School Life | CREAMENO

Pages

School Life

Gue lupa sekarang hari Kamis, gue pikir sudah Jumat *ingin buru-buru weekend, wak!* 🀣 Eniho, topik ODOP PROJECT kali ini datang dari mas Rahul tentang Kronik Masa Sekolah --- dan kami diminta untuk cerita hal menyenangkan atau menyebalkan jaman bocah ingusan. Well, berhubung gue nggak suka ingat-ingat cerita menyebalkan, jadi gue akan berbagi cerita menyenangkan, saat gue menjadi anak sekolah yang banyak gaya rajin membantu Ibu di rumah πŸ˜‚

Dimulai ketika SD, gue sempat sekolah di salah satu sekolah National Plus --- yang mana gurunya beda-beda mengikuti subject yang diajarkan. Padahal sebelumnya, gue masuk sekolah negeri yang mana satu guru mengajar semua subjects pelajaran. Alhasil saat hari pertama gue masuk sekolah National Plus, gue merasa bodooh banget, sebab gue nggak tau jika gurunya berganti setiap habis jam pelajaran hahahahahaa. You guys tau apa yang gue lakukan? Gue ikut packing buku-buku gue waktu gue lihat guru gue beberes bukunya, karena gue pikir kami akan pulang cepat πŸ™ˆ

Untung teman sebelah kasih tau kalau saat itu belum waktunya pulang. Hahaha. Amsyong rasanya ingin sembunyi di kolong meja 🀣 Pelan-pelan gue keluarkan kembali buku gue, sambil tersenyum awkward πŸ˜… Wk. Since then, teman sebelah gue menjadi one of my best fwend di sekolah. By the waay, gue pindah sekolah National Plus karena ikut Ayah dinas, dan kepindahan gue berbarengan dengan kepindahan satu anak lain (bernama F) yang merupakan anak dari rekan kerja Ayah πŸ˜†

F ini rumahnya dekat dari rumah gue ---- jadi berangkat dan pulang sekolah kami selalu barengan, karena kami dijemput oleh mobil jemputan khusus anak-anak yang Ayahnya kerja di perusahaan Z. Naah, dalam mobil jemputan itu berkumpul beberapa anak usia TK sampai SMA (ada adik uwe juga yang punya jadwal sekolah sama dengan gue dan kakak-kakak lainnya) ---- Dan semenjak gue sering berangkat pulang bareng F, kami semakin akrab, ditambah kami sekelas 😁

Jujur, memori masa SD gue nggak jauh-jauh dari kompetisi, belajar dan sejenisnya. Pada waktu itu, gue termasuk anak yang gila belajar. While, F adalah tipe anak santai, sukanya main, dan pemalas πŸ˜‚ Jadi mamanya F sering suruh F ke rumah gue untuk kerjakan PR bersama --- yang mana hal ini membuat gue naik darah --- karena F mencontek jawaban gue terus-terusan hahahaha. Nama pun anak kecil, ada doong rasa bete karena tugasnya dicontek dengan seenaknya, jadi saat di sekolah, gue selalu berusaha menjauh dari F sebab gue merasa F cuma membuat gue kesal πŸ˜†

Too bad, F terlalu suka sama gue sepertinya *nih F, kalau lu baca, lu menyebalkan tau nggak* ---- dan itu membuat dia selalu datang ke gue dengan berbagai alasan. Pinjam penghapus~lah, pinjam pensil~lah, ini~lah itu~lah, sampai kepala gue sakit dibuatnya 🀣 Asli, memori SD gue yang paling gue ingat ya karena kehadiran F ini yang macam Koala (apa monyet?) hobinya gelantungan dekat-dekat πŸ˜… Mana orang tua kami sering bercanda dengan bilang, "Nanti kamu sama F kalau sudah besar." πŸ€ͺ Ehyu. Ps: Buat yang penasaran kabar F, baik dia, masih berteman sampai sekarang 😁

🐰🐰🐰

Memasuki usia remaja, gue termasuk anak aktif dan punya banyak teman. Bisa dibilang masa SMP gue menyenangkan, karena gue bertemu beberapa sohibuls gue di sana --- Pada masa itu, banyak anak hobi buat genk di sekolah, dan gue satu daripadanya πŸ˜† Wk. Padahal punya genk tujuannya cuma untuk pergi ke kantin barengan --- Dan meski punya genk, gue tetap berbaur dengan teman-teman lainnya, termasuk main sama anak-anak yang hobi belajar, though era SMP gue sudah agak nakal. Alias sering pulang telat, demi main dulu dengan handai taulan, dan belajar sekenanya 🀣

Gue bersyukur punya terlalu banyak kenangan indah, sampai bingung mau cerita yang mana. Jadi gue akan cerita kisah cinta monyet receh gue as per-request salah satu teman πŸ˜‚ Haha. Eniweis, seperti kebanyakan remaja pada umumnyaah, gue pernah merasakan cinta monyet pada seorang anak laki-laki tampan *eaakh eakh eakh*. Dan dia ini idola banyak anak pada masanya πŸ€ͺ

Perhaps, karena fans-nya banyak, gue jadi macam satu dari seratus alias remah-remah di matanya πŸ™ˆ But gue akui, kehadiran dia membuat gue semangat berangkat sekolah hahaha. Yang tadinya bangun pagi malas-malasan, sejak kenal dia, gue jadi nggak peduli mau dingin, hujan, bodo amat~! Cus kita berangkat demi melihat si dia yang selalu datang lebih cepat 🀣 Dan saat itu, gue paham, "Oh begini rasanya cinta diam-diam?" ahayyyyy *sotoy bangaaaat, anak kecil tau apa* πŸ˜†

Yang pasti, gue jadi sering melirik ke arah dia, dan bisik-bisik ke sohibuls gue soal dia. Wk. Iya, gue cerita ke sohibuls gue siapa yang gue suka 😜 Dan sebegitu sukanya gue sama dia, orang tua gue pun tau nama dia. Ahuahahahahahahaha. Sebab nama dia sering gue tulis pada buku journal, dan papan dinding di kamar 🀣 Teman-teman pernah nggak membuat papan dinding dari styrofoam yang diisi berbagai catatan? Gue pernah. Isi papan dinding gue itu selain catatan, ada tulisan nama dia dan beberapa foto dia yang gue jepret pakai kamera KODAK πŸ™ˆ

Gue ingat betul, pada saat class meeting (setelah ujian) sering ada kompetisi olahraga antar kelas. Berbekal kamera KODAK berisi 36 film punya salah satu sohibuls gue, kami berniat membagi 36 film untuk 4 anak laki-laki yang ingin kami abadikan fotonya. Jadi masing-masing dapat 9 😁 Dan seingat gue, itu foto pertama dia yang gue punyaaa, which is setelah dicetak, langsung gue sebar. Beberapa simpan di journal, dan gue pajang di papan dinding, bahkan ada pula yang gue pasang pakai frame dan gue taruh atas meja *entah apa yang Ibu pikirankan ketika melihatnya* πŸ˜‚ Wk.


Berbeda dari SMP, di-era SMA, gue berubah jadi anak serius namun tetap senang kumpul dengan teman πŸ™ˆ Serius dalam hal apa? Dalam banyak hal ~ but frankly speaking, gue mengalami banyak kegalauan era SMA karena pikiran akan masa depan. Mau jadi apa, mau bagaimana, endeblablaa. Though gue nggak memungkiri, gue tetap punya buanyak masa menyenangkan πŸ˜‚ Salah satunya persahabatan gue dengan beberapa orang karena kami dipersatukan dalam kelas yang sama 😁

Gue jadi ingat, dulu gue dan para sohibuls SMA yang jumlahnya 8 orang (4 laki dan 4 perempuan, no pacar-pacaran, just good friends) -- sering main ke rumah salah seorang sohibul laki karena dia anak mamih, alias pulang sekolah harus pulang. Hahahaha. Padahal mami papinya kerja kantoran, dan baru pulang jam 5 atau 6. Karena kami kasihan sama teman kami yang anak mami, akhirnya kami decided untuk main ke rumah dia daripada paksa ajak dia ke luar, takutnya dia kena marah. Kan nggak mungkin bila kami tinggal main alias nggak kami ajak, nanti dia sedih bisa-bisa πŸ€ͺ

One day, saat kami asik main di rumah si anak mami, tiba-tiba maminya pulang, sekitar jam 3 😱 Kami yang dengar pintu pagar dibuka langsung bergegas lihat ke jendela, dan saat kami temukan mami teman kami sudah di depan rumah bersiap ke dalam, kami langsung tercepot-cepot masuk kamar teman kami dan sembunyi di sanaa πŸ˜‚ Ada yang di dalam lemari, di bawah kolong tempat tidur, di atas kasur bunkbed tertutup selimut (teman kami pakai kasur model bunkbed), sampai di pojok (samping meja belajar). Coba bayangkan genks, tujuh ekor anak berusaha sembunyi dalam kamar yang luasnya nggak lebih dari 5 x 5 meteran πŸ™ˆ Hahahahaha. NERVOUS GILAAAA!

Teman kami menyapa maminya, dan kami di dalam mulai susun strategi dalam otak --- bagaimana cara pulang ke rumah dalam keadaan nggak kena marah maminya teman πŸ˜‚ Gue yang kebetulan sembunyi dalam lemari tepat di depan bunkbed bersama satu sohibul, coba mengintip dari sela-sela lemari dan melihat another sohibul di atas kasur bunkbed pura-pura mati tidur hahahahahaa kocak πŸ˜† Nggak lama kemudian, teman kami si anak mami buka pintu dan memanggil kami, "Woy. Wooy. Ke luar. Mami gue sudah balik ke kantornya. Tadi ada yang ketinggalan." πŸ€ͺ Gubrak.

Ini salah satu memori gue paling epic jaman SMA, even saat tulis post ini, gue masih ngikik-ngikik sendiri membayangkannya πŸ™ˆ Padahal maminya teman kami nggak segalak dan menyebalkan itu, cuma nggak tau kenapa, kami parno duluan. Mana ternyata waktu ditanya apakah mami tau anak-anak pernah sembunyi di rumah, maminya jawab, "Taulah, Mami kan lihat sepatu kalian." hahaha *memalukan* *capek sembunyi, tahan napas sampai pura-pura mati tidur, ujungnya ketauan* πŸ˜‚

Nonetheless, kami tetap suka main ke rumah si anak mami, sebab di rumah dia ada mainaaaaan. Terus lokasi rumahnya di tengah, nggak jauh dari rumah gue dan sohibuls lainnya, plus dia punya banyak makanan yang di-stock maminya untuk dia dalam container besar *ini alasan utama* 🀣 Wk. God bless youu, Mami. Yang diam-diam ternyata care sama teman anaknya. What a beautiful memory πŸ˜πŸ’• Berkat kenangan satu ini, gue jadi kepikiran, jika gue punya anak, gue akan senang hati siapkan apapun untuk teman-teman anak gue agar mereka betah main di rumah πŸ˜†

🐰🐰🐰

That's all cerita gue, walau nggak bisa merangkum 100% kenangan masa sekolah gue, yaiyalaaah, tapi gue sangat senang diajak oleh mas Rahul untuk mengenang beberapa kisah menyenangkan dalam hidup gue ketika anak-anak 😁 Hehehe. Bagaimana dengan teman-teman? Ada cerita masa sekolah yang diingat baik itu menyenangkan maupun menyebalkan? Yuk, berbagi cerita 😍

60 comments:

  1. waah...kamera kodak. pas piknik smp bawa kamera tersebut..hahhahaaha
    mau cerita dari sd-sma, tapi rasanya kepanjangan. Mending aku cerita jaman smp aja. Khususnya kelas 3. Ini mulai ketemu jiwa-jiwa nakal. Efek ketularan dari teman-teman sekelas..hahhahaa

    Jadi kami anak kelas 3f, sebelah kelas kami adalah anak kelas 2a. di tiap kelas disediakan kursi panjang di depan kelas. Yaa namanya anak paling senior, yaa pasti merasa paling berkuasa diantara adik kelas. pernah suatu siang kursi panjang di kelas 2a diangkat dan disambung dengan kursi panjang di kelasku. kursi jadi semakin panjang dan anak kelas 2a tidak berani ambil kursinya. kayaknya takut sama kami..hahhahaha

    kursi ini sering buat ngumpul, khususnya istirahat kedua. Sambil liatin cewek-cewek kelas lain yang melintas di depan kelas. Cowo di kelas total 14 orang. Belum lagi kalau ada anak kelas 3d dan 3e ikut ngumpul. Jadi tambah ramai. Beberapa teman cewe juga ikutan ngumpul, jadi makin ramai. Kelasku juga terkenal paling kompak dan kocak. pernah juara 2 lomba kebersihan. Padahal anak-anaknya ga jelas semua..hahhaha

    Hari selasa dan sabtu hari yang buruk kami. Karena mata pelajaran dan guru yang terkenal killer. Guru matematika, guru akuntansi, dan bahasa indonesia. Kemudian ada pak joko (guru bahasa inggris) dan pak is (guru biologi-wali kelas) yang terkenal kocak dan jayus. salam hormat buat beliau semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketularan apa mas Rivai yang menularkan jiwa nakalnya? 😜

      Pasti begitu deh, kalau sudah masuk grade senior, langsung berasa dewa πŸ˜‚ Kadang kursi pun dikuasai, meski dalam case saya, yang dikuasai oleh senior biasanya kursi kantin hahahahaha. Tapi saya nggak ikut-ikutan sebab saat istirahat lebih suka selonjoran di kelas, sambil main sama sohibuls, malas ikut nongki di depan πŸ™ˆ

      Juara 2 lomba kebersihan kok bisa? Pada rajin bersih-bersih atau bagaimana? 🀣 Saya dari jaman dulu nggak pernah masuk kelas yang memenangkan lomba kebersihan. Padahal kelas sudah dibersihkan sedemikian rupa, dan didekorasi dengan indah πŸ˜‚ Memang teman-teman dari kelas lain sepertinya lebih niat πŸ˜†

      Eniho, di setiap sekolah selalu begitu yaaah, ada guru yang killer dan ada pula yang jayus *bahasa lama banget iniiiih* πŸ˜… Terus pastinya, ada guru yang masih muda, yang umurnya nggak beda jauh dengan siswa dan jadi idola 🀣

      Delete
    2. Kami saling melengkapi untuk hal ini mbak eno..hahahhaa
      gatau kenapa bisa. Pdahal kami bersihkan secara biasa saja. Ga pakai dekorasi segala..wkwkwkwk

      Di jaman kelas 3 ini juga mulai suka sama cewe. Pendek, rivai remaja sukanya yang mungil imut2. kalau pdkt seringnya nelpon dari wartel. tahulah jaman segitu belum banyak yang punya hape. Adanya telepon rumah. Berhubung belum ada telepon rumah, akhirnya ke wartel.

      dekat sih, tapi ga jadian. Jadiannya sama temanku sendiri..hahahhaa

      Delete
    3. Berarti memang kelas mas Rivai terlihat bersih hasil akhirnya 😍

      Itu telpon ceweknya pasti diangkat? Terus biasanya bahas apa? Hahahaha. So kiyuuuut. Jaman bocah pasti nggak mudah cari topik bahasan πŸ˜‚ Atau jangan jangan yang keluar pertanyaan basic seperti, "Kamu sudah makan belum?" πŸ˜†

      Oooooh saya pernah dengar cerita ini di komentar lamaaaa 🀣 Ya, kaaan?

      Delete
  2. Kak Eno, hahahah aku ngakak sekaleeee 🀣🀣🀣 Itu seriusan, entah kenapa kalau pas main ke rumah teman, lalu pas di rumah itu nggk ada orang tuanya, itu rumah bisa kaya diskotik. Bisa nari-nari ga jelas, tereak-tereak ga jelas, terusan berantakin banyak barang-barang di rumah. Hahahah


    Tapi giliran ada orang tua di rumah, udah langsung kicep. Berusaha jadi anak yang santun hahahha 🀣🀣🀣 Itu sohibul yang di cerita SMA apa sama dengan sohibul Kak Eno yang sering kakak sebut di beberapa postingan kakak?

    Oh satu lagi, biasanya kalau first love itu selalu ada alasannya kenapa bisa suka. Is he handsome, kak? Most wanted di sekolah? Pintar? Jago main basket? Begitu nggak Kak Eno? Hahaha 🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, iya, kayaknya semua anak mengalaminya. Bahkan kadang ada yang ajak main dengan kalimat, "Eh ke rumah gue yuuk, ortu gue lagi nggak ada di rumah." πŸ˜‚ Padahal kalau ada ortu pun nggak masalah, tapi mungkin dari dulu, image ortu yang galak, menyeramkan, membuat anak-anak malas jika ada ortu teman πŸ™ˆ

      Nah untungnya, belajar dari ortu sohibuls yang welcome ke teman anak-anaknya, saya pun ingin jadi ortu serupa 😍 Sesederhana ortunya si kesayangan yang selalu welcome ke sohibuls-nya si kesayangan. Kalau ortu saya sebetulnya welcome juga, cuma rumah saya jauh jadi nggak pernah jadi option tempat kumpul πŸ€ͺ Wk.

      Agree, dia yang pasti di mata saya dia handsome, meski di mata sohibuls saya, dia nggak banget πŸ˜‚ Most wanted, ini sepertinya medium, sebab masih ada yang lebih most wanted, which is ditaksir salah satu sohibul saya 🀣 Tapi memang dari dulu saya suka laki-laki yang smart, dan bisa sport, thankfully, kesampaian dapat pasangan sesuai harapan πŸ™ˆ Kalau mba Syifana sukanya yang seperti apa? 😍

      Delete
    2. Terakhir mantanku itu anak futsal Kak Eno, tinggi bahkan sangat tinggi, lalu cerdas, dan yep stay calm. Cool gitu dah kayaknya tipe-tipe yang aku suka. Hahahah 🀣

      Smart juga salah satu kriteria yang aku mau. Hahahah 🀣 Kalau sama orang smart itu bawaannya nggak tau kenapa, nggak ada habisnya mulai dari topik pembicaraan sampe hal-hal yang mau dilakuin.

      Kesayangan sendiri juga kayaknya sering kan bikin ide-ide lucu untuk sekadar hibur Kak Eno?

      Tapi ngomongin kriteria, waktu pacaran dan mau menikah itu ada yang berubah nggak sih dari Kak Eno?

      Delete
    3. Wuuuuih, kenapa jadi mantan? Eh apa sudah diceritakan di blog mba Syifana? πŸ˜† Kalau sudah, nanti saya baca yaaa, habis balas-balas komentar πŸ˜‚

      Iya si kesayangan punya banyak ide, makanya always fun sama dia, akan ada saja hal-hal seru yang bisa dilakukan ketika hampir bosan πŸ€ͺ Eniho, kriteria pastinya banyak berubah. Kalau jaman dulu kan kriterianya cukup sederhana (atau justru nggak masuk akal?) hahahahahaha. While sekarang lebih realistis kriterianya 😁

      Contoh: ingin pasangan yang bertanggung jawab, bisa menjadi teman diskusi yang baik, punya satu visi misi dalam membangun keluarga, and so on πŸ™ˆ Sebab yang dicari ketika menikah itu pasangan untuk selamanya, kaaaan. Mba Syifana cari pasangan untuk masa depan yang kriterianya seperti apa kira-kira? 😍

      Delete
    4. Jadi mantan karena terlalu banyak dramanya Kak Eno, hahaha 🀣 Teman-temanku yang pacaran sejak SMA juga hampir semuanya pada putus di tengah jalan, hahaha 🀣 Ada beberapa yang masih, tapi sedikit banget. Gitulah Kak Eno, cinta monyet tapi mendewasakan sepertinya? Mendewasakan dalam hal apa dulu nih hahahha 🀣

      Kriteria Syifana dari dulu juga kayaknya lebih nggak masuk akal sih hahaha 🀣 Mungkin juga masih bocah dan belum dewasa, hahaha 🀣 Masih look oriented banget 🀣 Tapi biasanya kalo orang suka kan pertama dari mata turun ke hati nggak sih Kak Eno? Heheh 🀣 Beberapa orang mungkin memang ada sih yang jatuh hati hanya dari sikap. Eh iya nggak sih Kak Eno? Kok jadi mikir keras hahaha 🀣

      Untuk the futurenya Syifana sendiri nggak jauh-jauh dari Kak Eno. Yang bertanggung jawab, bisa diajak diskusi, satu visi dan misi, dan seperti yang Kak Eno bilang di komen sebelumnya. Satu garis takdir hahaha 🀣

      Delete
    5. Weedewww hahahaha, yang penting ada pembelajaran yang bisa mba Syifana dapat dari hubungan mba. That's okay, kadang keenggakcocokan membuat kita menjadi lebih dewasa dan mengenal diri kita. Ya nggak? 😜 Cheer up, mba!

      Agree, jaman dulu, obviously, saya pun akan concern pada look hahahaha. Yang tinggi, tampan, suaranya bagus *jiaaakh*, dan another good lists lainnya πŸ™ˆ Tapi berjalan dengan waktu dan bertambahnya umur, jadi tau kalau hubungan yang stabil nggak bisa hanya bersandar pada look, alhasil mulai buat kriteria tambahan (seperti di komen atas) yang dijadikan standar pendamping hidup πŸ˜† Wk.

      Semoga mba Syifana bertemu dengan future man yang sesuai, ya 😍

      Delete
  3. Masa SD-SMP sangat menyenangkan walaupun terkadang penuh bully2 kecil terutama dari kakak kelas. Pas SMA samasekali ga menikmati....aku "tertimbun" di antara ratusan siswa yang lebih menonjol (entah menonjol karena prestasi, terkenal karena ganteng/kece, atau menonjol karena geng anak-anak the have). Semua udah pernah kutulis di blog.

    SMP sih yg paling seru. Kebagian masuk siang pas kelas 2, otomatis pulangnya sore. Trus kalo Sabtu selalu ada upacara penurunan bendera, dan sontak bersorak girang kalo hujan di Sabtu sore (karena ga usah upacara). Pernah dihukum kepala sekolah karena ada teman sekelas yg ultah trus kita kerjain pake taburan tepung telor dan air khas anak zaman itu. Hari minggu disuruh masuk sama kepsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita, dengan membersihkan kelas yang bau amis telor itu huhuhuhu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha, sepertinya saya pernah baca post mba Imelda mengenai masa-masa SMA πŸ˜† hehehe. Duh bagian bully ini yang saya harap segera hilang, suka sedih kalau baca cerita teman-teman atau orang lain di luar sana sebagai bullying victim 🀧

      Duluuu tuh saya pernah masuk siang juga mba, hanya sebentar, tapi senang rasanya karena biasa bangun siang hahahaha. Tapi nggak enaknya, waktu main dengan teman jadi nggak ada sebab pulang sekolah sudah sore πŸ€ͺ

      By the way, ternyata dari jaman ke jaman nggak ada bedanya yaaa, lempar telor dan tepung selalu jadi bagian pemeriah suasana teman yang ultah 🀣

      Delete
    2. Iya, kayaknya legend banget ya lempar tepung telor itu sampe sekarang hahaha. Amin untuk hilangnya bullying di manapun ya mbak, entah di sekolah, atau juga di lingkungan pertemanan di sekitar kita.

      Delete
    3. Amiiiin amiiiin mbaaa, nggak bagus banget untuk mental soalnya 😞

      Delete
  4. Kenapa saya kasih tema ini karena selalu menyenangkan dengar pengalaman sekolah seseorang. Apalagi pas SD. Ha haha. Saya malah kasihan sama Si F, suka sama kak Eno tapi ngga di gubris. Dari kecil sudah sadboy. Jadi ingat pengalaman pertama kali suka cewek di TK juga malah ditampar. Ha ha ha.

    Ini bagian cerita SMP mesti ijin ke kesayangan dulu kak Eno? Ha ha ha. Saya pikir masa-masa SMP memang lebih menyenangkan ketimbang SMA. Transisi dari mengenal dunia lebih luas ceritanya. Pertama kali punya geng-gengan juga di SMP, dan benar, tujuannya buat ke kantin aja karena pada masa itu mau nongkrong di luar jam sekolah belum dibolehin. Ha ha ha.

    Pas cerita SMA juga ngga kalah lucu ternyata, saya jadi ingat salah satu adegan film Parasite ketika keluarga Park tidak jadi kemah dan pulang. Keluar Kim buru-buru sembunyi. Ha ha ha. Saya juga sudah keburu bertanya-tanya,"memangnya Si Ibu ngga ngeliat sepatu di depan rumah?". Dan ternyata benar, Si Ibu taunya gara-gata sepatu. Aseli. Ngakak euy. Ha ha ha.

    Tiga cerita yang menyenangkan. Terimakasuh sudah berbagi cerita masa sekolahnya kak Eno. Masa-masa remaja memang menyenangkan dan dikenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya saya sendiri nggak tau dia suka apa nggak, hanya saja, anaknya memang clingy abizzz. Kocak kalau diingat-ingat, mana kami sering liburan bareng sebab orang tua kami bersahabat πŸ™ˆ Jadi sangat dekat ~ Eh tapi itu mas Rahul kenapa bisa sampai ditampar? Omaygad anak TK bisa-bisanya πŸ˜† Mas Rahul bandel, ya?

      Nggak ijin hahaha, tapi si kesayangan tau, yang penting nggak cerita secara panjang lebar. Anggap saja selingan. Karena everyone pasti punya cinta monyet. Bohong banget kalau dia nggak punya 🀣 And yes, dulu tuh punya genk demi ada teman jalan dan nongkrong di kantin sekolah. Penting bangat, kaaan πŸ˜‚

      By the way, gara-gara mas Rahul bahas Parasite, saya jadi bertanya-tanya, kenapa orang-orang kalau sembunyi, hobinya di kolong, yaaa? Penasaran 😁 Wk. Sama-sama mas Rahul, terima kasih sudah membaca cerita saya πŸ₯³

      Delete
    2. Saya mau cerita tapi kak Eno kayaknya sudah tau. Ha ha ha.

      Setiap orang pasti pernah cinta monyet, tapi ngga semua yang pernah ditampar pas TK. Ha ha ha. Kalo punya geng, jalan di koridor sekolah juga asik.

      Mungkin stigma yang kebetuk difilm kak Eno. Ha ha ha. Kalo saya terjebak dan harus sembunyi juga tempat sembunyinya ngga jauh dari bawah kasur dan dalam lemari

      Delete
    3. Iya, saya sudah baca hahahaha 😍

      Itu temannya mas Rahul kebanyakan menonton sinetron mungkin, sampai paham soal tampar menampar πŸ™ˆ OMG, ada-ada sajaaaa huehehehe 🀣

      Kalau nggak salah di film Home Alone, ada pula yang bersembunyi di kolong kan, lupa series yang mana, and yes, gara-gara film, saya jadi beranggapan bahwa kolong kasur, kolong meja dan lemari adalah tempat yang aman πŸ˜…

      Delete
  5. berbicara akan pasangan hidup itu memang sulit carinya sama halnya dengan mencari pekerjaan.



    dan berbicara akan kekasih, saya hanya pernah pacarannya itu saat SMP sama SMA saja setelah itu, gaya pacarannya jadi taaruf . taaruf itu, pacarannya diawasi kedua orang tua dan gak boleh yang namanya jalan berdua famali . kalau ,bak eno dulu waktu pacaran pernah tidak sih jalan berdua sekedar makan di cafe atau nonton bioskop .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak lagi bahas pasangan hidup, mba πŸ˜‚

      Oh begitu, I see ~ saat sekolah, saya lebih suka kumpul dan main dengan teman-teman, ramai-ramaian mba hehehehe. However saat dewasa, tentu saja saya pernah jalan berdua makan di cafe atau menonton bioskop dan sejenisnya 😍

      It was fun 😁

      Delete
  6. Pengalaman masa sekolah Kak Eno kebanyakan lucu-lucu, ya. Terutama yang mengira sudah waktunya pulang dan sembunyi dari ibunya teman di bermacam-macam tempat. Tentang teman mencontek, jadi ingat waktu SD ada teman sebangkuku yang mencontek jawabanku saat ulangan. Dan aku baru sadar tentang itu setelah tempat duduk dia dipindah.

    Tapi salut sih, Kak Eno masih kontakan sama F sampai sekarang. Karena sebenarnya aku sudah gak kontakan sama teman SD-ku. Kalau boleh tahu, apa F baca blog ini juga? Nanti dia tahu dong, kalau Kak Eno cerita tentang dia.

    Pada dasarnya cerita masa sekolah Kak Eno di postingan ini menyenangkan. Aku jadi nostalgia juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya yang menyebalkan ada banyak, seperti dapat nilai jelek saat ulangan atau dimarahi guru karena asal jawab πŸ˜‚ Tapi yasudah begitu saja, so far masa sekolah saya cukup menyenangkan, dan yang menyebalkan better dilupakan πŸ˜† Eniho, temannya Sella dipindah tempat duduknya oleh guru karena mencontek? 😱

      Dia mungkin baca, saya nggak pernah check 😁 Tapi nggak apa-apa kalau dia tau hahaha, sebab kami masih berteman baik sampai sekarang, dan kejadian masa kecil, kami anggap sebagai salah satu memori indah. Seru kalau diingat 🀣

      Terima kasih dear Sella sudah baca cerita saya πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  7. Hiya hiya kisah cinta monyet Kak Eno lucu banget 🀣 Kakak udah mirip fans yang suka banget sama idolanya sampai fotonya disebar di seluruh sudut ruangan 🀣 bahkan sampai dipajang di frame? 🀣 Alamak! Ibu Kak Eno kayaknya ngikik-ngikik juga pas lihat kelakuan anak gadisnya ini 🀣.

    Aku juga ngikik baca adegan ngumpet Kakak dan sohibuls 🀣 ngakak banget wkwkwk apalagi posisi teman Kakak yang tiduran di bunkbed, untung nggak sampai ketiduran ya 🀣. Ngakaknya lagi ternyata sepatu kalian ada di pintu masuk ya 🀣 kocak beut kejadian ini wkwk. Thank you for sharing Kak Eno ❤️ sungguh menghibur sekali πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu kakak fans dia, bersama dengan ratusan anak cewek lainnya hahahaha *lebay* 🀣 Dan niat banget sampai pajang foto dia di frame plus letakkan di atas meja belajar. Semacam penyemangat gitchu, Lia πŸ€ͺ Well, yang pasti Ibu kakak hanya geleng-geleng kepala, berusaha memaklumi anaknya sudah remaja πŸ™ˆ

      Seriously, memori sembunyi itu masih terekam jelas sampai sekarang. Sebab kami semua sangat panik, hahaha. Paling kocak lihat sohibul pura-pura tidur di atas bunkbed. Dia nggak berani gerak sama sekali, mana ditutup selimut badannya πŸ˜‚

      Waktu maminya sohibul kakak sudah pergi, sohibul yang di atas bunkbed bilang, "Kaki gue keram coooy." hahahahahaha 🀣 Betul-betul deh, masa indah, yang ada di pikiran cuma main dan belajar 😍 Thank you Lia sudah baca πŸ˜†

      Delete
  8. Eciyeeee kak Eno!!! Lucu banget siiihh cinta monyetnyaa!!! πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
    Kalo kak Eno pakai buat foto-foto anak cowo, adekku pake kamera fotonya muka2 hewan doang pas ke taman safari. Buang-buang roll film aja πŸ˜‚
    Bukan motret dia dan teman-temannya ya hahaha

    Aku dlu ga bikin papan dinding gitu tapi aku tulisin semua ke diary hahaha
    Masih ada diarynya sampe sekarang. Kalo dibaca lagi. Yawlaaa malu abiiiss wkwkwkw

    Itu momen kocak banget! Kenapa harus sembunyi siiih padahal sepatu berserakan yak di luar hahaha 🀣🀣🀣

    Rumahku jg jadi basecamp tmn2 buat maiin soalnya cuma 5 menit jalan kaki ke sekolaah kak hehe jadi plg skolah, main d ke rumahku hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampuuun adeknya mba Frisca kenapa foto hewaaan 🀣 Eh tapi mungkin memang lebih suka mendokumentasikan hewan daripada diri sendiri, seperti saya yang kalau jalan-jalan, sukanya dokumentasikan bangunan, mbaaaa πŸ™ˆ

      Malu pasti, saya pun ingat-ingat memory itu, malu abiz, kenapa saya bisa sangat alay ya dalam menyukai seseorang πŸ€ͺ By the way, karena panik, otak kami nggak berfungsi dengan benar mba, jadi kami nggak ingat ada sepatu di luar πŸ˜‚

      Seru pasti rumah mba Frisca selalu ramai dengan teman πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Gtw dia knp isinya foto hewan semuaaa. Mana ngeblur. Ga ada foto yg bisa dicetak πŸ˜…
      Memang masih cilik sih kak. Kayanya kelas 5 apa 6 SD gituu.
      Cuma aku berasa sayang aja. Roll filmnya dipake buat foto hewan yg ngeblur hmmm

      Hahaha lucu banget. Aku ketawa-tawa pas bacanya. Pasti uda sampe nahan-nahan napas kan tu. Jadi sakit perut ga kak eno? Biasa lg sembunyi gitu entah jd pengen pipis atau jd sakit peru πŸ˜†

      Iya seru kak. Rame teruuus dan enaknya ga diomelin orang tua karna main kesorean. Soalnya kan emg uda di rumah 🀣🀣🀣

      Delete
    3. Mungkin pada waktu itu, interest-nya ada pada hewan, mba 🀣

      Pastinya berusaha tahan napas, sakit perut jadi ingin ke kamar mandi, deg-degan, hahahaah, kawatir kena marah, terus bayangan kami sudah ke mana-mana sebab selama ini imajinasi soal mami sohibul saya itu adalah mami yang galak. Jadi parno duluan mbaaa, memang imajinasi berlebihan itu bahaya πŸ˜‚ Wk. Ampuuuuun deeeh.

      Delete
  9. Hahaha... lucu banget sih cerita masa muda kak Eno, dimulai dari si F yg nempel kayak perangko, cinta monyet mengagumi seorang pemuda ganteng, sampe cerita grup pertemanan jaman SMA, seruuuu...

    Aku juga banyak cerita serun tapi kayaknya bakal kepanjangan kalo di tulis di komen, hahaha...

    btw kak, kalo sama cinta monyet ini, akhirnya gmn? jadi gak? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu dwooong, kita ingat yang manisnya saja πŸ˜‚ Wk.

      Ayo dong Ady cerita masa sekolah di Harian Adynura, atau di fotoblog siapa tau ada foto-foto unyu jaman sekolah 😍 Hehehe. Aduuuh mari kita lupakan si cinta monyet, kalau dibahas nanti ada yang ngambek tuuuuh di pojokan 🀣✌

      Delete
    2. Bwahahaha.... gpp atuh, kan itu mah udah lama berlalu, cinta monyet pula... meskipun itu sosok prianya ganteng banget, aku mah tetep jadi pendukung hyung :D

      Hmmm, aku tuh suka heran sama kalian yang bisa bercerita layaknya kejadian itu baru terjadi kemarin, se vivid itu.. soalnya kalo aku mah pasti banyak mikir lama dan berpotensi fiktif (nambah-nambahin cerita karena cerita aslinya lupa) karena memang sekabur itu memorinya, dibayangin mah bisa, tapi ga bisa inget sedetil percakapannya seperti apa.

      Otakku kyknya emang limited nih, hahaha..
      Jadi kalo mau nyeritain soal kehidupan remajaku, hmmm.. hahaha, disave dulu ah biar bisa dipake kalo lagi ga ada ide :D

      Delete
    3. Dia senang dapat pendukung, Dy 🀣

      Kalau saya termasuk mudah mengingat kenangan manis, kocak, atau yang super duper memorable πŸ˜† Kalau kata si kesayangan, "Ah elu, kesalahan gue pun lu ingat ingat." Wk *joke*. Tapi in general, sama seperti Ady, saya nggak mungkin ingat semuanya hahaha, jadi hanya yang berkesan saja biasanya 😍

      Eh tapiiii para pria bukannya kebanyakan seperti Ady, ya? Sebab si kesayangan juga bukan tipe pengingat banyak hal. Yang dia ingat coding doang kayaknya πŸ€ͺ Though ada beberapa kejadian masa kecil yang dia hapal dan membekas di benak 😁

      Ps: percakapan pastinya nggak 100% sama, tapi kurang lebih yang terangkum dan teringat, yang saya tuliskan. Too bad, otak saya buka komputer 🀣 Wk.

      Delete
  10. Bahagia yaa mbaa kalau punya masa sekolah yang indah, pengen balik lagi ke sekolah gak sih?? Jaman sekolah permasalahan kita yaa cuma sebatas nilai dan pelajaran doang, bumbunya cuma cinta cinta monyet yang gak jadi beban sama sekali

    Dulu salah satu Basecamp kami sekolah adalah TOilet 😁😁🀣🀣, pokoknya adaa aja alasan ke guru izin keluar kelas, dan berlabuhnya pasti ke toilet, 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ditanya ingin balik apa nggak, jawabannya nggak mba πŸ˜‚ Karena masa sekarang ternyata jauh lebih indah ahahahaaha. Jadi masa sekolah cukup dikenang saja. Malas ugha harus kembali duduk di kelas kerjakan ujian πŸ™ˆ

      And yes, yang saya suka dari jaman sekolah, kita terbebas dari beban pikiran. Isinya all day looong hanya, belajar, makan, tidur, main on repeat sampai puas πŸ˜† By the way, kenapa dipilihnya toilet, mbaaa? Wk. Unik banget pilihannya 😁

      Delete
    2. Karena di toilet, kalau ketauan guru-guru gak mungkin ditanyain "ngapain kalian disini" karena jawabannya pasti "ke toilet lah pak/bu"

      Hehehe

      Delete
    3. Ah, I see, benar ugha, mba 🀣

      Delete
  11. Mba Enooo aku ngakak parah pas bagian pada ngumpet πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Kenapa siiihh kok pada panik duluan?? HAHAHA.. Terus liat temen2nya gedabrukan panik, temen Mba Eno yang anak mami reaksinya gimana? πŸ˜‚πŸ˜‚

    Tapi ini seru banget deeh pasti habis itu kalian sering ketawa2 bahas kejadian ngumpet πŸ˜‚πŸ˜‚

    Btw cerita Mba Eno seru-seru semuaa.. Soal si F juga ngakak wkwkwk soal cinta monyet pun πŸ˜‚πŸ˜‚

    I can relate with menyimpan foto gebetan!! Wkwkwk ya ampun aku sempat punya kamera digital mini pas kelas 3 SMA, dan itu dibawa2 tiap ada event di sekolah dan selalu cari kesempatan biar bisa foto gebetan (atau kalau lagi lucky ya foto bersama gebetan) wkwkwk kenapa yaa kita kok creepy gini diam2 motret orang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. So pasti ikutan panik mba hahahaaha, itu kali pertama kami lihat maminya sohibul kami pulang cepat. Selama ini hanya dengar rumor, mami dia galak. Alhasil kami kocar kacir berlarian takut banget kalau ketahuan hahaha πŸ˜‚

      Setiap ingat kejadian itu, ngakak parah. Apalagi buat saya dan sohibul yang sembunyi di lemari, sebab kami jadi saksi mata sohibul di atas bunkbed pura-pura tidur nggak berkutik sampai kakinya keram. Mungkin dia terlalu panik 🀣 Wk.

      IHHHH, nggak creepy kok mba, kan mereka tau dipotret, I bet mereka sadar. Apalagi cinta monyet saya cukup banyak fans-nya, jadi kamera yang tertuju ke dia bukan kamera teman saya doang *iya kamera modal pinjam* ahuahaha πŸ€ͺ Nggak bisa dipungkiri, punya gebetan memberi semangat kita sekolah. Betul begitu bukan? πŸ˜†

      Delete
  12. ngebayangin part sembunyi dari mama si anak mami, bikin ngakak sendiri...

    Dan part maminya selalu sedia makanan dikontainer itu udah aku praktekin ke anak-anakku. Dari sebelum pandemi aku lebih seneng, anak-anakku bawa temen-temennya ke rumah daripada anakku yang main ke rumah temennya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya mba Pipit πŸ˜†

      Nah itu yang one day (if there's a chance), ingin coba saya lakukan. Lebih tenang mungkin ya perasaan orang tua apabila anak main di rumah bawa temannya 😁

      Delete
  13. Nostalgia masa sekolah tuh memang selalu menyenangkan yaa, Mbaa. Apalagi kalau kenangannya seperti yang Mba Eno ceritakan di atas πŸ˜†

    Aku ngakak banget pas adegan kalian ngumpet di kamar teman pas mamanya mendadak pulang ke rumah wkwkwk 🀣 tapi memang mamanya bakal marah beneran Mbaa kalau ada teman main ke rumah? *penasaran beneran*

    Akuu akuu! Dulu suka banget bikin papan dinding dari styrofoam untuk tempel-tempel quotes, potongan dsri majalah sampai foto idol πŸ˜† tapi Mba Eno cocuit amat sihh berani nempel foto gebetan sampai di-frame segala bahahaha. Aku dulu kalau naksir-naksir kecengan malah nggak berani ngomong sama papa mama πŸ™ˆ tapi pernah sihh dulu adiknya gebetanku ngeles Mandarin sama mamaku, jadi kakaknya jemput sang adik tiap sore ke rumah. Beberapa kali aku yang buka pintu dia pasti bawain aku cemilan kayak biskuit atau cokelat yg kayaknya sih sengaja dipilih karena bentuknya ada love love gitu LOL Elah dahh anak ingusan dikasih cemilan sama gebetan aja shy shy cat bangett wkwkwk 🀣 sejak saat itu ketahuan deh sama mama, "itu biskuit dari siapa? Kok ada hati-hatinya?" 🀭

    Thank youu Mba Enoo for sharing your heartwarming stories about school memories! Jadi ikut bernostalgia πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Jane, akan selalu ada hal-hal menyenangkan πŸ˜†

      Nah, sebetulnya, maminya nggak pernah marah kalau teman-teman main ke rumah. Cuma dari awal kenal si anak mami ini, dia sudah bilang, "Gue nggak boleh main ke luar, habis sekolah langsung pulang. Mami gue galak." Lha kami jadi kederrrr dengarnya πŸ˜‚ Alhasil waktu pertama kali maminya mendadak pulang, kami kocar-kacir berhamburan di dalam kamar buat sembunyi takut kena marah πŸ˜†

      Toooosss mba, seru yaaa punya papan dinding, bisa di-update isinya secara berkala. Kadang niat banget sampai pakai tulisan ala-ala majalah segala 🀣 Eniho, saya pun nggak pernah cerita ke ortu sedang suka siapa. Tapi saya a bit nekad pasang foto orangnya di rumah. Dan Ibu saya nggak pernah iseng tanya secara detail kecuali, "Ini siapa?" sambil senyam senyum nggak jelas hahahaha πŸ˜†

      Duh membayangkan mba Jane shy shy cat, saya jadi ngikik sendiri. Pasti mba Jane selalu menantikan dia jemput adiknya, yaaa? Apa jangan-jangan sebelum dia datang, mba Jane langsung bedakan? KYAAAAAAA 😍 Hahahahaha. Masa-masa shy shy cat itu, salah satu masa menyenangkan menurut saya, entah kenapa saya menikmati masa dan rasanya. Between dugeun-dugeun dan harap cemas 🀣

      Me too, terima kasih mba Jane sudah berbagi cerita πŸ₯³

      Delete
  14. duh lama sekali ga ketemu blog yg berceritanya panjaaaang tapi asik untuk dibaca dan disimak hehe jd terimakasih utk itu, auto masuk feedly pokoknya.

    jd ingin nulis tentang masa2 sekolah jadul jg hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, thank you sudah mampir blog saya 😁
      Ayo tulis cerita masa sekolahnya, mas πŸ₯³

      Delete
  15. Halo, Mba Eno. Apa kabar? Kangeeennn banget main ke sini. Ada makanan ga? Hehehe..

    Wah wah cerita masa lalu pas sekolah, ya. Seruuuu. Saya bacanya juga ngikik. Eh, masa SMP kita sama selalu ada class meeting setelah ujian. Itu masa2 ngecengin gebetan. Terus dicocok2in ama ramalan zodiak di majalah remaja, hahahaha.. Majalah remaja saat itu ngehit banget ya, mbaaa..

    Weeeh, kamera kodak yg ada filmnya. Aduh deg2an kalo pas nyetak. Ada yg kebakar ga ya?

    Btw, asyik banget mengenang masa lalu. Makasih Mba Eno utk ceritanya.😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba, masuk masuuuuuk, hihihi ini camilannya πŸ₯¨πŸ©πŸ«πŸŽ‚πŸ§πŸ₯€

      Iyaaa mba, sama bangettt, masa class meeting, masanya tengok gebetan, adik / kakak kelas cakep hahaha πŸ˜‚ And yes, ada momen baca majalah, atau sekedar kongkow sama sohibal-sohibul di kantin sambil bahas liburan mau ke mana πŸ™ˆ

      Thankfully, waktu itu nggak kebakar mba, tapi deg-degannya berasa waktu tunggu jadwal jemput film hahaha, membayangkan foto gebetan terpampang πŸ˜† And yes, asik mengenang masa muda, terima kasih sudah membaca, mba 😍

      Delete
  16. KAK ENO YA AMPUN ASTAGA!!! *heboh duluan* baca cerita Kak Eno tentang foto gebetan masa SMP aku jadi inget aku juga nyimpen fotonya gebetanku waktu masih SMP HAHAHAHAHHA. Minta temen yang nyetak foto dia, untungnya akrab dan dia juga paham aku suka sama gebetanku itu, jadi mulus lah mintanya tanpa dicie-ciein sampe sekelas tau. xD Dan jurnalku tentang gebetanku itu dulu juga isinya dia semua xD sampai aku gambar sendiri mukaku sama muka dia pake gaya 2D wkwkwkwk nerbener deh. Udah aku bakar tapi jurnalnya dulu karena dibaca sama temenku. xD

    Wah makasih banyak Kak Eno udah cerita tentang masa sekolahnya dulu, always senyum-senyum sendiri kalau baca cerita teman tentang masa-masa sekolahnya. Bayangin masa sekolah sendiri, enak banget rasanya nostalgia wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, ternyata kita jaman SMP melakukan hal serupa πŸ˜‚

      Tapi kenapa sampai dibakar, mbaaa? Sayang banget journalnya, padahal jika masih ada, bisa dibaca ulang, sambil ketawa-ketawa membayangkan πŸ˜† Wk. Sama-sama mba Endah, terima kasih sudah baca kenangan masa muda saya πŸ™ˆ

      Delete
    2. Default anak SMP seduniaπŸ˜‚ habis aku malu Kak jadi aku musnahin deh jurnalnya, nyesel juga sekarang🀣🀣🀣

      Delete
    3. Nggak apa, bisa tulis journal baru dengan kisah masa sekarang 🀣🀣

      Delete
  17. Pas bagin ngumpet sampe tahan napas itu lumayan menantangwalau sebenarnya ketahuan ya hihi. Aku dong pas SMP, Mbak, pernah dikeluarin guru bahasa Inggris saat les tambahan di sekolah gara-gara belajar perbandingan adjective yang smarter dll, aku malah menceletuk, "Seger!" Pak guru pun marah dan aku merasa bersalah banget. Esoknya jam pertama beliau ga masuk-masuk, dah waswas masih marah dan bilangin ke ayah saya coz mereka saling kenal. Sebenarnya banyak sih cerita menyenangkan masa sekolah dulu, termasuk main permainan tradisional pas SD atau gantiin pemimpin upacara yang mendadak pingsan di tengah lapangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menantang sekali mas, buat anak seusia itu, rasanya sudah seperti James Bond hahahahaha πŸ˜‚ Lha mas Rudi bandel ugha rupanya, sampai iseng kasih celetuk kata, "Seger!" 🀣 -- Jadi bagaimana kelanjutannya, mas? Ayah tau, nggak? πŸ˜†

      Wuuuh jadi pemimpin upacara dadakan, cool amat πŸ™ˆ

      Delete
    2. Ternyata Mister yang akhirnya jadi guru favorit itu sakit, Mbak, dan syukurlah insiden 'seger' itu enggak sampai ke telinga ayah. Masih ada sih cerita lain pas masih SD hehe.

      Delete
    3. Sekarang sakit, mas? Huhuhu I'm sorry to hear that, semoga mister tersebut lekas sehat, yaaaaa ~ eniho, ayo tulis di blog cerita lain jaman SD-nya 😜

      Delete
  18. hahahaha astagahhh sembunyi di lemari nggak pernah juga terpikir sama aku
    dannnnn kok ya lupa sama sepatunya :D
    banyak lucunya nih memori mbak Eno ketika jadi anak sekolah, ada cinta monyet-monyetan juga, sama hahahaha
    terus curi curi pandang ke temen yang di taksir, omaigoddd hahaha

    hehehe seorang anak seumuran F waktu itu udah tau "modus" ya mbak. kayaknya si F punya bakat buat memikat wanita :D
    tapi senengnya kalau sampe sekarang masih berteman baik ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kepikiran sama sepatu mba, menyelamatkan diri dulu hahaha 🀣

      Sama dong pastiii, saya yakin banyak yang punya cinta monyet πŸ˜† Wk. Apalagi bagian curi-curi pandang, macam lagu Chrisye, kisah kasih di sekolah πŸ€ͺ

      Too bad jaman itu nggak ada bahasa modus, kalau ada, mungkin dia sudah saya ledek dengan kata-kata, "Modus, luuu." hahahaha. What a memory πŸ˜‚ Ps: iya mba, sampai sekarang masih berteman baik karena ortu sahabatan 😁

      Delete
  19. Mba, aku baca cerita si anak mami, yg sebisa mungkin di rumah aja, distokin cemilan yg banyak Ama maminya, dan mainan, itu bener2 ingetin aku ke suamiku :p.

    Mertuaku kan diplomat yaaa. Naaah tapi dia pernah cerita kalo dia selaluuuu aja ngerasa ga tenang saat sudah menyelesaikan tugas di LN dan hrs balik ke Indonesia utk stay dulu 2 tahun sebelum dikirim lagi ke negara berikut. Karenaaaa Jakarta buat dia ga safe. Terlalu banyak drugs beredar hahahaha. Dan dia takut anak laki2nya Keikut pergaulan begitu. Makanya mama mertua kalo sdg di Indonesia pasti nyetokin banyaaaak Snack dan mainan di rumah, supaya Suamiku itu manggil temen2nya aja ke rumah. Drpd dia yg hrs kelayapan :p. Bagus sih caranya, dan jujur aku juga tiru. Nyetokin banyak makanan dan maknan supaya anakku betah di rumah.

    Kalo cerita masa sekolah, aku LBH suka zaman sekolah drpd kuliah :). Tapi jujur masa2 sekolahku itu ga banyak berkembang temen2nya, karenaaa dr TK - SMU, aku sekolah di sekolah khusus yg mana muridnya hanya menerima anak2 pegawai yg ortunya kerja di oil company PT Arun dan Exxon mobil. Jd yg ortunya ga kerja di sana, ya ga bisa msk sekolah itu. Artinya dari TK Ampe SMU, temenku itu itu ajaaa wkwkwkwkwk . Ibarat kata, kami udh pernah melihat popok masing2 :p.

    TK aku ga terlalu inget masa2nya. SD lumayan oke, apalagi temen2 ku asik. SMP udh mulai kenal cowo, dan suka2an hahahah. Tapi SMU aku agak nakal, krn mulai pacaran Ama cowo paling bad boy, Abang kelas pula. Tau lah yaaa cowo bad boy godaannya gede, apalagi rata2 cakep. Jd kalo bisa menarik perhatian dia, berasa gimanaaa gitu :p. Cm guru2 sempet nasehatin aku utk putus hubungan aja. Putus sih memang.. tapi hrs aku akuin pacaran Ama bad boy itu ga bosenin hahahahah.

    Intinya, pengalaman sekolah buatku paling nyenengin. Kuliah aja yg mulai membosankan :p.



    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara begitu oke kayaknya ya mbaaa, jadi buat anak betah di rumah, tinggal ajak teman-teman anak dan orang tua pun bisa pantau dengan mudah 😍

      Menurut saya pun, jaman sekolah lebih menyenangkan, karena mungkin beban juga belum terlalu banyak hahahaha. Pure fokus main, makan, tidur dan belajar setiap harinya, include bucin-bucinan sikit di sekolah hahahahaha πŸ˜‚ By the way mba Fanny seru banget, teman dari kecil sampai besar sama semua πŸ˜†πŸ’•

      Waduuuuh, aura badboy memang nggak terkalahkan, mba? πŸ™ˆ Wk.

      Delete
  20. Hihihihihi tercepot-cepot langsung cari tempat persembunyian ahahahaha. Saya [as baca juga heran kenapa musti tercepot-cepot sembunyi, sih?!

    Mainan yang disiapkan maminya untuk kalangan anak SMA itu macamnya kayak gimana, mbak? Nggak dikasi pasokan cemilan juga, nggak, di dapurnya si anak mami buat dinikmati bersama teman-temannya? Hihihihihihihi... Saya juga jadi ikut terkikik-kikik bacanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena takut kena marah, mba 🀣

      Mainan yang sohibul saya punya itu adalah game console dan komputer dengan aneka rupa PC Games yang seru untuk dimainkan, mba hahahahaha πŸ˜† Seru bisa main di rumah dia, sebab mainnya ramai-ramai dengan teman 😍 And yes, dikasih pasokan makanan banyak di container besar sama maminya πŸ˜‚

      Delete