20.000 | CREAMENO

Pages

20.000

Hari ini blog gue punya pencapaian baru geenks, dan ingin gue dokumentasikan πŸ˜‚ Wk. Jadi tepat hari ini, blog gue hits 20.000 komentar, yaaaaay~! Sorak gembira sambil elus-elus tangan, ucapkan terima kasih karena sudah bekerja keras balas setiap komentar yang datang πŸ™ˆ Mana jika teman-teman lihat, kebanyakan komentar di blog gue panjang macam 1 artikel *lebay*, jadi kalau ada 30 komentar berarti 30 artikel yang harus gue balas, khaaan maen banyaknyaaaah πŸ€ͺ🀣

Beside that, total posts gue sudah 450 (hari ini), and it seems gue bisa kejar 500 posts awal 2022 together with target views 500.000 beberapa waktu silam πŸ₯³ Nanti kita party yah~! Hahahahaha. By the way, meski gue nggak mau obsesi number --- but deep down inside, boleh dong gue senang dan bersyukur bisa dapat number cantik seperti di atas. Untungnya, gue belum sampai forcing diri sendiri, kalau sedang ingin menulis then menulis, namun bila malas then take a break 😝

🐰🐰🐰

Eniho, selain bicara number, gue mau cerita ah, kemarin si kesayangan dapat call dari sunbaenim (senior) dia yang kasih penawaran pindah perusahaan. Sebab perusahaan ini (perusahaan besar di Korea) lagi butuh programmer dan head project-nya minta rekomendasi sunbaenim, fyi di Korea ada sistem rekomendasi genks, dan biasanya yang masuk jalur rekomendasi diterima, apalagi jika yang kasih rekomendasi adalah orang yang memang skillful dibidangnya 😁

Naaah, sunbaenim rekomendasikan si kesayangan karena sunbaenim tau skill si kesayangan, dan head project setuju untuk ketemu, cuma masalahnyaaaa, si kesayangan masih di Bali til early next year, itu pertama -- dan alasan ke dua, agak berat untuk si kesayangan pindah perusahaan, karena perusahaan yang sekarang kasih kemudahan mobile dan gaji lumayan untuk hidup berdua. Althou bukan perusahaan ternama seperti yang ditawarkan sunbaenim si kesayangan πŸ™ˆ

Kata sunbaenim, "Di perusahaan ini, lu bisa naik karir brooh, dan gaji tambah besar. Terus karena HQ di Gangnam area pasti jadi incaran banyak orang." -- si kesayangan pun jawab mau dipikirkan dulu dan diskusi sama guah, while gue ikut-ikut saja sik dia mau kerja di mana. Walaupun hati kecil berkata, sudah betah di Jeju Island hahahahaha πŸ˜‚ So yeah, waktu si kesayangan tanya pendapat gue, yaaa gue cuma jawab, ikut hati nurani lu mau ke mana, gue nggak masalah πŸ˜†

Padahal aslinya ingin bilang, "Jangan, enak di Jeju Island." 😝 Tapi nanti gue terkesan hambat karir dia, mana dia nggak pernah hambat karir guah. Dan setelah berpikir sejam, iyaa sejam doang. Wk. Si kesayangan pun bicara pakai kalimat pembuka segala, buat gue deg-degan, untung jantung gue nggak meleyot ke bawah 🀣 Kata si kesayangan, "Lu tau, sometimes gue punya imajinasi hidup di Gangnam sama lu, dekat Han River, biar lu bisa yalan-yalan ikuti aliran sungai Han. Terus misal lu bosan di rumah, bisa ke mall secara di Jeju nggak ada mall besar." πŸ™ˆ

Yang langsung gue potong, "Di Jeju ada laut, nggak butuh sungai Han ----- Terus gue fine meski di Jeju cuma ada E-mart, nggak perlu mall, lagian di rumah lebih enak. Kalau mau belanja tinggal klak klik gampang." πŸ˜‚ Suwer gue takut dia bilang mau pilih perusahaan baru tapi gue nggak mungkin blak-blakan, jadi gue coba kasih alasan yang makesense untuk dia. Wk. Kemudian si kesayangan lanjut berkata, "Iyaa gue tau soal itu, makanya gue pikir better gue tetap di perusahaan lama. Gue tau lu suka rumah dengan pemandangan hijau bukan deretan bangunan besar."

Habis itu gue bengong, percaya nggak percaya dia pilih perusahaan lama. Padahal buat beberapa pria, jenjang karir itu important, salah satu bentuk aktualisasi diri mereka. That's why gue siapkan hati kalau dia bilang mau pindah perusahaan, namun mendengar alasan dia yang mengutamakan kenyamanan gue, jujur gue jadi enak πŸ˜† Wk. Terus iseng gue tanya, "Tapi gaji di sana lebih besar Hon, yakin nggak mauu?" yang dibalas, "Gaji tambah besar, responsibility tambah besar, bisa-bisa gue nggak pulang ke rumah karena pekerjaan. Lu mau terima?" 🀣 Tul ugha ~

Dan setelah percakapan tersebut, gue sama si kesayangan saling berpelukans πŸ₯³ Well, gue pribadi suka perusahaan si kesayangan yang sekarang karena flow-nya cocok sama life style kami berdua. Ditambah biasa perusahaan lain agak kaku about annual leave, tapi di perusahaan si kesayangan, dia bisa ambil annual leave kapan pun tanpa ada pertanyaan atau gangguan. Makanya meski dia kerja, tetap bisa liburan. Yang penting urusan kelar πŸ™ˆ And on top of that, bosnya mantap, jarang adakan hwesik alias makan-makan bareng karyawan, which is kultur ini menyebalkan πŸ˜‚ Plus gaji si kesayangan more than enough, dan untuk standar Korea sudah memuaskan.

🐰🐰🐰

Gue berdoa semoga si kesayangan nggak menyesal atas pilihannya. Dan semoga kami tetap hidup cukup seperti sekarang. Nanti kalau one day dia berubah pikiran karena ada penawaran lebih baik dan dia suka, gue akan kembali cerita 😝 Eniweis, gue tulis ini sebagai kenangan, agar bisa dibaca ulang. Menurut gue, ini salah satu fase hidup, saat kita diminta memilih dan ambil keputusan, apa yang terbaik bukan hanya untuk diri kita seorang, namun keluarga kecil kita πŸ˜†

Thank you so much Honey, selalu jadikan gue prioritas 🧑 Mwah.
Ohya gue lupa sempat upload short video si kesayangan πŸ˜‚

46 comments:

  1. Kalau menurut salah satu motitvator, yang mempengaruhi rezeki suami itu ya restu istri. Jadi di sini beliau sudah mempraktikkannya, dan semoga ke depannya lancaaar semuaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar benar benarrr semoga benar mba 😍 Amiiin, terima kasih doanya mba Vina, lancar juga untuk semua rencana mba Vina dan keluarga, yah πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  2. Adakalanya ya mba, saat kita sudah mencapai fase more than enough, kita jadi ga terlalu ambisius lagi. Mungkin ada orang yg beda pemikiran, tapi utk sebagian orang, apalagi yg umur sudah senior, pasti lebih mikirin keluarga dan kenyamanan.

    Di tempat Raka kerja skr, bank asing juga, tapi teamnya kompak banget. Dulu suamiku bisa keterima di sana juga Krn rekomendasi, jadi dia ga ikutan tes macem2 lagi. Naaah, 2 bulan setelah kerja di tempat skr, suamiku ditelp mantan atasan pas di HSBC dan minta dia join lagi. Gaji, benefit, cuti tahunan, dan posisi semua naik. Syukurnya Raka juga selalu discuss ke aku bagusnya gimana. Kebetulan aku tahu HSBC Krn pernah ngerasain belasan tahun di sana, tapi aku juga tahu bank suami yg sekarang ini. Dan waktu itu keputusan ku, jangan ambil tawaran baru.

    Krn aku msh inget kebaikan atasan dia yg skr ini, pas rekomendasiin Raka masuk ke bank yg skr. Baiknya luar biasa. Dan buatku, ga pantes, kalo kami membalas kebaikan dia dengan ambil tawaran baru yg jauh lebih bagus. Ibaratnya, kayak ga tahu terimakasih.

    Aku pasti seneng kalo gaji suami naik banyak. Tapi buatku, kadang kita juga harus mikirin kebaikan orang lain ke kita :). Toh rezeki yg skr udah lebih dari cukup 😊. Dan bener kata si kesayangan, gaji naik banyak, tapi pasti kerjaan makin overload 🀣. Dan aku ga mau juga suamiku jadi ga pulang2 ke rumah gara2 kerjaan kantor πŸ˜‚.. ntr membuka peluang selingkuh Ama staff cewe yg di kantor wkwkwkwkwk. Lebih sering ketemu Ama dia drpd istri 🀣. Maaaf, itu kejadian yg banyak terjadi di perbankan πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Fan, betul banget, mungkin saya dan si kesayangan sudah masuk fase content dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki sekarang. Jadi instead of being greedy, kami pilih untuk hidup nyaman seperti yang sudah kami jalankan πŸ˜†

      Dan setuju sama mba Fanny, nggak semua bisa dipertimbangkan berdasarkan uang. Karena ada hal-hal lain yang juga perlu kita pikirkan, termasuk kebaikan orang-orang di sekitar dalam hal ini si kesayangan 😍 Plus saya pribadi sudah capek sama hingar bingar kota besar, inginnya lebih slow down jadi punya momen berdua πŸ™ˆ

      Wk. By the way, saya ngakak baca paragraf terakhir mba Fanny, untung di perusahaan si kesayangan staff-nya cowok semua, terus jadi berpikir, ih iya kalau dia pindah perusahaan baru dan ternyata banyak staff cewek bisa gaswat 🀣 Meski di Korea tingkat cerai or selingkuh rendah, namun tetap was-was πŸ˜‚

      Thanks for sharing, mba πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  3. Gak kebayang sihh. Kalo misalnya si kesayangan milih pindah perusahaan dan akhirnya mba eno menetap di Gangnam. Kira kira bakal gimana yaa kedepannyaπŸ˜‚ aku kira apapun keputusan si kesayangan mba eno bakal ngedukung. Tapi saat pasangan memprioritaskan kita itu yang cihuyyy🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bagaimana-bagaimana mas, akan saya jalani hidup saya meski harus adaptasi kembali dengan kota besar. Wk. And yes, cihuy banget dongs rasanya 🀣

      Delete
  4. Iya juga ya, gaji besar otomatis pekerjaannya juga makin besar. Lagi pula bininya juga kerja kan jadi aman πŸ˜…

    Jempol untuk pemikiran si Jagiya yg menginspirasi πŸ‘

    Soal komentar blog, Wah selamat ya hits 20 ribu komen, sini tak bantuin elus tangannya.. ngucapin tengkyu juga ketangannya wkwk πŸƒ‍♂️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cencunyaaah mas Jaey hahaha, nggak mungkin semakin kecil, yang ada nggak pulang-pulang entar karena kebanyakan lembur 🀣 Parno bangets. Wk. Padahal at some point, jika jabatan tambah naik, load pekerjaan akan turun ke staff. Tapi tetap~lah, di perusahaan sekarang masih okay, karena bisa balance dengan keluarga 😍

      Thank you, mas Jaey ucapannyaaaa πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  5. Yeay! Selamat selamat atas pencapaian 20.000 komentar. Fantastis memang blog ini. Party bagi hadiah dong nih hehehe...

    Well, memang gitu ya programmer. Apalagi yang skillful kayak seperti mas suami, pasti ditawarin kemana-mana tuh. Eh, saya jadi penasaran si Jagiya programmer apa ya? Siapa tahu saya bisa belajar dari beliau hehe..

    Sekali lagi selamat kak Eno! Ditunggu pesta pora nya πŸ₯³πŸŽ‰πŸ₯³πŸŽ‰πŸ₯³πŸŽ‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya bagi hadiah apa yaaah untuk party, any idea? Hahahaha 🀣

      Seems begitu mas, berhubung mas Ardhi juga programmer, pasti tau rasanya karena saya yakin yang scout mas Ardhi pasti ada saja πŸ˜† Si kesayangan spesialis machine control program mas, kalau mas Ardhi programmer apa? 😍

      Thank you so much ucapannya, mas πŸ₯³

      Delete
  6. *prokprokprok* tepuk tangan ceritanya
    selamat untuk pencapaian 20000 komen dannnnnn blog tambah rame, asek asekkk
    semoga nanti ada party gede-gedean di blog mb eno hehehe
    macam kayak hallowen party :D

    pertimbangan pindah kerja kalau sudah berkeluarga perlu dipikir mateng ya mbak. sama kayak kesayangan mba eno juga, ada temen kantorku yang udah berkeluarga terus ditawari kerja di tempat lain tapi beda kota, sebelumnya dia memperhitungkan dulu nanti biaya tambahan ini itunya, anak-anaknya,terus kalau total budgetnya hampir sama kayak gaji yang diterima diperusahaan sekarang, alias masih mengcover semua kebutuhan keluarganya, dia pilih stay yang di tempat kerja sekarang .
    memang ada plus minusnya, kenyamanan juga biasanya jaid faktor yang menentukan. misal soal budaya di tempat kerja, kadang kalau udah nyaman di tempat kerja yang sekarang atau untuk pengajuan apa--apa masih fleksibel, mending masih stay ditempat yang lama

    kadang kita tuh berat mau ninggalin zona nyaman, banyak yang bilang, perlulah sekali-kali keluar zona nyaman, tapi perlu keberanian juga buat ngelakuinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih ide dong mba Ainun enaknya party seperti apa 😍 By the way, terima kasih ucapannya dan sudah menjadi bagian dari teman yang kasih komentar πŸ˜†

      Agree, harus dipikirkan secara matang karena yang pindah bukan cuma seorang hahahahaha. Apalagi jika sudah ada anak, aduh tambah banyak pertimbangannya tuh, termasuk sekolah, this and that 😁 Eniho, ke luar zona nyaman okay untuk siapapun yang hobi challenge, but stay at same place and keep upgrade juga okay, so nggak ada yang salah, yang penting kita niat kerja. Bukan begitu, mba? πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  7. Selamat untuk Jeng Eno dan Mr Kesayangan. πŸ™πŸ˜‡πŸ‘πŸŒΊ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, mas Antyoooo πŸ₯³πŸŽ‰πŸ€

      Delete
  8. Congrats Kak Eno untuk pencapaian-pencapaian blognya πŸ₯³. 20rb komen?! Mantap banget sih!! Pukpuk tangan Kak Eno dulu sini!! Wkwkwk sugohaseyo ya bilangnya? πŸ€”

    Tiap kali baca cerita soal Si Kesayangan tuh so sweet so sweet amat sih, Kak 🀣. Diabetes nih aku bacanya 🀣 Kalau punya pasangan seperti Kesayangannya Kakak, Hong Bangjang mah lewat lah ya so sweetnya πŸ€ͺ
    Anyway, semoga apapun keputusan yang diambil saat ini adalah yang terbaik untuk Kakak sekeluarga yaaa πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Peri Kecil Kakaaaak 😍 Wk. Mantap kaaan, sini sini kasih puk-puk kakak 🀣 Hahaha. Yes bilangnya sugohaseyo atau sugohae versi banmal πŸ˜†

      Eits, tetap beda~lah, si Hong Banjang segala bisa, kalau si kesayangan masih banyak nggak bisanya. Belum kakak test sik, tapi kayaknya dia nggak akan bisa betulkan pipa kamar mandi or pasang keramik lantai dan wallpaper kayak Hong Banjang πŸ˜‚ hahahaha. Amiin, semoga yaaah, untuk saat ini, itu adalah pilihan tepat πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  9. Selamat atas angka cantiknya~~~ salut sama Kak Eno yang selalu balas-balas komentar di blog, hal yang nggak mudah karena makan waktu dan tenaga yang nggak sedikitπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Bicara soal kerjaan, makin ke sini makin paham aku kalau prinsipnya kayak investasi, high return high risk. Gaji makin gede, kerjaan dan tanggung jawab serta risikonya juga makin tinggiπŸ˜… (pada umumnya begini ya, nggak tau kalau ada kasus khususπŸ˜†). Semoga kerjaan kesayangan Kak Eno dan kehidupan oppa dan unnie berdua di Jeju island makin lancaaarrr dan membahagiakan🌼

    Ngomong-ngomong soal budaya hwesik itu, aku pernah nonton di film Sweet and Sour (karena ini yang paling diinget hahaha), makan-makannya bisa sampai tengah malem ya Kak Eno, kadang bisa lanjut karaokean segala. Lha terus yang di rumah apa kabar nungguinπŸ˜… Belum lagi kalau misal harus minum atau makan yang dipaksa sama sunbae, wew. Paling nggak itu sih yang aku tau dari film, di dunia nyata apa sama kayak gitu, Kak Eno, menyebalkannya?😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaciw mba Endah, saya pun salut sama diri saya yang ternyata bisa balas komen sebegitu banyak πŸ˜‚ And saya grateful karena itu artinya teman-teman luangkan waktu untuk tulis komen di blog saya, dan saya terharu dibuatnya 😍 Tenaga dan waktu yang mba Endah dan teman-teman berikan pun nggak kalah banyak πŸ™ˆ

      Indeed mba Endah, semakin besar gaji tentu datang bersamaan dengan besar tanggung jawab, jadi waktu dan tenaga serta pikiran yang di keluarkan, saya yakin nggak kalah banyak 😁 Doa yang sama untuk mba Endah, semoga pekerjaannya lancar, semua rencananya lancar, dan apapun pilihan yang dibuat juga lancar πŸ₯³

      Hwesik itu bisa beronde-ronde mba, makanya capek, saya yang di rumah nggak ikutan hwesik pun merasa capek tunggu si kesayangan pulang 🀣 Wk. So yes, di dunia nyata sama persis seperti itu, makanya beruntung jika dapat bos yang nggak hobi ajak hwesik, means bisa pulang tenggo, dan ada waktu sama keluarga πŸ˜†

      Delete
  10. Waah Mbak Eno melejit banget yaa ... udah sampe 20.000 komentar keren banget~
    Dan emang selalu niat banget sih balesin komen2nya πŸ˜ƒπŸ‘

    Btw, emang yang namanya kerja paling utama emang kenyamanan Mbak. Kerja gaji gede pun misal ternyata nggak nyaman ya jadinya tiap hari malah sambat terus haha
    Kalo tempat kerja yang sekarang gajinya juga udah cukup banget, tekanannya nggak besar, lingkungannya juga udah bersahabat, Mbak Eno juga udah betah.. berarti Kesayangan udah ambil pilihan yang tepat 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaciw mas Edot ucapannya πŸ˜†πŸ€

      Hu'uh mas, yang utama itu nyaman, dan sesuai dengan porsi serta skill yang dipunya 😁 Untungnya si kesayangan kerja di tempat yang memang dia suka jobdesc-nya, jadi belum sampai tahap sambat setiap hari hahahaha 🀣

      Semoga yaaah kita semua bisa dapat pekerjaan yang sesuai dengan kita, namun bila belum, semoga kita diberi kemudahan ketika mengerjakannya 😍

      Delete
  11. jeju island itu loveavle banget
    ah pilihan yang sulit memang mbak
    dan memang jenjang karir penting sekali untuk pria
    beruntungnya si kesayangan ada mbak eno yang menguatkan atas pilihannya
    so sweet banget deh mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lovable bangetttt, mas Ikrooom πŸ˜†

      And yes, itu adalah pilihan sulit, perlu pertimbangan matang. Setiap orang pasti punya pertimbangan masing-masing ketika pilih perusahaan, semoga apapun itu pilihan kita, adalah yang terbaik untuk diri kita plus keluarga kita, mas πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  12. Wahhh keuureeenn 😁 Bravo-bravo..
    Nagih geh mba.. rasanya kaya kurang aja kalau nggk ninggalin komentar.. wkwk 😊

    Ahhh So sweet beud.. Uwu πŸ˜† sneng aku tuh bacain cerita Romantis Mba Eno dan Kesayangan.. ini kalau di buat Film pasti ratenya bagus dehhh 😊 tembus Box Office seluruh dunia πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gomawoyo, mas Bayu 😍 Mas Bayu salah satu yang membuat angka 20.000 itu tercapai dan saya always senang baca komen-komen mas Bayu di blog saya πŸ˜†

      Ini memang masuk cerita romantis, yah? 🀣 Jadi malu saya. Wk.

      Delete
  13. Wuih 20.000 komentar, selamat Mbak Eno.:)
    Memang yang suka balas komentar di blok Mbak Eno panjang-panjang, berasa baca 1 postan jadinya. Tapi seru-seru bahasannya.:D

    Kalimat pembukanya udah buat hati lumayan jumpalitan ya, Mbak Eno.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaciw mba Wulan ucapannya 😍🧑

      Iya kaaan, makanya butuh waktu khusus untuk balas karena teman-teman sudah pada luangkan waktu untuk tulis komentar, nggak mungkin dibalas asal 🀣 Wk.

      Kalimat pembukanya buat deg-degan, mba πŸ˜†

      Delete
  14. Wooww kereeen mbaaa. Selamat yaaa Mba Enooo πŸŽ‰

    Memang untuk pekerjaan itu bukan hanya memperhatikan sisi diri namun pasangan juga yaa mba. Apalagi kalau sudah married. Fokusnya jadi berbeda. Mau fokus jenjang karir atau keluarga karena terkadang keduanya sulit di raih. Bener sih kata Si Kesayangan, kalau dia makin sibuk, nanti waktu dengan mba juga makin berkurang. Apalagi perubahan tempat kerja bikin ritme keseharian juga bisa jadi berubah kaaan.

    Bersyukur jika sudah menemukan pilihan yang tepat dan semoga ini yang terbaik untuk kalian berdua 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much, mba Devina 😍

      Iyes mba, kalau sudah nggak sendiri otomatis yang dipikirkan pasangan juga, apalagi jika ada anak, semakin serius mempertimbangkannya πŸ˜†πŸ§‘ Dan pindah perusahaan sebenarnya nggak mudah, karena perlu adaptasi lagi di dalamnya 😁

      Amiiin mba, semoga apapun yang mba Devina pilih plus rencanakan juga yang terbaik untuk mba Devina beserta keluarga kecil mba, yah 😍 Much love ~

      Delete
  15. selamaat untuk komentarnyaaa... kalau diibaratkan obrolan offline, maka blognya mbak eno ini kayak plaza dengan obrolan yang banyak, berbagai topik di tiap-tiap sudutnya. semoga tercapai juga 500 post-nya!

    dari cerita ini, aku penasaran deh mbak eno. nggak tahu soalnya, apakah mbak eno pernah cerita di post lain apa belum. Apa yang menyebalkan dari kultur "hwesik", dan fungsi utamanya untuk apa? apakah ga menyenangkan karena karyawan pulangnya jadi kemaleman ngikutin bos mau makan di mana? hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk. Mirip pasar yah mbaaa, topiknya beda-beda, tinggal pilih mau yang mana 🀣 By the way, mba Mega apa kabar? Mizz youuu, semoga sehat di sana 😍

      Umm yang menyebalkan itu karena waktu pulangnya jadi nggak jelas, kadang bisa sampai tengah malam. Terus ada bos yang hobinya hwesik, jadi hampir setiap hari ajak hwesik karyawan. Kan kasihan karyawan mau kumpul keluarga jadi susah, apalagi jika ada anak, pasti ingin spend waktu dengan anak juga πŸ™ˆ Hehehe.

      Kalau ditanya fungsinya, mungkin bagi bos, itu untuk membuat team kompak, mba Mega. Sebetulnya bila dilakukan secara moderate akan bagus, cuma image hwesik jadi menyebalkan gara-gara ada yang berlebihan πŸ˜… Sebulan sekali or dua bulan sekali masih okelah, jangan setiap hari or seminggu sekali, capek lama-lama πŸ€―πŸ˜‚

      Delete
  16. Hooray selamat pencapaiannya. 20.000 komen (lgs pengsan ngebayangin bgmn meresponnya) XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengsaaan mba Phebs, jadi harus dicicil balasnya biar nggak asal 🀣

      Delete
    2. ga usah dibayangin mbak phebs. Berat..!! kamu ga akan kuat. Biar mbak eno aja....wkwkkwkwk

      Delete
    3. T.E.G.A 🀣🀣🀣🀣

      Delete
  17. eehm, kira-kira aku diajakin party sama ga yaa..? wkwkkwkwk
    Sebelum 2022 kayaknya bisa tembus 500 postingan kok mbak eno..hahahhaa
    selamat yaa mbak eno. Dulu pas 10ribu komen pertama kayaknya aku juga ikutan komen. Jadi 10 ribu yang kedua mesti ikutan komen juga....ahhahaa

    Seandainya kalau jadi pindah, mbak eno akan melepaskan jabatan sebagai promotor untuk jeju dan berganti menjadi promotor gangnam...Untungnya sih ga jadi, sehingga silakan dilanjut menjadi promotor jeju...wkwkkwk

    aku ikut seneng dengan apa yang mbak eno ceritakan. Semoga tetap nyaman dan terus berkarya. Baik itu untuk mbak eno, maupun kesayangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau diajak apa nggak? 🀣 Wk.

      Amiiin mas Vay, semoga yes πŸ˜† Ohiya saya justru baru ingat pernah buat post pencapaian total komen 10.000, hahahaha. Bagus~lah kalau begitu, semoga mas Vay tetap setia kasih selamat sampai komen 100.000 sekalian πŸ˜‚✌

      Nah bisa jadi tuh, tapi mungkin saya nggak akan serajin itu keliling Gangnam, atau mungkin hobi saya berubah mas Vay, dari yang tadinya hobi duduk santai lihat laut lepas di Seongaksan jadi duduk di cafe Dior dan sejenisnya 🀣

      Amiiin thank you so much sudah baca cerita sayah, dan semoga mas Vay pun bisa terus nyaman dalam berkarya dan bekerja. Syemangat, massss~! πŸ₯³πŸŽ‰

      Delete
  18. Congrats for the pretty numbers, Mba Enooo! πŸ₯³ Aku idem sama Endah, balesin komentar itu salah satu "PR" untuk blogger, and you always take time to have a chat with us. I learned from you a lot about this :D Kalau nggak ketemu Mba Eno, rasanya sampai hari ini aku masih males balesin komentar teman-teman, wkwkwk. (padahal jumlah komentarku nggak seberapa, tetep aja ada yang kelewat dibalas πŸ˜‚).

    Anyway, sebuah langkah besar yang diambil oleh si kesayangan ya, Mba. But somehow aku bisa memahami apa yang Mba Fanny bilang juga di atas. Mungkin prioritas kalian saat ini udah bukan lagi mengejar karir atau uang, thus si kesayangan pun mengambil keputusan tersebut. Suamiku pun begitu sejak punya anak-anak. Meski pekerjaan tetap menjadi salah satu prioritas, dia juga nggak mau kerja terlalu keras sampai harus melewati masa-masa emas bareng anak-anak di rumah. Gimanapun juga, aku turut senang bisa "menyimak" perjalanan kalian melalui blog ini. Apa pun impian kalian ke depan, best of luck pokoknya, ya! πŸ€—

    Oh ya, Mba Eno. Aku jadi penasaran soal "hwesik". Apakah ada dampak dari boss atau rekan kerja lainnya jika kita menolak ajakan makan/minum boss setiap saat? Dikucilkan atau gimana gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gomawoyo mba Janeeee πŸ˜† Hihihi, saya pun idem sama mba Jane dan mba Endah, balas komentar itu nggak mudah ~ makanya saya pribadi masih sering lama balas, kecuali memang sedang on saat itu juga πŸ™ˆ Wk. Terus biasa balas dicicil nggak langsung segabruk, karena harus makesure jawabnya nggak asal-asalan πŸ˜‚

      Indeed mba, langkah besar ~ mungkin dulu sebelum berkeluarga, prioritas pasangan kita nggak jauh dari karir dan uang. Namun ketika sudah berkeluarga, prioritas jadi bertambah dan pertimbangan pun melebar. Uang or karir nggak jadi the only priority lagi namun satu diantaranya 😍 So yes, peluk hangat pasangan kita, mba. Karena telah jadikan kita as a part of pertimbangan mereka πŸ˜†πŸ§‘

      Umm untuk dampak hwesik mungkin lebih ke rasa nggak enak kali yaaah antar staff satu sama lain, kalau sampai dikucilkan saya kurang tau, tapi misal rekan kerja kita saja hwesik terus kitanya nggak, pasti mereka anggap kita nunchi obso πŸ˜‚

      Semacam, "Lu kira lu doang yang punya keluarga, gue juga punya, tapi gue masih pergi hwesik, kenapa lu nggak." Gitchu mba. Makanya enak nggaknya hwesik itu tergantung bos, kalau bos nunchi dan tau keadaan staff, pasti berusaha untuk nggak bebani staff dengan hwesik setiap hari sampai istri pada sambat semua 🀣

      Delete
  19. Congrats mba Eno atas pencapaiannya. Aku selalu salut sama mba Eno yang selalu menyempatkan balas komen, meskipun hanya sekadar say thank you udah mampir. Means a lot ke yang udah effort mikirin enaknya komen apa yaa... Hihi

    Beberapa waktu lalu, misua juga ditawarin pindah kerja dan naik jabatan. Misua juga nanya ke saya, gimana ini mau diterima apa ngga?

    Saya udah terlalu nyaman di rumah sekarang karena malas pindahan, malas ribet, malas adaptasi di tempat baru. Kalau pun mau pindah, pengennya kalau anak-anak udah gede dan mandiri, maunya pindah ke kota yang sejuk dan biaya hidupnya ngga mahal, biar bisa tetep hemat seperti di pegunungan. Jadi saya bisa sibuk bercocok tanam disana. Hehe


    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaciw mba Syarifani ucapannya πŸ˜† Iya mba, sebisa mungkin saya balas semua pesan masuk, karena saya tau teman-teman yang tulis komentar di blog saya secara nggak langsung sudah keluarkan efforts dan waktu luangnya 😍

      Alhasil nggak jadi pindah juga, mba? πŸ₯³ hihihi, memang proses pindahan itu nggak semudah balik telapak tangan, apalagi pada proses adaptasinya nggak selalu berjalan lancar. Dan untuk anak-anak pun pasti nggak gampang harus pisah dengan teman sekolah 😁 Semoga nanti saat sudah pas waktunya, mba Syarifani bisa pindah ke pegunungan sesuai harapan, yah πŸ˜†πŸ€ Akan seru hidup di sana 😍

      Delete
    2. Oh, tentu tydak mbaa..

      Soalnya tawarannya pindah ke Ibukota, entahlah sampai sekarang merasa kurang sreg hidup disana sama anak-anak. Biaya hidupnya juga lumayan, kalau mau pindah kesana gaji minimal harus 100 kali lipat biar aman. *ngarep ketinggian wkwk

      Delete
    3. Oalaaaah, mumet memang mba kehidupan di Jakarta, meski segalanya ada di sana πŸ˜‚ Saya pun pilih pindah tinggal di island karena cari ketenangan πŸ™ˆ Wk.

      Well, apapun keputusan mba Syarifani, saya doakan gajinya naik 100 kali lipat yah. Siapa tau didengar Tuhan, hihihi, syemangat always mba sekeluarga 😍🧑

      Delete
  20. Ah cocwiit. Si kesayangan pengin bertahan di perusahaan yg sekarang dan dia udah tau kalo mbak Eno pun juga penginnya begitu.
    Hidup memang butuh uang. Tapi yg namanya kecocokan dan kenyamanan itu gak bisa dibeli dg uang.
    Apalagi ritme kerja di perusahaan si kesayangan yg sekarang sudah pas dengan selera kalian berdua ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, betul mba Sekar 😍

      Yang penting terpenuhi kebutuhannya. Berharap bisa balance, antara cari uang dan menikmati hidup yang dipunya πŸ˜† Jangan sampai kehilangan momen berharga dengan pasangan, belum tentu di kehidupan setelahnya, akan kembali ketemu si kesayangan *eaaakh* *padahal nggak percaya after lyfe* *macam drama* 🀣

      Delete
  21. Congrats, mbak Meno. Keren banget! 20,000 is such a number.

    Salah satu alasanku bertahan di perusahaan saat ini juga kemudahannya dalam izin, cuti, dan remote working. Sampai saat ini masih WFH. Jadi aku juga nggak cari-cari kerjaan lain. Apalagi, sama temen-temen di kantor ini udah akrab kayak keluarga. Udah klop! Dan di usia kayak kita sekarang, nggak mudah untuk menemukan circle baru yang cocok.

    Tapi kalo ada yang menawarkan pekerjaan yang sama menyenangkannya, gaji lebih tinggi dan menjamin mempekerjakanku dalam kurun waktu tertentu, akan kupertimbangkan πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, mas Nugie πŸ˜†

      Yes, pastinya ada banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang untuk nggak pindah dari perusahaannya yang sekarang, dan alasan mas Nugie pun nggak jauh beda dengan alasan si kesayangan. Karena sudah cocok dan nyaman πŸ˜‚

      Well, and yes, nggak beda dengan mas Nugie, jika ada penawaran yang lebih menarik dan menantang dari penawaran perusahaan di atas (apalagi bisa di Jeju Island), mungkin si kesayangan akan kembali pertimbangkan πŸ™ˆ Wk.

      Sukses selalu, mas Nugie πŸ₯³

      Delete