First Time | CREAMENO

Pages

First Time

Geeenks, mau tanya, kapan pertama kali diajarkan ortu agar mandiri pergi ke luar rumah seorang diri? πŸ˜† Hehehehe. Gue jadi ingat, pertama kali gue dilepas *ayam kaleee* sama orang tua gue itu waktu gue TK, kebetulan nggak jauh dari rumah gue (beda beberapa blok saja) ada Warung Engko (yang punya minta dipanggil Engko sama warga sekitar karena beliau keturunan Tionghoa). Jarak dari rumah gue ke Warung Engko via jalan kaki sekitar 3 menitan, nggak jauh, kan? 🀣

However, saat pertama kali gue disuruh Ibu beli telur ke sana, gue deg-degan haha. Sebab pesan Ibu panjangg bangat, "Nanti pegang telur hati-hati, jangan pecah. Langsung pulang, jangan stop di mana-mana. Lihat jalan yang benar, selalu awas matanya bila ada mobil motor lewat." -- omaygad, rasanya seperti dikirim ke medan perang, padahal cuma disuruh beli telur doang πŸ€ͺ

Sepulangnya dari Warung Engko, Ibu tanya, "Tadi mampir-mampir, nggak? Tadi Engko bilang apa? Ada kendaraan lewat? Bawa telurnya bagaimana?" πŸ˜‚ Sepertinya Ibu penasaran how the hell anak pertamanya ini finally bisa survive pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Wk. Eniho, bicara soal dilepas sendiri, ternyata saat dewasa, gue kembali alami hal serupa, yaitu ketika gue dilepas pergi ke pasar tradisional (Jeju Island) untuk beli Teokpokki dan Gimbab πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Fyi, di pasar tradisional isinya mostly Nenek dan Ajumma, I mean, orang tua, yang mana mereka nggak bisa berbahasa Inggris at all, while gue, at that time, pakai bahasa Korea masih patah-patah 😭 Ini rasanya beda dengan pergi ke supermarket atau minimart, sebab di dua tempat tersebut, gue tinggal ambil-ambil-ambil, bayar di cashier atau ke cashier mandiri, habis itu gesek card, kelar. Nggak perlu banyak bicara. Ahahaha. That's why, saat si kesayangan meminta gue beli Teokpokki dan Gimbab as a challenge, gue kembali merasa deg-degan seperti waktu gue TK πŸ€ͺ

Gue yang sok berani, terima tantangan dia dan pergi ke pasar tradisional sambil mengingat kata-kata apa yang perlu gue ucap ke Ajumma, "O'rait, kalau tanya harga, bilang igo olmaeyo (berapa harganya)?" ~ Dan lanjut bergumam, "Teokpokki hana (satu), Gimbab hana (satu), Gimmari tuge (dua)." on re-peat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Oh, dan gue cari penjual yang memajang buku daftar harga, karena itu memudahkan gue untuk pesan, pikir gue, bisa tinggal tunjuk semisal Ajumma nggak paham 😜

Kocaknya, sebelum jalan, si kesayangan sempat berkata, "Senyum lebar biar dikasih banyak bonus sama Ajumma Ajumma paham lu nggak bisa bahasa Korea." 🀣 *jaharaaa* And yes, gue senyum betulan genks, begini bentuk muka gue diwaktu menyebut pesanan --- 😁✌ --- dengan gigi kelinci menonjol besar ditemani dua jari bentuk peace sebab gue ingin beli Gimmari dua hahaha. ARGH. Untung Ajumma baik, beliau paham apa yang gue pesan dan langsung menyiapkannya πŸ™ˆ

Si menyebalkan πŸ˜‚

Maju ke beberapa tahun kemudian, si kesayangan yang selama di Bali ke mana-mana selalu sama gue, even pergi with driver tanpa gue pun nggak pernah, akhirnya gue kasih challenge untuk beli makanan. Sebetulnya challenge gue easy, karena gue minta dia ke cafe, which is pekerjanya anak muda, rata-rata bisa bahasa Inggris semua (cafe-nya sering dikunjungi foreigners), tapi karena dia nggak pernah pergi sendirian, dia deg-degan doooong genks hahaha πŸ˜† Padahal sudah gue ucap, "Di Bali kebanyakan orang bisa bahasa Inggris, Hon. Coba check kalau nggak percaya." 🀣

Nah masalahnya, meski pekerja cafe bisa bahasa Inggris, namun menu pesanan gue itu berbahasa Indonesia. Sengaja gue pilih agak susah, apalagi kalau bukan -- PISANG BAKAR πŸ˜‚ Gue penasaran bagaimana dia akan pesan Pisang Bakar di cafe, jadi dengan semangat gue tunggu dia pulang πŸ˜† Beberapa menit berlalu, akhirnya dia pulang sambil senyum sumringah. Wah kayaknya dia sukses, pikir gue dalam hati, dan gue langsung antusias bertanya, "Bagaimana? Gampang?" πŸ™ˆ

And you know what, dia jawab, "Gampang, kan sudah gue tulis di notes, tinggal gue kasih notes ke cashier, sama cashier langsung ditotal." 😱😱😱😱😱😱 OMG, curangnyaaaa. Dia curang banget genks, alhasil dia nggak ngomong apa-apa ke cashier kecuali, "Thank you so much." hahahahaha. Dengan muka menyebalkan, dia ledek gue, "Ini bukan curang, tapi pintarrrr." πŸ˜‘ *pret!* *KZL* Tau begitu tadi gue pesan -- "Nasi goreng pedas pakai telur spesial karet dua." πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Wk.

64 comments:

  1. Hahahahaha....
    lucu banget sih, dan memang benar.... Hyung-nya emang cerdas, kak... bukan curang, kan intinya pesenin sesuatu dan terpenuhi pesanannya. ya kan?

    hahahaha... anak IT dilawan :D

    udah ah itu aja komennya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cih, kaleeean ini yaaa, hahahaha, tetap saja curangggg 🀣 KZL.

      Kenapa sih, dulu uwe nggak kepikiran pakai notes, masih menyesal sampai sekarang hahahahaha. Padahal Google Translate pun ada, sok dihapal πŸ˜†

      Delete
    2. begitulah kalo bukan lulusan IT, hahahaha... atau mungkin dulu masih terlalu fokus pada masalah dan bukan pada solusi (TSAAAHHHH... )

      beuh, mantep banget tuh oe punya kata-kata, hahaha

      Delete
    3. Huahahahahaha, sepertinya begitu, Dy πŸ€ͺ
      Yang penting sekarang sudah agak pintar πŸ˜‚ Wk.

      Delete
  2. Wkwkwk nggak seru banget nih Kesayangan karena ditulis di notes πŸ˜‚. Kan penginnya lihat ekspresi dia pas ngomong ya, Kak 🀣. Nggak aci nih, besok ulang lagi dan yang lebih susah plus nggak boleh pakai catatan 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG LIAAA, apa itu 'nggak aci' 🀣

      *pura-pura lupa* *bahasa lama amat, masih ada yang pakai, kah?* -- jadi ingat jaman bocah main karet sering bilang dan dengar kata 'nggak aci' ahuahahaha πŸ˜†

      Kalau nggak pakai catatan, pasti dia rekam Li, sudah ketebak πŸ˜‚

      Delete
    2. Kata Nenekku ((kata nenek biar Kak Eno berasa tuwir bingit 🀣πŸ€ͺ)) nggak aci itu artinya nggak adil, nggak supportif πŸ€ͺ.
      Aku udah nggak pernah dengar anak zaman sekarang bilang "Nggak Aci" nih πŸ˜‚, kayaknya bentar lagi kosakata ini akan menghilang dari peradaban πŸ˜‚

      Walahh! Niat banget kalau sampai direkam 🀣 curangg, nggak seru ah nggak seru 🀣. Harus spontan disuruhnya mungkin, Kak 🀭

      Delete
    3. beda dikit ya, kalo di sunda mah namanya tuh "teu kaci" atau gak kaci, beda sehuruf ya, haha.. artinya sama, semacam ga boleh gitu deh...

      hahaha

      Delete
    4. Lia: Iya, kakak dulu sering pakai kata tersebut saat main dengan teman-teman hahahaha tapi semakin tuak, sudah nggak pernah dengar lagi, makanya syok waktu Lia tuliskan. Jadi keingat masa muda, jaman kompetitif main game sama teman 🀣

      Well, let's see next time, semoga bisa berhasil yaaaa kakak πŸ˜†

      Delete
    5. Ady: interesting, jadi belajar bahasa Sunda dari Adynura 😍

      Delete
  3. Kalau enggak salah ingat tuh kelas 2 SD. Pulang sekolah biasanya dijemput sepeda sama Ayah, terus karena hari itu beliau ada kesibukan, dari berangkat sekolah udah dibilangin suruh pulang sendiri. Akhirnya memberanikan diri. Menyeberang jalan dengan berlari, lalu keserempet motor. Ahaha. Sejak itu enggak dibolehin lagi pulang sendiri sampai kelas 4. Secemas itu mereka. XD

    Ya, enggak bisa dibilang curang, sih. Memang begitulah cara gampangnya, kasih notes atau kasih unjuk gambar, daripada ribet ngomong bahasa tarzan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, mas Yoga, kenapa dihari pertama langsung keserempet motor, ya ampun, jelas ortu cemas, baru pertama kali disuruh pulang sendiri, eh accident melanda. Kalau saya jadi ortu mas Yoga, saya sudah senam jantung deg-degan 🀣

      Saya ggak kepikiran tulis di-notes, skill survival saya kurang jauh kayaknya πŸ˜†

      Delete
  4. Lha gitu tantangannya ke cafe. Ke lasar tradisional lah. Khan ketemunya sama bu ibu..🀣

    Nasi goreng pedes, telurnya dua, ga pakai micin, kecapnya sedikit, sayurannya yang banyak dan juga dimasak. Jangan lupa sate ususnya 2.

    Nah mending chalalnge nasi goreng kayak gitu aja mbak. Belinya di tukang nasgor grobak..hahahaha 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, tetap survive kayaknya, kan dia bawa notes, jadi mau di pasar atau di cafe nggak jadi soal kata dia, tinggal kasih tunjuk saja notes-nya 🀣 KZL.

      Nah niatan saya mau order yang panjang next time, tapi roman-romannya dia akan record orderan saya semisal saya minta menu panjang lebar, mas πŸ€ͺ Jadi saya harus berpikir challenge lain hahahahaha, kalau ada ide, bisikin yaaa πŸ˜‚✌

      Delete
    2. lain kali tantangannya on the spot aja mbak. saat itu juga. Seolah-olah ga direncanakan. Suruh cari barang yang mbak eno tahu kalau barang itu gada, terus suruh ganti denga barang yang lainnya..wkkwkw

      Delete
    3. Padahal waktu minta pisang bakar itu on the spot mas, hahahaha, cuma dia cukup smart dengan langsung menuliskan apa pesanan saya 🀣 Wk.

      Delete
  5. Saya kalau belanja di LN dan bahasanya tarzan modal nawarnya cuma kalkulator. Tunjuk barangnya lalu kasih lihat kalkulator yang saya isi dengan angka tawaran. Next pedagangnya koreksi kalkulator dengan angka yang dia kasih. Gitu terus sampai ada yang angguk-angguk.

    So bikin rule yang mengharuskan orangnya bicara....

    Moga-moga next time kesayangan terpaksa harus ngomong Indonesia ya *ketawamembahana

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG, nice idea mba hahaha, tapi kalau challenge-nya menawar, itu sudah another level kayaknya. Saya yakin si kesayangan nggak bakal menawar 🀣

      Amiiin mba Phebie, wish me luck πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  6. Biar imbang, harusnya si Oppa minta dibelikan makanan yang ada di pasar tradisional juga, Mbaa πŸ˜†

    Aku jadi mencoba ingat-ingat kembali kapan disuruh mama pergi sendirian waktu kecil, tapi aku nggak ingat samsek 🀣 yang ada kayaknya aku melepas diri sendiri, naik sepeda ke warung untuk jajan πŸ™ˆ

    Jadi mikirin ibunya Mba Eno pasti lebih deg-degan juga yaa kayaknya daripada Mba Eno sendiri, was-was di rumah apakah Mba Eno berhasil pulang membeli telur dengan selamat sentosa wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time akan saya coba mba jika ada kesempatan 🀣

      Wadaw mba Jane berani banget melepas diri sendiri naik sepeda ke warung untuk jajan, hahahaha. Daebak! 😍 Well, Ibu saya pastinya deg-degan, makanya Ibu langsung tanya-tanya setibanya saya di rumah. Wk. Kocak kalau diingat πŸ˜†

      Delete
  7. Ngakak banget pisang bakar sih gampang, terlalu pendek Mba Enoo πŸ˜‚πŸ˜‚ Setuju sama Jane, harusnya si Kesayangan disuruh beli makanan tradisional *dijitak*😁😁

    Aku jadi inget dulu pas kecil, lagi mudik ke kampungnya Ibu, Pekalongan. Aku ke warung sama sepupuku, mau beli sepidol. Terus pas masuk warung, sepupuku entah ngapain dulu, jadi aku yang tanya ke ibu penjualnya.. "Bu mau sepidol warna pink." Eh si ibunya binguuung warna pink warna apa πŸ˜‚ berkali-kali ngasih tau ibunya ga paham, sampe akhirnya sepupuku dateng dan jelasin "pink itu jambon, ini anak Jakarta jadi bahasanya beda" Wkwkwk si ibu be like "ngomong dong dari tadi" πŸ˜‚πŸ˜‚

    Pas di jalan pulang sepupuku nanya "kenapa ga bilang merah jambu aja sih tadi biar gampang" Laah iya jugaaa hahaha ternyata dari kecil sok nginggris πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pikir pisang bakar itu cukup susah, mba Eya πŸ€ͺ

      OMG, saya ngakak, mba Eya sampai ngotot bilang pink, padahal ibunya nggak paham pink itu apa 🀣 Tapi iya siiiih, sepertinya simbah saya pun nggak akan paham jika saya sebut pink, yang ada saya dikira asal sebut warna takutnya πŸ˜† Wk.

      Thank you for sharing your funny story, mba Eya πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  8. Yah, si Kesayangan kan pake gaya cowok kalo belanja... pantas dia menang.. wkwkwkwk... Nggak curang loh.. Tujuan utama praktis dan supaya ga lupa... ternyata ada dampak positif lain, menang challenge/

    Kan saya juga kalau pergi ke warung disuruh si Yayang juga gitu... Daftar belanjaannya aja diserahin, yang punya warung yang nyari barang, dan kemudian tinggal keluarin dompet, bayar, pulang wkwkwkwkwkwk... Kadang tanpa perlu ngomong banyak.

    Kayaknya emang bener, cewek itu suka bikin ribet diri sendiri.. wkwkwkwkw...

    Good job om Kesayangan...wkwkwkw Saya di belakang barisanmu dah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk, iya ugha mas, itu gaya cowok banget yaaaa, apapun pesanan pasangan langsung catat di notes. Asli deh saya nggak kepikiran sampai arah sana 🀣

      Huuuuu, nggak begituuuu keles *sebagai cewek nggak diterima dibilang ribet* *padahal memang iya* hahahahaha. Thank you mas Anton sudah baca πŸ˜†

      Delete
  9. Pergi sendirian waktu kecil tentu pernah kak Eno. Tapi bukan disuruh orang tua. Melainkan aku jalan-jalan sendiri (Baca: Hilang) 🀣 Orangtuaku panik, sampai mau bikin pengumuman di radio saat itu karena dari pagi sampe sore anaknya entah pergi ke mana. Saat itu aku masih TK besar. Untung saja aku ditemukan oleh langganan papa mama, dia mengenali muka aku dan aku disuruh naik becak dan bang becak dipesankan untuk anterin aku ke rumah. Kalau ga ditemuin, aku kayanya entah gimana nasibnya. Soalnya aku ga ngerasa hilang dan ga ngerasa panik cari papa mama gituu. Malah asik main sendiri (saat ditemuin aku lagi main kelereng sama anak-anak di kondangan warga) 🀣

    Pak suamik likiat (cerdik) uga yaaa. Ga pake ngomong tapi nulis. Eh berarti bisa nulis dalam bahasa indonesia kak?? Apa nulis dalam bahasa inggris? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMOOOO, mba Frisca kok bisa sampai hilang, keasikan main sampai nggak sadar pergi ke kondangan warga apa bagaimana 🀣 Itu ketemu anak-anak awalnya mba iseng jalan melipir ke sebuah tempat, kaaah? Hahaha, berani bangat! Terus untung bapak becaknya terpercaya, coba kalau mba Frisca dibawa kabur huhu πŸ˜‚

      Dia cukup paham penulisan dengan huruf Indonesia, jadi dia tau bagaimana menulis pisang bakar πŸ˜† Meski dia nggak tau artinya apa hahahaha. Macam saya dulu, tau cara menulis hangeul Korea, while nggak paham meaningnya πŸ€ͺ

      Delete
    2. Awalnya tu pergi jalan kaki sama mama. Mamaku gendong adekku. Tp ada ketinggalan sesuatu. Mama balik, aku jalan kaki terus ke depan. Mama ga sadar kalo aku tu ga ikut balik. Aku asik sendiri jalan-jalan. Aku ingat aku kaya masuk ke rumah warga. Main sama anak2 mereka. Terus ga lama diajak main kelereng di kondangan dkt situu...Nah di situ langganan papa mama ngeliat aku ngapain main kelereng di sana dan ga ada papa mamaku. Langsung lah dipesan abang becak untuk anter aku pulang 🀣
      Untung bang becaknya baek uga ya hahaha

      Oh I see. Kata adekku yg belajar nulis Hangeul, tulisan hangeul kalo uda apal gampang banget dan dia skrg bisa baca dan nulis tapi ga tau artinya hahaha

      Delete
    3. Oalaaah, kebayang bagaimana paniknya orang tua mba Frisca, pasti pikiran buruk sudah menjalar, dan mulai menyalahi diri sendiri karena kelalaian πŸ™ˆ huhu, untung mba Frisca baik-baik saja dan bisa pulang dengan selamat πŸ˜†

      Eniho, hangeul itu gampang untuk dibaca dan ditulis mba, betul kata adik mba Frisca, tapi untuk dimengerti artinya, nah itu susah susah gampang hahaha 🀣

      Delete
  10. Wkwkwkwkwkwk hrsnya jgn ke kafe yg banyak anak muda mbaa :p. Udh pasti sukses. Lain kali suruh ke warung, naah udh bener pake menu yg panjang sekalian. Biar kita liat, sukses ato gaaa hahahahhaa

    Seruuu juga yaaa saling menantang gitu. :D. Tapi kalo Bali memang banyak yg bisa BHS Inggris sih, even org tua pinggir jalan aku prnh liat ksh petunjuk ke bule nyasar. Hrsnya si kesayangan diksh tugas membeli sesuatu di kota yg ga banyak turisnya :D. Hihihihi

    Aku pertama kali dilepas jalan sendiri ya pas TK. Tp itu sbnrnya ga bisa dibilang aku sukses pergi sendiri. Ya soalnya dulu tk-smu kan 1 komplek. Dan TK nya aku sekolah di TK yg paling Deket Ama rumah. Makanya mama berani. Lagian jalanan komplek aman, securitynya aja banyak di mana2 hahahaha. Ya kemungkinan ada penculikan itu kecil banget :p. Beda Ama kota besar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa nih mba, salah jalan saya, harusnya ke warung atau pasar sekalian, hahahahaha. Saya kira menu yang saya pesan sudah cenderung susah πŸ˜‚

      Agree, di Bali rata-rata bisa bahasa Inggris, jadi sebetulnya dia dilepas sendiri pun bisa survive, cuma awalnya dia parno karena nggak biasa atau mungkin dia sudah terlalu nyaman selalu ada saya yang mengurus segala sesuatunya ketika di Indonesia πŸ€ͺ Padahal saat di negara lain, dia berani ke mart atau pasar sendiri mba, semisal saya minta tolong beli sesuatu, while saya tunggu di penginapan πŸ™ˆ

      By the way, mba Fanny berarti pertama kali betul-betul dilepas jauh itu saat kuliah di Penang, yaaa? Sekalinya dilepas langsung pindah negara πŸ˜† Daebak.

      Delete
    2. Pertama kali yg jauh dari rumah, sbnrnya pas 6 bulan sebelum tamat SMU. Kan ada eksodus besar2an di Aceh Krn waktu itu pemberontakan GAM lagi marak , dan mereka ngancem bakal menculik anak2 staff oil company di Aceh, yg bukan suku Aceh. Jd waktu itu semua pekerja yg non Aceh, pada ngungsiin keluarganya ke luar Aceh.,termasuk aku diungsiin ke Medan Ama papa. Tapi papa mama tetep di Aceh Krn kerjanya ga mungkin ditinggal. Cm pas dikirim ke Aceh, aku sengaja di masukin ke Al-Azhar Ama papa, Krn ini sekolah yg ada asramanya hahahahhaha. Jd tetep sih, aku dilepas tapi dengan pengawasan jauh lebih ketat dr di rumah hahaha. Jadi sepertinya dilepas kuliah ke Penang, memang jd yg bener2 lepas :D

      Delete
    3. Oh God, seram bangettt mba, pasti parno yaaa waktu itu sampai jadi target GAM 🀧 Untungnya mba Fanny baik-baik saja ~ tapi mba Fanny pasti pusing tuuuh harus pindah 6 bulan sebelum tamat SMU, secara tanggung sekali timingnya πŸ™ˆ

      Delete
  11. Mbak Eno challenge-nya kurang detail.
    Mestinya Mbak Eno bilang, pas pesan harus diucapkan "pisang bakar". Nggak boleh tulis di notes, nggak boleh tunjuk-tunjuk di buku menu.
    Emang ini kesayangan mbak Eno cerdas dan memanfaatkan kesempatan dari larangan pakai media apa pun untuk pesan. Ahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak kepikiran sejauh itu sayangnya mba, sebab saya bahkan nggak kepikiran si kesayangan akan tulis pesanan saya di notes 🀣 KEZAAAAL ~

      Doakan next time, saya menang, ya πŸ€ͺ

      Delete
  12. ahahaha...
    Kok ikut gemes ya bacanya yang pas TK.

    Kalau baca yang sama si kesayangan ikut kzl, tapi ada manis-manisnya gitu, wkwkwk

    ditunggu cerita challenge-challenge yang lebih menantang selanjutnya, Mbak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gemas ya, mba Pipit 🀣 Hahahaha. Terima kasih banyak mba Pipit sudah baca tulisan retjeh sayaaa, dan ikut menertawakannya πŸ˜πŸ’• Siap mba, ditunggu ya ~

      Delete
  13. Hahahahaha 🀣 aku ketawa meledak ini 🀣🀣🀣🀣🀣

    Ibuk-ibuk emang gitu ya Kak Eno, kalau nyuruh anaknya beli ke warung suka ribet sendiri. Nanti biasanya kalau belanjaan banyak suka dikasih catatan di kertas hahaha 🀣 Jadi kangen waktu disuruh beli belanjaan banyak awkwkw 🀣 Lucunya kalau pas enggak dicatet suka kelupaan 🀣 Pernah waktu itu Kak Eno, Syifana lupa tadi pesanan ibu minyak merk apa ya? Berapa liter ya? Akhirnya karena nggak mau salah, diselesein dulu belanja yang ingat, hahaha 🀣 Lalu pas sampe rumah, "tadi minyaknya merk apa ya Bu?" Astaga 🀣🀣🀣 Thankfully sekarang udah ada hp canggih, tidak usah pakai catatan lagi, tinggal foto lalu ibu yang tunjuk mau beli yang mana saja. Hahahah 🀣🀣🀣


    Kalo Kesayangan menurutku pintarnya sudah di atas rata-rata Kak Eno 🀣 While superior mungkin IQ-nya? Hahaha 🀣 pan kapan-kapan boleh tuh disuruh beli nasi goreng bumbu rica-rica pakai kerupuk pedasnya nomor tiga plus es jeruknya lima belas hahahahah 🀣🀣🀣

    R sama L kan beda tipis 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Syifana hahahaha, kalau diingat-ingat lucu ughaaa 🀣

      And yes, pasti ada momen saat Ibu titip sesuatu, selama perjalanan kita ulang-ulang apa pesanannya agar nggak lupa. Namun karena satu kejadian, semisal lihat capung terbang, atau lihat apa di jalan, terus ingatan kita buyar πŸ€ͺ KZL BGT sumpah, kadang jadi harus balik rumah untuk tanya ulang ke Ibu apa pesanannya πŸ˜‚

      Saya rasa kepintarannya standar, mba. Wk. Next time akan saya minta menu susah, tapi saya kawatir diam-diam dia rekam suara. Sama juga bohong dong, ya πŸ˜…

      Delete
  14. mba Eno kalo mau challenge-nya lebih menantang minta beli jajanan di kaki lima aja πŸ™ˆ dijamin bakal pusing ditanyain sama abang-abangnya.

    soal main sendiri ke luar saya punya pengalaman memorable waktu kelas 6 SD. masih bocah banget waktu itu tp sudah gagah berani pulang dr mall naik angkot sendiri πŸ˜… sampe rumah Ibu was-was dan ngomel ke ayah soalnya saya dititipin ke keponakannya eh si keponakan malah enak keliling Mall sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Galih hahaha, next time akan saya coba bila ada kesempatan 🀣

      Ya ampun, di mall lebih seram, banyak orang soalnya. Untung mba Galih selamat sampai rumah, itu keponakan Ibu nggak sadar mba pulang sendirian? πŸ™ˆ

      Delete
  15. Seru banget mbak saling menchallenge pasangan begini!!! πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Gumush!

    Tapi kesayangannya mbak Eno emang pintar sekali tentunya, dia pakai taktik anti ribet ribet club! πŸ˜„

    Pas mbak Eno tulis pasang senyum lebar dengan gigi kelinci... Saya jadi ikutan senyum lebar seolah-olah menirukan mimik mbak Eno, lho! Wakakakakakak 🀣 kebangetan terbawa ceritanya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mba, meski deg-degan 🀣

      Taktik para cowok anti ribet club, kayaknya memang saya hobi menyusahkan diri sendiri tanpa sadar, mba πŸ˜… Eniho, terima kasih sudah terbawa cerita saya, rasa-rasanya senyum gigi kelinci versi mba Intan akan lebih manis terlihat 😜

      Delete
  16. Keknya belajar pergi dan pulang sendiri mulai kelas 3 SD, naik bis ke sekolah dan pulang sendiri dari Cipulir ke Barito (main asumsi aja yang puny ablog tau Jakarta Selatan hahahahaha)

    Dan somehow manusia sekarang tuh enak banget gak usah tau jalan ke mana-mana karena sudah ada Google Map. Tinggal nyalain mobil, nyalain Google Map selesai deh hihihi.

    Sorry ini komennya somehow gak connect dan ngelantur ke mana-mana.
    *ngilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa, thankfully, saya tau Jakarta, mas 🀣

      Tapi mas Didut terbilang berani, kelas 3 SD sudah naik bis umum, hohoho, nggak easy menurut saya, apalagi bis jaman dulu pastinya nggak senyaman bis jaman sekarang yang sudah ada busway, etc *asumsi kita seangkatan* πŸ€ͺ

      Iyaaaa, jaman sekarang ada Google Map pastinya gampang mau ke mana-mana hahahaha, kalau dulu, pakainya Ortu Map alias dicoret di kertas πŸ˜‚

      Delete
  17. wakakakakakaka, astagaaaa kungakaaakkkk! :D

    Dari membayangkan senyum manis Eno dan bikin ajumma jadi paham, sampai akhirnya mau ngerjain kesayangan, tapi ternyata dia cerdik hahaha.

    Btw, memang di Bali ada yang ga ngerti bahasa Inggris kah?
    Saya dulu pertama kali ke Bromo, saya notice nya para anak-anak kecil yang pinter banget berceloteh Inggris meski campur-campur.

    Dengan pipi mereka yang merah saking dinginnya, mereka keliatan lihat menyapa para bule, saya pikir di Bali seharusnya semua bisa minimal mengerti bahasa Inggris ya?

    Tapi, meski sesulit apapun, bahasa Inggris memang sedikit banyak dimengerti, karena udah umum, bayangkan kalau bahasa Korea.

    Udahlah pengucapannya luar bisa butuh usaha, pun juga tulisannya beda ama yang biasanya hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyum saya manis ya, semanis gula πŸ€ͺ

      Saya kurang tau ada atau nggaknya mba, sepengelaman saya, hampir semua yang saya temui bisa bahasa Inggris semua 🀣 Mungkin karena banyak wisatawan asing di Bali, jadi masyarakat sudah terbiasa pakai bahasa Inggris pada keseharian mereka 😍 Nah, mungkin setipe dengan Bromo mba, karena terbiasa jadi bisa πŸ˜†

      Hahahahaha eeetapi bahasa Korea mudah jika kita paham hangeulnya πŸ˜‚

      Delete
  18. Baca cerita ini, jadi ngingetin saya pas jaman kecil baca cerita Abunawas. Si Kesayangan memang benar, dia bukan curang tapi cerdik macam Abunawas. Ha ha ha.

    Kalo pertama kali di lepas, itu ada tahap-tahapnya. Pertama pas TK, saat di lepas ke sekolah sendiri. Datang terlalu pagi sampai mesti nunggu gerbang ada yang buka. Pas SMP, pertama kali dilepaa naik angkot sendiri. Jaraknya juga ngga gitu jauh, tapi rasa deg-degan tetap ada. Apalagi pas sopirnya ngambil rute yang agak beda, saya sampai kaget dan bertanya,"ini kau ke mana pak?"

    Ibu di sebelah saya langsung menjawab,"tenang nak, ini cuma ngantar saya ke pelelangan. kamu mau ke sekolah kan?"

    "Iya, bu"

    "Bentar dilewatin kok, di ujung jalan sana."

    Saya jadi malu sendiri saat itu. Apalagi ada satu orang cewek yang tidak saya kenali, juga satu sekolah dengan saya. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abunawas itu yang di kartun Disney Aladin bukan? 🀣

      Wahahaha, saya bisa membayangkan mas, sebab saya pernah mengalami hal serupa, kawatir saat naik kendaraan umum namun nggak lewat jalur biasa. Sudah kepikiran mau diculik, atau bagaimana-bagaimana, kadang kalau sudah begitu, langsung ancang-ancang dan memikirkan segala cara agar bisa stop secepatnya πŸ™ˆ

      Thank you sudah berbagi cerita dan pengalaman, mas πŸ˜†

      Delete
  19. Kalo saya sepertinya waktu kecil gak perlu diajarin mandiri biar bisa keluar sendirian Mba, soalnya saya dan alm kakak biasanya saling mengawasi, kalo sampe ada yang diem-diem keluar sendirian pasti salah satu langsung lapor ke Ortu, dan saya yang paling sering dilaporin hahaha..

    Tapi kalo ke warung pertama kali kayaknya udah gak inget lagi kapan, saking seringnya kelayapan πŸ˜‚ cuma dulu pernah pengalaman pertama kali disuruh ngutang indomie ke warung sesudah magrib, sendirian. Dulu ngomong beli sama yang punya warung aja gak berani eh ini malah disuruh ngutang, bener-bener uji nyali buat seorang bocah hahaha, sialnya pas banget waktu itu jalan ke warung udah gelap tapi lampu jalannya gak nyala wakaka πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti mba Rini yang paling sering kabur yaaaa, bandeeel hahahaha. Biasanya kalau habis dilapori oleh kakaknya mba Rini, ortu akan mengomel, nggak? πŸ˜†

      OMOOO, saya yakin pasti deg-degan banget hahaha. Mana gelap gulita, jadi ingat dulu dekat rumah Ibu ada rumah kosong sudah lama. Terlalu lamanya bahkan reyot di sana sini bangunannya, dan setiap lewat rumah itu, saya pasti lari tunggang langgang mba, ketakutan haha. Alhasil saya lebih pilih berputar meski kejauhan 🀣

      Delete
    2. Ortu udah capek marah-marah kayaknya Mba, udah gak mempan lagi soalnya hahaha.. paling Ibu yang suka geleng-ngeleng kepala sambil menghela nafas panjang setiap mergokin anaknya di rumah orang πŸ˜‚

      Delete
    3. Untungnya sampai tahap geleng kepala dan hela napas saja ya mba, nggak sampai dijewer terus disuruh pulang πŸ˜‚ Ibu saya pun sering begitu, tapi yasudah katanya selama di rumah tetangga yang dekat, Ibu nggak akan larang.

      Cape mungkin mau marah, sudah habis energi duluan πŸ™ˆ

      Delete
  20. 🀣🀣🀣🀣🀣 ya pinter sih emang ngetriknya KakπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ˜‚ coba nanti Kak Eno beneran pesen yang nasi goreng bla bla bla ituπŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time akan saya coba, mba Endah. Hahahahaa 🀣 Wish me luck!

      Delete
  21. wkwkwkwkwkkwk ngakak bagian akhirr mbakkk
    bener kata mba Endah, pinternya nyentrik :D
    ga perlu effort gede buat beli beli di cafe

    kalau aku kayaknya yang aku ingat mungkin waktu SD, tapi seingatku bukan karna disuruh beli belanjaan, tapi karena aku yg belanja jajan. Ini kalo ga salah mungkin waktu kelas 1
    pas udah agak gedean, mungkin kelas 4 an atau 5an, pernah disuruh beli minyak gas ke toko, jalan kalau ngelewati tetangga malu malu gimana, kayak di jadiin obyek omongan gitu, padahal belum tentu juga hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya nggak kepikiran dia akan pakai notes, hahahaha 🀣 KZL.

      By the way, saya ingat semenjak dapat kepercayaan Ibu untuk beli telur, saya jadi lebih berani pergi jajan sendiri ke warung mba. Wk. Dan seperti mba Ainun, kadang kalau lewat rumah tetangga, jadi malu sendiri berasa dilihat πŸ˜‚

      Delete
  22. huahahahahahaha, inovatif ya Mbak Eno. Tinggal sodorin kertas.:))

    Aku ga ingat pertama kalinya kapan, yang ada diingatan ku pas SD sering jalan kurang lebih 100 meter buat ke toko Buku beli bobo, donal bebek kalau gak buku gareng-petruk, Mbak. Sekarang suka aku becandain, kalau dulu hilang gimana ya? hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Super, mba Wulan 🀣

      Omo, sudah lama nggak baca Bobo dan Donald Bebek. Dan padahal itu cuma 100 meter tapi jaman bocah, jarak segitu terasa jauh, ya. What a memory, mba πŸ˜†

      Delete
    2. Waktu sebelum pindah kerja, ada senior yang suka beliin anaknya Bobo. Aku suka pinjam lihat sebentar, Mbak Eno. hahahaha

      Iya dalam ingatan ku jalannya cukup jauh loh, tapi aku kan ga pernah bisa mengira-ngira jarak. Tak cari pakai google maps kemarin, Mbak Eno. Loh loh hanya 100 meter aja ternyata. hahahahahahaha

      Delete
    3. Bobo masih rilis sampai sekarang, mba? 😍 Atau Bobo edisi lama?

      I feel you mba, dulu merasa jarak gang A ke B tuuuh jauuuh, ternyata saat besar, jaraknya jadi biasa. Hahaha. Karena langkah kita saat kecil kan pendek, jadi nggak berasa dekatnya 🀣 100 meter jaman bocah sama kayak 1 km mungkin, mba πŸ˜†

      Delete
    4. Terakhir 2 1/2 tahun-an lalu sih aku nebeng bacanya, Mbak Eno. Itu masih rilis, edisi baru dia.:D

      Hahahaha, bisa jadi karena langkah kakinya pendek jadi berasa gak sampai-sampai ya, Mbak Eno.:D

      Delete
    5. Ohooo, coba nanti saya browsing mba, thank you infonya 😍
      Iyes, menurut saya karena langkah kaki kita pendek mba 🀣

      Delete
  23. Hahaha smart boy.

    Gue udah lupa kapan pertama kali harus keluar sendirian, mungkin saat pertama kali masuk SD. Tapi pertama kali harus pergi jauh itu saat kelulusan SD, ada retreat selama beberapa hari di Kaliurang (iya, sejauh-jauhnya masih di jogja juga wkwk). And you know what, gue nangis sambil liatin mamak saat mobil berangkat x))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, nggak kebayang mas Nugie menangis ditinggal mamaknya πŸ˜‚ Padahal retreat masih sama-sama di Yogya belum pindah kota, mas 🀣 Wk.

      Delete