ODOP Evaluation | CREAMENO

Pages

ODOP Evaluation

Hari ini, gue dan peserta ODOP 1.0 janjian buat post evaluasi khusus mengenai ODOP Project yang sempat kami lakukan beberapa hari sebelumnya 😁 Well, to be honest, kegiatan ODOP (One Day One Post) bukan hal yang baru untuk gue, sebab selama ini, gue lumayan rajin update setiap hari di blog, meski tanpa tema khusus alias suka-suka gue mau tulis apa hahahaha ðŸĪĢ Berhubung mas Rahul sebagai leader mengajak kami untuk buat evaluasi, jadi~lah kami diberikan beberapa pertanyaan yang bisa kami jawab, incase teman-teman lain penasaran 😜 So, here we gooo!

Apakah ODOP atau posting sehari sekali adalah hal yang baru untuk teman-teman?

As I mentioned before, kegiatan ODOP bukan hal yang baru untuk gue 😁

Kalau iya, kesulitannya apa? Kalau tidak, bagaimana pengalaman ODOP teman-teman?

Pertanyaan ini membawa gue flashback ke masa awal gue mulai ODOP, hahaha. Perihal kesulitan, awalnya yang pasti related to tema -- Gue sempat bingung mau tulis apa, jadi ada momen dimana gue rajin draft tulisan yang ended up nggak gue tayangkan karena merasa tulisan gue nggak layak dibaca banyak orang ðŸĪŠ Namun semakin ke sini, gue nggak terlalu memusingkan hal tersebut dan memilih publish apapun yang gue suka meski terkesan retjeh dan un-important 😂

Proses menulisnya bagaimana? Apakah teman-teman kesulitan / kewalahan?

Gue sadar bahwa everyday, selalu ada hal menarik dalam hidup yang membuat diri kita senang, so, kalau cuma membagi satu kisah daripadanya, gue yakin nggak susah, dan dengan mindset itu, gue jadi semangat berbagi cerita. Though as you can see, cerita gue mostly hanya daily life stories karena gue nowadays di rumah 🙈 Wk. The conclusion is.... gue sudah nggak mengalami kesulitan berarti, hehehe, mungkin benar kata anonim, kebiasaan itu bisa dibentuk dalam 21 hari dan ini adalah hasil dari gue membentuk kebiasaan gue pada dunia tulis-menulis ðŸĪĢ

Terus menulisnya kapan dan di mana?

Jadwal gue nggak menentu, kadang pagi, kadang siang, kadang malam, mengikuti waktu senggang yang gue punya hehehe. Dan gue sekarang masih WFH, jadi selang-seling gue lakukan. Ohya, buat yang tanya kenapa gue rajin publish komen namun nggak langsung balas, first, gue pakai notifikasi di laptop, genks. Notifikasi email khusus untuk terima komentar blog 😆 Karena itu, gue bisa tau bila ada komen baru meski gue sedang kerja, dan saat selow, gue langsung accept via dashboard. Cuma gue akui, gue cukup lambat dalam membalas kecuali gue sedang solely focus on blog 🙈

Seperti kemarin gue sempat nggak balas komen beberapa hari, yang mana membuat gue mabok, karena setelah dihitung, total komen di blog gue yang belum gue balas ada 120+++ dari beberapa posts terakhir yang let say, masing-masing dapat 20+ komentar. Gue sampai nggak bisa blogwalk gara-gara til now, gue belum kelar balas semua (yang post Weirdest Dream bahkan belum gue balas at all). Wk. Dan email dari teman-teman yang bertanya soal template, business, this and that, masih ada yang ke-pending sampai sekarang 😆✌ *ini bukan complain, hanya cerita*

Impresi baca tulisan teman-teman dengan tema yang sama seperti apa?

Ummm, mengenai impresi, jujur ini salah satu hal menarik yang gue rasakan. Yaitu..... gue merasa, pada setiap tema yang dikasih, masing-masing dari penulis punya interpretasi berbeda. Can you imagine? Temanya satu, namun setiap dari kita, punya point of view berbeda, sehingga meaning dari tema itu sendiri jadi nggak lagi sama 😍 hehehee. Gue akhirnya belajar, hal sederhana dalam dunia tulis-menulis, bahwasanya -- apa yang kita tuliskan dan ingin kita sampaikan pada pembaca, mungkin, pada akhirnya diterima dari sudut pandang lain oleh yang membaca 🙈

It means, kesalahpahaman bisa terjadi meski nggak kita inginkan -- Perhaps, in the end, kita nggak bisa apa-apa, termasuk berharap pembaca punya sudut pandang sama dengan kita ðŸĪĢ hahahaha. So, within this experience, gue ingin berusaha lebih bisa menghargai tulisan dan pendapat yang dibagi teman-teman terlepas can be itu nggak sesuai apa yang gue pikirkan 😆

Apakah masih tertarik mengikuti ODOP?

OF COURSE, jika ada kesempatan untuk ikut ODOP 2.0, pastinya gue akan ikutan ðŸĨģ🎉

🐰🐰🐰

Sekian evaluasi dari gue, hihii, jujur ini pengalaman pertama untuk gue menulis dengan tema yang diberikan oleh team ODOP Project. It's kinda tricky tho, karena ada tema yang gue bingung mau cerita apa, however, in my opinion, disitu justru tantangannya, bagaimana kita diajak membangun tema dengan cerita personal yang kita punya ðŸĪĢ *sotoy, wak* -- nonetheless, gue senang bisa ikut serta dalam ODOP 1.0 semoga ada kesempatan untuk ikut ODOP 2.0 diwaktu mendatang 😆

Teman-teman ada yang berminat mencoba ODOP Project, kah? 😍

50 comments:

  1. Ngga berminat untuk mencoba ODOP (One Day One Post) tapi kalau ada yang mengajak ikut OYOP (One Year One Post) mungkin saya berminat untuk ikut..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih kecepatan itu Suhu, gimana klo 5 tahun sekali aja one post? Biar ky pemilu ðŸĪĢ

      Delete
    2. Saya juga kurang minat ikut ODOP, tapi kalo OMOP (one month one post) mungkin ikutan mas Herman.😁

      Delete
    3. Kalau mau lebih lama lagi tetap ODOP (One Decade One Post), kang..hihihi

      Coba usulannya dibawa ke forum kali aja ada yang mau jadi panitianya, mas..hihihi

      Delete
    4. Mas Kal El: lama amaaat OYOP hahahaha, keburu berlumut blog-nya, mas 😂

      Delete
    5. Mas Jaey: ini lagi lima tahun sekali, hahahaha, ada-ada saja, mas Jaey 😂

      Mas Agus: kalau OMOP tinggal ikut CR Challenge, itu OMOP, mas 😜

      Delete
  2. Aku beberapa kali ikut ODOP di komunitas lain, dan entah kenapaaaa..... Bubar d tengah jalan ðŸąðŸąðŸą


    Sepertinya daku mau ikutan grupnya mba Eno mas Rahul dkk.

    Pliis, ntar boleh colek.aku d Twitter @nurulrahma ya mantemaann 😉👍 makasiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, okay nanti saya minta mas Rahul colek mba Nurul 😂

      Mungkin bulan depan ada mba, meski belum kepikiran sistemnya bagaimana, yang pasti nggak akan lama-lama ODOP-nya biar nggak 'ngebul' kepala kita 😆

      Delete
  3. ODOPnya sendiri sepertinya sudah mulai terbiasa kulakukan, tapi kalo ada tema-tema khusus setiap harinya, hahahaha... nah itu yg bisa jadi.... bisa jadi... BISA JADII.. agak menyulitkan, but dunno juga sih :D


    apakahh mau ikut ODOP 2.0
    still dunno :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kinda challenging memang Dy, hahahahahaha, saya pun pas awal baca tema-temanya sempat ada pikiran, waduuuh kira-kira bisa nggak yaaa gue 🙈 Wk.

      Delete
  4. Saya sudah cukup yakin jawaban pertanyaan no. 1 adalah iya. Soalnya beberapa bulan belakang, kak Eno memang sering ngepos satu hari satu pos, bahkan kayaknya pernah dua atau tiga pos sehari. Makanya, saya menekankan pada pertanyaan no. 2 tentang hambatan dari kegiatan ini.

    Seperti kak Eno, saya juga sempat kewalahan dengan tema dari kak Eya. Apalagi pas ngecek memo, semua mimpi yang sempat saya catat sudah saya lupa semua. Ha ha ha. Akhirnya memilih untuk nunggu momen mimpi dengan rajin tidur siang.

    Sama halnya dengan kak Eno bilang, hal sesederhana nama permainan masa kecil saja bisa berbeda nama, meski objeknya sama. Jadi memang setiap orang punga pov atau persektif yang berbeda. Orang yang lahir pada tempat yang sama saja tidak pasti punya pemikiran yang sama.

    Terimakasih kak Eno atas partisipasinya. Tapi saya revisi sedikit bahwa saya bukan leader, berat euy menyandang gelar seberat itu. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, saya mulai rajin post sehari satu sejak tengah tahun 2020, jadi mulai terbiasa dan nggak begitu terbebani, cuma memang pada bagian tema, sempat ada rasa kewalahan, sambil merenung, kira-kira apa yang bisa saya tuliskan ðŸĪĢ

      Agree mas, dari proyek ini, saya benar-benar diingatkan kembali bahwa setiap dari kita punya perpektif dan interpretasi pada suatu hal yang berbeda-beda 😍 Terima kasih banyak once again mas Rahul sudah buka ODOP Project, kalau one day kembali dibuka season 2, tolong poke saya yaaaa. Saya mau kembali ikutan 😜

      Delete
    2. Jadi salut. Ternyata cukup banyak yang mau ikutan dan ikut membaca kegiatan ODOP kemarin.

      Mudah-mudahan ODOP 0.2 bisa segera terealisasi dengan persiapan yang lebih matang. Aamiin.

      Delete
    3. Iya mas Rahul, amiiiin, semoga ada ODOP berikutnya yang nggak kalah fun 😍

      Delete
  5. pas baca postingan ODOP, aku rasa mbak eno ga bakal kesulitan untuk ikutan. Khan terbiasa setiap hari postingan. Yang kepikiran pasti temanya. Tapi ga berarti juga sih, mbak eno punya kemampuan untuk menyambungkan cerita. Yaa ga perlu ditanyakan lagilah kemampuan mbak eno yang satu ini...hahhahaha

    Satu tema tapi dengan berbagai pandangan memang bakal sangat menarik. Tergantung bagaimana mereka menerjemahkan temanya. Apalagi yang baca, menanggapinya udah beda lagi..tapi itulah serunya...hahhahaha

    apakah aku akan tertarik untuk ikut..? sepertinya tidak, mendingan jadi pembaca aja.. bukannya ga mau berpartisipasi, tapi kebiasaan riset untuk tulisan sebelum benar-benar publish..hahaha
    tahun 2021 aja baru posting 2 tulisan. Di blogku ada tulisan baru ttg perjalanan ke kalimantan. kumpulan Cerita Dari Kapuas baru saja dimulai...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. No no no, to be honest, saya sempat galau soal tema hahahaha, bingung kira-kira apa yang harus saya tuliskan ðŸĪĢ Thankfully, saya bisa melaluinyaaaa 😆

      And yes, seperti kata mas Rivai, itu~lah serunya, though kinda deg-degan, bagaimana jika pembaca interpretasi tulisan kita ke arah lain, this and that 🙈 Kadang ada pikiran ingin luruskan, seperti kata mba Jane, hahahahahaha 😂

      Well, saya bisa memahami kenapa mas Rivai nggak bisa ikutan sebab ada tipe penulis seperti mas Rivai yang suka riset terlebih dahulu sebelum publish dan bisa dibaca teman-teman lainnya 😆 Mungkin karena itu, saat baca cerita perjalanan mas, rasanya seperti sedang belajar sejarah in a fun way 😍 Ohya ada tulisan baru, mas?

      *meluncur nanti yaaa habis balas komentar* ðŸĪĢ

      Delete
  6. Kayak belum mampu deh kalau ikutan odop, terlebih lagi temanya di tentuin, otak aku auto freeze.. haha

    Salut deh sama orang2 yang bisa konsisten nulis odop plus di kasih temanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's okay mba Tara, hihihi, just write yang membuat mba nyaman 😍

      Delete
  7. Enak sih Mbk Eno ikutan ODOP, otomatis 'dipaksa' update blog buat yang malas dan bingung mau menulis apa. saya pernah ikut beberapa kali di komunitas gitu, lumaan sih, blogpost organik nambah dan ada kepuasan tersendiri--terutama karena tema ODOP selalu relate sama kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Rudi, rasanya ada paksaan untuk update hahahaha, cuma sulitnya dibagian tema, sebab ada beberapa tema yang membuat saya berpikir keras ðŸĪĢ

      Jadi mas Rudi mau ikutan ODOP berikutnya? 😆

      Delete
  8. Beberapa abad lalu hehehe, pernah seminggu berhasil nulis ODOP, awalnya nggak niat aja, tapi kok semangat aja pengen ODOP, padahal yang ditulis ya biasa aja, daily life stories.
    nulis seminggu gini menurut aku udah sebuah "prestasi" buat aku, karena kadang bingung mau nulis apa di balik kesibukan kerjaan #tsahhh. Padahal cerita daily tapi masih bingung hahaha

    yang aku rasakan waktu odop yang aku buat sendiri adalah semacam cambukan buat diri sendiri, kalo aku bisa dan bisa mengalahkan rasa malas tadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, saya pernah merasakannya mba Ainun, awal-awal ODOP, semacam bingung apa yang harus saya tuliskan, padahal daily life stories, hahahaha. Makanya sekarang banyak tulisan saya bercerita soal makanan atau mainan 😂

      Jadi mba Ainun akan ikut ODOP berikutnya, kah? 😜

      Delete
  9. Setuju banget Mba Eno, tema sama tapi ditulis dari point of view yang beda-beda apalagi temen2 nulisinnya dengan sangat personal. Jadi punya insight lain dari tema ini yaa?

    Beda dari Mba Eno dan Rahul yang udah ga asing dengan ngepost tiap hari, aku justru baru sekali ini ngepost setiap hari, tapi ternyata bisa konsisten juga 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa mba Eya, that's cool, rite? Bagaimana bisa, dengan satu tema sama, dapat hasilkan banyak point of view yang berbeda dalam memaknainya? 😍

      Always surprise ketika baca tulisan teman-teman, kadang sampai bergumam, "Oh begini maksud dari tema ini di-mata mba Eya, mba Frisca, etc." 😆 So fun, to learn something new from all of youuuu ðŸĨģ🎉 Terus kita kompak, setiap hari saling support via email, rasanya semacam dikasih pemantik agar nggak stop tengah jalan ðŸĪĢ

      Delete
  10. Kalo aku belum pernah ikut ODOP karena sadar diri belum bisa menulis tiap hari, bisa menulis dua kali seminggu juga syukur.😄

    Betul mbak, biarpun tema nya sama tapi akan berbeda jika ditulis oleh orang yang berbeda, karena pengertian orang akan suatu tema kan beda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Agus, mungkin bisa ikut OMOP yang satu bulan sekali, yaaa 😆

      Nah itu maksud saya, huehehehe, ternyata setiap orang punya pengertian berbeda pada masing-masing tema yang diberikan. Menarik, bukan? 😍

      Delete
  11. Seruuu banget sih ada evaluasinya segala. Kayak tugas kuliah yaa, Mbaa 😆

    Sejujurnya ODOP pernah kulakukan juga waktu ikutan BPN challenge tahun 2018 yang lalu. Entah apa yang aku pikirkan untuk memutuskan ikut challenge tersebut, karena kami harus nulis setiap hari selama 30 hari penuh 🙈 awalnya pasti berat sih, tapi lama-lama enjoy the flow. Beratnya karena habis publish tulisan, harus segera eksekusi ide untuk tulisan berikutnya. Enaknya, kami udah diberikan 30 tema tulisan di awal challenge. Kalau kalian bertujuh kemarin ini menentukan tema masing-masing yaa? :D

    Tentang impresi pembaca itu betul banget, Mba Eno. Kadang aku suka bingung sendiri kalau ada teman pembaca yang mengartikan tulisanku dengan pandangan berbeda (nggak sesuai pandanganku) 😂 ada hasrat ingin mengoreksi, maksudnya nggak demikian wkwkwk tapi yasudalah, mungkin emang yang ditangkap seperti itu. Teringat wejangan Mas Anton, ketika penulis mem-publish tulisannya, berarti harus udah siap tulisan tersebut "dimiliki" oleh pembaca hihi

    Seruuu banget kemarin mengikuti ODOP kalian! Meski nggak sempat komentar di semua tulisan, tapi aku baca hampir semuanya :D

    Semoga bisa kembali seseruan bareng di season kedua ya, Mba! 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena yang inisiasi mas Rahul, which is masih kuliah, jadi kami semua para peserta dikasih PR untuk tulis evaluasi hahahaha, surprisingly, seru mba ðŸĪĢ

      Kemarin masing-masing dari kami kasih tema, terus sama mas Rahul dikocok urutan temanya, dan diinfokan tiga hari sebelumnya kalau nggak salah, tema hari pertama apa, kedua apa, ketiga apa, endeblabla 😆 Untung cuma 7 hari mba, nggak kebayang jika sampai 30 hari, huhuhu, kemarin 7 hari saja sempat bingung mau tulis apa 😂

      Waaah mba Jane, itu yang saya rasakan dan maksudkan hahahaha. And yes, kadang ada hasrat ingin membenarkan meski kadang saya biarkan dan cukup response sesuai komentar yang ada 🙈 Duh harus saya ingat-ingat kalimat dari mas Anton sebagai pegangan sepertinya hihihi. And thank you sudah baca, it means a lot, mba 😍

      Delete
  12. Saya belum pernah ikutan program ODOP ini, tapi kalau nulis suatu posting blog dengan tema yang sama pada hari-hari spesial tertentu, seperti hari ibu, contohnya, itu udah pernah saya lakukan bersama komunitas blog Emak-emak Blogger (KEB) ðŸĨ°.

    Seru juga ikutan ODOP kalau punya spare time cukup tiap hari, buat boost konsistensi menulis di blog dan bisa bebarengan sharing satu tema yang sama dengan peserta ODOP yang lain. Tapi saya belum berani ikutan, nih. Karena kudu sadar diri dulu saat ini. Mungkin One Week One Post lebih cocok buat saya karena saya bisa tuh usahain make time nulis per minggu barengan dengan teman-teman peserta OWOP hehehe 😁👍. Tapi ya ngga sampai se-ekstrim mas Jaey di atas yang ngakunya kemungkinan baru mau ikutan jika itu program One Year One Post hahaha...

    Eh, udah waktunya makan siang, nih... pamit undur diri dulu buat nyiapin makan siang bagi keluarga ðŸĪ—.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau saya ada komunitas yang satu minggu satu post mbaaa, saya lupa namanya tapi ada, pernah lihat dibahas salah satu teman bloggers soalnya 😁 Mungkin mba Intan bisa ikutan komunitas tersebut jadi dapat boost konsistensi satu minggu satu post di blog mba berbarengan dengan teman-teman peserta OWOP lainnya 😆💕

      Mas Jaey lebih ekstrim daripada mas Kal, mas Jaey bilang lima tahun satu post macam pemilu. Kebangetan ðŸĪĢ Keburu berjamur blognya yang ada. Wk.

      Delete
  13. Pengen coba ODOP tapi kemarin2 gagal melulu, hiks. apalagi kalau temanya ditentuin di grup dan kadang kurang sesuai dengan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kalau begitu ODOP tanpa tema mungkin bisa mba Vina, seperti mba Rey, beliau tahun lalu ODOP setahun full tanpa tema 😍 Or ikut OMOP saja, alias CR Challenge (One Month One Post) *eaaakh* *promosi ceritanyaaaaaah* ðŸĪĢ

      Delete
  14. Pas tau mba Eno ikutan ODOP juga, saya mah udah nyangka buat mba Eno ini bakal gampil banget. Mba Eno dalam sehari bisa posting blog dua kali ini... hihihi

    Tapi seru juga membacanya, karena per hari ada temanya gitu, jadi saya sebagai pembaca jadi ikut membandingkan cerita teman2.

    Background yang beda2 bikin nambah perspective saya juga.

    Semoga suatu saat bisa ikutan juga. ODOP 7 hari kayaknya udah paling pas. Kalau smp 30 hari, takutnya malah kadung bosan, terus setelah selesai malah jadi eneg sama blog 😅🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu nggak segampil itu rupanya mba, sebab pakai tema, jadi harus extra berpikir, mau tulis apa dengan tema yang diberikan ðŸĪĢ Eniho, thank you so much mba Hicha sudah baca tulisan peserta ODOP 1.0. It means a lot, mba! Mwah 😍

      Amiiiin yuk ikutan 2.0, hihihi no worries, maksimum 7 hari sajaaa 😂

      Delete
  15. Dulu sering ikut ODOP. Sekarang nonton sajalah di pojokan deh whahaha...
    Salut dan tetap semangat yang ODOP.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambil makan popcorn ya, mba Phebieee ðŸĪĢ
      Terima kasih semangatnya mba, siap grak! ðŸĨģ

      Delete
  16. yg menarik dari blogmu ini, sekali lagi adalah cara bertutur yg lepas & ngalir, keliatan banget betapa bahagianya hidupmu XD

    smoga tetap bahagia & rajin bercerita, saya terus ngikutin kok dari feedly saya. terimakasih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mas Warm sudah baca tulisan-tulisan saya hahahahahaha, kenapa ditulis Warm sih, sampai bingung saya, ternyata ini mas RD auk, ya ðŸĪĢ

      Amiiin mas, semoga rasa bahagia bisa menular 😆✌

      Delete
  17. Ntar kalau ada ODOP versi 0.2 atau 2.0 (yang mana saja OK), saya mo ikutan.. Ga tau bisa atau nggak itu patuh sama ODOP. :-P

    Selalu menarik melihat tulisan yang temanya sama, tetapi ternyata diulas berbeda. Karena saya pikir begitulah kodratnya manusia. Berbeda. Kalau hasilnya sama, jangan jangan yang nulis itu robot..

    Sebuah tulisan begitu dilepas, maka penulisnya memang tidak berhak lagi mengarahkan pembaca bagaimana menginterpretasikannya, pembaca lah yang berhak melakukan itu. Tugas penulisnya sudah selesai saat tulisan diterbitkan.

    Maaf baru bisa berkunjung lagi yaa Eno.. hahaha.. ini pun masih nyuri nyuri waktu.. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiiik, semoga nanti ada ODOP 2.0, mas 😍

      Huahahaha, iya benar ugha, menarik banget makanya, setelah baca tulisan teman-teman, jadi merasa, "Woaaah, ternyata begini dan begitu ceritanya." 😆

      It's okay mas Anton, take your time and SEMANGAT! ðŸĨģ

      Delete
  18. Mungkin, kalo blogku ga memakai Niche traveling, aku mau ikutan :D. Tp di blog yg skr, aku memang fokus hanya nulis ttg kuliner dan traveling. Ga kepengin di-mix Ama tema lain yg ga berhubungan.

    Tapi bukan berarti aku ga tertarik Ama ODOP ini, Krn aku justru suka baca tulisan2 kalian yg ikutan mba :). Dari situ lumayan, bisa belajar gimana cara menulis tema lain dengan alur menarik. Krn buatku itu ga gampang. Salah satu alasan juga kenapa aku hanya fokus ke tema traveling, Krn aku ga jago menuliskan tema lain :D. Dengan banyak membaca tulisan temen2 yg berbeda tema dgn ku, ya itu jd cara utk belajar .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa, iya mba, mungkin one day kita bisa buat tema khusus related to traveling hahahaha, semacam OWOP (One Week One Post). Seru, kaan 😍

      Eniho, terima kasih banyak mba Fanny, sebab selalu luangkan waktu baca tulisan saya huhuhu sumpah terharu banget setiap kali mba Fanny rapelan komentar, kebayang berapa menit hilang demi baca dan komentar di blog saya 😆

      Superrr lavvvvv 💕

      Delete
  19. Tema apa kak Eno yang menurut kaka sulit? Yang mimpi teraneh ya kak? Karena musti dapet mimpinya dulu ðŸĪĢðŸĪĢ

    Ayo kak diinisiasi ODOP 0.2 nya! Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buat saya yang tersulit itu tema soal mimpi huhu, karena nggak dapat dan nggak ingat mimpi apa yang bisa saya bagikan ke teman-teman pembaca 😆

      Woaaah sip, next month mari kita lanjutkan ðŸĪĢ
      Sekarang kumpul tenaga dulu, mbaaaa 😍

      Delete
  20. odop itu, satu hari satu cerita kan ya ? pengen ikutan sih , tapi gak tahu juga waktunya soalnya kan sekarang lagi sibuk juga kelola bisnis . semangat selalu, kawan yang sudah ikutan odop callenggenya semoga jika ada lagi saya punya kesempatan untuk ikutan di season 3 atau 4. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Tari, hehe, kalau memang nggak ada waktunya yaa jangan dipaksakan 😁 Mba bisa ikut saat mba senggang, agar nggak menjadi beban ke depannya ~

      Amiin amiin, semoga bisa ikutan next time, mba 🎉

      Delete
  21. Waaahhh mau dong ikutan :D

    Makanya lama nggak ke sini, tulisannya udah bejibun banget hahaha.

    Kereeenn Eno.
    Lanjutkan sampai candu *eh hahaha.

    Btw saya gitu dong, saking setahun nulis aja terus tanpa henti, sekarang meski udah mau pingsan, rasanya saya nggak rela tidur kalau belum nulis.

    Jadinya, sejujurnya kewalahan banget, karena kebiasaan yang udha terbentuk, seperti harus menulis setiap hari, harus balas komen, harus BW, itu kalau ditinggalkan tuh, bikin nggak asyik ngapa-ngapain, udah jadi kek setan deh tuh ingatan menghantui banget.

    Kepikiran, duh saya belom nulis, duh saya belom balas komen, duh saya belum bewe.
    Padahal ya nggak ada yang suruh juga, tapi hal-hal demikian beneran mengganggu banget, dan kalau udah saya lakukan, rasanya plooonggg banget :D

    Semangat buat Eno.
    Btw, teruslah menulis, meski menurut Eno itu receh, karena tulisan-tulisan Eno tuh beneran membawa semangat dan kenangan indah datang kembali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ikutan ODOP 2.0, mbaaaa ðŸĪĢ

      Nah, mungkin karena kebiasaan yang sudah terbentuk dan memberi rasa nyaman, jadi ketika nggak dilakukan tiba-tiba, mba Rey justru merasa ada yang hilang, seperti kata mba Rey, seperti dihantui oleh sesuatu hahahahaha 😆

      It's okay mba, sometimes kita butuh istirahat dan biarkan pikiran seperti itu hilang dengan sendirinya, jangan sampai hal menyenangkan ini jadi beban 😍 hihihi, semangat ugha mba Rey, dan terus~lah menulis untuk kami para pembaca bucin blog mba 😜 And thank you so much apresiasi untuk tulisan saya, mba 🙈

      Delete
  22. hai mba enooo, lama nggak mampir, kangen juga..

    ih, keren kali ikutan ODOP nih. Tapi mba eno mh ga ikutan aja udah odop yaa blognyaa, apalah aku yg niat ikutan odop mesti seringnya berhenti di tengah jalan, huhu


    uniknya kalau odop itu kadang ada tema, nah tema ini yg kadang membuatku terjebak pada masa lalu atau mimpi yg tak tercapai, *eh. Nanti kalau ada lagi dan tema sesuai aku mau coba ikutan deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Ghinaaaa 😆 Me too, mbaaa ~

      Ini ODOP-nya hanya 7 hari jadi nggak begitu lama dan nggak beban, meski a bit keteteran untuk balas komentar dan blogwalk-nya, mba 🙈 Wk. Hihihi. Nggak apa-apa jika mba Ghina berhenti di tengah jalan, yang penting sudah coba 😍

      Asiiiik, semoga one day mba Ghina bisa ikutan, yaaa ðŸĨģ🎉

      Delete