nggak cerita ya kalau Toni naik pundak lu. Orang dia naik sndiri kok. Smpe dikerubungin semut pohon. Haha

      Mba Eno masih ingat aja cerita kita naik motoran bertiga..
      Apalagi saya Mba Eno kagetnya bukan main. Udah mana gedor2nya bikin orang sawan, saya kan lagi tidur yah, ya jelas kaget kalau tetiba ada yg gedor2 kencang2.. saya kira maling. Hahaha ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

      Delete
    10. Mas Andre: untung nggak sampai kena semprit polisi terus disuruh push up karena naik motor bonceng tiga hahahaha. Well, saya bisa mengerti, saya pun akan lakukan hal yang sama jika sohibuls saya nggak ada kabar, mas ๐Ÿ™ˆ

      Thankfully, ada pohon yang bisa dipanjat, nggak kebayang jika nggak ada pohon, apa mungkin mas Andre akan timpuk batu ke pintu atas secara berulang sampai mas Bayu bangun dari tidurnya? Hahahaha. Kocak. Mas Andre coba buat blog, sepertinya mas Andre ada bakat berbagi cerita seperti mas Bayu lhoo, mas ๐Ÿคฃ Wk.

      Delete
    11. Ingat dong mas Bayu, ceritanya lucuuuk soalnya ๐Ÿคฃ

      I bet, mas Andre dan mas Toni panik karena mas Bayu nggak ada kabar, makanya sampai digedor gedor pintunya, untung nggak rusak ya, mas ๐Ÿ˜† hehehehe. Semoga pertemanan mas Bayu, mas Toni dan mas Andre bisa langgeng hingga tua ๐Ÿ˜ Selalu senang membaca kisah hangat seperti ini, hihihi, damai rasanya ๐Ÿฅณ

      Delete
    12. Tuh dut dngerin dut!! Haha

      Barusan kepikiran harusnya kemarin kita bisa loncatin pagarnya aja terus matiin meteran listriknya. Ngapain ribet buat manjat pohon naik ke genteng rumah orang segala. Haha.

      Nggak cocok sepertinya kalau saya jadi blogger. Sulit buat susun kata-katanya. Ntar kapan2 tak jadi penulis tamu di blognya si gendut aja. Haha *sokiya banget.

      Saya tak jadi tim komentator aja. Ada saran blog lain Mba Eno yg bisa saya kunjungi? Tapi saya percaya kalau tulisan orang2 pasti bagus2 karena karya tulis sebenarnya nggk ada yg jelek.
      Si gendut sih nyaranin saya buat baca2 blognya Tinkerbell kalau nggak salah. Biar ikutan keracunan baca buku katanya. Wk.

      Delete
    13. HAHAHAHA, betuuul tuh mas, better matikan listriknya, pasti langsung ke luar, apalagi jika mas Bayu saat tidur kepanasan karena AC mati mendadak ๐Ÿคฃ

      By the way, saya baru balas komentar ini dan ternyata nggak butuh waktu lama untuk mas Andre finally jadi penulis tamu di blog mas Bayu, yaaaaay! ๐Ÿ˜†

      Eniho, blog yang nggak kalah seru untuk dibaca selain yang sudah mas Andre kenal seperti mba Fanny and Lia, ummm, mungkin bisa main ke blog mba Justin (aplatefortwo.com) -- isinya mostly cerita perjalanan but easy to read and fun ๐Ÿ˜

      Delete
  8. You are the best.

    kak Eno ga henti-hentinya selalu membuatku terkesan, dari tulisannya yg hangat, kindness act-nya yang emang beneran, trus sekarang, hubungan sama orang-orang yg kerja sama kak Eno.

    you are just the best, to the moon and back.

    Kak Eno kalo mau tidur suka minum apa sih? barangkali aku bisa ngikutin biar bisa sebaik kak Eno juga, gitu lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huah, Ady berlebihan hahahaha ๐Ÿคฃ

      Saya masih belajar untuk itu, mencoba mempraktekkan apa saja nasehat yang mentor saya berikan, dan dari buku-buku yang sudah pernah saya baca ๐Ÿ™ˆ hehehe. Jujur, nggak mudah untuk membangun relasi Dy, yang mana bukan hanya sekedar hubungan biasa, namun ada meaning di baliknya. Dan saya masih perlu belajar banyak, termasuk dari tulisan-tulisan yang sering Ady bagikan di blog harian Adynura ๐Ÿ˜

      Ps: saya nggak minum apa-apa, kecuali teh Osulloc kadang ๐Ÿ˜œ Wk.

      Delete
    2. owh pantesan kemarin setelah aku minum teh osulloc, aku merasa lebih baik.... hahaha, lebay ya?

      Delete
    3. Bangaaaatssss ๐Ÿคฃ

      Delete
  9. Dari awal ngajak makan mbak-mbak, saya udah curiga nih kalau ada hidden agenda-nya, dan ternyata....11/12 sama istri saya.

    Sembari menyantap hidangan yang enak, pikirannya menganalisa bahan dan bumbu untuk menduplikasi makanan mahal itu dilanjutkan dengan trial error dengan saya sebagai juru incipnya.

    Anyway, saya setuju mbak soal privillege yang Mbak mention di situ. Kadang tanpa kita sadari, kita punya banyak privillege yang sering kita take for granted. Sementara, ada orang yang berharap banget bisa punya privillege itu.

    Contoh sederhananya adalah bilang "Aku nggak bisa".

    Sesimpel itu juga privillege yang kita sering ga sadari lho, punya kuasa/opsi untuk bilang nggak bisa. Sementara orang lain, yang juga nggak bisa, tapi karena nggak punya privillege untuk bilang nggak bisa, akhirnya mau nggak mau memaksa diri untuk bisa, no matter what.

    Bener nggak?

    That's why, saya kadang-kadang kalau mau menolak sesuatu karena merasa nggak bisa, saya mikir dulu, ini saya memang nggak bisa, atau nggak mau nyoba.

    Karena "Ya nggak bisa" itu beda banget maknanya dengan "Bisa nggak ya" walaupun kata-katanya sama persis.

    Menurut mbak gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya yang jago masak akan punya agenda demikian mas, icip icip sambil cari tau kira-kira bahannya apa, terus diaplikasikan saat masak di rumah ๐Ÿคฃ

      Dan setuju sama mas Prim, bisa punya opsi / pilihan itu salah satu privilege karena ada banyak orang yang bahkan nggak bisa memilih, jadi ketika kita dihadapkan dengan beberapa pilihan, jangan sampai take 'em for granted hingga lupa melakukan yang terbaik pada apa yang sudah kita ambil sebagai pilihan kita ๐Ÿ˜

      Thanks for sharing, mas Prima ๐Ÿ˜๐Ÿ€

      Delete
  10. Lihat ayam pandan jadi auto ingat ayam tangkap, makanan khas Aceh, yang masakn ya pakai pandan juga. Cari resepnya aah. Makasih ya, jadi huntng resep baru.

    Lalu habis baca ini auto ences, pengen Thai tea, wkwkkkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah makan ayam tangkap beberapa kali tapi itu sudah sangat lama sekali dan rasanya memang enakkk, mba. Aduh jadi lapar membayangkan ๐Ÿคฃ

      Terus besok jadi mau jajan Thai Tea juga ๐Ÿ™ˆ Wk.

      Delete
  11. Review restoran ala Mba Eno mah heartwarming banget giniii ๐Ÿงก Mbanya Mba Eno ini luar biasa keren banget deh, sekali nyicip langsung bisa paham bahan-bahannya apa aja, terus langsung dipraktekkan dan sukseess (walaupun ada trial error tapi itu wajaaar) ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    Btw interior restonya cakep yaa, kesannya hangat gitu karena warna dan furniture-nya. Terus makanannya juga looks yummy ๐Ÿ˜ Yang paling aku suka dari resto Thailand tuh ayam pandan siih, kayaknya belum pernah ketemu ayam pandan yang gagal. Kalau tomyum aku cocok-cocokan karena kadang ada yang bikin tomyum kelewat pedas buat aku hahaha

    Orang-orang yang kerja sama Mba Eno kayaknya hebat-hebat, tough dan ulet gitu kalau berdasar cerita-ceritanya Mba Eno. Aku yakin juga someday Mbanya Mba Eno bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang paling saya iri mba Eya, kenapa saya nggak bisa menebak bahan makanan padahal ingin gitu sekali-kali review makanan lebih deep sambil memahami materialnya apa hahaha. So far setiap review cuma sebatas bilang enak ๐Ÿคฃ

      Iyes, interior restonya klasik, dan tempatnya pun nyaman. Enak deh. Mana makanannya enak-enak semua, jadi salah satu langganan saya ini, mba ๐Ÿ˜ Hehehehe, kalau mba ke Seminyak, jangan lupa mampir, yaaaah ๐Ÿ˜๐Ÿ€

      By the way, saya bukan pecinta Tom Yum tapi mba saya sangat suka Tom Yum, meski mba saya fokusnya lebih ke tingkat rasa asam daripada pedas ๐Ÿ˜‚

      Amiiin mba, semoga bisa sekolah tinggi-tinggi semua. Well untuk hal ini, saya beruntung dipertemukan dengan orang-orang yang mau sama-sama berjuang untuk hidup yang lebih baik dimasa depan ๐Ÿ˜ Jujur saya bersyukur akan itu, mba ๐Ÿงก

      Delete
  12. suasana restorannya asik betul. mana ada serutan es segala eh artinya kan bisa pesen es campur kan ya? hehe

    dan mb-mu hebat, bisa cepet belajar, beruntung ketemu dengan dirimu, dan saya yakin anaknya ga cuma lulus SMA, mungkin lebih dari bayangan orangtuanya. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bisa mas RD, itu cuma pajangan. Eh tapi nggak tau ugha, saya nggak pernah lihat mereka pakai, bisa jadi digunakan namun nggak kelihatan oleh saya ๐Ÿคฃ

      Amiiiin semoga bisa sekolah tinggi semua anak-anak para mba, terima kasih mas RD. hehehe, saya pun sangat beruntung ketemu sama mba saya ๐Ÿ˜

      Delete
  13. Kayaknya Mba Chef nya memang udah berpengalaman plus punya talent juga sepertinya ya Mba. ๐Ÿ˜ Kok jadi pengen punya juga ya ๐Ÿ˜ ( emangnya mainan) hihihi.. ๐Ÿ˜‚

    Oooh... Saya kira ayam pandan itu dimasak sama daun pandan aja, ternyata gitu penampakannya, mirip ba'cang ya :D

    Salut dengan kata-katanya Mentor Mba Eno, Orang yang mau menjadikan dirinya privilage bagi orang lain yang gak punya itu mungkin sama harganya seperti seorang pahlawan yang hadir dalam hidup mereka. Dan saya juga salut sama Mba Eno, semampu-mampunya orang, untuk bisa mempraktekkannya juga bukan hal yang mudah.

    Amiiiin, doa yang terbaik buat anak Mba nya semoga lulus juga dengan nilai yang terbaik ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, mba saya sudah berpengalaman dalam hal memasak dari lama, jadi mungkin karena itu untuknya menebak bahan material sangat mudah ๐Ÿคฃ

      Betul agak mirip Ba'cang dari luar, tapi dalamnya tetap bentukan ayam, mba. Dan enak sekali ayamnya, lembuuuuut, nyam nyam jadi lapar hahahaha ๐Ÿ˜†

      Semisal kita bisa jadi privilege untuk orang yang membutuhkan kita, why not kan, mba. Yang penting sama-sama mau berusaha dan nggak take thing for granted saja ๐Ÿ˜ Saya pribadi pun masih perlu banyak belajar hihihi, maaciw mba ๐Ÿงก

      Delete
  14. Thai Tea memang sudah paling bener yah kak Eno? Ha ha ha. Saya juga kalo nongkrong paling mesannya kalo bukan Thai Tea yah Green Tea. Atau kalo mau variasi yah Red Velvet. Selain itu, kebanyakan mengecewakan.

    Waktu memang berlalu begitu cepat. Anak yang dulu saya liat masih diantar Ibunya sekolah, sekarang sudah masuk SMA. Waktu terus bergerak dan kita dipaksa mengikutinya. Untuk Anaknya Mba kak Eno semoga bisa jadi anak yang baik untuk Orangtuanya. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Of courseeee paling enaaak di resto Thailand pesan Thai Tea ๐Ÿ˜† Wk.

      By the way, saya nggak pernah kayaknya pesan minuman red velvet, penasaran rasanya kayak apa. Jangan-jangan mirip cake yang sering saya makan ๐Ÿคฃ

      Amiiiin thank you so much doanya, mas ๐ŸŽ‰

      Delete
  15. Aminnn buat si mbak
    semangat si mbak aku sukakkk
    setuju juga pas mba Eno ajakin mbak dirumah buat makan diluar, sambil menghirup udara luar di daerah Seminyak sana, ngeliat orang wara wiri.
    aku bayangin dulu aja dah kalau aku lagi disana hahahaha

    aku suka liat foto foto tempat ini mbak, oldies tapi cakep ya. noted ahh, semoga ga lupa
    tomyum nya astagahhh segerrr bener, enyakkkkk, ngiler liat potonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih semangatnya, mba Ainun ๐Ÿฅณ

      Iya mba, sudah lama semenjak PPKM nggak ke luar. Semoga soon keadaan jauh lebih baik, dan bisa berani ke luar rumah hahahaha. Kangen makan-makan ugha di resto langganan ๐Ÿคฃ By the way, nanti saat ke Bali jangan lupa mampir, mba ๐Ÿงก

      Delete
  16. Amiin buat mbak nya, tetap semangat ya.

    Aku kadang makan di luar tapi tetap saja tidak bisa tahu bumbunya apa saja, padahal pengin tahu juga biar bisa lebih ngirit.

    Kasihan ya, resto Bo & Bun ini sampai memberi diskon 50% agar banyak pembeli nya, kebayang keadaan ekonomi di Bali akibat pandemi Corona ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, mas Agus ๐Ÿ˜

      Sama kita mas, nggak pernah bisa menebak bumbu makanannya apa hahaha. Bisanya hanya menikmati sampai kenyang ๐Ÿคฃ And yes, begitu~lah mas, banyak yang harus banting harga agar dapat bertahan apalagi di area wisata ๐Ÿคง

      Delete
  17. Wuaaa, sama Mba Enoo, kalau lg ke resto thailand pasti jg wajib bgd aku pesennya thai tea dingin. Sama kaya klo ke reto jepang pasti aku pesennya ocha dingin ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Pergi ke restoran itu sbnrny bukan krna makanannya, lbh krna suasanya yg beda rumah.. Jd aku setuju bgd sama mba eno, walaupun mrks udah jago masak, dg ngajak mereka makan di luar jd bisa nyobain macem dg suasana yg berbeda ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOS mbaaa, hahahaha, kalau di resto Korea pesan air dingin ๐Ÿคฃ

      Betul saya pun lebih cari suasananya yang membedakan dengan rumah, plus kalau makanannya enak-enak jadi double combo deh, secara saya pecinta interior garis keras, yang dicari interiornya dulu baru makanan hahahaha ๐Ÿ˜†

      Terima kasih, mba Thessa ๐Ÿงก

      Delete
  18. Enoooo, saya penasaran, kira-kira yang cerita di film-film itu benar nggak sih?
    Yang itu tuh, tentang kloningan manusia?
    Pengen cari alatnya, mau kloning Eno, biar jadi banyak orang sebaik dirimu di dunia ini.

    huhuhu
    Bacanya sambil terharu, terutama di bagian anaknya si Mba mau masuk SD.
    Saya pernah ada di posisi itu, melihat si kakak mencoba pakaian SDnya, saya sulit menahan air mata bahagia untuk nggak keluar huhuhu.

    Apalagi dalam keadaan si Mbanya Eno itu ya.

    Btw, makan di luar di masa pandemi ini sebenarnya amat sangat membantu perekonomian loh.
    Kasian liatnya banyak usaha yag kembang kempis.
    Bahkan banyak yang bertahan hanya untuk agar pekerjanya masih bisa punya kerjaan.

    Karena cari kerja juga sulit.

    Dan iyesss, betul banget Eno, pekerja itu akan menghasilkan yang terbaik, kalau mereka nyaman.
    Makanya ketika mau kerja, kita disuruh isi form berapa tanggungan dll.
    BIar perusahaan hanya memilih karyawan yang nggak punya tekanan berat di luar, agar menghasilkan kinerja terbaik.

    betapa beruntungnya orang-orang yang kenal Eno, di mana Eno malah membimbing mereka, bukan cari yang ready to work aja :)

    Semoga Tuhan selalu melimpahkan keberkahan dan kesehatan serta kebahagiaan pada Eno dan kesayangan yaaa, aamiin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiyaaah, nggak ada mba alat begituan hahaha ๐Ÿคฃ

      I know pasti mba Rey terharu banget yaaah lihat si kakak pakai seragam dan soon adik juga akan pakai seragam SD. Semoga kakak dan adik sehat selalu plus bisa tumbuh pintar serta ceria, mba. Dan semoga bisa semangat kejar impian ๐Ÿ˜

      Agree mba, sesekali makan di luar asal taat prokes nggak apa-apa banget, karena bagaimana pun juga roda perekonomian harus berputar, dan ini salah satu cara kita mendukung para pengusaha agar tetap berjalan huhuhu ๐Ÿคง

      Amiin terima kasih doanya, mba sayanggg ๐Ÿงก

      Delete
  19. Mba Enoo, aku kesentil nih soal menjadi privilege bagi orang lain ๐Ÿคง di buku You Do You, penulisnya juga membahas soal ini. Aku langsung kutip aja yaa.

    "Buat lo yang saat membaca buku ini merasa privileged, sebisa mungkin gunakan itu untuk membantu teman-teman yang kurang beruntung. Nggak selalu dalam bentuk uang, bisa dalam bentuk waktu maupin ilmu."

    Dan ternyata di dunia blogging aku menemukan Mba Eno yang menjalani prinsip privilege ini *mendadak terharu* Semoga apa yang Mba Eno lakukan untuk para staff dan orang-orang lainnya bisa menghasilkan buah manis dan tentunya Tuhan yang balas Mba berlipat ganda yaa ๐Ÿ˜

    Ok, sekarang mau ikutan cerita dikit juga wkwk

    Karena Mbak di rumah nggak pernah keluar, sebelum pandemi aku dan suami suka iseng ajak beliau keluar ngemall. Kebalikan dari Mbaknya Mba Eno, si Mbak kami ini memang nggak suka coba makanan yang aneh-aneh ๐Ÿ˜‚ makanya kami selalu cari resto yang aman, dalam arti punya menu yang kira-kira bisa disantap beliau. Nah, pernah suatu kali aku ajak si Mbak untuk menemani Josh saat aku ikut workshop. Selesai acara, Josh minta lunch sushi. Waduh dalam hatiku udah kuatir si Mbak bisa makan nggak ya. Long story short, si Mbak memesan Chicken Curry Rice dan tahu apa yang Mbak bilang?

    "Kata cici ini kari ayam? Kok gini ya rasanya? Kental banget. Kok nggak kayak kari ayam yang biasa saya buat di rumah?"

    Aku antara ingin ketawa dan miris dengar komentar si Mbak ๐Ÿคฃ alhasil topik yang dibicarakan Mbak selama beberapa hari ke depan adalah kari ayam Jepang. Kapok katanya makan kari itu rasanya nggak enak wkwkwk aku yaa jadi agak kzl dongg mendengarnya ๐Ÿคช tapi yasudalah memang selera orang berbeda-beda hauhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin mba, terima kasih doanya, semoga kita bisa jadi privilege untuk orang-orang di sekitar kita ya mba, seperti kata penulis You Do You, bisa dengan waktu dan ilmu kita. Saya pun jujur belajar banyak dari cerita-cerita yang mba Jane bagikan ๐Ÿ˜

      By the way, saya baru baca cerita mba Jane soal Kari Ayam and you know what, ini pernah kejadian di saya ugha hahahaha. Jadi mba saya tuh selama ini taunya kari ya kari Indonesia or kari Malaysia gitu mbaaa. Beliau nggak pernah coba kari Jepang or Korea yang kental, terus sekalinya coba, beliau kebingungan ๐Ÿคฃ

      Untungnya sekarang sudah paham dan bisa masaknya meski tetap nggak mau kalau disuruh banyak-banyak makan karena lidahnya nggak terbiasa ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  20. Semoga anak stafnya Kak Eno bisa sampai SMA sekolahnya, bahkan bisa sampai kuliah dan membahagiakan ibunya. Semoga Kak Eno juga selalu sukses dan dilimpahi rezeki oleh Yang Maha Kuasa๐ŸŒธ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin, terima kasih doanya mba Endah sayang ๐Ÿ˜๐Ÿงก

      Delete
  21. Alasan sederhana Mba Eno tapi bermakna banget untuk orang lain. Bukan sekedar acara makan dan nyobain menu2, tapi bisa saling berbagi dan bertukar pikiran. Keceee bangeet Mba Eno ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    Entah kenapa aku setuju sama Mba Eno, kalau ke resto Thailand harus minum Thai Tea hhha. Aku pun merasa Thai Tea di mana2 kurang lebih rasanya gitu2 aja. Cuma ga afdol kalo ga pesan Thai Tea. Aku pun suka spring roll dan paling mantep saos nyaa. Bulan ini sih Koko lagi doyan makanan Thailand. Jadi dalam bulan ini kami sudah 3 atau 4 kali ke resto thailand. Karna aku kurang suka Tom Yum jadi cobain menu2 lain. Mulai dari ayam saos asam manis sama spring roll. Ada juga omelette nya. Pengen Pad Thai cuma belom kesampean. Next mau coba Pad Thai nyaa. Mau dessert mango sticky rice ehh lagi ga musim mangga. Yaudalah berasa kurang sih kalo ga makan dessert ituu hhhee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Devina ๐Ÿ˜

      TOOOSS mba, rasanya kurang lengkap kalau ke resto Thai tapi nggak pesan Thai Tea, yaaah ๐Ÿคฃ Wk. Meski as mba Devina said, rasanya begitu-begitu saja ~

      And yes, spring roll harus dipesan kalau saya, apalagi jika dikasih saus kacang atau saus pedas manis, dua itu favorit saya. So yuuuum. Jadi lapar sekarang ๐Ÿ˜‚ Hahahahaha. Mba mungkin next time coba prawn cake mereka, itu enak ๐Ÿ˜

      Delete
  22. Amin... Saya selalu dukung semoga seluruh anak-anak mendapatkan privilege menempuh pendidikan yang baik dan bisa meraih cita-citanya kelak. Namun pendidikan dasar itu tak hanya bisa diupayakan dari sekolah sebagai pendidikan formal, bisa dimulai dari keluarga atau orang-orang terdekat dulu, baru meluas hingga ke lingkungan sekitar. Saya jadi ingat kutipan "it takes a village to raise/educate a child" Dan itu beneeeeer banget, kerasa setelah saya membesarkan Kalki dan Kavin saat ini, yang kebetulan memang kami besarkan di desa :).

    Oh ya mbak, makan di luar itu juga selain untuk menambah perbendaharaan cita rasa kuliner kita, juga sebagai penyegaran dalam menikmati suasana baru kan ya? Bantu ekonomi berputar juga iya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, mba Intan ๐Ÿ˜๐Ÿงก

      And yes, pendidikan pertama datangnya dari rumah kan, yaaa ๐Ÿ˜† Jadi sebisa mungkin peran orang-orang sekitar sangat diperlukan demi tumbuh kembang anak yang baik ke depannya. Hihihi, pantasan anak mba saya pun dibesarkan oleh banyak orang mba, dari nenek kakek sampai ke tante-tantenya ๐Ÿ˜๐Ÿ€ hihihi ~

      Hu'uh, penyegaran suasana, tambah-tambah info menu makanan enak, plus pastinya membantu ekonomi berputar dan pengusaha survive hadapi Corona, mba ๐Ÿฅณ

      Delete
  23. Ayam pandan selalu jd menu yg aku pesen kalo ke restoran Thailand :D. Selain pad thai pastinya :D.

    Pas aku msh kerja, OB kesayanganku yg suka masak, pernah bikinin ayam pandan ini. Walopun msh blm mirip Ama yg di resto Thailand, tapi rasanya oke, aku appreciate dia mau usaha utk bikin semirip mungkin :).

    Makan di luar itu buatku me time. Apalagi di saat skr yg mana traveling jauh aja blm bisa. Dan itu kesempatan buat asisten2 ku utk rileks juga. Nyobain aneka macam makanan dari restoran2 yg mungkin ga kebayang mereka bakal masukin. Dulu, pas awal kerja, si mbak pertama tiap ditanya mau makan apa selalu bingung. Ditawarin burger ga mau, Krn katanya ga enak, tp blm coba hahahaha. Pilihannya selalu aja KFC chicken. Akhirnya kita cekokin Ama aneka makanan ga biasa mba :D. Dari Chinese food, western food, Italian, Thai, Japanese, Korean, sampe lidahnya skr udh terbiasa banyak kuliner :D. Steak dia paling suka hahahaha.

    Tp walopun masakan mereka enak, cuma ttp ga sebagus itu juga sampe bisa niruin hidangan yg udh dicoba :D. Kalo yg bisa niruin itu asistennya almarhum mama, yg akhirnya ikut Ama mbak iparku. Kalo itu udh ikut mama dr usia 14 THN, dan nemenin mertuaku stiap ditugasin ke negara2 pas jd diplomat. Dia jago meniru hidangan. Makanya kalo KBRI di negara tempat papa tugas ngadain acara, pasti asisten mama itu yg jd ketua chef masaknya :D.

    Enaak sih kalo ada asisten yg masaknya jago gitu mba .

    Definitely bakal aku sayang2 supaya ga pindah kemanapun :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha, sama banget kita, saya selalu ingin mba-mba saya tuh coba aneka rupa makanan yang ada di luar sana. Yang tadinya always takut dan was-was, kawatir nggak enak, this and that, akhirnya setelah dicoba jadi suka ๐Ÿ˜‚

      Sekarang kalau ditanya makanan kesukaan apa, bisa jawab lebih panjang. Terus sudah bisa memilih menu makanan yang nggak itu-itu doang. Meski sometimes kena taste shock akan rasa makanan yang katanya asing di lidah mereka ๐Ÿ˜†

      And yes, karena alasan jago masak itu mba harus disayang-sayang, susah dapat yang bisa mengerti kita, dan jago masak menu-menu yang kita suka ๐Ÿ˜‚ Apalagi mau bertahan, stay loyal sama kita ya, mba. Wah perlu diapresiasi pastinya ๐Ÿ˜

      Delete
  24. AMIN yang kenceng buat Mbaknya Mbak Eno ya. Usaha gak akan mengkhianati hasil kan, Mbak Eno.:D

    Hahahaha, Mbak Eno aku juga begitu. Mama ku suka banget masak (karena anaknya suka makan). :))
    Sama seperti Mbaknya Mbak Eno, Mama ku suka cobain masakan yang belum pernah dimasak di rumah terus nanti bisa menebak-nebak bumbu apa yang digunakan didalam masakan itu. Terus dicoba-coba dibuat deh di rumah. Terkadang malahan dengan masakan yang sama, cara potongan sayurnya diubah katanya biar bervariasi dan ga bosan katanya (padahal yang makan mah ga rewel, eh kokinya yang bosenan).hahahaha

    Udah 2 nih aku masukin list dari restoran yang Mbak Eno posting di blog. Mama ku juga suka banget tom yum. Soon kalau keadaan sudah membaik cus ke Bali buat cobain. Thank you Mbak Eno.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Wulan ๐Ÿ˜๐Ÿงก

      Cool! Mamanya mba Wulan jago masak banget pastinyah, saya ingin bisa seperti itu tapi ternyata susah hahahaha, diperlukan bakat dari lahir sepertinya ๐Ÿ˜‚ Alhasil saya sama seperti mba Wulan, kebagian makan-makannya saja. Wk.

      Semoga nanti saat ke Bali, mba Wulan bisa coba ๐Ÿ˜

      Delete
  25. Terlepas dari alasan kamu bawa mbak makan di luar, nampaknya orang yang bertanya itu belum paham ya bahwa ada sebagian orang yang suka eksplor atau me-time dengan makan di luar.

    Gue nih ya, meskipun pas di rumah di Jogja sekali pun, tetep perlu sesekali makan di luar. Sendiri pun jadi, buat cobain atau cari tahu hal-hal baru, atau refreshing dengan suasana baru. Makan itu nggak cuma mengisi energi, tapi juga mengisi hati :))

    Chef-chef handal itu juga nggak jadi handal karena terus mendekam di dapurnya sendiri dengan resep-resepnya sendiri dan ideologinya sendiri. Kalau terus di kandang, ya nggak akan belajar hal baru, nggak akan tau keadaan di luar. Begitu pun dengan penulis, seniman, pebisnis, performer, di semua profesi kayaknya ya.

    Selain alasan di atas, gue melihat kamu dan mbak makan di luar buat quality time. Sama seperti kita sesekali ajak mama makan di luar, biar mereka yang biasanya masak juga merasakan nikmatnya makan masakan orang lain. Rehat, istirahat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Nugie ๐Ÿ˜

      Setuju banget, makan bukan hanya mengisi energi, lebih daripada itu sih, mengisi hati, dan pengalaman hahaha. Apalagi setiap hari pasti ada satu dua resto baru bermunculan. Pastinya ada rasa ingin coba-coba menu baru, kan ๐Ÿ˜†

      Dan setuju, semua profesi, pastinya kadang perlu ke luar 'kandang' untuk lihat dunia lebih luas, dan belajar agar skill semakin meningkat. Itu hal yang lumrah, makanya kadang meski sudah pro sekalipun tetap ada yang lanjut sekolah ๐Ÿ˜

      Delete