Gloomy | CREAMENO

Pages

Gloomy

Semalam habis lihat foto-foto di Jeju Island yang jumlahnya puluhan ribu (buanyak ugha), gue pun menyadari bahwa gue dan si kesayangan ternyata manusia penikmat hujan hahahahahahaa. Why? Karena saat hujan, kami justru hobi pergi ke luar -- keliling entah ke mana -- pokoknya berkendara mengitari Jeju island, kadang ke bukit, kadang ke Seongaksan, kadang ke Windmill (kincir angin raksasa), atau mampir cafe-cafe kecil di sekitar area tempat kami tinggal 😍

Jadi ingat, ketika si kesayangan masih kerja tiba-tiba kirim pesan, "Honey, nanti sore akan hujan (anaknya sering baca prakiraan cuaca), ayooo ke bukit, jangan lupa bawa snack." 🀣 -- Terus habis itu, jam lima tenggo, si kesayangan akan jemput gue ke rumah, lantas kami pergi berkendara ke bukit terdekat. Biasanya kami duduk-duduk saja di dalam mobil, makan snack sambil lihat hujan mengguyur kaca depan dan 'membasuh' laut lepas di kejauhan πŸ˜† Wk. Seru bangaaaaats ~

Aneh, gue suka foto belakang mobil orang πŸ˜‚

Tumpukan sampah sebelum diolah 😁

Kapal pencari ikan 😍

Salah satu coastal road πŸ˜†

Ini kayaknya mini floaties untuk memancing, betul nggak? 🀣

Di pertigaan lampu merah πŸ€

Habis makan Gukbab (soup nasi hangat) 🀀

Such a beautiful view 🧑

Ini beberapa foto yang gue kumpulkan untuk gue publish di blog, hehehehe, gloomy as usual, but never mind meski suasana gloomy karena hujan, hati gue dan si kesayangan tetap senang πŸ˜‚ By the way, gue tau bahwa capture momen saat langit cerah membuat foto terlihat maksimal, namun gue tetap suka capture momen saat langit gloomy, karena ada good feeling tersendiri yang bisa gue rasakan sambil mengenang hal-hal indah bersama si kesayangan 😍

🐰🐰🐰

Ohya, sekarang di Bali Island sudah masuk musim hujan, hampir setiap hari hujan, dan gue sama si kesayangan kembali jadi manusia penikmat hujan. Bedanya kami nggak keliling mampir bukit or lihat laut lepas, sebab di Bali kalau mau lihat laut harus ke luar dari mobil, jalan dulu ke pantai or some places, sedangkan di Jeju Island, and Korea in general, mereka punya banyak coastal road (kapan-kapan gue cerita) yang membuat kami bisa lihat dari mobil tanpa harus kehujanan πŸ₯³

So yeah, musim hujan di Bali kali ini kami nikmati dari balik jendela. Bersyukur ada jendela besar jadi bisa lihat air hujan turun tanpa harus ke luar rumah. Paling seru ketika air hujannya merembet ke tanaman Li Quan Yu yang menjuntai panjang ~ woaah, indah banget ciptaan Tuhan 🧑 Eniho, selamat menyambut bulan hujan genks, semoga bulan ini membawa kebahagiaan untuk kita πŸ₯³

32 comments:

  1. Kalo fotonya ampe puluhan ribu (baru satu tempat) bukan banyak lagi Mba Eno, tapi banget 10.000x ini Mba hihihi... emang udah passionnya ini mah πŸ˜‹

    Baru ngebayangin dari foto sama tulisan ini aja udah kerasa feelingnya, gimana kalo beneran ngalamin sendiri yah 😍

    Btw, saya pernah dijanjiin bakal di kasih tanaman Li Quan Yu dua tahun yang lalu, katanya kalo bibitnya udah tumbuh menjuntai, bakal dibawak in untuk di tanam di pagar belakang rumah Mba, saya jadi ke inget lagi karena baca postingan ini πŸ˜‚ Udah dua tahun yang lalu loh janjinya ini di canangkan, dan gak ada kabar lagi sampe sekarang πŸ€”πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu karena di Jeju mba, makanya banyak, hampir sama jumlahnya kayak di Bali hahahahaha maklum sikit-sikit foto, apapun yang lucuk foto buat kenangan 🀣

      Well, pastinya jika mba Rini mengalami sendiri akan jauuuuh lebih fun, meski gloomy nggak selamanya sad, tapi bisa jadi happy ugha. Wk. Eniho, itu siapa yang janji mau kasih bibit? Coba ditanya saja mba, mungkin orangnya lupa 😁

      Delete
  2. Aaakkk, vibes-nya mirip bangett ama Desa Gongjin di Hometown Chachachaaa *maapp anaknya lagi terdushik dushik wkwkwk*

    Tapi memang hujan tuh nyenengin lho, Mba.
    Sampai setua~eh,maap, sedewasa ini daku masih sukaaaa main ujan2an :D

    Modusnya pas mendung gitu sengaja keluar rumah, naik sepeda motor, TANPA bawa jas hujan. Jadi di tengah jalan, byuuuurrrr, segerr deh kena guyuran air hujan :D

    Walopun, yah, kalo lagi deresss banget, jarak pandang tuh kayak pendek bgt, jadi ya agak2 berbahaya buat nyetir motor.

    Tapiii, sensasinya ujan2an sungguh menyenangkan. Sampe rumah, wajib mandi, keramas, trus pakai minyak kayu putih, freshcare, dll wkwkwwk *umur ga bisa boong*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Desa-desa di Korea memang mirip vibe-nya, mba. Apalagi yang berlokasi di tepi laut lepas, seperti Jeju Island, or Gonjin yang ada di drama chachacha 🀣 Wk.

      Yes, setujuuuu sama mba Nurul, nggak peduli usia, hampir semua suka hujan, asal nggak sampai kebanjiran πŸ™ˆ Hihihi ~ Waduuuw tapi saya belum seberani mba Nurul yang suka main hujan, soalnya saya kawatir sakit kepala, padahal dulu kecilnya hobi bingits mandi hujan sampai dikejar ortu disuruh pulang ke rumah πŸ€ͺπŸ˜‚

      Apapun sebabnya, Freshcare dan Minyak Kayu Putih obatnya yes, mba πŸ˜†

      Delete
  3. You know what... bit by bit kak Eno dengan cerita-ceritanya mengingatkanku pada seseorang.

    Orang ini juga penyuka hujan (asal ga kehujanan pas momotoran) apalagi di tempat yang cozy dengan secangkir minuman favorit yg menghangatkan. Katanya, entah kenapa suara air yang turun ke bumi, rintik tetes yg pecah di genting atau dedaunan bikin suasana jadi sendu, juga mellow.

    Jangan lupa, iringan lagu favorit yang sesuai mood akan menyempurnakan semuanya. Apalagi kalo ditemani seseorang yg meskipun ga saling ngobrol tapi ga awkward, tetap nyaman berada disampingnya, saling menemani.

    Katanya, kemungkinan besar penyuka hujan itu orangnya introvert dan melankolis. Selalu menikmati mengenang momen menyenangkan di masa lalu.

    Mood yang dibawa hujan selalu berhasil membuat imajinasi menjadi bebas dan lebih kreatif. Kalo seperti itu, paling cocok sambil nulis atau berkreasi dengan hobi kita, apapun itu.

    Penyuka hujan yang melankolis ini punya jeleknya juga. Cenderung people pleaser dan selalu memikirkan apa kata orang.

    Again, bit by bit, tulisan-tulisan kak Eno mengingatkanku pada seseorang. Bisa mirip bisa engga. Tapi apapun itu, aku senang dengan adanya creameno.com dan siapapun penulis dibelakangnya.

    You are a wonderful person. please stay around with your warm stories.

    i wish you a long and happy life, surrounded by many good people, noona!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seseorang siapa? πŸ˜‚

      Ah tapi nggak heran, soalnya banyak yang suka hujan, bahkan bisa dibilang hampir semua orang suka, ya nggak? Asal nggak kebanjiran sajaaaa πŸ˜† Wk.

      Eniho, suasana hujan memang terasa sendu, tapi meski sedang nggak galau sekalipun, tetap bisa dinikmati apalagi jika menikmatinya bersama orang yang kita sayang 😍 Kalau saya, meski hujan, yang diminum tetap es teh kayaknya 🀣

      By the way itu serius yang suka hujan orangnya melankolis? Sebab si kesayangan nggak ada melankolis-melankolisnya hahahahaha. But setuju, mood saat hujan bisa membuat kita lebih kreatif dan produktif (kadang), meski lebih sering ended up rebahan sampai ketiduran πŸ˜‚ *eakh curhat* -- thank you Adynura πŸ₯³πŸ€

      Delete
  4. Ikutan nanem Li Quan yu juga ahh 😁... Mba ini nih nanemnya semisal taruh di media tumbuhnya ngejuntai kebawah gitu ya?? Haha 🀣 nggak pernah lihat tumbuhan aslinya soalnya..

    Baca ini entah karena tulisan atau karena fotonya, efek ke hati tuh kaya uuhhmm. Sulit dijelaskan dengan kata2 pokoknya mba.. wkwk πŸ˜„ sebagai seorang pecinta hujan dan juga senja *caillah. Aku juga suka sama langit yng mendung... apalagi momen pas Malam hari, lagi santai di rumah, cuddling sama si Caca, plus hujan, sama suara guntur yg menyambar juga, dan besoknya libur kerja.. ahhh Endolita bambang pokoknya πŸ€€πŸ˜‚πŸ˜„.. Nikmatt πŸ˜…

    Duhh kan ikutan gloomy juga. Hahaha

    Doain ya mba semoga disini segera dimusim hujankan juga.. haha. Soalnya ini hujannya masih jarang2. 🀣 Hahaha


    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Bayu, tumbuhannya menjuntai ke bawah. Bagus ditanam pada bagian atas rumah terus biarkan menjuntai jatuh ke bagian depan rumah, mas 😍

      Fotonya terlalu gloomy, yaaah πŸ˜‚ Jadi membuat mas Bayu sulit berkata-kata. Hahahahaha. Well eniweis, langit mendung meski saat difoto nggak seceria langit cerah, namun saat dinikmati tetap indah dipandang mata, yaaa πŸ˜†πŸ€

      And yes, itu poin pentingnya, dari semua tahapan, yang paling penting adalah besok libur kerja jadi bisa bangun siang. Wk. Kalau besok harus kerja, terus paginya masih hujan, beuuuh lain cerita. Malas luar biasa mau bangun juga 🀣

      Amiin, mas ~ semoga soon hujan di sana ⛅☔

      Delete
  5. View hujan emang bikin suasana jadi romantis, jadi pengen nulis puisi.
    eeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo tulis, mba Vina 😍☔

      Delete
  6. Setelah kemarin crita ttg mandi di sungai, jadwal postingan selanjutnya itu ttg pengalaman masuk hutan kalimantan. Menikmati aroma tanah yang dibasahi air (hujan). Kemudian banyak tanaman lumut yang aku temui, belum lagi kantong semar. Dan terjebur ke sungai jga...hahaa

    Tapi yaa pling sktr tgl 20an baru bisa diupdate. Filenya lagi di laptop. Laptopnya lagi di bekasi, yang punya lagi di pulau seberang πŸ˜‚πŸ˜‚

    Di sini kalau malah seringnya hujan mbak eno. Padahal kalau siang panas banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hutan di Kalimantan seperti apa bentuknya? Apakah sangat lebat 😍

      By the way, pernah dengar kantong semar tapi lupa bentuknya bagaimana, dan nggak pernah lihat secara langsung hahaha. Pasti menarik karena mas Rivai berhasil ketemu dengannya, apalagi pakai acara terjebur ke sungai segala. Dramak, yah 🀣 Jadi nggak sabar mau baca, kenapa tanggal 20 cobak, ayo cepat pulang. Wk.

      Mas Rivai lagi di~mandoseee? Pulau seberang? πŸ˜‚

      Delete
    2. Sangat lebat mbak eno. Kadang sinar matahari sampai ga nembus. Rasanya lembab aja pas di dalam hutan. Dulu diajak treking sekitar 1.5 jam.

      Kantong semar itu tanaman pemakan serangga. Di jawa jarang ditemui. Tapi pas di kalimantan sangat mudah. Bahkan di area perkebunan warga.

      Terjebur karena nyebereang sungai pakai dengan batang kayu sebagai titian jembatan..airnya jernih dan seger banget. 🀣🀣
      Sabarlah..tungguin saja lanjutannya πŸ˜‚πŸ˜‚ 🀣🀣

      Lagi di kabupaten tana tidung, kalimantan utara. Ujung-ujung kalimantanlah πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Mbak Eno dan kesayangan itu Pluviophile ya 😁 Orang yang menemukan kesenangan dan kedamaian saat hujan. Suka juga hujan selama nggak lagi kemah 🀣 Apalagi kalau sambil nge-teh dan ngopi nikmaaat. 🀀

      Delete
    4. Wow kalau sinar matahari sampai nggak tembus berarti gelap dong meski siang? Daebak. Seram bangats. Saya nggak akan berani masuk sepertinya πŸ˜‚

      Iya, seingat saya bentuk kantong semar kayak yang ada di game Zombie VS Plants, iya nggak sih, yang warna hijau dan mirip kantong gituh, hahahahaha 🀣 Eniho mas Rivai kejebur karena jembatannya terbuat dari kayu? Atau bagaimanaaah? Ih penasaran, kenapa harus kasih cuplikan di blog saya cobak. KZL πŸ™ˆ

      Okay, ditunggu ceritanya, mas 😍

      Delete
    5. Saya baru tau namanya mba Phebs, ternyata itu disebut Pluviophile, ya? 😍 Cantiiiik sebutannya, hahahahaha ~ by the way, kalau lagi kemah terus hujan bukannya asik, mba? Eh apa justru menyebalkan karena basah tanahnya? πŸ™ˆ

      Berarti mba Phebie Pluviophile jugaaaa? TOOOSSSS MBAAA πŸ˜‚πŸ€

      Delete
  7. Asik ya ada banyak coastal road gitu. Di Indonesia jarang banget, padahal aku suka menikmati view pantai kayak gitu.

    Gue juga penikmat hujan dan mendung, tapi dari dalam kamar aja 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik dong mas Nugie, bisa setir mobil sambil lihat pemandangan laut lepas 😍 Sayang di Indonesia jarang ada, di Bali pun jarang, kebanyakan sisi pantai pasti dipenuhi bangunan, jadi saat driving nggak bisa lihat lautnya dari dekat heheheheh ~

      Dari dalam kamar nggak kalah asik, mas 🀣

      Delete
  8. Giiiils puluhan ribu foto mbaaa?? Hahahaha. Ga sampe segitu kayaknya kalo foto2ku πŸ˜….

    Btw, aku sendiri pernah sukaaaa banget Ama hujan, pas masih tinggal di Arun, Aceh Utara. Mungkin Krn lokasinya tinggi, di gunung, jadi mau hujan sederas apapun, aku ga pernah kuatir bakal banjir. Trus wangi hujan itu paliiiing enak di cium pas udah selesai, di rerumputan Trutama.

    Tapi pas pindah ke Banda Aceh, aku mulai benci hujan sih. Krn pasti banjiiiiir πŸ˜“. Sedikit aja hujan deras, langsung menggenang kemana2. Pas di Malaysia aku jg ga terlalu suka hujan. Krn humidity di sana parah. Mau panas ATO hujan, tetep aja lembab gerah. Dan aku ga suka. Baru setelah di JKT, agak sedikit suka, Krn rumahku ga kebanjiran πŸ˜…. Mungkin kalo rumahku daerah banjir, bakal benci lagi.

    Tapi ada waktunya di mana aku suka kok liat hujan, apalagi kalo semua anggota rumah lagi ngumpul. Naah itu asyiiik, bisa ngeteh bareng, sambil si mbak asisten goreng cemilan :D.

    Kalo coastal road kayak di Jeju, aku blm liat di Jakarta, ATO di Aceh. Tapi di kampung papa di Sorkam tapanuli, laut bisa diliat dari jalanan. Jadi kalo sedang mudik kesana, seneng juga liat laut tanpa harus turun dari mobil :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba khusus Bali sama Jeju ada banyak fotonya hahahaha, soalnya include foto lagi di rumah, masak atau makan apa, this and that (random parah) 🀣

      Memang hujan itu cantik dan indah asal nggak ketemu banjir, mba. Kalau sudah ketemu banjir, bawaannya jadi gelisah, ingin hujan cepat berhenti saja. Hahaha. Makanya saya setuju kalau rasa cinta akan hujan bergantung dari di mana tempat tinggal kita, semisal jauh dari area banjir, pastinya suka, sebab nggak was-was πŸ˜‚

      And yes, paling asik saat hujan bisa sambil kumpul keluarga, di Korea pun biasa saat hujan dan lagi kumpul, kami akan masak Jeon atau order Chicken, mba 😍 Wk. Eniho, kayaknya di beberapa area di Indonesia ada yang coastal road, tapi memang bukan di tempat-tempat seperti Bali atau Jakarta. Jadi ingin lihat yang di Tapanuli sana, pasti cantik bingits view-nya, nggak ribet turun mobil segala πŸ₯³

      Delete
  9. Foto tumpukan sampah aja bisa se aesthetic itu ya kakπŸ˜ƒ Emang skill fotografi sama editing nya kak Eno ini ngga main-mainπŸ‘πŸ» mantap!##

    Serius kak sampe puluhan ribu foto? Kalo hp aku sih udah pasti teriak "penyimpanan penuhhh" πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, bisa saja Desy, thank you, lhoooo 🀣

      Kakak masih belajar tapinya, semoga bisa tambah bagus ke depannya 😍 Eniho, iya foto-foto di Jeju sama Bali terlalu banyak karena kan kakak kalau di rumah pun sering foto-foto meski random seperti foto makanan, etc πŸ˜†✌

      Delete
  10. Meskipun gloomy tapi seperti menenangkan mbaa. Foto kapal jadi inget film Hometown Cha Cha Cha 🀣

    Btw iyaa nih mulai hujan. Di Jakarta juga sempat hujan, padahal siang nya panas terik. Soalnya uda masuk bulan akhiran "ber" jadi biasanya uda memasuki musim hujan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menenangkan sekali, mbaaaa πŸ˜†

      Syahdu suasananya, nggak banyak suara bising, jadi mau jalan-jalan pun nyaman, hanya ditemani suara si kesayangan sama suara angin hahahaha 🀣

      Asiiik di Jakarta sudah mulai hujan rupanya, semoga aman ya, mba 😍

      Delete
  11. Jadi pengen nanem Li Quan Yu jugaa.. emang cakep ditaruh di dinding rumah atau pager gitu, kayanya perawatannya ngga ribet ya mba, asal disiram aja.

    Bener kata mba Nurul, suasananya mengingatkanku sama desa Gongjin, Pohang di Hometown Chachacha kalo ngelihat laut gini. Tapi meskipun di desa, sinyal internetnya tetep kenceng kan disana?

    Yang kusuka waktu hujan itu, baunya mba. Wangi tanah seger gitu, sama liat pelang setelahnya.
    Biasanya camiln yang dibawa apa mba? Penisirin hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata mba saya nggak ribet mba untuk perawatannya, dan cepat juga tumbuhnya jadi cantik bingits kalau sudah panjang, membuat saya betah melihatnya 😍

      Di Korea signal internetnya cepat mba meski di country side, tapi kurang tau deh kalau sudah pelosok banget hahahaha. So far saya di Jeju Island nggak pernah ada masalah internet, bahkan jauh lebih cepat dari internet di rumah Indonesia 🀣

      Duh saya sudah lama nggak lihat pelangi, kapan yaaah bisa lihat lagi, padahal sering coba ke bukit tapi belum kesampaian πŸ™ˆ Wk. Biasa camilan yang dibawa itu camilan favorit saya, Pie Hallabong (Pie Jeruk Korea), mba 🀀🧑

      Delete
  12. We are so oppositeπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ aku kalau hujan bawaannya lesu wkwk apalagi kalau hujannya di jam-jam berangkat ngantor, bawaannya pingin selimutan aja. /plak/

    Tapi kalau gerimis malam-malam di jam tidur gitu aku seneng banget lho Kak Eno, soalnya jadi kayak irama pengantar tidur. 😁

    Btw aku suka lihat-lihat filter editan Kak Eno, khas gitu kelihatannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, kalau hujan tapi harus kerja memang bawaannya malas mba, beda cerita bila tujuannya yalan-yalan, beuh langsung semangat empat lima 🀣

      Terima kasih untuk apresiasinya, mba Endah πŸ™ˆ

      Delete
  13. Foto-foto saat hujan punya daya magis tersendiri ya, Mbak Eno.:)

    Wah, lihat pantai dari coastal road sambil putar lagu ballad dengan background suara hujan sambil makan ramyeon. Doh aku jadi ngebayangin terus ngiler sendiri, Mbak Eno.:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree, ada vibe tersendiri yang saya suka ketika hujan 😍

      Nanti kalau ke Korea wajib coba mba, keliling Jeju Island menikmati coastal road sambil dengar lagu yang mba Wulan suka, terus berhenti sejenak, makan snack, sambil menikmati hujan atau salju yang turun perlahan πŸ˜†πŸ§‘

      Delete
  14. haish, menikmati hujan, saya suka, lebih2 setelahnya, melihat jalanan basah sehabis hujan rasanya syahdu sekali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, yang penting kitanya nggak kehujanan ya πŸ™ˆ

      Delete