27 Years Old | CREAMENO

Pages

27 Years Old

Baru selesai kerja, terus iseng baca beberapa email masuk, salah satunya dari mba Desy (beliau request dipanggil Desy saja), yang kurang lebih isinya, "By the way mba, aku nggak enak dipanggil 'mba' soalnya dibawah 7 tahun dari mba Eno. Jadi panggil aku Desy, ya." --- terus habis baca email itu, wajah gue langsung sumringah 🀣 Yaaaaa ampun ada yang percaya gue 27 tahun, ahahahaha. Antara senang dan sedih, senang karena berarti dari tulisan yang gue bagikan, gue terlihat berjiwa muda, but sedih karena fakta berkata, usia gue sudah middle 30 menuju 40 πŸ˜… Wk.

Gue memang sejak birthday ke 27 sudah nggak mau hitung lagi usia gue berapa ---- selain karena malas, terus ribet sis harus kurang-kurang angka, jadi~lah setiap ada yang tanya, gue jawab usia gue 27, meski kadang lawan bicara gue menunjukkan wajah nggak percaya, yang untungnya nggak sampai tanya kamar mandi ada di mana (siapa tau mau muntah ye kan) πŸ€ͺ Hahaha. Terus kenapa 27? Kenapa nggak 20 atau 17 sekalian? Soal ini to be honest nggak ada alasan jelas kecuali karena gue merasa diri gue palinggg cantik dan paripurna saat usia 27. Wk. Mungkin berkat keberhasilan gue melewati fase pencarian jati diri pasca masuk realita orang dewasa *haiyah* πŸ˜‚

Eniho, apa kabar teman-teman? Kalau gue kabarnya baik, dan seperti biasa saat menulis post ini, gue sambil dengar lagu jadul ---- dan gue ingin share judul lagunya yaitu λ‚΄κ²Œ μ˜€λŠ” κΈΈ (The Road to Me) yang rilis pada tahun 2001 (20 tahun lalu) dinyanyikan oleh Sung Si Kyung, tapi sengaja gue kasih link cover penyanyi muda Red Velvet Joy biar cocok didengar teman-teman (artinya bagus, lhoooo) 😁 Selain dengar lagu jadul, gue juga sedang minum es teh less sugar untuk menutup hari yang terasa panjang sambil hunting buku baru untuk gue baca 🀀

🐰🐰🐰

Terus gue mau jawab satu email yang bertanya related to post Can't Buy gue kemarin, kebetulan teman yang bertanya salfok akan statement gue about rumah kecil di Korea πŸ™ˆ Wk. Dulu kayaknya di salah satu post gue, ada pernah gue tulis kalau gue sedang cari landed house (rumah menapak tanah) karena sekarang masih stay di apartment, tapi kalaupun gue akan beli landed house, gue tetap ingin beli yang size kecil karena buat gue dan si ganteng, rumah itu bukan asset melainkan produk yang gue 'konsumsi', jadi kami merasa kami nggak perlu membeli rumah besar 😁

Ada yang bilang, rumah itu bisa jadi investasi, tapi buat gue, rumah yang tujuannya untuk tempat tinggal hingga let's say akhir hayat nggak mau gue anggap investasi or asset secara kemungkinan besar untuk gue jual berarti nol, kaaan? πŸ˜‚ Dan gue sama si kesayangan prefer investasi di pasar saham or business, daripada rumah. Alasan mendasar lainnya adalah kalau 50% uang kami lari ke rumah, ketika kami butuh uang urgent, kami akan kesulitan, secara jual rumah nggak semudah jual gorengan. Akan lain cerita bila rumahnya dijadikan usaha, perhitungan pasti beda πŸ˜†

That's why, kami nggak tertarik beli rumah besar untuk tempat tinggal. Buat kami yang terpenting cukup untuk berdua. Dan sebenarnya one bedroom more than enough sebab barang kami nggak banyak 🀣 Kebetulan gue nggak main block (Lego, etc) di Korea, jadi isi rumah betul-betul hanya barang fungsional dan kami butuhkan. Terus teruus, kenapa gue sangat konsumtif untuk mainan block, nanti pan-kapan saat bisa edit foto, gue akan cerita background story-nya 😍

Gue pribadi merasa urusan rumah itu urusan selera --- Ada yang sukanya gedongan, mevvah, dan ada pula yang sukanya kecil, minimalis namun nggak kalah indah. Jadi balik ke selera teman-teman plus cencunya budget yang teman-teman punyaaa πŸ₯³ And, beside those logic reasons, ada alasan yang paling berperan besar dalam pengambilan keputusan gue saat beli rumah Korea, yaituuuuu karena di Korea nggak ada mba yang akan bantu gue bersih-bersih rumah 🀣 Makanya gue dan si kesayangan pilih size yang makesense untuk kami bersihkan dibantu robot-robot tercinta πŸ˜†

🐰🐰🐰

And then, menjawab pertanyaan soal Chuseok (game-nya masih dibuka kalau mau ikutan, genks), jadi Chuseok itu bukan perayaan agama --- tapi lebih ke thanksgiving, atau Festival Musim Gugur yang sering diadakan negara Asia Timur --- Perayaan ini sekaligus untuk merayakan hasil panen sebelum winter, dan yang merayakan seluruh penduduk Korea, terlepas apapun agamanya 😁

Naaaah, salah satu tradisi yang ada merupakan tradisi masak, terus biasanya masakan ditaruh di atas meja, kemudian anggota keluarga doing bow ke leluhur mereka. Fyi, ini budaya, tapi nggak semua orang melakukan πŸ˜‰ Gue nggak ikut tradisi bow, mana mostly saat masuk musim gugur, gue masih di Indonesia atau sebelum Corona biasa gue masih somewhere over the rainbow~lah 🀣 Paling gue kasih angpao, khusus tradisi ini masih gue jalankan. Ini beda keluarga beda aturan. Keluarga si kesayangan tipe bebas. Yang penting tau dan paham. That's all πŸ˜†

🐰🐰🐰

Next, biasa panggil orang tua si kesayangan apa? Ini sesuka mulut gue sih, kadang Omoni Aboji saat ada maunya normal, but lebih sering Omma Appa πŸ˜‚ Honestly untuk anak usia matang, lebih banyak panggil Omoni Aboji, kalau anak cowok mulai berubah panggilan saat lulus SMA atau lulus army, while anak cewek berubah saat jelang or after menikah. Ini case by case, yooo. Nggak semua sama. Gue cuma dengar dari sekitar hahahaha. Maklum gue pendatang, wak πŸ˜…

Kenapa gue lebih sering panggil Omma Appa karena Omma request, soalnya Omma nggak punya anak perempuan. Jadi mungkin Omma ingin punya ikatan dengan gue sebagai Ibu dan anak, which is gue senang karena itu membuat kami akrab dan nggak awkward sejak awal πŸ₯³ Sedangkan si kesayangan, dia panggil Omani (perpaduan Omma dan Omoni) sebab kalau panggil Omoni terlalu aneh buat lidah dia. Wk. So yes, semua balik ke masing-masing personal 🀣

Sekian 😁✌

58 comments:

  1. Padahal aku juga minta dipanggil rivai aja. Karena aku yakin lebih muda dari mbak eno, iyaa lebih muda!! tapi ttp saja dipanggil mas...hahahaha

    Ntar kalau udah punya rumah napak, jangan lupa menyanyikan lagu Rumah Kita-nya God Bless. Biar semakin tumbuh rasa bangga dan cinta terhadap rumah tersebut...hahahahaa

    Aku baca artikel ini sambil nyanyi lagunya Padi yg berjudul menanti keajaiban..yang pasti hari ini ngedit tulisan biar bisa publish akhir pekan ini...wkwkwkk 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang pernah minta? Perasaan nggak pernah 🀣 Apa saya yang lupa? Wk. By the way, mas Rivai yakin lebih muda? Saya rasa kita seumuran hahahaha 😝

      Eh kenapa mas Rivai sambil menyanyi lagu Padi? Apa hubungannya? Maap sudah malam, jadi otak saya agak lemot dan nggak bisa diajak berpikir keras πŸ˜‚

      Delete
    2. Pernah mbak eno. Emang ga suka dipamggil mas. Ntar dikira sombong. Soalnya kemana-mana bawa (e)mas..hahahaha 🀣🀣
      Yakin seumuran...? Hahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚

      Lirik-lirik di lagunya padi itu cukup dalam maknanya mbak eno. Apalagi pas lagu itu, petikan melodi dari gitarnya piyu enak banget. Nie potongan liriknya
      "Seharusnya aku tak patut bersedih
      Atas semua apa yang terjadi kepadaku
      Aku merasa bahwasannya hidup ini
      Tak lebih dari sebuah perjalanan"

      Yaa itulah liriknya...hahahhaa

      Delete
    3. Jiaaakh, gubrak 🀣

      Eniho, mas Rivai ceritanya lagi menanti keajaiban? 😝 Jangan bersedih mas kata Padi, karena hidup ini tak lebih dari sebuah perjalanan πŸ˜‚ Wk.

      Delete
  2. Aku percaya kok kalo kak Eno itu 27, makanya aku panggil kak karena aku juga masih 20 tahun.

    hahahahahahaha....

    udah ah gitu aja, kasian ntar cape baca komennya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 20 tahun kali dua bukan, Adynura? 🀣 Wk.

      Delete
    2. wah becanda nih... masa semuda ini dibilang 40 tahun.

      anyway, biar kak Eno tahu aja, aku tuh kalo pake baju SMA masih cocok banget... asal pake masker. hehehe

      kalo gaet-gaet mojang SMA mah masih bisa lah yaa, tapi akunya aja yang engga ganjen, aku tipe setia kak.




      Haaak!

      Delete
    3. Yeh, semua juga kalau pakai masker langsung kelihatan cocok pakai baju sekolah 🀣 hahahaha. Hush, jangan ganjen jadi laki, harus setia sama Panda 😁

      Delete
  3. Lho? Kak Eno umur 27? Berarti kita beda 10 tahun yaak soalnya aku umurnya 17 πŸ€ͺ, terakhir masuk kidzania aja masih boleh main karena disangka umurku masih 12 πŸ€ͺ *menolak tua sampai halu bingits 🀣*

    Anyway kalau membahas chuseok, aku baru ngeh kalau festival ini juga sama dirayakan oleh Chinese People. Ada kue khas yang cuma hadir di saat-saat seperti ini yaitu moon cake 😍. Kuenya agak mahal sebab hanya keluar 1 tahun 1x wkwkwk. Kak Eno pernah coba nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, waktu itu kan kakak yang antar Lia main ke Kidzania sebagai guardian 🀣 Jadi ingat Lia buat pizza di sana, terus main mobil pemadam kebakaran πŸ˜‚ Wk.

      Yes, cencu sudah coba Mooncake dan rasanya enaaaaak bangats, Liiii 😍 Omooo. Mana kapan hari tuh kakak dikasih Mooncake sama relasi kakak, dan warnanya cakep-cakep parah sampai sayang mau dimakan πŸ˜† Hahahaha.

      Delete
    2. OIYA MAAFKAN AKU LUPA!! Ingatanku samar-samar pergi ke kidzania sama siapa gitu, kayaknya waktu itu sama guardianku bikin pizza sama es krim bareng ingatnya, ternyata sama Kak Eno ya πŸ€ͺ *makin halu*

      Iyaaa! Kadang warnanya cakep-cakep bangettt terus bungkusannya juga sampai nggak tega mau dibuka 😭. Mooncake ini ada 2 versi Kakk, ada yg mooncake biasa, ada yang bentuknya disebut "pia" atau "tong ciu pia", Kakak pernah coba yang disebut tong ciu pia nggak? Aku lebih suka yang itu soalnya ada kulitnya berlapis-lapis, enak buat dipretelin wkwk

      Delete
    3. Iya sama kakak, waktu itu Lia menangis juga sampai ingusnya keluar-keluar πŸ˜‚ Kenapa itu ya, kakak lupa? Apa karena Pizza-nya Lia gagal? Wk *dijitak Lia*

      Eniho, yang kakak dapat kemarin kayaknya Tong Ciu Pia, Li ~ kakak nggak tau namanya sih hahaha, tapi tadi Googling bentukannya mirip, dan tebaaaal 🀀 Aduh Lia kenapa bahas makanan jam segini deh, jadi lapar kakaaaak 🀣

      Delete
    4. Bukannn! Itu gara-gara waktu aku selesai bikin pizza dan cari Kak Eno, eh nggak ketemu terus aku pikir aku ditinggal di kidzania sendirian makanya sedih banget sampai beler-beler ingusnya 🀣🀣. Untung Kak Eno segera datang, kalau nggak, aku masih stuck di sana sampai sekarang 🀣.
      Asli, jadi pengin ke kidzania beneran Kak 🀣. Belum sempat main semuanyaa eh pas balik ke sana, umurnya udah ketuaaan jadi nggak bisa main lagi 😭 bisa sih, tapi ya malu soalnya yang main anak kindergarden semuaaa 😭😭😭

      Wkwk pas banget!! Enak kan Kak!! Aku suka kulitnya 🀀 walaupun hambar tapi enak #plakk
      AMPUN KAK! SAYA KHILAF BAHAS MAKANAN MALAM-MALAM! 🀣 #KABURR
      *sebelum kabur, elus elus perut Kak Eno dulu biar kalem*

      Delete
    5. Hahahahaha, untung Lia nggak tua di Kidzania, ya πŸ˜‚ Sebenarnya Lia bisa balik ke sana, tapi sebagai guardian anaknya Lia kelak or keponakan Lia 🀣 Kalau untuk ikut main pasti nggak bisa, secara size-nya mini semua. Wk. Aduh kakak juga jadi kangen visit Kidzania, been a while alias belasan tahun lalu kayaknya terakhir ke sana πŸ™ˆ

      Wew dasar, sudah buat kakak kelaparan terus kabur, untung kakak bisa makan kacang sekarang. Wk. By the way, tidur Liiii, sudah malam jangan begadang πŸ€ͺ

      Delete
    6. Lohhh sama dong Li.. hahah. Beda setahun nih.. Aku 16.. ​bentar lagi mau sweet 17.. dateng ya.. ke acara ultahku.. wkwkw πŸ˜‚πŸ˜‚
      *yosshh halu sampai pagi..

      Duhh yg dibahas makanan.. haha πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    7. Ultahnya pakai dress code apa, mas? 🀣

      Memang nih Lia, bisa-bisanya bahas makanan tengah malam. Curiga Lianya lagi makan di sana. Hahaha. Ini mas Bayu kenapa belum tidur? Mati lampu lagi, kah? πŸ˜‚

      Delete
    8. Itu dia sedihnyaa... Bisa kembali ke sana tapi nggak bisa main lagi, buat apa?! *Kok ngegas*
      Akupun udah bertahun-tahun lalu semenjak terakhir ke sanaaa! Mungkin sekarang sudah ada tambahan profesi, salah satunya jadi member boy/girlband 🀣
      Kak Eno pernah ke kidzania yang dimana? Di Jakarta atau di Korea ada kidzania ugaa?

      What?! Kok Kak Eno curang bisa makan kacang!! Aku nih sekarang yang keroncongan dan nggak bisa makan apa-apa πŸ˜‚ *kualat*
      Nggak mau tidur kalau Kakak belum tidur πŸ€ͺ
      Kak Eno kok belum tidurrr?

      Kakk, ini oot, tapi aku pengin misuh-misuh karena hometown cha3 bikin baper dan gemess πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    9. Aku pasti datang kalau Bayu undang 😝
      Bayu ingin hadiah apa? Sebut aja sebutttt 😝

      Udah nggak bahas makanan lagi soalnya aku kualat 🀣
      Bayu kok belum tidur juga?! Tim ngalong ya!! Wkwk

      Delete
    10. Kemeja putih celana bahan hitam.. hahah. *udah kaya orang mau ujian cpns..

      Sepertinya mba.. atau mungkin malah lagi ngopi..
      Hahaha 🀣🀣 lagi nemenin si Caca nih mba. Meong2 mulu. Nggak tau dah knapa.. lagi manjaaa πŸ˜… atau kayanya abis lihat penampakan.. haha πŸ˜‚

      Delete
    11. Lia: kakak kira profesi barunya Youtuber, hahahaha. Jadi ingat dulu antar keponakan kakak main Kidzania, terus coba profesi model, lucu bangat πŸ˜‚ By the way, kakak ke Kidzania di Jakarta. Kakak nggak tau di Korea ada apa nggak πŸ˜†

      Iya ini kakak makan kacang Bali, Lia suka kacang nggak? Kacang Bali enak lhoooo, gurih gituuu. Mau coba? Besok kakak minta mba kirimkan. Coba ya 🀣 Ehya kakak belum tidur soalnya baru beres baca laporan terus tulis post sebentar sambil blogwalk dan tunggu si kesayangan kelar, mau minta pijat soalnya πŸ€ͺ Wk.

      Hometown Cha-cha-cha kenapa, Li? Kakak baru lihat episode 8 tadi, gemas bagian mananya? Bagian Bu Dokter diam-diam mau cium Hong Banjang? πŸ˜‚

      Delete
    12. Bah, si Caca bisa lihat penampakan? Kasihan amat πŸ˜† Atau mungkin si Caca lapar mas, biasa saya lapar jadi cerewet soalnya. Mana tau sama kayak Caca 🀣

      Delete
    13. Oiyaaa! Youtuber juga bisa jadi udah masuk sekarang 🀣. Yang model itu gemesh banget sih Kak 🀣 apalagi kalau anaknya masih kecil-kecil gitu, makin gemesh lihatnyaa 🀣

      Aku suka kacangg πŸ™ˆ oiya kacang bali enak!! Pokoknya asal asin gurih pasti aku suka #plakk. Kakkk, nggak usah dikirimin πŸ˜‚ benerannn! tapi terima kasih udah niat dikirimin wkwkwk

      Waw, Si Kesayangan jam segini juga masih belum tidur 😱. Kakak-kakak ini kalong sekali 🀣. Semangat Oppa buat mijitnya 😝

      Kak, aku baru nonton sampai eps.7 🀣 terus habis baca komentar Kakak, aku jadi pengin capcus nonton eps.8 sekarang nih!! Wkwkwk. Yaampun, bayanginnya udah gemes sendiri πŸ˜‚ soalnya mereka tuh kalau ketemu saling kesel-kesel gitu kan, tapi di belakangnya malah jealous-jealous-an. Aku jadi gemes sendiri kalau nonton 🀣

      Delete
    14. Kak Eno ternyata seekor kucing?! 🀣🀣

      Delete
    15. Hahaha.. Tim Ngalong. 🀣 tapi emng seru malam2 gini begadang.. untung besok masuk siang. Jadi bisa bangun siang.. *plaakk

      @Mba Ebo : ewkwkw.. Caca mah nggak ada kenyangnya Mba. Ampe gembul. πŸ˜‚ kayanya ini minta dielus2 mba, smpe tidur.. haha πŸ˜… untung aku Bucing jadi sneng2 aja ngelakuinnya. Wkwk

      Delete
    16. Youtuber mungkin disuruh ala-ala vlog kali ya, pegang kamera terus bicara depan kamera, ehehehe, cuteee 🀣 By the way, kakak baru baca komen Lia, kemarin habis publish post langsung tutup laptop. Wk. Maapkaaaan ~

      Ayo tonton episode 8, tambah gumaaash. Semoga cepat jadian. Etapi kakak lagi suka sama Lee Sang Yi, lawannya Hong Banjang, sebab dia suaranya bagus pas menyanyi di show lain, jadi kakak sering dengarkan lagu group dia sekarang πŸ™ˆ

      Delete
    17. Omo, baru dengar istilah Bucing hahahahaha 🀣

      Delete
    18. Imajinasi kalian luar biasa ya, pantesan kalian semua jadi blogger yang kece ya.

      lain kali kalo aku baca-baca blog kalian, hal pertama yang akan aku pikirkan adalah "oke, ini tulisan fiksi nih kayaknya..."

      Let it be, free your mind and imagination.

      Namaku adi, ga bisa didebat kalo aku selalu jadi yang termuda diantara kalian.

      kalo Lia (ngaku) 17 dan Mas Bayu 16, lalu kakak kita semua 27 tahun. kalo begitu aku 15 tahun jalan.

      end of discussion.

      Delete
    19. Serius 15 bukan 40? 🀣 Wk.

      Delete
  4. Apa cuman aku anak kecil yang nyasar malam-malam kesini? 😁

    Awalnya aku kira ini postingan tentang siapa gitu yang getting older become 27 years old, udah ancang-ancang mau nyelamatin, ternyata bukan. Nggak pernah kepikiran sih umur mba Eno berapa.

    Salah satu yang aku suka dari main blog ya ini, kita menjadi tanpa pandang bulu dalam berteman, bisa aja say hi dan lempar joke satu sama lain tanpa tahu bahwa sebenarnya yang kita becandain bisa aja bibi atau bapak kita, hehehe. Nggak ding becanda.

    Trus baru tahu juga kalau ternyata panggilan untuk orangtua di Korea bisa berubah gitu mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits, jangan ngaku-ngaku anak kecil, ya 🀣

      By the way, kita nggak perlu pusing memikirkan usia seseorang karena kita hidup di Indonesia πŸ˜† Coba kalau di Korea, baru kenal pun yang ditanya pertama kali pasti usianya πŸ™ˆ And yes, di sini boleh lempar joke selama nggak sara pada siapapun, mau itu setua bapak kita *colek mas Anton* atau om kita *colek mas Rivai* 🀣 Wk.

      Biasa panggilan berubah saat anak sudah masuk usia dewasa, sebab mereka mulai malu or awkward untuk sebut Appa Omma (ini sebutan identik dengan anak-anak soalnya) 😁 Dan di Korea sebutan untuk tante om, sepupu, ipar ini itu beda semua. Sampai keriting otak saat harus menghapalnya. Untung ketemu jarang-jarang πŸ˜‚

      Delete
  5. BTW, tetangga manggil saya macam-macam. Ada yang Pak, Oom (termasuk oleh cucu tetangga), Uwak, Mas :) Padahal sebaya saya di kompleks sudah ada yang punya cucu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhu saya juga sudah punya cucu, mas πŸ˜…
      Jadi mas Antyo paling nyaman dipanggil apa? 🀣

      Delete
  6. nah ini mirip, skrang sih lumayan kalo ditanya usia suka bilang 27, beberpa waktu yg lalu selalu saya jawab 23 haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin lama semakin naik mas, saya juga begitu soalnya 🀣

      Delete
  7. Kaget ternotice di post nya kak EnoπŸ™ˆ

    Wah aku kira emang beneran 27 sesuai yg kak Eno tulis di blog πŸ˜… Tapi middle 30 40 itu menurut aku masih muda kak, apalagi kalo jiwa muda masih membara, wah ngga pernah terasa menuaπŸ˜ƒ umur sih hanya sebatas angka😜








    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu becanda saja sebenarnya Des, hahahaha πŸ˜‚ Iya dong, kakak masih muda, kalaupun sudah agak tua, semoga jiwanya tetap muda *menolak tua* *haiyah* 🀣

      Delete
  8. Sepertinya kita seumuran :D

    Setuju banget. Rumah itu soal selera. Dan tergantung jumlah anggota keluarganya sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw, toss mba 🀣 ehehe, yes saat pilih rumah, selain selera, tentunya jumlah anggota keluarga juga menentukan size yang layak. Berhubung jumlah anggota keluarga inti saya hanya dua orang, makanya cari yang kecil saja πŸ˜† Wk.

      Delete
  9. Mba Desy kelahiran tahun 2001? Wah sama dong. xD *ditimpuk* Niruin Kak Eno yang berjiwa muda. xD

    Sama Kak Eno, aku juga suka rumah yang nggak terlalu besar. Alasannya juga karena biar nggak repot bersihinnya. xD Selain itu juga misalnya tanahnya agak luas, bisa dimanfaatin jadi taman aja biar seger banyak pohonnya.

    Tentang Chuseok dan tradisinya di Korea, aku pernah nulis postingan di blog K-Pop beberapa tahun lalu berbekal Youtube orang-orang Korea hahahaha. Jadi paham kalau tradisi bow ke leluhur itu nggak semua orang ngelakuin.

    Wihiii asik nanti ada postingan background story Kak Eno nyusun mainan blocknya~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Desy kelahiran 2001 sepertinya, mba 😁

      Nah betul mba, lebih enak punya taman yang luas daripada rumah yang luas. Soalnya capekkkk harus bersih-bersih apalagi jika hidup tanpa bantuan πŸ˜‚

      Setau saya nggak semua lakukan bow ke leluhur dalam hal ini disebut Jesa. Jadi balik ke diri sendiri dan keluarga masing-masing mau doing it or nggak πŸ˜†

      Delete
  10. Saat pandemi kemarin harga rumah ngga begitu bagus. Mau jual pun susahnya minta ampun. Kalau mau cepat laku ya, terpaksa ngga ambil untung banyak, apalagi kalau bangunannya sudah lama. Jadi selama pandemi yang tepat itu untuk beli aset sebenernya.

    Bisnis kos-kosan juga lesu, kecuali kos-kosan untuk karyawan.

    Orang mau kontrak rumah lama juga mikir.

    Untuk jangka panjang memang paling enak saham atau bisnis kecil-kecilan kaya mbanya mba Eno.

    Tiap lihat rumah besar dan bagus itu bawaannya seneng. Tapi nyadar biaya dan cara maintenancenya ngga semudah itu. Btw, saudara ada yang rumahnya sampai 3 tingkat. Beberapa kamar ada kamar mandinya, cocok untuk kos-kosan. Ketika usia lanjut, hanya ditemani 1 anaknya saja.

    Kebayang bersih-bersih rumahnya bisa seharian sendiri :p

    Sekarang enak rumah kecil sesuai jumah penghuninya aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba, semisal mau jual pun banyak yang banting harga ~ lagipula saat ini instrumen untuk investasi ada banyak jenisnya, nggak seperti dulu yang terbatas makanya orang tua kita memilih investasi asset seperti rumah 😁

      Dulu pun waktu saya kecil setiap lihat rumah mevvah di Pondok Indah sering berdecak kagum, sambil bilang, rumahnya keren bangats, mba πŸ˜‚ Tapi setelah beranjak dewasa dan tau biaya maintenance nggak murah, plus capek ugha harus bersih-bersihnya, langsung tobat berpikir sebaiknya punya rumah dengan ukuran mini yang penting cukup untuk segala kebutuhan hidup berdua pasangan tercintah πŸ™ˆ Wk.

      Delete
  11. Berarti harusnya aku manggil Kak Eno aja nggak, sih? Umurku sama Lia kan nggak jauh beda wkwkwkwk *ditendang Lia*

    Tau nggak, sih, Mba, akutu saking sibuknya beberes rumah sampai lupa tiga hari lalu itu perayaan Chuseok (in Chinese we called it "Zhong Qiu", pelafalannya mirip tipis sama Korean ya kayaknya hahahaha). Biasanya aku pasti kirim mooncake ke orang tua dan ngucapin mereka. Kemarin itu bener-bener lupa, WA juga nggak. Baru ngeh saat Josh bilang, "Kok bulannya bulet banget ya, Ma?". Oh iya, bulan pasti bulet penuh kalau Chuseok, hauhahaha. Untungnya juga aku lupa, karena ternyata mamaku udah nggak mau makan mooncake karena kemanisan, takut kolestrol naik 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weits, kita bukannya seumuran mba, sama-sama 27? πŸ˜‚

      Ya ampuuun pasti mba sibuk banget sampai lupa Chuseok dan kasih ucapan ke orang tua, tapi pasti orang tua mba Jane pun maklum karena mba Jane kan baru balik ke rumah Bogor jadi perlu adaptasi plus beres-beres perintilan πŸ˜†

      Untungnya mama mba Jane sudah nggak mau makan mooncake, ya 🀣

      Delete
  12. Kalau di Korea tuh panggilan bisa berubah seiring kita bertumbuh yaa berarti, pantes kalau liat drakor panggilan dari satu karakter ke karakter lain beda-beda :D

    Bicara soal umur ini, aku jadi teringat kalau aku suka iseng palsuin umur. Kadang ngaku 20, tapi baru ditambah plus plus gitu ((20++ yaa)) haha, plusnya gatau berapa. Kemarin baru aja ngalamin kejadian unik pas vaksin, sempet "ngelag" pas ditanya umur, dalam pikiran malah ngajak bercanda "hah berapa sih, 21 kali ya?" dan butuh waktu agak lama untuk menjawab. XD

    Aku punya motto forever young lady gitu, jadi vibesnya ngaku umur lebih muda tuh suka ada energi tersendiri. Sebenernya ini gara2 dulu ikut pelatihan tapi bareng anak2 semester awal, jadi terpaksa "malsuin" umur biar nyambung aja dan nggak ada gap gitu, hahahah dan itu seru. Maaf curcool XDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, panggilannya beda-beda dan banyaaaak 🀣

      Kalau saya memang sudah nggak hitung lagi sejak usia 27 mba, jadi setiap ditanya pun saya pasti nggak ingat usia saya sebenarnya berapa. Malas sekali hitungnya. Alhasil saya jawab 27 saja biar cepat dan aman 😁 Wk. By the way, mba Marfa bukannya memang masih 21 sekarang? You look so youuuung soalnya, mba 😍

      Well, semoga kita bisa selamanya berjiwa muda ya, mba πŸ˜‚

      Delete
  13. Aku percaya kok Mba Eno masih 27, aku sendiri masih 18 tahun lhoo *digaplok* wkwkwk aku ngaku 18 karena kadang suka ditanya sama driver ojek "kuliah di mana teh?" wkwkwk tapi kadang dipanggil 'ibu' juga jadi aku bingung mungkin mukaku tiap hari berubah-ubah πŸ˜‚πŸ˜‚

    Tapi Mba Eno tuh memang dari tulisan kelihatan banget jiwa mudanya kok *bukan lagi menjilat πŸ˜‚* tapi at the same time juga kerasa dewasanya gitu πŸ˜†

    Btw aku baru tahu nih soal orang Korea mengalami perubahan manggil orangtua seiring bertambahnya usia yaa? Aku kira bedanya omma-appa sama omoni-aboji itu cuma formal dan ga formalnya aja. Atau kayak di Indonesia aja gitu ada yang manggil bapak-ibu atau papa-ama gituuπŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah nggak pernah ditanya kuliah di mana mba, lebih sering ditanya pakai sebutan Ibu / Bunda di depannya. Tapi saya senang sih dipanggil Ibu / Bunda 🀣

      Ah syukurlah, semoga saya bisa terus berjiwa muda dan nggak dianggap kolot nantinya sama anak muda yang baca tulisan saya πŸ˜† Wk. Semakin ke sini yang baca tulisan saya banyak ugha yang baru 20 tahun soalnya, mba 😍

      Iya mba Eya, biasanya kalau sudah usia tertentu jadi berubah dengan sendirinya mungkin karena merasa awkward kalau tetap panggil Omma Appa, kesannya seperti mama boy kalau kata si kesayangan hahahahaha 🀣 Padahal si kesayangan sendiri pun panggilnya masih Omani, di-mixed sama dia *Dasar!*

      Delete
  14. Aku juga suka rumah yang gak besar-besar amat, Kak Eno. Kalau kecil kayaknya kurang leluasa, soalnya anak kami ada empat. Hahaha.

    Btw aku belum bisa ikutan game Chuseok nih, Kak Eno. Soalnya kemarin anakku yang mau aku ikutin sakit, dan sekarang belum sehat bener. Semoga sebelum tanggal 28 udah beneran sehat dan bisa ikutan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah aku kok ketawa sih baca komenku di atas. Ambigu kalimatnyaaa :D
      Maksudku, aku suka rumah yang gak besar-besar amat, tapi ya enggak kecil banget.. hihihi diralat nih ceritanya :D

      Delete
    2. Yang penting cukup yaaaa mba buat berenam di rumah 😍
      Kalau terlalu besar nanti mba Diah capek bersih-bersihnya πŸ˜†

      Delete
    3. Ahahaha iya mba, saya mengerti maksudnya mba Diah 😁🧑

      Delete
  15. aku udah percaya aja kemarin kalo umur mbak Eno 27 🀣🀣
    tiwas mbatin, 'wah ternyata beda setahun doang' haha
    tapi gpp, mbak Eno masih terlihat berjiwa muda yang matang kok hehe

    kalo aku pengen rumah yang mungil biar kalo tinggal sendirian nggak repot beberesnya hehe soalnya aku juga parno sama ruangan yang gede-gede gitu. kan horror yak kalau tinggal sendirian di rumah gede 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho mba Dea berarti 26 sekarang? Aw you're so young, mba 😍

      Asik asiiik thank you lho, hihihi, by the way, samaan kita paling takut kalau ada dalam rumah besar padahal yang tinggal isinya nggak banyak. Parno jadinya 🀣

      Delete
  16. xixixixi senyum senyum aku bacanya.
    karena udah baca blog ini lama, jadinya udah ada pandangan soal umur hehehehe
    aku sendiri masih 15 taun dan awet muda wkwkwkwkwk #dilemparsandal


    ohhhh jadi chuseok itu kayak thanksgiving ya, ohhh yayayaya, kapan ya indo punya hari libur kayak gitu. biar kalau aku cuti ga banyak banyak gitu hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ainun masih jadi anak sekolah berarti doooongs 🀣 Wk.

      Iya mba Ainun seperti thanksgiving, dan liburnya biasa tiga harian habis itu balik kerja normal 😁 Indonesia kan punya juga yang liburnya agak panjang, mba πŸ˜†

      Delete
  17. Mba Eno pertengahan 30 berarti Tuaan aku 🀣. Dasar aku memang sudah tuaaa πŸ˜…. Tapi aku memang terbiasa manggil siapapun, walo dia LBH muda, dengan panggilan 'mbak' atau 'mas', ini kebiasaan dari tempat kerja yg lama mba. Di sana, mungkin Krn bank asing, jadi ga terlalu senioritas kayak bank lokal dan BUMN. LBH suka manggil sesama dengan sebutan mbak ato mas, ato Lo/gw sekalian. Jangan tanya kalo bicara Ama bos bule πŸ˜…. You di mana2 udah hahahaha.

    Makanya kdg ada yg heran kenapa aku manggil dia dengan sebutan mbak, ga tau diri banget padahal LBH tua aku. Menolak tua kayaknya . Padahal Krn masalah kebiasaan 😁.

    Naah bicara soal rumah, aku sempet ribut dulu Ama suami. Krn aku sependapat Ama mba Eno. Rumah itu tempat tinggal, ga bisa dianggab aset. Dan dari awal nikah, kami berdua udah diksh rumah kecil Ama mertuaku. Itu rumah pertama papa mama pas baru awal kerja. Kami renov dikit aja. Buatku itu cukup. Yg terpenting biarin rumah kecil, tapi tabungan dan investasi gendut πŸ˜….

    Suami ngomel2. Dia bilang malu Krn ga bisa menghasilkan rumah dr uang sendiri. Dia pengen bisa beliin aku rumah, in case dia meninggal, aku dan anak2 ga telantar. Bisa dijual. Langsung aku jawab aja, dikirain jual rumah itu bisa kayak jentikin jari apa. Dikira kayak jual kuaci? Ribeeeet, blm urusan Ama notaris dll. Dan bisa makan waktu tahunan buat ngejual. Aku blak2an aja, kalo dia kenapa2, aku bakal balik ke Medan, ke rumah ortuku.ga ada urusan Ama jual rumah segala Krn aku ga ngerti hal begini. Kalo dia pengen aku ga telantar, mnding kasih aku premi asuransi jiwa dia dengan Uang pertanggungan gede, so aku bisa dapet uangnya langsung, ga pake ribet 😁. Setelah berdebat lama, akhirnya dia setuju Ama ideku. Yaiyalaaah lebih makesense 🀣. Kalo kami maksa beli rumah pake KPR, mentok2 juga ga bakal bisa dapet yg seharga 5milyar. Lah kalo asuransi bisa πŸ˜…. Untungan mana toh😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan kita mba, meski ada yang usianya lebih muda tetap saya panggil 'mba' kecuali orangnya request jangan dipanggil 'mba' baru deh saya panggil nama 🀣 By the way, saya kira mba Fanny middle 30 going to 40 juga kayak saya 😍 Soalnya mba Fanny terlihat sangat awet mudaaaa, dan imut-imut lhoooo. Cantiks 🧑

      Yes, karena sekarang instrumen investasi ada banyak, jadi saya pun nggak terlalu minat beli banyak rumah demi investasi masa depan. Kecuali untuk running business akan lain cerita. So saya beli rumah karena butuh untuk tempat tinggal πŸ˜†

      Nah tapi di Korea beda mba, rumah masih jadi salah satu investasi karena memang harganya naik terus dan lahan sudah nggak banyak. Terus mereka perbankannya kecil kan interest-nya (under 1,5% pertahun), jadi kebanyakan prefer cari tambahan uang dari keuntungan properti or biaya sewa. Hehehehe. But still saya pilih investasi di saham dan sejenisnya daripada rumah. Capek ugha rawatnya 🀣

      Thankfully suami mba Fanny mengerti apa yang mba Fanny inginkan yes ~ lagipula sudah ada rumah dari mertua menurut saya itu sudah cukup 😍 Enak uangnya bisa buat yang lain, seperti yalan-yalan misalnya ahuahahaha πŸ˜‚

      Delete