Household | CREAMENO

Pages

Household

Hola! 😆 How are you, genks? Weekend kemarin gue sibuk main Lego, leyeh-leyeh, menonton new episode Youn Stay sambil quality time sama si kesayangan yang cranky karena gue sibuk seharian ðŸĪŠ Hahahahahaa. Jadi dia request main Lego bareng, which is, bertepatan dengan gue baru dapat ENAM KOTAK Lego dari sohibul gue dihari Jumat cerah, iyaaa nggak tanggung-tanggung, dia kirim enam kotak dengan tema yang gue suka, yaitu Ancient Town Japan / China / Korea 😂 Wk.

Mba gue sampai bengong waktu lihat tumpukan Lego di meja, karena beberapa hari sebelumnya, gue kirim Lego ke some of blogger friends untuk dimainkan bareng anak teman-teman tersebut, dan mba gue celetuk, "Memang begitu mba kekuatan memberi, kita kasih tiga, dapat balik enam." 🙈 Iya juga yaaah, gue nggak kepikiran jauh ke sana, sebab dari awal, gue pure mau beri hadiah, dan nggak sangka langsung ketiban rejeki enam kotak Lego baru yang gue suka 😍💕

🐰🐰🐰

Enihoo, hari ini gue mau berbagi PoV sekaligus jawab pertanyaan teman, soal si kesayangan yang kadang gue tinggal sendirian di rumah ketika gue harus biztrip abroad. Huehehehe, mungkin ada yang berpikir gue tega meninggalkan pasangan demi karir -- atau gue nggak bisa diandalkan untuk urusan rumah karena lebih mementingkan karir gue instead of pasangan 😆 Ya nggak salah kalau ada yang berpikir demikian setelah baca tulisan gue, dan gue bisa memahaminya 😁

Jadi in my case, dari awal, si kesayangan sudah tau gue berkarir - punya usaha - means, ada orang-orang yang gantungkan hidupnya ke gue, dan nggak bisa gue cut begitu saja. Plus gue nggak ada rencana cut apa yang sudah gue bangun hanya karena gue settle down dengan si kesayangan 😉 Pun saat kami berniat lanjut jenjang berikutnyaa, kami bahas semua dengan rinci dalam dokumen jelas, tujuannya agar nggak terjadi sesuatu yang nggak kami ingin ke depannya 🙈

🐰🐰🐰

Gue tanya dia yang intinya apa dia siap hidup bersama gue, yang nggak bisa setiap hari memasak dan akan ada masa dimana gue go abroad lantas meninggalkan dia sebentar --- Dan apa dia siap hidup bersama gue, yang punya prinsip mandiri saat dibutuhkan, even sudah berkeluarga? Disitu dia bilang, dia cari pasangan bukan untuk mengurus dia, sebab tanpa pasangan pun dia sudah bisa urus diri dia sendiri, dan dia ingin cari pasangan yang bisa jadi teman diskusi hingga tua, yang bisa saling support dalam suka duka, karena buat dia, pasangan itu partner kehidupan 💕

Dia bahkan nggak bahas soal masak, bersihkan rumah, endeblablaa, so, ketika gue melakukannya, itu karena gue suka, tanpa paksaan, tuntutan, dan bukan karena kewajiban. Jujur genks, gue nggak tau kewajiban gue pada pasangan gue itu apa, huehehehehe, jadi yang gue pegang hanya~lah apa yang si kesayangan pikir itu terbaik untuk kami berdua 😆 Semacam berusaha dengarkan dia. Dan selama ini, dia nggak pernah mewajibkan gue apa-apa, yang ada justru dia bahas kewajiban dia as always, kewajiban membuat gue bahagia, kewajiban menjaga gue dan lain sebagainya.

Alhasil, kewajiban yang dia sebut itu pula yang gue berusaha lakukan setiap harinyaa ðŸĪĢ Wk. Dan yang gue appreciate dari si kesayangan, dia bisa jaga kepercayaan gue dengan baik, jadi gue nggak perlu kawatir apa dia makan atau nggak, apa rumah bersih atau berantakan, hahahahaha. Omma (Ibunya si kesayangan) selalu bilang ke si kesayangan dari jaman muda, kalau si kesayangan harus jadi anak yang mandiri dan jangan menyusahkan orang lain, apalagi saat punya pasangan, jangan sampai pasangan yang bahagia sebelum kenal dia, jadi menderita setelah hidup sama dia 😅

Gara-gara itu, si kesayangan jadi sering tanya, "Hoon, are you happy with me?" karena dia kawatir, gue nggak lebih bahagia ketika sama dia hahahaa ðŸĪĢ By the way, gue berbagi sudut pandang dan pengalaman ini bukan berarti hidup gue mulus dan always fun. Not at all, sebab gue sama seperti semua orang di dunia ini, pasti punya masalah, cuma menurut gue, hal itu nggak perlu dibagikan, biar nggak pada pusing yang baca. Huehehee. Dan pada akhirnya, gue mengerti apa yang dulu Ibu bilang, bahwa kehidupan berpasangan itu adalah tentang trust, kompromi dan kerjasama 💕

🐰🐰🐰

Nonetheless, gue nggak menganggap cara yang gue pilih ini adalah cara benar, karena setiap dari kita punya cara dan pilihan masing-masing dalam menjalani kehidupan berpasangan 😁✌ Anggap ini satu dari sekian ratus juta cara yang ada, however, satu yang gue yakin, kita semua pasti ingin BAHAGIA --- Tapi kadang kita lupa, bahwa bahagia kita itu dekat (sedekat pasangan dan keluarga kita). Terus gue jadi ingat satu quote dari Marjorie Hinckley yang lumayan 'menampar' gue saat pertama kali baca, "Home is where you are loved the most and act the worst." 🙈

Seriously, ini benar. Karena rasa nyaman, kadang membuat kita lost control dan akhirnya act the worst, menganggap keluarga kita is the only one yang bisa memaklumi kita -- Makanya, gue selalu coba untuk jangan sampai gue act the worst di rumah, sebab gue ingin si kesayangan merasa he is loved the most saat hidup bersama gue hingga tua. Meski ada saat dimana gue kelepasan, tapi jika diukur, part gue as manusia menyebalkan isn't much compare to part gue yang menyenangkan 😜 Lalu sayup-sayup terdengar suara si kesayangan, "Ngeles aje lu macam bajaj!" ðŸĪĢ Wk.

🐰🐰🐰

Eniweis, back to topic, jawaban gue soal si kesayangan ditinggal sendiri tentu nggak masalah -- dia pribadi bilang dia bisa urus diri sendiri saat gue nggak di rumah. Lagipula di rumah Korea lengkap, robot bersihkan rumah ada, makanan gampang, gue pun stock banyak healthy snacks, cookies, etc untuk dia di kulkas. Berhubung di Korea dia kerja dari pagi sampai malam, jadi dia di rumah hanya tidur doang, makan siang dan malam di seputar company, balik jam 8 biasanya videocall gue, then jam 9 sudah siap-siap tidur, besok re-peat kembali pada rutinitas serupa 😂

Dia tuh dulunya super gila kerja, gue pernah cerita kaaaan, orang Korea kerja bisa sampai tengah malam. Jam 9 pm masih pagi buat dia ðŸĪŠ Especially dia programmer, begadang sudah biasa. Mana di company-nya sampai ada kasur lipat yang untuk camping cobaaak. Biar dia bisa begadang dan tidur di sana hahahaa. Kalau ada yang lihat drama Start Up terus para programmer-nya ketiduran di company, nah persis, si kesayangan begitu adanya. Sampai gue kesal, bayangkan jam 5 pagi gue call ternyata dia masih uprek-uprek coding di company dan belum pulang ke rumah 😅

Dia baru berubah setelah settle down sama gue, itu pun nggak gue paksa, dia jadi terbiasa pulang cepat, jam 8 sudah di rumah (ini terhitung cepat, bersyukur teman-teman yang bisa pulang tenggo jam 5/6) 😆 Alasan dia pulang cepat karena ingin makan malam dan spend time berdua, yakeles sudah ada gue, masih ditinggal setiap hari sampai pagi buta (sesekali sih nggak apa), bisa-bisa gue teriak, "Hidup sendiri sanaaaah!" ðŸĪĢ Wk, jadi curhat tanpa sadar, padahal tadi ngemengnya nggak mau berbagi masalah biar nggak pada pusing yang baca ðŸĪŠ hahahahahaha.

🐰🐰🐰

All in all, versi hubungan ideal (romance) bagi setiap pasangan itu berbeda, so, just do what makes you happy. Nggak perlu ikut versi ideal orang lain, and build your own ideal version instead 😍 Yang penting kita jangan terpenjara oleh pikiran kita bahwa versi kita yang terbaik, yang membuat kita looking down pada versi ideal pasangan lain, apalagi sampai bilang, "Kasihan pasangannya di rumah sendirian." atau, "Kasihan dia setiap hari masak sampai nggak ada waktu ke luar." --- no no, nggak ada yang perlu dikasihani, I bet everyone is happy in their own way and choices ðŸĨģ Khay?