From Block to Trash | CREAMENO

Pages

From Block to Trash

Wohooooo, sudah tiga hari nggak update, ada cerita random ingin gue bagikan 🀣 Yang pertama soal bongkar mainan blocks untuk dikirim ke teman-teman. Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin, gue mulai bongkar beberapa koleksi gue agar bisa ikut pengiriman Senin ~ namun kenyataan nggak semudah itu, genks! Karena ternyata demi membongkar piece demi piece mainan blocks, gue dan si kesayangan harus mengorbankan jari jemari kami sampai berdarah. Literally betulan berdarah, karena ada pieces yang susah dibongkar (padahal kami sudah pakai tools khusus mainan) πŸ€ͺ

And then, belum kelar drama jari berdarah, kami pun dihadapkan dengan drama lain berupa fakta bahwa beberapa blocks punya jumlah pieces nggak lengkap. Yes, sometimes saat gue unlucky, gue dapat blocks yang nggak lengkap dari pabriknya, tho cuma satu dua jadi nggak pengaruh banyak, but tetap saja gue kawatir teman-teman yang menerima kebingungan πŸ˜‚ So sekalian deh, within this post gue mau kasih info, apabila jumlah pieces teman-teman ada yang kurang satu dua, harap maklum, itu artinya dari awal gue beli memang kurang πŸ™ˆ No worries, nggak semua kurang, hanya beberapa mainan dan tetap bisa disusun normal (karena yang hilang not-important part) 😁

Terus, gue kan kirim series-nya acak (such as ancient town, sport car, market, this and that), alhasil ada beberapa teman yang kemungkinan besar dapat blocks sport car. Fyi, setiap orang, gue kirim dua series (mixed gitu, ada yang bangunan dan car, atau bangunan dan mart, etc) πŸ˜… Naaah, gue kawatir yang dapat sport car ternyata nggak punya anak lanang, jadi saran gue kalau dapat, susun sport car-nya sama pasangan. Hitung-hitung quality time, kalau kata si kesayangan, susun blocks bersama selain bisa untuk isi waktu luang, juga bisa untuk cek kekompakan 😜 *Ntaph*

🐰🐰🐰

Beside stories about blocks dan keribetannya, gue mau jawab pertanyaan yang diberikan salah satu teman via email related to post New Experience. Yaitu, "Apa kita bisa sukses berjualan di aplikasi seperti Gojek atau Grab jika kita nggak famous di sosial media?" 🧑 Well, based on my experience (ps: setiap orang punya pengalaman berbeda), meski sosial media usaha kita nggak famous, bukan berarti usaha kita nggak bisa sukses, genks. Sebab, dari data penjualan gue pun bisa dibilang 90% customers yang datang itu bukan dari sosial media. It means, kebanyakan dari mereka pure cari makan via apps dan kebetulan bersinggungan dengan brand kita 😁

Sosial media menurut gue fungsinya lebih ke awareness, tapi bukan patokan utama keberhasilan sebuah usaha. Dan gue tau beberapa pengusaha yang sukses jualan di aplikasi meski nggak punya sosial media, salah satunya penjual Bakso Goreng langganan gue di Denpasar πŸ˜‚ Abang ini nggak main sosial media tapi dagangannya laris manis sampai kadang drivers ojol harus sabar antri dua puluh menitan. Wk. Selain itu, ada yang lebih penting dari sosial media, yaitu lokasi tempat kita jualan. Menurut gue, ini top priority yang harus dipikir secara matang ~

Especially bila kita bergantung pada hasil penjualan melalui aplikasi Gojek / Grab. Kenapa? Karena biasanya customers hanya mau beli jajanan dalam radius 3 - 5 km (pengaruh tarif pengiriman). Jadi makesure, lokasi tempat kita jualan punya market yang sekiranya bagus dan bisa berkembang πŸ˜† Gue pribadi pilih area yang memang diisi lokal karena pelanggan lokal itu tipe yang always re-peat order ketika suka suatu makanan dan pelanggan lokal pastinya menetap, nggak seperti turis yang berpindah. Artinyaaa, kalau usaha gue bisa 'memikat' hati let's say 100 orang perharinya, itu sama dengan gue punya jaminan pemasukan dengan angka rata-rata yang jelas 😬

Next-nya, tinggal bagaimana gue dan team berusaha menjaga kualitas agar pelanggan tetap setia. Sebab gue ingat kata mentor gue, cari customers baru itu mudah, tapi menjaga pelanggan tetap setia itu jauh lebih susah. That's why, tugas kita ketika menjalankan usaha adalah memastikan apa yang kita berikan sudah memenuhi standar agar bisa diterima pelanggan. Oh, dan sebisa mungkin kita terbuka dengan masukan, meski kadang pahit, tetap dengarkan dengan hati lapang 🧑

🐰🐰🐰

Apa gue pernah dapat komentar kurang enak soal makanan yang gue jual? Pernah. Karena gue nggak bisa memenuhi ekspektasi beberapa customers yang datang. Entah soal rasa, this and that. Kalau sudah begitu, gue dan team langsung tarik napas dalam-dalam sebelum kepala ini meledak hahahaha (canda) 🀣 Eniho, first thing first ketika dapat komentar kurang enak, yang gue lakukan adalah mempelajari komentar tersebut, dan cek lagi resep yang digunakan. Kalau memang perlu pengembangan, ya why not untuk dikembangkan. Tapi kalau nggak, ya nggak apa-apa juga 😁

Dalam hal ini, gue cuma mau bilang ke teman-teman yang pernah dapat komentar, as long as kita percaya dan yakin dengan kualitas menu masakan kita, then keep going, genks 😍 Karena kita nggak bisa memaksa setiap lidah untuk suka masakan kita. So, kembali pada basic, as long as kita percaya dan yakin dengan kualitas menu masakan kita, itu yang utama. Gue dan team pun nggak mau mental breakdown hanya karena satu dua komentar. Kami jelas memilih tetap semangat dan baca-baca ulang komentar positif yang kami dapatkan (iyes, komentar positif selalu gue capture dan share ke team untuk disimpan pada folder khusus biar bisa dibaca) πŸ˜‚ *terniat* Wk.

🐰🐰🐰

For the last, ini cerita super nggak penting sebenarnya, tapi kocak buat dikenang 🀣 Jadi kemarin Minggu gue minta tolong si kesayangan buang sampah. Gue bilang, "Hon, tolong buang sampah, dong." -- dan dia pun mengiyakan permintaan gue, kemudian dia siap-siap, pakai masker, ceki-ceki sampah di ruangan masih ada yang tertinggal atau nggak. Dan, setelah kelar cek, dia tanya, "Ada lagi sampah mau dibuang?" yang gue jawab dengan, "Nggak ada. Just don't throw yourself." πŸ˜‚ xixixixixixixi (ada yang paham joke gue, nggak?) *dilempar sandal*

Gara-gara joke receh tersebut, sekarang si kesayangan saat gue minta buang sampah pasti buru-buru bawa kantong plastik dan pegang tangan gue seakan mau masukkan gue ke dalam kantong yang dia pegang. Siwalan, dia balas dendam πŸ˜‘πŸ˜‚ Wk. Eniweis, sekian cerita gue today, semoga hari teman-teman menyenangkan dan apapun rencana teman-teman bisa berjalan lancar. Terima kasih sudah membaca cerita random gue, sampai jumpa pada post-post berikutnya. Mwah 🧑

38 comments:

  1. Waduuuhh, semogaaa mba Eno dan kesayangan rezekinya makin berkah berlimpaaahhh, saking penginnya berbagi rezeki lego, sampe kudu luka2 jarinya,huhuhu

    Btw, soal makanan via ojol/Grabfood/Gofood/shopeefood, aku setuju banget, kalo konsumen tuh yg dipikirin adalah: kualitas dan HARGA yg kudu dibayarkan.
    Di surabaya aku lumayan sering order Bebek Goreng Palupi, yg mana, doi ngga ada akun socmed sama sekali, tapi larisss manis tanjung kimpul. karena memang KUALITAS masakan ngga kaleng2, plus ongkir yg mursida alias murah banget! Cuma 3-4 ribu lah, kalo kirim ke rumah.

    Dan selisih harga beli langsung dgn beli via ojol, ngga terlalu jauh IMHO. Ini faktor yg penting juga. karena sesekali aku bandingin selisih harganya bisa sampe 30-35%

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mba Nurul doanya πŸ˜† Iya mba, agak susah bongkar beberapa pieces apalagi yang kecil-kecil shape-nya. Jadi sempat kegores waktu coba buka 🀣

      Agree mba, karena saya sebagai konsumen pun saat order pasti yang saya pikir pertama kali kualitas dan ongkirnya hahahaha. Kalau jauh biasa kena sampai 20k untuk ongkir, which ended up membuat saya pilih yang dekat-dekat πŸ™ˆ

      Nah iya, di Bali ada beberapa langganan saya yang nggak punya sosial media tapi jualannya always ramai sampai kadang drivers minta maaf karena harus antri cukup lama 😁 Jadi sebetulnya meski nggak punya sosial media, atau sosial medianya nggak famous (followers sedikit) nggak bisa jadi patokan kesuksesan sebuah usaha 😍

      Biasa restoran kasih selisih harga antara asli dan apps itu karena ada charge 20% yang ditarik aplikasi pada partners, mba. But some partners hanya kasih selisih sedikit atau nggak kasih selisih sama sekali agar tetap terjangkau pelanggan 🧑

      Delete
    2. Bebek goreng Palupi ini favorit banget! Misua ngga pernah bosen pesen disini. Temen misua juga pasti kalau ke Rungkut pesennya bebek Palupi.

      Komen positif dari pelanggan itu bikin mood booster di segala sikon ya mba, jadi emang penting buat disimpen.

      Sepertinya slogan "Posisi menentukan prestasi" masih berlaku di dunia usaha F&B ojol.
      Berarti better harus alokasikan dana buat sewa tempat, cari lokasi strategis di perumahan elit, sekitaran kantor dan kampus gitu ya mba?

      Delete
    3. Duh jadi penasaran seperti apa rasanya 😍

      Iya mba benar, jika dapat komentar positif, mood pun langsung terbang. Rasanya jadi tambah semangat mau kerja juga 🀣 hehehe. By the way, kalau ada dananya untuk sewa tempat, better sekalian cari tempat yang bagus, mba.

      Nah kalau dananya belum ada dan masih mau usaha rumahan, berarti risetnya lebih ditujukan untuk pemilihan menu yang ingin dijual. Agar bisa bersaing dengan menu sellers lainnya 😁 Jadi nggak masalah jika belum ada dana dan masih rumahan, yang penting selama persiapan matang, chance sukses akan jauh lebih besar 😍

      Begitu mba, hope it helps, ya 🧑

      Delete
  2. Bisnis apapun bentuknya pasti ada aja komentar negatifnya. Di startup tempatku kerja, tiap dapat review bintang satu tuh rasanya sedih. Tim operasional tentu dengan gercep langsung nanganin kenapa bintang satu itu bisa dikasih dan dari situ improve deh supaya bisa memberikan yang terbaik ke setiap pelanggan. Paling sedih tuh kalo ada yang kasih review bintang dua dengan kata-kata "belom coba pakai, jadi ga tau." Astaga. Jahat banget ya netijen. Semudah itu kasih review jelek padahal belom coba pakai. 😭 Tapi untungnya, masih ada juga orang-orang baik yang kasih bintang lima dengan hati yang gembira karena puas dengan jasa yang diberikan. Sama kaya kak Eno yang capture review-review bagus dan dibagikan ke tim. Begitu juga berlaku di tim tempatku kerja kak. Karena setiap review bagus itu kaya pemberi semangat gitu atas kerja keras kita. 😍πŸ₯°

    Oia kak, aku juga tipikal user yang bakal order makanan yang jaraknya dekat juga. Kan ga mungkin dong ya pesen makanan harga ongkosnya seharga makanannya juga. Jadi lokasi itu sangat menentukan buat orderan makanan online gitu memang.

    BTW itu jari-jari yang berdarah semoga cepet sembuh ya kak. Sulit memang lepas-lepasin balok lego yang kecil-kecil. Kayanya aku uda nyerah duluan deh ngelepasinnya. wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Frisca, awal-awal dapat komentar kurang okay, staff saya langsung sedih wajahnya. Terus saya curhat sama si kesayangan, eh dijawab, "Yang ngomong kurang okay satu, yang ngomong enak delicious massiso ada seratus, tapi kenapa yang diingat yang satu doang sih. Dasar." 🀣 Begitu kurang lebih kalau saya translate. Wk.

      Saya pribadi seumur-umur nggak pernah kasih rating under 5, mba. Meski ada pengalaman nggak enak, biasa tetap saya kasih rating 5, terus tulis komen kasih masukan agar bisa dipelajari ownernya. Jadi nggak berefek ke usaha tersebut di mata publik, karena bagaimana pun juga, rating punya peran besar untuk membantu calon konsumen mengambil keputusan mau belanja apa nggak πŸ˜…

      Jangan sampai karena saya kasih rating jelek, saya membuat usaha orang tutup huhu. Teringat cerita salah seorang kenalan yang terpaksa tutup usaha karena dapat rating 2,7 di Apps. Asli deh, saya yang dengar ceritanya langsung jantungan 🀧

      By the way, betul mba, lokasi punya peran penting kalau kita mau bergantung lebih banyak ke apps. Karena konsumen pasti mau cari yang dekat. Selain ongkir murah, pastinya nggak perlu tunggu terlalu lama dan makanan pasti hangat πŸ˜†

      Terima kasih doanya mba, jari sudah baik sekarang πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
    2. Yaampun sedih bangett sampe harus tutup karena dapat rating jelek di apps :( Tapi somehow netijen indonesia tuh galak-galak kalo kasih rating. Semoga saja ke depannya banyak orang-orang baik yang ngasih rating ga segalak itu yaa...

      Delete
    3. Sedih, karena dengan rating terjun bebas begitu, customers pun pasti maju mundur mau beli, kaaan? 🀧 Makanya saya pribadi as netizen dan customers, saat belanja juga berhati-hati ketika beri rating or komentar. Karena tau after effect-nya 🧑

      Amiiin mba, semoga bisa 😍

      Delete
  3. Waahhh selamat atas bisnis barunya mbak Eeennnn. Semoga makin lantjar jayaaa ✨✨✨

    Btw, aku masih penasaran gmn cara riset pasar yg bener. Mbak Eno ada rekomendasi buku or sesuatu yg bs aku jadikan rujukan kah? Aku juga lg ingin berbisnis fnb soalnya tp tak punya mentor hehe

    Aku seneng bgt akhirnya bs baca cerita-cerita mbak Eno dan kesayangan yang kocak-kocak lagiii hihi πŸ˜‚πŸ€£

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mba Dea doanya, amiiin amiiin 😍

      Saya riset pasarnya metode sederhana saja mba, karena dari awal memang mau fokus penjualan via aplikasi (80%) dan dine in cafe (20%), jadi cara riset yang saya pakai langsung via aplikasinya 🀣 Pertama yang saya lakukan itu menentukan target, mau lokal atau wisatawan. Setelah saya putuskan lokal, saya buat list 5 area 😁

      Lalu dari ke 5 lokasi, saya check satu persatu di app. Saya taruh titik perkiraan di mana saya mau buka kitchen. After taruh titik, saya klik 'near me', nanti saya akan dibawa masuk ke daftar resto-resto yang available di area sekitar calon tempat saya. Baru dari situ saya check mereka jual menu apa, kisaran harga berapa, best seller-nya apa 😬

      Dengan tau kisaran harga dan menu yang dijual, kita jadi tau kira-kira rentang harga menu kita berapa yang pas. Terus dari best seller menu resto-resto tersebut, kita jadi tau daya beli calon market kita cocok apa nggak dengan harga yang ingin kita pasang. Tujuannya jangan sampai menu yang kita jual overprice / kemahalan πŸ˜†

      Itu cara paling gampang mba, cocok buat pandemi karena nggak harus seling ke luar rumah. Jika mba Dea rencana usaha FnB di rumah, tetap bisa dicek seperti di atas. Tapi mungkin karena sudah ada lokasinya, mba Dea bisa riset market soal produk apa yang belum ada penjualnya. Mana tau produk yang mba develop bisa dicinta pasar 😍

      Eniho, thank you sudah baca cerita receh saya, mba 🀣

      Delete
    2. barusan aku udah coba ternyata makanan yang mau aku jual udah ada yang juaaall dan harganya miring bangeeet hehe
      okeoke aku bakalan cari yang lain yang lebih prospect
      thaaankksss a loottt mbak Ennnn πŸ’•

      Delete
    3. My pleasure mba Dea, and good luck 😍

      Delete
  4. Kenapa sampai berdarah mba?

    Sempat mikir yang sama juga mba, pas baca postingan mba Eno yang new experience, karena beberapa teman sekolahku dulu ada yang sekarang jual makanan via online. Apakah kalau nggak famous ngaruh nggak ya, ya meski nggak dipungkiri media sosial ada juga pengaruhnya.

    Aku nggak tahu apakah nanti mau buka bisnis kecil2an kedepannya atau nggak, tapi point2 yang mba sampaikan bisa jadi pelajaran nantinya.

    Baca jokenya mba Eno jadi ingat yang lagi trend di Twitter kemarenan hashtag-nya joke bapack-bapack wkwk. Kalau mau buat joke mba jadi #jokebapakck2, tinggal tambahin xixixi ngakak abiez di endingnya haha. Idiih apaan sih ini 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena block-nya ada yang kecil piece-nya, jadi susah dibuka, mba 🀣

      Yes, sosial media tentu punya pengaruh, tapi jangan lupa kalau tujuan sosial media dibuat itu lebih banyak untuk awareness ~ while untuk bisa menjual produk, perlu melewati proses panjang. Dan dalam usaha FnB via aplikasi, nggak 100% bergantung pada sosial media πŸ˜† Jadi kalau sosial media kita nggak famous (followers sedikit), nggak masalah, just keep going, jangan sampai down dan merasa gagal 🧑

      Saya pribadi as konsumen saat cari makanan via aplikasi, jujur nggak cek sosial media, lebih sering cari near me, promo apps, this and that πŸ˜‚ Means, langsung buka apps-nya, scroll-scroll sampai dapat hahahahahaha 🀀

      By the way, terima kasih sudah baca cerita random saya, mba. Tho mba belum ada rencana, seenggaknya kita sudah bisa berbagi pengalaman 😍 Psstt, saya sudah ganti sesuai request mba Sovia, ada XIXIXIXIXI-nya sekarang. Wk.

      Delete
  5. Iya susah banget ya mba buat dilepasin. Aku pun gitu.. smpe patah malah. WkwkπŸ˜… *tenaga barbar* untung ada lem jadi bisa nyambung lagi..

    Cepat sembuh buat tangannya Mba.

    Iyess benar sekali. Aku yg berposisi sebagai customer setiap mau order gofood yg dibuka pasti Near Me, apalagi kalau udah ditambah Voucher.. udahh kalap... 🀣
    Ntar kalau ada cocok paling ya seringnya repeat order.

    Kalau soal feedback.. aku selalu masang standar rating minimal bintang 5. Haha. Pikirku kasihan kalau dikasih Bintang 4 kebawah. Soalnya betul kata Mba Eno ini kan masalah Preference orang2.

    Paling Pesan buat para customer sih. Kalau mau kasih saran, kritik yg membangun dong. Jangan langsung di "doorr" . Kan kasihan apalagi yang baru mulai. Auto mental breakdown.

    Btw, baca ini sukses bikin craving Bakso Bakar Mba πŸ˜‚. Belii ahh besok pas pulang kerja.. haha udah lama nggk makan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah mas, tapi kalau mas ada tools untuk buka, biasanya berwarna oren, itu akan jauh lebih membantu, ehehehe, by the way saya kirim sport car ke mas Bayu, mungkin soon sampai di rumah mas. Baca challenge-nya, yaaaa 🀣

      Saya rasa hampir semua customers itu sama, meski kadang coba-coba, tapi untuk urusan repeat order pasti ujungnya cari yang dekat rumah πŸ˜† Wk. And yes, sama seperti mas Bayu, saya pun always kasih bintang 5. Semisal rasa kurang, this and that, selama masih bisa saya tolerir yasudah nggak jadi soal. Sebab bisa jadi, orang lain ternyata suka 😍 Kan namanya rasa itu urusan perut dan selera 😁

      Thank you pesannya mas Bayu, berguna banget, tho saya tau dari kacamata customers mungkin tujuannya juga baik untuk membantu sellers tersebut berkembang. Tapi kalau bisa ratingnya jangan terlalu dihajar rendah, sebab susah banget nanti naiknya 🀣 hehehe. Eniho, selamat makan Bakso Bakar mas, makan yang banyak 😝

      Delete
  6. postingannya bagus, isi komen dan balasannya juga bagus bagus, semuanya mengandung insight dan lessons. hehehe...

    Misalnya:
    1. melepas mainan blocks bisa bikin jari berdarah
    2.block itu kadang ga lengkap dari sononya
    3.cek kekompakan pasangan dengan susun blocks bersama
    4.social media untuk awareness
    5.layanan kirim makanan lebih prioritas ke jarak, ongkir dan kualitas makanan
    6. kalo ngasih rating itu ttp yg baik sambil kasih komen membangun, jangan kejam kecuali penjualnya kasih racun *ok ini aku ngarang sih
    7. ada komen negatif dari customer, terima aja dulu, ambil baiknya.
    8. komen positif, simpan dan sebarkan ke tim agar lebih semangat
    9. if you believe that your product is that good, keep on going, jangan patah karena satu dua komen negatif. fokus pada solusi, bukan pada komen negatif yg sedikit.
    10. target market orang lokal lebih bagus karena besar kemungkinan repeat order
    11. cara riset market yg sederhana: cari tempat yg radius areanya banyak orang lokal, lihat kemampuan ekonomi di daerah tersebut biar nanti produk kita gak kemahalan, trus cari juga produk yg belum ada di era tersebut.
    12.just don't throw yourself adalah jokes kak Eno yg receh banget


    1 pertanyaan kak, gimana contoh cara untuk membangun customer loyal atau customer lama biar terus repeat order bahkan nyaranin produk kita ke temen-temennya?

    Demikian komentar aku yang.... wah bukan pertamax euy. tp gpp.

    Kayaknya seru sih kalo dalam seminggu kak eno ada postingan terkait bisnis seperti ini, hehehe.

    Mayan dapet insight :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Omooo, sampai di-list satu persatu, thank you Adynura, ini sangat membantu teman-teman lainnya bila malas baca post saya yang panjang 🀣 Wk.

      Kalau soal bagaimana cara membangun customers loyal dan setia agar dapat repeat order terus, nggak lain dan nggak bukan adalah dengan menjaga kualitas 😁 Or sesekali bila hapal namanya, bisa kita kasih bonusan new menu, etc. Jadi customers merasa disayang sama seller-nya 😍 By the way, thanks sudah baca Adynura 🧑

      Delete
  7. Untungnya aku ga dapat lego blocksnya. Sehingga ga perlu repot² cari pasangan untuk quality time atau latih kekompakan melalui pasang legi blocks...hahahaha
    *kemudian dilempar sendal 🀣🀣

    Eeh..ngomong² soal jokes, jokes itu tergantung selera seseorang. Jadi ga semua orang bisa terima jokes kita. Bisa jadi orang tsb bukan target pasar utk jokes kita, atau sebaliknya. Oya, jokes jadi ga lucu ketika jokes itu dijelaskan. Kalau ga paham ydh ga usah dijelaskan. Suruh mikir sendiri. Wlpn nnti tertawanya bakal telat...hahahahaha

    Aku paham sih jokesnya mbak eno dan kesayangan. Untung saja masih dipegang tangannya. Terkadang aku pegangnya malah kerah baju bagian belakang. Sambil ditarik ke atas..Wkwkwk 🀣🀣
    Atau malah injak kaki, terus mulutnya suruh buka. Kayak pas buang sampah πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ada jokes dari aku.
    Penampilan mbak eno sangat menarik. Pasti akan menang kalau ikut lomba tarik tambang.
    Sedangkan aku bakal kalah, soalnya aku ga menarik
    🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaaaah, cari dulu pasangannya nanti saya kasih mainan block untuk test kekompakan mas, hahahahaha. Siapa tau bisa challenge satu jam 😍

      Betul, biasanya ada yang, "Apa sih, krik krik." Wk. Untung si kesayangan selalu paham joke saya. Dan sepertinya selera humor kami sama 🀣 By the way, itu joke-nya mas Rivai kejam banget kalau sampai ditarik kerah bajunya, lebih menyakitkan daripada ditarik tangannya πŸ€ͺ hahaha. Terus itu joke bapack-bapacknya receh bangats πŸ™ˆ

      Delete
  8. Ngakaaak yang terakhirπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ aku sama sodaraku suka gitu juga Kak Eno kalau bercanda, bawa-bawa sampahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ relate banget sama cerita Kak EnoπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ astagaaa gini aja aku ketawa lhoπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah kenapa sampah selalu kebawa-bawa dalam setiap joke recehan saya dan si kesayangan, mba. Kasihan si sampah, nggak ada salah, tapi kesebut terus namanya 🀣

      Delete
  9. Mbak Eno apa tipe yang geli kalau buang sampah sendiri? (sorry just curious, soalnya saja juga. Jadi itu tugas kakanda, kadang beliau yang bakar sampah sih).

    BTW setuju banget kalau pesan makanan di aplikasi itu emang prefer pilih yang dekat. selain hemat ongkir juga kasihan kalau mas drivernya kejauhan di jalan buat antar makanan.

    Trus setuju juga sih kalau konsumen rata2 pilih menu yang repeat order, jarang pilih yang baru (kalau saya sebenrnya takut kena zonk juga, tapi alhamdulillah blm pernah wkkwkw.) Sekali yg agak zonk pas pesan mie ayam datangnya mie instan dikasih sawi dan cincangan ayam :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Vina, biasanya tugas buang sampah itu tugasnya si kesayangan. Soalnya saya malas pisah-pisahkan sampah kering, basah, this and that 🀣

      Nah setuju, kadang kasihan juga sama drivers kalau antar makanan terlalu jauh, makanya saya sebagai customer pun pasti cari makan yang dekat-dekat. Dari situ saya memahami bahwasanya as seller, saya harus cari lokasi tepat πŸ˜†

      By the way itu beda bangats mba, dari mie ayam jadi mie instan πŸ™ˆ omaygad ~

      Delete
  10. Mbaaa kamu niat sekali sampai jarinya luka, semoga cepat sembuh yaa.

    Btw setuju banget untuk menjaga kualitas dan terbuka akan masukan. Karena satu rasa kecewa biasanya lebih diingat daripada 10 kebaikan yang dirasakan. Semoga Mba Eno dan tim tetap bisa memberikan rasa dan kualitas yang konsisten yaa. Semangaat dan sukses untuk usahanya mbaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah sembuh mba, hanya berdarah kebeset sedikit 🀣

      Yes, indeed, biasa kita lupa akan seribu kebaikan hanya karena satu kesalahan. Tapi sebisa mungkin as seller, selama komentar itu membangun, nggak ada salahnya diterima dengan tangan terbuka. Karena pada akhirnya itu untuk kebaikan kita 😍

      Amiin, thank you doanya mba Devina 🧑

      Delete
  11. Huwaaa Kak Eno.. terniat sekali bagi-bagi blocks buat teman-teman sampe jari-jemari berdarah, hiks. Semoga lekas baikan ya jari-jarinya..

    Btw makasih bangetttt tadi Maghrib blocks-nya udah kami terima, Kak Eno. Dan anak-anak antusias banget dong.. langsung disusun-susun bareng-bareng (saya ikut nimbrung jugaa.. hihihi..) dan jam 8 lebih ini tadi, doneee.. akhirnya selesai juga! *seneng banget 😍

    Oiya, soal bisnis makanan, ini pas banget ada teman dan saudara deket yg lagi memulai bisnis di bidang F&B juga. Ilmunya kak Eno saya ambil yaa.. ntar saya sampaikan ke mereka. Hehe. Makasihhh Kak Eno. Sukses selaluuu πŸ₯°


    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarinya sudah okay mba, kemarin hanya sedikit saja berdarahnya 🀣

      Wah finally, semoga anak-anak senang dengan mainan block-nya. Eniho, langsung selesai kah, mba? 😍 Saluuuut ~ ikut senang dengarnya πŸ₯³

      Siap mba silakan, semoga bermanfaat. And good luck πŸ˜†πŸ§‘

      Delete
    2. hihi.. saking semangatnya, iya langsung selesai Kak dalam waktu kurleb 2 jam :D
      kerja kelompok sih tapinyaaa... hahaha.

      Delete
    3. Seru kan mbaaa, bisa kerja kelompok bareng keluarga tercinta πŸ˜† Ehehe. Terima kasih banyak once again mba Diah sudah mau adopsi mainan saya 😍

      Delete
  12. Suami saya pernah menyarankan untuk buka usaha makanan via Gofood, Mba. Tapi saya nggak pede dan harus belajar dulu krn ini bukan untuk main2.

    Yang paling saya takutkan yaitu untuk memulai usaha. Apa krn banyak hal yg dipikirin ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mba, kalau bisa prepare dan studi dulu sedikit demi sedikit agar minimal ada basic-nya dan usaha dapat berkembang sesuai harapan 😍🧑

      Bisa jadi karena mba berpikir sampai jauh, what if this and what if that, sehingga mba takut untuk memulai usaha. It's normal tho, apalagi jika baru pertama. Yang penting mba ada kemauan untuk overcome, dan menurut saya mba takut karena mba belum kenal apa yang akan mba kerjakan. Jadi kenalan dulu kalau bisa 😁

      Delete
    2. Terima kasih, Mba Eno udah dibalas. Jujur, saya semangat kalau baca tentang usaha atau pengalaman dari Mba Eno.

      Salah satunya, waktu saya pernah kapok untuk usaha kontrakan, akhirnya saya berani mengembangkan usaha tsb setelah baca postingan mba yg tentang menyewakan properti. Yah, meski ngos-ngosan lagi, hahaha.

      Semoga saya bisa belajar sedikit demi sedikit dan ga overthinking.πŸ˜…

      Delete
    3. Sama dong kita mba, always semangat bahas soal usaha πŸ˜†

      By the way, bagaimana perkembangan usaha kontrakan mba Pipit? Apakah berjalan lancar? Sudah dapat penyewakah? Semoga cocok, yaaaa 😍🧑

      Semangat mba, you can do it because you know you can πŸ₯³

      Delete
  13. Walah sampai terluka karena block ya, Mbak Eno.
    Masang sama ngebongkar block emang lebih susah ngebongkarnya ya, apalagi kalau yang potongannya kecil-kecil.:D

    Kalau FnB lebih susah buat memenuhi selera lidah masing-masing orang karena pasti sangat beragam ya, Mbak Eno.
    Kalau ada komplain atau kritikan bisa buat masukan aja, dicek lagi kalau emang butuh perubahan ga ada salahnya ya, Mbak Eno.:D

    Kangen deh sama interaksi kocak Mbak Eno dan si kesayangan.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitu~lah mba Wulan huhu, memasang memang lebih gampang 🀣

      Iya mba, selera setiap orang beda, dalam satu keluarga saja bisa beda 180 derajat apalagi se-Indonesia Raya. Ahahaha. Jadi bila ada masukan, diterima saja dan dipelajari, bila memang diperlukan untuk perkembangan, why not dicoba 😍

      Thank you mba Wulan sudah baca cerita saya πŸ˜†πŸ§‘

      Delete
  14. Kriteria aku memilih makanan di gofood ATO aplikasi manapun, jujurnya yg pertama pasti lokasi. Mau seenak apapun, kalo tempatnya jauh, aku ga beli biasanya. Mendingan ntr aja, kalo sdg ada pergi2 ke daerah sana. Krn biar gimana males kannyaaa beli makanan tp onkir LBH mahal wkwkwkwkw .

    Baru setelah itu rasa makanan pastinya. Kalo enak, jadiin langganan. Kalo dari service agak susah, Krn kan online begini, kec aku DTG langsung ke sana. Oh iyaa, kalo ada foto yg bagus aku biasa gampang terpikat juga hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, sama mbaaa, saya pun pasti consider lokasi sebagai alasan utama. Selain ongkir yang mahal, kawatir ugha makanannya dingin setibanya di rumah 🀣

      And yes setuju sama foto, penting sebagai pemicu saya mau order sebuah makanan. Makanya saya concern ke foto produk sebab saya tau itu punya peran πŸ˜† By the way, thank you for sharing your point of view, mba Fanny. Lav 😍

      Delete