Out of Comfort | CREAMENO

Pages

Out of Comfort

Gue nggak sekali dua kali dengar cerita atau baca berita orang-orang yang ribut kecil sampai besar dalam perjalanan. Literally besarnya tuh besaaar banget sampai berantem di ruang publik and got reported. I mean, perjalanan yang gue maksud adalah trip berdua pasangan atau dengan keluarga dan teman. Even sohibul gue ada yang berangkat baik-baik, eh, pas pulang hubungannya kandas, karena ternyata dia ribut besar sama mantannya, sampai decided pulang duluan 😲

Makanya banyak yang bilang, kalau mau tes kecocokan kita dengan teman, keluarga or pasangan, coba pergi liburan bersama. Karena saat liburan, dalam kondisi bukan di-zona nyaman, biasanya kita akan tanpa sengaja mengeluarkan sifat asli kita πŸ˜‚ Wk. Dan ini benar, seenggaknya itu yang gue alami with si kesayangan dan pernah gue bahas secara singkat di post lama kalau nggak salah 😁 But well, meski kami nggak ada ribut besar, tapi jujur, sifat asli kami benar kelihatan πŸ™ˆ

Kata si kesayangan, gue setiap liburan musim panas pasti crankeey, mungkin karena itu dia prefer liburan musim gugur or dingin, sebab saat itu gue just like an angel yang nggak merepotkan πŸ€ͺ *hoek* -- ini benar sih genks, gue kalau kena panas entah kenapa jadi nggak bisa berpikir normal. Bawaannya esmoseh teruuus, maunya stay di hotel malas ke luar, atau kalaupun ke luar, maunya ke cafe saja 🀣 Hahahaha. Dan gue rasa, gue lebih bisa tahan lapar daripada tahan panas πŸ˜…

🐰🐰🐰

Eniho, kemarin si kesayangan bahas kasus yang lagi booming di USA, dan kebetulan jadi bahasan ugha di Korea. Soal seorang cewek muda, early 20 yang hilang saat road trip sama pasangannya. Si cewek ini ketika ditemukan sudah dalam keadaan meninggal ---- dan kata si kesayangan dari berita yang dia baca, cewek ini korban pembunuhan dan yang bunuh pasangannya 😱🀯 Terus setelah ditelisik, it seems mereka berdua punya masalah dan mungkin masalahnya itu kasih effect ke diri mereka saat handle 'drama perjalanan' dan berada di luar zona nyaman mereka πŸ’”

Ibarat berantem di rumah akan beda banget lho dengan berantem saat liburan. Apalagi, pasangan ini sempat got reported to 911 oleh orang yang lihat mereka tengkar di resto dan di pinggir jalan (tengkarnya nggak cuma sekali tapi berkali-kali) --- Jadi kebayang bagaimana situasinya, gue yakin, pasti akan sangat menakutkan 🀧 Phfttt. Makanya setiap keponakan gue bilang mau pergi liburan sama teman-temannya, gue always warning mereka untuk be careful, and nunchi (having sense to understand the situation) plus jaga emosi karena kita nggak tau apa yang akan terjadi, kaaan ~

Semisal pun end up nggak cocok as travelmate, better next time nggak usah pergi liburan bareng lagi, karena itu jauh lebih baik daripada memaksakan diri (~ kecuali nggak ada pilihan seperti saat dipaksa pergi sama orang tua) 🀣 Sebab ketika kita decide pergi ke suatu tempat baru, otomatis kita nggak punya pilihan kecuali lean onto each other, that's why sebisa mungkin cari travelmate yang klop, daripada setiap hari ribut karena perbedaan pendapat, keinginan, this and that. Dan itu pula yang gue coba cek sama si kesayangan tercintah, iyess, cek kecocokan di-kondisi yang nggak sesuai dengan zona nyaman, daripada diceknya saat ketimpa masalah besar πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Gue pernah berpikir sederhana, kalau si kesayangan bisa handle gue diluar zona nyaman dia dan gue bisa handle si kesayangan diluar zona nyaman gue, itu artinya kami kompak, and it means, in the future, saat kami punya masalah, bisa kami selesaikan. Fyuuuh, seenggaknya kami ada upaya antisipasi di awal πŸ˜‚ Wk. Untungnya si kesayangan tipe travelmate yang okay punya, betul-betul nggak rewel, asik, plus nggak pernah ribet dan nggak hobi marah-marah sampai teriak 😁

Jadi ingat, waktu kami makan siang di Disneyland, kami duduk dekat sepasang orang tua beserta dua anak. Dan di situ gue lihat sang suami teriak memaki sang istri cuma karena hal sepele, kalau nggak salah karena istri salah pesan makanan. Yang mana teriakannya menggelegar sampai seisi resto melihat ke arah mereka semua. Hadeh, nggak kebayang bagaimana malunya sang istri harus dengar teriakan suami yang nggak tau tempat. Kalau gue jadi dia, sudah gue tinggal tuh orang πŸ˜‘

And ada pula kejadian gue lihat pasangan lagi ribut sampai ceweknya kabur tapi tangannya ditarik sama cowoknya 🀯 Hal-hal ini yang perlu diantisipasi, dan kita jadi belajar banyak dari drama yang terjadi di luar zona nyaman kita. Nah, apabila ternyata teman-teman mengalami hal diluar kendali teman-teman, dan teman-teman nggak tau harus bagaimana, saran gue adalah, first, catat kontak KBRI di negara tujuan teman-teman (ini kalau liburan abroad). Selain catat kontak, catat lokasinya jangan lupa ~ incase teman-teman ditinggal dan kebingungan πŸ’”

Second, always bawa minum, karena katanya minum air bisa membuat emosi kita cooling down, hehehehe, memang yang namanya liburan bersama pasti ada drama, genks. Bahkan cuma urusan salah jalan bisa jadi keributan. Yang satu sudah nggak sabar, yang satu lagi bingung karena jalan yang dipilih nggak sesuai maps. Terus yang nggak sabar keep blaming and attacking, kelar sudah. Pasti ending-nya panas, that's the time, cus ambil minum biar pikiran terbuka 🀣

Third, be balance, kalau satu emosi, yang satu sebisa mungkin meredakan. Jangan justru dibanjur minyak, yang ada api tambah berkobar. Nanti kalau sudah reda, baru bicara. Dan yang namanya jalan berdua, usahakan jangan memaksakan pendapat. Harus kompak dan saling dengar. Anggap kita itu team, jadi harus solid agar misi berjalan lancar car caaarrrr 😝

Lalu saat awal, tentukan siapa pegang kendali apa, dan percaya sepenuhnya. Contoh, gue pegang kendali uang, si kesayangan percaya gue sepenuhnya. Apapun keputusan gue, si kesayangan akan terima. Jadi saat gue bilang, "Hon, ini out of budget." dia akan dengar. The other side, dia pegang kendali as leader perjalanan, jadi gue akan percaya dia sepenuhnya, jika dia decide berangkat jam sekian, yasudah, gue ikut, karena gue yakin dia sudah berpikir dengan matang. Hehehe. Menurut gue dengan kita bagi tugas, itu mempermudah kita fokus membuat perjalanan menyenangkan 🧑

🐰🐰🐰

Gue sama si kesayangan sudah liburan bersama mungkin over than ratusan kali, dari area dekat kota tempat tinggal kami sampai yang jauh pindah benua. Dan kami sudah hadapi banyak drama perjalanan. Jadi kami belajar dari setiap perjalanan, dan kami sadar drama tersebut melatih kami untuk kompak dalam setiap kondisi plus membuat kami semakin percaya satu sama lain. Oh dan hal ini berlaku untuk liburan bersama teman dan keluarga, nggak hanya pasangan ~ 😁

Biasa semakin banyak peserta, akan semakin banyak drama. Especially kalau pergi sama keluarga besar yang isinya emak-emak bapak-bapak dengan aneka requests yang kadang nggak masuk akal 🀣 Beda lagi saat pergi dengan sohibuls, kadang ada yang hobinya belanjaaaa terus, ada juga yang hobinya ke cafe teruuus, kalau sudah begini, leader-nya harus cari cara biar semua puas. Karena sometimes kita nggak bisa reject acara kecuali mau dengar emak-emak merepeeeet, atau sohibuls ngambek gara-gara kita nggak ikut liburan πŸ˜‚ *untung jarang pergi barengan, wak*

Teman-teman ada tambahan? πŸ₯³

40 comments:

  1. Ouw itu kasus yang di US, kemarin juga dibahas di twiiter. Kayaknya si cowo/pelakunya belum ketemu. Pada awal-awal video semuanya terlihat baik-baik saja. Ternyata semuanya ga berjalan seperti itu.

    Cari teman jalan emang kayak cari teman hidup mbak. Susah-susah gampang. Pernah beberapa kali jalan bareng teman baru, eh ternyata ga cocok. Akhirnya ga pernah jalan bareng lagi.

    Yang paling penting itu mau mendengarkan satu sama lain dulu. Setelah itu bisa diobrolkan dan direncanakan perjalanan ini bakal berlangsung seperti apa. Tentu saja ga usah kaku ketika melakukan perjalanan fleksibel dan adaptif aja.

    Tipikal problem solving emang perlu dalam perjalanan. Biar perjalanan ga dipenuhi dengan keribetan-keribetan yg ga perlu..hahaahaha 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha, mas Rivai mengikuti berita itu juga? Jadi sekarang belum ketemu kah pasangannya? Huhuhu, kasihan ceweknya, pasti nggak pernah terbayang akan terjadi hal demikian dalam hidupnya, dan lebih kasihan orang tuanya 🀧

      By the way, setuju deh soal cari teman jalan seperti cari teman hidup, hahaha. Memang perlu kecocokan didalamnya biar nggak terus ribut dan tengkar 🀣 And yes, yang paling utama mau mendengarkan. Kadang kita suka bicara tapi malas mendengar, akhirnya berakhir debat tapi nggak ada mufakat πŸ˜… Wk. Kacaw ~

      Kapan-kapan mas Rivai tulis dong, suka duka liburan sama teman, siapa tau ada banyak drama kocak πŸ˜† Terus mas Rivai tipe apa? Problem solver, kah?

      Delete
  2. Jujur mba, saya nih tipikal manusia yg doyan banget ngetrip/traveling, asalkaaannn.... engga bareng suami dan anak :D

    Maksudnya, suami dan anak saya tuh combo ribet deh kalo ngetrip bareng. keinginan mereka berdua selalu bertolak belakang

    misal nih, suami suka ke destinasi yg culture abis, kayak keraton.
    anak saya suka spot yg kekinian, kayak Tebing Breksi, atau kafe/mall gitu.

    Nah... ini susaaahhh ambil jalan tengahnya :(

    Makanya, saya prefer ngetrip sama anak AJA, atau sama suami AJA.... atau yg paling enjoy ngetrip sama sesama emak2 yg satu server :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahiahahaha, saya understand maksudnya, mba 🀣

      Kalau sudah berseberangan memang pusing, seperti Ibu ingin pergi ke tempat A, tapi Ayah ingin ke tempat B. Terus anak gigit jari di tengah πŸ€ͺ *itu pengalaman saya waktu kecil* Wk. Eniho, thanks for sharing your experienced, mba Nurul 😍

      Delete
  3. Suka gimana gitu ya mbak kalau pas di luar trus liat pasangan bertengkar. Tapi melihat kejadian kayak gitu saya jadi bersyukur karena enggak pernah cekcok sama suami, dia orangnya kalem. Aku dan dia tuh kayak elsa dan ana. Aku ana yang bisa keluarin api saat marah dan suamiku adalah elsa yang bisa mendinginkan apinya wkwkwk, maaf analoginya terlalu ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, suka kasihan sama yang kena marah or maki di depan orang 🀧

      Dalam hati langsung bersyukur nggak pernah mengalami, dan belajar, jangan sampai melakukan hal yang sama. Karena pasti bisa mempermalukan πŸ˜• By the way, analisa yang sangat sederhana namun tepat, mbaaa 🀣🧑 Lavvv ~

      Delete
  4. Ya ampun iya serem banget itu kasus Gaby-Brian😭 mana ditemuinnya di Wyoming yang jauh sama rumahnya. Selama ini aku sering nonton vlog Kristin Addis (channelnya kalau nggak salah Be My Travel Muse), dia sukanya solo traveling ke taman-taman nasional di USA sana. Selama nonton aku sering kepikiran kalau terjadi apa-apa gimana ya, eh malah yang traveling berdua yang kena masalah😭

    Sejauh ini travelmate yang nggak cocok sama aku adalah yang...suka belanja buanyak sampai tangannya nggak cukup bawa, ended up minta bantuan temennya untuk bawain. Kzl. Bukannya nggak mau bantu ya, kalau cuma sekali sih nggak apa-apa, kalau tiap liburan kelakuannya kayak gitu ya monmaap aja nie hehe. Kayak nggak punya perhitungan gitu mau belanja apa dan seberapa, laper mata, ditawarin ini tergoda, ditawarin itu langsung beli. Wah udah deh aku akan menjauh dari travelmate yang kayak gini, atau kalau nggak gitu drawing line dengan jelas nggak mau bawain belanjaannya. πŸ˜‚

    Terus untuk travelmate yang throwing anger di publik gitu juga malesin sih, nggak lihat situasi dan kondisi eh langsung marah aja. Kalau alasan nggak peduli apa kata orang yaaa...bye kita nggak cocok. πŸ˜‚ Marah boleh, cuman tau tempat lah. Lagian kan juga udah dewasa. πŸ˜… Apalagi zaman sekarang yang apa-apa bisa viral kalau kerekam dan disebar sama orang lain. Terkenal dengan tidak elegan kan malesin ya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ngomong panjang kayak gini, seolah-olah aku suci tanpa dosa traveling. πŸ˜† Pasti ada hal yang nyebelin dari aku yang aku sadar atau enggak, cuman selama ini belum pernah ada komplen atau mendadak dijauhi sama travelmate. Atau ada yang menjauhi tapi aku nggak ngerasa? Kalau yang ini sih di luar kuasaku. *ngomong apeu* 😝

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Endah, waktu dengar kasusnya lumayan buat syok, terus jadi tambah parno untuk masuk ke taman nasional. Kawatir nggak bisa pulang or keluar 🀧

      Makanya setiap saya dan si kesayangan go abroad, saya selalu inform orang terdekat soal pesawat yang saya gunakan, jam terbang, di negara tujuan saya akan ke mana. Intinya saya share itin saya biar kalau ada apa-apa sama saya dan si kesayangan, mereka bisa cek dan nggak lost track. Sebab hal seperti ini bisa kejadian πŸ˜•

      By the way, saya ikutan kesal baca sharing mba Endah hahahaha. Nggak kebayang kalau travelmate saya belanja banyak sampai nggak bisa bawa. Menurut saya mereka termasuk kalangan nunchi obso, alias nggak punya sense of understanding dan justru merepotkan. Dijamin pada kapok jalan sama mereka πŸ˜‚

      Dan soal marah itu pun sama, better bye ~ menurut saya segala bentuk masalah bisa dibicarakan baik-baik nggak perlu marah apalagi di depan publik, bukannya kelar masalah yang ada saling mempermalukan πŸ˜‘ Wk.

      Well, sebagai manusia yang nggak sempurna, pasti ada yang kuciwa sama kita dan merasa nggak cocok as travelmate, which is okay. Dijadikan pelajaran saja, biar ke depannya bisa dapat travelmate yang pas macam kunci sama gemboknya 🀣

      Delete
  5. aku setuju banget sama mbak Enooo. emang kalau mau tahu sifat asli seseorang kudu diajak pergi bareng πŸ˜†

    soalnya aku pernah banget pas jaman kuliah aku diajakin hiking sama sahabat aku. karena kami perginya sama teman-teman dia, jadi aku ngikut aja gitu. aku kira dia bakal bisa ngerti aku, nemenin, nungguin lah kalo misal aku lagi perlu istirahat (apalagi waktu itu aku nggak pernah olahraga 🀣. soalnya waktu itu dia bilang jalannya santai dan pasti nungguin aku) eh, ternyata yang ada aku ditinggal. untung aja temennya dia ada yang baik banget nungguin aku 🀣🀣

    dan aku juga pernah pergi bareng mantan waktu itu. di situ aku jadi merasa....baby sisternya 🀣 beneran ketahuan sifat aslinya.

    untungnya so far aku nggak pernah sampai yang ngalami tengkar yang ektrim sih. ngeri banget baca sampai ada bunuh-bunuhan 😒 naudzubillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaaaakh, sudahlah dia yang ajak, terus perginya sama teman-teman dia, minimal dia menemani mba Dea dong, apalagi sudah janji akan menunggu mba Dea. Hahahaha. Sedih sih kalau sampai ditinggal, pasti malas pergi lagi, ya? πŸ™ˆ

      Amit-amit semoga jangan sampai kejadian sama kita mba, biar bagaimana pun kita harus selalu waspada especially saat di luar comfort zone kita 😁🧑

      Delete
  6. Benar sekali Mba Eno. Saya juga sering dengar katanya kalau mau tahu sifat asli seseorang ajak travel aja. Ke gunung malah kalau bisa.

    Saya pernah melihat orang yang lagi berantem di tempat wisata. Si Bayu pernah nulis ceritanya nggak ya di blog. Well, itu kejadian udah lama pas kita ke curug pas awal2 pertama kali main ke rumah Bayu. Yg boncengan motor bertiga itu. Haha.

    Nah disana ada pasangan yang mendadak tiba2 meledak. Si cewek marah ke cowoknya minta pulang dan lain sebagainya. Otomatis kita yg lagi siap2 mau tracking ke curug jadi salfok melihat mereka adu mulut. Yakin suasananya nggak enak banget. Padahal udah sama2 dewasa. Tapi nggak tahu kalau disitu ada orang lain.

    Orang mau nenangin juga udah keburu malas. Nanti disangka mau ikut campur.

    Intinya si kalau mau pergi bersama. Prinsip satu nggak boleh keras kepala. Malah sebelum jauh2 hari sebaiknya rembukan dulu rencananya mau kemana, plan Bnya gimana, akomodasinya gimana, perbekalan, dan apapun itu termasuk obat2an smisal yang mau Travel Nature. Nah itu semua harus udah dipersiapkan biar nggak jadi kesulitan nanti pas hari H.

    Jadi, sebenrnya paling beruntung tuh kalau udah ketemu travelmate yang persiapannya udah kaya kantong doraemon. Jadi isi tasnya itu semuanya ada. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tu yang kaya Doraemon. Wkwk. Yg cuma ke curug aja bawaannya kaya orang mau pindah rumah. Segala nasi plus lauk pauknya. Wk! Padahal popmie aja cukup ya.

      Gimana ntar ke Bali. Bawa koper 3 kali. Tapi nggak papa. Kita jadi nggak ribet ya Ton.

      Saya setuju semua Mba Eno. Sangat disayangkan kalau niatnya hendak berlibur malah jadi arena bertengkar. Atuh mending nggak usah liburan sekalian. Dirumah sambil makan gado2. Hehe

      Sama kalau menurut saya. Liburan tuh enak seminim mungkin orangnya maksimal 5 lah. Jadi nggak terlalu banyak suara semisal ada sesuatu yang nggk sesuai rencana. Sama Leader jadi lebih gampang buat cek kondisi segala macem.

      Delete
    2. Iya tuh siapa ya.. wkwk 🀣

      Delete
    3. Wadaw, ke gunung saya takut hahahhaha 🀣

      Kayaknya mas Bayu nggak tulis ceritanya, apa saya yang lupa, yah πŸ˜‚ Tapi saya ingat cerita curug yang bonceng motor bertiga. Wk. Eniho, lihat orang lagi tengkar tuh kadang buat kita salfok dan serba salah, apalagi jika kita berdiri dekat mereka. Awkward banget pastinya. Seperti kejadian saya waktu di Disneyland πŸ™ˆ

      And bagusnya memang share itin sebelum berangkat, biar kalau ada yang nggak cocok bisa didiskusikan sama-sama. Jangan ributnya setelah sampai tempat tujuan. Bisa panjang urusan, dan liburan jadi nggak terasa nyaman πŸ˜…

      Delete
    4. Justru sekalian makan nasi dan lauk pauk lebih enak, mas Andrew 🀣

      Terus jadi penasaran kira-kira mas Bayu akan bawa berapa koper saat ke Bali yang hanya 5 harian? Jangan-jangan tebakan mas Andrew benar πŸ˜‚ Wk.

      Asik dong di rumah makan gado-gado hahahaha, tapi sebenarnya hal-hal seperti ribut di perjalanan itu bisa kita minimalisir kalau kita mau mendengarkan dan nggak selalu memaksakan pendapat atau kehendak πŸ™ˆ And yeah, menurut saya terlalu banyak orang biasanya jadi susah. Enaknya under 5 orang memang 😍

      Delete
    5. Itu mas Bayu bukaaaan? 🀣

      Delete
  7. Iya baca kasus itu syerem. Yang gemes kenapa lama banget lapor ortunya ya jadi si penjahat cepat deh hilangin barang bukti.

    Kalau mau tahu tabiat asli orang
    lakukan perjalanan lama dengannya.
    pepatah begitu. Cuma kalau cewek jangan coba-coba deh ngetes dengan yg power fisiknya jauh di atasnya. Kecuali kita Captain Marvel πŸ˜…πŸ€£

    Saya sendiri mengakui bukan teman perjalanan yg asyik bagi kebanyakan orang karena saat yg lain pergi have fun party dan belanja, itenerary wisata saya akan nyelenyeh banget macam masuk ke lorong catacomb, nyari jejak peninggalan bersejarah, sampai hunting lepidoptera 🀣🀣.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh itu ortunya nggak langsung lapor, mba? Saya kira langsung lapor huhu. Mungkin karena anaknya jarang kontak sama ortunya, jadi ortunya mengira anaknya memang sedang asik liburan dan nggak ada waktu untuk kontak 🀧

      Well, menurut saya, mba Phebie travelmate yang asik kok asal ketemu sama yang seirama, semisal travelmate mba Phebie juga suka masuk ke lorong catacomb atau cari jejak peninggalan sejarah macam explorer yo, mbaaa πŸ˜‚ Jadi ingat mba Phebie pernah cerita soal hunting ke hutan kalau nggak salah. Which is cool! 😍

      Delete
  8. Memang bener kalau pengen tahu sifat seseorang, ajak aja liburan atau berurusan dengan uang (alias bisnis bareng/hutang-hutangan), begitcu ya.

    Kalau mba Eno gak tahan panas berarti pas WFH full AC ya? (ngebayangin Bali yg panas bingit).

    BTW pernah liburan ke Malang/Mbatu kah? Ya meski ga sedingin Korsel pas winter tapi mayan lah. Pas dingin-dinginnya, suhu cuma 14 derajat celcius.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba Vina, nanti langsung kelihatan sifatnya πŸ™ˆ

      Di rumah nggak full AC mba, sebab nggak terlalu panas. Sekarang suhunya masih around 26 degree, dan saat tengah tahun, Bali tuuuh sejuuuk karena dapat hembusan musim dingin dari Australia. Jadi semriwing anginnya 😍

      Saya pernah ke Batu mba Vina, waktu itu saya tulis di blog pengalaman saya main ke Museum Angkut tapi nggak lama πŸ˜‚ Dan saat saya datang, suhu siangnya pun sejuk around 22 degree, jadi nyaman jalan-jalan ke luar πŸ₯³πŸŽ‰ Yaay!

      Delete
  9. Soal udara panas, kita sama kak... entah kenapa kalo gerah kepanasan, emosi jd ga stabil, suka pengennya makan orang...

    Tapi, seberapapun emosinya, aku tipe menahan, lebih sering diskusi panas di dalam kepala, suka berkata kasar tapi di dalam hati aja, trus ampe menyesalinya jg dalam hati aja.

    Makanya, ngambeknya aku ya paling banter tuh cuma diem muka datar atau langsung pergi menjauh dulu.

    Is that any good, anyway?

    Trus kalo soal traveling, sayangnya aku jarang banget traveling, tp sekalinya traveling ke tempat yg samasekali baru, aku masuk ke yg easygoing, karena aku sadar apapun yang terjadi, segamenyenangkan apapun (kecuali yg bahayain jiwa) pasti akan jadi cerita menarik di masa datang.

    Jdi aku mah si tipe pemerhati dan mengikuti yg udah pengalaman aja dl. Apalagi kalo ke tempat baru, ngikutin yg jd leader aja.

    Sounds good, aye?
    Aku emang orangnya baik hati, kak!

    Hahaha...

    Dan karena tipe pemerhati itu tadi, kalo aku kedapetan ada temen perjalanan yg sifat aslinya keluar dan rese, aku akan mengingat itu dan mencap orang itu untuk ga kudekati lebih jauh lagi, hehe...

    Diem-diem judging, oops..

    Ya emang jalan jalan semisal naik gunung dan kemping, itu aku jadikan ajang melihat siapa yg jd egois di situasi tertentu, siapa yg manja, dan siapa yg leadershipnya keluar.

    Kalo aku? Coba ajak aku main kak, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan nggak saya doang kan yang kesal saat panas πŸ˜‚ Tapi saya pun nggak sampai maki-maki atau marah-marah, cuma cranky doang alias wajahnya jadi sepet kalau kata si kesayangan. Semacam kusut dan maunya buru-buru masuk cafe πŸ€ͺ

      Memang paling enak jadi bagian yang ikut dan menikmati perjalanan tanpa berpikir terlalu dalam. Biasanya tipe seperti Ady ini nggak banyak maunya dan bagaikan air mengalir, ke mana saja okay plus nggak banyak komentar 🀣 Wk.

      Dan biasanya orang kayak Ady akan jadi target travelmate yang lebih dominan, nanti akan diajak ke sana sini or jadi rebutan deh kalau ada dua belah pihak 😁

      Delete
  10. Aku baru ngeh banget kalimat yang sering muncul di medsos yang kira-kira isinya "kalau mau tahu sifat asli temen/pasangan, ajak naik gunung". Sebenernya nggak perlu naik gunung ya, traveling yg jauhan dikit dari domisili juga bisa. Sebelumnya aku nggak ngeh, sifat asli yang kaya gimana? Kan kalau sehari-hari bisa muncul juga.

    Oalaaah, baca ini baru "klik" atas keadaan-keadaan tak nyaman itu yang membuat sifat lain (yang memang sudah ada) baru muncul. Sukaa deeh baca relationship mature giniii, jadi sama-sama belajar saling dan kepala lebih dingin. Tentu saja kedengarannya easier said than done ya, XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, nggak usah jauh-jauh ke gunung, coba janjian jalan ke tempat wisata mana gitu yang nggak jauh, tapi jalannya barengan, nanti akan kelihatan sifat aslinya bagaimana πŸ˜‚ Tapi biasa jika spend waktu bersama over than 1 hari, lebih gampang dilihat sifatnya, dan bila lokasinya jauh diluar zona nyaman, itu akan lebih fun πŸ₯³

      Terima kasih sudah baca mba Marfa, hihihi, di sini kita sama-sama belajar, dan saya pun belajar dari hasil sharing teman-teman lainnya 😍🧑

      Delete
  11. Ya ampun aku baru baca kemarin bangeet sampai hampir lupa berangkat kantor soal kasusnya Gaby ini 😭😭😭 Kabarnya Brian juga melarikan diri dan belum ketemu sampai sekarang. Ga kebayang slek macam apa yang membuat si pasangannya sampai membunuh Gaby 😭😭 Ga bisa bayangin juga perasaan orangtuanya ngelepas anaknya buat liburan sama tunangannya (yang mana pasti udah dipercaya sama orangtuanya) eh malah ga pulang sama sekali 😭😭😭😭

    Aku setuju soal ngetes kecocokan dengan liburan bersama! Aku pernah pengalaman liburan yang mana waktu itu aku lagi berusaha menikmati sesuatu tanpa attached ke hape/sosmed alias selama liburan aku ga update sosmed apapun, kalau mau posting-posting nunggu nanti pas udah beres. Ternyata hal ini ditangkap sama temenku sebagai "aku ga suka liburan bareng mereka sampai males update sosmed" padahal maksudku ga gitu kaan... kejadian ga ngenakinnya sampai pas foto-foto aku ga diajak dan salah satu bilang "ah kamu ikutan foto juga ga bakal di-post" astaga sedih banget rasanya pengin langsung pulang aja pas itu πŸ˜‚πŸ˜‚dari situ aku jadi suka defense kalau diajakin liburan dengan bilang kalau aku lebih suka rebahan di rumah, ga ke mana-mana saking malesnya ketemu kasus yang sama lagi πŸ˜‚

    Oh iya yg Mba Eno bilang soal cuaca panas bisa mempengaruhi emosi juga bener banget sih... kayak udah panas terus ada yang bikin emosi jadi aja makin panas πŸ˜‚ Bener yaa banyak minum air putih itu memang penting dan bukan hal sepele.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaah iya mba, nggak kebayang hancurnya hati orang tua melepas anak untuk pergi dengan orang yang dia cinta plus berjanji menjaga, tapi justru orang itu pula yang mengambil nyawa anaknya *kalau benar* hiks. Kasihaaaan 🀧

      Omoooo, kok bisa begitu, padahal tipe orang beda-beda, ada yang memang hobi dokumentasi dan upload sosmed, plus ada pula yang tipe late post, kaaan? πŸ™ˆ Nggak asik banget sampai disindir perkara upload foto sosmed doang πŸ˜…

      Hu'uh mba, based on pengalaman saya, kalau sudah panas langsung minum air biar reda panasnya. Terus cari tempat berteduh hahaha, or ke cafe sekalian πŸ€ͺ

      Delete
  12. Kasus Gaby 😱.. wahh parah sih.. parah banget. Aku bacanya miris banget Mba. Kasihan..

    Soal liburan bersama emng sih. Kadang kita bertemu dengan situasi yang bikin runyam, yg bkin liburan jadi berasa nggak fun lagi karena ada konflik ditengahnya.. pernah dihadapkan situasi begitu soalnya. Pergi ramean, balik2 malah buat kubu. Ckck.

    Beruntung aku terlahir jadi orang yg nggak suka cari masalah. *asikk. πŸ˜‚Berhubung aku juga nggak pandai soal jalan dan gampang tersesat. Jadi ya setiap liburan jadi anggota yang ngintil aja dibelakang. Semisal sampai kesasar atau smpai ngemper di masjid pun nggak jadi masalah karena sudah terlalu sering 🀣🀣

    Hahaha. Panas mah emng bikin esmosi mba. Aku pun begitu.. makanya benda wajib yg harus dibawa kalau lagi liburan adalah Kipas Leher. πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan bingits, mas 🀧

      Sebenarnya, meski kita dihadapkan pada situasi kurang menyenangkan, kita bisa tetap saling dewasa dalam menghadapinya, minimal agar liburan kita tetap berjalan lancar dan menyenangkan. Cuma akan sangat disayangkan yes, jika ended up kubu-kubuan seperti apa yang dialami mas Bayu, pasti jadi malas liburan bersama πŸ˜‚

      Jadi diantara mas Bayu, mas Toni dan mas Andrew, kira-kira siapa leader-nya? 😍 Ehya mas kita sama, always bawa kipas portable saat yalan-yalan. Gils, penyelamat banget itu barang. Sangat berterima kasih untuk penemunya 🀣

      Delete
  13. Wuihh mantap banget tip dari kak Eno saat kita melakukan perjalanan bareng pasangan, teman, atau keluarga. Dengan pengalaman yang udah ratusan kali melakukan perjalanan baik deket maupun jauh, aku yakin ini bermanfaat banget buat dilakuin saat temen2 mau traveling atau perjalanan apapun.
    Emang yah kalau udah di sikon gak bagus, jauh dari rumah, emosi buruk kita jadi keluar, trus ketahuan deh sifat2 jeleknya.. haha. Aku sama suami juga sering ngalamin, kok. Tapi alhamdulillah so far semua bisa teratasi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ada sedikit manfaat mba hihihi, kalaupun nggak ada, itu artinya perjalanan yang mba Diah lakukan bersama pasangan, teman atau keluarga semua berjalan menyenangkan and it means good for yaaa 😍🧑

      Iya mba, entah kenapa beda banget rasanya hadapi masalah di rumah atau di luar zona nyaman, apalagi di negara orang. Nggak bisa gegabah 🀣 Thankfully apapun masalahnya, bisa mba Diah dan pasangan selesaikan bersama πŸ₯³

      Delete
  14. aku juga baca berita hilangnya si pacar waktu trip bareng itu mbak
    dan sekarang nggak apdet lagi gimana perkembangan kasusnya

    banyak yang bilang katanya sifat asli akan ketauan kalau pergi trip bareng, kayaknya memang banyak benernya ini. tapi kalau sampe mutusin balik duluan, waduhhh termasuk kategori level tinggi tuh marahannya ya

    meskipun aku sama sohib pergi bareng dan sama sama suka jalan misalnya nih, dalam hati kadang ada aja rasa ga percaya hahaha. kayak kemarin pas turun gunung, menurut instingku kayak salah belokan di tengah hutan, menurut dia bener. ehhh ternyata aku yang salah hahahaha
    maklum ga biasa naik gunung, dan patokan yang diliat pas malem pula wkwkwk

    nahh mungkin untuk meminimalisir pertengkaran saat perjalanan, dari awal udah dibahas do's and don't nya. terus misal si A pengen kemana nantinya, atur dulu rutenya, biar ga rempong pas nyampe tujuan. kecuali kalau pergi solo traveling nggak perlu pusing diskusi juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya, pasangannya belum ketemu, mba 🀧

      Nah itu sohibul saya memang ributnya sudah parah banget jadi pulang duluan. Tapi better sih daripada ditahan-tahan dan dipaksa lanjutkan perjalanan 😁

      Oh masalah maps or rute kadang suka buat keributan ugha hahahaha. Apalagi jika yang satu ingatnya ke sini dan yang satunya lagi ke sana. Terus saling percaya nggak percaya 🀣 Thank you for sharing your experienced, mba Ainun. Selalu senang bacanya. Ditunggu another stories about solo traveling, mbaaa 😍🧑

      Delete
  15. baca blog mba eno (udah lama banget ga baca) dan relate sekali... sudah 3-4x berangkat travel sama org yang sama dan bener2 ga bisa diubah banget sikapnya. jadi no banget kalau travel bareng lg hahaha. emang jd keliatan sifatnya.

    makasih yaaaa infonya soal travel bareng si kesayangannya <3 aku jadi oke nih kalau ke depan berarti enak ya ada pembagian tugas begitu huhuy!
    seneng baca blog mba eno, enak sekaliiii. hanyut gitu di dalamnya. sehat-sehat mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Fathia, apa kabarnya, lama tak bersua 😍

      By the way, mba kuat banget sampai 3-4x liburan bersama. Kalau saya langsung cut after liburan pertama bila memang nggak cocok daripada tengkar di jalan 🀣

      Sama-sama mba, terima kasih sudah baca πŸ˜† Semoga nanti saat mba Fathia memutuskan liburan bersama, bisa melakukan pembagian tugas dengan seksama agar terhindar dari keributan yang nggak diinginkan πŸ₯³πŸŽ‰

      You too mba, sehat selalu di sana 🧑

      Delete
  16. Berarti aku cocok jalan Ama mba Eno, Krn kita memang lebih suka traveling di saat winter πŸ’ƒπŸ˜„. Beneer mba, kalo udh jalan pas sedang panas2nya, itu kepalaku bukan cuma mendidih, tapi bisa korslet dan berakhir marah2 Ama travelmate πŸ˜….

    Aku bersyukur ga pernah ngalamin ribut besar Ama travelmate sampe pisah di jalan. So far aku punya travelmate 4 , paling favorit itu pasti suami. Dan 3 lagi temen2ku. Kami semua satu kepala, ada sih bedanya, tapi sama2 paham di mana harus toleransi satu sama lain.

    Aku suka banget wisata ekstreme ,tapi 3 temenku yg lain ga suka. Jadi pas jalan Ama mereka aku ga pernah masukin bungy jumping misalnya dalam itin. Aku masukin wisata ekstreme kalo jalan Ama suami πŸ˜„. Mungkin Krn kami sama2 gila. Eh ga Ding, akunya yg LBH gila, tapi suami berusaha nemenin biar istrinya ga bablas 🀣.

    Aku pernah ribut Ama suami pas jalan, pasti dooong. Kebanyakan kami ribut hanya gara2 kepanasan, kayak pas di Myanmar, dia mau motret aku, aku nya emoh. Berakhir dengan ribut wkwkwkwkwk. Ya kali dengan keringat banjir aku bakal happy di foto πŸ˜…. Memang bahaya traveling pas panas πŸ˜“

    Caraku menghindari jgn ribut Ama travelmate, pasti dr awal dengan mensortir mereka. Di awal aku bakal ksh tau aku sukanya A,B,C,D. Aku benci E,F,G,H. Kalo mau jalan bareng aku, ya hrs tahan begitu, kalo ga mau nurut, silahkan bhaay 😁.

    Kenapa aku bilang di awal, Krn udah pasti yg menjadi planner itin dan keuangannya itu aku. So mereka harus nurut, walopun aku tetep ga bakal bossy juga. Kayak td aku sebut, aku bakal sesuaikan kesukaan mereka dan aku supaya sama2 enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. YESS MBA, sepertinya kita cocok trip bareng saat winter πŸ˜‚

      By the way, baca komennya mba Fanny jadi ingat panasnya Myanmar waktu saya ke sana hahahaha. Panasnya membuat saya ended up mendekam di hotel dan ke luar saat sore sampai malam πŸ˜† Parah bangetttt, kering kerontang ~

      Dan setuju sama mba Fanny, baiknya memang dari awal langsung dikasih tau suka dan nggak sukanya apa, baru didiskusikan, mana yang bisa ditolerir dan mana yang nggak. Daripada saling memaksakan yang ujungnya nggak nyaman πŸ™ˆ

      Thank you for sharing your experience, mba 😍🧑

      Delete
  17. Kalau masalah liburan itu saya orangnya ngga ribet. Nurut aja, apa kata partner.

    Tapi emang lebih sering liburan ke tempat sejuk, soalnya di Surabaya hot sangat jadi pengen menyendiri ke gunung atau laut.

    Misua juga lebih suka liburan ke suasana alam. So far, aman aja, tapi emang bawaan kaya orang pindahan, padahal cuma 1/2 malam aja, akibat bawa bocils 3 πŸ˜†

    Mana dulu anak-anak setelah liburan jadi sering sakit, karena pas liburan makan sering telat πŸ˜₯

    Ngga kebayang ribetnya, ada temen yang suka kemah sama 3 bocilsnya. Kayanya kami kurang cocok kemah gitu, kecuali anak2 udah pada ABG.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempat yang panas entah kenapa jadi malas untuk liburan outdoor, mba 🀣 Enak tempat teduh, mau jalan-jalan pun aman nggak kepanasan. Huehehe ~

      Pasti seru ya bisa liburan bareng anak-anak berlima 😍 Kebayang bawaannya sebanyak apa, jadi ingat Ibu saya setiap packing mau liburan jaman saya kecil, bawaannya buanyaaaak ~ Padahal kadang cuma liburan sehari dua harian πŸ˜‚

      By the way, semoga anak-anak nanti jauh lebih strong dengan bertambahnya usia jadi nggak sering sakit lagi mba, biar mba juga bisa tenang after liburan πŸ₯³

      Delete
  18. Mbaaa, aku setuju sama tulisan kamu di akhir, kalau pergi sama orang dalam jumlah banyak, dramanya bisa muncul satu per satu. Aku termasuk orang yang tidak suka traveling rame-rame. Mau dikata sama saudara, tetap aku kurang nyaman. Apalagi kalau lintas umur ya. Kalau seumuran sihh masih okelah kaya bareng teman.

    Jelas ini perlu adaptasi buat aku semenjak menikah. Karena tipe keluarga Koko tuh kalau liburan bisa rame-rame. Koko itu empat bersaudara, jadi kalau liburan itu bisa rame beneeer. Sisa adiknya saja yang belum menikah. Tetap itu ramai, belum lagi bisa ajak saudara sepupunya yg lain. Itu juga ada istri/suami dan anak-anaknya. Awal-awal aku super puyeng banget. Karena aku uda lama banget ga liburan ramean begini.

    Di satu sisi seru karena semakin banyak orang, bisa saling berbagi makanan dan ngobrol ini itu. Di sisi lain duhh melelahkan untuk aku yang orangnya introvert. Tapi setidaknya jadi adaptasi dan belajar untuk mengenal bahwa tiap keluarga punya kebiasaan yang berbeda-beda. Kadang kalau emang mau pergi ber-2, jadi ya kami staycation saja dehh hhhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin deh pasti muncul, semakin banyak orangnya, maka semakin banyak dramanya, kecuali pergi dengan orang-orang yang memang mau follow the lead dan dalam satu kelompok itu ada leader trustable-nya. Which is ini pun nggak gampang hahahaha. Makanya kata si kesayangan hanya travel guide yang bisa 🀣

      However, saya pribadi sebenarnya pergi rame-rame keluarga nggak masalah. Mungkin karena dari kecil sudah terbiasa pergi sekeluarga besar, yang mana besar bangetttt, Ayah Ibu saya punya siblings banyak hahaha. Jadi saya pun ada pengalaman dengan trips serombongan. Untungnya nggak sering-sering dilakukan πŸ˜†✌

      Pada akhirnya, kalau seperti mba Devina, yang situasinya let's say nggak bisa direject, mau nggak mau, kitanya harus adaptasi agar nyaman ya, mba πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete