Seongaksan | CREAMENO

Pages

Seongaksan

Kalau gue harus sebut tempat yang paling sering gue kunjungi sama si kesayangan di Jeju Island, mungkin jawabannya Seongaksan (yes, lebih sering daripada ke E-mart untuk belanja mingguan). Even gue pernah becanda sama sohibul si kesayangan, "Luuu kalau mau cari kita pas kita nggak di rumah, lu cukup pergi ke Seongaksan." hahaha 🀣 Seriously, segitu seringnya kami berdua pergi ke Seongaksan, seminggu bisa tiga sampai empat kali kadang ~ kerajinan, wak!

Gloomy day habis hujan πŸ₯³

Jalan setapak menuju bukit Seongaksan 🧑

Padahal kami di sana nggak melakukan apa-apa kecuali duduk di kursi favorit kami berdua, sambil minum ice tea dalam tumblr yang dibawa dari rumah, atau beli di Starbucks terdekat (berjarak 10 langkah). Wk. Gue akui, gue dan si kesayangan sangat suka Seongaksan. Meski pemandangannya hanya laut lepas, kapal yang bersandar sebelum ke Udo / Mara Island, plus para Ajumma yang sibuk berjualan, tapi setiap kali duduk di sana, hati ini rasanya tenang dan nyaman 😍

Kursi favorit kami berdua 😍

Buat kami, hidup di pulau, yang selalu dekat dengan alam terasa fun (walau ketika liburan abroad always pilih main ke kota) ---- Bahkan nggak jauh dari rumah kami ada deretan pohon cemara dan pinus tinggi menjulang, yang saat salju turun jadi terlihat begitu indah. Eniho, back to Seongaksan, ada satu resto langganan gue makan Haemul Ramyeon dan Haemul Jeon (Haemul itu Seafood artinya) yang enak ~ kalau teman-teman ke sana, jangan lupa mampir, and thank me later, ya πŸ˜‚

Ajumma biasa duduk di lesehan tunggu pelanggan πŸ˜†

Syahdu tempatnya, biasa gue makan di area ini sama si kesayangan 😍

Haemul Ramyeon and Haemul Jeon 🀀

Resto ini dijalankan oleh seorang Ajumma, yang takjubnya, sering kali gue lihat sendirian. I mean, Ajumma terima tamu, masak dan serving the food tanpa bantuan albasaeng (part-time worker) atau staff. Jadi semisal teman-teman datang pas Ajumma kerja sendirian, harap bersabar -- Sambil tunggu makanan bisa lihat pemandangan laut yang terletak persis di depan restoran 😍

🐰🐰🐰

By the way, saat gue di Bali, gue jarang ke luar rumah. Karena berbeda dengan rumah Korea yang nggak ada halaman (gue tinggal di apartment) jadi sering ke Seongaksan untuk relax menikmati udara segar, naah, di Bali gue bisa lakukan itu tanpa harus pergi-pergian, all thanks to aneka rupa tanaman dan udara segar yang Bali punya. Jujur hidup di Bali memang enak dengan segala jenis kemudahan serta fasilitas yang gue dapat ---- but deep down inside, ada rasa rindu tersendiri akan rumah Korea, and soon, gue akan balik ke sana πŸ˜†πŸ€ So yeah, see you, Seongaksan πŸ₯³

46 comments:

  1. So sweet mba. *Efek abis baca tulisan Mine . . Haha

    Selamat Pagi Mba.

    Ngomongin soal P. Jeju.
    Jujur, saya tuh dengar Pulau Jeju seringnya ya dari Mba Eno ini. Ternyata Pulaunya romantis ya Mba πŸ˜†. Ngebayangin duduk berdua bareng pasangan di Bench sambil nyeruput Es Teh, dan ngelihatin luasnya laut.. ahhh Mantul.. dunia serasa milik berdua. Haha.

    Sebagai warga Ibukota bisa punya momen kaya gini agak susah. Wkwk. Pantai adanya cuma pantai Ancol. Kalau wisata ke Tanjung Priok hahah yang dilihat kontainer πŸ˜…

    Btw mba, batu *seperti karang yg diletak semacam monumen itu batu apa Mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat sore, mas Toni πŸ₯³

      Wah pagi-pagi sudah main ke blog saya, thank you, lho ~ hihihi. Iya mas Pulau Jeju mungkin nggak seterkenal Korea mainland bagi turis asing, padahal Pulau Jeju ini favoritnya orang Korea untuk honeymoon berdua pasangan πŸ˜‚ Wk.

      Well, nggak peduli di mana tempatnya, kalau bisa minum es teh sambil duduk di bench sama orang yang kita cinta, otomatis dunia rasa milik berdua, ya 🀣

      And I feel you mas, pernah besar di kota metropolitan, hiburan nggak jauh dari mall ke mall. Kadang mau ke Ancol pun sudah malas kejebak macet duluan πŸ˜… Makanya beruntung bisa hidup di pulau sekarang. Sangat nyaman 😍

      Ohya batu itu ada tulisannya mas, tertulis Seongaksan 😁

      Delete
  2. Pemandangan yang menenangkan, Mbak Eno. Istri saya paling suka ma laut, kalau saya suka ke gunung, hehe. Pandangan ke laut lepas, walau sunyi, bikin hati hepi ya. Apalagi sambil mencicipi makanan laut khas Seongaksan. Kalau harus nunggu ya makin lengkap, bisa ngobrol-ngobrol dulu ma pasangan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu'uh mas, tenang banget, enak untuk mengobrol santai sama pasangan, atau sekedar duduk lihat laut lepas sambil menunggu matahari terbenam πŸ˜πŸ€

      Delete
  3. Waaahh, ikut senang sebentar lagi kak Eno bakal balik kesana😍 nanti bagi cerita ya kak kalau udah kangen-kangenan lagi sama Seongaksan, xixi *just kidding, nanti takut kak Eno kepikiranπŸ™ŠπŸ˜…*

    Punya comfort place yang bisa selalu kita kunjungin entah untuk melepas penat, atau sekadar mencari ketenangan aja itu sesuatu banget yaa kakπŸ₯° Apalagi buat orang-orang yg emang nggak suka keramaian, Seongaksan ini kayaknya enak banget untuk jadi tempat self-healingπŸ€”

    By the way, aku sering lihat di drama-drama yang settingnya pulau gitu, rata-rata emang pada ngurus restonya literally sendirian ya. Kadang dibantu sama anaknya, tapi itupun kalau lagi liburan. Setelah libur selesai, anak-anaknya ini pasti balik ke kota dan ajumma ditinggal sendiri. Aku pikir cuma di drama aja, ternyata nggak jauh beda dengan reality yaa kak. Apa anak-anak ajumma ini juga sama-sama pada merantau ke kota jadi beliau ngurus sendiri dan nggak hire staff?😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yay, tapi bingung mau cerita apa, soalnya ke sana cuma duduk saja biasanya sambil makan snack atau minum es teh dan bengong lihat pemandangan 🀣

      Betul Awl, punya comfort place, semacam tempat pelarian itu fun ~ jadi ketika penat sama pekerjaan, lelah dengan kehidupan, masih ada angin dan view indah yang memberikan puk-puk ke kita hahahaha. Apalagi jika pergi sama pasangan πŸ˜‚ Kebetulan ugha, Seongaksan nggak begitu jauh dari rumah, dan tempatnya nyaman 😍

      Yep, kebanyakan orang tua yang anak-anaknya sudah besar dan merantau akan urus usaha mereka sendiri or sama pasangan. Soalnya di country side, atau di pulau kesempatan kerja nggak sebesar di kota besar mainland πŸ˜†

      Jadi pada akhirnya banyak orang tua hidup berdua hingga akhir usia, but menurut beberapa Ajumma kenalan kakak, justru itu menyenangkan, lagipula nggak banyak tamu yang datang. Mereka mostly stay small, bukan yang ambisi bisa punya resto ramai plus besar. Misal sehari limit 100 bowl dan habis, yasudah mereka pulang. Itu yang kakak suka, hidup cukup, yang penting bisa enjoy dihari tua 😁🧑

      Delete
  4. Selamat pagi mba Enoo. Kalau aku disana juga bakal sering main ke Seongaksan kayaknya, dunno why memandangi laut lepas atau danau punya kedamaian tersendiri.

    Dulu saat banyak pikiran perginya ke danau buatan yang ada di kampus sama Lilik, danaunya nggak bagus cuman kami nyaman aja duduk berdua di sana sambil minum es cappucino, kalau udah pulang dari sana rasanya fresh lagi aja menjalani hidup wkwk, dulu sering galau soal skripsi dan masa depan, sekarang udah nggak skripsian tapi masih galau soal masa depan hahahaha.

    Kalau aku pulang kampung seringnya main layangan di pantai yang jaraknya agak jauh dari rumah, perginya jam 3an pulangnya maghrib karena duduk aja disana sambil main ayunan. Kalau main ke rumah sahabatku yang lain belakang rumahnya danau, ya sama perginya sore pulangnya dah mau maghrib banget wkwk.

    Damai aja lihatin pemandangan sambil duduk nggak ngapa-ngapain. Lastly, semoga mba segera bisa pulang ke Jeju, bisa ke tempat favirite mba lagi. Sehat-sehat mbaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat sore mba Sovia, yuk lihat Seongaksan sama-sama 😍

      Memang paling seru jika kita punya tempat escape sejenak dari rutinitas atau kerumitan hidup yang kita punya hahahaha. Makanya nggak heran meski danaunya biasa saja, tetap bisa jadi tempat yang nyaman untuk mba Sovia πŸ˜†

      Amin, thank you mba Sovia, semoga mba Sovia juga bisa lebih sering escape ke tempat-tempat favorit mba, main ayunan atau sekedar lihat pemandangan πŸ₯³

      Delete
  5. Mie seafoodnya mengocok lidah dalam mulut.. *ungkapan apa ini 🀣🀣🀣

    Dan bakwan koreanya juga.. hhmm Yummyyy 🀀 masak bakwan ahh hari ini..

    Btw, Mba Eno kok bagus banget spot nongkinya.. adem, tentram, nyaman, dan damai gtu ngeliatnya. Apalagi kalau ditambah matahari terbenam dan secangkir kopi.. ahhh mantulll banget buat anak2 pemburu senja 🀣.. kalau disana posisi lautnya kena sunrise, atau sunset ya mba?? Atau malah nggk kena sama sekali.

    Entah kenapa kalau baca/lihat hal2 seputaran Jeju hati excited banget. Haha. Cita2 : Pengen kulineran di Soegwipo Olle Market πŸ˜‚πŸ˜‚ hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak lho mas, wajib coba πŸ˜‚

      Saya kalau ke Seongaksan duduknya pasti di kursi itu mas, meski ada banyak kursi di sana. Sebab di kursi itu view-nya paling bagus, bisa lihat kapal kecil yang membawa penumpang ke Udo atau Mara Island πŸ˜† hehehehe ~

      Terus di depan agak menjorok ke bawah, ada satu resto kecil tepi laut yang jual seafood, di situ sering ada Ajumma teriak menjajakan dagangan. Entah kenapa seru dengar sayup-sayup suara Ajumma berbaur angin dan deburan ombak 😍

      Eniho, posisi Seongaksan ada di Barat Jeju Island, so yes, good spot untuk lihat sunset, mas. While bagi pemburu Sunrise bisa ke Seongsan 😁🧑 Semoga one day mas Bayu bertiga mas Toni dan mas Andrew bisa ke Jeju Island nanti after Corona. Nggak perlu pakai visa mas, jadi gampang, kapan ada waktu dan uang bisa berangkat 🀣

      Ditunggu kedatangannya di Jeju Island πŸ€

      Delete
  6. Udah aku catet semua, seongaksan , the bench, dan restaurant hahahaha. Aku udah bilang suami juga, begitu pandemi selesai, selain Jepang yang memang udah aku siapin dari dulu plannya, dia hrs standby aku ajakin honeymoon ke tempat rahasia πŸ˜„. Ya Jeju ini ntr. Abis ini aku mau bikin itin komplit nya mba.

    Paling seruuuu kalo udah bikin itin liburan. Browsing peta nya, tempat wisatanya, kisaran budget buat semua dll :D. Aku paling suka segala macam tugas yg berhubungan planning dan analisis gini 😁. Bikin semangat .

    Memang yaaa, sekarang ini paliiiing berasa kalo rindu dengan rumah, apalagi kalo jauh. So far aku kangen Ama Medan, Krn trakhir kesana 2018. Kalo solo mah, msh bisa pake mobil, lah Medan suami langsung ogah pas disuruh nyupir ke sono hahahaha. Capek dia bilang. Secara transportasi umum apapun jenisnya aku blm berani :(.

    Udah agak seneng sih, Krn ngeliat bbrp sinyal dari negara2 yg mulai buka pintu 😁. Tapi aku masih nunggu aturan karantina di Indonesia dihapus dulu, baru mau pergi2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaah, nanti kalau ada orang Indonesia duduk di situ sambil minum eh teh coba ditepok mba, siapa tau itu saya. Kursinya yang di atas, yaaaah 🀣 Wk.

      Semoga habis mba Fanny ke Jeju, semakin banyak orang mau datang ke Jeju, soalnya kebanyakan orang-orang lebih tertarik main ke mainland. Siapa tau dari blog mba Fanny, jadi tambah banyak yang tertarik kaaaan. Hihihi ~ 😍🧑

      Iya mba, terasa banget bedanya. Karena Corona jadi harus bertahan sejenak. Huft. However, sepertinya keadaan sudah mulai membaik, semoga soon bisa ke luar lagi dengan mudah πŸ₯³πŸŽ‰ Eniho, kita samaan. Saya tunggu urusan karantina dihapus dulu dan situasi sudah kembali normal, baru berani pergi-pergian πŸ˜‚

      Delete
  7. Kakkk, tempatnya syahdu bangett 😍😍 kayaknya kalau dekat rumahku ada seperti itu, aku juga bakal rajin melipir ke sana setiap saat 🀣
    Bahkan resto tempat makannya juga kelihatan nyaman bangettt, homey-homey gitu ya hahaha. Salut juga sama Ahjumma yang sediakan semuanya sendiriii, nggak kebayang kalau resto lagi ramai betapa pusingnya πŸ˜‚
    Dan makanannya looks yummy!! Sukses bikin ngiler pagi-pagi 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiiik kan, makanya kakak betah, Li 🀣

      Iya, restonya kecil, kursinya nggak banyak, dan homey khas resto rumahan yang di-running oleh sepasang orang tua (Ajussi dan Ajumma) hahahaha ~ by the way, seramai-ramainya resto itu, nggak akan hectic karena mereka stay small, jadi mungkin Ajumma pun sudah memikirkan kapasitasnya agar mudah dijalankan πŸ˜†

      Yuk next time kalau Lia ke Jeju, bisa dicoba πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  8. Cantik sekali tempatnya.
    Memandang laut memang bisa bikin perasaan rileks ya.
    Tiba2 keingat banyak adegan di drakor yang tokohnya memandang laut lepas, saat lagi galau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Vina, sangat cantik pemandangannya 😍

      And yes, cukup lihat laut, perasaan bisa rileks ~ sepertinya banyak yang ke laut saat galau, padahal saat senang pun bisa ke laut, jangan lupa bawa snacks 🀣

      Delete
  9. Baca tulisannya jadi makin pengin ke Jeju. Di musim apapun boleh deh, hehe...

    Pengin duduk duduk disitu juga sama panda, menikmati momen berdua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoooo berangkat 😍 hihihi, musim gugur coba ~
      Semoga one day bisa datang sama Panda, ya πŸ₯³

      Delete
    2. everything is possible, right?





      *kecuali makan kepala sendiri sih

      Delete
    3. Yes, of course~! 😍

      Delete
  10. Indahnyaaaaaaa

    apalagi kalo misal ketemu albasaeng yg ala-ala Hong DU Shik kw super *halaahhh, dia lagiii wkwkwk* mungkin kadang ahjumma nge-hire albasaeng kalo lagi weekend atau Hari Besar gitu kali ya Mba? Pas konsumen lagi banyak2nya.

    Kebayang mba Eno ntar juga bikin resto kayak gini. Dikelola berdua ama si kesayangan :) Menu-menu dimasak dan disajikan dgn cinta, sedaaapp :D

    Mauukkk juga ke Koreaaa, aamiiin aamiiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya lebih indah daripada foto, mba πŸ˜‚

      Mungkin bisa jadi ada albasaeng saat hari besar ~ saya belum pernah lihat sih, soalnya setiap makan di sana, pasti di hari biasa bukan hari besar πŸ˜†

      Well, in the future, saya sama si kesayangan mau buka minimarket mba, untuk mengisi hari-hari dimasa tua. Soalnya kalau resto, kami nggak jago masak 🀣 Wk. Semoga soon mba Nurul bisa main ke Korea, jangan lupa mampir Jeju Island πŸ₯³πŸ€

      Delete
  11. Mantep foto pemandangannya.
    Sy yg liat di foto aja seger ngeliatmya
    Di korea begitu ya pemandangannya

    Emang klo bukan kampung sendiri itu kelihatannya lebih enak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, mas Rezky πŸ˜†

      Wew jangan salah, kampung sendiri pun bisa kelihatan indah, itu tergantung bagaimana kita memandangnya 😍 *sok bijak* Wk. Once again, thank you, ya πŸ€

      Delete
  12. Baca cerita ini udah langsung crita drama mbak eno. Wlpn si kesayangan ga suka drama 🀣🀣
    Eh, tapi kepikiran dg cerita bagaimana kalau ada seseorang (atau pasangan) melakukan hal yang sama, di lokasi yang sama, di tanggal dan waktu yang sama selama beberapa bulan/tahun secara konsisten. Usah mirip sebuah perayaan. Apakah setiap perayaan tersebut akan menghasilkan hal sama juga. Perasaan yang sama dan lain sebagainya....Khan thu brasa dramanya...hahhahaha

    Eh mbak eno, kita berada di waktu yga sama. Kita sama-sama di zona waktu wita...wkwkkwk 🀣🀣

    Korea belum buka penerbangan dari indonesia yaa mbak...?atau gimana...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ummm menarik, saya saat di Jeju termasuk konsisten mampir ke Seongaksan tapi nggak pernah ditentukan harus tanggal atau waktu yang sama πŸ˜‚ And sepengalaman saya, meski berkali-kali datang ke sana, perasaan yang dirasakan bisa beda-beda, karena terpengaruh dari hari itu ada kejadian apa, atau yaa tanpa alasan jelas, cukup datang untuk menikmati suasana (untung no drama) 😍 Wk.

      Lho mas Rivai ada di mana? Bukannya di Bekasi, atau sudah balik lagi ke Kalimantan makanya WITA? Hahaha. Eniho, Korea dari lama tetap buka penerbangan Indonesia (for family, or business purpose), tapi saya maunya ke Korea kalau nanti balik ke Indonesianya sudah tanpa karantina 🀣 Sama maunya tunggu penerbangan internasional Ngurah Rai buka, jadi nggak usah repot ke Jakarta 😁

      Semoga soon bisa, mari berdoa Corona cepat hilang πŸ₯³

      Delete
    2. Perasaan-perasaan kayak gini sih yang sangat penting. Karena sifatnya sangat dinamis. Faktor pengaruhnya sangat banyak..tapi selalu seru untuk diungkapan, dicurahkan, diceritakan, atau bahkan dirayakan..hahahha

      Aku lagi di kalimantan utara mbak eno. Baru tiga hari. Sktr 2 minggu di sini...hehehhee

      Ouw bgitu yaa, iyaa sih. Kemarin saudaraku mesti karatina 1 mnggu di jakarta πŸ˜‚
      Hiiks..ga enak kalau mesti transit²...sangat melelahkan πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Agree, sangat dinamis, setiap hari bisa berbeda, jangankan setiap hari, kadang setiap menit pun beda, tau sendiri wanita banyak yang moody-an *eakh curhat* πŸ˜‚

      Oalah mas Rivai sudah ke Kalimantan lagi, ampun dijeee hahaha. Semoga betah di sana mas, ditunggu cerita-cerita seru lainnyaaah. By the way, saya malas doing karantina di hotel, makanya better nggak ke mana-mana 🀣

      Terus capek ugha harus transit tapi di Indonesia, beda cerita kalau transit tapi sudah di Hong Kong kan, mana kalau transitnya di Jakarta jadi kejauhan, secara letak Korea dari Bali condong ke kanan, while Jakarta ada di kiri Bali Island πŸ˜… Wk.

      Delete
  13. Mba Enooo, bandara Bali sebentar lagi mau buka untuk mancanegara, kan? Itu berarti Mba Eno dan kesayangan segera bisa pulang ke rumah di Jeju! Awww rasanya ikut nggak sabar, semoga peraturan karantina segera dihilangkan dan kalian bisa kangen-kangenan dengan rumah di sana ya, Mba πŸ₯°

    Meski belum tahu kapan bisa traveling keluar Indonesia lagi, tapi aku cukup senang dan excited bisa mencatat tempat-tempat rekomendasi Mba Eno di Jeju. Siapa tahu kannn, one day, one day 🀣

    Btw, aku salfok dengan hameul jeon nya, jeon itu pancake-nya kan yaa Mba? Tiap kali makan ke resto Korea kalau dikasih banchan pajeon, aku suka nggak tahu diri minta nambah wkwkwk πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dengar-dengar mba, tapi belum tau fixed apa nggaknya πŸ˜‚ Terus yang baru ada info itu penerbangan masuk, while penerbangan ke luar belum ada 😁 Semoga soon bisa segera pulang ke Jeju tanpa harus transit Jakarta. Dan yang terpenting, peraturan karantina dihilangkan biar nggak gwichana, mba. Hahahaha 🀣

      Asiiiik, yes, siapa tau one day bisa datang ke Jeju Island, would love to see you enjoy the island with your family, mba 😍 Pasti mba Jane akan bercerita lebih detail di blog, dan saya sebagai pembaca kebagian rasa bahagianya πŸ₯³πŸŽ‰

      Betul mba Jane, Jeon itu pancake, dan apabila mba Jane makan di resto Korea yang menyediakan banchan, biasanya banchannya itu free flow jadi bisa tambah terus-terusan sampai puas. Jadi nggak apa-apa banget kalau minta πŸ˜† Eh tapi apabila restonya di Indonesia, bisa tanya dulu ke owner-nya soal free flow banchan ada apa nggak, hahahahaha ~ bisa jadi beberapa resto nggak menerapkan πŸ˜‚

      Delete
    2. Jadi pas pesan haemul ramyeon dan haemul jeon otomatis dapat banchan gratis gitu ya mba? *Ketahuan belum pernah makan di resto Korea. kikik

      Yang di mangkuk kecil itu apa namanya mba?

      Delete
    3. Nggak hanya saat pesan Haemul Ramyeon or Jeon, mba ~ jadi kalau di resto Korea itu yang jual makanan lokal Korea mostly pasti dikasih extra banchan berisi Kimchi, Jeon, etc, banyak ragam tergantung Ajumma-nya mau masak apa πŸ˜‚ Dan Banchan itu memang gratis plus bisa tambah, termasuk air minum juga 😁

      Tapi ini saya refer ke resto Korea yang ada di Korea mba, kalau yang ada di Indonesia bisa cek dulu term & conditionnya apa boleh tambah atau nggak πŸ˜† Dan nggak semua resto Korea di Indonesia memberikan Banchan, kecuali yang jual menu BBQ, atau menu-menu rumahan gukbab, etc kemungkinan ada 🧑

      Makanan di mangkok kecil namanya Kkakdugi, mba 😍

      Delete
  14. What would you do kalo kursi favorit kalian diduduki orang lain? 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duduk dulu di mobil πŸ˜†✌ hahahaha.

      Tapi jarang kejadian soalnya setiap kami ke sana, pas sedang sepi, mungkin timing yang dipilih tepat, datang pagi banget, atau sore banget sekalian, mas πŸ˜‚

      Delete
  15. Seongaksan klo dilihat sekilas mirip lembah pegunungan Qingtiangang di Taipei mbak Eno xD. Padahal sebenarnya dipinggir laut ya itu, vibe nya kayak dataran tinggi gitu. Kaget saya tadi, sampai lihat berulang kali. Mana laut nyaa, pikir saya, eeh saya nya ngga teliti.
    Emang ya kalau uda lama tinggal di luar, pas balik ke Indo pasti bakal kangen saat saat tinggal di luar hihihi. Saya pun begitu, bilang sama mas husband kalau suatu saat sudah pulang Indo pasti bakal kangen suasana Taiwan.
    Jadi kapan mbak Eno mampir halan halan ke Taiwan? #ehhh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Lisa, letaknya di pinggiran laut tapi berupa dataran tinggi, jadi nggak ada pantai landainya 😁 Meski begitu kita tetap bisa turun ke bawah, berdiri di atas bebatuan pembatas sisi darat dan lautan. Seru, mbaaaa 😍🧑

      Pastinya mba Lisa akan rindu Taiwan jika sudah lama nggak ke sana, semoga ada banyak cerita indah di Taiwan yang bisa kenang dan dibawa pulang ke Indonesia ya, mba πŸ₯³πŸŽ‰ Dan semoga corona segera hilang biar saya bisa yalan-yalan lagi salah satunya mengunjungi Taiwan. Stay safe and healthy, mba Lisa πŸ˜†πŸ€

      Delete
  16. Berulang-ulang saya baca post ini, sambil menikmati foto-foto yang disajikan πŸ₯°πŸ˜Š

    Dan emang ya Mba, kalo tinggalnya dekat alam biasanya jalan-jalannya ke tempat yang berbeda seperti ke kota (inget keluarga dari sebelah Ibu yang tinggal di daerah dekat dengan alam pasti tujuan jalan-jalannya ke kota) dan yang tinggalnya di tengah kota, sumpek dengan pemandangan yang padat pasti milihnya jalan-jalan di alam (ini mah inget sama diri sendiri) hihihi...

    Oh Iya, gak lama lagi Mba Eno bakal balik ke Korea yah, jadi gak sabar pengen liat foto-foto dan baca kegiatan-kegiatannya disana πŸ₯°πŸ˜ (ps : semoga pas udah disana Mba Eno tetep aktif ngeblog, amiiin...) 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya pun begitu mba Rini, saat liburan pilihnya ke kota, tapi untuk hidup pilihnya di dekat alam karena lebih nyaman dan tenang hahahahaha 🀣

      Amiin semoga bisa tetap aktif menulis nantinya, mba 😍

      Delete
  17. someday aku harap aku bisa duduk di kursi yang sama kayak mba Eno
    huwaaa aku sukak liat view kayak gini, alam alam dan alam, plus Jeju tenang juga ya, kapann corona berakhir, aku ga sabarrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin mba, semoga soon mba Ainun bisa 😍

      Penasaran banget bagaimana wajah Jeju Island dari kacamata mba Ainun, dan nggak sabar baca cerita-cerita pengalaman mba Ainun di Jeju Island, Korea πŸ˜†

      Delete
  18. Kak Eno kayaknya di Korea itu banyak ya bukit-bukit untuk didaki, gunung yang nggak tinggi-tinggi amat juga. Aku pernah lihat di varshow CNBLUE yang judulnya Don't Call My Name, mereka santai di hutan yang landai, orang-orang tua juga banyak banget yang ke sana. Kayak...ramah dan mendukung pejalan kaki gitu tempatnyaπŸ₯Ί

    ReplyDelete
    Replies
    1. Korea in general memang berada di antara bukit-bukit mba, bukan dataran rendah seperti pulau Jawa misalnya. Hihihi ~ jadi memang kebanyakan rumah-rumahnya pun even apartmentnya pun dibangun nggak merata tingginya 😁

      Dan karena itu, ada banyak tempat untuk mendaki di Korea yang disediakan pemerintah, bahkan kita bisa collect the stamp lho, jadi challenge ugha πŸ˜† Plus karena habit orang Korea yang suka jalan kaki, jadi buat mereka mendaki bukit itu sudah jadi hobi yang bisa mereka lakukan seminggu sekali 🀣 hehehehe.

      Hampir semua perbukitan dan pegunungan di Korea sudah disediakan jalur untuk pejalan kaki, yang mana jalurnya ramah untuk kita ~ saya pernah bahas beberapa area sejenis di blog saya tapi saya pribadi lebih suka ke hutan 😍 Jalurnya datar, cuma track-nya panjang, bisa ambil 2km, 5km, 10km, and many more πŸ€

      Seru mba Endah, kalau ke Korea coba deh, suka ada banyak orang lokal yang hutan sendirian bawa buku, kamera, sambil dengar musik, enjoy their own time 😁

      Delete
    2. Wooow makasih Kak Eno informasinya, semoga suatu hari bisa ke Korea beneran mendaki bukit dan masuk ke hutannya🀩 hmmm pantesan kalau nonton varshow, drama atau film Korea gitu tempat tinggalnya jalannya kayak naik turun berkontur.

      Delete
    3. Sama-sama mba Endaaah, eniho, tempat tinggal dengan jalan berkontur tuh nggak enak sebenarnya karena jadi capek mau jalan ugha πŸ˜‚ *pemalas* Wk.

      Delete
  19. Wah, haemul ramyeon :)
    Pemandangannya bikin healing ya, Mbak.
    Duduk-duduk santai bengong-bengong sungguh kenikmatan yang hqq ya, Mbak Eno.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Wulan, meski cuma duduk bengong rasanya tuh puas πŸ₯³

      Delete