Last Journey | CREAMENO

Pages

Last Journey

Awal bulan ini, gue mulai dengan proyek ODOP jebolan kafe MM gagasan mas Rahul bersama lima teman lain, ada Peri Kecil Lia, Veria Sella, mba Frisca, mba Syifana dan mba Eya, yang mana masing-masing dari kami akan kasih satu tema untuk dikocok secara acak 😁 Nah, ternyata, tema hari pertama datang dari Lia berjudul Catatan Perjalanan Terakhir Sebelum Corona ~ Jadi kami diminta cerita, perjalanan apa yang kami lakukan sebelum Corona datang menyerang πŸ˜†

Well, ada beberapa perjalanan gue lakukan before Corona, dan some of 'em pernah gue bahas di blog ugha 😍 However, kala itu, gue hanya tulis soal Manila dan Hong Kong, terus gue jadi ingat, waktu gue ke Hong Kong, virus Corona (yang belum punya nama) sudah tersebar di Hong Kong, namun beritanya belum masuk Indonesia. Gue bahkan baru tau ada virus H-1 keberangkatan dan taunya nggak disengaja. Gara-gara si kesayangan baca berita from Naver Korea πŸ™ˆ

Hong Kong, 2020 πŸ’•

Waiting ~

Salah satu objek favorit gue, Taxi Merah πŸ˜‚

Cute, ya πŸ˜†

Delivery man 😁

As you know, sempat ada demonstrasi besar di Hong Kong, jadi si kesayangan kawatir kalau ituuu akan menghambat perjalanan. Niat hati mau cari info soal demo, ehhh, dia justru masuk ke page yang membahas virus misterius Wuhan (yes, at that time, belum dikasih nama Corona) -- Thank God, berkat page tersebut, kami jadi waspada dan siapkan semua keperluan, include masker dan hand sanitizer (kalau ini always bawa dari jaman baheula), plus tisu basah. Weeew, ternyata even sebelum Corona, semua perintilan sudah available di tas *ketauan gue ribet orangnya* 🀣

Ohya, setibanya di Hong Kong, protokol kesehatan sudah berjalan, jadi kami dicek suhu tubuhnya dan semua petugas mengenakan masker di wajah --- Hanya saja, belum banyak masyarakat pakai masker sebab dari berita yang gue baca, baru 50 orang yang terkena. Padahal 50 itu buanyak ya, tapi ketika itu, maybe mereka pikir cuma virus biasa. Siapa nyana virus jadi besar dan merenggut kebebasan kita. Huhuhu, but gue salut sama Hong Kong, mereka gerak cepat, that's why, situasi mereka sekarang cukup aman, nggak seperti kita yang masih struggling entah sampai kapan πŸ™„

🐰🐰🐰

Eniho, beside Hong Kong dan Manila, sebenarnya ada beberapa perjalanan lain yang gue lakukan dalam waktu berdekatan from December 2019 - March 2020. Means sambung-menyambung jadi satu, genks πŸ˜‚✌ And before that, pada 2019, itu kali pertama gue di Indonesia hanya satu bulan. Biasanya minimal tiga bulan saat summer seasons, tapi justru tahun 2019 gue summer season di Korea. Oh, dan pertama kali pula gue long summer season di Korea, hahahaa, biasanya gue setiap masuk summer, langsung out dari Korea karena nggak tahan sama cuacanya πŸ€ͺ

Summer rasa musim hujan πŸ˜‚ Gloomy abiz.

With love from Jeju Island πŸ’•

Buat yang penasaran dengan summer seasons Korea, terutama Jeju, agak beda dengan Bali yang panas all over the season, dengan angin musim dingin semriwing kiriman dari Australia πŸ˜… Karena summer season di Jeju biasanya sering dapat selingan hujan. Ambyarrr. Kadang sampai ada angin topan. Walau tetap panas, but it's kinda tricky, dan teman-teman mungkin bisa bayangkan, panas ketemu hujan terus panas lagiiih (?) Yang ada jadi nggak jelas antara humid atau kering πŸ˜…

🐰🐰🐰

Back to my last journey before Corona, gue ada visit Malaysia dan Singapura bulan Januari 2020 (setelah dari Hong Kong) tapi hanya 4 hari untuk urusan business, jadi nothing special πŸ˜‚ Kecuali bisa makan Nasi Lemak di Rich Papa dan borong Theramed pasta gigi yang gue suka ahuahaha *nggak penting bangat!*. Selain itu, kalau mau ditarik lebih ke belakang, gue sempat back to Sa Pa sama si kesayangan bulan Desember 2019 sebelum lanjut ke Hong Kong. Kiw kiwww kiwww.. bisa dibilang, salah satu kota yang gue suka di kawasan Indochina adalah Sa Pa 😍

Rasanya selalu ingin balik sana, meski kotanya kecil, jauuh di ujung, namun selalu menyenangkan, especially saat musim dingin *sambil berpelukaaan* πŸ˜† Fyi, the only kota yang kadang dapat salju dan punya suhu udara under 0 derajat di ASEAN itu Sa Pa. Though negara-negara ASEAN dikenal sebagai negara tropis dengan dua iklim (panas hujan), namun di Sa Pa, kita bisa merasakan dingin yang mengigit hihihihi ~ gue pribadi di Sa Pa biasanya keliling danau, duduk-duduk di cafe, beli es krim terus main ke taman. Macam dua orang tuak sedang menikmati masa-masa pensiunan 🀣

Buat yang mau tau kota kecil Sa Pa seperti apa 😁

Anak-anak sekolah Sa Pa πŸ‘­πŸ‘­

Buat yang mau ke Sa Pa, cari tiket direct flight Jakarta - Hanoi, biasanya kalau promo, PP around IDR 1.500.000, habis itu lanjut naik bus atau sleeper train (buat yang mau coba naik kereta dengan kasur ala kereta Russia) 😁 Dan siapapun yang mau ke Sa Pa, makesure always bawa baju hangat karena meskipun bukan saat musim dingin, di Sa Pa suhu udaranya labil parah hahahaha. By the way, gue sempat ke Surabaya saat perjalanan pulang (transit Malaysia). Jadi itu kali pertama gue turun di Juanda International Airport, dan tau bagaimana situasi imigrasi Juanda πŸ™ˆ

Selama ini, gue selalu via Ngurah Rai atau Soekarno Hatta (jarang-jarang), so, ketika gue pertama kali turun di Juanda, rasanya interesting, kebetulan gue satu pesawat dengan para TKI yang kerja di Malaysia. Kata salah satu mas TKI, mereka pulang karena habis kontrak, dan ketika gue sampai di arrival gate, gue lihat banyaaaaak sekali keluarga dari para TKI yang sudah menunggu di depan. Hehehehe. Mereka langsung berpelukan. While gue bergegas masuk ke mobil jemputan πŸ˜†

Cute coffee shop in Surabaya 😍

Sudut favorit gue πŸ˜†

Sayang gue lupa namanya 🀣

Yes, gue mampir Surabaya karena harus ketemu partner gue esok harinya, dan meski hanya satu hari di sana sebab after meeting gue langsung bertolak ke Bali, gue sempat visit satu coffee shop lucuuuuk di Surabaya πŸ˜‚ Jujur gue nggak ingat namanya, tapi gue punya fotonya. Yang gue suka, coffee shop ini punya interior sangat homeeey, which is membuat gue betah hehehehehe 😍

🐰🐰🐰

After that, gue lanjut perjalanan ke Manila (Filipina) untuk urusan di BGC (Bonifacio Global City - semacam business district seperti SCBD) yang sempat gue ceritakan pada post lama. Dan keadaan saat itu, sudah ada Corona di Indonesia namun baru 2 orang, dan gue putuskan tetap berangkat, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di Filipina. Berhubung presiden Filipina cukup strict, jadi semua orang betul-betul patuh pada aturan yang diberikan πŸ˜‰

Yang pakai baju merah jangan sampai lepas πŸ˜‚ *lawakan Dono*

Sunset time πŸ’•

And thankfully, jadwal pulang gue tepat 1 hari sebelum lockdown total di Filipina. Gue langsung karantina mandiri selama 14 hari di rumah, yang keterusan sampai 6 bulan, sebelum akhirnya gue berani ke luar rumah untuk ke supermarket demi ikut mba gue belanja bulanan πŸ˜‚✌ Dipikir-pikir, perjalanan gue mostly related to biztrip yang diselingi yalan-yalan singkat, dan begitu~lah Catatan Perjalanan Terakhir Sebelum Corona versi gue 😁 Wk. Doakan semoga Pandemi Corona cepat hilang, agar gue (dan kita semua) kembali bisa beraktivitas normal πŸ˜πŸ’•

Bagaimana dengan catatan perjalanan terakhir teman-teman? πŸ˜†

76 comments:

  1. selamat ya buat even odofnya, kalau saya sih justru malah ke yang nyata kalau blogger sungguh bikin pening pala barby karena belum tentu mereka mahu menerima saya menjadi grubnya yang ada ditendang duluan. buktinya ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Tari, kalau mau ikutan event ODOP gampang kok, bisa langsung masuk forum MM, di sana siapapun bisa ikutan ODOP (mas Rahul open for public), jadi nggak ada yang nggak akan menerima mba Tari apalagi sampai menendang πŸ˜‰

      Mba Tari sudah masuk forum MM belum? 😁

      Delete
    2. Yoii.. justru saya berharap Tari segera bisa bergabung dan aktif...Sudah dicoba login lagi belum yah. Sampe sekarang saya bingung kenapa Tari kok nda bisa login padahal yang lain bisa...

      @Eno : sudah terdaftar cuma katanya Tari ga bisa login.. padahal pas saya login pakai akun Tari bisa.. Masalahnya masih misteri.. wkwkwk

      Delete
    3. Mungkin mba Tari belum tau cara login, mas. Semisal mba Tari bingung, tanda login ada di atas, nanti klik saja terus mba Tari bisa masukkan username yang mba Tari gunakan beserta password yang mba Tari terima di email mba 😁

      Apa karena masalah password, mas?

      Delete
    4. Belum tahu pastinya tapi bisa jadi karena masalah cache di perangkat Tari..πŸ˜”

      Cuma nda ngerti soalnya dah dicoba dari saya dan seorang kawan tuk login pakai akun Tari, semua bisa..jadi dugaan di cache perangkat..πŸ™„πŸ™„

      Delete
    5. Oh I see, bisa jadi karena cache berarti hehehehe 😁
      Semoga mba Tari bisa solve the problem, yaa ~

      Delete

    6. Liburan disituasi Corona memang membuat hati dak Duk ser, namun kalau untuk kesehatan kenapa gak ??? Seperti yang dilakukan keluarga Minggu depan selain acara ngunduh mantu kakak juga karena untuk penyembuhan . Dan maaf, mbak Eno saya yang di voting artikel usul minta ada nulis lagi khusus voting rendah kayak saya dan 5 orang teman itu.


      Delete
    7. Ya mba, yang penting semua mematuhi protokol kesehatan. Semoga lancar acara ngunduh mantu kakaknya mba Tari, dan proses penyembuhan mba 😁

      Itu maksudnya, mba Tari usul untuk saya buat CR Challenge khusus peserta yang votingnya rendah? Hehehe, bagaimana kalau mba Tari kembali ikutan CR Challenge #3 saja pada bulan Maret ini? Sebab uang untuk hadiahnya nggak ada jika harus buat CR Challenge khusus tambahan seperti request mba Tari. Maaf ya πŸ™ˆ

      Delete

    8. Saya gak minta hadiah, saya cuma pengen tahu cerita saya menggena di hati mbak Eno apa tidak itu saja dan kalau dibilang blogger tidak juga soalnya saya ngeblog cuma buat penyembuhan . Dan ??? Itu blog kan nantinya juga buat dokumentasi pribadi keluarga saya dan keluarga baru saya nantinya. Terima kasih

      Delete
    9. Mba Tari, mas Anton pernah bilang, kita menulis untuk diri kita, bukan untuk membuat orang lain senang. Jadi mba Tari kalau bisa jangan fokus untuk membuat tulisan yang mengena di hati saya. Hehehe. Buat saya, semua tulisan teman-teman bagus, dan punya meaning masing-masing termasuk tulisan mba Tari 😁

      By the way, semua orang yang menulis di blog, disebut blogger kok mba, termasuk mba Tari juga. Dan bila tujuan menulis mba Tari adalah untuk penyembuhan plus dokumentasi pribadi keluarga mba Tari, then keep it up πŸ₯³

      Jangan berhenti di tengah jalan hehehe, agar proses penyembuhannya bisa sempurna mba. Semoga apapun sakitnya mba, bisa segera disembuhkan πŸ˜‰

      Delete
  2. Siapa yang nyangka juga ya Kak Eno? Virus corona yang sekarang bisa seganas ini. Apalagi waktu awal-awal, aduh aku riweh banget liat di timeline twitter pada bilang INDONESIA KEBAL! buahahaha 🀣🀣🀣 Virusnya pada takut sama netijen 🀣

    Kalau Kak Eno ke Filipina, aku masih di dalam kelas Kak Eno, sedang mengerjakan soal US waktu denger berita ada dua orang di Indonesia yang positif. Terus habis itu, nggak nyangka aja ternyata itu minggu terakhir Syifana pergi ke sekolah ketemu teman-teman.
    Waktu itu kalau tidak salah bulan Maret, ya Kak Eno?

    Btw, kalau biztrip gitu Kak Eno seringnya sendiri atau ditemani Kesayangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada yang sangka pastinya, mba ~ karena semua berpikir, mungkin hanya virus biasa. Ditambah Indonesia agak belakangan report positive case πŸ™ˆ

      Well, that's life, dari situ kita belajar untuk menikmati waktu yang kita punya bersama teman-teman dan keluarga. Ini salah satu pelajaran berharga buat saya, semoga next time jika ada kesempatan kumpul, mau enjoy every little moments bersama siapapun yang ada di sekeliling saya hehehehe 😍 And yes, awal Maret, mba 🀧

      Saya mostly biztrip sendiri karena si kesayangan sibuk dengan pekerjaannya hehehe. Tapi sometimes dia ikut kalau pas dia ada break, atau seperti awal Corona kemarin, dia ke Indonesia karena case di Korea meroket tajam sampai ribuan, mba 😞

      Delete
  3. Paliiing favorit sama postingan kak Eno yang jalan-jalan dengan banyak foto tempatnya (tapi sueeer, tulisan diluar tema traveling jg paporit kok,he..)

    wah, jadi sebelum musim koronces itu kak Eno sempet ke beberapa tempat dulu ya, kayak diburu-buru gitu ga sih?

    btw, kafenya meunaaarik sekali. di Bandung jg ga kalah menarik lho *trus aku jadi pengen foto-foto kafe juga, hahahaha...

    special request: banyakin postingan traveling, ahahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. HILIIIH bisaan. Nggak apa-apa kalau tema lain nggak paporit, saya paham πŸ˜‚

      Nggak diburu-buru Dy, memang sudah schedule dari sebelum tau akan ada Corona, makanya yang sampai Maret (Manila) itu nggak bisa batal πŸ˜… Baru deh, setelahnya batal semua, mana banyak yang sudah saya siapkan tiketnya, termasuk jadwal ke Sydney sama Melbourne, Korea, Jepang dan China πŸ™„ Amsyooong, wak!

      Iyeeees, cafenya gumash yaaaah, hahahaha, di Bandung kan rajanya cafe, berderet di mana-mana ada. Pasti banyak yang keren di sana πŸ˜‚ Dan kalau Ady yang foto, sudah terjamin keindahannya. Ya ayo atuh foto-foto di kafe ugha 😍 Jadi ingat sama Hummingbird yang fenomenal, dulu awal mereka buka, sempat ke sana πŸ˜†

      Adaaaa banyak foto travelling yang belum dirilis, tapi malas euy edit-nya. Wk. Padahal niatan mau cepat-cepat selesaikan regional ASEAN such as Laos dan Brunei, sebelum pindah Nepal, dan negara-negara lainnya 🀣 Keburu berkerak tuh foto-foto di folder hahahaha. Doakan mood segera muncul, yaaa. Mager tau tulis cerita perjalanan, bawaannya jadi baper karena nggak bisa ke mana-mana 😒

      Delete
    2. Kak Eno,, inget ga kalo beberapa waktu lalu jg balasan komen kak Eno pernah kayak gitu jawabannya? persis... lagi susah cari mood, padahal udah liwat sebulanan lebih mungkin, hahahaha...

      yok ayook.... edit ediiit fotooo... kuingiiiiin.. kak Eno nulis traveling lagiii... 🎢🎡

      Soon kak, soon... bentar lagi kita bebas untuk traveling lagi. (((kita)))

      tapi gpp kak Eno, ga harus ngepost soal traveling terus kok, kan aku mah suka sama semua tulisan kak Eno, favorit semuanya, ,aheuy, hee....

      Aku tuh ya udah menempatkan persona kak Eno layaknya selebriti, jadi kalo misalnya kak Eno ke Bandung sama hyung kesayangan, aku akan tereak-tereak (dalam hati--karena jaim dong) dan minta foto bareng

      HAHAHAHAHA...

      Delete
    3. Huahahaha, mood editing ini memang susah banget dipupuk 🀣

      Karena proses harus oprek-oprek folder, pilih foto mana yang mau dipasang, pindah ke hape, edit, lalu pindah lagi ke laptop. Omaygad, menyerah saya πŸ€ͺ Doakan soon ya, prediksi WHO bulan April mulai membaik sebab grafik Corona sudah turun cukup signifikan. Hehehe. Biar semangat editing karena ada harapan bisa liburan πŸ˜†

      Woooh, nggak salah tuuuh? Selebriti dari Hong Kong hahahaha. Please jangan sampai teriak-teriak kalau kita berjumpa. Takut dilihat orang 🀣 Wk.

      Delete
  4. Kalau semisal Filipina lockdown pas mba eno masih disana mungkin nggk sih mba?? Kalau turis2 gtu kan harusnya dikasih tau yah kalau ada event besar negara yg dikunjungi?? Iyah nggk mbak?? πŸ€”

    Last journey saya brrti... Curug putri kemarin 🀣🀣. sekitaran daerah Anyer... itu pun pergi karena nekat dan yakin aja semoga coronce nggk nempel ke kita... *keyakinan yg sesat. Jangan ditiru yaw...

    Harusnya kemarin tak ikutan aja yah mba.. tapi eventnya perhari yah mba..?? khawatir nggk catch up karena lagi shift malam... heheh.. jadi tim hore2 aja..


    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin saja mas, sebab saya tau kalau esok harinya akan lockdown itu dari iseng browsing di internet. Semisal nggak browsing, saya pasti terjebak kemungkinan besar nggak bisa pulang entah sampai kapan πŸ˜† That's why, saat lakukan perjalanan ke sebuah negara, kita perlu sesekali baca news related the country, mas ~

      Curug Putri bukannya after Corona? πŸ˜‚ Kalau yang before Corona mungkin ke Jakarta kali ya, mas. Untuk berangkat kuliah 😍 hihihi. Eniho, nggak apa-apa jika mas Bayu sibuk dan nggak bisa ikutan. Kaaan mas Bayu bisa tetap berbagi cerita lewat kolom komentar πŸ˜† Apalagi mas Bayu komentar di blog saya setiap hari, sudah macam ODOP versi ODOC (One Day One Comment) 🀣 Wk. Makesense, rite?

      Delete
    2. Oalahh ini cerita ttg before coronce toh ... hahaha πŸ˜…πŸ˜….. nggk nggeh..

      Duhh serem banget yah kalau semisal smpe keikutan lockdown.. tpi kalau ke lockdown sama kesayangan mah yahh setahun juga nggk berasa kan ya mba?? Wkwk 🀣🀣

      Delete
    3. Beuuuh kalau lockdown-nya di negeri orang pasti berasa mas Bayuuu πŸ™ˆ

      Kan di sana nggak ada mba, berarti masak sendiri, terus harus sewa tempat tinggal jangka panjang, waow waow hahahahaha, nggak kebayang πŸ˜‚

      Delete
  5. Saya sebenarnya agak malu kalo dibilang itu gagasan saya. Ha ha ha. Saya cuma mau nyoba-nyoba tantangan ini, tapi ngajak teman-teman yang lain biar seru, rame. Eh tau-tau yang ikut lumayan dan mau tidak mau saya mesti menginisiasi antusiasme teman-teman. Keren euy. Saya kira ngga ada yang minat. Ha ha ha.

    Baca cerita ini jadi de javu, soalnya beberapa waktu lalu sempat baca ulang beberapa tulisan kak Eno dan salah satunya itu tentang Sa Pa. Ngga kebayang kalo mesti hidup di sana, kena pendingin ruangan 16 derajat aja kadang sudah ngga tahan, apalagi dibawah 0. Bisa sakit saya. Ha ha ha.

    Baju merah jangan lepas, baju merah jangan sampe lolos. Ha ha ha. Lawakan Warkop DKI banget ini mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, pasti banyak yang ikutan mas, ayooo buat yang seru-seru lagi hihihi, saya siap memeriahkan dan jadi team hore-hore πŸ˜† And to be honest, it's fun bisa menulis dengan tema yang ditentukan oleh teman-teman lainnyaaaaa 😍

      Oalah, pasti mas Rahul baca ulang Sa Pa untuk jawab quiz Where Am I, yaaa? πŸ˜‚ hehehe. Kalau suhu minus 0 harus pakai padding mas biar nggak sakit. Selama padding yang digunakan bagus kualitasnya, badan tetap hangat 😁

      Iyaaaa saya pakai lawakan Dono 🀣 Wk.

      Delete
    2. Saya baca ulang Sa Pa saat itu karena memang nyari jawaban ikut quis. Tapi yang paling terakhir karena memang lagi nyari bacaan travel. Ha ha ha.

      Kalo misalnya ODOP 0.1 sudah kelar dan lancar, saya pengen ikutan lagi ODOP 0.2 tapi yang nge-handle orang lain, biar ada kebaruan dari segi sistem maupun aturan

      Delete
    3. Kalau mau cari bacaan travel seru yang fotonya cakep-cakep, mas Rahul bisa main ke blog mba Justin dan mas Gepeng, dijamin puas hahahahaha πŸ˜‚

      Amiiiin, sistem yang sekarang pun sudah okay banget koook 😍

      Delete
    4. Iya, saya tau dan sering main juga ke blog kak Justin. Kemarin sempat dikirimin buku juga. Tulisan dan fotonya keren-keren euy.

      Wiih, cant wait for ODOP 0.2

      Delete
    5. Indeed, selalu seru baca cerita mas Justin dan mas Gepeng πŸ˜†
      Eniho, soal ODOP, mungkin bisa dirutinkan setiap bulan, mas 😜

      Ambil 5 atau 7 hari dalam satu bulan untuk ODOP project 🀣

      Delete
  6. Aku sebelum corona belum traveling lagi, untungnya sudah ke mall πŸ˜†. Dan, rekor baru hampir 1 tahun nggak ngemall, tapi uang buat ngemall udah berpindah ke shopee dan toped wkwkw.

    Btw, Fotonya cakep-cakep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, mall-nya jadi mall digital ya, mba πŸ˜‚
      Terima kasih untuk apresiasinya mba Swastikha πŸ˜πŸ’•

      Delete
  7. barusan ke bandung dan Jepang, (read: tulisan Lia, kak Friska, dan Kak Eya) sekarang tiba di berbagai negara asia yang kak Eno kunjungi. Aku tertarik sama kota Sa Pa itu kak, jujur aku juga baru tau bagian dari wilayah ASEAN ini bisa kena salju juga, dan barusan aku sempet cari tau sebentar soal kota ini, hihihi kayaknya suasana kota Sa Pa adem dan cozy gitu ya kak >< bisa jadi destinasi liburan baru nih "kalau" coronce ini sudah berakhir heuuuu

    Aku gak punya catatan liburan terakhir kak hahahah, bisa dibilang karena dari tahun 2019 kemarin masih sibuk ngurus tugas akhir dan gak kepikiran buat liburan wkk, terakhir kali itu ke bandung dan bogor, well ini pun bukan liburan sih.

    Thank yay kak Eno untuk catatan perjalanannya, asik banget lah seperti biasa perjalanan kak Eno ke berbagai kota di negara Asia. Semangat ya kak buat ODOP Challengenya!!! ;3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo ke Sa Pa mba Reka, hihihi, iya bisa kena salju kalau suhunya drop total, tapi meski salju jarang turun, suhu udara always dingin mengigit di sana 😍 And yes, kotanya kecil, namun cozy, cocok untuk traveler yang liburan untuk healing πŸ˜†

      Semoga nanti setelah Corona hilang, mba Reka bisa mulai catatan perjalanan setelah Corona yaaa. It's okay bila sebelum Corona nggak ke mana-mana, nama pun mba Reka sibuk dengan urusan perkuliahan 😁 hehehe. Sama-sama mba, terima kasih banyak sudah membaca catatan perjalanan terakhir saya πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  8. Wah foto di Hongkong, yang mas-mas bawa kantong (kayaknya isinya kotak kue yaa) dan balon-balon itu menarik perhatianku banget. Balon-balonnya cute, kayaknya ada balon besar berbentuk Ant-man yaa? Apakah mas ini bawa lagi bawa hadiah buat surprise ke orang tersayangnya yaa

    Aku baru denger kota bernama Sa Pa, Mba Eno. Googling dan lihat rate hotel bintang 3 seharga 300ribuan, kayaknya ga jauh sama Indonesia yaa biaya hidup di sana? Kotanya walaupun kecil tapi cantik dan terlihat syahdu karena enggak banyak orang.

    Seperti biasa, ga bosen aku mah memuji foto-foto Mba Eno, cakep cakeeep... Paling suka foto pas Korea lagi mendung dan berkesan gloomy.

    Bener yaa siapa yang sangka corona akan berlama-lama kasusnya. Inget dulu pas baru awal-awal masuk ke Indonesia pun, aku sempat berpikir mungkin lebaran sudah membaik. Ealaaah ternyata wkwkwkwk πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Eya perhatian bangaaaat, saya bahkan nggak sadar ada balon Ant man hahahaha. Iya mba sepertinya, mas-mas itu mau kasih kejutan untuk seseorang yang dia sayang, dan dia nggak malu yaaa bawa balon sebegitu banyak 😍

      In general, biaya hidup di Sa Pa (Vietnam) nggak jauh beda dari Indonesia, bahkan rate uangnya lebih rendah dari kita. Jadi semisal mba Eya ke Vietnam, nanti berasa tajir karena rate-nya hampir double rate kita πŸ˜‚ And yep, makanan murah, banyak penginapan murah ugha jika mba Eya mau yalan-yalan, coba ke Vietnam πŸ˜†

      Duuuh terima kasih mba Eya yang selalu memuji foto-foto saya, jadi GR kaan saya dibilang cakep sama mba Eya *eh maksudnya foto saya* Wk 🀣 Eniho, Korea saat gloomy tuuuh cantiiiik sekali pemandangannya 😍 Mungkin mba Eya akan jatuh cinta, if one day datang dan melihat langsung dengan mata mba Eya πŸ™ˆ

      Sama mba, dulu saya pikir, summer sudah hilang. Ternyata setahun lewat, masih tetap ada virusnya. Huft. Semoga secepatnya bisa hilang πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  9. aduuh...semua cerita berusaha dimasukkan jadi satu. panjang banget ueyy...hahahaa
    ehm..sebelum corona aku kemana yaa. yang pasti bulan agutus 2019 ke bandung sih. (Mau pamer ke yang lama ga ke bandung)..padahal cuma jalan-jalan santai di braga..wkwkwkwk

    ini tema last journey udah kelar untuk hari ini aja yaa?
    atau gimana mbak eno..?
    baru hari ini dapat ide buat nulis, walaupun bisa masuk ke cr 2 kemarin. tapi yaa gara2 kemarin belum dapat idenya...hahhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu ngopinya di carpentier kitchen yaa mbak eno..?hehhehee

      Delete
    2. Maaf mas bila kepanjangan, hahahahaha 🀣

      Me me meee, sudah lama nggak ke Bandung. Kangen sama Braga. Padahal taunya cuma daerah situ situ saja. Makanya waktu Lia bahas Bandung, saya buta total. Ternyata banyak tempat baru di sana πŸ™ˆ Wk. By the way, tema last journey itu tema kemarin, namun jika mas Rivai mau ikutan menulis, silakan. Saya siap membaca 😍

      Delete
    3. Bukan Carpentier Kitchen mas, namanya pakai coffee kalau nggak salah πŸ˜†

      Delete
    4. Bandung arah lembang sudah banyak berubah mbak eno. Banyak tempat wisata baru...hehehhehe

      ndak usah mbak eno. Udah ganti tema. Ga enak kalau telat dan nyusul..hehhehe
      Malah kepikiran untuk ikutan CR challange..semoga aja temanya ga berat biar aku bisa ikutan. Kemarin baru kepikiran mau nulis apa setelah semuanya selesai..hehhhehe

      Delete
    5. Iya ih, ingin sekali ke sana one day 😍

      Well, tema CR Challenge nggak pernah berat kok mas *eakh* -- semoga nanti mas Rivai bisa ikutan CR Challenge yang bulan Maret, yaaaaah πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  10. Huaaaa Kak Eno sibuk sekali yak sebelum corona menyerang πŸ˜‚ kayaknya nggak bisa diem soalnya bentar-bentar ada biztrip 🀭. Sering ngerasa capek nggak sih, Kak? Atau lebih sering merasa fun?

    Anyway, aku kira foto yang ada Si Kesayangan itu di venezia indoor Macau lho wkwkwk kayak tempat syuting BBF itu. Ternyata itu di Filipina ya πŸ™ˆ dan kok airnya bisa hijau dan jernih gitu? Ini 1 area tertutup gitu ya lokasinya?

    Cafe yang di Sby-nya beneran homey banget desainnya 😍, aku suka banget kalau lihat desain cafe yang seperti ini apalagi ditambah tone editan Kak Eno, jadi makin cantik fotonya euyy 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Capek obviously hahahaha, kalau ini badan nggak bisa bohong, Li πŸ˜‚

      Tapi tetap fun hehehehe. Kakak suka negara-negara ASEAN dan nggak bosan untuk keep coming back again and agaiiiin. Mungkin karena ke sana tujuannya nggak pure liburan, jadi banyak tempat yang kakak kunjungi itu adalah tempat lokal atau business district. So, seru banget bisa melihat lebih dekat aktivitas orang-orang saat kerja 😁

      Bukaaaan, Venezia Indoor Macau agak beda hahaha. Ini di Filipina, Li. Airnya memang hijau dan jernih, karena ini ada di dalam mall dan komplek apartment mevah 🀣 Bagus tempatnya, kalau Lia ke Manila mungkin bisa mampir πŸ₯³

      Ihiiiy senang jika Lia bisa turut merasakan ke-homey-an cafe-nya. Hahaha. Seriously, aslinya pun sangat homey dan buat betah duduk lama-lama πŸ˜†

      Delete
  11. Aku penasaran, Mba Eno pernah pada satu titik bener2 jenuh di rumah ga sih selama covid ini? Karena kan bertolak belakang bgd sama hari2 Mba Eno sebelumnya yg selalu keliling berbagai negara kaya ini..

    Eh aku baru tau ternyata di Asean ada tempat yg bersalju seperti Sa Pa. Kurang jauh nih aku mainnya sampe baru denger. Hheehe..

    Btw canal yg di bisnis distrik Manila yg di foto di bawah itu kaya di Hongkong ya Mba. Awalnya aku kira itu di Hong Kong. Ternyata di Manila yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah mba, tapi nggak lama, hanya tiga puluh menit mungkin, atau nggak sampai segitu. Sering diganggu si kesayangan jadi rasa jenuh teralihkan πŸ˜‚ KZL.

      Iya ada mba, tapi nggak sering turun saljunya hahahaha, however suhunya memang drop bisa sampai minus 0, cuma saljunya lucky-luckyan 😁 And yes, banyak yang bilang mirip Hong Kong atau Macauuu, tapi itu di Manila mba πŸ˜†

      Delete
  12. wah, jadi ikut tertantang juga.. *main nyamber aja kek kelakuan netijen* πŸ˜†

    bikin postingan soal last trip juga, aahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, ayo mas Zam post soal last trip-nya 🀣

      Delete
  13. Huaaaa seneng baca post ini karena disuguhkan foto-foto cantik ala kak Eno.
    Terus aku baru tau loh Sa Pa ini bisa nol derajat di musim dinginnya. Mungkin karena posisinya uda agak ke daerah sub-tropis kali ya *asbun

    aku salfok juga tuh sama kaya kak Eya. Itu mas-mas kayanya lagi mo bikin surprise ulang tahun hihih

    BTW, yang sungai kecil di foto terakhir itu bikin inget sama suatu mall di Hong Kong deh. Aku pernah tuh ke mall yang ada sungainya di tengah-tengah. Tapi indoor hihih lucu.. Kalo ga salah namanya little venetian apa yak. Hmm lupaa eh apa jangan-jangan itu di Macau. Ah entahlah. Antara dua itu πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul mba, nggak asbun kook, posisinya kan menempel border China, dan ada di lereng gunung tertinggi di Indochina. Jadi suhunya memang drop πŸ˜†

      Sepertinya, mas-mas itu mau kasih surprise untuk mba-mbanya. Entah mba-mba yang mana hahahaha, tapi dia kelihatan sweet, mau-mauan bawa balon sebegitu banyak 😍 Eniho, banyak yang bilang mirip Hong Kong atau Macau, mba. Tapi yang di atas itu di Manila. Terus posisinya ada di outdoor, meski dalam komplek mall 😁

      Delete
    2. Jadi ingin ngunjungin sa pa juga kalau punya kesempatan hehe

      Iyaa sweet sekali mas-mas itu

      Haha banyak yg blg mirip jg ya
      Habis pas liat itu, aku jadi keingetan mall yg pernah aku kunjungin yg mirip gituu

      Delete
    3. Ayooo mba berkunjung ke Sa Pa πŸ˜†

      Iya, di atas ada beberapa yang komen mirip mall di Macau atau Hong Kong, dan memang betul ada mall serupa tapi kalau yang Manila ini versi outdoor-nya 😍

      Delete
  14. Perjalanan terakhir sebelum negara api menyerang pas sincia 2019, aku dan keluarga ke Bali mengunjungi adikku sekalian liburan, Mbak Eno. Pas sincia 2020 adik aku yang ke Jakarta. Abis itu blas sampe sekarang belum ketemu lagi, padahal bisanya dalam 1 tahun bisa ketemu 2-4 kali. huhuhuhu

    Setelah divaksin ada angin segar nih, Mbak Eno. Di beberapa IGD dan rumah sakit sudah mulai bisa membuat nakes napas sedikit ga jor-joran seperti sebelumnya. Semoga semakin membaik ya, Mbak Eno.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu, sedih banget yaaa sudah setahun nggak ketemu keluarga. I feel you, mbaaa ~ semoga soon kita bisa kembali berkumpul dengan keluarga tercinta.

      Yes, saya baca berita, katanya sudah mulai membuat nakes sedikit bernapas, semoga semakin banyak yang menerima vaksin dan kita bisa 'bebas' πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  15. Kenceng juga ya mbak jalan-jalanmu hahahaha
    Selama menikah malah kami belum pernah jalan-jalan ke luar negri, setahun setelah menikah istri malah ngajak mamanya ke Jeju dan pas aja setelah itu hamil. Waktu itu jalan-jalan ke Jeju sebagai 'hadiah' soalnya aku merenggut teman jalan-jalan ibu mertua sebagai istri. HAHAHAHAHAHAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan, mas Didut πŸ˜†

      Woooaaah, semoga nanti ketika le~baby sudah besar, mas Didut dan istri serta anak bisa back to Jeju Island, yaaaa. Jadi waktu itu mas Didut ditinggal? 🀣

      Delete
    2. Hahahaha iya, aku di rumah sendirian wkwkwkwkwk
      Mereka berdua memang 'sahabat' buat jalan-jalan, udah sampe Vatikan tuh berduaan.

      Kalo sama Abby plannya mau menikmati musim gugur di Jepang, tinggal satu musim itu yang belum pernah aku rasain di sana hihihi.

      Delete
    3. Seruuunya, hihihi, by the way musim gugur di Jepang super cantik mas 😍 Salah satu yang paling saya sukaaa, selain musim dinginnyaa tentu saja πŸ˜†

      Semoga nanti mas Didut sekeluarga bisa segera visit Jepang, mana tau tahun ini Corona dengan ajaib hilang, meski nggak mungkin sepertinya πŸ™ˆ Wk.

      Delete
    4. Aku gak suka musim dingin mbak hahahahaha.
      Dulu waktu muda pernah jadi intern di Jepang 3 bulan di musim dingin. Lihat orang-orang sana yang lebih keliatan 'stress' dibandingkan happy kalo pas musim dingin, keknya aku cenderung menjauhi musim dingin hihihi.
      Beruntung juga sempat mengalami musim semi dan musim panas di sana juga.
      Pengennya kalo Abby sudah agak besar pengen aku ajak jalan-jalan ke sana menikmati musim gugur. Istriku tuh mellow, jadi tone musim gugur keknya pas memang sama dia HAHAHAHAHA

      Delete
    5. Huahahaha, sama siiiih di Korea begitu juga mas, kena syndrom winter, orang-orang jadi terlihat depressed. Eh tapi ketika masuk christmas season, langsung good vibe lagi hahahaha, atau jelang spring, biasanya sudah mulai cheerful πŸ˜†

      Sepertinya, pasangan mas Didut betulan similiar kayak saya, karena saya suka tone musim gugur, dan sering bilang di blog, one of my most fave season itu musim gugur hahahahahaha. Cocok buat yang mellow mellow, indeed πŸ˜‚✌

      Delete
  16. catatan perjalanan terakhir sebelum corona, ehmmm kayaknya untuk trayek LN mungkin thailand. Dan untuk trayek dalam negeri, biasanya Surabaya dan ternyata beneran Surabaya (baru inget pas nulis ini hahaha), itu perjalanan terakhir sebelum 2 minggu keberangkatan ke Indochina for second time (tapi cancel)

    liat foto foto Sapa diatas kayak bukan di Sapa, mungkin sekilas terliat mirip di China
    tapi itu fotonya kenapa tiap sudut kotanya fotogenic ya. Sukakkk
    kotanya terlihat vintage vintage gimana gitu hahaha, bahasanya ngarang ini mba

    wait mbak, aku kok kayaknya pernah tau cafe yang di Surabaya itu ya,duhhh sayangnya kok ya aku amnesia ini hahaha

    yess mbakk, semoga corona cepet ilang yak, biar bisa halan halan dengan aman bebas terkendali :D
    amin amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha, kayaknya waktu itu saya sudah kenal mba Ainun, soalnya saya ingat baca tulisan perjalanan mba Ainun ke Thailand, dan sempat kesasar cari penginapan πŸ˜†

      Iya mba, mereka punya beberapa etnis, secara sekilas akan terlihat seperti China atau Mongol dengan pakaian yang similiar juga hehehe. Saya rasa mba Ainun akan suka dan betah di Sa Pa, apalagi mba tipe explorer hohohoho 😍

      Caffee-nya ada dalam deretan ruko-ruko, saya nggak ingat namanya πŸ™ˆ

      Delete
  17. Mbaa Sa pa itu salah satu list kota Vietnam yg pengeeeeeen banget aku datangi. Trakhir ke Vietnam aku cuma ke HCMC, dan saat itu blm terlalu suka jalan2. Makanya ga kepikiran utk datang ke kota lain di Vietnam. Hanya ke HCMC aja yg LBH terkenal.

    Trus pulang dr sana, aku mulai tuh cari tahu ttg Vietnam dan ternyata sukaaa bgt Ama kota2nya yg lain. kliatan bgs walopun scammer di Vietnam mah serem2 yaaa :p

    Aku udh bikin itin mba, kalo nanti bisa ke sa pa, aku harus naik VICTORIA EXPRESS TRAIN dari hanoi ke sana. Harus pake kereta itu :p. Krn ini yg paling terkenal dan design dalamnya meniru Victoria EXPRESS yg zaman duluu itu :D. Kan makin penasaran.

    Perjalanan ku sblm Corona, cm sempet Malaysia dan Myanmar , akhir feb 2020. Waktu itu Corona blm msk indo, walopun bos ku sempet nanya, yakin mau pergi?

    Aku sih mikirnya Krn virus ini rasanya ga bahaya (dulukan g tau bakal begini), trus Krn mikirnya juga, Myanmar ini negara terakhir Asean yg bakal mengkhatam kan list negara asean yg aku kunjungi. Cuma tinggal itu doang yg blm aku visit utk kategori Asean :p. Jd ga mungkin aku cancel. Akhirnya ttp pergi. Di mlaysia nya untung msh aman, org2 blm maskeran juga waktu itu. Di Myanmar apalagi :p.

    Syukurnya bisa pulang selamat sebelum lockdown. Aku senengnya, at least msh bisa nambah chop negara baru di psport di tahun 2020. Walopun Iran cancel pergi. Tapi semoga 2021 bisa didatangin, Krn reschedule di sept 2021. Kalo bisa berangkat, berarti THN 2021 stidaknya pasportku ga kosong hahahaha.

    Tapi aku ga bakalan maksa kok mba. Ttp hrs liat situasi. Kalo memang ga memungkinkan, ya sudah. Toh aku pernah 2 thn berturut2 ga traveling Krn hamil dan lahiran, 2015-2016 :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoooo mba ke Sa Pa, duh saya tuh nggak pernah bosan ke Sa Pa, hahaha. Asik saja rasanya Escape ke sana, meski kotanya super duper kecil, like literally really kecil mba, tapi seruuuuu, dan membuat saya betah. Hihihi, wish bisa balik sana 😍

      And yes, saya pernah baca soal Victoria Express Train, tapi saya nggak coba. Saya selalu pilih naik bus limousin, sebab kalau naik kereta harus stop di Lao Cai dan masih lanjut naik bus lagi sejam ke Sa Pa, sudah begitu jalan malam. Huhu. Jadi saya pilih yang berangkat siang biar pas sampai Sa Pa bisa langsung check in hotel πŸ˜‚

      Ahaaa, saya baca perjalanan mba ke Myanmar, seru bangetttt, kalau nggak salah mba visit batu apa yang di puncak itu dan harus naik truk, terus ingat, mba ikut trip makan-makan sama orang lokal, which is membuat saya ileran πŸ˜†

      Amiiiinnnnnn, semoga kita bisa cap paspor kita untuk tahun 2021 mba πŸ™ˆ Tapi iya, baiknya kita jangan memaksakan diri, kawatir nanti justru tambah parah atau pahit-pahitnya, kita bawa penyakit untuk orang di Indonesia πŸ™„

      Delete
  18. Seru banget Mba perjalanannya dan ada yg sudah diceritakan di blog. Saya masih inget, hehehe.

    Kalo sekarang udah setahun di Indo ya?

    Btw kadang saya mikir, Mba Eno itu kan aktif banget ya, biztrip ke sana ke sini. Jaga kesehatannya gimana, Mba? Kalo itu terjadi di saya kayaknya saya sering kerokan deh. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuuuh terharu deh mba Pipit masih ingat πŸ™ˆ

      Iya mba, sudah setahun, hampir, sebab kepulangan dari Manila itu tanggal 14 Maret, mba 🀣 By the way, saya nggak pernah kerokan seingat saya, sebab geli-geli rasanya seperti dikelitikin jadi saya nggak bisa πŸ˜† Wk. Jaga kesehatan versi saya dengan banyak minum air mineral dan makan teratur plus tidur cukup 😁

      Paling kalau sudah ada sign capek, saya langsung istirahat, nggak mau paksakan diri begadang atau endeblabla. Terus nggak lupa travel friends macam Salonpas Koyo, Tolak Angin, Freshcare, etc, itu cukup membantu, mba πŸ˜‚

      Delete
  19. Aku kalau nggak baca cerita ini pasti nggak tau kalau ada kota di Asia Tenggara yang punya suasana musim dingin wkwk. Oh iya ya Kak Eno, musim panas di Korea justru ada hujan-hujannya, aku dulu ngiranya kalau summer yaudah kayak musim kemarau di sini nggak ada hujan. Ternyata ada xD baru tau juga kalau pas nonton varshow Korea yang syutingnya pas musim kemarau.

    Huhu pingin banget dari dulu ke Hongkong tapi belu keturutan sampe sekarang, pingin ke Disneyland-nya :p semoga pandemi segera selesai biar kita semua bisa balik ke aktivitas seperti biasa sebelum pandemi terjadi (idk tapi ya yang namanya harapan boleh dong kayak gini hehehehehe).

    Bandara Juanda pintu keluarnya rame banget ya Kak wekekekekek, aku tiap turun di sana ngerasa kayak di terminal xD

    Oh iya menjawab pertanyaan terakhir, liburan sebelum corona adalah...ke Jakarta nonton konser band K-Pop yang namanya Day6 dan yang ada Jae-nya itu lho Kak, yang aku sering sebut di komen postingan Kak Eno xD udah habis gitu belum pernah ke mana-mana lagi. T_____T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mba Endah, kalau nggak salah ada variety show yang pernah bahas Sa Pa, New Journey to the West sepertinya, tapi nggak ingat season berapa 😁

      Iya, di Korea saat summer justru ada hujan dan topan (angin kencang). Tapi saat panas, yaaaa panasnya banget parah sampai kering kerontang rasanya πŸ€ͺ

      Amiiiin mba, semoga pandemi cepat selesai, dan mba Endah bisa capcus ke Hong Kong, habis itu mampir Jeju Island, hahaha, sudah dekat itu, cuma 3 jam dari Hong Kong, no need visa pula, jadi nggak ribet untuk yang mau liburan πŸ˜‚ *racun*

      Naaahhhh, betul mba, rasanya seperti terminal, ramenya bukan maiiiiin, sebab di Bali nggak seramai itu kecuali para driver yang menunggu di depan hehe. Seru sih lihatnya, terasa sekali kekentalan persaudaraan di sana πŸ˜πŸ’•

      Oalah, semoga nanti mba Endah bisa menonton konser lagi, yaaaa πŸ₯³

      Delete
  20. Ah aku baru denger soal Sa Pa nih mba Eno :O kayanya seru ya dijelajah? Kok jadi inget variety Lee Seung Gi itu pas ke Nepal. Kotanya berhujan, kudu siap baju sama kaos tebal. Nice, abis ini gali-gali ah info soal Sa Pa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu, kalau mba suka menjelajah kota kecil, mungkin suka πŸ˜†

      Hehehe, and yes, vibe-nya a bit similiar with Nepal. ada beberapa etnis di Sa Pa dengan baju unik yang patut dicoba 😍 Selamat menelusuri Sa Pa, mba πŸ’•

      Delete
  21. Mba Eno maaf lupa bilang aku izin save fotonya yaa, cantik banget :") untuk wallpaper hp! thanks for sharing endless beautiful photograph <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh mba Galih, silakan 😁 My pleasure, mbaaaa πŸ’•

      Delete
  22. Mbaaak, yang venezia ala-ala itu di hongkong juga ya? Nama tempatnya apakah? Pengen ke venezia namun nampaknya kalo versi KW lebih dekat jaraknya WEKEKEK... (aduh apa deh).

    Saya sampe lupa rasanya traveling yang murni untuk wisata saking lamanya nggak jalan-jalan. Lihat foto-foto ini juga kayak lihat foto aja, lupa rasanya main dan lihat tempat baru :'( uh, semoga coronces lekas hilang biar kita bisa eksplor tempat baru lagi tanpa harus khawatir ya mbak.... kangen banget jalan-jalan meskipun untuk urusan kerja. sekarang itu aja susaaaah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, itu di Manila, Filipina, mba 😁
      Hehehe, cus ke sana, cakep koook 😍

      Amiiiiin mba, iyaaa berharap semua segera membaik jadi kita bisa yalan-yalan lagi dengan leluasa meski itu alasannya untuk kerja sekalipun, hahahaha πŸ˜‚

      Delete
  23. Wah turun di BandaraJuanda ya, itu di Sidoarjo mbak, udah bukan termasuk wilayah Surabaya wkwkwkwk. Emang lokasinya nyerempet perbatasan. Karena rumah orang tua saya pun di area sekitar situ hihiihii..

    Terakhir saya kemana ya? Nggak inget. Yang jelas ngga pernah jauh-jauh. Seputaran Bali aja. Kayaknya pas masa pandemi ini paling jauh dapat ke Sanur hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalah, saya baru tau, hahaha, pikir saya itu di Surabaya 🀣

      Saat pandemi, saya jarang banget ke luar, mba. Ini cerita perjalanan sebelum pandemi semua kecuali yang Manila, itu baru awal pandemi capcusnya πŸ™ˆ Wk. Aduh jadi kangen ke Sanur, dulu sometimes main ke cafe / resto di sana 😍

      Delete
    2. Oh iya iya.. udah dijelaskan ke Hong Kong saat pertama.kali terdengar virus misterius dari Wuhan. Hahaha maaf saya jadi salfok dan lupa kalau ini cerita perjalanan sebelum Pandemi. 🀭

      Delete
    3. Nggak apa-apaaaa, mba Intaaan 🀣🀣

      Delete
  24. Uda lama ga mampir kesini, ketinggalan banyak tulisan Mba Eno 😭 dan pastinya ketinggalan juga tulisan teman teman lain yang ikut ODOP.

    Seneng aku tuh baca cerita Mba Eno yg ke tempat ini dan itu. Jadi aku bisa tau tempat-tempat baru yang tentu nya keceee.

    Mba, gimana perubahan yg mba rasain selama satu tahun yang bisa di bilang di rumah aja? Karena kan selama ini mba wara wiri dari satu negara ke negara lain atau satu kota ke kota lain. Tiba-tiba harus stuck ga bisa kemana mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huehehe, nggak apa-apa mba, kan mba pasti busy 😍

      Terima kasih mba Devina, masih luangkan waktu untuk baca cerita saya πŸ™ˆ hihihi. Perubahan yang saya rasakan pastinya ada senangnya dan ada nggak-nya 🀣 Senang karena bisa lebih banyak di rumah, badan nggak capek, dan bisa makan-makanan rumahan enak. Nggak senangnya karena kehilangan rutinitas yang biasa dilakukan, jadi empty sesaat. Semacam rindu mau ke bandara, etc, gitu mba πŸ˜†

      Delete